• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISERTASI FEMI HADIDJAH ELLY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DISERTASI FEMI HADIDJAH ELLY"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

D

DA

AM

MP

PA

AK

K

B

BI

IA

AY

YA

A

T

TR

RA

AN

NS

SA

AK

KS

SI

I

T

TE

ER

RH

H

AD

A

DA

A

P

P

P

PE

ER

RI

IL

LA

A

KU

K

U

E

EK

K

ON

O

NO

O

MI

M

I

R

RU

UM

MA

AH

HT

TA

AN

NG

GG

GA

A

P

PE

ET

TA

AN

NI

I

U

US

SA

AH

HA

A

T

TE

ER

RN

NA

AK

K

S

SA

AP

PI

I-

-T

TA

AN

NA

AM

MA

AN

N

D

DI

I

S

SU

U

LA

L

AW

WE

ES

SI

I

U

UT

TA

AR

RA

A

DISERTASI

FEMI HADIDJAH ELLY

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

SURAT PERNYATAAN

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa segala pernyataan dalam disertasi saya yang berjudul :

“DAMPAK BIAYA TRANSAKSI TERHADAP PERILAKU EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI USAHA TERNAK SAPI-TANAMAN DI SULAWESI UTARA”

merupakan gagasan atau hasil penelitian disertasi saya sendiri, dengan bimbingan Komisi Pembimbing, kecuali yang dengan jelas ditunjukkan rujukannya. Disertasi ini belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar pada program sejenis di perguruan tinggi lain. Seluruh sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara jelas dan dapat diperiksa kebenarannya.

Bogor, Juni 2008

Femi Hadidjah Elly NRP: A161024021

(3)

ABSTRACT

FEMI HADIDJAH ELLY. Impact of Transaction Cost on Economic Behavior of Households Farming Cattle and Plant in North Sulawesi (BONAR M. SINAGA as Chairman, SRI UTAMI KUNTJORO and NUNUNG KUSNADI as Members of the Advisory Committee)

Households allocate their family resources to catlle farming activities. Cattle farming is one of the source of income for the household expenditure. Households are subject to transaction cost when selling their cattle. Higher transaction cost will reduce income of the households. The objective of this research is to analyze the transaction cost structure, to develop economic model of households farming cattle and plants with regard to the transaction cost, to analyze effect of transaction cost on the household economic decision in using input, production and household expenditure, and to analyze impact of change of transaction cost, price of input and output on using input, production, income and expenditure of the households engaged in farming cattle and plants in North Sulawesi. This research applies a survey method. The samples of this research are 194 households in Minahasa District and 233 households in Bolaang Mongondow under a simple random sampling. The model is estimated with 2SLS method and the analysis of impact uses simulation. The results of the analysis show that the model can explain the effect of transaction cost. The transaction cost affects the decision in using input, production and household expenditure. The change of transaction cost, input and output price have impacts on using input, income and expenditure of the households engaged in farming cattle and plants in North Sulawesi.

(4)

RINGKASAN

FEMI HADIDJAH ELLY, Dampak Biaya Transaksi Terhadap Perilaku Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Sulawesi Utara (BONAR M. SINAGA sebagai Ketua, SRI UTAMI KUNTJORO dan NUNUNG KUSNADI sebagai Anggota Komisi Pembimbing)

Ternak sapi di Sulawesi Utara mempunyai masa depan dan potensi pasar yang menggembirakan. Selain memberikan tambahan pendapatan kepada rumahtangga petani peternak, ternak sapi juga merupakan sumber pendapatan daerah melalui perdagangan ternak antar pulau. Adanya prospek perdagangan ternak sapi yang baik dan konsumsi lokal serta permintaan yang semakin meningkat, maka perlu diadakan peningkatan jumlah populasi ternak sapi. Usaha ternak sapi di Sulawesi Utara sebagian besar merupakan usaha peternakan rakyat dan sampai saat ini masih dikelola secara tradisional. Kondisi ini yang menyebabkan produksi ternak sapi di Sulawesi Utara rendah dan mutu produksinya bervariasi, serta bersifat padat karya. Fenomena lain, sebagian besar pedagang mendatangi petani peternak untuk membeli ternak sehingga harga jual peternak dikurangi dengan biaya transpor. Berapa besar biaya transpor ditentukan sepihak oleh pembeli tidak diketahui oleh peternak akibatnya terjadi imperfect market. Harga yang diterima peternak lebih murah dibanding apabila peternak menjual sendiri. Selain itu, rumahtangga juga menggunakan perantara dan sebagai balas jasa, rumahtangga memberikan upah kepada perantara. Berapa besar upah yang diberikan rumahtangga juga ditentukan oleh perantara.

Implikasinya biaya transaksi adalah masalah yang mempengaruhi keputusan rumahtangga dalam produksi, alokasi tenaga kerja maupun keputusan konsumsi. Peningkatan biaya transaksi menyebabkan terjadinya kegagalan pasar (market failure). Menurut Matungul, et al. (2006), biaya transaksi yang sangat tinggi dapat mempengaruhi pasar input dan pasar output. Selanjutnya Dutilly-Diane, et al. (2003) mempelajari kegagalan pasar pada rumahtangga petani peternak.

