BAB V ANALISIS | 101
BAB V ANALISIS
V. 1 ANALISA TAPAK
A. Analisa Pencapaian Tapak
Analisa Pencapaian Tapak dilakukan dengan tujuan mengetahui kemudahan dan kesulitan dalam mencapai tapak di mana desa wisata Dukuh Kajongan berada. Hal ini berkaitan dengan aksesibilitas wisatawan yang merupakan salah satu faktor penting dari kepariwisataan.
Dukuh Kajongan merupakan desa wisata yang terletak di Kota Tegal, Jawa Tengah, Indonesia. Kota Tegal, yang merupakan sebuah kota di tengah Jalur Pantai Utara (Pantura), merupakan kota transit yang selalu dilewati dan dikunjungi dalam perjalanan darat di Pulau Jawa. Selain itu, Kota Tegal juga menjadi jalur utama yang dilewati untuk menuju Jalur Pantai Selatan (Pansel).
Gambar 5. 1 Posisi Dukuh Kajongan di Kota Tegal Sumber: Analisa Firly, 2017
Kota Tegal memiliki Terminal Bus tipe A yang melayani perjalanan Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota. Selain itu, Kota Tegal juga memiliki Stasiun Besar Tegal yang melayani perjalanan Kereta Api dari seluruh daerah di Jawa. Kota Tegal tidak memiliki pelabuhan penumpang dan bandar udara sehingga tidak dapat melayani perjalanan laut dan udara. Meskipun demikian, dapat disimpulkan aksesibilitas menuju ke Kota Tegal dapat dikatakan sangat terjangkau berkat pengaruh Jalur Pantura.
Apabila terdapat perjalanan udara atau laut, Bandara dan Pelabuhan besar terdekat adalah di Semarang, Jawa Tengah, sekitar 165 km dari Kota Tegal. Perjalanan ini dapat ditempuh dengan Kereta Api yang akan berhenti di Stasiun Besar Kota Tegal atau melalui Bus AKDP dan AKAP. Dari Stasiun Kota Tegal, kawasan desa wisata
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 102 dapat dicapai selama 20 menit perjalanan menggunakan taksi maupun angkutan kota.
Sedangkan dari Terminal, kawasan desa wisata dapat dicapai sekitar 10 menit.
Kawasan desa wisata Dukuh Kajongan, secara lokal, dapat dicapai dari Alun- alun Brebes dan Alun-alun baru Slawi dengan sekitar 1 jam perjalanan. Sedangkan dari Pemalang dan Pekalongan, kawasan tersebut dapat dicapai sekitar satu setengah sampai dua jam. Dari Cirebon, kawasan desa wisata Dukuh Kajongan memakan waktu kurang lebih dua jam melalui tol. Jika tidak melalui tol, maka perjalanan ditempuh selama 3 jam.
Di dalam Kota Tegal, kawasan desa wisata Dukuh Kajongan dapat dicapai dengan mudah. Waktu terlama untuk mencapai kawasan ini (Kota Tegal paling Selatan) adalah sekitar 45 menit, tergantung lalu lintas. Kawasan desa wisata Dukuh Kajongan dapat dicapai dalam waktu 10-15 menit dari pusat kota dan 5 menit dari jalur Pantura maupun dari Pelabuhan Ikan yang masih di dalam satu kelurahan.
Gambar 5. 2 Denah menuju Dukuh Kajongan Sumber: Bing Image, 2017
Sedangkan kemungkinan pencapaian di dalam kawasan Keluarahan Muaraeja sendiri dapat dicapai melalui;
1) Jalan Pantura (dan Kota Tegal bagian Timur dan Selatan), kemudian menuju Kelurahan Tegalsari dan lurus menuju arah Barat hingga mencapai Kelurahan Muarareja dan Dukuh Kajongan.
2) Kelurahan Keraton, kemudian mengikuti jalur dalam kota ke arah Pelabuhan Ikan atau TPI hingga mencapai Kelurahan Muarareja dan Dukuh Kajongan.
PUSAT KOTA
PANTAI ALAM INDAH
RSUD KARDINAH TERMINAL
STASIUN TEGAL
SATE TIRUS KEL. KERATON
DUKUH KAJONGAN
BAB V ANALISIS | 103 3) Terminal Kota Tegal (Brebes dan Jawa bagian Barat), kemudian menuju
Kelurahan Margadana dan lurus menuju arah Utara hingga mencapai Kelurahan Muarareja dan Dukuh Kajongan.
4) Gerbang masuk Kota Tegal (dari arah Jawa Bagian Barat), kemudian menuju Kelurahan Kaligangsa dan lurus menuju arah Utara hingga mencapai Kelurahan Muarareja dan Dukuh Kajongan.
5) Gerbang masuk Kota Tegal (dari arah Jawa Bagian Selatan), kemudian menuju Utara hingga mencapai Kelurahan Muarareja dan Dukuh Kajongan.
Respon:
Dari analisa yang dilakukan, diketahui bahwa pencapaian ke arah tapak Dukuh Kajongan dianggap cukup mudah karena terdapat transportasi dan jalan yang memadai untuk mencapai lokasi Dukuh Kajongan. Aksesibilats bagi wisatawan dianggap telah memadai, mudah untuk diakses dan memenuhi kenyamanan. Namun, lokasi Dukuh Kajongan memiliki kendala yaitu cukup jauh dari pusat kota.
Dengan diketahuinya pencapaian tapak, diketahui pula embrio; keberadaan, bentuk, potensi dan sirkulasi tapak yang tersedia. Informasi dari analisa pencapaian tapak kemudian akan dilanjutkan ke dalam analisa-analisa lebih lanjut dan rinci tentang bagian-bagian embrio tersebut.
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 104 B. Analisa Lokasi Embrio Wisata dan Linkage
Lokasi embrio wisata yang telah ada di dalam desa wisata Dukuh Kajongan dapat dicapai melalui;
1) Memasuki Kawasan Dukuh Kajongan dari Muarareja melewati jembatan Sungai Kemiri
2) Memasuki kawasan Pasar Muara Anyar dan tempat penyandaran kapal nelayan di Sungai Kemiri.
3) Memasuki kawasan pemukiman warga Dukuh Kajongan .
4) Mengambil jalur kanan akan menuju ke arah Pantai Muara Indah;
5) Sedangkan mengambil jalur kiri akan menuju ke arah Usaha Budidaya Ikan dan Udang Tambak Dukuh Kajongan.
6) Memasuki kawasan Craft Dukuh Kajongan
7) Memasuki kawasan penyeberangan Sungai Gangsa (F) dari Dukuh Kajongan ke arah Kab. Brebes.
8) Dengan kapal di Sungai Gangsa, terdapat perjalanan air untuk menikmati Hutan Mangrove Sungai Gangsa.
Gambar 5. 3 Pencapaian Embrio Wisata di Dukuh Kajongan Sumber: Analisa Firly, 2017
Hutan Mangrove Craft
Tambak
Permukiman Pasar
Penyeberangan
Pantai Jembatan S. Kemiri
BAB V ANALISIS | 105 Linkage merupakan garis semu yang menghubungkan antara elemen yang satu dengan yang lain, nodes yang satu dengan nodes yang lain, atau distrik yang satu dengan yang lain. Pada desa wisata Dukuh Kajongan, Linkage merupakan garis semu penghubung elemen wisata satu dengan lainnya sehingga terjadi kesinambungan dan keterpaduan kawasan wisata.
Gambar 5. 4 Analisa Linkage Embrio Wisata Sumber: Peta Tematik – Pemerintah Kota Tegal, 201
Respon:
Dari analisa yang dilakukan, diketahui bahwa lokasi embrio wisata dapat diakses dengan leluasa. Selain itu, dapat dilihat bahwa elemen pariwisata di desa wisata Dukuh Kajongan adalah 1) Pantai Muara Indah, 2) Permukiman Masyarakat Nelayan Dukuh Kajongan, 3) Pasar Muara Anyar, 4) Hutan Mangrove dan Penyeberangan Sungai Gangsa, 5) Kerajinan Kerang dan 6) Budi Daya Ikan, Udang dan Rumput Laut.
Seluruh elemen pariwisata ini merupakan suatu keterpaduan yang membentuk sebuah desa wisata di Dukuh Kajongan dengan inti atraksi interaksi kehidupan masyarakat dan alam.
Gambar 5. 5 Linkage Dukuh Kajongan Sumber: Analisa Firly, 2017
Hutan Mangrove Pantai Muara Indah
Craft Tambak Permukiman Warga Pasar Muara Anyar
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 106 C. Analisa Paket Wisata dan Sirkulasi dalam Tapak
Analisa Paket Wisata dan Sirkulasi saling berhubungan di dalam kawasan desa wisata Dukuh Kajongan. Dalam menganalisa sirkulasi, dilihat kembali embrio atraksi yang telah ada di Dukuh Kajongan. Embrio di Dukuh Kajongan membentuk rangkaian atraksi desa wisata dengan inti atraksi interaksi kehidupan masyarakat dan alam1. Atraksi-atraksi tersebut memiliki alur yang dapat membantu dalam analisa sirkulasi dan menjadikan kawasan Dukuh Kajongan menjadi desa wisata yang lebih terpadu dan memiliki kesinambungan yang pasti. Dengan menganalisis sirkulasi dari Linkage, didapatkan bahwa desa wisata Dukuh Kajongan dapat memiliki kemungkinan paket wisata lengkap daripada hanya wisata mandiri. Paket wisata adalah serangkaian kegiatan wisata yang dilakukan di Dukuh Kajongan dengan mendatangi atraksi wisata secara berlanjut. Jika wisatawan hanya menuju Pantai Muara Indah, Hutan Mangrove, atau Tambak maka tidak termasuk dalam paket wisata, namun wisata mandiri.
Analisa sirkulasi di dalam tapak memiliki tujuan untuk menentukan pola pergerakan sirkulasi yang mungkin terjadi di dalam tapak. Analisa sirkulasi dibahas terlebih dahulu karena masih bersangkutan dengan lokasi, kesinambungan dan Linkage Dukuh Kajongan serta mengantisipasi pelebaran jalur yang ada di dukuh Kajongan.
Selain itu, sirkulasi akan mempengaruhi pertimbangan orientasi bangunan-bangunan tertentu agar menghadap ke arah sirkulasi. Analisa sirkulasi di dukuh Kajongan menjadikan faktor Linkage, aksesibilitas dan Atraksi sebagai pertimbangan utama sehingga mobilitas wisatawan dapat dilakukan dengan nyaman, aman dan menyenangkan. Kriteria yang dimunculkan dalam analisa sirkulasi antara lain;
1) Mampu menghubungkan tempat atraksi satu dengan yang lainnya dengan aman dan nyaman.
2) Mampu mencapai setiap sudut dari kawasan Dukuh Kajongan dengan optimal.
3) Mempertimbangkan aspek efektivitas dan efisiensi penggunaan lahan sirkulasi.
4) Mampu menciptakan sirkulasi yang berjalan mulus dan tidak menciptakan kemacetan di dalam maupun luar tapak.
Rangkaian paket-paket Wisata di Dukuh Kajongan membutuhkan pertimbangan sirkulasi masing-masing. Pertimbangan tersebut dibagi menjadi tiga bagian; Sirkulasi kendaraan pengunjung, Sirkulasi kendaraan wisata dan Sirkulasi Pedestrian.
1 Lihat BAB V Analisa Lokasi Embrio Wisata dan Linkage
BAB V ANALISIS | 107 C.1. Pola Sirkulasi Kendaraan Pengunjung
Pola sirkulasi kendaraan pengunjung adalah kemungkinan- kemungkinan sirkulasi yang dapat digunakan oleh pengunjung menggunakan kendaraannya dalam mengakses sirkulasi di dalam kawasan desa wisata Dukuh Kajongan. Kondisi sirkulasi pengunjung di Dukuh Kajongan saat ini adalah;
Gambar 5. 6 Pola Sirkulasi Kendaraan Pengunjung di Dukuh Kajongan Sumber: Analisa Firly, 2017
Infrastruktur jalan di Dukuh Kajongan terdiri dari Jalan Lokal Primer dan Jalan Lokal Sekunder2. Jalan Lokal Primer adalah jalan utama yang dimulai di Jembatan Sungai Kemiri menuju ke Barat dan terpisah menjadi dua jalur, setelah itu bergabung kembali dan menuju ke penyeberangan Sungai Gangsa.
Lebar Jalan Lokal Primer adalah ± 4 meter dan tidak memungkinkan untuk kendaraan roda empat untuk berpapasan karena pinggir jalan merupakan tambak dan tidak disertai pengaman. Sedangkan Jalan Lokal Sekunder adalah jalan-jalan yang menghubungkan rumah-rumah warga. Lebar Jalan Lokal Sekunder adalah ± 1,5 – 2 meter dan hanya untuk pejalan kaki atau kendaraan roda dua.
Melihat dari keadaan tersebut, perlu diadakan pelebaran jalan atau pembuatan rute balik (Respon antisipasi Paket II) untuk mengakomodasi sirkulasi di kawasan Dukuh Kajongan. Rencana pelebaran jalan dan pembuatan rute balik direncanakan sebagai berikut;
2 Lihat BAB III Gambaran Umum Sarana Prasarana Infrastruktur Lingkungan. Halaman:
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 108
Gambar 5. 7 Analisa Alternatif Sirkulasi Balik Sumber: Analisa Firly, 2017
Alernatif pembuatan rute balik direncanakan sebagai berikut;
1) Alternatif (1/Biru) merupakan pembuatan rute balik dengan pelebaran Jalan Lokal Utama di beberapa segmen.
2) Alternatif (2/Hijau) merupakan pembuatan rute balik dengan membuka rute lain menuju ke Pasar Muara Anyar.
Alternatif rute sirkulasi kendaraan pengunjung yang dipilih adalah Alternatif (2), yaitu membuat rute balik baru. Alternatif (2) dipilih dengan pertimbangan sirkulasi wisata yang tidak boleh menggunakan jalur datang sebagai jalur balik serta menghindari kemacetan sehingga tercipta sirkulasi yang lancar. Alternatif (2) juga membuat Jalan Lokal Utama tidak perlu mengalami pelebaran sehingga memundurkan atau bahkan menggusur pemukiman warga.
Dari Jalan Lokal Utama, terdapat jalan yang menuju utara dan mengarah ke Pantai Muara Indah. Jalan tersebut akan ditutup karena akan menjadi kawasan Hutan Mangrove. Sebagai ganti jalan tersebut, maka dibuat jalan baru untuk memasuki Pantai Muara Indah melewati permukiman Warga.
Keterangan:
Merah : Jalur Utama Biru : Jalur Baru
Gambar 5. 8 Analisa Jalur Baru Sumber: Analisa Firly, 2017
BAB V ANALISIS | 109 Respons:
Terdapat dua jalur sirkulasi kendaraan pengunjung di Dukuh Kajongan, yaitu jalur datang dan jalur balik yang berbeda rute. Kemudian dibuat satu jalur menuju Pantai Muara Indah yang melewati permukiman warga. Jalur tersebut digambarkan pada gambar berikut;
Keterangan:
Merah : Jalur Utama Biru : Jalur Baru Hijau : Jalur Balik
Gambar 5. 9 Respons Jalur Sirkulasi Kendaraan Pengunjung di Dukuh Kajongan Sumber: Analisa Firly, 2017
C.2. Pola Sirkulasi Pedestrian
Gambar 5. 10 Contoh Jalur Sirkulasi Pedestrian Sumber: Analisa Firly, 2017
Pola sirkulasi pedestrian adalah kemungkinan-kemungkinan sirkulasi yang dapat digunakan oleh pengunjung dengan berjalan kaki dalam mengakses sirkulasi di dalam kawasan desa wisata Dukuh Kajongan. Pola Sirkulasi pedestrian merupakan pola khusus yang dirancang dengan akses, keamanan dan kenyaman yang lebih tinggi. Jalur pedestrian utama mengikuti Jalur kendaraan pengunjung, sedangkan jalur pedestrian tambahan dibuat untuk wisata di Hutan Mangrove dan Pantai Muara Indah.
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 110 Jalur Pedestrian dapat dilihat melalui gambar;
Keterangan:
Merah : Jalur pedestrian utama Biru : Jalur pedestrian Pantai Hijau : Jalur pedestrian Mangrove
Gambar 5. 11 Respons Jalur Pedestrian di Dukuh Kajongan Sumber: Analisa Firly, 2017
C.3. Pola Sirkulasi Kendaraan Wisata
Pola sirkulasi kendaraan wisata adalah rute sirkulasi yang dapat digunakan oleh kendaraan wisata atau pengelola dalam mengakses sirkulasi di dalam kawasan desa wisata Dukuh Kajongan. Kendaraan wisata di Dukuh Kajongan direncanakan menjadi dua tipe; kendaraan darat dan kendaraan laut.
Kendaraan darat berupa kendaraan manual atau menggunakan energi ramah lingkungan seperti sepeda, becak sepeda, sepeda listrik, golf cart, dan lain-lain ikut melintasi jalur sirkulasi kendaraan pengunjung. Sedangkan kendaraan laut berupa sepeda air, perahu wisata dan lain-lain melintasi Sungai Gangsa.
Gambar 5. 12 Contoh Kendaraan Wisata yang Disediakan Sumber: Analisa Firly, 2017
BAB V ANALISIS | 111
Keterangan:
Merah : Jalur Darat Biru : Jalur Air
Gambar 5. 13 Respons Jalur Sirkulasi Kendaraan Wisata di Dukuh Kajongan Sumber: Analisa Firly, 2017
Kendaraan wisata direncanakan untuk merespons Paket Wisata II – IV dengan asumsi kendaraan pengunjung terparkir di Pasar Muara Anyar, Pantai Muara Indah atau di Bantaran Sungai Gangsa. Oleh karena hal tersebut, terdapat kantung-kantung parkir yang disiapkan di tiga area tersebut.
Keterangan:
Merah : Jalur Darat Biru : Jalur Air
Kuning : Asumsi Kantung Parkir
Gambar 5. 14 Analisa Kantung Parkir Sumber: Analisa Firly, 2017
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 112
V.2 ANALISIS KEGIATAN DAN RUANG
A. Analisis Kelompok Kegiatan Wisata
Analisis kegiatan wisata memiliki tujuan untuk memahami kelompok kegiatan wisata yang akan dilakukan di dalam kawasan desa wisata Dukuh Kajongan. Kelompok kegiatan wisata didasarkan pada embrio wisata yang telah tersedia di Dukuh Kajongan dan rencana pengembangan wisata Dukuh Kajongan3, yaitu; Umum, Pasar Muara Anyar, Pantai Muara Indah, Hutan Mangrove Sungai Gangsa, Craft, Budidaya Tambak, Permukiman Warga Lokal.
Diagram 5. 1 Kelompok Kegiatan Wisata Sumber: Analisis Firly,2017
B. Analisis Pelaku Kegiatan
Analisis pelaku memiliki tujuan untuk memahami pelaku-pelaku yang akan melakukan kegiatan di kawasan desa wisata Dukuh Kajongan. Pelaku-pelaku kegiatan di Dukuh Kajongan meliput;
Tabel 5. 1 Analisis Pelaku Kegiatan
No. PELAKU KETERANGAN
1 Wisatawan Pelaku yang datang untuk melakukan kegiatan wisata di kawasan desa wisata Dukuh Kajongan 2 Penduduk Lokal Pelaku yang tinggal dan bermukim di dalam
kawasan desa wisata Dukuh Kajongan, namun tidak ikut serta dalam kegiatan wisata secara intens.
3 Penduduk Lokal anggota POKDARWIS
Pelaku yang tinggal dan bermukim di dalam kawasan desa wisata Dukuh Kajongan, dan memiliki peran terhadap kegiatan kepariwisataan, seperti; Narasumber dan Pengelola Budidaya Tambak, Penjaga Hutan Mangrove, Nelayan, Pengursaha Craft (Kerajinan), Pedagang dan lain- lain.
3 Lihat BAB IV PENGEMBANGAN KAWASAN DESA WISATA DUKUH KAJONGAN YANG DIRENCANAKAN
BAB V ANALISIS | 113
No. PELAKU KETERANGAN
4 Penjaga Kawasan Pelaku yang bertugas langsung untuk menjaga kawasan secara formal, seperti; petugas karcis, petugas parkir, tukang kebun, tukang sapu, Polisi Wisata, Coast guard dan lain-lain.
5 Pengelola Kawasan Pelaku yang memiliki tugas administrasi dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan serta pengelolaan desa Wisata Dukuh Kajongan.
Pengelola Kawasan diasumsikan bagian dari Dinas DISPORABUDPAR dan bertempat tinggal di luar Dukuh Kajongan.
Sumber: Analisis Firly, 2017
C. Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang
Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang memiliki tujuan untuk memahami kegiatan wisata dan kegiatan lain yang dilakukan oleh pelaku kegiatan pada kelompok atraksi yang ada di kawasan desa wisata Dukuh Kajongan beserta ruangan yang dibutuhkan untuk mewadahinya.
C.1. Kegiatan Pariwisata
Kegiatan pariwisata di kawasan desa wisata Dukuh Kajongan merupakan jadwal yang telah ditentukan per pilihan paket yang ada di Dukuh Kajongan. Jadwal kegiatan pariwisata di Dukuh Kajongan adalah sebagai berikut;
Tabel 5. 2 Tabel Kegiatan Pariwisata
Sumber: Analisis Firly
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 114 C.2. Kebutuhan Ruang
a. Kelompok Atraksi Umum
Tabel 5. 3 Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang pada Kelompok Umum
Kel. PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
U M U M
WISATAWAN
Sirkulasi
Datang Gerbang Masuk
Tiketing Loket Tiket
Parkir Tempat Parkir
Pulang Gerbang Keluar
Wisata
Mencari Informasi/
Pemesanan Paket Wisata
Pusat Informasi
Belanja Suvenir Toko Suvenir
Makan Tempat Makan/ Food
Court/ Cafe/ Warung
Istirahat Lobby/ Taman
Berjalan-jalan/ Jogging Jalur Pedestrian/
Promenade/ Dermaga/
Anjungan
Memancing Ruang Bebas Pancing
Naik Perahu Wisata Dermaga/ Anjungan Sewa Kendaraan Wisata Pusat Informasi Pertunjukan Budaya Panggung Budaya Metabolism
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
PENDUDUK LOKAL
Datang Gerbang Masuk
Berjalan-jalan Jalur Pedestrian/
Promenade/ Dermaga/
Anjungan
Bermain Taman
Pulang Gerbang Keluar
POKDARWIS
Sirkulasi
Datang Gerbang Masuk
Pulang Gerbang Keluar
Pengelolaan
Mencari/ Memberikan Informasi
Pusat Informasi Menjemput/Mengantar
Wisatawan
Pusat Informasi Melayani Wisata Perahu Dermaga
Pertunjukan Budaya Panggung Budaya Metabolism
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Makan Kantin
Istirahat Ruang Istirahat
BAB V ANALISIS | 115
U M U M
PENJAGA KAWASAN
Datang Gerbang Masuk, Pintu
Masuk Kantor Penjaga Presensi Datang Lobby Kantor Penjaga
Desk-Job Kantor Penjaga
Tugas Lapangan Pos Penjaga Utama/
Loket
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Makan Kantin
Istirahat Taman/ Kantin
Presensi Pulang Lobby Kantor Penjaga
Pulang Gerbang Keluar
PENGELOLA KAWASAN
Pimpinan
Datang Gerbang Masuk, Pintu
Masuk Kantor Pengelola Presensi Datang Lobby Kantor Pengelola Desk-Job/ Administrasi Kantor Pimpinan
Pengelola
Menerima Tamu Ruang Tamu
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Makan Kantin
Istirahat Taman/ Kantin
Presensi Pulang Lobby Kantor Pengelola
Pulang Pintu keluar, Gerbang
Keluar
Sekertaris/
Bendahara
Datang Gerbang Masuk, Pintu
Masuk Kantor Pengelola Presensi Datang Lobby Kantor Pengelola Desk-Job/ Administrasi Kantor Kesekretariatan
Pengelola
Ibadah Mushala
BAK/BAB KM/WC
Makan Kantin
Istirahat Taman/ Kantin
Presensi Pulang Lobby Kantor Pengelola
Pulang Pintu keluar, Gerbang
Keluar
Staff
Datang Gerbang Masuk, Pintu
Masuk Kantor Pengelola Presensi Datang Lobby Kantor Pengelola Desk-Job/ Administrasi Kantor Staff Pengelola
Ibadah Mushala
BAK/BAB KM/WC
Makan Kantin
Istirahat Taman/ Kantin
Presensi Pulang Lobby Kantor Pengelola
Pulang Pintu keluar, Gerbang
Keluar
Sumber: Analisis Firly, 2017
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 116 b. Kelompok Pasar Muara Reja
Tabel 5. 4 Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang pada Kelompok Pasar Muara Anyar
Kel. PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
P A S A R
M U A R A
A N Y A R
WISATAWAN
Datang Pintu Masuk Pasar
Berbelanja Toko/ Kios
Kuliner Food Court/ Cafe/
Warung/ Restoran
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Tarik Uang ATM
Pulang Pintu Keluar Pasar
PENDUDUK LOKAL
Datang Pintu Masuk Pasar
Jual – Beli Toko/ Kios
Kuliner Food Court/ Cafe/
Warung/ Restoran
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Tarik Uang ATM
Pulang Pintu Keluar Pasar
POKDARWIS
Datang Pintu Masuk Pasar
Jual – Beli Toko/ Kios
Tour Guide
Kuliner Food Court/ Cafe/
Warung/ Restoran
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Tarik Uang ATM
Pulang Pintu Keluar Pasar
PENJAGA KAWASAN
Datang Pintu Masuk Pasar
Menjaga Kawasan Pasar Pos Keamanan/ Pos Kebersihan
Maintenance Gudang Peralatan
Istirahat Ruang Istirahat/ Kantin/
Taman
Kuliner Food Court/ Cafe/
Warung/ Restoran
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Tarik Uang ATM
Pulang Pintu Keluar Pasar
PENGELOLA KAWASAN
Pimpinan
Datang Pintu Masuk Pasar
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Pasar
Belanja Toko/ Kios
Kuliner Food Court/ Cafe/
Warung/ Restoran
Tarik Uang ATM
Pulang Pintu Keluar Pasar
Sekretaris/
Bendahara
Datang Pintu Masuk Pasar
Belanja Toko/ Kios
Kuliner Food Court/ Cafe/
Warung/ Restoran
BAB V ANALISIS | 117
Tarik Uang ATM
Pulang Pintu Keluar Pasar
Staff
Datang Pintu Masuk Pasar
Inspeksi
Belanja Toko/ Kios
Kuliner Food Court/ Cafe/
Warung/ Restoran
Tarik Uang ATM
Pulang Pintu Keluar Pasar
Sumber: Analisis Firly, 2017
c. Kelompok Pantai Muara Indah
Tabel 5. 5 Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang pada Kelompok Pantai Muara Indah
Kel. PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
P
M U A R A
I N D A H
WISATAWAN
Datang Area Masuk Pantai
Tiketing Loket
Bermain Pasir Ruang Pantai (Daratan) Mandi di Pantai Ruang Pantai (Laut)
Bilas KM Bilas
Penitipan Barang Locker
Istirahat Rest-Area/ Rest-Spot/ RTH
Duduk Rest-Area/ Rest-Spot/ RTH/
Tempat Duduk
Bermain Taman Anak (RPTRA)/
RTH
Piknik RTH/ Pantai (Daratan)
Kuliner Food Court/ Cafe/ Warung/
Restoran
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Jalan-jalan/ Jogging Jalur Pedestrian/
Promenade/ Dermaga/
Anjungan
Pulang Area Keluar Pantai
PENDUDUK LOKAL
- -
P
M U A R A
POKDARWIS
Datang Area Masuk Pantai
Tour Guide
Melayani Wisata Pantai Ruang Pantai Berjualan
(Makanan/Kerajinan Kecil)
Ruang Pantai
Pulang Area Keluar Pantai
PENJAGA KAWASAN
Datang Area Masuk Pantai
Menjaga Kawasan Pos Coast Guard/ Pos Keamanan/ Pos Kebersihan
Istirahat Ruang Istirahat/ Kantin/
Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Bilas Tempat Bilas
Pulang Area Keluar Pantai
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 118
I N D A H
PENGELOLA KAWASAN
Pimpinan
Datang Area Masuk Pantai
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Pantai
Pulang Area Keluar Pantai
Sekretaris/
Bendahara
Datang Area Masuk Pantai
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Pantai
Pulang Area Keluar Pantai
Staff
Datang Area Masuk Pantai
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Pantai Pendataan
Pulang Area Keluar Pantai
Sumber: Analisis Firly, 2017
d. Kelompok Hutan Mangrove Sungai Gangsa
Tabel 5. 6 Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang pada Kelompok Hutan Mangrove Sungai Gangsa
Kel. PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
M A N G R O V E
WISATAWAN
Datang Area Masuk Mangrove
Tiketing Loket
Pengenalan terhadap Mangrove
Booth/ Ruang Pameran Mangrove
Wisata Hutan Mangrove Daratan
Jalur Pedestrian/ Jalur Kendaraan Wisata
Istirahat Rest-Spot
Berfoto Photo-spot
Kuliner Kantin/ Cafe
Piknik RTH
Bermain Taman Anak (RPTRA)/
RTH Wisata Hutan Mangrove
Sungai Gangsa
Badan Sungai Gangsa
Persiapan Ruang Persiapan
Naik Perahu Wisata Dermaga
Pulang Area Keluar Mangrove
PENDUDUK LOKAL
- -
POKARWIS
Datang Area Masuk Pantai
Tour Guide Booth/ Ruang Pameran
Mangrove Melayani Wisata
Mangrove Darat
Jalur Pedestrian/ Jalur Kendaraan Wisata Melayani Wisata
Mangrove Sungai
Badan Sungai Gangsa Melayani Perahu Wisata
(Mangove)
Dermaga
Pulang Area Keluar Mangrove
BAB V ANALISIS | 119
M A N G R O V E
PENJAGA KAWASAN
Datang Area Masuk Pantai
Menjaga Kawasan Pos Keamanan/ Pos Kebersihan
Istirahat Ruang Istirahat/ Kantin/
Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Pulang Area Keluar Pantai
PENGELOLAAN KAWASAN
Pimpinan
Datang Area Masuk Mangrove
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Mangrove
Pulang Area Keluar Mangrove
Sekretaris/
Bendahara
Datang Area Masuk Mangrove
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Mangrove
Pulang Area Keluar Mangrove
Staff
Datang Area Masuk Mangrove
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Mangrove Pendataan
Pulang Area Keluar Mangrove
Sumber: Analisis Firly, 2017
e. Kelompok Craft
Tabel 5. 7 Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang pada Kelompok Craft
Kel. PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
C R A F T
WISATAWAN
Datang Area Masuk Craft
Tiketing Loket
Mendengarkan Pengarahan
Aula Craft Workshop Bengkel Craft Istirahat Kantin/ Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Melihat Pameran Galeri
Belanja Kerajinan Toko Kerjinan/ Suvenir
Pulang Area Keluar Craft
PENDUDUK LOKAL
- -
POKDARWIS
Datang Area Masuk Craft
Tour Guide
Persiapan Workshop Sekretariat Craft Pengarahan
Workshop
Aula Craft Pengawasan
Workshop
Bengkel Craft Istirahat Kantin/ Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Pulang Area Keluar Craft
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 120
C R A F T
PENJAGA KAWASAN
Datang Area Masuk Craft
Menjaga Kawasan Pos Keamanan/ Pos Kebersihan
Istirahat Ruang Istirahat/ Kantin/
Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Pulang Area Keluar Craft
PENGELOLA KAWASAN
Pimpinan
Datang Area Masuk Craft
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Craft
Pulang Area Keluar Craft
Sekertaris/
Bendahara
Datang Area Masuk Craft
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Craft
Pulang Area Keluar Craft
Staff
Datang Area Masuk Craft
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Craft Pendataan
Pulang Area Keluar Craft
Sumber: Analisis Firly, 2017
f. Kelompok Budidaya Tambak
Tabel 5. 8 Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang pada Kelompok Budi Daya Tambak
Kel. PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
B U D I D A Y A
T A
WISATAWAN
Datang Area Masuk Tambak
Tiketing Loket
Mendengarkan Pengarahan
Aula Tambak Melihat area
Pertambakkan
Tambak
Istirahat Restoran/ Taman
Kuliner Restoran
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Memancing Tambak
Workshop Pengolahan Hasil Tambak
Aula Tambak
Pulang Area Keluar Tambak
PENDUDUK LOKAL
- -
POKDARWIS
Datang Area Masuk Tambak
Tour Guide
Persiapan Sekretariat Tambak Pengarahan dan
Informasi Tambak
Aula Tambak Menemani melihat
area Pertambakkan
Tambak
BAB V ANALISIS | 121
M B A K
Istirahat Ruang Istirahat/
Kantin/ Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Pengawasan
Workshop Pengolahan Hasil Tambak
Aula Tambak
Pulang Area Keluar Tambak
PENJAGA KAWASAN
Datang Area Masuk Tambak
Menjaga Kawasan Pos Keamanan/ Pos Kebersihan
Istirahat Ruang Istirahat/ Kantin/
Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Pulang Area Keluar Tambak
PENGELOLA KAWASAN
Pimpinan
Datang Area Masuk Tambak
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Tambak
Pulang Area Keluar Tambak
Sekertaris/
Bendahara
Datang Area Masuk Tambak
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Tambak
Pulang Area Keluar Tambak
Staff
Datang Area Masuk Tambak
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Tambak Pendataan
Pulang Area Keluar Tambak
Sumber: Analisis Firly, 2017
g. Kelompok Permukiman
Tabel 5. 9 Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang pada Kelompok Permukiman
Kel. PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
P E R M
U K I M
A N
WISATAWAN
Datang Area Masuk
Permukiman Interaksi dengan
Masyarakat
Halaman/ Taman Anak (RPTRA)/ RTH/ RTNH
Istirahat Kamar Tidur
Ibadah Mushalla
Konsumsi Ruang Makan/ Restoran
MCK KM/WC
Pergi Area Keluar
Permukiman PENDUDUK
LOKAL
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 122
Kel. PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
P E R M
U K I M
A N
POKDARWIS Datang Area Masuk Permukiman
Menjemput Wisatawan
Lobby Mengantar Wisatawan Lobby
Istirahat Ruang Istirahat/ Kantin/
Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Pulang Area Keluar Permukiman
PENJAGA KAWASAN
Datang Area Masuk Permukiman
Menjaga Kawasan Pos Keamanan/ Pos Kebersihan
Istirahat Ruang Istirahat/ Kantin/
Taman
Ibadah Mushalla
BAK/BAB KM/WC
Pulang Area Keluar Permukiman
PENGELOLA KAWASAN
Pimpinan
Datang Area Masuk Permukiman
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Permukiman
Pulang Area Keluar Permukiman
Sekertaris/
Bendahara
Datang Area Masuk Permukiman
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Pantai
Pulang Area Keluar Permukiman
Staff
Datang Area Masuk Permukiman
Mengunjungi/ Inspeksi Ruang Pantai Pendataan
Pulang Area Keluar Permukiman
Sumber: Analisis Firly, 2017
D. Analisis Macam dan Hubungan Ruang
Analisis Macam dan Hubungan Ruang memiliki tujuan untuk memahami dan mengategorikan ruangan yang telah didapatkan dari Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang. Pengategorian macam ruang dilakukan sesuai dengan kelompok atraksi, kemudian dicarikan pola hubungan ruang yang terjadi di dalam ruang-ruang tersebut.
Macam ruang dan hubungan ruang di Dukuh Kajongan adalah sebagai berikut;
BAB V ANALISIS | 123
Tabel 5. 10 Analisis Macam dan Hubungan Ruang pada Kelompok Umum
Sumber: Analisis Firly, 2017
Diagram 5. 2 Diagram Bubble Kawasan Umum Sumber: Analisis Firly, 2017
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 124
Tabel 5. 11 Analisis Macam dan Hubungan Ruang pada Kelompok Pasar Muara Anyar
Sumber: Analisis Firly, 2017
Diagram 5. 3 Diagram Bubble Pasar Muara Anyar Sumber: Analisis Firly, 2017
Tabel 5. 12 Analisis Macam dan Hubungan Ruang pada Kelompok Pantai Muara Indah
Sumber: Analisis Firly, 2017
BAB V ANALISIS | 125
Diagram 5. 4 Diagram Bubble Pantai Muara Indah Sumber: Analisis Firly, 2017
Tabel 5. 13 Analisis Macam dan Hubungan Ruang pada Kelompok hutan Mangrove Sungai Gangsa
Sumber: Analisis Firly, 2017
Diagram 5. 5 Diagram Bubble Kawasan Mangrove Sumber: Analisis Firly, 2017
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 126
Tabel 5. 14 Analisis Macam dan Hubungan Ruang pada Kelompok Craft
Sumber: Analisis Firly, 2017
Diagram 5. 6 Diagram Bubble Kawasan Creft Sumber: Analisis Firly, 2017
Tabel 5. 15 Analisis Macam dan Hubungan Ruang pada Kelompok Budi Daya Tambak
Sumber: Analisis Firly, 2017
BAB V ANALISIS | 127 Diagram 5. 7 Diagram Bubble Kawasan Budidaya Tambak
Sumber: Analisis Firly, 2017
Tabel 5. 16 Analisis Macam dan Hubungan Ruang pada Kelompok Permukiman
Sumber: Analisis Firly, 2017
Diagram 5. 8 Diagram Bubble Kawasan Permukiman Sumber: Analisis Firly, 2017
E. Analisa Luasan Ruang
E.1. Dasar Pertimbangan dan Kriteria
Dasar pertimbangan yang digunakan untuk mendapatkan besaran ruangan ideal dan sesuai dengan kebutuhan antara lain menggunakan pertimbangan;
1) Kapasitas Pemakai 2) Furnitur
3) Pelaku Kegiatan 4) Flow
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 128
Tabel 5. 17 Flow Ruangan
Persentase Keterangan
5% - 10% Standar minimum
20% Kebutuhan keleluasaan sirkulasi
30% Tuntutan kenyamanan irik
40% Tuntutan kenyamanan psikologis
50% Tuntutan spesifik kegiatan
60% Keterlibatan terhadap servis kegiatan 70% - 100% Keterkaitan dengan banyak kegiatan
Sumber: Data Arsitek
5) Prinsip Site dan Size
Dalam perhitungan kebutuhan ruang, dilakukan studi untuk menentukan pendekatan besaran ruang, diantaranya;
o Architect Data, E. Neufert (N) o Time Sever Standard (T) o Studi Banding & Preseden (S) o Asumsi (A)
o Menyesuaikan (M)
E.2. Perhitungan Asumsi
Perhitungan asumsi dilakukan dengan cara membuat gambar asumsi besaran ruangan yang diperlukan pada ruangan-ruangan tertentu, berikut beberapa contoh perhitungan asumsi yang dilakukan;
Gambar 5. 15 Asumsi Besaran per Kendaraan
Sumber: Bing Image
BAB V ANALISIS | 129
Gambar 5. 16 Asumsi Ruang Kerja Pengelola Sumber: Analisa Firly, 2016
Gambar 5. 17 Asumsi Ruang Kerja Pimpinan Pengelola Sumber: Analisa Firly, 2016
Gambar 5. 18 Asumsi Dapur Sumber: Analisa Firly, 2016
Gambar 5. 19 Asumsi WC Sumber: Analisa Firly, 2016
Gambar 5. 20 Asumsi Mushala Kapasitas 40 Orang Sumber: Analisa Firly, 2016
Gambar 5. 21 Asumsi Pos Keamanan Utama dan Pos Kebersihan
Sumber: Analisa Firly, 2016
Gambar 5. 22 Asumsi Area Lobby Informasi Minimal Sumber: Analisa Firly, 2016
Gambar 5. 23 Asumsi (kiri) Satuan Meja Makan dan (kanan) Satuan Food Court
Sumber: Analisa Firly, 2016
Gambar 5. 24 Asumsi Bengkel Craft Sumber: Analisa Firly, 2016
Khoerunnisa Firly – I 0213045
Gambar 5. 25 Parkir Difable
Sumber: Bing Image, 2017
Gambar 5. 26 Denah Retail Sumber: Bing Image, 2017
D.1. Perhitungan Luasan Ruang
Tabel 5. 18 Perhitungan Luasan Ruang pada Kelompok Umum
K RUANG Standar
Ruang Kapasitas Perhitungan Luasan Ruang (m2)
U M U M
Gerbang Masuk 8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Loket 12 m2 1 ruang 12 m2 x1 12 m2
Parkir 8,67 m2 1.18 m2
50 mobil 140 motor4
(8,67 m2 x 50) + (1.18 m2 x 140)
598,7 m2 Pusat Informasi 13,58 m2 1 ruang 13,58 m2 x1 13,58 m2 Entrance Kantor
Penjaga
0,36 m2 5 orang 0,36 m2 x1
1,8 m2 Lobby Kantor
Penjaga
13.58 m2 1 ruang 13.58 m2
x1 13.58 m2
Ruang Kantor Penjaga
23.5 m2 1 ruang 23.5 m2 x1
23.5 m2 Pos Penjaga
Utama
14 m2 1 ruang 14 m2 x1
14 m2 Entrance Kantor
Pengelola
0,36 m2 5 orang 0,36 m2 x1
1,8 m2 Lobby Kantor
Pengelola
13.58 m2 1 ruang 13.58 m2
x1 13.58 m2
Ruang Kantor Pimpinan Pengelola
20 m2 1 ruang 20 m2 x1
20 m2 Ruang Kantor
Kesekretariatan
10 m2 1 ruang 10 m2 x1
10 m2 Ruang Kantor
Staff Pengelola
23.5 m2 1 ruang 23.5 m2 x1
23.5 m2 Mushalla 1,25 m2
/orang 2,7 m2 / r.
wudu
20 orang 2 r. wudhu
(1,25 m2 x 20) + (2,7
m2 x2) 30,4 m2 KM/WC 3 m2 /bilik
4,5
m2/difabel
3 bilik 1 difabel
[(3 m2 x3) + (4,5 m2 x1)] x2
27 m2 Toko Suvenir 70 m2 1 ruang 70 m2 x1 70 m2
Cafe 3 m2/meja
3,9 m2 / dapur
25 meja 2 dapur
(3 m2 x 25) + (3,9 m2 x2)
82,8 m2 Kantin 3 m2/meja
3,9 m2 / dapur
5 meja 1 dapur
(3 m2 x 5) +
(3,9 m2 x1) 18,9 m2 Ruang Tamu 12 m2 1 ruang 12 m2 x1 12 m2
4 Standar Parkir Washington Zoning Reg. Diambil dari https://www.academia.edu/15374101/Standar_parkir (Diakses 29 Agustus 2017, pukul 18.17)
Khoerunnisa Firly – I 0213045
Ruang Istirahat 12 m2 1 ruang 12 m2 x1 12 m2 Ruang Bebas
Pancing - - - M
Jalur Pedestrian
(Promenade) - - - M
Dermaga - - - M
Anjungan - - - M
Taman - - - M
Gerbang Keluar 8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Total Ruang Bangunan 1.018,84 m2
TRB + Flow 40% 1.426,376 m2
Sumber: Analisa Firly, 2017
Tabel 5. 19 Perhitungan Luasan Ruang pada Kelompok Pasar Muara Anyar
K RUANG Standar
Ruang Kapasitas Perhitungan Luasan Ruang (m2)
P S
M U A R A
A N Y A R
Area Masuk Pasar
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2 Toko/Kios 18,5 m2
/Kios
30 Kios 18,5 m2 x
30 555 m2
Food Court 18.5 m2/ Warung 3 m2 / meja
6 warung 30 meja
[(18.5 m2 x6) + (3 m2 x30)]
201 m2 Mushalla 1,25 m2
/orang 2,7 m2 / r.
wudhu
20 orang 2 r. wudhu
(1,25 m2 x 20) + (2,7
m2 x2) 30,4 m2 KM/WC 3 m2 /bilik
4,5
m2/difabel
3 bilik 1 difabel
[(3 m2 x3) + (4,5 m2 x1)] x2
27 m2 ATM 4 m2/bilik 4 bilik 4 m2 x 4 16 m2
Pos Kemanan 9 m2 1 ruang 9 m2 x1 9 m2
Pos Kebersihan 6 m2 1 ruang 6 m2 x1 6 m2 Gudang
Peralatan 3 m2 1 ruang 3 m2 x1 3 m2
Ruang Istirahat 14 m2 1 ruang 14 m2 x1 14 m2 Kantin 3 m2/meja
3,9 m2 / dapur
5 meja 1 dapur
(3 m2 x 5) +
(3,9 m2 x1) 18,9 m2
Taman - - - M
Area Keluar Pasar
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Total Ruang Bangunan 900 m2
TRB + 40% 1.260 m2
Sumber: Analisa Firly, 2017
Tabel 5. 20 Perhitungan Luasan Ruang pada Kelompok Pantai Muara Indah
K RUANG Standar
Ruang Kapasitas Perhitungan Luasan Ruang (m2)
P A N A T A
I
M U A R A
I N D A H
Area Masuk Pantai
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Loket 3 m2 3 ruang 3 m2 x1 9 m2
Ruang Pantai
(Daratan) - - - M
Ruang Pantai
(Laut) - - - M
KM Bilas 3 m2 / KM 5,4 m2 / Wastafel 1,5 m2 / WC
10 KM / KM Bilas 2 Wastafel/
KM Bilas 4 WC / KM Bilas 5 KM Bilas
[(3 m2 x10) + (5,4 m2 x2) + (1,5
m2 x4)] x5 46,8 m2
Loker 24,5 /
Ruang Loker
2 ruang/
KM Bilas 5 KM Bilas
[(24,5 m2
x2)] 5 245 m2
Rest – Area - - - M
Rest – Spot 6 m2/ pondok
100 pondok 6 m2 x100
600 m2 Taman Anak
(RPTRA) - - - M
Mushalla 1,25 m2 /orang 2,7 m2 / r.
