1
Global
Amerika Serikat
Pasar saham AS (DOW -0,06% m-m dan S&P +2,22% m-m) mengungguli kinerja pasar global lainnya pada bulan Juni seiring dengan ekonomi yang mulai berjalan setelah kemajuan vaksinasi, pembukaan kembali pembatasan kegiatan dan juga paket stimulus 2,8 triliun dolar yang mendorong momentum ekonomi pada tahun ini dan selanjutnya. S&P meningkatkan pertumbuhan PDB AS menjadi 6,7% pada tahun 2021 (dari 6,5%) dan 3,7% di tahun depan (dari 3,1%). Meskipun ada potensi kekhawatiran akan merebaknya kembali varian virus baru, Biro Statistik Nasional AS tidak melihat adanya kemungkinan ekonomi akan terjerembab mengalami kontraksi yang dapat menyebabkan resesi. Nasdaq menjadi indeks patokan di AS yang memberikan kinerja terbaik pada bulan ini (CCMP +5,49% m-m) menyentuh rekornya, didorong oleh saham-saham teknologi. Nama-nama saham teknologi terdorong seiring dengan meningkatnya kasus virus di kawasan Asia dan juga terimbas dari perputaran nama-nama saham siklikal pada awal tahun.
Terkait inflasi, investor tampaknya setuju dengan pandangan Fed bahwa tekanan harga pada akhir-akhir ini hanyalah bersifat sementara akibat dari kondisi “bottleneck” yang terjadi pada rantai pasokan global dan juga “low-base effect” dari tahun lalu. Sentimen lainnya yang mendorong pergerakan pasar adalah negosiasi bipartisan mengenai infrastruktur yang mulai berjalan mulus setelah Biden menyetujui untuk mendukung hal tersebut meski tanpa paket rekonsiliasi. Pada bulan berjalan, senat juga meloloskan paket stimulus senilai 250 triliun dolar yang ditujukan untuk memperkuat industri teknologi AS, yang juga menyiratkan pemerintahan AS sedang menyiapkan kekuatannya untuk bersaing dengan Tiongkok dalam bidang teknologi. Dolar AS mengumpulkan kekuatannya pada bulan ini, mengirim indeks dolar lebih tinggi +2,90 menjadi 92,436. Sementara itu, imbal hasil 10-tahun kembali ke level 1,468% dari 1,594%.
Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mendorong Biden untuk meluncurkan rencana pengeluaran senilai 4 triliun dolar meskipun adanya perdebatan saat ini mengenai inflasi. Yellen percaya bahwa dengan pengeluaran 400 miliar per tahun tidak akan cukup untuk menyebabkan inflasi yang naik signfikan. Bahkan jika Fed menaikkan suku bunganya, Yellen melihat hal tersebut sebagai nilai “plus” baik bagi masyarakat dan juga Fed sendiri. Terlepas dari hal tersebut, Yellen melihat hal tersebut bukan sebagai stimulus melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk kebutuhan ekonomi. Perubahan pandangan Fed merefleksikan kejutan bagi Fed terhadap kemajuan vaksinasi dan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial. Pada pertemuan bulan Juni, sikap yang lebih hawkish dari Fed menahan laju pergerakan pasar. Para pejabat Fed saat ini mengharapkan laju pengetatan kebijakan lebih cepat setelah optimisme yang lebih
2
baik terhadap pasar ketenagakerjaan dan juga meningkatnya kekhawatiran akan naiknya inflasi. Perkiraan untuk suku bunga disesuaikan dengan dua kenaikan hingga akhir tahun 2023, lebih cepat dari kebanyakan perkiraan. Grafik proyeksi Fed atau yang sering dikenal dengan istilah dot plot juga mengalami perubahan drastis yang menunjukkan proyeksi 13 dari 18 pejabat yang condong pada kenaikan suku bunga paling tidak satu kali pada akhir tahun 2023 (dari sebelumnya hanya 7 pada bulan Maret), 11 pejabat memperkirakan dua kenaikan pada waktu periode yang sama dan 7 anggota melihat kenaikan akan lebih cepat dan akan terjadi sedini mungkin di tahun 2022 (dari sebelumnya hanya 4 pejabat pada akhir bulan Maret). Powell juga mengutarakan bahwa para pejabat bersangkutan akan mulai membahas mengenai mengurangi laju program pembelian asetnya yang sudah menyokong pada pasar finansial dan ekonomi pada masa pandemi ini. Perkiraan inflasi juga telah direvisi menjadi 3,4% di tahun 2021 (vs. sebelumnya 2,4%), 2,1% untuk tahun 2022 (dari 2,0%) dan 2,2% pada tahun 2023 (dari 2,1%). Pandangan PDB juga ditandai dengan kenaikan lebih tinggi menjadi 7% di tahun 2021 (dari 6,5%), perkiraan tahun 2022 tidak berubah di 3,3%, sementara perkiraan tahun 2023 dinaikkan menjadi 2,4%. Hasil dari langkah Fed yang lebih agresif, dolar juga mengalami penguatan pada bulan ini. Data non-farm payrolls bulan Juni menjadi tumpuan dengan penambahan 850 ribu dibandingkan dengan ekspektasi hanya ada tambahan 720 ribu dan meningkat dari sebelumnya di 559 ribu. Pekerjaan di sektor swasta juga mencatatkan peningkatan yang kuat 692 ribu (vs. 978 ribu), diatas perkiraan ekonom yang hanya 600 ribu. Namun, tingkat pengangguran secara tidak terduga naik menjadi 5,9% dari 5,6% meskipun tingkat partisipasi pekerja tidak berubah pada 61,6%.