Fenomena-fenomena seperti dijelaskan di atas merupakan perilaku rumah-tangga petani usaha ternak sapi-tanaman sebagai produsen dalam aktivitas ekonomi. Rumahtangga sebagai produsen berusaha meningkatkan produktivitas dengan tujuan peningkatan pendapatan. Peningkatan pendapatan ini berkaitan dengan peningkatan konsumsi, juga sangat berkaitan dengan harga output dan harga input. Harga yang diterima rumahtangga ditentukan oleh pedagang, disisi lain harga input terus meningkat disebabkan kondisi perekonomian Negara kita yang berdampak sampai ke daerah-daerah. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah adanya kebijakan pemerintah dalam hal penentuan harga. Perilaku rumahtangga dalam pengambilan keputusan terhadap aktivitas ekonomi perlu diketahui untuk menentukan kebijakan dalam upaya meningkatkan keadaan ekonomi rumahtangga. Sehingga perlu dilakukan analisis secara simultan untuk mengkaji keterkaitan keputusan rumahtangga serta pengaruh biaya transaksi terhadap keputusan rumahtangga tersebut.

Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis struktur dan besarnya biaya transaksi dalam usaha ternak sapi – tanaman, (2) Membangun model ekonomi rumahtangga petani usaha ternak sapi – tanaman dengan memasukkan

(5)

komponen biaya transaksi, (3) Menganalisis pengaruh biaya transaksi terhadap perilaku ekonomi rumahtangga petani usaha ternak sapi-tanaman dalam penggunaan input, produksi dan pengeluaran, dan (4) Menganalisis dampak perubahan biaya transaksi, harga dan upah terhadap penggunaan input, produksi, pendapatan dan pengeluaran rumahtangga petani usaha ternak sapi-tanaman di Sulawesi Utara.

Metode penelitian yang digunakan adalah survey terhadap petani usaha ternak sapi rakyat di Sulawesi Utara dengan cara wawancara dan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Juli 2006 - Pebruari 2007. Jenis data yang digunakan adalah data cross section dan data time series dengan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden. Sedang data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian ini serta data hasil penelitian yang dipublikasi (Sinaga, 1996).

Wilayah penelitian yaitu kabupaten, kecamatan dan desa ditentukan secara purposive. Kabupaten Minahasa dan Bolaang Mongondow adalah daerah yang populasi ternak sapi terbanyak dan sebagai basis ternak sapi. Kedua Kabupaten ini juga sebagai wilayah yang mendapat bantuan ternak sapi maupun bentuk uang dari pemerintah. Kecamatan dan desa ditentukan yang mempunyai jumlah ternak sapi terbanyak dengan komoditas dominan jagung untuk Minahasa dan komoditas dominan kelapa untuk Bolaang Mongondow. Kecamatan di Minahasa yaitu Tompaso dan Kawangkoan. Kecamatan di Bolaang Mongondow yaitu BolangItang, Lolak, Lolayan dan Dumoga Barat. Rumahtangga petani peternak disetiap desa dibatasi untuk rumahtangga yang memiliki ternak sapi minimal 2 (dua) ekor dan pernah menjual ternak sapi. Berdasarkan jumlah petani peternak disetiap desa sampel ditentukan rumahtangga dengan cara simple random sampling (Sinaga, 1995). Jumlah rumahtangga sebesar 194 untuk Minahasa dan 233 untuk Bolaang Mongondow. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan model ekonometrika dalam bentuk persamaan simultan.

Hasil penelitian menunjukkan biaya perantara penjualan sapi di Bolaang Mongondow lebih besar dibanding di Minahasa. Hal ini disebabkan sebagian besar rumahtangga didatangi pedagang, sehingga tidak punya pilihan lain untuk menjual ternak, kurangnya informasi pembeli, harga dan informasi berat badan ternak. Biaya transpor rumahtangga di Bolaang Mongondow juga lebih besar, yang disebabkan rumahtangga di Bolaang Mongondow menanggung biaya pedagang datang ke lokasi peternakan yaitu sebesar 66.11 %.

Model yang dibangun menunjukkan biaya transaksi mempengaruhi keputusan produksi, alokasi tenaga kerja serta pengeluaran konsumsi. Biaya transaksi tersebut melanggar asumsi separable (Sadaulet and de Janvry, 1995). Dalam keputusan produksi biaya transaksi mempengaruhi harga output yang dinyatakan sebagai harga bayangan. Harga bayangan mempengaruhi produksi sapi dan produktivitas jagung. Biaya transaksi mempengaruhi keputusan rumahtangga untuk penggunaan input produksi. Biaya transaksi mempengaruhi upah tenaga kerja dinyatakan sebagai upah bayangan. Selanjutnya, upah bayangan mempengaruhi keputusan rumahtangga dalam penawaran dan permintaan tenaga kerja. Secara teori, biaya transaksi mempengaruhi pasar tenaga kerja. Biaya transaksi juga mempengaruhi keputusan konsumsi yang dinyatakan sebagai total pendapatan rumahtangga.

