1
BUPATI LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG
PERATURAN BUPATI LAMPUNG TENGAH NOMOR 55 TAHUN 2020
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENERBITAN PERIZINAN BERUSAHA DAN NON PERIZINAN BERUSAHA SERTA PENANGANAN PENGADUAN
PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LAMPUNG TENGAH
Menimbang : a. bahwa tujuan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu adalah mewujudkan sistem pelayanan yang cepat, murah, mudah dan transparan;
b. bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Bupati Nomor 35 (lima) tahun 2019 tentang Pendelegasian Kewenangan di Bidang Perizinan Berusaha dan Non Perizinan Berusaha Kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Tengah, maka untuk pelaksanaannya perlu dilakukan penyusunan Standar Operasional Prosedur;
c. bahwa Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2013 tentang Standar Operasional Prosedur Penerbitan Perizinan pada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a, huruf b dan huruf c di atas, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Standar Operasional Prosedur Penerbitan Perizinan Berusaha dan Non Perizinan Berusaha Serta Penanganan Pengaduan Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Tengah;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang–Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten–Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik
2
Indonesia Tahun 1956 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1091) sebagai Undang–Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821);
2. Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724);
3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4572);
4. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 251, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5952);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
6. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
7. Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2014, tentang Perdagangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5512);
8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
9. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administarasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik
3
Indonesia Tahun 2012 Nomor 215, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5357);
11. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);
12. Peraturan Peresiden Nomor 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 221);
13. Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 27);
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Dalam Negeri Dan Pemerintah Daerah;
16. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M- DAG/PER/12/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56/M-DAG/PER/9/2014;
17. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 4 Tahun 2014 tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi secara Elektronik;
18. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pedoman dan Tata cara Izin Prinsip Penanaman Modal sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 16 Tahun 2016;
19. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 15 Tahun 2015 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal;
20. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik;
21. Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Lampung Tengah (Lembaran Daerah Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2016 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 6).
4
MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENERBITAN PERIZINAN BERUSAHA DAN NON PERIZINAN BERUSAHA SERTA PENANGANAN PENGADUAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kabupaten Lampung Tengah;
2. Pemerintah Daerah adalah Bupati sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonomi;
3. Bupati adalah Bupati Lampung Tengah;
4. Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat PD adalah unsur pembantu Bupati dan DPRD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah Kabupaten Lampung Tengah;
5. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang selanjutnya disebut DPMPTSP adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Tengah;
6. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Tengah;
7. Kepala Bidang yang selanjutnya disingkat Kabid adalah Kepala Bidang pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Tengah;
8. Kepala Seksi yang selanjutnya disingkat Kasi adalah Kepala Seksi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Tengah;
9. Izin adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan Peraturan Daerah atau peraturan lainnya yang merupakan bukti legalitas, menyatakan sah atau diperbolehkannya seseorang atau badan untuk melakukan usaha atau kegiatan tertentu;
10. Perizinan adalah pemberian legalitas kepada orang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu, baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha;
11. Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission yang selanjutnya
5
disingkat OSS adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/
walikota kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi;
12. Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu untuk Publik berupa sistem Cloud yang selanjutnya disebut SICANTIK CLOUD merupakan aplikasi berbasis web yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) untuk perizinan berusaha maupun layanan lain yang dilaksanakan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
13. Penyelenggaraan pelayanan perizinan terpadu adalah kegiatan penyelenggaraan perizinan yang proses pengolahan dokumen persyaratan, tahap permohonan, pembayaran sampai ketahap terbitnya dokumen dilakukan secara terpadu pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
14. Tim Teknis Perizinan adalah Tim yang terdiri dari unsur-unsur perangkat daerah yang mempunyai kewenangan untuk memberikan rekomendasi / saran terkait diterima atau ditolaknya permohonan perizinan;
15. Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang selanjutnya disingkat TKPRD adalah Tim yang sebagian tugasnya memberikan Rekomendasi atau saran-saran dalam hal penerbitan perizinan terhadap pemanfaatan ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah di Kabupaten Lampung Tengah;
16. Standar Operasional Prosedur yang selanjutnya di sebut SOP adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan penerbitan perizinan yang memuat tentang prosedur tetap penerbitan perizinan, standar biaya, standar waktu penyelesaian izin serta prosedur pengajuan penanganan pengaduan;
17. Bidang Teknis adalah kelompok kerja terdiri dari unsur-unsur bidang perizinan, bidang penanaman modal dan bidang informasi dan pengaduan.
BAB II
JENIS PERIZINAN DAN NON PERIZINAN Pasal 2
Jenis Perizinan dan non perizinan terdiri dari 153 (Seratus lima puluh tiga) Jenis Perizinan Berusaha dan Non Perizinan Berusaha, yaitu :
A. Perizinan Bidang Pendidikan, meliputi :
6
1. Izin Operasional Pendirian Pendidikan Dasar;
2. Izin Mendirikan Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Jalur Formal (Taman Kanak-kanak/
Raudhatul Athfal);
3. Izin Operasional Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPKS);
4. lzin Penyelenggaraan Satuan Pendidikan Non Formal;
5. Izin Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal dengan Modal Asing.
B. Perizinan Bidang Kesehatan, meliputi :
1. Izin Usaha Kecil dan Mikro Obat Tradisional;
2. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga;
3. Sertifikat Higiene Sanitasi Pangan;
4. Izin Perusahaan Rumah Tangga (PRT) Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT);
5. Izin Toko Alat Kesehatan;
6. Sertifikat Produksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT);
7. Izin Mendirikan Rumah Sakit;
8. Izin Operasional Rumah Sakit;
9. Izin Mendirikan Klinik;
10. Izin Operasional Klinik;
11. Izin Institusi pengujian Fasilitas Kesehatan;
12. Izin Operasional Laboratorium Klinik Umum dan khusus;
13. Izin Apotek;
14. Izin Toko Obat;
15. Izin Penyelenggaraan Optikal;
16. Izin Penyelenggaraan Pelayanan Radiologi Diagnostik;
17. Izin Unit Transfusi Darah;
18. Izin Pelayanan Hemodialisa di Fasilitas Kesehatan;
19. Izin Praktik Dokter dan Dokter Spesialis;
20. Izin Praktik Dokter Gigi;
21. Izin Praktik Perawat;
22. Izin Kerja Perawat;
23. Izin Praktik Bidan;
24. Izin Kerja Bidan;
25. Izin Praktik Penata Anestesi;
26. Izin Kerja Apoteker;
27. Izin Praktik Apoteker;
28. Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian;
29. Izin Praktik Fisioterapis;
30. Izin Kerja Fisioterapis;
31. Izin Praktik Okupasi Terapis;
7
32. Izin Kerja Okupasi Terapis;
33. Izin Praktik Terapis Wicara;
34. Izin Kerja Terapis Wicara;
35. Izin Kerja Radiografer;
36. Izin Kerja Refraksionis Optisien;
37. Izin Pratik Teknis Kardiovaskuler;
38. Izin Praktik Tenaga Kesehatan Tradisonal;
39. Izin Pekerjaan Tukang Gigi;
40. Izin Toko Alat Kesehatan;
41. Izin Usaha Mikro Obat Tradisonal.
C. Perizinan Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, meliputi :
1. lzin Usaha Jasa Konstruksi;
2. Izin Pemanfaatan Ruang Milik Jalan;
3. Izin Mendirikan Bangunan;
4. Surat Izin Pengambilan Air Tanah;
5. Izin Rencana Fungsi dan Pemanfaatan Rusun;
6. Izin Pengubahan Rencana Fungsi dan Pemanfaatan Rusun;
7. Sertifikat Laik Fungsi;
8. Sertifikat HMRS a/n Developer;
9. Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (HMSRSI) a/n pembeli;
10. Izin Titik Reklame;
11. Izin Reklame.
D. Perizinan Bidang Ketenagakerjaan, meliputi : 1. Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan;
2. Pendaftaran Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA);
3. Izin Kantor Cabang;
4. Izin Tempat Penampungan;
5. Izin Usaha Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta;
6. Surat Izin Usaha Lembaga Penyalur Pekerja Rumah Tangga;
7. Izin Lembaga Pelatihan Kerja (LPK);
8. Izin Operasional Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh.
E. Perizinan Bidang Lingkungan Hidup, meliputi : 1. lzin Lingkungan;
2. Izin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3);
3. Izin Pengumpulan Limbah Skala Kabupaten;
4. Izin Pembuangan Air Limbah ke Air atau Sumber Air;
5. Izin Pemanfaatan Air Limbah ke Tanah untuk Aplikasi pada Tanah.
F. Perizinan Bidang Perhubungan, meliputi : 1. Izin Trayek Angkutan Penumpang umum;
8
2. Izin Operasi Kendaraan Umum Tidak Dalam Trayek;
3. Izin Usaha Angkutan;
4. Izin Insindentil;
5. Izin Penyelenggaraan Tempat Parkir Swasta;
6. Izin Usaha Bengkel Umum Kendaraan Bermotor;
7. Izin Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Mengemudi;
8. Izin Penyelenggaraan Pelabuhan Sungai dan Danau;
9. lzin Penyelenggaraan Angkutan Orang;
10. Izin Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan;
11. Izin Usaha Angkutan Sungai dan Danau;
12. Persetujuan Pengoperasian Angkutan Sungai dan Danau Lintas Antar Provinsi dan/atau Antar Negara;
13. Persetujuan Penyelenggaraan Terminal Barang;
14. Persetujuan Pengoperasian Kapal Angkutan Penyeberangan;
15. Persetujuan Hasil Analisis Dampak Lalu Lintas;
16. Pengoperasian Angkutan Barang Khusus;
17. Izin Mendirikan Tempat Tinggal Landas dan Mendarat Helikopter.
G. Bidang Penanaman Modal, meliputi :
1. Izin Pendaftaran Penanaman Modal Dalam Negeri;
2. Izin Pendaftaran Perluasan Penanaman Modal Dalam Negeri;
3. Izin Pendaftaran Perubahan Penanaman Modal Dalam Negeri;
4. Izin Pendaftaran Penggabungan Penanaman Modal Dalam Negeri;
5. Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri;
6. Izin Usaha Perluasan Penanaman Modal Dalam Negeri;
7. Izin Usaha Perubahan Penanaman Modal Dalam Negeri;
8. Izin Usaha Penggabungan Penanaman Modal Dalam Negeri.
H. Perizinan Bidang Pertanahan, meliputi : 1. Izin Lokasi;
2. Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT).
I. Perizinan Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, meliputi :
1. Tanda Daftar Usaha Pariwisata;
2. Sertifikasi Usaha.
J. Perizinan Bidang Perikanan yang Terdiri Atas Izin Usaha Perikanan, meliputi :
1. Surat lzin Usaha Perikanan (SIUP);
9
2. Tanda Daftar Kapal Perikanan Untuk Nelayan Kecil;
3. Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI);
4. Surat lzin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI);
5. Persetujuan Pengadaan Kapal;
6. Surat Izin Pemuliaan;
7. Tanda Daftar Usaha Pengolahan Hasil Perikanan;
8. Izin Komersial/Operasional Cek Fisik Kapal;
9. Sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik;
10. Rekomendasi Pengeluaran Ikan Hidup;
11. Sertifikat Cara Pembesaran Ikan Yang Baik;
12. Sertifikat Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik.
K. Perizinan Bidang Pertanian, meliputi : 1. Izin Usaha Tanaman Pangan;
2. Pendaftaran Usaha Tanaman Pangan;
3. Izin Usaha Hortikultura;
4. Pendaftaran Usaha Budidaya Hortikultura.
L. Perizinan Bidang Perkebunan, meliputi : 1. Izin Usaha Perkebunan;
2. Pendaftaran Usaha Perkebunan.
M. Perizinan Bidang Perternakan, meliputi : 1. Izin Usaha Obat Hewan;
2. Izin Usaha Peternakan;
3. Izin Pemasukan dan Pengeluaran Benih/Bibit Ternak;
4. lzin Pemasukan dan Pengeluaran Obat Hewan Peliharaan;
5. Izin Pemasukan dan Pengeluaran Hewan Peliharaan;
6. Pendaftaran Pakan Ternak;
7. Pendaftaran/ Registrasi Obat Hewan;
8. Rekomendasi Pemasukan dan Pengeluaran Produk Hewan;
9. Izin Rumah Pemotongan Hewan.
N. Perizinan Bidang Perindustrian, meliputi : 1. Izin Usaha Industri;
2. Izin Perluasan (Usaha Industri);
3. Izin Usaha Kawasan Industri;
4. Izin Perluasan (Kawasan Industri);
5. Rekomendasi Izin Usaha Industri;
6. Rekomendasi Impor Limbah Non B3;
7. Rekomendasi Impor Industri Kimia;
8. Rekomendasi Impor Industri Makanan;
9. Tanda Daftar Industri.
O. Perizinan Bidang Perdagangan, meliputi : 1. lzin Usaha Perdagangan (IUP);
2. Tanda Daftar Perusahaan;
3. Tanda Pendaftaran Agen atau Distributor Barang dan/atau Jasa;
10
4. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW);
5. Tanda Daftar Gudang;
6. Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi-Barang Kebutuhan Pokok (TDPUD-Bapok);
7. Persetujuan Sebagai Pengelola Gudang Sistem Resi Gudang.
P. Perizinan Bidang Koperasi, meliputi : 1. Izin Koperasi Simpan Pinjam;
2. Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK);
3. lzin Pembukaan Kantor Cabang Koperasi Simpan Pinjam;
4. lzin Pembukaan Kantor Cabang Pembantu Koperasi Simpan Pinjam;
5. Izin Pembukaan Kantor Kas Koperasi Simpan Pinjam.
Q. Perizinan Bidang Komunikasi dan Informatika, meliputi :
1. Izin Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio;
2. Perizinan Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi;
3. Perizinan Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi;
4. Perizinan Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus untuk Keperluan Badan Hukum;
5. Perizinan Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) TV dan Radio;
6. Perizinan Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (TV dan Radio).
Pasal 3
(1) Perizinan skala besar dengan jenis kegiatan/usaha yang dapat menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan/atau lingkungan sekitarnya, sebelum IMB diterbitkan, berkas permohonan dibahas oleh Tim TKPRD guna mendapatkan rekomendasi dari TKPRD.
(2) Perizinan dengan Jenis kegiatan/usaha yang dibahas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Perizinan Industri Skala Besar yang berdampak sosial dan lingkungan serta menghasilkan limbah untuk bangunan yang luasnya lebih dari > 800m2.
11
BAB III
PROSEDUR PENERBITAN, LANGKAH PENANGANAN, DAN REKOMENDASI TIM TEKNIS DAN TKPRD PERIZINAN
DAN NON PERIZINAN Bagian Kesatu
Prosedur Penerbitan Perizinan dan Non Perizinan Pasal 4
Prosedur penerbitan jenis perizinan berusaha dan non perizinan berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 sebagai berikut :
a. Pemohon mengakses laman website https://oss.go.id/ dan atau http://sicantikui.layanan.go.id/ untuk mendaftarkan perizinannya secara mandiri.
b. Pemohon datang ke kantor DPMPTSP membawa dokumen fisik untuk dilakukan verifikasi oleh petugas di DPMPTSP.
c. Pemohon datang ke petugas informasi/Front Office atau dapat langsung menuju petugas pendaftaran untuk memperoleh formulir pengajuan/permohonan izin, setelah pemohon menerima formulir izin, pemohon mengisi formulir dan menyerahkan kelengkapan persyaratan yang telah ditentukan.
d. Petugas verifikasi memeriksa kelengkapan berkas.
1. Bila lengkap, berkas permohonan diagenda dan pemohon diberi tanda terima berkas, selanjutnya berkas permohonan dikirim ke masing-masing bidang teknis sesuai dengan jenis izin yang akan diterbitkan.
2. Bila tidak lengkap berkas dikembalikan ke pemohon dengan meminta agar persyaratan perizinan tersebut di lengkapi.
e. Berkas permohonan diproses dan dipelajari, dengan 2 (dua) alternatif keputusan:
1. Terhadap permohonan izin yang tidak memerlukan pemeriksaan lapangan maka berkas dapat langsung diproses pada tahap selanjutnya.
2. Terhadap permohonan izin yang dapat menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitarnya maka dilakukan peninjauan lapangan oleh Tim Teknis.
f. Terhadap permohonan izin yang dibahas oleh Tim Teknis maka :
1. Kepala Seksi melalui menyiapkan surat undangan untuk anggota Tim Teknis untuk ke lapangan melihat, memastikan kondisi tempat bangunan sesuai dengan gambar dan peruntukan izin yang diinginkan.
2. Tim Teknis membuat rekomendasi atau saran pada berita acara lapangan terkait izin yang akan diterbitkan.
12
3. Apabila berdasarkan berita acara lapangan Tim Teknis diterima dan tidak memerlukan Rekomendasi TKPRD, maka berkas izin dapat diproses ketahap selanjutnya dengan cukup berita acara lapangan saja, bila dari hasil berita acara lapangan diwajibkan mendapatkan rekomendasi dari TKPRD maka proses selanjutnya Kepala DPMPTSP membuatkan surat pengantar ke TKPRD untuk dibahas guna mendapatkan rekomendasi terkait izin yang akan diterbitkan.
g. Penetapan retribusi, pengetikan dan blanko SK izin dibubuhi dan diparaf oleh Kasi Penetapan.
h. Kepala Bidang memeriksa Surat Ketetapan Retribusi Daerah, blanko izin serta penandatanganan oleh kepala DPMPTSP.
i. Pemberitahuan kepada pemohon bahwa dokumen izin telah selesai diproses disertai informasi besarnya retribusi yang terhutang dan pemohon membayar retribusi ke loket pembayaran bendahara penerimaan yang ada di DPMPTSP.
j. Pemohon menyerahkan resi pembayaran retribusi bukti lunas ke Loket, petugas menyerahkan hasil izin yang telah dicatat, diberi nomor dan pengarsipan lalu izin diserahkan kepada pemohon.
Bagian Kedua
Prosedur Tetap Lima Langkah Penanganan Perizinan dan Non Perizinan
Pasal 5
Prosedur tetap lima langkah penanganan perizinan dan non perizinan waktu penyelesaian berkas yaitu:
a. Langkah Pertama :
1. Pemohon mengakses laman website https://oss.go.id/
dan atau http://sicantikui.layanan.go.id/ untuk mendaftarkan perizinannya secara mandiri;
2. Pemohon datang ke kantor DPMPTSP membawa dokumen fisik untuk dilakukan verifikasi oleh petugas di DPMPTSP;
3. Petugas informasi/costumer service dan/atau petugas pendaftaran memberi salam, berpenampilan menarik, ramah, sopan juga dapat memberikan semua informasi yang dibutuhkan pemohon berkaitan dengan pengurusan izin;
4. Petugas pelayanan menyediakan formulir permohonan izin dengan menjelaskan secara rinci syarat-syarat yang diperlukan juga tata cara pengisian formulir;
5. Petugas pendaftaran mempersilahkan pemohon mengisi formulir permohonan dan melengkapi persyaratan sesuai ketentuan;
13
6. Petugas pendaftaran memeriksa isian formulir permohonan serta kelengkapan berkas persyaratan perizinan dan apabila ada hal-hal yang belum jelas;
7. Petugas verifikasi memeriksa kelengkapan berkas;
a) Bila lengkap, berkas permohonan diagenda oleh petugas pendaftaran dengan memberikan tanda terima berkas, selanjutnya berkas diparaf oleh petugas pendaftaran pada kartu kendali dokumen izin;
b) Bila tidak lengkap, petugas pendaftaran mengembalikan berkas kepemohon dengan menjelaskan syarat-syarat lain yang harus dilengkapi;
8. Petugas pendaftaran memberikan salam dengan ramah dan sopan;
9. Petugas verifikasi membagikan berkas kepada masing- masing bidang teknis sesuai dengan izin yang diperlukan;
b. Langkah Kedua;
a. Kabid memerintahkan Kasi untuk memproses berkas;
b. Kasi meneliti kelengkapan dan mempelajari berkas permohonan dengan memilah berkas menjadi 2 (dua) alternatif keputusan :
a) Terhadap permohonan izin yang tidak memerlukan pemeriksaan lapangan maka berkas dapat langsung diproses;
b) Terhadap permohonan izin yang jenis usaha/
kegiatannya dapat menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitarnya maka akan dilakukan peninjauan lapangan oleh Tim Teknis;
c. Terhadap berkas permohonan izin yang tidak memerlukan pemeriksaan lapangan maka dalam waktu 2 (dua) hari kerja, Kasi meneruskan berkas permohonan tersebut ketahap selanjutnya;
d. Terhadap alternatif 2 (dua) huruf b, maka paling lambat 3 (tiga) hari kerja sejak diterimanya permohonan, maka kabid memerintahkan Kasi untuk membuat surat undangan yang ditandatangani oleh kepala DPMPTSP, ditujukan kepada Anggota Tim Teknis Perizinan untuk bersama meninjau kelapangan kondisi lokasi dengan memberikan rekomendasi dan saran yang dituangkan pada berita acara hasil lapangan terkait izin yang akan diterbitkan;
c. Langkah Ketiga :
1. Terhadap permohonan izin yang selanjutnya telah mendapatkan rekomendasi atau saran dari Tim Teknis, maka kabid memerintahkan Kasi menyampaikan
14
Fotokopi berkas permohonan kemasing-masing unsur teknis OPD;
2. Apabila berdasarkan Berita Acara Lapangan Tim Teknis permohonan izin diterima, maka proses dilanjutkan ke tahap selanjutnya dan apabila ditolak maka dibuatkan surat penolakan;
3. Apabila berdasarkan Berita Acara Lapangan Tim Teknis mewajibkan mendapatkan Rekomendasi dari TKPRD, maka Kepala DPMPTSP melalui kabid Perizinan membuatkan surat pegantar ke TKPRD Lampung Tengah untuk mendapatkan Rekomendasi dari TKPRD;
d. Langkah Keempat :
1. Apabila semua persyaratan telah dipenuhi, terhadap permohonan perizinan yang dibahas oleh Tim Teknis serta gambar yang disyahkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman atau orang teknis untuk pengesahan gambar;
2. Apabila sampai 5 (lima) hari kerja Kepala Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman tidak mengesahkan gambar, maka dalam waktu 1 (satu) hari kerja gambar disahkan oleh Pejabat yang berwenang;
3. Setelah ditandatangani pengesahan gambar dan penghitungan retribusi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kasi membubuhkan paraf pada kartu kendali dokumen permohonan izin dan meneruskan berkas ketahap selanjutnya.
e. Langkah Kelima :
1. Kabid memerintahkan Kasi Penetapan dan Penerbitan untuk menetapkan retribusi dan pengetikan Surat Keputusan izin;
2. Paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah menerima berkas izin Kasi memerintahkan petugas untuk menetapkan (menghitung) besaran retribusi dan dilanjutkan pengetikan Surat Keputusan izin;
3. Paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah blanko izin selesai diketik dan dibuat storting retribusi, maka Kasi memeriksa berkas kemudian membubuhkan paraf koordinasi pada arsip blanko Surat Keputusan Izin dan membubuhkan paraf pada lembar disposisi kartu kendali dokumen permohonan izin kemudian meneruskan berkas ke Kabid.
15
Bagian Ketiga
Prosedur Penerbitan Rekomendasi Tim Teknis/TKPRD Pasal 6
Prosedur permohonan dan penerbitan Rekomendasi Tim Teknis/TKPRD sebagai berikut :
a. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah menerima berkas permohonan dari pemohon maka kepala Bidang membuat surat undangan yang ditandatangani oleh Kepala DPMPTSP dan ditujukan kepada Tim Teknis;
b. Paling lambat 3(tiga) hari kerja setelah menerima surat dari kepala DPMPTSP, Tim Teknis membuat berita acara lapangan yang menerangkan berkas dapat dilanjutkan ke proses selanjutnya atau direkomendasikan untuk dibahas TKPRD yaitu pembahasan terhadap permohonan izin serta membuat keputusan rekomendasi menerima atau menolak permohonan izin;
c. Paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah terbit rekomendasi Tim Teknis/TKPRD, Kepala DPMPTSP segera memberitahukan secara tertulis hasil rekomendasi tersebut;
d. Terhadap pemohon izin yang sudah melengkapi dengan dokumen analisa AMDAL, UKL/UPL dan bila tidak menghasilkan limbah cair yang berbahaya cukup membuat Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL), PIL BANJIR dan Rekomendasi ANDALALIN, maka proses penerbitan izin diteruskan;
e. Izin terbit paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya dokumen lengkap dari pemohon.
BAB IV
PERSYARATAN, JANGKA WAKTU
PENYELESAIAN IZIN, BIAYA DAN MASA BERLAKU IZIN Bagian Kesatu
Bidang Pendidikan Paragraf 1
Izin Operasional Pendirian Pendidikan Dasar Pasal 7
(1) Persyaratan Izin Operasional Pendirian Pendidikan Dasar : a. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
b. Fotokopi KTP;
c. Fotokopi NPWP;
d. Hasil Studi Kelayakan;
e. Isi Pendidikan;
f. Jumlah dan Kualifikasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan;
g. Sarana dan Prasarana Pendidikan;
16 h. Pembiayaan Pendidikan;
Sistem Evaluasi dan Sertifikasi;
Manajemen Proses Pendidikan.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama Satuan Pendidikan tersebut masih berdiri dan untuk perpanjangan setiap 1 (tahun) sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 2
Izin Mendirikan Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Jalur Formal (Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal)
Pasal 8
(1) Persyaratan Izin mendirikan satuan pendidikan anak usia dini jalur formal (Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal) : a. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
b. Fotokopi KTP;
c. Fotokopi NPWP;
d. Hasil Studi Kelayakan;
e. Isi Pendidikan;
f. Jumlah dan Kualifikasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan;
g. Sarana dan Prasarana Pendidikan;
h. Pembiayaan Pendidikan;
i. Sistem Evaluasi dan Sertifikasi;
j. Manajemen Proses Pendidikan.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama Satuan Pendidikan tersebut masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 3
Izin Operasional Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPKS) Pasal 9
(1) Persyaratan Izin Operasional Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPKS) :
a. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
b. Fotokopi KTP;
c. Fotokopi NPWP;
d. Hasil Studi Kelayakan;
e. Isi Pendidikan;
f. Jumlah dan Kualifikasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan;
17
g. Sarana dan Prasarana Pendidikan;
h. Pembiayaan Pendidikan;
i. Sistem Evaluasi dan Sertifikasi;
j. Manajemen Proses Pendidikan.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama satuan pendidikan beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 3 (tiga) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 4
Izin Penyelenggaraan Satuan Pendidikan Non Formal Pasal 10
(1) Persyaratan Izin Penyelenggaraan Satuan Pendidikan Non formal :
a. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
b. Fotokopi KTP;
c. Fotokopi NPWP;
d. Hasil Penialian Kelayakan, meliputi :
1. Dokumen hak milik, sewa, atau pinjam pakai atas tanah/bangunan yang akan digunakan untuk penyelenggaraan yang sah atas nama pendiri;
2. Fotokopi akta notaris dan surat penetapan badan hukum dalam bentuk yayasan, perkumpulan, atau badan lain sejenis dari Kementerian Hukum dan HAM;
3. Data mengenai perkiraan pembiayaan untuk kelangsungan satuan pendidikan paling sedikit untuk 1 (satu) tahun pembelajaran.
e. Rencana Induk Pengembangan 1. Visi dan Misi;
2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan;
3. Sasaran Usia Peserta Didik;
4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
5. Sarana dan Prasarana;
6. Struktur Organisasi;
7. Pembiayaan;
8. Pengelolaan;
9. Peran Serta Masyarakat;
10. Rencana Tahap Pelaksanaan Pengembangan selama 5 (lima) tahun kedepan.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama satuan pendidikan beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 3 (tiga) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
18
Paragraf 5
Izin Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal dengan Modal Asing
Pasal 11
(1) Persyaratan Izin Penyelenggaraan Pendidikan Non formal dengan modal asing :
a. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
b. Fotokopi KTP;
c. Fotokopi NPWP;
d. Hasil Penialian Kelayakan, meliputi :
1. Dokumen hak milik, sewa, atau pinjam pakai atas tanah/bangunan yang akan digunakan untuk penyelenggaraan yang sah atas nama pendiri;
2. Fotokopi akta notaris dan surat penetapan badan hukum dalam bentuk yayasan, perkumpulan, atau badan lain sejenis dari Kementerian Hukum dan HAM;
3. Data mengenai perkiraan pembiayaan untuk kelangsungan satuan pendidikan paling sedikit untuk 1 (satu) tahun pembelajaran.
e. Rencana Induk Pengembangan 1. Visi dan Misi;
2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan;
3. Sasaran Usia Peserta Didik;
4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
5. Sarana dan Prasarana;
6. Struktur Organisasi;
7. Pembiayaan;
8. Pengelolaan;
9. Peran Serta Masyarakat;
10. Rencana Tahap Pelaksanaan Pengembangan selama 5 (lima) tahun kedepan.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama satuan pendidikan beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 3 (tiga) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Bagian Kedua Bidang Kesehatan
Paragraf 1
Izin Usaha Kecil Dan Mikro Obat Tradisional Pasal 12
(1) Persyaratan Izin Usaha Kecil dan Mikro Obat Tradisional : a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
19 c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Surat pernyataan kesediaan bekerja asisten apoteker sebagai penanggung jawab teknis;
f. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
g. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
h. Fotokopi surat penugasan/surat izin kerja apoteker/
Ijazah terakhir;
i. Surat keterangan domisili atau fotokopi KTP Apoteker, pengelola apotik yang menerangkan bahwa yang bersangkutan berdomisili di wilayah Kabupaten Lampung Tengah;
j. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
k. Denah bangunan dan peta lokasi;
l. Data asisten apotiker dan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus, dan surat izin kerja;
m. Daftar generik berlogo;
n. Surat pernyataan pemilik sarana apotik tidak terlibat pelanggaran peraturan perundang-undangan dibidang obat (bermaterai Rp.10.000,-);
o. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
p. Surat rekomendasi Camat setempat;
q. Daftar peralatan;
r. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
s. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
t. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama Usaha Kecil dan Mikro Obat Tradisional tersebut masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 2
Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)
Pasal 13
(1) Persyaratan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga :
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
20
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku sertifikat selama Produksi Pangan Industri Rumah Tangga tersebut masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan sertifikat tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 3
Sertifikat Higiene Sanitasi Pangan Pasal 14
(1) Persyaratan Sertifikat Higiene Sanitasi Pangan:
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku sertifikat selama Higiene Sanitasi Pangan tersebut masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan sertifikat tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
21
Paragraf 4
Izin Perusahaan Rumah Tangga (PRT) Alat Kesehatan Dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
Pasal 15
(1) Persyaratan Izin Perusahaan Rumah Tangga (PRT) Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT):
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama Perusahaan Rumah Tangga (PRT) Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) tersebut masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 5
Izin Toko Alat Kesehatan Pasal 16
(1) Persyaratan Izin Toko Alat Kesehatan :
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
22
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Surat rekomendasi dari organisasi profesi.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama Toko Alat Kesehatan Tersebut masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 6
Sertifikat Produksi Alat Kesehatan Dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
Pasal 17
(1) Persyaratan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT):
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku sertifikat selama Produksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) tersebut masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan sertifikat tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
23
Paragraf 7
Izin Mendirikan Rumah Sakit Pasal 18
(1) Persyaratan Izin Mendirikan Rumah Sakit:
a. Studi Kelayakan Rumah Sakit :
1. Kajian kebutuhan pelayanan rumah sakit meliputi : a) Demografi, yang mempertimbangkan luas
wilayah dan kepadatan penduduk, serta karakteristik penduduk yang meliputi umur, jenis kelamin dan status perkawinan;
b) Sosio-ekonomi, yang mempertimbangkan kultur/kebudayaan, tingkat pendidikan, angkatan kerja, lapangan kerja, pendapatan domestik rata-rata bruto;
c) Morbiditas dan mortalitas, yang mempertimbangkan 10 penyakit utama (Rumah Sakit, Puskesmas- Rawat Jalan, Rawat Inap) angka kematian (CDR, NDR), angka persalinan, dan seterusnya;
d) Sarana dan prasarana kesehatan, yang mempertimbangkan jumlah, jenis dan kinerja layanan penunjang (canggih, sederhana dan seterusnya);
e) Peraturan perundang-undangan yang mempertimbangkan kebijakan pengembangan wilayah pembangunan sektor non kesehatan, kebijakan sektor kesehatan dan perumahsakitan.
2. Kebijakan kebutuhan sarana/fasilitas dan perlatan medik/non medik, dana dan tenaga yang dibutuhkan untuk layanan yang akan diberikan meliputi :
a) Sarana dan fasilitas fisik yang mempertimbangkan rencana cakupan, jenis layanan dan fasilitas lain dengan mengacu dari kajian kebutuhan dan permintaan (program fungsi dan program ruang);
b) Perlatan medik dan non medik yang mempertimbangkan perkiraan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan layanan;
c) Tenaga/Sumber Daya Manusia yang mempertimbangkan perkiraan kebutuhan tenaga dan kualifikasi;
d) Pendanaan yang mempertimbangkan perkiraan kebutuhan dan investasi.
3. Kajian kemampuan pembiayaan :
a) Perkiraan pendapatan yang mempertimbangkan proyeksi pendapatan yang mengacu dari
24
perkiraan jumlah kunjungan dan pengisian tempat tidur;
b) Prakiraan biaya yang mempertimbangkan proyeksi biaya tetap dan biaya tidak tetap dengan mengacu pada perkiraan SDM;
c) Proyeksi Arus Kas (5-10 Tahun);
d) Proyeksi Laba/ Rugi (5-10 Tahun).
b. Master Plan adalah srategi pengembangan asset untuk sekurang-kurangnya sepuluh tahun kedepan dalam pemberian layanan kesehatan secara optimal yang meliputi identifikasi proyek perencanaan, demografis, tren masa depan, fasilitas yang ada modal dan pembiayaan;
c. Status kepemilikan :
Rumah Sakit dapat didirikan oleh :
1. Pemerintah, harus berbentuk Unit Pelaksana Tehnik dari Instansi yang bertugas dibidang kesehatan dan Instansi tertentu dengan pengelolaan Badan Layanan Umum;
2. Pemerintah Daerah harus berbentuk Lembaga Tehnik Daerah dengan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah, atau;
3. Swasta, harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak dibidang perumahsakitan :
a) Badan hukum dapat berbentuk Yayasan, Perseorangan, Perseroan terbatas Perkumpulan dan Perusahaan Umum;
b) Badan hukum dalam rangka penanaman modal asing atau penanaman modal dalam negeri harus mendapat rekomendasi dari Instansi yang melaksanakan urusan penanaman modal asing atau penanaman modal dalam negeri.
d. Persyaratan pengolahan limbah meliputi: Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) yang dilaksanakan sesuai jenis dan klasifikasi Rumah Sakit sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. Luas tanah untuk Rumah Sakit dengan bangunan tidak bertingkat minimal 1½ (satu setengah) kali luas bangunan dan untuk bangunan bertingkat minimal 2 (dua) kali luas bangunan lantai dasar. Luas tanah dibuktikan dengan akta kepemilikan tanah yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
f. Penamaan Rumah Sakit :
1. Harus menggunakan Bahasa Indonesia;
2. Tidak boleh menambahkan kata “Internasional”,
“kelas dunia” : world class” “global” dan/atau kata lain yang dapat menimbulkan penafsiran yang
25
menyesuaikan bagi masyarakat.
g. Fotokopi Bukti pembayaran PBB tahun berjalan, NPWP Perusahaan;
h. Melampirkan data investasi;
i. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
j. Surat kuasa bermaterai bila pemohon tidak datang secara langsung;
k. Surat pernyataan bermaterai atas kebenaran dokumen yang disampaikan.