Data ekonomi yang dirilis pada bulan ini juga masih menunjukkan penguatan pada ekonomi. Seiring dengan perkembangan data yang dirilis pada bulan ini, ekonom memperkirakan pertumbuhan PDB akan meningkat mendekati 10%. Kembalinya optimisme ini didorong oleh kecepatan vaksinasi, infeksi virus yang turun drastis dan juga angka perawatan dan kematian yang juga berkurang. Ini dapat dijelaskan dengan data angka terpisah yang mengukur para pekerja yang enggan kembali bekerja turun 9,8%, membawa tingkat pengangguran sesungguhnya berada dibawah 10% pertama kali sejak Maret 2020. Pada data tenaga kerja terbaru menunjukkan bahwa total angka pekerjaan telah kembali mencapai 15,6 juta setelah sebelumnya mengalami kehilangan akibat pandemi. Maka total pekerjaan masih kurang 7,13 juta dibandingkan dengan bulan Februari tahun lalu dimana sebanyak 22,3 juta warga AS yang kehilangan pekerjaan pada periode Maret-April tahun lalu. Secara sektoral, sektor jasa perhotelan mengalami kenaikan tertinggi sejumlah 343 ribu ditengah pelonggaran pembatasan, namun sektor ini masih 2,2 juta dibawah bulan Februari tahun lalu. Data produksi industrial untuk bulan Mei juga sedikit bertumbuh diatas estimasi +0,8% m-m (vs. perkiraan +0,7% m-m), melanjutkan penguatan dalam tiga bulan berturut-turut.
3
Komponen terbesar dalam angka tersebut , ouput manufaktur naik +0,9% m-m di bulan Mei, dipimpin oleh rebound dari kendaraan bermotor dan juga suku cadang kendaraan. Tetapi produksi kendaraan masih mengalami rintangan terbesar dengan kelangkaan semikonduktor. Sementara itu, data penjualan ritel AS turun -1,3% m-m (vs. perkiraan -0,8% m-m) dengan pembeli menahan pembelian pada kendaraan, perabotan, barang elektronik dan bahan bangunan. Harga-harga yang naik secara cepat dikarenakan gangguan pada rantai pasokan global turut menahan laju pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi.
Angka inflasi pada bulan Mei sendiri naik ke level tertingginya sejak Agustus 2008 ke 5,0% secara tahunan (vs. perkiraan +4,7% y-y dan sebelumnya +4,2% y-y). Sementara itu, inflasi inti mencapai level tertingginya dalam tiga dekade terakhir +3,8% secara tahunan (vs. perkiraan +3,5% y-y dan sebelumnya +3,0% y-y).
Pemicu utama angka inflasi yang naik tajam dikarenakan naiknya harga mobil bekas, sementara harga energi cukup stabil meskipun adanya kenaikan harga bensin pada awal tahun ini. Fed tetap mengindahkan kenaikan tersebut, mempertahankan pandangannya bahwa kenaikan saat ini hanya bersifat sementara.
Terakhir, data manufaktur ISM turun menjadi 60,6% dari 61,2%, angka tersebut masih menunjukkan ekspansi ekonomi yang terjadi. Penurunan tersebut menggambarkan perusahaan dan para pemasok mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan.
Eropa
Pasar saham zona kawasan eropa (Euro stoxx +0,61% m-m) membukukan kenaikan pada bulan Juni dengan menyentuh rekor tertingginya dalam bulan berjalan. Indeks acuan kawasan eropa menyentuh rekor tertingginya pada paruh pertama sejak tahun 1998. Pada pertengahan bulan sempat mengalami penurunan didorong oleh perubahan sikap dari Fed yang lebih hawkish dan pengumuman mengenai tapering akan terjadi lebih cepat. Sikap dari Fed tersebut berbeda dengan pandangan dari ECB yang masih akan mempertahankan kebijakan yang lebih dovish dengan menyatakan bahwa terlalu dini untuk memperdebatkan pengurangan stimulus walaupun adanya tekanan dari inflasi. Perseteruan antara Komisi Eropa dan AstraZeneca juga turut menjadi sentimen yang menekan pasar. Pengadilan independen di Brussels mengesampingkan AstraZeneca karena telah melanggar kontraknya dalam memenuhi komitmen 300 juta dosis vaksin dalam 6 bulan pertama di tahun ini. Per bulan Juni, hanya sekitar 70 juta dosis yang telah dikirim disebabkan oleh masalah produksi. Meskipun kegagalan tersebut telah dikonfirmasi oleh hakim, perusahaan farmasi tersebut tidak mampu memenuhi komitmen dalam kontraknya, hal ini turut memberikan implikasi buruk pada program vaksinasi di Uni Eropa. Keseluruhan sentimen menjadi lebih buruk ketika pada penghujung bulan muncul kekhawatiran merebaknya varian virus Delta di Asia dan juga pembatasan terhadap turis dari Britania yang belum di vaksinasi di Spanyol dan Portugal.