(6)

Peningkatan biaya perantara penjualan sapi, transpor penjualan jagung/ kopra dan harga output bagi rumahtangga petani usaha ternak sapi-tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow memberikan dampak lebih baik dibanding peningkatan biaya perantara penjualan sapi, harga input dan upah maupun biaya perantara penjualan sapi, harga ouput, harga input dan upah. Peningkatan biaya perantara, biaya transpor penjualan jagung/kopra dan harga output mengakibatkan respon peningkatan sisi produksi terutama produksi dan penjualan sapi, penurunan penawaran tenaga kerja sebagai buruh tani, peningkatan penerimaan dan pendapatan usaha ternak, total pendapatan rumahtangga akibatnya pengeluaran rumahtangga juga meningkat.

Penurunan biaya perantara penjualan sapi, peningkatan biaya transpor penjualan sapi, biaya administrasi, biaya retribusi, biaya transpor penjualan jagung/kopra dan harga output bagi rumahtangga petani usaha ternak sapi-tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow memberikan dampak positif lebih baik dibanding penurunan biaya perantara penjualan sapi, peningkatan komponen biaya transaksi lainnya, harga input dan upah maupun penurunan biaya perantara penjualan sapi, peningkatan komponen biaya transaksi lainnya, harga output, harga input dan upah. Penurunan biaya perantara biaya perantara penjualan sapi, peningkatan biaya transpor penjualan sapi, biaya administrasi, biaya retribusi, biaya transpor penjualan jagung/kopra dan harga output bagi rumahtangga petani usaha ternak sapi di Sulawesi Utara mengakibatkan peningkatan produksi dan penjualan sapi, penurunan penawaran tenaga kerja sebagai buruh tani, peningkatan penerimaan, pendapatan usaha ternak sapi dan total pendapatan rumahtangga. Akibatnya pengeluaran konsumsi juga meningkat.

Kata kunci : Biaya transaksi, ekonomi rumahtangga, usaha ternak sapi-tanaman

(7)

@ Hak Cipta milik IPB, tahun 2008

Hak Cipta dilindungi Undang-undang

1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber

a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah

b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB

2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB

(8)

D

D

A

A

M

M

P

P

A

A

K

K

B

B

I

I

A

A

Y

Y

A

A

T

T

R

R

A

A

N

N

S

S

A

A

K

K

S

S

I

I

T

T

E

E

R

R

H

H

A

A

D

D

A

A

P

P

P

P

E

E

R

R

I

I

L

L

A

A

K

K

U

U

E

E

K

K

O

O

N

N

O

O

M

M

I

I

R

R

U

U

M

M

A

A

H

H

T

T

A

A

N

N

G

G

G

G

A

A

P

P

E

E

T

T

A

A

N

N

I

I

U

U

S

S

A

A

H

H

A

A

T

T

E

E

R

R

N

N

A

A

K

K

S

S

A

A

P

P

I

I

-

-

T

T

A

A

N

N

A

A

M

M

A

A

N

N

D

D

I

I

S

S

U

U

L

L

A

A

W

W

E

E

S

S

I

I

U

U

T

T

A

A

R

R

A

A

FEMI HADIDJAH ELLY

DISERTASI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Doktor

pada

Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2008

(9)

Penguji Luar Komisi :

Ujian Tertutup : DR HENNY K. DARYANTO, MSc (Dosen Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi Manajemen,

Institut Pertanian Bogor) Ujian Terbuka :

1. DR IR I WAYAN RUSASTRA, MA

(Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor) 2. DR IR HARIANTO, MS

(Dosen Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi Manajemen, Institut Pertanian Bogor)

(10)

Judul Disertasi : DAMPAK BIAYA TRANSAKSI TERHADAP PERILAKU EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI USAHA TERNAK SAPI-TANAMAN DI

SULAWESI UTARA Nama Mahasiswa : Femi Hadidjah Elly Nomor Pokok : A 161 024 021

Program Studi : Ilmu Ekonomi Pertanian

Menyetujui, 1. Komisi Pembimbing

Prof.Dr.Ir. Bonar M. Sinaga, MA Ketua

Prof. Dr.Ir.Sri Utami Kuntjoro, MS Dr.Ir. Nunung Kusnadi, MS Anggota Anggota

Mengetahui,

2. Ketua Program Studi 3. Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu Ekonomi Pertanian

Prof.Dr.Ir. Bonar M. Sinaga, MA Prof.Dr.Ir.Khairil A. Notodiputro, MS

(11)

RIWAYAT HIDUP

Penulis merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara dengan bapak A. Elly dan ibu A.J. Mongan. Penulis dilahirkan di Manado pada tanggal 7 Pebruari 1962. Pada tahun 1990, penulis menikah dengan Mustar Mararu, SH dan dikaruniai dua orang putra, Indrabayu Pratama Mararu dan Wahyu Prasetyo Mararu.

