PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NARASI SISWA KELAS IX UPTD SPF SMPN 1
WATANSOPPENG DAN UPTD SPF SMPN 3 WATANSOPPENG
THE INFLUENCE BY USING FACEBOOK SOCIAL MEDIA TO NARRATIVE WRITING SKILL AT CLASS IX UPTD SPF SMPN 1 WATANSOPPENG DAN UPTD SPF SMPN 3 WATANSOPPENG
TESIS
O l e h NURMALA DEWI
Nomor Induk Mahasiswa105.04.13.030.18
PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2021
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NARASI SISWA KELAS IX UPTD SPF SMPN 1
WATANSOPPENG DAN UPTD SPF SMPN 3 WATANSOPPENG
TESIS
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Magister Program Studi
Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Disusun dan Diajukan oleh
NURMALA DEWI
Nomor Induk Mahasiswa105.04.13.030.18
Kepada
PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2021
ABSTRAK
Nurmala Dewi,2021. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook terhadap Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 watansoppeng, dibimbing oleh Munirah dan Abdul Munir K.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial facebook terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 watansoppeng. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas IX di UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 watansoppeng dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 54 siswa. Dalam pembelajarannya, kelas eksperimen menggunakan media sosial facebook kemudian pada kelas kontrol tanpa menggunakan media sosial facebook. Teknik pengumpulan data melalui tes kemampuan menulis narasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan dua cara yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan uji hipotesis uji t- Independen Sample Test.
Berdasarkan hasil pengolahan data akhir (posttest) diperoleh nilai rata- rata dari masing-masing kelas eksperimen sebesar 87 dan 80 sedangkan kelas kontrol masing-masing sebesar 70 dan 67. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa dengan taraf signifikansi 95% dan derajat kebebasan (df) 25 ℎ > yaitu 5,478 > 2,059.pada UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan ℎ > yaitu 4,525 > 2,049. pada UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng berarti uji hipotesis uji t- keduanya adalah ditolak dan diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pembelajaran keterampilan menulis narasi pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan berbeda. Dengan demikian,terbukti bahwa penggunaan media sosial facebook berpengaruh pada pembelajaran keterampilan menulis narasi siswa kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng.
Kata kunci: Pengaruh, Media Sosial Facebook, Kemampuan Menulis Narasi
MOTO
Memulai dengan niat yang baik dan penuh keyakinan Menjalankan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan
Menyelesaikan dengan penuh kebahagiaan
PERSEMBAHAHAN
Dengan penuh rasa syukur kepada Allah Swt.Tesis ini saya persembahkan kepada kedua orang tuaku,
saudaraku dan sahabatku tercinta yang telah memberikan kasih sayangnya dengan tulus dan ikhlas serta selalu berdoa untuk keselamatanku, memberikan dukungan secara ikhlas agar meraih
masa depan yang cerah.
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah Swt. karena berkat rahmat dan karunia- Nya penulis dapat menyelesaikan tesis ini. Selawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw. yang mengantarkan manusia dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang saat ini.
Setiap orang dalam berkarya selalu mencari kesempurnaan, tetapi terkadang kesempurnaan itu terasa jauh dari kehidupan seseorang.
Demikian juga tulisan ini, kehendak hati ingin mencapai kesempurnaan, tetapi kapasitas penulis dalam keterbatasan. Disadari bahwa penulisan tesis ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dan dorongan berbagai pihak. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kepada kedua orang tua, ayahanda tercinta Nurdin Tallasa dan ibunda tersayang Nursia yang telah memberikan kasih sayang, semangat, pengorbanan, nasihat yang tiada hentinya, berdoa, mengasuh, membesarkan,mendidik, berjuang,dan membiayai penulis dalam proses pencarian ilmu hingga dapat menyelesaikan studi.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan tesis ini.
Namun, keberhasilan dalam menyelesaikan penulisan tesis ini tidak terlepas dari bantuan semua berbagai pihak yang senantiasa ikhlas memberikan bimbingan, dukungan, dan dorongan yang tak ada hentinya.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-setingginya kepada Prof H. Ambo Asse, M.Ag.,Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. H. Darwis Muhdina, M.Ag., Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Abd. Rahman Rahim, M.Hum., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar, serta seluruh dosen dan para staf pegawai dalam lingkungan program pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar.yang telah membekali penulis dengan serangkaian ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi penulis.Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Munirah, M.Pd. dan Dr. Abdul Munir K, M.Pd., sebagai pembimbing I dan pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta motivasi dalam penyusunan tesis ini.
Terima kasih pula saya ucapkan kepada keluargaku yang telah memberikan semangat, bantuan dan motivasi dalam penyusunan tesis selama ini. Terima kasih juga untuk sahabat-sahabat penulis dan kepada teman-teman kelas C Sabtu-Ahad 2018 yang telah bersedia membantu mulai dari masuk kuliah sampai sekarang.
Setelah melalui proses yang panjang dan penuh tantangan, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tesis iniyang tentunya masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Walaupun demikian, penulis berharap tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan telebih khusus ke
penulis. Dan semoga niat baik, suci, serta usaha yang sungguh-sungguh mendapat ridho dari sisi-Nya. Aamiin Ya Robbal Alaamiin.
Makassar, April 2021
Penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PENGESAHAN... ii
HALAMAN PENERIMAAN PENGUJI ... iii
ABSTRAK ... iv
MOTO ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI... x
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 12
C. Tujuan Penelitian ... 12
D. Manfaat Penelitian ... 13
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teoretis ... 15
1. Keterampilan Menulis Narasi ... 15
2. Media Pembelajaran ... 19
3. Media sosial Facebook ... 23
4. Pola Implementasi Pembelajaran Menggunakan Facebook sebagai Media... 30
5. Kelebihan Facebook sebagai Media Pembelajaran... 32
6. Kelemahan Facebook sebagai Media Pembelajaran... 34
B. Kajian Penelitian yang Relevan ... 35
C. Kerangka Pikir... 37
D. Hipotesis Penelitian ... 40
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain dan Metode Penelitian ... 41
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 43
C. Populasi dan sampel ... 44
D. Instrumen Penelitian ... 46
E. Teknik Pengumpulan Data ... 50
F. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian ... 51
G. Teknik Analisis Data... 53
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 57
1. Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas IX.4 UPTD SPFSMPN 1 Watansoppeng dan Kelas IX.3 UPTD SPF SMPN 3Watansoppeng Tanpa Menggunakan Media Sosial Facebook ... 57
2. Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas IX.3 UPTD SPFSMPN 1 Watansoppeng dan Kelas IX.2 UPTD SPF SMPN 3Watansoppeng dengan Menggunakan Media Sosial Facebook ... 108 3. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook terhadap
Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3
Watansoppeng ... 152 B. Pembahasan ... 160 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 165 B. Saran ... 166 DAFTAR PUSTAKA... 167 LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL
3.1 Desain Penelitian Solomon Four Group Desaign... 42
3.2 Populasi Penelitian ... 44
3.3 Sampel Penelitian ... 45
3.4 Kisi-kisi Penilaian Keterampilan Menulis narasi... 46
3.5 Rubrik penilaian keterampilan menulis karangan Menulis ... 47
3.6 Pengkategorian Tingkat Pemahaman Siswa ... 54
4.1 Tingkat Kemampuan Pembelajaran Menulis Narasi Nilai Pretest Kelas Kontrol I ... 81
4.2 Tingkat Kemampuan Pembelajaran Menulis Narasi Nilai Posttest Kelas Kontrol I ... 82
4.3 Tingkat Kemampuan Pembelajaran Menulis Narasi Nilai Pretest Kelas Kontrol II ... 106
4.4 Tingkat Kemampuan Pembelajaran Menulis Narasi Nilai Posttest Kelas Kontrol II ... 107
4.5 Tingkat Kemampuan Pembelajaran Menulis Narasi Nilai Pretest Kelas Kontrol I ... 129
4.6 Tingkat Kemampuan Pembelajaran Menulis Narasi Nilai Posttest Kelas Eksperimen I... 130
4.7 Tingkat Kemampuan Pembelajaran Menulis Narasi Nilai Pretest Kelas Eksperimen II ... 150
4.8 Tingkat Kemampuan Pembelajaran Menulis Narasi Nilai Posttest Kelas Eksperimen II... 151
4.9 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Pretest Kelas IX.4 pada UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng (Kontrol) ... 152 4.10 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Posttest Kelas IX.4 pada UPTD
SPF SMPN 1 Watansoppeng (Kontrol) ... 153 4.11 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Pretest Kelas IX.3 pada UPTD
SPF SMPN 3 Watansoppeng (Kontrol) ... 153 4.12 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Posttest Kelas IX.3 pada UPTD
SPF SMPN 3 Watansoppeng (Kontrol) ... 154 4.13 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Pretest Kelas IX.3 pada UPTD
SPF SMPN 1 Watansoppeng (Eksperimen) ... 154 4.14 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Pretest Kelas IX.3 pada UPTD
SPF SMPN 1 Watansoppeng (Eksperimen) ... 155 4.15 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Pretest Kelas IX.2 pada UPTD
SPF SMPN 3 Watansoppeng (Eksperimen) ... 155 4.16 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Pretest Kelas IX.2 pada UPTD
SPF SMPN 3 Watansoppeng (Eksperimen) ... 156 4.17 Uji Homogenitas Data PosttestKelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol pada UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng ... 156 4.18 Uji Homogenitas Data PosttestKelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol pada UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng ... 157 4.19 Hasil Uji Independent Samples Test Data Kemampuan
Menulis Narasi Siswa IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng ... 159
4.20 Hasil Uji Independent Samples Test Data Kemampuan
Menulis Narasi Siswa IX UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng ... 159
DAFTAR LAMPIRAN
I. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 171
II. Hasil Menulis Narasi Siswa ... 175
III. Daftar Nilai Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol... 214
IV. Daftar Hadir Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol... 222
V. Dokumentasi... 226
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat empat aspek keterampilan berbahasa yang harus dimiliki. Keempat aspek keterampilan berbahasa diantaranya keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya satu kesatuan.
