• Tidak ada hasil yang ditemukan

II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Pustaka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Pustaka"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Pustaka

Perawatan tubuh adalah suatu hal yang tidak terpisahkan dari penampilan seseorang. Badan yang tidak terawat akan menghasilkan penampilan yang kurang baik. Masalah yang sering mengganggu penampilan wanita diantaranya: jerawat punggung, selulit, guratan hitam diarea ketiak, pangkal paha, dan lipatan pinggang; kulit badan tidak kencang, kulit kasar, bau badan yang tidak sedap dan kulit gatal atau alergi. Menurut dokter spesialis kulit dari Jakarta Skin Centre, dr. Aryani Sudharmono (2008)1 terdapat empat langkah perawatan kulit agar tetap bersih dan bersinar, yaitu:

1. Rutin melakukan exploating atau luluran. Luluran sebaiknya dilakukan 1-2 kali seminggu karena lulur berguna untuk meluruhkan sel-sel kulit mati pada permukaan kulit, dan mencegah kekeringan pada kulit.

2. Mandi. Berguna untuk menghilangkan kotoran dan keringat yang menempel dikulit sepanjang hari. Pemakaian busa atau spons mandi akan sangat membantu untuk meluruhkan kotoran dan minyak yang menempel.

3. Penggunaan pelembab (body lotion) agar kulit tetap halus dan lembut. Apabila sering berada diruang ber-AC maka penggunaan pelembab harus lebih sering.

4. Nutrisi dari dalam melalui konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin A, C dan E. Vitamin A untuk mencegah kulit kering, vitamin C dan E sebagai anti oksidan.

Sedangkan menurut pakar estetika tubuh, Lena Bratschi (2008)2 pijat mempunyai manfaat yang besar yaitu dapat mengurangi ketegangan tubuh, membantu kekebalan dalam tubuh dan membuang racun dan sisa metabolisme yang tidak berguna dari tubuh. Dampak jika tidak pemijatan adalah ketegangan mempengaruhi banyak hal sepeti sirkulasi darah dan tempramen seseorang, jika dibiarkan akan mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

2. Aryani Sudharmono.2008. Langkah-langkah Perawatan Kulit. www.google.com [diakses tanggal 30 Mei 2011]

3. Lena Bratschi.2008. Empat Perawatan Fisik yang Menyehatkan. www.female.kompas.com [diakses tanggal 30 Mei 2011]

(2)

Menurut Dr. Rachmi Primadiati, spesialis kecantikan kulit-kosmetik, aromaterapi dan herbal. Penggunaan minyak aromaterapi sangat baik untuk perawatan tubuh karena indra penciuman akan mengaktifkan produksi sekresi biokimia melalui pemancar neuron diotak yang mempengaruhi suasana hati, perasaan dan emosi kita. Bila minyak aromatik tersebut dioleskan ke kulit, digunakan untuk mandi atau pijat, minyak itu akan menembus kulit, masuk kedalam pembuluh darah, mengantar ketenangan pada pikiran dan memperbaiki fungsi-fungsi tubuh.

2.2. Penelitian Terdahulu

Peneliti mengambil beberapa hasil penelitian dan jurnal yang terkait dengan topik penelitian yaitu perilaku konsumen, khususnya yang berkaitan dengan keputusan pembelian dan analisis faktor. Adapun kajian terdahulu yang terkait dalam penelitian “Analisis Faktor dan Proses Keputusan Pembelian Produk Perawatan Tubuh Kendedes Princess Ritual di Martha Tilaar Salon Day Spa Bogor” adalah sebagai berikut:

Rahmawati (2008) dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Pelayanan Salon Dina Lee Bogor”.

Memiliki tujuan: mengidentifikasi karakteristik pelanggan salon Dina lee;

mengetahui hubungan antara tingkat kinerja mutu jasa yang diberikan dengan karakteristik pelanggan; menganalisis kesesuaian pelanggan dengan kinerja Salon Dina Lee; menganalisis tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan salon Dina Lee dan merekomendasikan upaya alternatif peningkatan kepuasan pelanggan di salon Dina Lee. Metode analisis yang digunakan dalam pengolahan data adalah Importance Performance Analysis (IPA), Customer Statisfaction Index (CSI) dan Analisis chi square.