Penulis menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 1973 di Sekolah Dasar Katolik Amurang Kabupaten Minahasa. Pada tahun 1977 penulis menyelesaikan pendidikan tingkat pertama di SMP Negeri I Tolitoli (Sulawesi Tengah) dan tahun 1981 menyelesaikan pendidikan tingkat atas di SMA Laboratorium IKIP Negeri Manado.

Pada tahun 1981 penulis masuk perguruan tinggi di Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado Jurusan Sosial Ekonomi, lulus tahun 1986. Tahun 1995 penulis masuk program S2 di Program Pascarasarjana Universitas Gajah Mada, lulus tahun 1997 dan bulan Pebruari 2003 penulis masuk program S3 di Program Pascasarjana IPB, Bogor.

Pada tahun 1987 penulis bekerja sebagai karyawan di Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Utara di Unit Pengembangan Ternak Tampusu. Pada tahun 1988 penulis bekerja sebagai staf pengajar pada Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado sampai sekarang.

(12)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan disertasi ini. Adapun judul disertasi adalah Dampak Biaya Transaksi Terhadap Perilaku Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Sulawesi Utara. Disertasi ini mempelajari perilaku ekonomi rumahtangga petani peternak sapi dalam menghadapi biaya transaksi penjualan ternak sapi.

Penulisan disertasi ini dapat diselesaikan berkat arahan dan bantuan berbagai pihak. Pada kesempatan yang indah ini, dengan ketulusan dan kerendahan hati, penulis menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada :

1. Prof. Dr. Ir. Bonar M. Sinaga, MA, selaku ketua komisi pembimbing yang dengan penuh ketulusan, perhatian dalam membimbing serta telah memberikan motivasi dan kepercayaan kepada penulis.

2. Prof. Dr. Ir. Sri Utami Kuntjoro, MS, selaku anggota komisi pembimbing yang dengan ketulusan dan kesabaran serta memberikan kesejukan hati dalam membimbing penulis.

3. Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS, selaku anggota komisi pembimbing yang dengan ketulusan, keseriusan dan ketelitian dalam membimbing penulis.

4. Prof. Dr. Ir. Lucky W. Sondakh, MEc selaku Rektor Universitas Sam Ratulangi, Manado yang telah memberikan dukungan moril selama penulis studi.

5. Prof. Dr. Ir. J. Paruntu, MSc, selaku mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado yang telah memberikan ijin untuk melanjutkan studi di IPB, Bogor.

(13)

6. Prof. Dr. Ir. Dolfie Mokoagouw, MS, selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado yang telah memberikan dukungan moril. 7. Prof. Dr. Ir. D.A. Kaligis, DEA, selaku mantan Dekan Fakultas Peternakan

Universitas Sam Ratulangi Manado yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melanjutkan studi di IPB, Bogor.

8. Ir. B.J. Sondakh, MS dan Ir A. Salendu, MS, selaku mantan dan ketua jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Unsrat Manado yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melanjutkan studi di IPB, Bogor.

9. Ketua Program Studi dan staf pengajar pada Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor yang telah memberikan fasilitas dan kemudahan selama penulis mengikuti kuliah di IPB, Bogor.

10. Kepala Dinas Kehewanan dan Staf di Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan serta staf di Kabupaten Bolaang Mongondow yang telah membantu penulis dalam melakukan penelitian.

11. Camat Tompaso, Kawangkoan, BolangItang, Lolak, Lolayan dan Dumoga Barat yang telah membantu penulis dalam melakukan penelitian.

12. Kepala Desa Toure, Pinabetengan, Tonsewer, Tempok, Tondegesan dan Kawang-koan, Saleo, Bohabak, Biontong, Lolak, Mongkoinit, Mopusi, Lolayan, Mopait, Kinomaligan, Wangga Baru, Kosio dan Ibolian yang telah memberikan penginapan dan membantu penulis dalam melakukan penelitian.

13. Dr Arrijani, Ir E. Wantasen, Ir I. Potabuga, Ir M. Mondo, Ir Sri Rahayu, O. Rawis dan Ferry Monintja, sebagai enumerator, yang telah membantu penulis dalam melakukan penelitian.

(14)

14. Teman-teman angkatan 2002 dan 2003 yang telah memberikan dorongan serta semangat bagi penulis saat kuliah, ujian prelim sampai penulisan disertasi.

15. Mustar Mararu, SH, Indrabayu P. Mararu dan Wahyu P. Mararu, suami dan anak tercinta yang telah mengijinkan, memberikan dukungan moril, materil serta segala ketulusan dan pengorbanan terhadap penulis.

16. Mama dan papa, Ibu dan Aba (Alm) mertua, Oma, Tante Ros, adik-adik, adik ipar serta keponakan yang telah memberikan dukungan doa terhadap penulis.