Sesuai dengan realita yang terlihat dalam pernyataan yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan terampil berbahasa apabila yang bersangkutan terampil dalam menyimak, terampil dalam berbicara, dan terampil dalam menulis suatu bahasa.
Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat produktif dan dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran. Menulis dapat dikatakan sebagai keterampilan berbahasa yang paling rumit diantara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya, karena menulis bukanlah sekedar menyalin kata-kata ataupun kalimat melainkan mengembangkan dan menuangkan pikiran-pikiran dalam suatu struktur tulisan yang teratur.
Dilihat dari segi pragmatiknya, keterampilan menulis dibutuhkan dari berbagai jenjang mulai dari jenjang SD sampai dengan jenjang perguruan tinggi. Meskipun demikian, pembelajaran menulis sudah lama menjadi permaslahan dalam sistem pembelajaran bahasa Indonesia.
Salah satu keterampilan menulis yang diajarkan pada siswa kelas IX yakni menulis narasi. Pada tingkatan SMP/MTs pembelajaran menulis narasi kelas IX tertuang dalam silabus pada aspek keterampilan menulis dengan kompetensi dasar “Menulis teks cerita pendek bertolak dari peristiwa yang pernah dialami”. Dalam ajaran Islam juga menganjurkan setiap umatnya untuk menulis. Ajuran untuk menulis didijelaskan oleh Rasulullah dalam satu hadits bersabda:
إِذَ
ﺳَ ا ﻤِ
ﻌْ
ﺖ َ ﺷَ
ﯿْﺌً
ﺎ ﻓَﺎ ﻛْ
ﺘُﺒْ
وَﻟَ ﮫُ
ﻮْ
ﻓِ
ﻲ ﺤَ اﻟْ
ﺎﺋِ
ﻂِ
Terjemahnya:
“Apabila engkau mendengar sesuatu (dari ilmu) maka tulislah walaupun di atas tembok.” (HR. Abu Khaitsamah dalam Al-Ilmu no.146)
Keterampilan Menulis adalah aktivitas literasi yang bisa dilakukan hampir semua kalangan. Bahkan di era virtual sekarang, begitu mudahnya akses untuk menulis. Juga dikenal publik tentunya, bila karya-karyanya terpublikasi. Pun dengan ragam manfaat yang lain.Masih banyak manfaat menulis.
Keterampilan menulis narasi khusunya para siswa harus menjadi perhatian yang serius bagi guru bahasa Indonesia. Hal ini di dasari bahwa masih banyak siswa yang kurang dari KBM (Ketuntasan Belajar Minimum). Rendahnya kualitas pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah selama ini disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah
penggunaan media pembelajaran yang diterapkan oleh guru mata pelajaran.
Hal inilah yang mendasari sehingga muncul permasalahan dalam pembelajaran keterampilan menulis narasi. permasalahan tersebut yang ditemukan peneliti di dalam kelas. Secara teori, para siswa telah mengetahui tentang menulis narasi dengan baik. Siswa mampu memahami pengertian tentang narasi dan ciri-ciri narasi serta jenis-jenis narasi. Hanya saja, ketika ditugaskan untuk menulis narasi, siswa mengalami kesulitan dalam menemukan dan menuangkan ide atau gagasannya ke dalam bentuk tulisan narasi, serta siswa masih mengalami kesulitan untuk memulai menulis.
Siswa mengalami kebingungan ketika hendak menuangkan urutan gagasannya ke dalam tulisan. Jika pun selesai dalam tulisannya, masih banyak kesalahan tulisan dan teks ceritanya tidak runtut, sehingga konflik, klimaks, dan penyelesaian dalam teks cerita yang dibuatnya tidak terlihat dengan baik.
Masalah tersebut menunjukkan bahwa sistem pembelajaran menulis narasi perlu adanya perbaikan. Perbaikan memerlukan kreativitas guru bahasa untuk menggunakan berbagai metode atau teknik, serta yang dapat membelajarkan siswa secara efektif, kreatif, dan menyenangkan.
Walaupun tidak menutup kemungkinan, masih banyak guru tidak menggunakan metode dan teknik, serta media yang variatif, sehingga
kegiatan menulis narasi dirasa membosankan dan sulit dipahami oleh siswa.
Dari hasil observasi awal, permasalahan-permasalahan inilah yang peneliti dapatkan di UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide atau gagasannya dalam bentuk tulisan narasi, sehingga keterampilan menulis narasi siswa masih lemah dan pada umumnya siswa kesulitan dalam memulai suatu tulisan.Permasalahan tersebut harus segera di atasi dan dicari solusinya. Guru harus berusaha untuk mengembangkan kreativitas siswanya sehingga para siswa dapat menuangkan gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan dengan baik.
Guru bisa memulai dengan memanfaatkan media-media yang ada dengan cara membuat dan menyiapkan media yang tepat untuk mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Oleh karena itu, peneliti berusaha memberikan alternatif dalam menyelasaikan permasalahan tersebut. Peneliti mencoba menggunakan media yang saat ini sangat sering diminati dan disukai oleh siswa yaitu menggunakan media sosial facebook. Facebook pertama kali muncul pada tahun 2004 atas prakarsa dari salah seorang mahasiswa di Universitas Harvard yang bernama Mark Zuckerberg.
Teknologi internet berkembang sangat pesat pada saat ini terutama pada penggunaan media sosial khususnya media sosial facebook.
Facebook ini tidak harus memiliki komputer atau telepon yang canggih
karena untuk mengakses facebook dapat menggunakan komputer dan telepon yang biasa asalkan terhubungan dengan jaringan internet.
