6. RENCANA PEMASARAN
6.1 Tujuan Pemasaran
Untuk kegiatan pemasarannya Klinik Medika Tradisional menetapkan dua tujuan pemasaran, yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang,
6.1.1 Tujuan Jangka Pendek (<1 tahun)
Tujuan jangka pendek dari Klinik Medika Tradisional adalah mengenalkan Klinik Medika Tradisional dengan cara melakukan promosi yang gencar kepada konsumen potensial. Dimana konsumen potensial diinformasikan bahwa Klinik Medika Tradisional merupakan sebuah usaha jasa dalam bidang medis / kesehatan, yang secara khusus memberikan pelayanan pengobatan medis secara tradisional seperti: akupunktur/tusuk jarum, pijat refleksi, pijat acupressure, pijat thai, pijat aroma terapi, dan hot stone therapy serta dilengkapi pula dengan toko obat yang menjual obat-obatan tradisional dan modern. Dalam benak konsumen juga ditanamkan bahwa Klinik Medika Tradisional yang secara khusus memberikan pelayanan pengobatan medis secara tradisional adalah bukanlah pengobatan secara mistis dan sama sekali tidak bersifat atau berhubungan dengan kegiatan spiritual, karena teknik penyembuhan atau pengobatan yang dipakai pada Klinik Medika Tradisional adalah teknik pengobatan yang sudah diakui dan terdaftar di Departemen Kesehatan.
Secara ringkas dapat disimpulkan tujuan jangka pendek dari klinik ini:
1. Melakukan promosi dalam berbagai cara (majalah, koran,radio, dan lain- lain) agar terciptanya brand image di benak masyarakat.
2. Meningkatkan kualitas pelayanan dengan membuka customer centre baik itu secara on-line maupun secara personal (personal approach).
3. Penambahan fasilitas yang makin menunjang operasional klinik ini.
Indikator dari tujuan jangka pendek yang telah dibuat oleh Klinik Medika Tradisional adalah semakin dikenalnya keberadaan Klinik Medika Tradisional sebagai klinik yang menyediakan teknik pengobatan tradisional di Surabaya, ini bisa dilihat pada tahun pertama dari 40 % penduduk Kota Surabaya yang
mengetahui keberadaan klinik ini, pada tahun ketiga meningkat hingga mencapai 80%. Jumlah keluhan yang masuk ke bagian Customer center pada tahun ketiga juga bisa diturunkan hingga mencapai 25%. Ini mengindikasikan bahwa adanya peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan oleh Klinik Medika Tradisional.
6.1.2 Tujuan Jangka Panjang
Apabila tujuan jangka pendek telah dicapai seperti halnya konsumen telah mengetahui dan mengunjungi klinik dan konsumen juga merasa puas, maka klinik ini masuk ke dalam tahap yang berikutnya dimana usaha ini akan mengembangkan usahanya yang berorientasi jangka panjang. Tujuan-tujuan itu diantaranya:
1. Menjadikan Klinik Medika Tradisional sebagai market leader dalam usaha sejenis, yaitu usaha jasa pelayanan kesehatan secara tradisional. Ini bisa ditandai dengan bertambahnya pangsa pasar yang dicapai. Kota-kota terdekat dengan Surabaya seperti Pasuruan, Sidoarjo, Malang merupakan target pasar yang harus dapat tercapai.
2. Membangun Brand Equity, yaitu seberapa banyak pelanggan merasa puas, menghargai dan terikat kepada suatu merek. Kesadaran yang tinggi inilah yang akan membuat penerimaan akan merek tertentu juga akan tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan membentuk suatu bagian penelitian dan pengembangan yang berfungsi untuk mencari peluang-peluang terbaru yang dapat digunakan (Kotler,1997)
3. Memperluas usaha, pada tahap dimana keberadaan klinik ini telah memungkinkan untuk melebarkan sayapnya maka Klinik Medika Tradisional akan membuka klinik-klinik cabang lainnya, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang di kota lain.
4. Mempertahankan level customer yang telah ada dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Program-program seperti membership atau customer centre khusus anggota bisa dipertimbangkan untuk dilakukan.
