• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

K E P U T U S A N

KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor : SK. 94 /Dik/PEPE/Dik-2/4/2020

T E N T A N G

KURIKULUM PELATIHAN PEMANDU WISATA ALAM KEPALA PUSAT,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendorong upaya pengembangan industri wisata alam dan mengoptimalkan pemanfaatan obyek wisata alam yang memiliki daya tarik wisata perlu peran aktif dan peningkatan kemampuan dan pengetahuan para pemandu wisata alam;

b. bahwa untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pemandu wisata alam yang responsif gender sebagaimana pada diktum a, perlu dilakukan Pelatihan E-Leraning Pemandu Wista Alam;

c. bahwa untuk tercapainya tujuan pada diktum a dan b, perlu ditetapkan kurikulum pelatihan dengan Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Mengingat : 1. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo.

UU RI No. 19 tahun 2004 tentang penetapan Perppu No. 1 tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 41 tahun 1999;

2. Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya.

3. Undang-Undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan;

5. Peraturan Menteri Kehutanan No. P.4/Menhut-II/2012 tanggal 26 Januari 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan No. P.48/Menhut II/2010 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Taman Suaka Alam, Taman Nasional, Tahura dan Taman Wisata Alam.

6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.18/MENLHK-II/2015 tanggal 14 April 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

7. Peraturan Menteri...

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM

PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

(2)

7. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.31/Menlhk/Setjen/Set.1/5/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan

8. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Penyelengga- raan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

9. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Nomor P.11/P2SDM/SET/DIK.2/9/2017 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

(3)

Lampiran Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 94 /Dik/PEPE/Dik-2/4/2020

Tanggal : 8 April 2020

1. Nama Pelatihan : Pemandu Wisata Alam 2. Jenjang Pelatihan : Dasar

3. LatarBelakang :

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi berupa sumberdaya alam yang berlimpah, baik di daratan, udara maupun diperairan. Semua potensi tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi pengembangan kepariwisataan, khususnya wisata alam. Salah satu bentuk upaya mengantisipasi peluang-peluang wisata alam adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan obyek yang memiliki daya tarik dan pengembangan produk wisata alam tersebut.

Oleh karenanya pengembangan kegiatan wisata alam memberikan dampak yang cukup luas terhadap masyarakat. Dampak yang dihasilkan tidak hanya berupa dampak positif seperti menambah sumber penghasilan dan devisa negara, menyediakan kesempatan kerja dan usaha, mendorong perkembangan usaha-usaha baru dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat/wisatawan tentang konservasi sumberdaya alam, tetapi juga dampak negatif seperti timbulnya kerusakan alam.

Salah satu pelaksana kegiatan wisata alam yang sangat penting adalah pemandu wisata alam/interpreter. Mengingat tenaga pemandu wisata alam/interpreter masih kurang, maka diperlukan pelatihan yang sifatnya untuk peningkatan kemampuan yang menitikberatkan pada keterampilan penyusunan program pemanduan, pemanduan/interpretasi dan sikap sebagai seorang pemandu/interpreter. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan pemandu mampu menyusun program pemaduan, dan melakukan pemanduan/interpretasi. Dengan demikan, maka perlu menetapkan Kurikulum Pelatihan Pemandu Wisata Alam dengan menggunakan metode e-learning.

4. Deskripsi Singkat Pelatihan

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menyusun program pemanduan dan tehnik memandu wisatawan/pengunjung sehingga wisatawan/pengunjung lebih tertarik untuk melakukan wisata alam dan lebih mengenal dan melestarikan alam.

(4)

Materi Pelatihan yang diberikan terdiri dari : Kebijakan Kementerian LHK dalam Pemanduan Wisata Alam, Materi, Media dan Metode dalam pemanduan, Identifikasi potensi wisata alam, Program pemanduan wisata alam, Pengelolaan pengunjung, Pemanduan wisata alam dan Bahasa Inggris dalam pemanduan. Pelatihan ini dilakukan dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 54 JP @ 45 menit.

Proses pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran andragogy dengan metode pelatihan berupa full e-learning metode e-learning, baik secara synchronous : (live chat, video conference) maupun asynchronous : (modul/ bahan ajar elektronik, pemutaran video tutorial, penugasan, forum diskusi). Urutan penyajian setiap mata pelatihan adalah sebagai berikut :

a) Pre Test semua Mata Pelatihan (Komprehensif) b) Penayangan Video Tutorial setiap Mata Pelatihan c) Live Chat setiap Mata Pelatihan

d) Penugasan setiap Mata Pelatihan

e) Post Test semua Mata Pelatihan (Komprehensif) 5. Tujuan Pelatihan

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta mampu menjalankan tugasnya sebagai Pemandu Wisata Alam di Kawasan Pelestarian Alam, Kawasan Suaka Alam, Tahura dan Kawasan Hutan lain sesuai dengan potensi obyek wisata alam yang ada.