(2) Standar waktu penerbitan izin 7 (tujuh) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali.
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 8
Izin Operasional Rumah Sakit Pasal 19
(1) Persyaratan Izin Operasional Rumah Sakit:
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Izin Mendirikan Rumah Sakit;
i. Daftar peralatan;
j. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
k. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama Operasional Rumah Sakit tersebut masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 9
Izin Mendirikan Klinik Pasal 20
(1) Persyaratan Izin Mendirikan Klinik:
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
26 c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Surat rekomendasi dari organisasi profesi.
(2) Standar waktu penerbitan 7 (tujuh) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 10
Izin Operasional Klinik Pasal 21
(1) Persyaratan Izin Operasional Klinik:
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Surat rekomendasi dari organisasi profesi.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non
27 Retribusi).
Paragraf 11
Izin Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan Pasal 22
(1) Persyaratan Izin Institusi pengujian Fasilitas Kesehatan:
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
f. Surat pernyataan kesanggupan penanggung jawab, minimal seorang Sarjana Kedokteran, Sarjana Farmasi, Sarjana Biologi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Sarjana Kimia, Sarjana Biokimia, yang mempunyai pengalaman kerja 3 (tiga) tahun di laboratorium kesehatan;
g. Surat pernyataan kesanggupan masing-masing tenaga teknis minimal 3 (tiga) orang analis kesehatan dengan ketentuan satu orang diantaranya dapat diganti dengan asisten Apoteker atau Analis Kimia;
h. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah tempat Penyelenggaraan Laboratorium Klinik;
i. Akta pendirian dan struktur organisasi badan hukum (jika pemohon adalah badan hukum);
j. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
k. Surat rekomendasi Camat setempat;
l. Daftar peralatan;
m. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
n. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
o. Adanya sarana pembuangan air limbah;
p. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 12
Izin Operasional Laboratorium Klinik Umum dan Khusus Pasal 23
(1) Persyaratan Izin Operasional Laboratorium Klinik Umum dan khusus:
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
28
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
f. Surat pernyataan kesanggupan penanggung jawab, minimal seorang Sarjana Kedokteran, Sarjana Farmasi, Sarjana Biologi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Sarjana Kimia, Sarjana Biokimia, yang mempunyai pengalaman kerja 3 (tiga) tahun di laboratorium kesehatan;
g. Surat pernyataan kesanggupan masing-masing tenaga teknis minimal 3 (tiga) orang analis kesehatan dengan ketentuan satu orang diantaranya dapat diganti dengan asisten Apoteker atau Analis Kimia;
h. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah tempat Penyelenggaraan Laboratorium Klinik;
i. Akta pendirian dan struktur organisasi badan hukum (jika pemohon adalah badan hukum);
j. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
k. Surat rekomendasi Camat setempat;
l. Daftar peralatan;
m. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
n. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
o. Adanya sarana pembuangan air limbah;
p. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 13 Izin Apotek
Pasal 24 (1) Persyaratan Izin Apotek:
a. Mengisi formulir permohonan Izin Apotik;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
f. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
g. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
h. Fotokopi surat penugasan/surat izin kerja apoteker/
29 Ijazah terakhir;
i. Surat keterangan domisili atau fotokopi KTP Apoteker, pengelola apotik yang menerangkan bahwa yang bersangkutan berdomisili di wilayah Kabupaten Lampung Tengah;
j. Denah bangunan dan peta lokasi;
k. Data asisten apotiker dan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus, dan surat izin kerja;
l. Daftar generik berlogo;
m. Surat rekomendasi dari organisasi profesi;
n. Surat pernyataan pemilik terlibat pelanggaran peraturan perundang-undangan dibidang obat (bermaterai Rp.10.000,-);
o. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah tempat Penyelenggaraan Apotik;
p. Akta pendirian dan struktur organisasi badan hukum (jika pemohon adalah badan hukum);
q. Surat rekomendasi Camat setempat;
r. Daftar peralatan;
s. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
t. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
u. Adanya sarana pembuangan air limbah;
v. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 14 Izin Toko Obat
Pasal 25 (1) Persyaratan Izin Toko Obat :
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Surat pernyataan kesediaan bekerja asisten apoteker sebagai penanggung jawab teknis;
f. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
g. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
h. Fotokopi surat penugasan/surat izin kerja apoteker/
Ijazah terakhir;
i. Surat keterangan domisili atau fotokopi KTP Apoteker,
30
pengelola apotik yang menerangkan bahwa yang bersangkutan berdomisili di wilayah Kabupaten Lampung Tengah;
j. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
k. Denah bangunan dan peta lokasi;
l. Data asisten apotiker dan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus, dan surat izin kerja;
m. Daftar generik berlogo;
n. Surat pernyataan pemilik sarana apotik tidak terlibat pelanggaran peraturan perundang-undangan dibidang obat (bermaterai Rp.10.000,-);
o. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah tempat melakukan pekerjaan sebagai Izin Penyelenggaraan Toko Obat;
p. Surat rekomendasi Camat setempat;
q. Daftar peralatan;
r. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
s. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
t. Adanya alat pemadam kebakaran;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 15
Izin Penyelenggaraan Optikal Pasal 26
