PENGARUH ROA, EPS, DAN DER TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016-2020
Soleha 1) Franky Okto Bernando 2) Prodi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa
Email : [email protected]1 , [email protected]2
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Return On Asset (ROA), Earning per Share (EPS), dan Debt to Equity terhadap Return Saham pada perusahaan Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020 baik secara parsial maupun simultan.
Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kuantitaif, populasi penelitian adalah seluruh emiten sub sektor pertambangan batubara yang berjumlah 24 perusahaan. Teknik pengambilan sampel adalah non pronalitiy sample dengan cara purposive sampling sehingga ditemukan 19 perusahaan sub sektor pertambangan batubara melalui kriteria yang telah ditentukan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan piranti lunak statistik Eviews 11.
Kesimpulan hasil penelitian menunjukan Rasio Profitabilitas (ROA) berpengaruh positif terhadap Return Saham, Rasio Earning per Share berpengaruh positif terhadap Return Saham, Rasio Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap Return saham pada sub sektor pertambangan batubara di Bursa Efek Indonnesia dengan tingkat akurasi 74,32%.
Kata kunci: ROA, EPS, DER, Return Saham
PENDAHULUAN
Pandemi Covid-19 merupakan virus corona yang pertama kali muncul dari Kota Wuhan, China pada akhir desember 2019. Wabah dari Covid-19 menyebabkan gangguan pernapasan
pada manusia yang mengakibatkan Kota Wuhan, tempat dimana wabah ini dimulai harus memutuskan lockdown demi memperhambat laju penyebaran virus.
Adanya peristiwa pandemi Virus Corona (Covid-19) ini bukan hanya memberikan ancaman kepada kesehatan saja akan tetapi juga pada pertumbuhan perekonomian di suatu negara. Dampak penyebaran Virus Corona (Covid-19) belum dapat dihitung secara pasti. Namun perlambatan system ekonomi sudah terasa, terutama di sector pertambangan, industri, pariwisata, perdagangan, transportasi dan investasi. Tidak bisa dihindari begitupun dengan Indonesia, bertambahnya kasus positif Corona membawa efek bagi bursa saham (iNews.id 06 April 2020).
Indonesia, masih melawan Virus Covid-19, begitupun dengan negara lain. Jumlah kasus Virus Covid-19 terus bertambah Adanya Virus Covid- 19 juga mempengaruhi Indeks Harga Saham. Perkembangan harga saham senantiasa menjadi obyek yang menarik untuk diprediksi dan analisi.
Keberhasilan dan ketelitian dalam memperediksi perkembangaan harha saham merupakan suatu hal yang di inginkan oleh para pelaku pasar modal terutama investor yang terjadi dipasar modal.
Di Indonesia terdapat perusahaan pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memperjualbelikan sahamnya dipasar modal. Berikut adalah grafik harga saham Perusahaan Pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 – 2020 untuk melihat perkembangan harga saham pada perusahaan pertambangan Batubara yang dapat dilihat pada grafik berikut:
Gambar 1.1 Rata-rata harga saham Perusahaan sektor Pertambangan
Batubara Periode 2016-2020
Sumber: www.idx.co.id
Berdasarkan data grafik harga saham perusahaan sektor pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2016 hingga 2020. Harga saham dengan nilai 2.491 di tahun 2016, harga saham dengan nilai 3.819 di tahun 2017, kemudian naik 4.270 di tahun 2018, turun dengan nilai 3.371 di tahun 2019, dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan kembali dengan nilai 3.748.
Sejak tahun 2016 saham menjadi instrumen investasi paling menguntungkan dibandingkan dengan kendaraan investasi lainnya. Ini dapat dilihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 15,32% ke 5.296,71. Kenaikan indeks melampaui kinerja obligasu pemerintah (INDOBex Government Total Return) yang tumbuh 13,93% dan obligasi korporasi (INDOBex Corporate Total Return) yang naik 12,62%. Kinerja IHSG juga mengalahkan reksadana dan emas Batangan PT Aneke Tamban Tbk (Antam). Investemnt Director PT Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul Wawionata merekomendasikan investor overweight di instrument
saham dengan mengalokasikan mayoritas dana pada efek saham sebesar 25%-40%.