4
Belum ada arah perubahan kebijakan moneter baru pada pertemuan ECB di bulan Juni. Para dewan pengurus mengharapkan suku bunga untuk tetap pada level saat ini atau kemungkinan lebih rendah paling tidak sampai target inflasi 2% tercapai pada batas waktu yang sudah diproyeksikan. Pembelian bersih dalam PEPP (Pandemic Emergency Purchase Programme) juga tidak berubah (dengan nilai total pembelian 1,850 miliar Euro sampai dengan 2022) atau paling tidak sampai pandemi bisa diatasi. Nilai pembelian bersih juga tetap diatas dibandingkan dengan beberapa bulan awal pada tahun ini. Keputusan ini diambil sejalan dengan hasil dari data inflasi bulan Juni Zona Eropa yang turun pertama kali dalam waktu 9 bulan menjadi 1,9% secara tahunan (sebelumnya 2,0% y-y) disebabkan oleh pertumbuhan harga yang lebih lambat pada sektor energi dan jasa mengimbangi pertumbuhan pada non-energi dan barang industri. Hasil ini berbanding terbalik dengan prediksi para ekonom yang beranggapan arah inflasi yang cenderung naik, melebihi dari target inflasi 2% dari ECB. Inflasi inti di Zona Eropa juga turun menjadi 0,9% secara tahunan (dari sebelumnya 1,0% secara tahunan). Menurut IHS Markit, naiknya angka inflasi saat ini di kawasan Eropa Barat utamanya didorong oleh kenaikan harga energi, sementara rentang output masih terukur, dan inflasi dari sisi permintaan masih terkendali, ECB masih berharap angka inflasi tetap terkendali lebih jauh ke 1,4% di tahun 2023. Para ekonom memperkirakan tambahan dorongan inflasi di Zona Eropa nantinya pada tahun ini dikarenakan isu teknis dari pemotongan PPN di Jerman yang berlaku selama 6 bulan mulai Juli.
Asia
Pasar saham Asia (MSCI AC Asia Pacific -0,51% m-m) terkoreksi pada bulan ini akibat sikap hawkish dari Fed, namun mereda setelah adanya pembicaraan mengenai rencana infrastruktur AS. Rebound lebih lanjut terbatas akibat sentimen merebaknya kembali varian virus baru di Asia, khususnya di Asia Tenggara.
Penyebaran varian virus baru ini menimbulkan pertanyaan tentang keampuhan vaksin Sinovac yang banyak digunakan di negara-negara Asia. Diluar itu, bursa saham Asia juga tertekan oleh sentimen yang datang dari Tiongkok dan Hong Kong terkait isu perang dagang dengan AS. Faktanya, perang dagang AS- Tiongkok telah berkembang menjadi perseteruan dagang antara Tiongkok-Barat. Tetapi sekali lagi bursa saham di Korea Selatan (+2,90% m-m), Vietnam (VNINDEX +6,06% m-m) dan Taiwan (+1,36% m-m) unggul.
Meskipun diiringi dengan naiknya kembali kasus Covid-19 di Korea Selatan, pergerakan pasar tampak lebih bebas diiringi dengan optimisme ekspor yang kuat dan juga optimisme pendapatan perusahaan di kuartal kedua 2021. Lebih jauh, pelaku pasar saat ini lebih waspada terhadap tingkat kematian dibandingkan dengan jumlah infeksi. Sementara itu, pasar saham di Vietnam melanjutkan penguatannya, fundamental emiten yang kuat, pembacaan data ekonomi yang baik dan juga ledakan investor ritel di negara tersebut menjadi faktor utama.
5
Pasar saham Tiongkok (SHCOMP -0,67% m-m) mengalami koreksi pada bulan Juni, turun dari level tertingginya dalam 3 bulan terakhir. Pasar bergerak cukup volatil pada bulan Juni dikarenakan perkembangan ketegangan antara Tiongkok-AS menjadi sentimen pemberat, melambatnya laju pertumbuhan ekonomi dan juga munculnya varian virus Delta di province Guandong. Diawal bulan, para anggota G7 mengkritik kebijakan Tiongkok dalam hal hak asasi manusia, Otonomi Hong Kong, bahkan asal muasal pandemi virus Corona. Beijing merespon dengan menganggap tuduhan tersebut merupakan gangguan berat pada masalah internal negara tersebut. Untuk membalas kritik tersebut, pernyataan yang keras juga datang dari Xi Jinping pada saat pidato perayaan 100 tahun partai komunis. Beliau memperingatkan dalam pidatonya, “Siapa pun yang mencoba menindas Tiongkok akan mengalami kepala yang rusak dan pertumpahan darah”, sejauh ini merupakan pernyataan paling keras dalam membalas AS dan pihak lainnya yang mengkritik pemerintahan Tiongkok. Pada isu pandemi, walaupun hanya ada 160 kasus baru yang terkonfirmasi, 90% diantaranya berasal dari Guangzhou (Ibukota Guandong). Lebih jauh, Guangdong mempunyai peran yang vital dalam perdagangan karena dianggap pintu utama bagi para wisatawan dan kargo. Implementasi prosedur karantina yang ketat dari bulan Mei menyebabkan kepadatan kendaraan di pelabuhan.