Ini bisa dilihat dari pengunjung yang datang ke Klinik Medika Tradisional ini, 80% pengunjung menyatakan puas atas pelayanan yang diberikan Klinik Medika Tradisional. Begitu juga dengan jumlah kunjungan pasien dari luar kota Surabaya dari 60 orang pasien luar kota yang berkunjung pada tahun 1, meningkat hingga
mencapai 150 orang pasien luar kota yang mengunjungi Klinik Medika Tradisional pada tahun ketiganya. Ini menunjukan bahwa keberadaan dari Klinik Medika Tradisional sudah diketahui oleh masyarakat yang berada di luar kota Surabaya seperti Malang, Sidoarjo, Pasuruan, dan Gresik.
6.2 Strategi Pemasaran
Keberhasilan suatu usaha tergantung juga dari strategi pemasaran yang diterapkan oleh suatu perusahaan. Pengimplementasian strategi yang tepat tentunya menghasilkan pencapaian terhadap tujuan-tujuan perusahaan. Menurut Amstrong dan Kotler (2000:57) marketing strategy is the marketing logic by which the company hopes to achieve its marketing objectives. “Strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana perusahaan mempunyai harapan untuk mencapai tujuan- tujuan pemasaran perusahaan tersebut”. Maka berdasarkan definisi tersebut, Klinik Medika Tradisional menerapkan logika-logika pemasaran tersebut ke dalam segmentation, targeting, dan positioning sebagai usahanya demi mencapai akan tujuan usahanya.
6.2.1. Logika Pemasaran
6.2.1.1. Segmentation (Segmentasi)
Dalam penentuan segmentasi dari Klinik Medika Tradisional, variabel demografis ( usia, jenis kelamin, ras, generasi, dsb ) beserta segmentasi psikografis dan prilaku, akan menjadi dasar-dasar pertimbangan dalam penentuan target pasar usaha ini. Berikut ini adalah segmentasi terhadap pasar potensial yang ada.
6.2.1.1.a. Segmentasi Demografis
Jenis kelamin dan usia tidak menjadi salah satu faktor penentu karena dianggap kurang relevan dalam penerapannya, dimana hampir segala golongan usia dan jenis kelamin (pria dan wanita) dapat menggunakan jasa klinik ini.
1. Income (pendapatan)
Konsumen yang menjadi target market adalah konsumen yang berpengeluaran berkisar antara Rp.500.000,- diatas Rp.1.000.000,- per bulan, atau menurut Rhenald Kasali mereka yang bergolongan B sampai dengan golongan A.
2. Sebagian besar orang-orang Tionghoa, yang masih percaya pada tradisi atau cara cara pengobatan tradisional yang diwariskan oleh para leluhurnya.
6.2.1.1.b. Segmentasi Psikografis
1. Mereka yang masih mempercayai manfaat dari pengobatan secara tradisional bahkan menganggapnya lebih baik dibanding pengobatan secara modern dan orang – orang yang mencari alternatif pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit yang mereka derita karena tidak bisa disembuhkan oleh kedokteran modern.
6.2.1.1.c. Segmentasi prilaku
1. Kelompok konsumen yang melihat manfaat dari pengobatan tradisional sebagai alternatif penyembuhan dengan kualitas pelayanan yang baik, pelayanan yang profesional, bertindak ekonomis.
2. Antusias terhadap keberadaan dari pengobatan tradisional ini.
3. Tingkat loyalitas yang tinggi amatlah sangat menguntungkan bagi usaha ini.
6.2.1.2. Targetting
Berdasarkan segmentasi yang telah kami lakukan di atas maka target pasar / konsumen kami adalah :
1. Pria dan wanita tanpa mengenal batasan umur 2. Mereka yang warga keturunan Tionghoa
3. Mereka yang berasal dari golongan B, menurut klasifikasi Rhenald Kasali 4. Semua orang yang lebih percaya / menyenangi pada pengobatan tradisional
dari pada pengobatan modern dan orang–orang yang mencari alternatif
6.2.1.3 Positioning
Positioning adalah seperangkat persepsi, kesan, serta perasaan konsumen yang kompleks yang dimiliki oleh konsumen atas produk yang bersangkutan dengan produk pesaing. Strategi atas penentuan posisi menurut Ries dan Trout ada tiga,yaitu:
1. Memperkuat posisinya sendiri dalam benak konsumen
2. Mencari dan merebut posisi pasar yang belum ditempati dan dihargai oleh banyak konsumen
3. Menggeser atau merubah posisi persaingan(Kotler, 1997)
Dengan demikian dalam memposisikan dirinya dalam pasar, sebuah produk haruslah menunjukkan satu keunggulan yang dimilikinya (unique selling proposition). Oleh karena itu Klinik Medika Tradisional memposisikan dirinya sebagai “klinik tradisional yang terlengkap dan modern”, terlengkap disini berarti tersedianya beragam teknik pengobatan tradisional (bukan mistik) yang ditawarkan sedangkan modern disini berarti klinik ini menggunakan fasilitas-fasilitas modern dalam menunjang aktivitasnya oleh klinik ini.
6.2.2 Strategi Jangka Pendek dan Strategi Jangka Panjang
Berdasarkan segmentasi, targeting, dan positioning yang telah dilakukan maka klinik Medika Tradisonal membagi strategi pemasarannya menjadi dua bentuk strategi yakni strategi jangka pendek dan strategi jangka panjang. Kedua strategi ini dilaksanakan demi tercapainya tujuan-tujuan pemasaran (baik jangka pendek maupun jangka panjang) yang telah dirumuskan sebelumnya.
6.2.2.1 Strategi Jangka Pendek
Berdasarkan tujuan pemasaran yang telah dirumuskan sebelumnya maka strategi yang akan diaplikasikan oleh Klinik Medika Tradisional adalah:
Promosi yang kontinual
Untuk melaksanakan strategi promosinya, Klinik Medika Tradisional menggunakan taktik:
1. Penggunaan promosi pada media massa yaitu Koran Jawa Pos dan Kompas.
Menampilkan profil dari Klinik Medika Tradisional (misalnya halaman
rubrik KOMUNIKASI BISNIS pada koran Jawa Pos) yang memberikan informasi tentang berbagai macam teknik pengobatan yang tersedia di Klinik Pengobatan Tradisional, berbagai fasilitas yang disediakan, sampai dengan para tenaga ahli yang dimiliki Klinik Medika Tradisional. Sehingga masyarakat menjadi mengerti tentang keberadaan dari Klinik Medika Tradisional.
2. Penggunaan media massa elektronik yaitu radio, disini Klinik Medika Tradisional menetapkan Radio SUARA SURABAYA FM karena memiliki rating yang tinggi, dan juga TRIJAYA FM melihat segmen pendengarnya adalah dari kalangan profesional yang dianggap memiliki buyer power yang kuat.
Pelayanan konsumen yang terpadu
Sebagai salah pengimplementasian dari strategi customer intimacy yang dicetuskan oleh Porter maka Klinik medika Tradisional menggunakan taktik:
1. Pembukaan program Membership sehingga Klinik dapat dimudahkan dalam mengangani pelayanan terhadap para anggota.
2. Penggunaan sebuah website, yang bisa dipergunakan untuk melakukan konsultasi secara on-line dengan Klinik Medika Tradisional. Website ini memuat menu-menu yang dapat membantu para customer, misal konsultasi dengan para tenaga ahli tentang penyakit yang sedang dideritanya, pemesanan tempat secara on-line. bagi mereka yang masih awam dengan keberadaan klinik ini, nantinya dengan mengunjungi web-site Klinik Medika Tradisional ini dapat langsung mengerti dan mengetahui apa saja teknik-teknik pengobatan yang disediakan oleh klinik ini, karena web-site ini juga dilengkapi dengan foto.
3. Memberikan pelayanan sebaik mungkin bagi para pelanggan dapat menumbuhkan kesetiaan dalam diri pelanggan sehingga pelanggan mau untuk melakukan kunjungan kembali ke klinik ini, Klinik Medika Tradisional membuat sebuah program buat para pelanggannya yaitu program hallo customer, dimana didalamnya terdapat kegiatan kunjungan ke rumah-rumah para pelanggan dari Klinik Medika Tradisional. Disini setiap
pelanggan yang dikunjungi diberikan pengobatan cuma-cuma (sampel obat) di rumahnya apabila pelanggan tersebut mempunyai suatu keluhan dan setelah itu akan diberikan tabloid khusus anggota oleh Klinik Medika Tradisional.
4. Pencapaian angka 300 orang untuk anggota tetap pada tahun ketiga dari Klinik Medika Tradisional, memungkinkan Klinik ini untuk menambah fasilitas yang ada. Seperti fasilitas spa dan sauna juga penambahan ruang pengobatan.