Facebook ini juga dapat digunakan oleh semua kalangan tetapi sebaiknya pengguna facebook minimal berusia 13 tahun karena facebook tidak hanya memberikan dampak positif tetapi dapat juga memberikan dampak negatif dari si pengguna dan itupun bergantung pada penggunanya.
Kehadiran media sosial facebook patut disyukuri karena melalui media sosial ini banyak siswa yang sudah mulai belajar menulis. Media sosial facebook ini dapat dijadikan media dalam menulis siswa. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Al-qur’an yaitu:
ﺑِﺎ ﻟْ
ﻘَ
ﻢِۙ ﻠَ ﻢَ ﻠﱠ ﻋَ يْ ﺬِ اﻟﱠ ﻚَ ﺑﱡ رَ ﻮَ ﻣُۙ ﺮَ ﻛْ ﻻَْ ا ﺮَ اِﻗْ
أْ
Terjemahnya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam.(Q.S. Al-
‘Alaq:4)
Ayat keempat dari Q.S. Al-‘Alaq terdapat kata (م ). Menurut Al-ﻘﻠاﻟ Asfahani berarti potongan dari suatu yang agak keras seperti kuku dan kayu, serta secara khusus digunakan untuk menulis (pena). Sedangkan menurut tafsir Al-Maraghi ayat tersebut menjelaskan bahwa Dia-lah Allah yang menjadikan kalam sebagai media yang digunakan manusia untuk memahami sesuatu, sebagaimana mereka memahaminya melalui ucapan.
Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah perintah membaca, yakni bacalah dari hafalanmu. Jika
tidak ada, maka dari tulisanmu. Maka AllahTabaraka wa Ta’ala menjelaskan bagaimana hendaknya kita mengobati penyakit ini, yaitu penyakit lupa. Cara mengobati penyakit lupa adalah dengan menulis.
Tulisan adalah salah satu bahan utama agar ibadah membaca bisa dilakukan. Maka, membuat tulisan sebagai bahan untuk membaca juga merupakan amal saleh.Sedemikian penting dan besarnya peran pena dan apa yang ditulis oleh manusia, Allah sampai bersumpah menggunakan nama pena dalam Al-Quran Surat Al-Qalam (68) aya 1
وَٱ ﻠَﻢِ ﻟۡﻘَ
وَ
ﻣَﺎ ﯾَ
ﺴۡ
ﻄ ُﺮُ
و نَ
نٓ
◌ۚ
Terjemahnya:
“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis.”
Facebook ini juga menjadikan siswa sebagai media untuk membagikan karya tulisnya. dalam ajaran islam dianjurkan setiap umatnya untuk menebar manfaat bagi kehidupan umat. Tertuang dalam hadits Rasulullah:
ﻟِﻠ
سِ ﻨﺎ ﻢْ ﮭُ ﻌُ ﻔَ أَﻧْ سِ ﻨﺎ اﻟ ﺮُ ﯿْ ﺧَ
Terjemahnya:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, ath – Thabrani, ad – Daruqutni)
Jika anda mempunyai hobi menulis asalkan itu dengan tujuan yang positif untuk menebar manfaat bagi kehidupan umat, tentu saja dianjurkan dalam Islam. Karena Allah memerintahkan kepada hamba–Nya untuk berilmu dan bisa bermanfaat bagi sesama. Ingat manusia diciptakan
olehAllah Swt sebagai makhluk sosial yang sudah menjadi kewajiban untuk membantu orang lain bahkan bisa bermanfaat.
Selain anda menulis untuk menyalurkan hobi, namun disisi lain anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang lumayan banyak jika anda memang mau menekuni dunia menulis tersebut. Peluang seperti ini bisa anda manfaatkan untuk mencari rejeki sekaligus membagikan manfaat.
Facebook menjadi kebiasaan yang tidak bisa dilepaskan. Banyak siswa yang aktivitasnya tidak pernah terlepas dari media sosial facebook.
Sebelun dan setelah dari sekolah, bahkan sebelum tidur ia pun masih update status. Keberadaan media sosial telah mengajari banyak siswa untuk menulis, sebagian siswa ada yang menulis dengan keinginannya, mengeluh atas apa yang terjadi, curhat atas perasaannya, ada pula yang belajar menyadur dengan mengambil kutipan Ayat Alquran, kata bijak, atau kutipan lagu, dan sebagainya. Banyak pula siswa yang memanfaatkan media sosial facebook sebagai sarana untuk menelusuri informasi dengan membaca artikel, link, atau tulisan-tulisan yang ada di facebook.Hal tersebut tertuang dalam firman Allah Swt
ﯾٰٓﺎَ
ﮭَﺎ ﯾﱡ ﺬِ اﻟﱠ ﻦَ ﯾْ
ﻣَﻨ اٰ
ُﻮْٓ
ا
َا اِذ ﻗِﯿْ
ﻞَ
ﻟَ
ﻢْ ﻜُ
ﺴﱠ ﺗَﻔَ
ﺤُ
ﻮْ
ﻓِ ا ﻰ ﻤَ اﻟْ
ﻠِ ﺠٰ
ﺲِ
ﻓَﺎ ﺴَ ﻓْ
ﺤُ
ﻮْ
ﯾَﻔْ ا ﺢِ ﺴَ
ﱣُ ﻟَ
ﻢْۚ ﻜُ
وَاِ
ﻗِﯿْ ذَا ﻞَ
اﻧْ
ﺸُ
وْ ﺰُ
ا
ﻓَﺎ ﻧْ
ﺸُ
وْ ﺰُ
ﯾَ ا ﺮْ
ﻊِ ﻓَ
ﱣُ اﻟﱠ ﺬِ
ﻦَ ﯾْ
ﻣَﻨ اٰ
ﻮْ ُ ﻣِ ا ﻨْ
ﻢْۙ ﻜُ
وَ ا ﻟﱠﺬِ
ﻦَ ﯾْ
وْ اُ
ﺗُ
ﻮ ا ﻌِ اﻟْ
ﻠْﻢَ
رَ دَ
ﺟٰ
ﺖ ٍ ۗ وَ
ﱣُ ﺑِ
ﻤَﺎ ﻌْ ﺗَ
ﻤَﻠُ
ﻮْ
نَ
ﺒِ ﺧَ
ﻲ
Terjemahan:
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
“Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:
“Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah : 11)
Pada ayat tersebut menjelaskan bahwa jika anda menggunakan media sosial untuk mencari informasi yang bermanfaat, pastinya akan sangat membantu anda untuk menambah wawasan, seperti halnya untuk mendalami ilmu agama yang anda punya. Tidak perlu buku bertumpuk – tumpuk anda sudah bisa mendapatkan semua informasi yang anda inginkan.
Pengaruh teknologi informasi tidak hanya sebatas pada kecepatan dan kemudahan, tetapi sudah mempengaruhi pola pikir dan pola kehidupan manusia, termasuk juga dalam pola berbahasa. Hadirnya teknologi informasi mengubah pola berbahasa manusia. Demikian juga, hadirnya media sosial facebook memunculkan pola bahasa yang unik.
Dalam berkomunikasi melalui media sosial facebook sering ditemukan kata-kata baru yang tidak terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Demikian juga, dalam tataran sintaksis dan semantiknya.
Facebook memiliki berbagai fitur di dalamnya. Seperti halnya melakukan siaran langsung, mencari topik dengan tagar, mengunggah foto dan album sekalipun, meninggalkan komentar, dan lain-lain. Dengan keragaman fitur yang disediakan, membuat facebook menjadi sangat akrab di kalangan pengguna internet yang di antaranya ialah siswa atau pelajar. Facebook dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi di antara siswa, baik untuk berdiskusi, memberikan pengumuman, berbagai informasi dan sebagainya. Penyebaran informasi melalui facebook dinilai
sangat efektif karena sebagian besar siswa memiliki akun facebook dan selalu online atau terhubung antara satu dengan yang lain.