Booming perdagangan Tiongkok meluas ke bulan Mei karena ekspor naik +18,1% y-y (vs. perkiraan +19,5%
y-y dan sebelumnya +22,2% y-y) impor melonjak +39,5% y-y (vs. perkiraan +44,2% y-y dan sebelumnya +32,2% y-y). Permintaan luar negeri untuk barang-barang Tiongkok tetap kuat karena ekonomi negara barat dari Inggris hingga AS terus dibuka kembali, meningkatkan belanja konsumen. Permintaan global untuk barang-barang Tiongkok kembali meningkat karena produsen Asia lainnya dari India hingga Asia Tenggara menghadapi kasus infeksi virus yang melonjak, mempengaruhi produksi mereka. Hal ini juga berarti permintaan yang lebih tinggi dari negara-negara tersebut untuk produk medis. Impor juga booming karena harga komoditas yang lebih tinggi dan dari efek dasar rendah tahun lalu. Pemulihan ekonomi Tiongkok yang kuat telah mendorong permintaan dan juga harga komoditas. Hingga Mei’21, impor bijih besi dan konsentrat melonjak sebesar +85,5% nilainya, meskipun volume hanya meningkat +6%. Bijih tembaga dan konsentrat melonjak +54,5% nilainya selama periode tersebut, dengan volume hanya naik sebesar +6,4%. Rekor kenaikan harga tentu mendorong biaya input bagi pelaku usaha, menyebabkan pemerintah memberlakukan kampanye untuk menurunkan harga dan mengekang inflasi. Indeks Harga Produsen (Producers Price Index/PPI) pada bulan Mei meroket ke level tertinggi sejak 2008 di +9,0% y-y (vs. perkiraan +8,5% y-y dan sebelumnya +6,8% y-y), didorong oleh harga minyak, logam dan bahan kimia.
Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) hanya meningkat sebesar +1,3% y-y (vs. perkiraan +1,6% y- y dan sebelumnya +0,9% y-y), yang menunjukkan bahwa peritel belum meneruskan peningkatan biaya
6
karena permintaan domestik yang belum kuat. Namun, ada harapan dalam meningkatkan marjin melalui ekspor di mana permintaan ekspor melonjak karena ekonomi barat terus dibuka kembali. Pembacaan untuk kegiatan pabrik China tampaknya mulai melambat karena PMI manufaktur resmi di bulan Juni mereda menjadi 50,9 (vs. sebelumnya 51,0), sementara pembacaan Caixin turun menjadi 51,3 (dari 52,0) - terendah sejak bulan April. Namun, sorotan utama adalah pada data jasa PMI Caixin, yang merosot ke level terendah 14 bulan pada 50,3 (vs. perkiraan 54,9 dan sebelumnya 55,1) karena kebangkitan kembali kasus Covid-19 di China selatan.
Otoritas Tiongkok semakin meningkatkan intervensi mereka untuk mengekang risiko dalam sistem keuangan, lebih jauh melakukan intervensi untuk menegaskan komitmen Xi Jinping dalam mereformasi pasar finansial negara tersebut. Bulan ini, Beijing telah memerintahkan perusahaan-perusahaan negara untuk membatasi paparannya terhadap komoditas. Bank domestik juga telah menerima arahan untuk memegang lebih banyak mata uang asing. Tidak pula melupakan pertimbangan pembatasan harga batubara termal. Selain itu, tindakan keras terhadap penambangan mata uang kripto semakin meningkat pada bulan Juni, mengirim harga Bitcoin lebih rendah 5,74% m-m menjadi US$ 34.585. Beijing telah memerintahkan Alipay dan bank domestik untuk tidak memfasilitasi layanan yang terkait dengan perdagangan mata uang virtual, PBOC juga mengeluarkan pernyataan kepada lembaga-lembaga keuangan untuk memotong saluran pembayaran apa pun yang berkaitan dengan pertukaran mata uang kripto dan platform over-the-counter lainnya. Sebuah kota yang kaya akan tenaga air juga telah menekan aktivitas penambangan kripto. Hash rate istilah yang sangat penting di dunia kripto, hal ini menggambarkan kecepatan para penambang kripto dalam proses menambang aset kripto, juga memudar di tengah langkah pengawasan yang lebih ketat. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini oleh pemerintah pusat masih kurang pada intervensi langsung, tetapi cukup untuk mendorong pedagang untuk bertaruh bahwa pemerintah akan mengambil langkah yang membatasi keuntungan atau kerugian.Sehingga memelihara risiko moral di pasar. Namun demikian, setidaknya ada skenario penyeimbang seperti yang terlihat pada Huarong Asset Management Co.- yang membuktikan bahwa skenario "too big to fail"
mungkin tidak lagi berlaku untuk kreditur di Tiongkok yang ceroboh dalam mengumpulkan hutang tak tertagih.
Pasar saham Jepang (Nikkei -0,24% m-m) berakhir lebih rendah pada bulan Juni tetapi berhasil pulih dari penurunan yang diakibatkan Fed, mengirim pasar saham -2,94% secara bulanan pada pertengahan bulan.