Namun bagi investor yang berminat ingin mndapatkan keuntungan yang besar dari investasi saham dapat menggunakan dua metode menganalisis menilai saham perusahan yaitu dengan menggunakan analisis fundamental dan teknikal. Menurut Tjiptomo (2006:19) analisi fundamental merupakan salah satu cara melakukan penilaian saham dengan mempelajari atau mengamati berbagai indikator terkait kondisi mikro ekonomi dan kondisi industri suatu perusahaan. Sedangkan analisis Teknik teknikal adalah Teknik memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya berdasarkan pada data pasar historis seperti informasi harga saham dan volume.
Penelitian tentang return saham telah banyak dilakukan mengingat pentingnya pengaruh faktor fundamental terhadap nilai return saham. Namun, berdasarkan bukti penelitian yang telah dilakukan yang menghubungkan faktor fundamental dengan return saham masih menunjukan hasil yang berbeda-beda, pengaruh ketiga faktor fundamental tersebut terhadap return saham terutama pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
Pengertian Manajemen
Manajemen adalah seperangkat prinsip yang berkaitan dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, dan penerapan prinsip-prinsip ini dalam memanfaatkan sumber daya fisik, keuangan, manusia dan informasi secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut (Pratama 2020) Pengertian manajemen secara umum dapat disimpulkan dari beberapa definisi menurut para ahli. Hal ini karena ada banyak versi definisi manajemen. Misalnya saja manajemen menurut seorang ahli bernama Mary Parker Follet yang mendefinisikan manajemen sebagai seni merampungkan pekerjaan melalui orang lain. Dari definisi tersebut didapati bahwa seseorang yang bertugas sebagai manajer dapat mengarahkan dan mengatur orang lain guna mencapai tujuan organisasi.
Pengertian Manajemen Keuangan Manajemen keuangan ialah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurah-murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
Namun, manajemen keuangan juga fokus pada penentuan jumlah aset yang tepat dengan melakukan investasi pada berbagai aset dan memilih sumber dana untuk membiayai aset tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan
dapat memperoleh dana dari dalam atau luar perusahaan. sumber eksternal perusahaan berasal dari pasar modal, yang dapat berupa hutang atau modal sendiri.
Menurut Agus Sartono (2001:6) Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien.
Return Saham
Return saham adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan individu, dan insititusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya, Dalam dunia investasi dikenal adanya hubungan kuat antara risk dan return, yaitu jika resiko tinggi maka return (keuntungan) juga akan tinggi begitu juga sebaliknya jika return rendah maka resiko juga akan rendah. (Fahmi 2014:250) dalam (Ratna Handayati, Noer Rafikah Zuliyanti 2018)
Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa returnrealisasi yang sudah terjadi atau return eksoetasi yang belum terjadi tetapi yang diharapkan akan terjadi dimasa mendatang. Return realisasi (realized return) dihitung menggunakan data historis. Return realisasi sangat penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan dan dasar penentuan return ekspetasi. Return ekspetasi (expected return) adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor dimasa mendatang. (Jogiyanto
2010:205) dalam (Ratna Handayati, Noer Rafikah Zulyanti 2018)
Jenis-jenis Return
Jogiyanto (2014:263), Return saham dibedakan menjadi dua yaitu return realisasi (realized return) dan return ekspetasi (expected return)
1) Return Realisasi
Return realisasi merupakan return yang telah terjadi. Returm realisasian dihitung menggunakan data historis. Return realisasian penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return realisasi ini juga berguna sebagai dasar penentuan return ekspetasian dan resiko dimasa datang.
2) Return Ekspetasi
Return Ekspetasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor dimasa mendatang.
Berbeda dengan return realissian yang sifatnya sudah terjadi, return ekspetasian sifatna belum terjadi.
Ekspetasi biasanya digunakan sebagai dasar Analisa teknikal yaitu menggunakan pola pergerakan harga saham masa lalu untuk memprediksi harga saham di masa mendatang.