Penggunaan media facebook ini dapat mengunggah materi pelajaran melalui fitur note yang disediakan dan dapat memanfaatkan fitur tag untuk menandai teman yang ditujunya. Apabila ada hal yang akan ditanyakan, pengguna akun facebook dapat langsung bertanya atau berkomentar pada kotak dialog (kolom komentar) yang telah disediakan.
Kegiatan menulis di media sosial facebook, merupakan media yang paling diminati oleh siswa untuk mengungkapkan isi hatinya, menyampaikan ide- ide yang ada di dalam pikirannya.
Melalui facebook, siswa terstimulus dan terinspirasi untuk menulis sesuatu hal yang dilihatnya dan yang pernah dialaminya, bahkan yang sedang dirasakan saat itu. Selain itu, fasilitas notes atau catatan dalam facebook, sering digunakan untuk membuat sebuah teks cerita panjang seperti diari, puisi, teks cerita pendek, curahan hati, dan bisa mengunggah foto atau video yang disertai dengan kalimat yang indah. Oleh sebab itu, kegiatan menulis di media sosial facebook memiliki potensi dapat mempengaruhi keterampilan menulis narasi.
Beberapa peneliti telah menggunakan media sosial facebook sebagai media pembelajaran diantaranya, Aay Rizki Amelia, 2018. Judul "
Penggunaan Bahasa Gaul di Media Sosial Facebook dan Kaitannya dengan Karangan Narasi Siswa Kelas XII SMA YAPINK Tambun Selatan Bekasi."Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: sebanyak 12 atau 57,14
% siswa kelas XII mampu menulis karangan narasi pada pelajaran bahasa Indonesia dan tidak terpengaruh oleh penggunaan bahasa gaul.
Sebanyak 4 atau 19,04 % siswa kelas XII masih menggunakan bahasa gaul, baik dalam menulis karangan narasi maupun di media sosial Facebook. Sebanyak 2 atau 9,25% siswa kelas XII yang menggunakan bahasa gaul di Facebook, ternyata tidak terpengaruh saat menulis karangan narasi. Sebanyak 3 atau 14,28% siswa kelas XII yang menggunakan bahasa gaul ketika menulis narasi, ternyata bahasa tersebut tidak digunakan ketika menulis status di Facebook.
Tasriadi. 2018.. Judul tesis " Dampak media sosial terhadap penggunaan bahasa indonesia baku siswa kelas IX SMP Negeri 4 Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
wujud penggunaan bahasa dalam jejaring social facebook dan karangan narasi dari hasil analisis karangan narasi siswa kelas IX SMP Negeri 4 Marioriwawo dari 17 siswa yang menulis narasi hanya terdapat satu orang yang menggunakan bahasa gaul dalam karangan narasi, terdapat 16 orang menggunakan bahasa baik dan benar hal ini berpengaruh oleh penggunaan bahasa gaul di media Facebook hanya 6% dan tidak terpengaruh oleh penggunaan bahasa gaul adalah 94% kategori tersebut masih aman dalam penggunaan bahasa Indonesia baku dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah SMP Negeri 4 Marioriwawo.
Eni Sugiarti, 2018. Judul " Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi melalui Media Jejaring Sosial Facebook" menyimpulkan bahwa:
Peningkatan proses pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan media jejaring sosial facebook kelas IX MTs Negeri 14 Jakarta mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik, yaitu perhatian terhadap pembelajaran, semangat belajar, keaktifan berdiskusi, keaktifan mengerjakan tugas, dan keaktifan menyunting tulisan Peningkatan proses pembelajaran terjadi secara bertahap peningkatan secara bertahap dari mulai data hasil praintervensi ke data hasil intervensi siklus I sampai dengan data hasil intervensi siklus II.
Beberapa penelitian tersebut terdapat persamaan dan perbedaan, persamaannya tampak pada penggunaan media sosial facebook dalam penulisan keterampilan narasi banyak ditemukan dalam tesis, Jurnal dan kumpulan karya tulis ilmiah lain. Perbedaannya belum diketahui ada peneliti yang meneliti penggunaan facebook sebagai media pembelajaran dalam keterampilan menulis narasi, khususnya pada isi gagasan, organisasi isi, tata bahasa, pilihan struktur, dan kosa kata, beserta ejaan.
Hal inilah yang mendasari peneliti melakukan penelitian terkait pengaruh penggunaan media sosial facebookterhadap kemampuan menulis narasi siswa. Penelitian tentang penggunaan media pembelajaran dengan memanfaatkan media sosial facebook jarang dilakukan. Padahal, saat ini sebagian besar siswa terutama siswa SMP sangat akrab dengan layanan facebook ini. Oleh sebab itu, pada penelitian ini, peneliti berupaya untuk menyalurkan potensi siswa dalam hal berteknologi dengan kemampuan menulisnya. Dalam hal ini, peneliti akan memanfaatkan
media media sosial facebook dalam pembelajaran menulis narasi siswa kelas IX. Dengan melihat permasalahan di atas peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang pengaruh penggunaan media sosial facebook terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana kemampuan menulis narasi siswa kelas IX.4 UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan kelas IX.3 UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng tanpa menggunakan media sosial facebook?
2. Bagaimana kemampuan menulis narasi siswa kelas IX.3 UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan kelas IX.2 UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng dengan menggunakan media sosial facebook?
3. Bagaimana pengaruh penggunaan media sosial facebook terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kemampuan menulis narasi siswa kelas IX.4 UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan kelas IX.3 UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng tanpa menggunakan media sosial facebook.
2. Untuk mengetahui kemampuan menulis narasi siswa kelas IX.3 UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan kelas IX.2 UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng dengan menggunakan media sosial facebook.
3. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial facebook terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng.
D. Manfaat Penelitian
Setelah dilakukan penelitian diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis.
1. Manfaat Teoretis
Secara teoretis penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan dan memperkaya ilmu guruan mengenai pemilihan media sosial facebook dijadikan sebagai media pembelajaran serta mampu memberikan kontribusi untuk perkembangan ilmu keterampilan bahasa Indonesia khusunya keterampilan menulis.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya, sekolah, guru, siswa, dan peneliti.
a. Sekolah, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan para pengendali kebijakan di UPTD SPF SMP Negeri 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMP Negeri 3 Watansoppeng untuk mengefektifkan pembelajaran keterampilan menulis khusunya menulis narasi.
b. Guru, hasil dari penelitian ini agar dapat digunakan untuk menggunakan media sosial facebook dalam mengajarkan materi tentang keterampilan menulis narasidan sebagai bahan referensi dalam mengajar.
c. Siswa, hasil dari penelitian ini diharapkan agar siswa mampu mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain melalui bahasa tulis dengan penelitian baik dan benar.
d. Peneliti, penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan karier di dunia guruan, serta bagaimana menyikapi media sosial facebook yang rentang terhadap penyebaran informasi yang negatif.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teoretis
1. Keterampilan Menulis Narasi
a. Pengertian Keterampilan Menulis Narasi
Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu:
keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills), dan keterampilan menulis (writing skills). Dalam memeroleh keterampilan berbahasa, mula-mula biasanya memulai suatu hubungan urutan yang teratur, pada masa kecil belajar menyimak bahasa, kemudian berbicara, dan selajutnya belajar membaca dan menulis. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan catur tuggal.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keterampilan berasal dari kata terampil yang artinya cakap dalam menyelesaikan tugas, sedangkan keterampilan berbahasa merupakan kecakapan seseorang untuk memakai bahasa dalam menulis, membaca, menyimak atau berbicara.
Keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan pikiran, perasaan, pengalaman, dan hal lain melalui tulisan. Kegiatan menulis yang paling sederhana adalah menulis lambang-lambang bunyi berupa huruf yang kemudian berwujud menjadi kata dan kalimat.