Pasar sebagian berhasil bangkit dari keterpurukan dengan bantuan aliran dana masuk asing dalam dua minggu terakhir bulan ini karena meningkatnya selera risiko memicu kenaikan di pasar utama termasuk
7
AS dan Eropa. Dalam dua minggu yang berakhir pada 25 Juni, investor asing membeli sekitar JPY 316,04 miliar (US$ US$ 2,85 miliar) pada saham dan derivatif. Sebelum pertemuan Fed, saham teknologi Jepang mengikuti isyarat dari Nasdaq. Selain itu, investor juga didorong oleh kemajuan vaksinasi Jepang. Terlepas dari kekhawatiran Fed, sentimen pasar bercampur karena desakan pemerintah dalam menggelar Olimpiade Tokyo dengan kapasitas 5.000-10.000 penonton langsung - meskipun ada pertentangan kuat dari para ahli medis. Investor khawatir bahwa perhelatan itu dapat memicu lonjakan infeksi baru, yang akan membuat outlook Jepang semakin tidak jelas. Bahkan tanpa gelaran tersebut, kasus Covid-19 di Jepang merangkak naik sejak 20 Juni. Pada akhir bulan, kasus di Tokyo bertambah lebih dari 500/hari dari 386/hari dari minggu sebelumnya. Hal ini telah memaksa pemerintah untuk mempertimbangkan untuk memperpanjang keadaan darurat. Sejauh ini, keadaan darurat negara mencakup Hokkaido, Aichi, Kyoto, Osaka dan Fukuoka - diperkirakan akan berakhir 11 Juli.
Sama seperti Fed yang menyiapkan diskusi tapering, BOJ telah mengurangi kehadirannya di pasar saham dan obligasi. Pada bulan Mei, bank sentral tidak melakukan pembelian ETF - pertama kalinya sejak Kuroda memulai pelonggaran kuantitatif dan kualitatif pada tahun 2013. Frekuensi pembelian aset obligasi negara juga terus menurun. Atas keputusan kebijakan itu sendiri, BOJ menjaga tingkat suku bunga negatif tidak berubah dan target imbal hasil 0% juga tetap. Tidak ada sinyal tapering atau peta jalan untuk keluar dari kebijakan periode krisis, meskipun Korea Selatan mulai condong menaikkan suku bunganya awal tahun depan, diikuti oleh Kanada, Norwegia, dan Selandia Baru tidak jauh di belakang. Sebagai gantinya, BOJ akan memperpanjang langkah-langkah terkait Covid-19 hingga Maret 2022. Hal baru yang ditekankan selama pertemuan adalah memulai fasilitas pendanaan perubahan iklim tahun ini. Anggota BOJ mencatat bahwa isu perubahan iklim dapat memberikan dampak besar pada kegiatan ekonomi dalam jangka menengah. Dorongan tersebut bukanlah sesuatu yang baru, pada kenyataannya BOJ mengejar ketinggalan dengan lembaga lain seperti IMF dan bahkan ECB.
Data dari Jepang tidak memberikan kejelasan karena angkanya yang beragam. Ukuran pengeluaran konsumen, penjualan ritel bulan Mei naik untuk bulan ketiga berturut-turut sebesar +8,2% y-y (vs.
sebelumnya +12,0% y-y) dan melampaui perkiraan +8,1% y-y karena rumah tangga mulai menggunakan uang mereka. Namun, secara bulanan, penjualan ritel bertahap lebih rendah sebesar -0,4% m-m (vs.
perkiraan -0,7%) - meskipun masih melebihi ekspektasi. Peningkatan tahunan yang kuat dapat dijelaskan oleh efek dasar statistik yang mencerminkan kelemahan di tahun lalu. Tren yang sama dapat diamati dalam data produksi industri yang tampaknya tumbuh setiap tahun sebesar +22,0% y-y (vs. perkiraan +27,0% y- y dan sebelumnya +15,8% y-y) tetapi merosot sebesar -5,9% secara m-m (vs. perkiraan -2,1% m-m dan
8
sebelumnya +2,9% m-m). Penurunan bulanan dapat dijelaskan oleh penurunan jauh pada kendaraan, diikuti oleh produksi mesin, peralatan listrik dan peralatan elektronik komunikasi. Produsen mobil dan produsen mesin dipengaruhi oleh kekurangan global yang sedang berlangsung karena permintaan semikonduktor terus melebihi pasokan. Aktivitas pabrik Jepang tampaknya melambat menjadi empat bulan terendah karena PMI manufaktur bulan Juni meluncur ke 52,4 dari 53,0 pada bulan sebelumnya.
Ekspansi manufaktur yang lebih lambat menggambarkan masalah yang dihadapi perusahaan dengan biaya input yang lebih tinggi dan harga komoditas yang meroket.
Pasar saham Hong Kong (HSI -1,11% m-m) tidak dapat memperpanjang penguatan bulan ini karena terguncang sentimen pengumuman Fed untuk memulai diskusi tapering, penyebaran varian Delta Covid- 19 di seluruh dunia, dan beberapa data mengecewakan dari Daratan China. Selain itu, sentimen juga dikelilingi oleh keputusan Biden untuk memperluas kriteria untuk daftar hitam perusahaan-perusahaan Tiongkok. Warga AS dilarang berinvestasi di perusahaan Tiongkok yang menjual produk-produk penjagaan yang digunakan untuk melawan minoritas agama dan pembangkang.