Return On Assets (ROA)
Return on assets (ROA) juga sering disebut dengan Return On Ivenstment (ROI) merupaka rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan denan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.
Menurt Robert Ang (1997:18) dalam (Zakia Drajat 2016) return on assets merupakan rasio antara pendapatan
bersih sesudah pajak (Net Income After Tax-NIAT) terhadap total asset.
(Eduardus 2010: 372) menyatakan bahwa Return on asset menggambarkan sejauh mana kemampuan aset-aset yang dimilki perusahaan bisa menghasilkan laba”.
Return on asset diukur sebagai rasio profitabilitas yang dihasilkan terhadap total asset dibawah tanggung jawab manajemen. Dengan demikian return on assets mencerminkan dampak dari keputusan dan Tindakan manajemen dengan lingkungan bisnis perusahaan selama jangka waktu teretent (Waqa dan Mobeen, 2014)
Dari beberapa pengertian mengeai return on asset menurut para ahli diatas dapat diambil kesimpilan bahwa return on asset merupakan rasio yang mengukur sejauh mana perusahaan dapat memanfaatkan aktiva yang dimilki untuk menghasilkan laba, dengan membandingkan laba bersih yang dapat diperoleh dari operasional perusahaan dengan menggunakan seluruh kekayaannya. Tinggi rendahnya return on asset tergantung pada pengelolaan asset perusahaan oleh manajemen yang menggambarkan efesiensi dari operasional perusahaan.
Semakin tinggi return on asset semakin efesien operasional perusahaan dan sebaliknya, rendahnya return on asset dapat disebabkan oleh banyaknya set perusahaan yang menganggur, investasi dalam persediaan yang banyak, kelebihan uang, dan aktiva tetap beroperasi dibawah normal.
Berbagai manfaat return on asset menurut Munawir (2004 : 92-92) dalam (Zakiya Drajat 2016) :
1) Jika perusahaan telah menjalankan praktik akutansi dengan baik maka dengan anaisis return on asset dapat dikukur efesiensi penggunaan modal yang menyeluruh, yang sensistif terhadap setiap hal yang mempengaruhi keadaan keuangan perusahaan.
2) Dapat dibandingkan dengan rasio industry sehingga dapat diketahui posisi perusahaan terhadap industry. Hal ini merupakan satu Langkah dalam perencanaan stratejik.
3) Selain berguna untuk kepenyingan control, analisi return on asset juga berguna untuk kepentingan perencanaan.
Secara matematis return on asset dapat diformulasikan sebagai berikut (Robert Ang, 1997 :18) : ROA = Laba Setelah Pajak / Total Asset x 100%
Earning Per Share (EPS)
Earning per share (EPS) yang tinggi merupakan daya tarik bagi investor. Semakin tinggi earning per share, maka kemampuan perusahaan untuk memberikan pendapatan kepada pemegang sahamnya semakin tinggi.
Earning per share menggambarkan jumlah laba yang diperoleh setiap lembar saham periode tertentu. Menurut Gitman (2012:82) pengertian per share yaitu laba perusahaan persaham pad umummnya menarik pera pemegang saham dan manajemen seperti yang disebutkan sebelumnya, erning per share merupakan jumlah dolar yang diperoleh selama perioede berjalan atas nama masing-masing saham terhutang
saham biasa yan beredar. Perusahaan yang menghasilkan earning yang tinggi tentu saja akan disukai oleh investor karena hal itu menunjukan besarnta bagian keuntungan yang akan diterima oleh pemegang saham.
Namun investor juga harus mengetahui apakah pemaksmuman laba per saham akan selalu memksimumkan kesejahteraan pemegang saham atau apakah terdaftar faktor-faktor yang harus dipertimbangkan.
Earning per share merupakan komponen penting yan harus diperhatikan dalam analisis perusahaan.
Informasi earning per share suatu perushaanmenunjukan besarnya laba perusahaan yang siap dibagikan untuk semuapemegang saham perusahaan.
Earning per shrae merupakan rasio yan menunjukan berapa besar keuntngan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per lembar saham (Tjiptono dan Hendry, 2001: 139).
Menurut Syafri (2008: 306) earning per share adalah rasio yang menunjukkan berapa besar kemampuan perlembar saham dalam menghasilkan laba. Sedangkan menurut Syamsuddin (2009: 66) earning per share merupakan rasio yang menggambarkan jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa. Oleh karena itu pada umumnya manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemegang saham sangat tertarik akan earning per share. Earning per share dapat dirumuskan sebagai berikut:
EPS = Laba Bersih / Jumlah Saham Beredar
Debt To Equity Ratio (DER)
Agnes (2001:11) mengemukkan debts ratio atau ratio utang memperlihatkan proposi antara kewajiban yang dimilki dan seluruh kekayaan yang dimilki. Berdasarkan uraian di atas dapat isimpulkan dbts ratio adalah perbandingan antara total utang terhadap total aktiva. Para kteditur perlu mengetahui bahwa kredit yangdiberikan itu mendapat jaminan yang cukup dari aktiva-aktiva yang dimilki perusahaan. Total debt merupakan total liabilitas (baik utang jangka pendek maupun jangka panjang) sedangkan total hareholder’s equity merupakan total modal sendiri yang dimilki dari total pinjaman (utang) terhadap total modal yang dimiliki perusahaan.
Semakin besar utang, semakin besar risiko yang ditanggung perusahaan, oleh sebab itu perusahaan yang tetap mengambil utang sangat tergantung pada biaya relatif. Biaya utang lebih kecil daripada dana ekuitas.
Utang perusahaan secara umum dapat meningkatkan profitabilitas, yang kemudian menaikkan harga saham, sehingga meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham dan membangun potensi pertumbuhan yang lebih besar.
Sebaliknya biaya utang lebih besar daripada dana ekuitas. Sejalan dengan uraian di atas, debt to equity ratio menunjukkan struktur permodalan suatu perusahaan yang merupakan perbandingan antara total utang dengan ekuitas yang digunakan sebagai sumber pendanaan perusahaan.
Pengertian debt to equity ratio menurut Gibson (2008: 260) yaitu
“Debt to equity ratio is another
computation thats determines the entity’s long-term debt-paying ability”.
Artinya, debt to equity ratio adalah komputasi lain yang menentukan kemampuan membayar utang jangka panjang suatu entitas. Kasmir (2014:
157) menyatakan bahwa:
Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini digunakan untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan.
Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang.
Berdasarkan beberapa definisi yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity. Berbagai pengertian sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, maka terdapat beberapa manfaat debt to equity ratio menurut Munawir (2001:
91-92) yaitu:
1) Untuk menganalisis kemampuan posisi perusahaan terhadap kewajiban yang bersifat tetap.
2) Untuk menganalisis kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban yang bersifat tetap.
3) Untuk menganalisis seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
Secara matematis debt to equity ratio dapat dirumuskan sebagai berikut (Robert Ang, 1997: 18) dalam (zaqiyah drajat 2016)
DER = Total Utang / Total Ekuitas
HIPOTESIS PENELITIAN
1) H1: ROA berpengaruh positif terhadap Return Saham pada perusahaan pertambangan batu bara yang terdafar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020.
Hipotesis tersebut di dukung oleh Rio Febrioni. Dalam artikel yang berjudul “Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Current Ratio (CR) “Volume 3, No 3, Tahun 2016 hasil penelitian menunjukan bahwa keuntungan perusahaan yang semakin meningkat memberikan tanda bahwa kekuatan operasional dan keuangan perusahaan semakin membaik, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap ekuitas.
2) H2: EPS berpengaruh positif terhadap Return Saham pada Perusahaan Pertambangan Batu Bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016- 2020.
Hipotesis tersebut di dukung oleh Azizah Maulina Erzad. Dalam artikel yang berjudul “The Effect Of Financial Ratios Toward Sharia Stock Return In Jakarta Islamic Index (JII)” Volume 5, No 1, Tahun 2017 hasil penelitian menunjukan bahwa Earning Per Share berpengaruh positif.
3) H3: DER berpengaruh negative terhadap Return Saham Pada Perusahaan Pertambangan Batu
Bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016- 2020.
Hipotesis tersebut di dukung oleh Abdurrohman. Dalam artikel yang berjudul” Pengaruh Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), dan Return On Equity (ROE) terhadap Return Saham
“Volume 4 , No 2, Tahun 2020 hasil penelitian menunjukan bahwa Debt to Equity Ratio memiliki pengaruh negative signifikan terhadap Return Saham.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai Debt to Equity Ratio maka akan menurunkan Return Saham, Hal ini disebabkan perusahaan memiliki total hutang yang tinggi dibanding total modal yang dimilki.
Gambar 2.1 Model Penelitian
Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independe yaitu Return On Assets (ROA), Earning Per Share (EPS), dan Debt To Equity Ratio (DER)
terhadap Return Saham pada perusahaan sub sektor Pertambangan.
Berdasarkan jenis datanya penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang datanya berbentuk angka.
Jumlah Populasi perusahaan pertambangan batubara berjumlah 24 perusahaan, namun tidak semua perusahaan ikut dijadikan penelitian.
Metode pengambilan sample yang dgunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Non Pronanility Sampling dengan Teknik purposive sampling, yang artinya pengambilan sampel disengaja dan disertai dengan kriteria perusahaan yang memenuhi syarat tertentu sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. Berikut daftar sample perusahaan pertambangan batubara periode 2016- 2020:
Tabel 1. Perusahaan Sub Sektor Pertambangan Batubara yang terdaftar
di BEI periode 2016-2020
No Kode Saham
Emiten IPO 1 ADRO Adaro Energy
Tbk
16/07/200 8 2 ARII Atlas
Resources Tbk
08/11/201 1 3 BSSR Baramulti
Suksessrana Tbk
08/11/201 2 4 BUMI Bumi
Resources Tbk
30/07/199 0 5 BYAN Bayan
Resource Tbk
12/08/200 8 6 DEWA Darma
Henwa Tbk
26/09/200 7 7 DOID Delta Dunia
Nama Makmur Tbk
15/06/200 1
Tabel 1. Lanjutan
Atas dasar uraian diatas maka penulis menetapkan jumlah emiten yang dijadikan sample sebanyak 19 emiten yaitu emiten dengan kode ADRO, ARII, BSSR, BUMI, BYAN, DEWA, DOID, DSSA, HRUM, INDY, ITMG, KKGI, MBAP, MYOH, PTBA, PTRO, SMMT, SMRU, TOBA dari total populasi 24 emiten.
HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Hasil Uji Random Effect
Berdasarkan Hasil uji T diatas, model yang terpilih dalam skripsi ini yaitu model Random Effect Model.
Berdasarkan output Eviews 11 maka data diatas dapat dijelaskan dengan interpretasi sebagai berikut:
1. Pengaruh Variabel ROA (X1) Terhadap Return Saham (Y) Koefisien regresi Return On Asset (X1) sebesar 2,3864 jika X1
berubah satu satuan maka Return Saham (Y) mengalami perubahan sebesar 2,3864 dengan anggapan variabel lain nilainya tetap.
2. Pengaruh Variabel EPS (X2) Terhadap Return Saham (Y) Koefisien regresi Earning Per share (X2) sebesar 0,0993 jika X2
berubah satu satuan maka Return Saham (Y) mengalami perubahan sebesar 0,0993 dengan anggapan variabel lain nilainya tetap.
3. Pengaruh Variabel DER (X3) Terhadap Return Saham (Y) Koefisien regresi Debt to Equity Ratio (X3) sebesar -0,4190 jika X3
berubah satu satuan maka Return Saham (Y) mengalami perubahan
No Kode Saham
Emiten IPO
8 DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk
10/12/
2009 9 HRUM Harum Energy
Tbk
06/10/
2010 10 INDY Indika Energy
Tbk
11/06/
2008 11 ITMG Indo
Tambangraya Megah Tbk
18/12/
2007
12 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk
01/07/
1991 13 MBAP Mitrabara
Adiperdana Tbk
10/07/
2014 14 MYOH Samindo
Resources Tbk
27/07/
2000 15 PTBA Bukit Asam Tbk 23/12/
2002 16 PTRO Petrosea Tbk 21/05/
1990 17 SMMT Golden Eagle
Energy Tbk
29/02/
2000 18 SMRU SMR Utama
Tbk
10/10/
2011 19 TOBA TBS Energi
Utama
06/07/
2012
Variable
Coefficie nt
Std.
Error t-Statistic Prob.
ROA 2.386431 0.2256
12 10.57761 0.0000 EPS 0.099377
0.0595
51 1.668766 0.1052 DER
- 0.419044
0.1527
10 -2.744052 0.0100 C 5.128569
6.2214
35 0.824339 0.4160
• k
a
r
e
n
a
f
-
s
t
a
t
i
s
t
i
k
d
i
a
t
a
s
sebesar -0,4190 dengan anggapan variabel lain nilainya tetap.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan pertambangan batubara tahun 2016-2020 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berpengaruh psotof terhadap Return saham hal ini dibuktikan dengan dengan tingkat akurasi yang dilihat dari nilai Adjusted R- squared mencapai 74,32%.
Dalam penelitian ini variabel (Y) adalah return saham memiliki mean sebesar 0.48 menunjukan nilai yang lebuh kecil dari nilai signifikasi yaitu 0,05.
2. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2016- 2020 dari hasil uji t (parsial) diperoleh nilai probabilitas variabel profitabilitas Return On Asset atau X1 dan kesimpulannya bahwa Return on Asset secara parsial berpengaruh positif terhadap return saham (Y).
Return On Asset menggambarkan seberapa baik perusahaan memanfaatkan aset yang dimilki untuk mendapatkan keuntungan dan memberikan return kepada investor. Oleh karena itu semakin tinggi Return On Asset maka akan semakin tinggi pula Return Saham.
3. Earning Per Share tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham perusahaan Pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 – 2020. Hasil ini dibuktikan dengan hasil Uji t diperoleh dari nilai probabilitas, Earning Per Share yang tinggi merupakan daya tarik bagi investor. Semakin tinggi Earning Per Share maka kemampuan perusahaan untuk memberikan pendapatan kepada pemegang sahamnya semakin tinggi.
4. Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap Return Saham perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2016-2020.
Hal tersebut dibuktikan dengan nilai koefisien dengan tingkat signifikasi yang di tentukan yaitu 0,5. Maka kesimpulannya adalah Debt to Equity Ratio memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return saham.
Para investor cenderung menghindari saham-saham yang memiliki Debt to Equity Ratio tinggi dikarenakan membawa dampak pada menurunnya harga saham di bursa efek indonesia, sehingga return saham pun menurun.
SARAN
Penelitian yang telah dilakukan memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi investor yang akan berinvestasi dalam bentuk saham di BEI, peneliti menyarankan agar memperhatikan ROA dan EPS
dalam laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan sebelum berinvestasi. Hal itu penting karena rasio-rasio tersebut terbukti berpengaruh terhadap Retrun Saham sesuai dengan hasil dari penelitian ini.
2. Bagi Emiten sebaiknya lebih meningkatkan kinerja keuangan agar dapat menghasilkan laba yang terus menaik setiap periode, sehingga menarik investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya diharpakan menambah variabel yang belum dimasukan dalam model penelitian ini sebagai variabel independen, karena masih terdapat rasio keuangan dan faktor lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap Return Saham selain rasio profitabilitas dan solvabilitas seperti rasio aktivitas, rasio pasar, pergerakan suku bunga, fluktuasi nilai tukar mata uang, dan kebijakan pemerintah.
DAFTAR PUSTAKA
Amini, Fitria Indah. (2016). Pengaruh CSR, ROA, dan DER Terhadap Return Saham Perusahaan yang Terdaftar Pada Indeks Bisnis 27 di BEI. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Bareksa.com. (2017). Sektor
Pertambangan & Agrikultur Pimpin Pertumbuhan Laba
Emiten Q1-2017.
http://www.bareksa.com/id/text/2017/
05/18/sektor - pertambangan - agrikultur - pimpin – pertumbuhan –
laba – emiten -q1 - 2017/15548/news.
Diakses pada 20 Juni 2021
Economywatch.com. (2010). Stock Market Return.
http://www.economywatch.com /stock-markets-in-
world/returns.html. Diakses pada 10 Juni 2020.
Gunadi, Gd Gilang dan I Ketut Wijaya Kesuma, (2015). Pengaruh ROA, DER, EPS terhadap Return Saham Perusahaan Food and Beverage BEI. Bali: Universitas Udayana Harahap, Sofyan Syafri. (2008).
Analisis Kritis atas laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hardiningsih, Pancawati (2002).
Pengaruh Faktor Fundamental Dan Resiko Ekonomi Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Di Bursa Efek Jakarta: Studi Kasus Basic Industry & Chemical.
Jurnal Strategi Bisnis, Vol. 8, Des.
Hartati. (2010). Pengaruh ROA, DER, EPS, PER terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia).
Universitas Sebelas Maret:
Surakarta.
Nor Dewi, Saryadi. (2016). Pengaruh Suku Bunga (BI Rate), EPS dan ROE Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Pradhono dan Christiawan, Yulius.
(2004). Earning Per Share Berpengaruh Siginifikan Terhadap Harga Saham. Jurnal
Ekonomi Akuntansi Fakultas Ekonomi, Volume 5.
Pwc.com. (2016). Tahun 2015 Sebagai Tahun Terburuk Bagi Sektor Pertambangan.
https://www.pwc.com/id/en/medi a-centre/pwc-in-
news/2016/indonesian/pwc--- tahun-2015-sebagai-tahun- terburuk-bagi-sektor-
pertambangan.html. Diakses pada 13 Juni 2021.
Ramadhani, Fendi Hudaya. (2016).
Pengaruh DER, ROE, dan NPM Terhadap Harga Saham
Perusahaan Sektor
Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Saini, Azman. (2013). Impact of Leverage and Managerial Skills on Shareholders’ Return.
Procedia Eonomics and Finance Journal. Volume 7 hal 103-115.
Sakti, Indra. “Analisis Regresi Data Panel Menggunakan Eviews.”
Esa Unggul University, 2018.
Sutrisno. (2009). Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonosia.
Syafri Harahap, Sofyan. (2008).
Analisa Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Syamsudin, Lukman. (2009).
Manajemen Keuangan
Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Tandelilin, Eduardus. (2010).
Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Edisi 1.
Kanisius IKAPI Yogyakarta.
Tjiptono Darmadji dan Hendy M.
Fakhruddin. (2006). Pasar Modal Di Indonesia.
Jakarta: Salemba Empat.
Tulsian, Monica. (2014). Profitability Analysis (A Comparative Study of Sail & Tata Steel). IOSR Journal of Economics and Finance. Volume 2, Issue 2, hal 19-22.
Waqas dan Mobeen U. (2014). Impact of Liquidity & Solvency on Profitability Chemical Sector of Pakistan. Economics Management Innovation (EMI). Volume 6, Issue 3, hal 3-13.
Weston, J. Fred and Brigham, Eugene F. (1993). Managemen Keuangan (Managerial Finance). Edisi 7 Jilid 1, Erlangga.
Weygandt, Jerry J., Kieso, Donald E., dan Kell, Wolter G. (1996).
Accounting Principle (Penerjemah: Ali Akbar Yulianto,Wasila, Rangga Handika). Jakarta: Salemba Empat.
Widoatmodjo. Sawidji. (2007). Cara Cepat Memulai Investasi Saham.
Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
www.idx.co.id diakses Senin 26 Juli 2021.
Yuliana, Risca dan Nicodemus (2011).
Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham BUMN Sektor Pertambangan Periode 2007-2010. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Volume 8, No. 2 hal 75-81.