Tak lupa pula penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang tak dapat disebutkan satu per satu. Penulisan disertasi ini tidak luput dari kekurangan maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Bogor, Juni 2008

(15)

Judul Disertasi : Nama Mahasiswa : Nomor Pokok : Program Studi : Komisi Pembimbing Ketua : Anggota :

Penguji Luar Komisi :

Ujian Terbuka

Hari : Tanggal : Pukul : Tempat :

DAMPAK BIAYA TRANSAKSI TERHADAP PERILAKU EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PETERNAK SAPI DI SULAWESI UTARA

Femi Hadidjah Elly A 161 024 021

Ilmu Ekonomi Pertanian

Prof. Dr. Ir. Bonar M. Sinaga, MA Prof. Dr. Ir. Sri Utami Kuntjoro, MS Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS

Dr. Ir. I Wayan Rusastra

Dr. Ir. Harianto, MS

Senin 30 Juni 2007 09.00-selesai

Ruang Sidang Gedung Rektorat Lt Kampus IPB Darmaga Bogor

(16)

DAFTAR ISI Halaman I. II. III. DAFTAR TABEL………... DAFTAR GAMBAR……….. DAFTAR LAMPIRAN………... PENDAHULUAN………... 1.1. Latar belakang……….. 1.2. Perumusan Masalah……….. 1.3. Tujuan Penelitian……….. 1.4. Manfaat Penelitian……… 1.5. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian……….... TINJAUAN STUDI EMPIRIK……….... 2.1. Usaha Ternak Sapi Tradisional………. 2.2. Pengembangan Usaha Ternak Sapi……….. 2.3. Kebijakan Subsektor Peternakan dalam Peningkatan

Pendapatan………... 2.4. Model Ekonomi Rumahtangga……… 2.5. Biaya Transaksi dalam Ekonomi Rumahtangga……….. KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS………. 3.1. Teori Ekonomi Rumahtangga………... 3.1.1. Konsep Alokasi Waktu Becker’s……….... 3.1.2. Konsep Rumahtangga Chayanov……… 3.1.3. Konsep Rumahtangga Barnum-Squire……… 3.1.4. Konsep Rumahtangga Low………. 3.2. Model Dasar Perilaku Rumahtangga……… 3.3. Perilaku Ekonomi Keputusan Peternak Sapi………

xx xxiv xxvi 1 1 9 14 15 15 17 17 23 28 36 53 61 61 61 69 73 77 80 86

(17)

xv IV.

3.4. Perilaku Ekonomi Rumahtangga Petani Peternak……… 3.5. Pengaruh Biaya Transaksi………. METODOLOGI PENELITIAN... 4.1. Metode Penelitian………. 4.2. Jenis Data dan Sumber Data………. 4.3. Penentuan Lokasi……….. 4.4. Penentuan Sampel………. 4.5. Metode Analisis……… 4.5.1. Model Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha

Ternak Sapi–Jagung di Minahasa………... 4.5.1.1. Blok Produksi………... 4.5.1.2. Blok Penggunaan Input………... 4.5.1.3. Blok Biaya Produksi……….. 4.5.1.4. Blok Biaya Transaksi………... 4.5.1.5. Blok Pendapatan Rumahtangga………. 4.5.1.6. Blok Pengeluaran Rumahtangga……….... 4.5.1.7. Blok Surplus Pasar dan Konsumsi Jagung…………. 4.5.2. Model Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha

Ternak Sapi–Kelapa di Bolaang Mongondow………... 4.5.2.1. Blok Produksi……….. 4.5.2.2. Blok Penggunaan Input………... 4.5.2.3. Blok Biaya Produksi………... 4.5.2.4. Blok Biaya Transaksi………... 4.5.2.5. Blok Pendapatan Rumahtangga………... 4.5.2.6. Blok Pengeluaran Rumahtangga………... 4.5.2.7. Blok Surplus Pasar………... 4.6. Identifikasi Model………. 4.7. Validasi Model……….. 4.8. Simulasi Model………... 94 101 108 108 108 108 109 110 112 112 114 118 120 121 124 125 126 126 128 130 131 132 134 136 137 138 139

(18)

xvi V.

VI.

VII.

DESKRIPSI WILAYAH DAN RUMAHTANGGA

PETANI USAHA TERNAK SAPI-TANAMAN... 5.1. Keadaan Umum Wilayah Penelitian………. 5.1.1. Kabupaten Minahasa………... 5.1.2. Kabupaten Bolaang Mongondow……….... 5.1.3. Biaya Transaksi dan Peraturan Daerah ………... 5.2. Karakteristik Rumahtangga Petani Usaha Ternak

Sapi-Tanaman………... 5.3. Keadaan Usaha Ternak Sapi………. 5.3.1. Pemilikan Ternak……….... 5.3.2. Penjualan Ternak Sapi……… 5.4. Perilaku Rumahtangga……….. 5.4.1. Produksi……….. 5.4.2. Penggunaan Input……….... 5.4.3. Biaya Produksi……….... 5.4.4. Biaya Transaksi………... 5.4.5. Total Biaya……….. 5.4.6. Pendapatan……….. 5.4.7. Pengeluaran………. STRUKTUR BIAYA TRANSAKSI... 6.1. Biaya Transaksi dalam Usaha Ternak Sapi………... 6.2. Biaya Transaksi dalam Usaha Jagung………... 6.3. Biaya Transaksi dalam Usaha Kelapa... 6.4. Efisiensi Usaha... HASIL PENDUGAAN MODEL EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI USAHA TERNAK SAPI-TANAMAN... 7.1. Perilaku Produksi………... 7.1.1. Produksi Sapi... 143 143 145 146 147 148 153 153 160 164 165 171 179 183 184 185 193 195 195 202 202 203 208 212 214

(19)

xvii

7.1.2. Penjualan Ternak Sapi……... 7.1.3. Produktivitas Jagung………...

7.1.4. Produktivitas Kelapa………... 7.1.5. Luas Lahan Garapan Jagung………... 7.2. Perilaku Penggunaan Input Produksi…………... 7.2.1. Permintaan Rumput………... 7.2.2. Permintaan Benih Jagung………... 7.2.3. Permintaan Pupuk Urea……….. 7.2.4. Permintaan Pupuk TSP………... 7.3. Perilaku Penggunaan Input Tenaga Kerja………... 7.3.1. Penawaran Tenaga Kerja Keluarga

untuk Sapi………... 7.3.2. Penawaran Tenaga Kerja Keluarga

untuk Jagung…………... 7.3.3. Penawaran Tenaga Kerja Keluarga

untuk Kelapa ………...

7.3.4. Permintaan Tenaga Kerja Luar Keluarga

untuk Jagung………... 7.3.5. Permintaan Tenaga Kerja Luar Keluarga

untuk Kelapa………...

7.3.6. Permintaan Tenaga Kerja Ternak Sapi

untuk Jagung………... 7.3.7. Permintaan Tenaga Kerja Ternak Sapi

untuk Kelapa………...

7.3.8. Curahan Kerja Keluarga…………... 7.4. Perilaku Biaya Sarana Produksi dan

Biaya Tenaga Kerja... 7.5. Perilaku Biaya Transaksi... 7.5.1. Biaya Perantara Penjualan Sapi………... 7.5.2. Biaya Transpor Penjualan Jagung………...

.

7.5.3. Biaya Transpor Penjualan Kopra ………... 218 222 225 228 231 232 237 240 243 247 [ 2482 255 260 262 267 269 272 273 280 282 285 289 291

(20)

xviii VIII.

7.6. Perilaku Penerimaan dan Pendapatan………... 7.7. Perilaku Pengeluaran Rumahtangga... 7.7.1. Konsumsi Pangan………... 7.7.2. Konsumsi Non Pangan………... 7.7.3. Investasi Pendidikan………... 7.7.4. Konsumsi Jagung………... 7.7.5. Surplus Pasar Kelapa... DAMPAK BIAYA TRANSAKSI, HARGA DAN UPAH

TERHADAP EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI

USAHA TERNAK SAPI-TANAMAN... 8.1. Hasil Validasi Model……… 8.2. Dampak Perubahan Biaya Transaksi, Harga dan Upah... 8.2.1. Peningkatan Biaya Perantara Penjualan Sapi,

Biaya Transpor Penjualan Jagung/Kopra

dan Harga Output... 8.2.2. Peningkatan Biaya Perantara Penjualan Sapi,

Biaya Transpor Penjualan Jagung/Kopra,

Harga Input dan Upah... 8.2.3. Peningkatan Biaya Perantara Penjualan Sapi,

Biaya Transpor Penjualan Jagung/Kopra,

Harga Output, Harga Input dan Upah...

8.2.4. Penurunan Biaya Perantara Penjualan Sapi, Peningkatan Biaya Transaksi Lainnya dan

Harga Output... 8.2.5. Penurunan Biaya Perantara Penjualan Sapi,

Peningkatan Biaya Transaksi Lainnya, Harga Input

dan Upah...

8.2.6. Penurunan Biaya Perantara Penjualan Sapi, Peningkatan Biaya Transaksi Lainnya, Harga

Output, Harga Input dan Upah... 8.3. Dampak Peningkatan Harga dan Upah pada Kondisi

Ada Biaya Transaksi dan Tidak Ada Biaya Transaksi...

292 294 294 300 303 307 310 312 312 319 322 323 325 326 327 329 332

(21)

xix IX.

8.3.1. Peningkatan Harga Sapi dan Harga

Jagung/Kopra... 8.3.2. Peningkatan Harga Sapi, Harga Jagung/

Kopra, Harga Input dan Upah... 8.4. Pengaruh Biaya Transaksi Terhadap Produksi Sapi

dan Alokasi Tenaga Kerja pada Kondisi Ada Biaya Transaksi Tidak Ada Biaya Perantara dan

Tidak Ada Biaya Transaksi...