IHSG
IHSG (+0,64% m-m menjadi 5.985,49) dan LQ45 (-4,93% m-m menjadi 844,85), dimana IHSG terbantu oleh beberapa konstituen dari nama-nama di sektor teknologi ekonomi baru sedangkan di lain sisi LQ45 lebih condong mempresentasikan ekonomi yang lebih “tradisional”. Sentimen secara keseluruhan mencerminkan mengenai kasus Covid-19 di Tanah Air yang naik menyusul jeda Lebaran dan penyebaran varian Delta yang lebih menular. Jumlah kasus harian telah melampaui puncak tahun lalu di sekitar 21,8 ribu/ hari, yang mendorong angka rata-rata 7 hari menjadi 20,6 ribu. Dengan ketersediaan tempat tidur rumah sakit mencapai 74% okupansi di tingkat nasional dan tangki oksigen dengan cepat menjadi barang langka, pemerintah memperkenalkan kembali langkah-langkah pembatasan sosial yang ketat yang dikenal sebagai PPKM dimulai pada awal Juli. Ini terlepas dari saran WHO untuk melakukan lockdown total.
Pemerintah juga telah membuka akses vaksin untuk segala usia, yang memacu tingkat vaksinasi hingga lebih dari 1,3 juta dosis/hari. Pada akhir bulan, 10,8% dari populasi telah menerima dosis pertama, dan 5,2% telah sepenuhnya divaksinasi. Investor kembali menghindari risk, sehingga rupiah melemah sebesar -1,54% m-m menjadi Rp 14.500/US$. Secara alami imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun juga melonjak menjadi 6,590% (dari 6,422%).
Wabah gelombang kedua di Indonesia mencapai tahap baru yang memprihatinkan karena tingkat kepositifan dalam pengujian melonjak menjadi 22,3% pada akhir Juni. Bahkan ketika tingkat vaksinasi
9
harian telah meningkat, timbul pertanyaan yang valid apakah merek Sinovac dari Tiongkok efektif terhadap varian Delta. Sejauh ini, merek Tiongkok seperti Sinovac, Sinopharm, dan CanSino membentuk sekitar 58,5% dari semua vaksin yang tersedia di Indonesia. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain dalam satu kawasan seperti Filipina (16,8%) dan Thailand (17,3%). Mengingat kemanjuran yang dipertanyakan, orang-orang bergegas untuk mendapatkan bidikan AstraZeneca meskipun sebelumnya ketakutan akan efek samping yang lebih merugikan dibandingkan dengan vaksin buatan Tiongkok. Dalam berita terbaru, Indonesia mungkin menerima dosis Pfizer efektif 95% pada bulan Agustus nanti. Namun, vaksin Pfizer dan Moderna jauh lebih sulit disimpan, membutuhkan udara sangat dingin -80 derajat celcius. Rintangan terbesar bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya adalah tidak tersedianya infrastruktur penyimpanan dingin yang dapat mencapai suhu ekstrem tersebut. Secara terpisah, dalam menghadapi krisis pandemi saat ini, pemerintah sekali lagi telah memperketat langkah- langkah pembatasan sosial dan memperkenalkan kembali jam malam. Di bawah status baru PPKM darurat yang efektif dari 3 Juli hingga 20 Juli, sektor non-esensial harus menerapkan 100% WFH, semua sekolah kembali daring, sementara sektor-sektor penting dapat beroperasi dengan 50% WFO, semua pusat perbelanjaan harus ditutup, tidak diperbolehkan makan di tempat untuk semuarestoran, semua tempat ibadah harus ditutup, pesta pernikahan hanya terbatas pada maksimal 30 orang tanpa makan di tempat, dan moda transportasi jarak jauh membutuhkan pengujian PCR serta kartu vaksinasi. Secara keseluruhan, langkah-langkah baru ini tidak seketat langkah-langkah pembatasan sosial pertama yang diterapkan pada tahun lalu.
Bank Indonesia kembali mempertahankan tolok ukur 7-day reverse repo rate tidak berubah sebesar 3,5%, seperti yang diharapkan oleh seluruh analis. Terkait tapering Fed, BI memperkirakan bahwa langkah pengurangan tersebut akan terjadi pada kuartal pertama 2022 sambil mengutip bahwa akan terlalu cepat untuk melakukannya sekarang tanpa perbaikan yang lebih berkelanjutan dalam inflasi AS dan data tenaga kerja. Gubernur Perry Warjiyo juga mengharapkan volatilitas pasar akan lebih rendah ke depan karena Fed telah memberikan kejelasan yang lebih baik tentang arah kebijakannya. Mengenai ekspektasi pertumbuhan PDB kuartal kedua 2021, BI masih melihat pertumbuhan yang cukup tinggi meskipun ada kebangkitan virus. Hal ini dengan mempertahankan perkiraan PDB FY21 di 4,1%-5,1%. BI juga melaporkan bahwa meskipun permintaan kredit korporasi meningkat, pertumbuhan kredit secara y-ytahunan masih menurun -1,28% y-y pada Mei – bulan ke-8 kontraksi berturut-turut. Gubernur BI tersebut masih menyerukan kepada para pemberi pinjaman untuk mendukung bisnis yang membutuhkan kredit.