6. Sasaran Pelatihan

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, peserta mampu:

a. Mengetahui pentingnya kegiatan pemanduan pada kegiatan wisata alam di Kawasan Pelestarian Alam, Kawasan Suaka Alam, Tahura, dan kawasan hutan lain sesuai dengan fungsi obyek wisata alam yang ada.

b. Memahami materi, media dan metode dalam pemanduan wisata alam.

c. Mengidentifikasi potensi wisata alam di Kawasan Pelestarian Alam Kawasan Suaka Alam, Tahura, dan kawasan hutan lain

d. Menyusun program pemanduan wisata alam.

e. Menjelaskan pengelolaan pengunjung agar bersikap positif terhadap lingkungan alam.

f. Melakukan pemanduan di obyek wisata

g. Menggunakan Bahasa Inggris praktis dalam pemanduan.

7. Peserta Pelatihan

a. Jumlah peserta : paling banyak 30 orang setiap angkatan dengan representasi laki-laki dan perempuan secara proposional, dan jika dimungkinkan terdapat representasi minimal 30 % dari salah satu jenis kelamin.

(5)

b. Asal peserta : Masyarakat umum, KTH dan ASN di Unit Pelaksana Teknis Kementrian LHK, Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Dinas yang menangani wisata alam

c. Persyaratan Peserta :

- Usia maksimal 50 tahun;

- Mampu berkomunikasi lisan dan tulisan dengan menggunakan Bahasa Indonesia;

- Mampu menggunakan perangkat pendukung metode pembelajaran jarak jauh (e-learning);

- Belum pernah mengikuti pelatihan sejenis - Ditugaskan oleh pimpinan yang bersangkutan 8. Pengajar

a. Persyaratan pengajar :

- Menguasai materi dan berpengalaman di bidang yang akan diajarkan;

- Menguasai dan mampu menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (e-learning); dan

- Mengetahui teknik evaluasi hasil pelatihan

- Memiliki sensivitas gender dalam kegiatan pelatihan b. Asal Pengajar :

- Widyaiswara Pusdiklat SDM LHK/Balai Diklat LHK; dan - Instansi/Lembaga lainnya yang terkait.

9. Tempat Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan di Pusdiklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan/atau Balai Diklat LHK serta tempat lain yang memenuhi persyaratan pembelajaran.

10. Waktu Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan selama 54 Jam Pelajaran (JP), @ 45 menit, terdiri dari 33 (JP) teoti dan 16 (JP) praktik

11. Peralatan dan Bahan Pelatihan

a. Untuk Peserta : Panduan Pelatihan, Modul Elektronik, Video Tutorial Materi Pelatihan, Kompter/Laptop/

Handphone, Jaringan Internet, ATK.

b. Untuk Ruang Kelas : Kompter/Laptop/Handphone, Jaringan Internet, ATK.

(6)

12. Daftar Mata Pelatihan

No. Mata Pelatihan Jam Pelajaran

Teori (T) Praktik (P) Jumlah 1. Penjelasan Program dan Alur Pelatihan 3 - 3 2. Kebijakan KLHK tentang Pemanduan

Wisata Alam

3 - 3

3. Materi, media dan metode pemanduan wisata alam

3 3 6

4. Identifikasi potensi wisata alam 6 3 9

5. Program pemanduan wisata alam 6 6 12

6. Pengelolaan pengunjung 3 3 6

7. Pemanduan Wisata Alam 6 3 9

8. Bahasa Inggris dalam pemanduan 3 3 6

JUMLAH 33 21 54

(7)

13. Silabus Pelatihan Pemandu Wisata Alam

No Mata Pelatihan JP

Indikator Hasil Belajar Materi Pokok Bahasan/

Keterampilan

a. Metode

b. Alat Bantu Pembelajaran

Sumber Kepustakaan T P JML

1. Penjelasan

Program dan Alur Pelatihan

3 - 3 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta dapat :

1. MenjelaskanProgram Pelatihan;

dan

2. Menjelaskan Alur Pelatihan.

1. Program Pelatihan

2. Alur Pelatihan a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat

b. Video Tutorial, Komputer/

Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet.

2. Kebijakan KLHK dalam Pemanduan Wisata Alam

3 - 3 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta dapat:

1. Menjelaskan Kebijakan tentang Pemanduan Wisata Alam;

2. Menjelaskan Peraturan dan Perundang-Undangan tentang Pemanduan Wisata Alam

1. Kebijakan KLHK tentang Pemanduan Wisata Alam 2. Peraturan dan Perundang-

Undangan tentang Pemanduan Wisata Alam

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Bahan

Ajar/Modul Elektronik, Komputer/ Laptop/HP, Lembar Tugas, Fasilitas Jaringan Internet.

3. Materi, Media dan Metode

interpretasi wisata alam

3 3 6 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta dapat :

1. Menjelaskan materi interpretasi wisata alam

2. Menjelaskan media interpretasi wisata alam; dan

3. Menjelaskan metode interpretasi wisata alam

1. Materi interpretasi wisata alam

2. Media interpretasi wisata alam

3. Metode interpretasi wisata alam

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Bahan

Ajar/Modul Elektronik, Komputer/ Laptop/HP, Lembar Tugas, Fasilitas Jaringan Internet.