Kegiatan menulis tidak hanya diharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan serasi, tetapi juga harus menentukan siapa pembaca karyanya itu dan apa maksud dan tujuannya. Bahasa dalam ragam tulis perwujudannya diupayakan selengkap mungkin. Jika bahasa dituliskan, bahasa itu memerlukan semacam perlengkapan tertentu, seperti perlu adanya ejaan dengan segala aspeknya. Selain itu, bahasa yang dituliskan harus memerlukan tanda-tanda tertentu dan memerlukan wujud kata yang harus tepat terhubung dengan kata lain dalam sebuah kalimat.
Keterampilan menulis narasi merupakan penyampaian informasi tentang teori-teori dan praktik penulisan karangan dengan tujuan siswa akan memiliki kemampuan menulis yang baik. Menulis narasi memiliki fungsi untuk meningkatkan keterampilan menulis sebagai salah satu cara dalam meningkatkan mutu karya sastra Indonesia.
Menurut Tarmini (2018), Keterampilan menulis narasi merupakan kemampuan menyusun pikiran, baik perasaan maupun kemauan yang diungkapkan dalam bentuk tulisan serta mengorganisasikannya secara sistematis sehingga menjadi sebuah bentuk tulisan yang mudah dipahami.
Tulisan ini berisi teks cerita yang mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian secara berurutan, baik urutan waktu, tempat, maupun peristiwa yang dialami para tokohnya. Para pembaca dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami para tokohnya.
Kemampuan menemukan masalah merupakan langkah utama yang harus dilakukan dalam menulis. Oleh sebab itu, perlu dilatih sedini mungkin kemampuan siswa dalam menemukan masalah. Setelah siswa mampu menemukan masalah, perlu dilatih kepekaan mereka terhadap masalah yang ditemukan. Hal itu bisa dalam bentuk susunan kalimat- kalimat yang berhubungan dengan masalah yang ditemukan. Susunan kalimat-kalimat tersebut dapat dijadikan perencanaan menulis dalam bentuk kerangka karangan. Kerangka tersebut dikembangkan menjadi naskah karangan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Keterampilan menulis narasi adalah bentuk karangan yang berisi rangkaian peristiwa atau pengalaman secara kronologis atau teks ceritanya ditulis berdasarkan urutan waktu (secara runtut) dan pembaca dibuat seakan-akan melihat kejadian tersebut. Aspek penilaian dalam karangan narasi ini adalah bentuk karangan, tata bahasa, gaya, ejaan dan tanda baca.
Berdasarkan tujuannya, Keraf (2007: 135) membedakan narasi menjadi dua, yaitu narasi ekspositoris dan narasi sugestif. Narasi ekspositoris merupakan narasi yang sasarannya adalah ketepatan informasi mengenai suatu peristiwa yang dideskripsikan. Jadi, tujuan narasi ekspositoris yaitu memperluas pengetahuan seseorang. Selain narasi ekspositoris, terdapat narasi sugestif, yaitu narasi yang inginmenciptakan kesan pembaca atu pendengar mengenai objek narasi.
Hal itu berarti, narasi sugestif berusaha untuk memberi suatu maksud tertentu dan menyampaikan suatu amanat terselubung kepada pembaca atau pendengar.
Tujuan dari ketrampilan menulis narasi adalah mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa yang disampaikan. Dengan demikian, unsur yang paling penting dalam sebua narasi adalah unsur perbuatan atau perlakuan yang dilakukan oleh tokoh dalam suatu rangkaian waktu.
Narasi diperlukan untuk membuat pembaca merasakan kepenuhan makna suatu peristiwa dan memahami peristiwa itu sebagai suatu kesatuan.
Narasi yang disusun dengan efektif akan menyebabkan pembacanya secara langsung menyadari peristiwa yang disampaikan.
Perincian yang tepat, cermat, dan tajam merupakan jiwa kehidupan dari narasi. Sementara itu, Alwasilah (2005: 119) menyebutkan bahwa tulisan narasi dapat dianalisis dari berbagai komponen yang mendukungnya. Komponen umum yang dapat diidentifikasikan dari sebuah tulisan narasi adalah pendahuluan, konteks, waktu kejadian, tempat kejadian, konflik, kejadian atau peristiwa, dan solusi.
Penilaian keterampilan menulis narasi harus dipahami oleh seluruh guru. Menurut Tarmini (2018) “kriteria penilaian karangan narasi sekurang- kurangnya ada 5 aspek, (1)Isi karangan, (2)bentuk karangan, (3)tata bahasa, (4) gaya, (5) ejaan dan tanda baca.” Aspek isi karangan meliputi hal-hal yang dikarang atau gagasan yang dikemukakan. Bentuk karangan
meliputi susunan atau cara menyajikan isi karangan. Tata bahasa meliputi penggunaan bentuk-bentuk tata bahasa dan pola-pola kalimat. Gaya meliputi pilihan struktur dan kosa kata untuk memberi nada atau warna tertentu terhadap karangan. Ejaan dan tanda baca meliputi tata cara penulisan kata-kata dan pemakaian tanda baca.
Berdasarkan kriteria penilaian karangan narasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa unsur utama yang dinilai dalam karangan narasi adalah kualitas isi karangan yang selanjutnya diikuti dengan bentuk karangan, tata bahasa, gaya, ejaan dan tanda baca.
2. Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius 'tengah, perantara' (Azhar, 2002: 3). Secara harfiah, kata media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Selanjutnya, istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima (Azhar, 2002: 4). Batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebarkan ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan, atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju (Subana dan Sunarti, 2009: 287).
Media pembelajaran adalah bentuk-bentuk komunikasi, baik media cetak maupun audio visual serta segala peralatannya (Sardiman, dkk., 2007: 19). Media guruan adalah jenis komponen dalam lingkungan murid yang dapat merangsanguntuk belajar (Gagne dalam Sardinian, dkk.,
2007: 19). Bigss (Sardinian, dkk., 2007: 19) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang murid untuk belajar.
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat, dan kegiatan murid sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar proses belajar mengajar.
a. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Karakteristik alat peraga yang sering dipergunakan dalam proses belajar mengajar menurut Sardiman, dkk., (2007: 24-25), sebagai berikut:
1) Papan Tulis dan Papan Planel
Papan tulis dan papan planel merupakan peralatan tradisional yang sangat diperlukan keberadaannya di kelas. Alat itu cocok dipergunakan untuk semua tingkatan guruan.
2) Media Grafis
Media grafis tergolong media visual (pandang) yang menyalurkan pesan dari sumber ke penerima dengan mengandalkan indera penglihatan, seperti alat peraga audiovisual, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster dan peta.
3) Media Audio-Visual (Pandang-Dengar)
Media audio berkaitan dengan pendengaran dan penglihatan.
Pesannya dituangkan dalam bentuk auditif. Media ini memiliki perangkat lunak (software)dan perangkat keras (hardware). Yang termasuk dalam alat peraga ini antara lain: radio, alat perekam pita magnetik dan CD, dan laboratorium bahasa.
4) Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam (still ployectid medium) adalah alat untuk menyalurkan pesan dengan cara diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran. Berbagai jenis media proyeksi diam, antara lain: film bingkai (slide), film rangkai (strip), overhead proyektor, proyektor opaque, tachiioscope, micropojection, dan microfilm.
b. Fungsi dan Manfaat Media Belajar
Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan media pengajaran sebagai alat bantu untuk mengajar (Sudjana, 2005:1). Dalam hal ini, media pengajaran (media belajar) sebagai alat bantu mengajar menjadi bagian tak terpisahkan dari komponen metodologi. Fungsi media belajar dalam proses pembelajaran dapat ditempatkan sebagai berikut:
1) Sebagai alat untuk memperjelas bahan ajar pada saat tutor menyampaikan pelajaran. Dalam hal ini media digunakan tutor sebagai variasi penjelasan verbal mengenai bahan ajar.
2) Sebagai alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh warga belajar dalam proses belajar mereka. Paling tidak tutor dapat menempatkan media sebagai sumber pertanyaan atau stimulasi belajar warga belajar.