10
Cadangan devisa pada bulan Mei berkurang sebesar -US$2,4 miliar menjadi US$136,4 miliar terutama karena pembayaran hutang pemerintah. Pada tingkat ini, jumlah tersebut memadai untuk membiayai 9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Berdasarkan metrik IMF, jumlah ini adalah 124% dari ambang batas minimum – sangat cukup untuk menjaga stabilitas mata uang. Dari sisi aliran portofolio, investor asing mencatat penjualan bersih -US$0,25 miliar (vs pembelian bersih US$0,7 miliar pada bulan April). Aliran dana keluar terpantau di pasar obligasi yang mencapai -US$0,5 miliar. Aliran masuk sebesar US$ 0,25 miliar membantu cushion secara keseluruhan.
Neraca perdagangan pada bulan Mei mencatat surplus yang cukup besar sebesar US$2,361 miliar (vs.
perkiraan US$2,37 miliar dan sebelumnya US$ 2,19 miliar), yang membawa akumulasi surplus perdagangan hingga Mei’21 menjadi US$10,2 miliar (vs US$4,2 miliar pada lima bulan pertama tahun 2020) – level tertinggi sejak 2011. Pertumbuhan ekspor dan impor meningkat dan melampaui ekspektasi untuk mencerminkan pemulihan global dan domestik yang kuat. Komoditas dan manufaktur mendorong ekspor melonjak +58,74% y-y (vs. perkiraan +58,65% y-y dan sebelumnya +51,914% y-y). CPO, batubara, tembaga, dan karet rata-rata tumbuh sebesar +87% y-y. Sementara itu, barang-barang manufaktur seperti besi &
baja, mesin listrik, kendaraan semuanya tumbuh sebesar +95% y-y rata-rata. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa tujuan luar negeri menjadi lebih bervariasi dengan negara-negara yang lebih maju ditambahkan ke daftar selain dari Tiongkok. Ekspor ke AS, Eropa, Jepang, dan negara-negara ASEAN umumnya terus meningkat. Impor naik +68,68% y-y (vs. perkiraan +65,00% y-y dan sebelumnya +29,93%
y-y), dan semua segmen (bahan baku, modal, dan konsumen) semuanya naik bersamaan. Namun, pendorong terbesar adalah bahan baku +79,1% y-y (vs. +32,2% y-y pada Apr'21) terutama pada impor minyak. Baik impor harga maupun volume minyak terpantau lebih tinggi. Lonjakan permintaan minyak sebagian disebabkan oleh jeda Lebaran serta kegiatan front loading untuk menghindari kenaikan harga minyak. Sementara itu, impor barang konsumsi dan barang modal melebihi ekspektasi di tengah Lebaran dan naik akibat permintaan domestik yang kuat.
Inflasi utama bulan Juni membukukan deflasi bulanan sebesar -0,16% m-m, dibandingkan dengan konsensus sebesar -0,08% (sebelumnya +0,32% m-m). Hal ini disebabkan oleh menurunnya harga pangan paska lebaran. Akibatnya, angka inflasi tahunan mereda menjadi +1,33% y-y (vs. perkiraan +1,45% y-y dan sebelumnya +1,68%). Kategori makanan adalah sumber utama deflasi konsumen, dengan kontribusi - 0,18ppt terhadap total angka IHK bulanan. Secara lebih rinci, harga cabai (-0,13 ppt) dan bawang merah (- 0,02ppt) adalah penyebab utama dalam kategori makanan. Selain dari pangan, harga transportasi juga menurun, didorong oleh penurunan harga tarif maskapai dan angkutan antar kota setelah Lebaran.
11
Menariknya, inflasi inti menjadi +1,49% y-y (vs. perkiraan +1,45% y-y dan sebelumnya +1,37%), menggarisbawahi pemulihan permintaan yang baik pada bulan Juni. Hasil ini didorong oleh harga restoran, rekreasi, perumahan, dan emas. Dari sisi produsen, Indeks Harga Grosir (Wholesale Price Index/WPI) mengalami penurunan sebesar -0,04% m-m, menurunkan inflasi tahunan menjadi +2,53% y-y (vs. +2,74% y-y pada Mei'21). Ini didorong oleh sektor pertanian (-0,22 ppt), yang menunjukkan deflasi lebih disebabkan oleh faktor panen musiman. Sementara itu, Indeks Harga Grosir sektor manufaktur masih membukukan kontribusi inflasi sebesar 0,18 ppt. Tren ini selaras dengan survei PMI terbaru IHS Markit, yang melaporkan kenaikan harga input yang terus berlanjut untuk produksi, sebagian dijelaskan oleh harga bahan baku yang lebih tinggi.
Sektor teratas di bulan Juni adalah teknologi dan kesehatan; DCII (+329,09% m-m), MIKA (+10,09% m-m).
Di sisi lain, sektor berkinerja terendah adalah transportasi & logistik, properti & real estate, serta konsumen non-siklikal; GIAA (-15,91% m-m), BSDE (-13,84% m-m), UNVR (-13,85% m-m).
DCII terus melonjak bulan ini dan sahamnya telah ditangguhkan sejak 17 Juni. Sejak IPO, harga sahamnya sudah melonjak 14.000%. Sentimen yang mendorong harga saham tersebut adalah sektor teknologi yang sedang booming dan pemberitaan tentang Anthoni Salim membeli saham perusahaan.