4. Identifikasi Potensi

Wisata Alam 6 3 9 Setelah selesai mengikuti mata pelatihan ini, peserta dapat:

1. Menjelaskan potensi pasar dan potensi pendukung wisata alam;

2. Menjelaskan potensi pelaku wisata alam;

3. Menjelaskan potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) dan atraksi wisata alam;

4. Menjelaskan teknik identifikasi potensi wisata alam; dan 5. Mengidentifikasi potensi wisata

alam

1. Potensi pasar dan potensi pendukung wisata alam 2. Potensi pelaku wisata alam 3. Potensi ODTWA dan atraksi

wisata alam

4. Teknik identifikasi potensi wisata alam

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Bahan

Ajar/Modul Elektronik, Komputer/ Laptop/HP, Lembar Tugas, Fasilitas Jaringan Internet.

(8)

No Mata Pelatihan JP

Indikator Hasil Belajar Materi Pokok Bahasan/

Keterampilan a. Metode

b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML

5. Program Pemanduan Wisata Alam

6 6 12 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta dapat:

1. Menjelaskan konsep pemanduan ; 2. Mengidentifikasi tema ;

3. Mengidentifikasi calon pengunjung ;

4. Mengidentifikasi tujuan khusus setiap tema :

5. Menjelaskan penentuan obyek yang terpilih;

6. Menjelaskan alur skenario pemanduan wisata alam

7. Menyusun program pemanduan wisata alam

1. Konsep pemanduan 2. Identifikasi tema 3. Identifikasi calon

pengunjung

4. Identifikasi tujuan khusus setiap tema

5. Penentuan obyek yang terpilih

6. Alur skenario interpretasi wisata alam

7. Penyusunan program pemanduan wisata alam

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Bahan

Ajar/Modul Elektronik, Komputer/ Laptop/HP, Lembar Tugas, Fasilitas Jaringan Internet.

6. Pengelolaan Pengunjung

3 3 6 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta dapat:

1. Mengidentifikasi perilaku pengunjung;

2. Menjelaskan pengaturan dan pengawasan pengunjung;

3. Menjelaskan cara pengamanan pengunjung.

1. Perilaku pengunjung 2. Pengaturan dan

pengawasan pengunjung (daya dukung kawasan) 3. Pengamanan pengunjung

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Bahan

Ajar/Modul Elektronik, Komputer/ Laptop/HP, Lembar Tugas, Fasilitas Jaringan Internet.

7. Pemanduan

Wisata Alam 6 3 9 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta dapat:

1. Menjelaska peran dan etika pemandu;

2. Menjelaskan peralatan dalam pemanduan;

3. Menjelaskan teknik komunikasi (verbal dan non verbal); dan 4. Melakukan pemanduan wisata

alam

1. Peran dan etika pemanduan 2. Peralatan dalam

pemanduan (personal use, peta, GPS/kompas)

3. Tehnik komunikasi (verbal dan non verbal)

4. Teknik pemanduan wisata alam (pembukaan,

pelaksanaan, dan penutup)

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Bahan

Ajar/Modul Elektronik, Komputer/ Laptop/HP, Lembar Tugas, Fasilitas Jaringan Internet.

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Hal itu dibuktikan dengan hasil jawaban kuesioner yang mana dari 20 orang responden, hampir keseluruhan responden menjawab bahwa mereka masih melakukan gotong-royong

​ Results: ​ The study found that there was no correlation between toluene exposure in the air with the incidence of peripheral neuropathy in offset printing workers

Motivasi pada karyawan KPRI “Perta- guma” Kota Madiun adalah baik. Hal ini juga dapat terlihat pada keadaan di koperasi me- ngenai motivasi yang timbul dari dalam diri individu

Paper ini membahas tentang konsep penggunaan Segitiga Fuzzy (SF) dalam dalam pengembangan data mining (DT), menjelaskan model framework konseptual dari DT dengan SF

Berita Acara Evaluasi Dokumen Kualifikasi nomor : BA/08/I/2015/PBJ-SPN tanggal 26 Januari 2015 tentang hasil evaluasi penawaran calon penyedia kami Pokja ULP

Berdasarkan sajian data hasil wawancara dengan kepala sekolah, konselor dan guru kelas, dapat disimpulkan untuk penanganan yang telah diberikan oleh konselor untuk

Kemurnian radiokimia merupakan hal yang mutlak dan harus ditentukan agar dapat menjamin bahwa sediaan tersebut berada dalam bentuk senyawa kimia seperti yang diinginkan,

Hasil tersebut menunjukkan bahwa keamanan dan kerahasiaan e- filing tidak terbukti berpengaruh terhadap perilaku wajib pajak dalam menggunakan e-filing, hal ini