6.2.2.2 Strategi Jangka Panjang
Memepertahankan jumlah komsumen yang telah ada
Untuk jangka panjangnya strategi customer intimacy dari Klinik Medika Tradisional akan dilaksanakan dengan taktik:
1. Sesuai dengan disiplin di dalam menjalankan usahanya, yaitu disiplin dalam berhubungan erat dengan pelanggannya (Customer Intimacy). Klinik Medika Tradisional berusaha terus untuk memuaskan pelanggannya.
Dengan membentuk program Total Customer Satisfaction, dimana program ini mencakup berbagai hal seperti pembuatan kartu diskon buat para pelanggan, kunjungan ke rumah para pelanggan, pembagian tabloid dan memberikan cinderamata, ada pula program untuk lebih mendekatkan diri dengan customer dari luar kota surabaya seperti Malang, Sidoarjo, dan pasuruan dengan melakukan pameran pengobatan tradisional di kota-kota tersebut.
2. Diadakannya acara setiap tahunnya bisa berupa gathering antar anggota ataupun juga seminar-seminar, yang kesemuanya bersifat memberikan informasi-informasi terbaru tentang pengobatan tradisional.
Pengembangan produk
1. Dibentuknya Departemen Penelitian dan Pengembangan bertujuan untuk mengembangkan ataupun dapat menemukan sesuatu yang baru, baik itu jenis pengobatan tradisional maupun obat-obatan tradisional. Seperti pengobatan tradisional moksasiologi yang ternyata berguna dalam penyembuhan berbagai macam penyakit atau begitu bergunanya tanaman
mahkota dewa untuk menyembuhkan penyakit ringan seperti gatal-gatal atau flu hingga penyakit berat seperti kanker dan diabetes.
Ekspansi ke kota-kota terdekat
1. Klinik Medika Tradisional melihat peluang untuk membuka cabang di kota- kota diluar Surabaya, seperti Malang, Pasuruan, dan Sidoarjo. Untuk mewujudkan hal tersebut Klinik Medika tradisional mengadakan pameran di kota-kota tersebut untuk lebih memperkenalkan pengobatan tradisional sebagai salah satu pilihan lain dalam penyembuhan penyakit. Di dalam pameran tersebut akan diberikan pengobatan cuma-cuma bagi masyarakat, nantinya masyarakat bisa memilih pengobatan tradisional yang disediakan oleh Klinik Medika Tradisional seperti pijat refleksi, acupressure, tusuk jarum.
6.2 Bauran Pemasaran
Gambar 6.1
Marketing Mix for Services
Bauran pemasaran yang digunakan merupakan kombinasi dari 7Ps, yaitu Product, Price, Place, Promotion, People, Physical evidence, Process. Dimana ketujuhnya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan.
Physical evidence People
customer
Place Price
Promotion
Process
People
Product
6.3.1 Product
Menurut Kotler dan Amstrong (1996, 46-48) Product means good and service combination the company offers to the target market. “Produk adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan untuk pasar sasaran”. Aspek- aspek yang dapat mempengaruhi produk (Kotler, 2000, 18) adalah:
1. Keanekaragaman produk atau jasa
Klinik Medika tradisional merupakan sebuah usaha jasa dibidang kesehatan, khususnya penyembuhan berbagai penyakit dengan mempergunakan teknik- teknik pengobatan secara tradisional (bukan mistik). Klinik Medika Tradisional menawarkan berbagai jenis teknik pengobatan secara tradisional seperti: tusuk jarum (akupunctur), pijat refeleksi, pijat thai, pijat aroma terapi, acupressure, hot stone therapy,.. Banyaknya teknik pengobatan tradisional yang ditawarkan oleh Klinik Medika Tradisional, pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada setiap konsumen yang mengunjungi klinik ini.
2. Kualitas produk atau jasa
Karena klinik ini memberikan jasa di bidang kesehatan, maka kualitas yang dapat dilihat dan dirasakan adalah kualitas pelayanan dari para tenaga ahli kesehatan dan pegawai dari klinik ini, kualitas dari desain ruangan baik interior maupun eksterior dari klinik ini, dan kualitas dari peralatan yang digunakan oleh klinik ini. Kesemuanya itu akan dapat memberikan suatu kesan tersendiri bagi setiap konsumen yang mengunjungi klinik ini, apabila setiap konsumen mempunyai kesan yang positif terhadap keberadaan klinik maka hal ini akan mempengaruhi kunjungan kembali ke klinik ini.
3. Ciri khas produk atau jasa
Klinik Medika Tradisional memliki suatu ciri tersendiri dibandingkan dengan klinik-klinik pengobatan tradisional yang sudah ada sebelumnya. Dimana klinik ini menggabungkan berbagai teknik-teknik pengobatan tradisional yang sudah ada, akan tetapi sama sekali yang tidak ada hubungannya dengan hal-hal mistis ataupun kegiatan spritual tertentu dalam teknik penyembuhan penyakitnya.
4. Pengaruh Brand name
Klinik pengobatan ini merupakan usaha baru, maka dari itu diupayakan citra positif tetap terjaga sejak awal. Hal ini berhubungan dengan nama tradisional yang disandangnya, yang mana hal tersebut masih dihubungkan dengan hal-hal yang mistis dan gaib. Maka dari itu pelayanan yang diberikan haruslah benar- benar dapat memuaskan para konsumen, namun tetap tidak menimbulkan konotasi yang negatif.
5. Pelayanan
Klinik ini memberikan pelayanan yang terbaik kepada para konsumennya, mulai dari konsumen tersebut memasuki areal dari klinik ini, saat berobat, hingga nantinya meninggalkan klinik ini. Kesemuanya itu dilakukan untuk dapat memuaskan seluruh pengunjung dari Klinik Medika Tradisional ini.
6. Fasilitas Penunjang
Fasilitas yang dimiliki oleh Klinik Medika Tradisional adalah adanya sebuah toko obat yang menyediakan berbagai macam obat-obatan tradisional dari bahan-bahan alami. Disamping menyediakan obat-obatan tradisional yang alami, toko obat ini juga tetap menyediakan obat-obatan modern yang sudah beredar dipasaran.
6.3.2 Price
Harga merupakan jumlah uang yang harus konsumen bayarkan untuk mendapatkan produk atau jasa (Kotler & Amstrong 1996, 46-48). Menurut Kotler sendiri ada tiga pendekatan secara umum bagi sebuah perusahaan dalam menetapkan strategi harganya, yaitu:
1. Cost-based Pricing
Dimana perusahaan memberikan harga berdasarkan mark-up tertentu dari biaya dalam menghasilkan jasa.
2. Value-based Pricing
Perusahaan memberikan harga jual berdasarkan persepsi pembeli terhadap jasa yang ditawarkan dari pada berdasarkan biaya penjual.
3. Competition-based Pricing
Pendekatan dimana perusahaan memberikan harga jualnya berdasarkan harga pesaing. Baik itu mengikuti harga pesaing, maupun jauh dibawah harga pesaing.
Berdasarkan pendekatan-pendekatan yang ada, klinik ini mengambil pendekatan value-based pricing. Dengan pertimbangan bahwa klinik ini akan memberikan pelayanan berkualitas tinggi sehingga para konsumen akan membayar sesuai dengan mutu pelayanan yang diterima. Sedangkan dalam menentukan strategi harga terhadap produk yang baru, harus menyesuaikan dengan life cycle dari produk tersebut. Ada beberapa strategi yang sebenarnya dapat dipakai oleh Klinik ini seperti tertera pada bagan di bawah ini:
Dengan melihat bagan diatas maka strategi yang dipilih oleh klinik ini adalah Market-Skimming Pricing yang berarti klinik ini memberikan harga yang setinggi- tingginya untuk mencapai keuntungan maksimum, yang kemudian secara bertahap menurunkan harga kepada tingkat tertentu. Pertimbangan dari strategi ini adalah untuk tetap memberikan kesan eksklusif dari tingginya kualitas dari jasa yang ditawarkan oleh klinik ini.
Berdasarkan strategi yang telah dipilih, klinik ini mengimplementasikan strategi harganya kedalam kebijaksanaan-kebijaksanaan harga sebagai berikut:
1. Harga Premium
Quality
Premium strategy
Good-value strategy
Overcharge strategy
Economy strategy Price
Lower Higher
Higher
Lower
Dengan kualitas jasa yang ditawarkan klinik ini berani menawarkan harga premium.