Saham-saham kesehatan juga mengungguli bulan ini karena lonjakan kasus Covid-19, mengingatkan pada tren yang terlihat pada kuartal ketiga 2020.
Sektor transportasi adalah sektor terbawah bulan ini, dipimpin lebih oleh GIAA. Saham GIAA berada di bawah tekanan penjualan yang berat mengingat perusahaan penerbangan nasional diliputi dengan kebangkrutan keuangan, yang diperburuk oleh pandemi. Baru-baru ini, perusahaan juga telah melakukan gagal bayar pada obligasi globalnya senilai US$ 500 juta.
UNVR tampaknya telah memperpanjang pelemahannya karena berbagai alasan. UNVR adalah salah satu saham blue-chip yang akan terlihat penurunan bobot karena perhitungan free float baru BEI. Namun, dampak seharusnya tidak sebesar -32,65% sejak awal tahun. Pada dasarnya, prospek pendapatan juga tergantung pada pemulihan dari krisis kesehatan Covid-19 saat ini. Secara umum, investor juga lebih bersemangat pada sektor teknologi baru dan menantikan sejumlah IPO e-commerce tahun ini dan selanjutnya.
12
Outlook
Untuk bulan Juli dan seterusnya, arah kebijakan bank sentral AS dan pembicaraan terkait rencana tapering akan tetap menjadi faktor kunci yang harus diwaspadai dalam menentukan arah pasar saham. Oleh karena itu, inflasi dan data pekerjaan dalam waktu kedepan menjadi informasi utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Selain itu, potensi kebangkitan kasus Covid-19 di belahan dunia lain yang disebabkan oleh varian Delta yang dominan juga patut dimonitor karena hal ini dapat mengubah kebijakan yang ditata oleh bank sentral dan pemerintah.
Kekebalan bersama yang belum merata telah menyebabkan pemulihan pertumbuhan global yang berbeda, dipimpin oleh negara ekonomi maju, sementara negara berkembang seperti Indonesia harus mencapai kekebalan bersama pada semester kedua 2021/semester pertama 2022 bersamaan dengan meningkatnya pasokan vaksin. Indonesia akan mempercepat laju vaksinasi, khususnya di Jawa-Bali, dan berkomitmen untuk mengalokasikan 50% pasokan baru ke daerah-daerah tersebut dan meningkatkan inokulasi harian nasional menjadi >1 juta. Berdasarkan proyeksi pasokan terbaru, kami berharap Jawa-Bali dapat memvaksinasi >60-70% dari populasi pada kuartal keempat 2021. Sementara risiko tetap pada keterlambatan pasokan dan efikasi terhadap mutasi baru, sebagai dasar kami tetap melihat pemulihan pertumbuhan semester kedua 2021 yang lebih jelas.
Tingkat pertumbuhan pendapatan perusahaan kemungkinan akan berkurang sebagai konsekuensi dari langkah-langkah ini, tetapi besarannya tidak lebih buruk dibandingkan dengan tren di negara lain selama penguncian kedua atau ketiga, karena konsumen sudah beradaptasi dengan tindakan tersebut, dan pengeluaran konsumen kurang terpengaruh.
Untuk strategi portofolio kami, kami tetap overweight pada proksi (nilai dan siklikal), sementara pada saat yang sama menjaga beberapa posisi pada nama defensif (bahan pokok konsumen/consumer staples) dan posisi kas ke tingkat ~ 5% sebagai antisipasi terhadap volatilitas jangka pendek di pasar saham. Kami juga terus melihat eksposur pada nama-nama layanan kesehatan dan nama terkait sektor digital/teknologi (ekonomi baru) yang mendapat manfaat dari kebangkitan Covid-19 saat ini. Di sisi lain, kami memangkas posisi komoditas kami dengan langkah kebijakan Fed untuk mengendalikan inflasi serta kebijakan Tiongkok untuk mengekang harga komoditas dan risiko inflasi melalui pelepasan logam industri dari cadangan negaranya.
13
Kisaran obligasi: imbal hasil 5-tahun 5,289%-5,477%, imbal hasil 10-tahun 6,331%-6,558%
Kisaran IHSG: S2: 5800 S1: 5900 R1: 6100 R2: 6300
PT FWD Asset Management Gedung Artha Graha, lantai 29 SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 – Indonesia T (+62) 21 2935 3300
F (+62) 21 2935 3388
Laporan ini disiapkan oleh PT FWD Asset Management dan disediakan hanya untuk kepentingan penyampaian informasi.
Investor harus membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk membeli Unit Penyertaan Reksa Dana ini.
Jika terdapat perbedaan antara laporan ini dan Prospektus, maka ketentuan Prospektuslah yang berlaku. Nilai Unit Penyertaan dan pendapatan dari Reksa Dana bisa naik maupun turun. Kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan untuk kinerja masa depan dan juga bukan merupakan perkiraan dan/atau indikasi kinerja di masa depan Reksa Dana. Informasi mengenai efek-efek terbesar dalam portofolio bukan merupakan rekomendasi untuk membeli efek-efek tersebut.
PT FWD Asset Management terdaftar dan diawasi oleh OJK dan telah memperoleh izin usaha dari OJK (d/h BAPEPAM dan LK) pada Desember 2003 dengan izin usaha No. KEP-12/PM/MI/2003.