(3)

Variabel-variabel yang terdapat pada penelitian Rahmawati adalah:

penataan desain interior dan eksterior (X1), fasilitas salon (WC, mushola, dan ruang tunggu (X2), ketersediaan peralatan salon (X3), kebersihan dan kerapihan salon (X4), lokasi salon (X5), kebersihan dan kerapihan karyawan (X6), adanya areal parkir (X7), suasana areal parkir (X8), adanya pendingin ruangan (AC) (X9), tarif/harga salon (X10), kualitas produk salon (X11), kualitas peralatan salon (X12), pelayanan yang cepat dan tepat (X13), karyawan yang cepat dalam merespon keluhan pelanggan (X14), dan kejujuran karyawan salon (X15)

Persamaan dengan penelitian yang dilakukan Rahmawati adalah pada penelitian ini menggunakan beberapa variabel yang ada pada penelitian Rahmawati seperti: penataan desain interior, fasilitas salon, harga, lokasi dan pelayanan terapis.sedangkan perbedaannya adalah pada metode penelitian.

Mailiana (2007) dalam penelitian yang berjudul “Faktor Pertimbangan Konsumen dalam Memilih Salon Kecantikan di Banjarmasin” dengan tujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih salon kecantikan di Banjarmasin. Adapun faktor-faktornya adalah sebagai berikut: (1) faktor tarif jasa salon; (2) faktor lokasi; (3) faktor kualitas pelayanan; (4) faktor kelengkapan dan jasa salon; (5) faktor info person to person; dan (6) faktor iklan.

Metode yang digunakan adalah uji validitasdan reliabilitas untuk menguji atribut- atribut dalam kuesioner dan analisis faktor untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen memilih salon kecantikan.

Persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mailana, pada penelitian yang telah dilakukan berjudul “Analisis Faktor dan Proses Keputusan Pembelian Produk Perawatan Tubuh Kendedes Princess Ritual di Martha Tilaar Salon Day Spa Bogor” menggunakan analisis faktor untuk mengelompokan faktor-faktor dalam pembelian produk perawatan tubuh.

(4)

Pasla dan Dinata (2004), penelitiannya mengenai “Persepsi Masyarakat Surabaya terhadap Spa Sebagai Sarana Kesehatan, Kebugaran dan Kecantikan”.

Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif, Uji Tanda untuk Satu Sampel (One Sample Sign Test), Korelasi Spearman (Spearman Rank Correlation).

Jumlah responden: Tussy Spa 50, Martha Tilaar 30, Puri Maharani 25, Lestari Ayu 25, La Beauty 20, Maria Elizabeth 25, Shendy Spa 20, Atlas Spa Le Salon 25, Acacia Putri 20, Kartika Spa 30, Elden House of Beauty 30 dengan cara pembagian kuesioner.

Persamaan dengan penelitian yang dilakukan Pasla dan Dinata adalah objek penelitian mengenai perilaku konsumen dan perawatan tubuh.

Perbedaannya adalah kajian yang dibahas, pada penelitian Pasla dan Dinata membahas tentang persepsi masyarakat sedangkan pada penelitian ini membahas mengenai proses keputusan pembelian

Siringoringo (2004), dalam jurnal ilmiah ”Peran Bauran Pemasaran Terhadap Perilaku Pembelian Konsumen”. Salah satu perilaku konsumen yang menarik bagi perusahaan adalah perilaku pembelian. Pembelian konsumen merupakan nafas bagi perusahaan. Perilaku pembelian berhubungan dengan menjawab pertanyaan apa yang dibeli, dimana akan dibeli, kapan akan dibeli, berapa banyak yang akan dibeli dan berapa sering akan melakukan pembelian.

Mengetahui apa yang akan dibeli konsumen akan membantu manajemen merumuskan strategi produk yang akan mereka produksi dan lemparkan kepasar.

Memahami pembelian dimana dan kapan pembelian akan terjadi akan membantu manajemen memutuskan sistem distribusi dan saluran distribusi untuk menyampaikan produk ke konsumen. Informasi berapa kali pembelian dapat digunakan oleh manajemen dalam merumuskan harga yang bersaing. Selain itu perilaku konsumen juga akan memberikan gambaran niat untuk membeli, siapa yang dapat mempengaruhi minat pembelian, siapa yang memutuskan pembelian, informasi niat untuk membeli. Hal tersebut akan sangat bermanfaat dalam mendesain dan memutuskan strategi promosi efektif yang akan digunakan.

(5)

Perilaku pembelian konsumen dapat dipengaruhi menggunakan strategi bauran pemasaran. Strategi bauran pemasaran diteliti dapat mempegaruhi perilaku pembelian konsumen. Salah satu penelitian menyelidiki pengaruh komponen bauran pemasaran pada resiko sebelum pembelian yang dapat diterima dari produk inovatif. Pengaruh harga, garansi dan peningkatan kualitas merek juga diperkirakan pada resiko sebelum pembelian yang dapat diterima pada 2 kelompok berbeda dari konsumen terakhir. Penelitian lain menunjukkan bahwa evaluasi pasca pembelian konsumen adalah hasil dari proses kompleks yang digerakkan pengaruh kombinasi kinerja fungsional produk dan kemampuan produk untuk meningkatkan penggunaan.

