• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGELOLAAN PENJAMIANAN MUTU INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA. Penanggung la\\ab. Peniamlnan Mutu. Ka Pusat Pelaksana.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGELOLAAN PENJAMIANAN MUTU INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA. Penanggung la\\ab. Peniamlnan Mutu. Ka Pusat Pelaksana."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

INS II I U'I' SAINS & 'I F]KNO],O(iI AKPRL.,"D YO(l YA KART,,\

KodeINo : NINL ISTD/SP\IT,' lN'1.,'11

Tanqeal

:08 Oktober 2013

MANUAL STANDAR PENGEI-O1,AAN PF]N.l AMINAN

MIjTT]

Revisi :0 Halamatr :1dari6

MANUAL STANDAR

PENGELOLAAN PENJAMIANAN MUTU

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

Proses Penanggung la\\ab

Tanggai

Nama .labatan Tanda tangalr

L

Perumusan Cyrilla Indri Paruati-

S.T.MT,

Ka. Satuan

Peniamlnan Mutu

3 Septeinber 2018

I

l)erneriksaan Dra Sri Sr.rnarsih. M Si Ka Pusat Pelaksana Akreditasi

l0 September' 20r8

3.

Persetujuan

Drs Yudi Sctlarran, M.S.

M.Sc Wakil llcktor I

13 Septernber 2018

4.

Penetapan Dr. Ir. Amir Hamzah,

M,T Rcktor

h=

8 Oktober2018

5.

Pengendalia

n lmam Sodilin. S.T., NLT Kepala LPM

@)

8 Oklober201E

(2)

2 1. Visi dan Misi

Institut Sains &

Teknologi Akprind

Yogyakarta serta Lembaga

Penjaminan Mutu

Visi Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta:

Menjadi Institut yang favorit dan unggul di bidang sains dan teknologi secara nasional.

Misi Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta:

1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi yang mengedepankan dan menjunjung tinggi tata nilai, norma, dan budaya;

2. Mengembangkan sains dan teknologi yang berwawasan lingkungan dan berbasis penjaminan mutu;

3. Menerapkan hasil-hasil pendidikan dan penelitian sains dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Visi Lembaga Penjaminan Mutu:

Terlaksananya Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi yang Kredibel dan Tangguh melalui Perbaikan Kualitas Berkelanjutan guna Mewujudkan IST AKPRIND yang Favorit dan Unggul di Bidang Sains dan Teknologi Secara Nasional.

Misi Lembaga Penjaminan Mutu:

1. Memberikan usulan atau pertimbangan bagi pimpinan institut dalam menetapkan kebijakan pengawasan dan penjaminan mutu;

2. Memfasilitasi penyediaan sumberdaya manusia, prasarana, dan sarana untuk pelaksanaan siklus penjaminan mutu perguruan tinggi serta peningkatan kinerja unit-unit di lingkungan Institut;

3. Melaksanakan monitoring sistem pembelajaran dan manajemen dalam rangka pencapaian pendidikan tinggi bermutu;

4. Melaksanakan evaluasi sistem penjaminan mutu internal bidang akademik dan non akademik berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan;

5. Melaksanakan audit sistem penjaminan mutu internal bidang akademik dan non akademik;

6. Membangun budaya mutu di lingkungan sivitas akademika.

2. Tujuan Manual Standar

Pengelolaan Penjaminan Mutu.

1. Sebagai acuan untuk merancang, merumuskan, dan menetapkan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu.

2. Sebagai acuan pelaksanaan proses Pengelolaan Penjaminan Mutu secara konsisten dari waktu ke waktu, kredibel dan dapat ditingkatkan secara bertahap.

3. Sebagai acuan untuk mengevaluasi pelaksanaan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu.

4. Sebagai acuan untuk mengendalikan pelaksanaan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu

5. Sebagai acuan untuk meningkatkan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu setelah tercapai target standar.

3. Ruang Lingkup Manual Standar Pengelolaan

Manual ini berlaku:

1. Pada saat hendak merancang dan menetapkan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu.

(3)

3 Penjaminan

Mutu

2. Pada saat pelaksanaan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu yang meliputi :

a. Penyusunan rencana kegiatan Penjaminan Mutu b. Pelaksanaan kegiatan Penjaminan Mutu

c. Evaluasi pelaksanaan kegiatan Penjaminan Mutu d. Pengendalian pelaksanaan penjaminan mutu e. Pelaporan kegiatan Penjaminan Mutu

3. Pada proses evaluasi pelaksanaan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu (setelah data pelaksanaan pendokumentasian arsip sudah terkumpul)

4. Pada saat akan mengambil tindakan pengendalian (koreksi) karena hasil evaluasi pelaksanaan isi standar Pengelolaan Penjaminan Mutu menunjukkan adanya temuan/penyimpangan pelaksanaan dan target.

5. Pada saat akan meningkatkan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu karena data pelaksanaan menunjukkan targetnya sudah tercapai dan diperlukan standar baru yang lebih meningkat

6. Pada proses Pengelolaan Penjaminan Mutu unit Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di IST AKPRIND Yogyakarta.

4. Definisi Istilah 1. Pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan

kebijaksanaan dan tujuan organisasi, memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan

2. Pengelolaan Penjaminan Mutu : adalah aktivitas penyusunan rencana, pelaksanaan, evaluasi pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan penjaminan mutu serta pelaporan pelaksanaanya.

3. Rencana kegiatan Penjaminan Mutu: terutama berupa rencana kegiatan tahunan yang mencakup:

a. Rencana kegiatan rutin terdiri atas proses monevin, proses audit dan pendampingan akreditasi prodi

b. Rencana penyusunan/review dokumen mutu c. Rencana pelatihan mutu

d. Rencana studi banding

e. Rencana review Sistem Informasi Penjaminan Mutu f. Rencana Review Sistem Dokumentasi Penjaminan Mutu 4. Pelaksanaan kegiatan Penjaminan Mutu

5. Evaluasi pelaksanaan kegiatan Penjaminan Mutu 6. Pengendalian pelaksanaan penjaminan mutu 7. Pelaporan kegiatan Penjaminan Mutu Arsip 8. Langkah-langkah

Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi Pelaksanaan, Pengendalian Pelaksanaan dan peningkatan Standar Pengelolaan

Langkah-langkah Penetapan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu:

1. Penetapan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu diarahkan untuk mendukung pencapaian Visi IST AKPRIND Yogyakarta agar menjadi PT yang unggul secara Nasional di bidang Sains dan Teknologi 2. LPM mempelajari UU no 12 th 2012 tentang Pendidikan Tinggi,

khususnya pasal 51, 52, dan 53 ayat 2(a) tentang Sistem penjaminan Mutu dan Sistem Penjamutu Internal, Permenristekdikti no 62 th 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Perguruan tinggi, pasal 4 dan 5 sehingga dapat dijadikan landasan penetapan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu.

(4)

4 Penjaminan

Mutu

3. Penetapan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu dilaksanakan dengan memperhitungkan hasil analissis SWOT.

Kekuatan yang mendukung:

 Sudah adanya dukungan data on-line untuk dokumen-dokumen tingkat institusi yang dapat membantu proses dokumentsi arsip.

 Sudah ada gugus pengelola mutu pada aras unit kerja berupa GPMF, GPMJ, dan GPMU yang dapat dilibatkan untuk bersinergi melengkapi arsip mutu.

 Adanya pola layanan/ kegiatan yang diselenggarakan secara periodik sehingga jelas dokumen-dokumen yang harus diarsip secara periodik

Kelemahannya:

 Belum ada web site LPM yang dapat mendukung penyajian arsip on-line yang dapat diakses oleh unit lain sehingga mempercepat kelengkapan dokumentasi arsip.

 Budaya pengarsipan yang baik belum menjadi prioritas.

 Belum adanya SOP yang jelas untuk memberikan tembusan arsip kepada pihak-pihak terkait.

Peluang:

 Sistem pendokumentasian arsip mutu yang baik dapat mendukung data capaian target dengan validitas yang tinggi sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk melaksanakan evaluasi, pengambilan tindakan perbaikan maupun peningkatan standar kinerja.

 Sistem pendokumentasian arsip mutu yang baik dapat mendukung penyajian laporan tahunan rektor da membantu memberi gambaran kinerja institute secara umum.

 Sistem pendokumentasian arsip mutu yang baik dapat mendukung peningkatan mutu institute secara berkelanjutan.

Ancaman:

 Sistem pendokumentasian arsip mutu yang kurang baik berpotensi menimbulkan pengambilan keputusan yang tidak tepat krena kurangnya data pendukung.

 Sistem pendokumentasian arsip mutu yang kurang baik berpotensi menimbulkan penilaian yang kurang baik dari pihak luar, terutama pada saat assesmen lapangan dalam proses akreditasi.

 Sistem pendokumentasian arsip mutu yang kurang baik berpotensi menyebabkan semangat untuk melaksanakan siklus mutu secara berkelanjutan dan menghambat peningkatan mutu institute.

4. LPM merumuskan draf awal Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 5. LPM membahas draft tersebut dalam rapat interen.

6. Melakukan uji publik rancangan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu

7. Memperbaiki redaksi kalimat pernyataan standar berdasar masukan.

8. Pengesahan dan pemberlakuan standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 9. Mensosialisasikan dan mengimplementasikan Standar Pengelolaan

Penjaminan Mutu.

Langkah-langkah Pelaksanaan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu:

1. Menyusun daftar kegiatan yang harus dilaksanakan

(5)

5

2. Mengadakan rapat internal LPM untuk mendiskusikan model sistem dokumentasi yang akan diacu

3. Membagi tugas penanggungjawab pelaksanaan dokumentasi masing-masing arsip.

4. Secara periodik memeriksa capaian kelengkapan dokumen yang harus diarsip dan mendiskusikan hambatannya.

5. Berkoordinasi dengan unit lain yang berperan sebagai penyedia dokumen yang harus diarsip

6. Membuat sistem pengendalian arsip dokumen.

7. Mencatat kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pendokumentasian arsip mutu.

Langkah-langkah Evaluasi Pelaksanaan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu:

1. Mengadakan rapat internal LPM untuk mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan penjaminan mutu.

2. Memeriksa data-data pelaksanaan pengelolaan penjaminan mutu 3. Mendiskusikan hambatan-hambatan yang ditemukan dalam proses

pengelolaan penjaminan mutu.

4. Membandingkan proses pelaksanaan pengelolaan penjaminan mutu dengan kondisi ideal yang tercantum dalam SOP.

5. Merumuskan hasil evaluasi pelaksanaan standar pengelolaan penjaminan mutu.

Langkah-langkah Pengendalian Pelaksanaan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu

1. Memeriksa data yang telah terkumpul dari pelaksanaan standar pengelolaan penjaminan mutu.

2. Mempelajari catatan hasil evaluasi pelaksanaan standar pengelolaan penjaminan mutu yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya, dan mempelajari alasan atau penyebab terjadinya penyimpangan /kegagalan pencapaian target isi standar tersebut.

3. Mengambil tindakan korektif terhadap setiap penyimpangan dari standar pengelolaan penjaminan mutu.

4. Mencatat atau merekam semua tindakan korektif yang akan diambil.

5. Melakukan pemantauan secara terus - menerus efek dari tindakan korektif tersebut.

6. Membuat laporan tertulis secara periodik tentang semua hal yang menyangkut pengendalian standar seperti diuraikan di atas.

7. Melaporkan hasil dari pengendalian standar itu kepada pimpinan Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta disertai saran atau rekomendasi.

Langkah-langkah Peningkatan Standar Standar Pedokumentasian Arsip Mutu

1. LPM mempelajari laporan hasil pengendalian pelaksanaan standar pengelolaan penjaminan mutu.

2. Melakukan review isi standar pengelolaan penjaminan mutu.

(6)

6

3. Merumuskan ulang pernyataan standar pengelolaan penjaminan mutu menjadi standar baru yang kualitasnya lebih tinggi dari pada standar sebelumnya.

4. LPM mengkonsultasikan kepada pimpinan tentang rencana peningkatan standar pengelolaan penjaminan mutu.

5. Pengesahan dan pemberlakuan standar pengelolaan penjaminan mutu yang baru.

6. Mensosialisasikan dan mengimplementasikan standar pengelolaan penjaminan yang baru.

9. Kualifikasi Pejabat/Petugas yang menjalankan Standar

Pengelolaan Penjaminan Mutu

1. Pengurus Lembaga Penjaminan Mutu IST AKPRIND

10. Catatan Manual ini dilengkapi dengan dokumen tertulis berupa:

1. SOP Penetapan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 2. SOP Pelaksanaan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 3. SOP Evaluasi Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 4. SOP Pengendalian Standar Pendokumentasian Arsip Mutu 5. SOP Peningkatan Standar Pendokumentasian Arsip Mutu

6. Instruksi Kerja Penetapan Standar Pendokumentasian Arsip Mutu 7. Instruksi Kerja Pelaksanaan Standar Pendokumentasian Arsip Mutu 8. Instruksi Kerja Evaluasi Standar Pendokumentasian Arsip Mutu 9. Instruksi Kerja Pengendalian Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 10. Instruksi Kerja Peningkatan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 11. Formulir Penetapan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu

12. Formulir Pelaksanaan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu.

13. Formulir Evaluasi Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu.

14. Formulir Pengendalian Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 15. Formulir Peningkatan Standar Pengelolaan Penjaminan Mutu 16. Template standar.

11. Referensi 1. UU no 12 th 2012 tentang Pendidikan Tinggi

2. Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

3. Permendikbud No. 32 Tahun 2016 Tentang Akriditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi

4. Renstra IST AKPRIND Yogyakarta Tahun 2015-2019 5. Renstra LPM

Referensi

Dokumen terkait

Sistem tata niaga dianggap efisien apabila memenuhi dua syarat yaitu mampu menyampaikan hasil-hasil dari petani kepada konsumen dengan biaya semurah-murahnya dan mampu

Dengan berbasis data yang sudah berbasis dengan SIM, kita dapat memonitoring mutu melalui capaian indikator mutu dari setiap ruangan sehingga rumah sakit mampu mengambil kebijakan

Dampak yang dirasakan dari kebijakan tersebut antara lain adalah : (1) Terjadinya aliran pupuk bersubsidi dari subsektor tana- man pangan ke subsektor lain khususnya

• Penyelenggaraan pelatihan mutu yang baik dapat meningkatkan kemampuan personal pengelola mutu tingkat unit kerja dan mendukung peningkatan mutu rosesdata capaian

Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) merupakan event dua tahunan yang diselenggarakan oleh Institut Sains & Teknologi AKPRIND (IST AKPRIND)

Faktor-faktor penyebab tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah serangkaian indikator-indikator yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang

Wajib Pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu objek pajak yang ada hubungannya dengan subjek pajak atau karena sebab-sebab tertentu lainnya serta dalam

Pembagian kerja berdasarkan produksi, yaitu perincian serta pengelompokan tugas semacam atau erat hubungannya satu sama lain untuk dilakukan pejabat tertentu yang