8.4.1. Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Produksi... 8.4.2. Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Alokasi

Tenaga Kerja... KESIMPULAN DAN SARAN……….... DAFTAR PUSTAKA……….. LAMPIRAN... 333 336 337 337 339 348 352 362

(22)

xxi DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Populasi Ternak Sapi di Sulawesi Utara Tahun 2000-2004………... Produksi Daging Sapi di Sulawesi Utara Tahun 2000-2004………. Total Konsumsi Protein Hewani Asal Ternak di Sulawesi

Utara Tahun 2000-2004………. Perdagangan Antar Pulau Ternak Sapi di Sulawesi Utara

Tahun 1997- 2000……….. Realisasi Investasi Sub Sektor Peternakan Tahun 1999-2000……… Nama Peneliti Terdahulu Berdasarkan Model Ekonomi

Rumahtangga dan Analisis yang Digunakan... Nama Kabupaten, Kecamatan, Desa Terpilih dan Jumlah

Responden di Sulawesi Utara………. Luas Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara... Populasi Ternak Sapi di Kabupaten dan Kota Provinsi

Sulawesi Utara……… Karakteristik Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-

Tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow... Rata-rata Jumlah Pemilikan Ternak Sapi Berdasarkan Umur Oleh Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman

di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Penjualan Jagung Rumahtangga Petani

Usaha Ternak Sapi-Tanaman dan Konsumsi Jagung

oleh Ternak Sapi di Minahasa, Tahun 2006-2007... Alokasi Produksi Kelapa Rumahtangga Petani Usaha

Ternak Sapi-Tanaman untuk Dikonsumsi, Dijual dan Diolah Jadi Kopra di Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007………….... Jumlah Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman

yang Menjual dalam Bentuk Buah Kelapa dan Kopra di

Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Konsumsi Rumput dan Jagung serta Jumlah

Ternak Sapi yang Dimiliki Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan Bolaang

Mongondow, Tahun 2006-2007... 5 6 6 8 29 53 110 144 145 149 156 167 169 169 172

(23)

xxii 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

Rata-rata Penggunaan Benih, Pupuk dan Harga Pembelian oleh Rumahtangga Petani Ternak Sapi-Tanaman di

Minahasa, Tahun 2006-2007………... Rata-Rata Curahan Kerja Suami, Isteri dan Anak pada Setiap Usaha Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman

di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-Rata Penggunaan Tenaga Kerja Sewa oleh Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan di Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Penggunaan Tenaga Kerja Ternak Sapi dan Kegiatan Usaha Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman

di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Curahan Kerja Anggota Rumahtangga Petani

Usaha Ternak Sapi-Tanaman Sebagai Buruh Tani di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-Rata Biaya Sarana Produksi Sapi yang Dikeluarkan

Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Biaya Sarana Produksi Jagung yang Dikeluarkan

Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa, Tahun 2006-2007... Biaya Sarana Produksi Sapi, Jagung dan Kelapa yang

Dikeluarkan Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Biaya Tenaga Kerja yang Dikeluarkan Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan

Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Biaya Transaksi Setiap Usaha yang Dikeluarkan

Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Biaya Usaha Ternak Sapi, Usaha Jagung dan

Kelapa yang Dikeluarkan Rumahtangga Petani Peternak Sapi di Minahasa dan Bolaang Mongondow,

Tahun 2006-2007... Rata-rata Penerimaan, Biaya dan Pendapatan Usaha Ternak

Sapi – Jagung Rumahtangga Petani Peternak Sapi di

Minahasa, Tahun 2006-2007... 172 174 175 177 178 179 181 181 183 184 185 187

(24)

xxiii 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. [ 36. 37. 38. 39.

Rata-rata Penerimaan, Biaya dan Pendapatan Usaha Ternak Sapi – Kelapa Rumahtangga Petani Peternak Sapi

di Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Pendapatan Rumahtangga Petani Usaha Ternak

Sapi-Tanaman untuk Setiap Usaha di Minahasa dan

Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007………... Pengeluaran Konsumsi Pangan, Non Pangan dan Investasi

Pendidikan Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow... Jumlah Rumahtangga Petani Ternak Sapi-Tanaman Menurut Lokasi Penjualan Sapi Di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007... Rata-rata Biaya Transaksi Usaha Ternak Rumahtangga Petani Peternak Sapi di Minahasa dan Bolaang Mongondow,

Tahun 2006-2007………... Rata-rata Biaya Transpor Usaha Ternak Rumahtangga Petani Peternak Sapi di Minahasa dan Bolaang Mongondow,

Tahun 2006-2007... Rata-rata Biaya Transaksi Usaha Jagung Rumahtangga

Petani Peternak Sapi di Minahasa, Tahun 2006-2007... Rata-rata Biaya Transaksi Usaha Kelapa Rumahtangga

Petani Peternak Sapi di Bolaang Mongondow,

Tahun 2006-2007... Rasio Biaya Transaksi Penerimaan, Total Biaya dan

Pendapatan pada Rumahtangga Petani Peternak Sapi

di Minahasa dan Bolaang Mongondow, Tahun 2006-2007………... Hasil Parameter Dugaan, Elastisitas Produksi Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan

Bolaang Mongondow...…... Hasil Parameter Dugaan, Elastisitas Penggunaan Input Produksi Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow………... Hasil Parameter Dugaan, Elastisitas Penggunaan Input Tenaga Kerja Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di

Minahasa dan Bolaang Mongondow…...