2. Adanya variasi Harga
Meskipun dengan mengambil harga premium, klinik ini juga mengadakan variasi harga. Ini bertujuan untuk memenuhi permintaan konsumen yang berbeda. Harga ini ditentukan dari jenis pelayanan yang dipilih oleh konsumen. Dengan adanya daftar harga, maka konsumen dapat mengetahui harga yang harus dibayarkan untuk dapat menikmati fasilitas yang ada di klinik Medika Tradisional
6.3.3 Place
Tempat menunjukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan produk dan tersedia bagi pasar sasaran (Kotler & Amstrong 1996, 46- 48). Aspek-aspek yang dapat mempengaruhi tempat (Kotler, 2000, 18) adalah:
1. Lokasi
Dalam mendirikan usaha ini, kami sengaja memilih lokasi di jalan Raya Jemursari 121 Surabaya dengan pertimbangan:
1. Mudah dicapai.
2. Bebas banjir.
3. Kemudahan akses masuk dari luar kota.
2. Transportasi
Lokasi ini mudah di akses karena merupakan salah satu jalan utama di daerah Surabaya Selatan dan dilalui oleh rute angkutan umum (mikrolet, lyn, taxi).
3. Desain tempat
Ruangan-ruangan di klinik ini dibuat senyaman mungkin dan selalu dijaga kebersihannya. Dengan mengambil konsep oriental modern pada desain interiornya, diharapkan akan dapat memberikan kesan tersendiri bagi para konsumennya.
4. Suasana (Surrounding)
Ruang tunggu yang tidak saja dilengkapi dengan pendingin ruangan, tetapi juga dilengakapi dengan tv-show, begitu juga dengan penggunaan background music (atas permintaan konsumen) pada setiap ruang praktek, sehingga setiap
konsumen yang datang ke klinik ini bisa merasa nyaman, baik disaat berobat maupun pada waktu menunggu. Karena hal tersebut akan memberikan kesan bahwa Klinik Medika Tradisional berbeda dengan klinik-klinik pengobatan tradisional yang sudah ada sebelumnya.
6.3.4 Promotion
Promosi merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan manfaat dan keunggulan dari produknya serta untuk meyakinkan konsumen sasaran (Kotler & Amstrong, 1996, 46-48).
Untuk memperkenalkan Klinik Medika Tradisional kepada konsumen maka diperlukan rencana pemasaran jangka pendek yang matang. Dalam melakukan initial promotion Klinik Medika Tradisional memilih mengadakan sebuah seminar yang dapat menginformasikan pada konsumen tentang berbagai jenis pengobatan tradisional dan manfaat pengobatan tradisional, juga secara tidak langsung seminar ini dipakai sebagai sarana untuk memperkenalkan Klinik Medika Tradisional secara luas. Perincian biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan sebuah seminar di Hotel Majapahit adalah sebagai berikut:
- Pengeluaran untuk konsumen
Rp 30.000,00 x 300 orang Rp 9.000.000,00 - Pembicara utama dari Jakarta Rp 5.000.000,00 - Pembicara tambahan Rp 2.500.000,00 - Moderator Rp 400.000,00 - MC Rp 400.000,00 - Konsumsi Rp 300.000,00 - Akomodasi 1 malam Rp 650.000,00 - Tiket PP Rp 1.500.000,00 - Publikasi Rp 4.500.000,00
Untuk bulan-bulan selanjutnya promosi yang dilakukan dengan menggunakan sarana media masa, yaitu:
- Iklan di Radio Suara Surabaya
Rp 125.000 x 60 detik x 8 hari Rp 1.000.000,00 - Iklan di Koran Jawa Pos
Untuk iklan ½ halaman berwarna:
Rp 50.000 x 4 kolom x 270 mm x 7 hari x PPN 10 %
Rp 3.780.000,00 - Iklan di Koran Kompas
Untuk iklan ½ halaman berwarna:
Rp 45.000 x 4 kolom x 270 mm x 7 hari x PPN 10 %
Rp 3.402.000,00
Selain itu untuk promosi awal lainnya, Klinik Medika Tradisional akan membuat dan memasang spanduk serta membagi-bagikan selebaran di jalan-jalan sehingga keberadaan dari klinik pengobatan tradisional ini akan diketahui oleh seluruh masyarakat.
Disamping semua proses promosi di atas tadi pelayanan yang memuaskan konsumen sangat diutamakan oleh Klinik Medika Tradisional, karena konsumen yang merasa puas merupakan suatu alat promosi yang sangat efektif yaitu dengan promosi dari mulut ke mulut.