Persamaannya dengan jurnal yang ditulis Siringoringo adalah membahas tentang perilaku pembelian konsumen sedangkan perbedaannya adalah pada penelitian tidak membahas bauran pemasaran tetapi membahas proses keputusan pembelian.

Rorlen (2007), dalam jurnal yang berjudul ”Peran Kelompok Acuan Keluarga Terhadap Proses Keputusan untuk Membeli”. Pengaruh dari keluarga juga sangat mempengaruhi keputusan pembelian. Ketika kita akan membeli mobil contohnya, kita akan mempertimbangkan pendapat atau saran dari anggota keluarga tentang merek mobil yang akan kita beli. Atau misalnya ketika seorang anak umur lima tahun ingin membeli mainan, waluapun mereka tidak memiliki uang sama sekali, namun mereka dapat meminta kepada orang tua mereka untuk membelinya. Dari sudut pemasaran, kelompok acuan merupakan kelompok yang dianggap sebagai kerangka acuan bagi para individu dalam pengambilan keputusan atau konsumsi mereka.

(6)

Perilaku konsumen meliputi pengalaman yang dirasakan maupun pemikiran seseorang dan tingkah laku mereka yang ditunjukan dalam proses konsumsi. Perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni budaya dan sosial (sebagi faktor eksternal) serta kepribadian dan psikologi atau kejiwaan (sebagai faktor internal). Setiap komsumen mungkin akan melakukan pengambilan keputusan yang tidak sama, tergantung pada jenis keputusan pembelian.

Persamaannya dengan jurnal yang ditulis Rorlen adalah membahas tentang perilaku pembelian konsumen sedangkan perbedaannya adalah pada penelitian tidak membahas mengenai peran kelompok acuan dalam pembelian tetapi membahas proses keputusan pembelian.

Adapun persamaan dan perbedaan dengan penelitian sebelumnya tersaji dalam Tabel 3 berikut.

Tabel 3. Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Terdahulu

No. Nama Judul Persamaan Perbedaan

1. Fitri Rahmawati (2008)

Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Pelayanan Salon Dina Lee Bogor

Beberapa variabel yang digunakan dalam peneitian

- Metode yang digunakan

2. Mailiana (2007)

Faktor Pertimbangan Konsumen dalam memilih salon Kecantikan di Banjarmasin

Metode yang digunakan yaitu analisis faktor

Variabel-variabel yang digunakan dalam analisis faktor

3.

Peter R.Y Pasla dan Dessy Indah Sari

Dinata (2004)

Persepsi Masyarakat Surabaya Terhadap Spa Sebagai Sarana Perawatan Kesehatan, Kebugaran dan Kecantikan

Penelitian mengenai prilaku konsumen dengan objek penelitian mengenai perawatan tubuh

- metode yang digunakan

4. Hotniar Siringoringo (2004)

Peran Bauran Pemasaran Terhadap Perilaku Pembelian Konsumen (jurnal)

Penelitian

mengenai perilaku pembelian konsumen

kajian yang dibahas

5. Rorlen (2007)

Peran Kelompok Acuan Keluarga Terhadap Proses Keputusan untuk Membeli (jurnal)

Penelitian

mengenai perilaku pembelian konsumen

kajian yang dibahas

Gambar

Tabel 3. Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Terdahulu

Referensi

Dokumen terkait

Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif untuk melihat seberapa besar perhitungan pengendalian persediaan bahan baku dengan EOQ, dan dengan kualitatif

2.3.3 Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Struktur Modal Menurut Wimelda dan Marlinah (2013) ada beberapa alternatif yang digunakan untuk mengurangi agency cost,

1) Para migran cenderung memilih tempat tinggal terdekat dengan daerah tujuan.. 2) Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi seseorang untuk bermigrasi adalah

dalam rangkaian acara yang digelar hingga 12 Februari ini juga terdapat prosesi pengangkatan jabatan yang dilakukan langsung oleh Dirut Sumber Daya Manusia

Potongan harga merupakan diskon produk atau harga marginal rendah yang diberikan untuk mempengaruhi konsumen dalam berbelanja agar lebih impulsif Iqbal

Sedangkan menurut Handoko (dalam Sutrisno 2009 : 75) “kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi para karyawan

Sektor Potensial yaitu LQ >1 dan DLQ <1 maka sektor ini merupakan sektor unggulan di Kabupaten Belitung namun.tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Belitung

Evaluasi kebijakan adalah tahapan yang paling penting dalam sebuah proses kebijakan, tanpa ada evaluasi suatu kebijakan itu tidak akan ada nilainya karena di