189 190 193 196 197 199 202 203 204 213 233 249

(25)

xxiv 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48.

Hasil Parameter Dugaan, Elastisitas Penggunaan Input Tenaga Kerja Sebagai Buruh Tani Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan Bolaang Mongondow………... Hasil Parameter Dugaan, Elastisitas Biaya Perantara Sapi,

Transpor Penjualan Jagung/Kopra Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan

Bolaang Mongondow………... Hasil Parameter Dugaan, Elastisitas Pengeluaran

Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di

Minahasa dan Bolaang Mongondow………... Hasil Validasi Model Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha

Ternak Sapi-Jagung di Minahasa………... Hasil Validasi Model Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha

Ternak Sapi-Kelapa di Bolaang Mongondow………... Dampak Peningkatan Biaya Perantara Penjualan Sapi,

Biaya Transpor Penjualan Jagung/Kopra, Harga Output, Harga Input dan Upah Terhadap Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di Minahasa dan

Bolaang Mongondow………... Dampak Penurunan Biaya Perantara Penjualan Sapi,

Peningkatan Biaya Transaksi Lainnya, Harga Output, Harga Input dan Upah Terhadap Ekonomi

Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di

Minahasa dan Bolaang Mongondow... Dampak Peningkatan Harga Output Terhadap Ekonomi

Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman pada Kondisi Ada Biaya Transaksi dan Kondisi Tidak Ada

Biaya Transaksi di Minahasa dan Bolaang Mongondow……... Dampak Peningkatan Harga Output, Harga Input dan Upah

Terhadap Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi- Tanaman pada Kondisi Ada Biaya Transaksi dan Kondisi Tidak Ada Biaya Transaksi di Minahasa dan

Bolaang Mongondow………... 274 285 295 313 314 320 321 334 335

(26)

xxv DAFTAR GAMBAR Nomor Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Suplai dan Permintaan Sebagai Fungsi Harga Pasar

dan Biaya Transaksi (Minot, 1999)……… Alokasi Waktu Rumahtangga………. Model Rumahtangga Usahatani Chayanov………. Model Rumahtangga Usahatani Barnum-Squire……… Keterkaitan Input, Aktivitas dan Output Pada

Usaha ternak Sapi………... Model Bioekonomi Ternak Sapi (Denham and Spreen, 1986)……... Biaya Transaksi dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya……… Penentuan Responden di Lokasi Penelitian……… Saluran Pemasaran Ternak Sapi di Sulawesi Utara... Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Produksi Sapi di Minahasa pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya

Perantara Dan Tidak Ada Biaya Transaksi………... Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Produksi Sapi di Bolaang Mongondow pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak

Ada Biaya Perantara dan Tidak Ada Biaya Transaksi……… Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Penawaran Tenaga Kerja pada Usaha Ternak Sapi di Minahasa pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya Perantara dan

Tidak Ada Biaya Transaksi………... Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Penawaran Tenaga Kerja Keluarga pada Usaha Ternak Sapi di Bolaang Mongondow pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya Perantara dan Tidak Ada Biaya Transaksi………... Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Penawaran Tenaga Kerja pada Keluarga pada Usaha Jagung di Minahasa pada

Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya Perantara dan Tidak Ada Biaya Transaksi…...

58 67 71 76 87 92 105 109 162 338 338 339 340 341

(27)

xxvi 15. 16. 17. 18. 19.

Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Penawaran Tenaga Kerja Keluarga pada Usaha Kelapa di Bolaang Mongondow pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya Perantara dan Tidak Ada BiayaTransaksi………... Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Permintaan Tenaga Kerja Sewa pada Usaha Jagung di Minahasa pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya Perantara dan Tidak Ada Biaya Transaksi………... Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Permintaan Tenaga Kerja Sewa pada Usaha Kelapa di Bolaang Mongondow pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya Perantara

dan Tidak Ada Biaya Transaksi………... Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Curahan Kerja Keluarga

Sebagai Buruh Tani di Minahasa pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya Perantara dan Tidak Ada

Biaya Transaksi………... Pengaruh Biaya Transaksi terhadap Curahan Kerja Keluarga

Sebagai Buruh Tani di Bolaang Mongondow pada Kondisi Ada Biaya Transaksi, Tidak Ada Biaya Perantara dan

Tidak Ada Biaya Transaksi………... 342

344

345

346

(28)

xxvii DAFTAR LAMPIRAN Nomor Halaman 1. 2. 3.

Variabel, Kode dan Definisi Variabel Model Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Tanaman di

Minahasa dan Bolaang Mongondow... Program Estimasi Model Perilaku Ekonomi Rumahtangga

Petani Usaha Ternak Sapi-Jagung di Minahasa Metode 2SLS PROC SYSLIN SAS/ETS Versi 9.0………... Print Out Hasil Estimasi Model Perilaku Ekonomi Rumahtangga Petani Usaha Ternak Sapi-Jagung di Minahasa Metode 2SLS PROC SYSLIN SAS/ETS Versi 9.0………...

362

369

Referensi

Dokumen terkait