6.3.5 People
‘The person delivering the service is the service” (Lovelock, Patterson, Walker, 2001, hal 24). Interaksi yang terjadi antara konsumen dengan karyawan klinik akan sangat kuat mempengaruhi penilaian konsumen terhadap kualitas jasa yang diberikan oleh klinik. Oleh karena itu para pegawai/sumber daya manusia yang dipekerjakan oleh klinik haruslah mempresentasikan akan image dari klinik ini. Filosofi yang mengutamakan kepuasan pelanggan haruslah tertanam disetiap benak para karyawan. Untuk mencapai hal tersebut maka klinik Medika Tradisional akan mengadakan:
• Pelatihan-pelatihan bertahap sebelum dibukanya klinik ini. Pelatihan yang bersifat opersional ini akan dilakukan oleh tenaga ahli yang telah dimiliki oleh Klinik Medika Tradisional. Pelatihan tersebut seperti bagaimana cara
menghadapi para pengunjung yang datang, pelatihan mengenai penguasaan alat, dan sebagainya.
• Kemudian setelah klinik ini telah beroperasi secara penuh maka pihak manajemen akan mengadakan program-program lainnya demi tercapainya kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Program-program ini bisa berupa briefing baik itu sebelum maupun sesudah jam operasional klinik, pengadaan evaluasi yang kontinual setiap bulannya, pelatihan dalam teknik-teknik pengobatan terbaru, dan sebagainya..
6.3.6 Physical evidence
Dalam penyampaian jasa kepada konsumen, lingkungan sekitar yang tampak mata dapat juga memberikan dampak yang besar terhadap penilaian atas kualitas jasa yang disampaikan oleh klinik ini. Karena itu tidak saja kebersihan maupun kerapian dari lingkungan klinik yang dijaga akan tetapi dengan desain interior yang menarik juga akan sangat membantu dalam menciptakan nilai-nilai positif di benak konsumen. Dengan mengambil paham oriental pada desain interiornya, maka akan timbul kesan eksklusif tersendiri bagi para konsumen. Begitu juga dengan karyawan akan direncanakan mengenakan seragam yang unik namun tetap terkesan rapi dan ekslusif sehingga setiap konsumen yang datang berkunjung maupun berobat di klinik ini mempunyai penilaian yang positif terhadap keberadaan fisik klinik secara keseluruhan.
6.3.7 Process of service production
Efesiensi dan efektifitas proses dalam penyampaian jasa juga sangat mempengaruhi penilaian konsumen terhadap kualitas jasa yang diberikan.
Kesalahan-kesalahan pencatatan tagihan, lamanya antrian, dan berbagai hal lainnya merupakan hal-hal yang harus dihindari. Dengan demikian secara langsung dan disadari secara penuh bahwa setiap karyawan harus memahami konsep total quality management secara baik dan benar , dimana mulai dari tahap terdepan hingga tahap terakhir yang berinteraksi dengan konsumen harus saling melengkapi dan mempunyai peran penting bagi operasional klinik secara keseluruhan. Jika konsep
ini dapat dijiwai dan bahkan diterapkan dalam operasi klinik secara keseluruhan maka efesiensi dan efektifitas penyampaian jasa pada klinik dapat tetap terjaga pada tingkat/level yang tinggi. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas Klinik Medika Tradisional akan membentuk suatu badan pemantau yang bertugas untuk memantau dan mengevaluasi segala kegiatan yang berhubungan dengan kepuasan pelanggan.
Sehingga apabila sampai terjadi kesalahan dapat diketahui secara langsung dan kemudian akan dicari solusinya.
6.4 Layanan Konsumen
Dengan memegang nilai bahwa kepuasan pelanggan merupakan hal terpenting, maka klinik ini akan berusaha sebaik mungkin dalam melayani para konsumennya, baik itu di dalam lokasi klinik maupun di luar lokasi klinik. Oleh karena itu usaha Klinik Medika Tradisional ini betul-betul menekankan pada kepuasan konsumen, baik itu dalam hal pelayanan ataupun dalam menanamkan kesan yang positif di benak konsumen. Dengan dibukanya layanan seperti membership dan customer centre baik itu secara on-line telpon maupun melalui website, klinik ini memang berkeinginan untuk terus memberikan layanan yang terbaik bagi para konsumennya.