wudhu
20 orang 2 r. wudhu
(1,25 m2 x 20) + (2,7
m2 x2) 30,4 m2 KM/WC 3 m2 /bilik
4,5
m2/difabel
3 bilik 1 difabel
[(3 m2 x3) + (4,5 m2 x1)] x2
27 m2 Jalur Pedestrian
(Promenade) - - - M
Dermaga - - - M
Anjungan - - - M
Pos Coast Guard 3 m2 5 ruang 3 m2 x5 15 m2
Pos Kemanan 9 m2 1 ruang 9 m2 x1 9 m2
Pos Kebersihan 6 m2 1 ruang 6 m2 x1 6 m2 Ruang Istirahat 14 m2 1 ruang 14 m2 x1 14 m2 Food Court 18.5 m2/
Warung 3 m2 / meja
10 warung 120 meja
[(18.5 m2 x10) + (3 m2 x120)]
545 m2 Area Keluar
Pantai
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Total Ruang Bangunan 1.566,9 m2
TRB + 40% 2.193,66 m2
Khoerunnisa Firly – I 0213045 Sumber: Analisa Firly, 2017
Tabel 5. 21 Perhitungan Luasan Ruang pada Kelompok Hutan Mangrove Sungai Gangsa
K RUANG Standar
Ruang Kapasitas Perhitungan Luasan Ruang (m2)
H U
T A N
M A N G R O V E
Area Masuk Mangrove
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Loket 3 m2 2 ruang 3 m2 x2 6 m2
Ruang Pameran
Mangrove 150 m2 1 ruang 150 m2 x1 150 m2 Jalur Pedestrian
(Promenade) - - - M
Jalur Kendaraan
Wisata - - - M
Rest – Area - - - M
Photo – Spot 6 m2 1 ruang 6 m2 x6 36 m2 Food Court 18.5 m2/
Warung 3 m2 / meja
6 warung 30 meja
[(18.5 m2 x6) + (3 m2 x30)]
201 m2 Taman Anak
(RPTRA) - - - M
RTH - - - M
Dermaga - - - M
Pos Kemanan 9 m2 1 ruang 9 m2 x1 9 m2
Pos Kebersihan 6 m2 1 ruang 6 m2 x1 6 m2 Ruang Istirahat 14 m2 1 ruang 14 m2 x1 14 m2 Mushalla 1,25 m2
/orang 2,7 m2 / r.
wudhu
20 orang 2 r. wudhu
(1,25 m2 x 20) + (2,7
m2 x2) 30,4 m2 KM/WC 3 m2 /bilik
4,5
m2/difabel
3 bilik 1 difabel
[(3 m2 x3) + (4,5 m2 x1)] x2
27 m2 Area Keluar
Mangrove
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Total Ruang Bangunan 499,1 m2
TRB + 40% 698.74 m2
Sumber: Analisa Firly, 2017
Tabel 5. 22 Perhitungan Luasan Ruang pada Kelompok Craft
K RUANG Standar
Ruang Kapasitas Perhitungan Luasan Ruang (m2)
C R A F T
Area Masuk Craft
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Loket 3 m2 1 ruang 3 m2 x1 3 m2
Sekretariat Craft 23.4 m2 1 ruang 23.4 m2 x1 23.4 m2 Aula Craft 150 m2 1 ruang 150 m2 x1 150 m2 Bengkel Craft 70.5 m2 2 ruang 70.5 m2 x 2 141 m2 Kantin 3 m2/meja
3,9 m2 / dapur
5 meja 1 dapur
(3 m2 x 5) +
(3,9 m2 x1) 18,9 m2
RTH - - - M
Mushalla 1,25 m2 /orang 2,7 m2 / r.
wudhu
20 orang 2 r. wudhu
(1,25 m2 x 20) + (2,7
m2 x2) 30,4 m2 KM/WC 3 m2 /bilik
4,5 m2/difabe
3 bilik 1 difabel
[(3 m2 x3) + (4,5 m2 x1)] x2
27 m2 Galeri 150 m2 1 ruang 150 m2 x1 150 m2 Toko Kerajinan 70 m2 1 ruang 70 m2 x1 70 m2
Pos Kemanan 9 m2 1 ruang 9 m2 x1 9 m2
Pos Kebersihan 6 m2 1 ruang 6 m2 x1 6 m2 Ruang Istirahat 14 m2 1 ruang 14 m2 x1 14 m2 Area Keluar
Craft
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Total Ruang Bangunan 662,4 m2
TRB + 40% 927,36 m2
Sumber: Analisa Firly, 2017
Khoerunnisa Firly – I 0213045 Tabel 5. 23 Perhitungan Luasan Ruang pada Kelompok Budidaya Tambak
K RUANG Standar
Ruang Kapasitas Perhitungan Luasan Ruang (m2)
B U D
I D A Y A T A M
B A K
Area Masuk Tambak
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Loket 3 m2 1 ruang 3 m2 x1 3 m2
Sekretariat
Tambak 23.4 m2 1 ruang 23.4 m2 x1 23.4 m2 Aula Tambak 150 m2 1 ruang 150 m2 x1 150 m2
Tambak - - - M
Restoran 17.5 m2/ dapur 3 m2 / meja
1 dapur 50 meja
[(17.5 m2 x1) + (3 m2 x50)]
167.5 m2
Taman - - - M
Mushalla 1,25 m2 /orang 2,7 m2 / r.
wudhu
20 orang 2 r. wudhu
(1,25 m2 x 20) + (2,7
m2 x2) 30,4 m2 KM/WC 3 m2 /bilik
4,5
m2/difabel
3 bilik 1 difabel
[(3 m2 x3) + (4,5 m2 x1)] x2
27 m2
Pos Kemanan 9 m2 1 ruang 9 m2 x1 9 m2
Pos Kebersihan 6 m2 1 ruang 6 m2 x1 6 m2 Ruang Istirahat 14 m2 1 ruang 14 m2 x1 14 m2 Area Keluar
Tambak
8,67 m2 1.18 m2
1 mobil 1 motor
(8,67 m2 x 1) + (1.18 m2 x1)
9.85 m2
Total Ruang Bangunan 450 m2
TRB + 40% 630 m2
Sumber: Analisa Firly, 2017