3) Sebagai sumber belajar warga belajar, artinya media tersebut berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari warga belajar baik secara individu maupun kelompok.
4) Dengan cara demikian media akan banyak membantu tutor dalam kegiatan mengajar. Menempatkan media dengan peran-peran tersebut, bukan berarti media dapat menggantikan peran tutor.
Artinya media tanpa kehadiran tutor adalah suatu hal yang mustahil untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagaimanapun peran tutor tetap diperlukanmeskipun media yang digunakan telah mencakup keseluruhan materi bahan ajar. Perlu diingat pula bahwa tutor berkewajiban memberikan bantuan pada warga belajar mengenai apa yang harus mereka pelajari, bagaimana mempelajarinya serta hasil apa yang diharapkan dari penggunaan media belajar tersebut.
Menurut Hilda Karti (2003), media yang dipilih secara tepat akan membantu siswauntuk memahami konsep dan informasi yang diterima atau yang dimiliki siswasebelumnya. Semakin banyak media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar akan semakin besar daya serap siswaterhadap materi yang diajarkan.
Menurut hasil penelitian The Relationship Between Audio- Visual Perception and Memory" terbukti bahwa: Penjelasan lisan atau ceramah saja, setelah lewat 3 jam masih diingat 70 %, setelah lewat 3 hari masih diingat 10 %, sedangkan penjelasan secara lisan dengan menggunakan sarana belajar yang lengkap setelah lewat 3 jam masih diingat 85 % dan setelah lewat 3 hari masih diingat 65 %.
Berdasarkan alasan-alasan itulah maka penggunaan media belajar lebih dititikberatkan kepada upaya:
1) Meningkatkan dan mendorong partisipasi dan keaktifan siswauntuk belajar. Media belajar yang sederhana dan mudah dipergunakan oleh siswa(tidak rumit) akan memudahkan siswauntuk terlibat dalam proses belajar.
2) Menimbulkan daya tarik siswauntuk belajar. Media belajar yang menarik dengan menggunakan gambar-gambar, dan bervariasi akan menimbulkan minat siswauntuk memahami materi lebih mendalam.
3) Meningkatkan pemahaman siswa. Media belajar dapat membantu memperjelas materi, khususnya materi abstrak yang sulit dijelaskan dengan kata-kata akan menjadi lebih mudah dipahami dengan bantuan media (media membantu mengkonkritkan gambaran yang abstrak).
3. Media sosial Facebook
Menurut Sulianta “Layanan jaringan sosial dapat didefinisikan sebagai layanan berbasis web yang memungkinkan individu untuk
membangun profil publik atau seni-publik dalam sisitem yang dibatasi yang dibuat oleh orang lain dalam sistem. Sifat dan pemberian nama koneksi ini dapat bervariasi dari situs kesitus “Facebook merupakan sebuah website yang bertemakan social networking (pencari teman di dunia maya). Pengguna facebook dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya.
Selain itu, pengguna dapat langsung dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tersebut, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya.
a. Sejarah Facebook
Facebook adalah sebuah layanan media Sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004, dimiliki dan dioperasikan oleh facebook, Inc.
Pada September 2012, facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif, lebih dari separuhnya menggunakan telepon genggam. Pengguna harus mendaftar sebelum dapat menggunakan situs ini. Setelah itu, pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lainsebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan Grup pengguna dengan ketertarikan yang sama, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau ciri khas lainnya, dan mengelompokkan teman-teman mereka ke dalam daftar seperti "Rekan Kerja" atau Teman Dekat.
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamamya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard, EduardoSaverin, Andre McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvardsaja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka din kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun. Meski begitu, menurut survei Consumer Reports bulan Mei 2011,ada 7,5 juta anak di bawah usia 13 tahun yang memiliki akun Facebook dan 5 juta lainnya di bawah 10 tahun, sehingga melanggar persyaratanlayanan situs ini.
Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh beberapa pihak administrasi universitas di Amerika Serikat dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini (Wikipedia,2012).
Menurut Ewolf Community (2012:70) facebook merupakan situs media sosial (sosial networking) atau disebut juga layanan ringan sosial online, yang memungkinkan Penggunaannya saling berinteraksi dan berbagi di seluruh dunia. Oleh pembuatnya Mark Zuckerberg, facebook disebut sebagai kegunaan sosial yang menghubungkan masyarakat
menggunakan facebook untuk menjalin pertemanan, memajang foto, berbagi video, mencari relasi dan dapat juga digunakan untuk mencari jodoh. Dengan facebook, seseorang dapat memajang profilnya secara online dan dapat berhubungan antar pengguna lain yang memiliki hobi, latar belakang, pekerjaan, organisasi atau guruan yang sama.
Ewolf Community (2012:70) juga menambahkan, dibandingkan dengan situs myspace dan friendster, facebook memiliki kelebihan antara lain: (1) interaksi dengan jaringan teman-teman menggunakan email secara internal, berbagi pesan atau informasi secara private, dan dapat melakukan diskusi secara terbuka, (2) membuat dan menampilkan status yang mudah diperbarui, (3) obrolan (chat) secara langsung, (4) memudahkan dalam memasukkan berbagai video, juga dapat membuat album foto, (5) dapat dengan mudah menambahkan konten, juga dapat mengambil beberapa konten yang terdapat pada profit pengguna lain;
serta (6) memiliki dukungan aplikasi yang luas, baik aplikasi permainan, hiburan maupun bisnis.
b. Manfaat Penggunaan Facebook
Facebook memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai alat refreshing otak yang penat. Facebook memilikii keunggulan dibandingkan dengan jejaring sosial lainnya. Penggunaan facebook lebih mudah dan lebih efisien. Mudah dipahami oleh orang yang baru menggunakan aplikasi ini. Facebook juga memiliki fasilitas chatting atau berbicara
dengan teman facebook. Sehingga facebook dapat membuat orang lebih memiliki informasi.
Facebook telah membentuk beberapa grup didalamnya. Grup tersebutsangat bervariasi, ada grup yang hanya mengumpulkan teman- teman sekolahnya, sebagai bentuk reuni lewat dunia maya. Tetapi dengan grup-grup ini dapat membantu mendapatkan informasi tentang teman anda yang sudah lama tidak bertemu. Ada juga grup yang dibuat untuk penggalangan dana, kemanusiaan, dan berbagai hal politik pemerintahan yang dibuat untuk mendapat massa. Dengan penggunaan grup yang mengatas namakan kemanusiaan dan penggalangan dana ini juga dapat berhasil mendapatkan para donatur untuk para korban musibah yang sedang terjadi. Seperti contohnya kemarin bencana di Jepang, ada beberapa grup yang menggalang dana melalui facebook, mereka juga mengadakan acara yang diselenggarakan guna mendukung acara kemanusiaan tersebut.
Facebook juga dapat memberikan berita terbaru yang mungkin belum ketahui. Dengan status-status yang dibuat oleh teman facebook , dijamin tidak akan ketinggalan informasi mengenai apa yang baru hangat- hangatnya dibicarakan dewasa ini. Di perusahaan-perusahaan, facebook juga memiliki manfaat, antara lain terjalinnya hubungan yang akrab antara karyawan dan atasan sehingga memunculkan hubungan kerja yang positif. Sedangkan bagi mereka yang berhubungan dengan marketing,
facebook akan menambah relasi bisnis, dan sarana promosi untuk perusahaan tersebut.
Banyak sekali sekarang perdagangan yang dilakukan secara online. Mulai dari baju, sepatu, handphone, alat-alat elektronik, tas dan lain sebagainya. Penjualan secara online ini sangat menguntungkan bagi mereka yang ingin berwirausaha melalui facebook. Dan bagi pembeli juga mempermudah transaksi mereka.
c. Kekurangan Penggunaan Facebook
Suatu jejaring sosial pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kekurangan facebook itu sendiri adalah membuat malas dengan tugas- tugas yang seharusnya dikerjakan, karena facebook memiliki aplikasi- aplikasi yang sangat menarik. Mengomentari teman facebook dan membuat status menjadikan malas untuk mengerjakan tugas-tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawab .
Facebook juga dapat menyebabkan kurangnya sosialisasi dengan masyarakat ser, karena dengan bermain di dunia maya dapat menyebabkan sosialisasi menurun. Hal ini yang membuat orang-orang di era globalisasi sekarang ini lebih bersifat individual. Pemikiran mereka juga terkadang terlalu kritis tanpa melihat bagaimana keadaan sosial orang lain. Dengan demikian, akan menimbulkan kesenjangan sosial di masyarakat itu sendiri.
Media sosial facebook dengan sengaja maupun tidak sengaja menampilkan situs porno yang kurang baik untuk penggunya baik dari
kalangan anak-anak sampai kalangan remaja. Namun, pengguna facebook paling banyak adalah remaja, jadi secara tidak langsung tampilan iklan-iklan yang ada di facebook yang bersifat “porno” tidak dapat dihindari lagi. Anak-anak dan remaja memiliki sifat ingin tahu yang cukup tinggi, mereka ingin tahu justru apa yang dilarang.
d. Konsep Pembelajaran Menggunakan Media Facebook 1) Fitur-fitur dalam Facebook
Media sosial facebook dirancang agar bisa digunakan untuk mencari teman, menemukan teman lama dan berkomunikasi secara intensif melalui jaringan internet. Untuk bisa menggunakannya harus memiliki akun dengan mendaftar melalui situs www.facebook.com selanjutnya bisa menggunakan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Fitur- fitur dalam facebook antara lain:
Status adalah berupa text area yang dapat digunakan oieh pengguna untuk menuliskan sesuatu dan bisa diatur siapa saja yang dapat melihat tulisan tergantung dari settingnya. Secara umum pengaturan status yaitu, publik, teman, hanya saya dan pengaturankhusus. Pengaturan public berarti dapat dilihat oleh semua orang yang memiliki akun facebook, pengaturan teman hanya dapat dilihat oleh orang yang hanya menjadi teman di facebook, pengaturan hanya saya, tidak dapat dilahat oleh siapapun kecuali sendiri, sedangkan pengaturan khusus dapat pilih orang tertentu yang menjadi teman dapat melihat atau tidak dari status .
Dinding (wall). Adalah berupa halaman web di akun facebook yang berisi status dari orang yang menjadi teman atau teman dari teman yang pengaturan statusnya public. dapat memberikan komen semua status yang masuk di dinding .
Lampiran (attachment). Fasilitas ini ada pada status, dinding pada facebook grupdan pada pesan, yang dapat lampirkan gambar, video, link halaman web, dan pada facebook grupdan pesan dapat dilampirkan file apapun sampai ukuran maksimum 25 MB.
Facebook Grup. Untuk bisa membuat facebook grup harus mempunyai akun facebook dan otomatis sipembuat akan menjadi administrator yang mempunyai kewenangan dalam semua pengaturan. Administrator juga mempunyai kewenangan untuk siapa saja yang dapat menjadi anggota grup. Pada dinding facebook grupanggota maupun administrator dapat mengirimkan tulisan, komentar, gambar, video, link halaman web, semua format file, pada fitur mengajukan pertanyaan dapat juga dibuat angket.
4. Pola Implementasi Pembelajaran Menggunakan Facebook sebagai Media
Media sosial Facebook dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran terutama dalam menulis narasi. Nugroho (2014:75) berpendapat bahwa “Jejaring sosial mengajari banyak orang untuk menulis” Kehadiran media sosial Facebook mengajarkan banyak orang untuk berlatih menulis, karena setiap aktivitasnya tidak pernah lepas dari
media sosial, bangun tidur memperbarui status atau mengomentari status bahkan sampai menjelang tidur pun masih menuliskan status.
Menurut Nugroho dan Suwindri (2009:75) menu yang terdapat pada jejaring facebook “Beranda, profil, teman, pesan masuk, obrolan. ” Menu utama berupa “beranda” yang memungkinkan pengguna mengungkapkan semua perasaan da pikirannya dan kemudian ditanggapi oleh pengguna lain yang sudah terikat pertemanan.
Implementasi Pembelajaran Menggunakan Facebook sebagai Media pembelajaran keterampilan menulis narasi, sebagai berikut:
a. Pengajar membuat akun facebook dan grup facebook, masing-masing siswa harus sudah mempunyai akun facebook.
b. Pengajar dalam hal ini harus bertindak sebagai administrator dan memasukkan siswa ke dalam grupyang akan digunakan sebagai media pembelajaran.
c. Pengajar dapat menyediakan materi pembelajaran melalui fasilitas- fasilitas yang sudah disediakan oleh facebook grupseperti catatan (note), pada wall, file-file lampiran, gambar dan video sebagai panduan dalam pembelajaran menulis paragraf narasi.
d. Pengajar memberikan tugas menulis narasi pada setiap siswa, pengajar dapat melakukannya melalui pesan inbox bisa ditulis langsung atau dalam bentuk lampiran file inbox dan di update di beranda masing- masing siswa.
e. Siswa mempelajari materi yang telah diberikan guru dan dapat memberikan komentar atau pertanyaan melalui fasilitas komentar.
f. Pengajar dapat membuka forum diskusi melalui fasilitas-fasilitas yang telah disediakan pada facebook seperti pada fasilitas forum dan bisa juga melalui wall.
g. Banyak aplikasi yang dapat diintegrasikan dengan facebook dan dapat digunakan untuk media pembelajaran seperti Study Grups, CourseFeed dan lain sebagainya
h. Evaluasi dilaksanakan online dikarenakan situasi dan kondisi tidak memungkinkan.
5. Kelebihan Facebook sebagai Media Pembelajaran
a. Tidak tergantung pada ruang dan waktu dimanapun kapanpun proses pembelajaran dapat berlangsung.
b. Mudah mendapatkan bahan atau informasi yang berhubungan dengan materi pembelajaran.
c. Facebook adalah situs pertemanan yang banyak diminati oleh remaja usia sekolah sehingga bisa mengarahkan mereka untuk menggunakan facebook pada hal-hal yang lebih bermanfaat seperti menggunakannya sebagai media pembelajaran.
d. Ada kalangan tertentu yang memandang negatif facebook sehingga dengan memanfaatkan facebook dalam pembelajaran dapat membuktikan bahwa facebook juga dapat dimanfaatkan pada hal-hal yang lebih berguna
e. Dapat mengurangi dampak negatif dari facebook akibat penggunaannya pada hal-hal yang negatif seperti saling mengejek, penipuan, penggunaan bahasa alay dan lain sebagainya.
f. Dapat membimbing siswa secara lebih intensif.
g. Banyak aplikasi yang dapat diintegrasikan dengan facebook dan dapat digunakan untuk media pembelajaran seperti Study Grups, CourseFeed dan lain sebagainya.
Pengaplikasian penggunaan Facebook sangat efektif di era globalisasi sekarang ini, karena dilihat dari siswayang mulai mengikuti era globalisasi ini mereka lebih tertarik dengan penggunaan teknologi- teknologi yang sedang berkembang saat ini. Mereka lebih menggandrungi apa yang menurut mereka sedang marak dilakukan oleh remaja-remaja Indonesia. Remaja yang memiliki sifat memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan mencoba-coba apa yang sedang marak dibicarakan dewasa ini.
Dengan facebook dapat menambah variasi dan gaya belajar.