(1) Persyaratan Izin Penyelenggaraan Optikal : a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Ijazah refraksionis yang telah dilegalisir;
f. Surat keterangan sehat dari dokter;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah tempat melakukan pekerjaan sebagai Izin Optikal;
i. Surat perjanjian pemilik sarana dengan refraksionis dengan Refraksionis Optision;
j. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
k. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama Penyelenggaraan Optikal tersebut
31 masih berdiri;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 16
Izin Penyelenggaraan Pelayanan Radiologi Diagnostik Pasal 27
(1) Persyaratan Izin Penyelenggaraan Pelayanan Radiologi Diagnostik :
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Surat rekomendasi dari organisasi profesi.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 17
Izin Unit Transfusi Darah Pasal 28
(1) Persyaratan Izin Unit Transfusi Darah :
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
32
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Surat rekomendasi dari organisasi profesi.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 18
Izin Pelayanan Hemodialisa di Fasilitas Kesehatan Pasal 29
(1) Persyaratan Izin Pelayanan Hemodialisa di Fasilitas Kesehatan :
a. Rekomendasi Teknis dari Dinas Kesehatan;
b. Fotokopi KTP Pimpinan/pemilik perusahaan;
c. Fotokopi NPWP;
d. Fotokopi lunas PBB tahun berjalan;
e. Fotokopi Akte Pendirian perusahaan bagi yang berbentuk badan usaha;
f. Surat bukti kepemilikan atau izin penggunaan tanah atau bangunan;
g. Fotokopi Izin Usaha, NIB, IMB;
h. Denah bangunan dan peta lokasi;
i. Surat Keterangan Kepala Kampung/Lurah;
j. Surat rekomendasi Camat setempat;
k. Daftar peralatan;
l. Surat pernyataan mentaati peraturan perundang- undangan yang berlaku bermeterai Rp.10.000,-;
m. Pas photo 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar;
n. Surat rekomendasi dari organisasi profesi.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama beroperasi dan untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
33
Paragraf 19
Izin Praktik Dokter Dan Dokter Spesialis Pasal 30
(1) Persyaratan Izin Praktik Dokter dan Dokter Spesialis : a. Fotokopi KTP dan NPWP;
b. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan Izin Usaha, NIB, IMB dan SPPL;
c. Fotokopi STR dilegalisir oleh KKI;
d. Ijazah Pendidikan;
e. Surat Pernyataan mempunyai tempat praktik atau surat keterangan dari saryankes sebagai tempat praktik;
f. Pernyataan permohonan praktik dari tempat praktik diatas materai Rp.10.000,-
g. Surat Rekomendasi dari Organisasi Profesi;
h. Surat Pengantar dari Organisasi Profesi;
i. Fotokopi sumpah janji Dokter;
j. Pas Foto 3x4 = 4 Lembar;
k. Surat Keterangan Sehat;
l. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan foto tempat praktik.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama STR masih berlaku untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 20
Izin Praktik Dokter Gigi Pasal 31
(1) Persyaratan Izin Praktik Dokter Gigi : a. Fotokopi KTP dan NPWP;
b. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan Izin Usaha, NIB, IMB dan SPPL;
c. Fotokopi STR dilegalisir oleh KKI;
d. Ijazah Pendidikan;
e. Surat Pernyataan mempunyai tempat praktik atau surat keterangan dari saryankes sebagai tempat praktik;
f. Pernyataan permohonan praktik dari tempat praktik diatas materai Rp.10.000,-
g. Surat Rekomendasi dari Organisasi Profesi;
h. Surat Pengantar dari Organisasi Profesi;
i. Fotokopi sumpah janji Dokter;
j. Pas Foto 3x4 = 4 Lembar;
k. Surat Keterangan Sehat;
34
l. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan foto tempat praktik.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama STR masih berlaku untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 21 Izin Praktik Perawat
Pasal 32 (1) Persyaratan Izin Praktik Perawat :
a. Fotokopi KTP dan NPWP;
b. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan Izin Usaha, NIB, IMB dan SPPL;
c. Fotokopi STR dilegalisir oleh KKI;
d. Ijazah Pendidikan;
e. Surat Pernyataan mempunyai tempat praktik atau surat keterangan dari saryankes sebagai tempat praktik;
f. Pernyataan permohonan praktik dari tempat praktik diatas materai Rp.10.000,-
g. Surat Rekomendasi dari Organisasi Profesi;
h. Surat Pengantar dari Organisasi Profesi;
i. Surat Keterangan Sehat;
j. Pas Foto 3x4 = 4 Lembar
k. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan foto tempat praktik.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama STR masih berlaku untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 22 Izin Kerja Perawat
Pasal 33 (1) Persyaratan Izin Kerja Perawat :
a. Fotokopi KTP dan NPWP;
b. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan Izin Usaha, NIB, IMB dan SPPL;
c. Fotokopi STR dilegalisir oleh KKI;
d. Ijazah Pendidikan;
e. Surat Pernyataan mempunyai tempat praktik atau surat keterangan dari saryankes sebagai tempat
35 praktik;
f. Pernyataan permohonan praktik dari tempat praktik diatas materai Rp.10.000,-
g. Surat Rekomendasi dari Organisasi Profesi;
h. Surat Pengantar dari Organisasi Profesi;
i. Surat Keterangan Sehat;
j. Pas Foto 3x4 = 4 Lembar
k. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan foto tempat praktik.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama STR masih berlaku untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).
Paragraf 23 Izin Praktik Bidan
Pasal 34 (1) Persyaratan Izin Praktik Bidan :
a. Fotokopi KTP dan NPWP;
b. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan Izin Usaha, NIB, IMB dan SPPL;
c. Fotokopi STR dilegalisir oleh KKI;
d. Ijazah Pendidikan;
e. Surat Pernyataan mempunyai tempat praktik atau surat keterangan dari saryankes sebagai tempat praktik;
f. Pernyataan permohonan praktik dari tempat praktik diatas materai Rp.10.000,-
g. Surat Rekomendasi dari Organisasi Profesi;
h. Surat Pengantar dari Organisasi Profesi;
i. Surat Keterangan Sehat;
j. Pas Foto 3x4 = 4 Lembar
k. Untuk praktik mandiri harus dilengkapi dengan foto tempat praktik.
(2) Standar waktu penerbitan 3 (tiga) hari kerja setelah mendapatkan rekomendasi dinas teknis;
(3) Masa berlaku izin selama STR masih berlaku untuk perpanjangan setiap 5 (lima) tahun sekali;
(4) Dalam pemrosesan izin tidak dipungut biaya (Non Retribusi).