Pembelajaran memiliki sifat sederhana berupa interaksi tatap muka, penyampaian materi dan bahan ajar. Namun, pembelajaran akan bisa lebih bervariasi jika seorang guru mampu memanfaatkan media sosial dalam proses pembelajaran, mislanya menggunakan aplikasi chating.
setiap siswasudah memiliki akun facebook dan aktif dalam penggunaannya. Hal ini dapat memperlancar kegiatan pembelajaran dengan menggunakan facebook sebagai perantaranya. Media pembelajaran yang digunakan agar siswatertarik dengan materi yang
akan disampaikan dengan mengerti apa yang sedang siswasukai. Karena dengan prinsip ini maka tujuan guruan sendiri akan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Siswabenar-benar paham dengan materi berdasarkan kurikulum yang sudah tersusun. Dan siswa pun lebih berani mengungkapkan ide-idenya, siswayang biasanya pasif akan lebih menjadi aktif karena siswatersebut tidak berbicara langsung dengan guru dan siswalainnya.
Dengan ini proses pembelajaran akan mencapai tujuan yang diinginkan. Dan guru pun lebih mudah untuk menyampaikan materi melalui facebook tersebut, banyak hal-hal yang pasti ditanyakan oleh siswa, sehingga proses pembelajaran berjalan secara efektif.
6. Kelemahan Facebook sebagai Media Pembelajaran
Kelemahan facebook sebagai media pembelajaran terdapat banyak hambatan yang terjadi bila guru kurang mengerti tentang penggunaan facebook itu sendiri. Di samping itu facebook termasuk dalam dunia maya, sehingga penggunaannya tidak dapat dikontrol lebih mendalam lagi. Semua yang ingin diketahui siswapastilah terdapat di dunia maya.
Siswayang sangat menyukai facebook terkadang merasa malas untuk mengerjakan sesuatu yang diperintahkan guru melalui facebook.
Siswatersebut terlalu asyik dalam mengaplikasikan facebook untuk hal-hal yang kurang penting seperti mengupdate status, mengomentasi status orang lain, chatting dengan orang lain di luar konteks materi, dll. Hal ini
kurang dapat dikontrol oleh guru. Penggunaan facebook sebagai media pembelajaran juga memiliki kelemahan untuk siswayang kurang mampu.
Bila terdapat tugas yang diberikan guru, bagi mereka yang kurang mampu harus mengeluarkan uang untuk ke warnet (warung internet) karena mereka tidak memiliki sarana dan prasarana seperti komputer, laptop, internet.
B. Penelitian Relevan
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini antara lain:
1. Aay Rizki Amelia, 2018. Judul "Penggunaan Bahasa Gaul di Media Sosial Facebook dan Kaitannya dengan Karangan Narasi Siswa Kelas XII SMA YAPINKA Tambun Selatan Bekasi. "Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: sebanyak 12 atau 57,14 % siswa kelas XII mampu menulis karangan narasi pada pelajaran bahasa Indonesia dan tidak terpengaruh oleh penggunaan bahasa gaul. Sebanyak 4 atau 19,04 % siswa kelas XII masih menggunakan bahasa gaul, baik dalam menulis karangan narasi maupun di media sosial Facebook. Sebanyak 2 atau 9,25% siswa kelas XII yang menggunakan bahasa gaul di Facebook, ternyata tidak terpengaruh saat menulis karangan narasi.
Sebanyak 3 atau 14,28% siswa kelas XII yang menggunakan bahasa gaul ketika menulis narasi, ternyata bahasa tersebut tidak digunakan ketika menulis status di Facebook.
2. Tasriadi. 2018.. Judul tesis "Dampak media sosial terhadap penggunaan bahasa indonesia baku siswa kelas IX SMP Negeri 4
Marioriwawo Kabupaten Soppeng”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: wujud penggunaan bahasa dalam jejaring social facebook dan karangan narasi dari hasil analisis karangan narasi siswa kelas IX SMP Negeri 4 Marioriwawo dari 17 siswa yang menulis narasi hanya terdapat satu orang yang menggunakan bahasa gaul dalam karangan narasi, terdapat 16 orang menggunakan bahasa baik dan benar hal ini berpengaruh oleh penggunaan bahasa gaul di media Facebook hanya 6% dan tidak terpengaruh oleh penggunaan bahasa gaul adalah 94%
kategori tersebut masih aman dalam penggunaan bahasa Indonesia baku dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah SMP Negeri 4 Marioriwawo.
3. Eni Sugiarti, 2018. Judul "Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi melalui Media Jejaring Sosial Facebook" menyimpulkan bahwa:
Peningkatan proses pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan media jejaring sosial facebook kelas IX MTs Negeri 14 Jakarta mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik, yaitu perhatian terhadap pembelajaran, semangat belajar, keaktifan berdiskusi, keaktifan mengerjakan tugas, dan keaktifan menyunting tulisan Peningkatan proses pembelajaran terjadi secara bertahap peningkatan secara bertahap dari mulai data hasil praintervensi ke data hasil intervensi siklus I sampai dengan data hasil intervensi siklus II.
Bertolak dari beberapa penelitian di atas, terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaannya tampak pada penggunaan media sosial
facebook yang banyak ditemukan dalam jurnal, artikel dan kumpulan karya tulis ilmiah lain, sedangkan perbedaannya belum diketahui ada peneliti yang menliti penggunaan facebook sebagai media pembelajaran dalam keterampilan menulis narasi, khususnya pada isi gagasan, organisasi isi, tata bahasa, pilihan struktur dan kosa kata, beserta ejaan.
C. Kerangka Pikir
Pembelajaran bahasa indonesia dengan materi yang disajikan secara sistematis sesuai dengan kenyataan bahasa dimasyarakat, diharapkan siswa mampu menyerap materi tentang barbagai hal, mampu mencari sumber, mengumpulkan, menyaring, dan menyerap pembelajaran sebanyak-banyaknya seklaigus dapat berlatih mengenai bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia terbagi atas empat aspek keterampilan berbahasa yaitu, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Keterampilan menulis narasi adalah bentuk karangan yang berisi rangkaian peristiwa atau pengalaman secara kronologis atau teks ceritanya ditulis berdasarkan urutan waktu (secara runtut) dan pembaca dibuat seakan-akan melihat kejadian tersebut. Aspek penilaian dalam karangan narasi ini adalah bentuk karangan, tata bahasa, gaya, ejaan dan tanda baca. Keterampilan tersebut tidak instan dimiliki oleh siswa, tetapi siswa perlu mendapat bimbingan secara intensif dari guru. Keterampilan
menulis narasi dapat dilatih kepada siswa dengan cara menugasi siswa untuk menulis narasi.
Melalui facebook, siswa terstimulus dan terinspirasi untuk menulis apa yang dilihatnya dan apa yang pernah dialaminya, bahkan yang sedang dirasakan saat itu. Selain itu, fasilitas notes atau catatan dalam facebook, sering digunakan untuk membuat sebuah teks cerita panjang seperti diari, puisi, teks cerita pendek, curahan hati dan masih banyak lagi.
Oleh sebab itu, kegiatan menulis di media sosial facebook memiliki potensi dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi.
Penggunaan media sosial facebook dalam pembelajaran menulis dapat membantu siswa menemukan ide atau gagasan, menemukan kosakata, menuangkannya dalam bentuk tulisan dan merangkai teks ceritanya menjadi karangan yang utuh. Selain itu, siswa akan lebih tertarik dan berminat dalam mengikuti pembelajaran.
Pada penelitian ini dilaksanakan dua kali tes yaitu tes yang diberikan sebelum perlakuan atau sering disebut pretest dan tes yang diberikan setelah adanya perlakuan atau disebut dengan posttest. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial facebook terhadap kemampuan menulis narasi siswa.
Bagan Karangka Pikir Menulis Narasi Pembelajaran
Bahasa Indonesia
Tanpa menggunakan media sosial
Kelas IX.4 Kelas IX.3 Kelas IX.3 Kelas IX.2
Menggunakan media sosial
Posttest Pretest
Analisis
Temuan
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir yang telah diuraikan hipotesis penelitian ini adalah:
: penggunaaan media sosial facebook tidak berpengaruh
terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng.
: penggunaan media sosial facebook berpengaruh terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IX UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng.