MAKALAH PERBANDINGAN POLITIK
“Perbandingan Budaya Politik Korea Selatan
dan Iran”
Oleh Kelompok 5 :
ANNISA NOVIA YUSRA 1510851028
AWANI YAMORA MASTA 1510851023
DWI AULIA PUTRI 1510851011
FIKRI HIDAYAT LIZA NURHARANI
1510851016 1010853020 M. IKHSAN PUTRA ARMA
MUNA YASMIN ARIFA NOVI OKTAVIANA
NURMIRANTI KURNIA SARI WIRANTIKA HUTTAMI PUTRI
1510852016 1510852010
1510851033 1510851005
Dosen Pembimbing :
Anita Afriani Sinulingga, S.IP, M.Si
UNIVERSITAS ANDALAS
FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
KATA PENGANTAR
Segala puji dan rasa syukur penulis persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah - Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Perbandingan Politik yang berjudul “Perbandingan Budaya Politi Korea Selatan dan Iran” ini.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada anggota kelompok, yang telah bekerja sama dalam penulisan makalah ini. Makalah ini merupakan tugas kelompok pertama dalam mata kuliah Perbandingan Politik. Makalah ini juga merupakan persyaratan untuk melaksanakan pembelajaran materi selanjutnya di Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Andalas.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Selain itu penulis juga mengharapkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
Selanjutnya, penulis ingin menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada dosen pengampu mata kuliah perbandingan politik yaitu Ibu Anita Afriani Sinulingga, S.IP, M.Si.
Padang , 30 Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar...…………... i
Daftar isi…...……... 1
BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang………...……...2
I.2.Identifikasi Masalah dan Pembatasan masalah...2
I.3.Rumusan Masalah...3
I.4.Tujuan Penulisan...3
BAB II ISI II.1.Kerangka Pemikiran...…...4
II.2.Pengaruh Keadaan dan Sistem Politik Iran kepada Budaya Politik Negaranya...5
II.3.Pengaruh Keadaan dan Sistem Politik Korea Selatan kepada Budaya Politik Negaranya...6
II.4.Perbandingan Budaya Politik Antara Iran dan Korea Selatan...7
BAB III PENUTUP Kesimpulan...8
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya, kebudayaan di benua Asia hampir sama atau memiliki kemiripan. Namun, setelah itu berkembang dan kemudian mengalami perubahan-perubahan tertentu pada setiap wilayah. Misalnya, perbedaan yang cukup signifikan antara budaya yang dimiliki oleh negara kawasan Asia Timur seperti Korea Selatan dengan negara kawasan Asia Tengah seperti Iran. Kebudayan tersebut terjadi dalam berbadagai aspek seperti ekonomi, pendidikan, sosial, bahkan politik dan budayanya. Perkembangan serta perubahan tersebut yang pada akhirnya melahirkan ciri khas tertentu bagi masing-masing negara.
Iran dan Korea Selatan pada hakikatnya memiliki hubungan yang cukup baik dalam bidang ekonomi. Baru-baru ini Iran dan Korea Selatan sepakat untuk menghidupkan kembali bentuk kejasama bilateral mereka. Hanya saja, berkaitan dengan budaya politik antara kedua negara ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Pada negara Iran, sistem politik yang dijalankan oleh pemerintahnya berorientasi kepada hukum-hukum yang berlaku dalam Islam, sedangkan negara Korea Selatan menganut paham konfusianisme dalam menjalankan sistem politiknya. Oleh karena itu, perbedaan ini menghasilkan budaya politik yang berbeda pula.
I.2 Identifikasi dan Pembatsan Masalah
a. Budaya politik adalah “pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara dan politik pemerintahan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya”.
b. Negara yang menjadi objek makalah ini adalah negara yang berada di kawasan Asia Timur yaitu Korea Selatan dan negara kawasan Asia Tengah yaitu Iran.
I.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dipaparkan, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh keadaan dan sistem politik Iran kepada budaya politik masyarakatnya?;
2. Bagaimana pengaruh keadaan dan sistem politik Korea Selatan kepada budaya politik masyarakatnya?; dan
3. Bagaimana perbandingan (persamaan atau perbedaan) budaya politik antara Korea Selatan dan Iran?
I.4 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengkaji dan mempelajari bagaimana budaya politik di Korea Selatan dan budaya politik di Iran;
2. Untuk mengetahui perbedaan budaya politik antara Korea Selatan dan Iran; dan
BAB II ISI
II.1 Kerangka Pemikiran
Menurut Almond danVerba, ada 3 (tiga) komponen orientasi dalam memahami budaya politik suatu Negara yaitu orientasi kognitif, orientasi afektif, dan orientasi evaluatif. Orientasi kognitif adalah orientasi sistem politik yang didasarkan pada tingkat pengetahuan, pemahaman, dan kepercayaan. Sementara itu, orientasi afektif menyangkut perasaan terhadap sistem politik yang menentukan peranannya dalam sistem politik. Sedangkan evaluatif dimaknai sebagai bentuk respon dari kognitif dan afektif yang diwujudkan dalam perilaku.
Berkaitan dengan budaya politik, ada 3 (tiga), yaitu : 1. Parokial
bentuk partisipasi yang sangat rendah yang hanya didasari pada pengetahuan/pemahaman (kognitif) saja.
2. Subjek
ditandai dengan pengetahuan dan pemahaman yang relatif lebih maju namun masih pasif.
3. Partisipatif
budaya politik yang ditandai dengan kesadaran dan partisipasi politik
yang tinggi serta dianggap budaya politik yang paling ideal.
Berikut adalah kerangka pemikiran penulisan makalah ini :
Keterangan :
A Faktor yang mempengaruhi budaya politik B Budaya politik Korea Selatan
A
C Budaya politik Iran
II.2 Pengaruh Keadaan dan Sistem Politik Iran kepada Budaya Politik Negaranya
Di Negara Iran, kepala pemerintahan dijabat oleh seorang presiden. Sistem pemerintahan yang dianut negara ini yaitu sistem presidensil dan parlementer. Oleh karena itu, pada negara ini kekuasaan tertinggu lembaga peradilan itu dijabat oleh Ketua Justisi.
Iran menganut paham teokrasi modern karena mampu enyandingkan berbagai unsur ideologisasi dengan kebutuhan konsep negara modern namun dikemas dengan segi Islam. Konsep budaya politik lebih menekankan pada berbagai perilaku non-aktual seperti orientasi, sikap, nilai-nilai, dan kepercayaan terkandung dalam ajaran suatu agama, sehingga Iran menjadikan ajaran agama sebagai batu berpijak atas tumbuh kembangnya budaya politik negara itu. Dan hal ini melahirkan suatu budaya politik yang religius.
Sistem politik di Iran berangkat dan pembuatan Undang-Undang berangkat dari ajaran Islam, oleh karena itu budaya politik yang dilahirkan pun mengarah atau berorientasi pada ajaran Islam pula. Seperti contoh, di Iran penentuan seseorang untuk menjadi “Fakih dan Ayatullah” atau bisa diartikan sebagai “dewan keimanan”, dilihat berdasarkan kemampuan yang bersangkutan tersebut mengenai Al-Qur’an. Sistem Fakih dan Ayatullah ini adalah merupakan sistem dimana wilayah kekuasaan dalam pengaturan hukum-hukum Islam berada pada wilayah para orang-orang yang terpilih yang menguasai prinsip-prinsip dan aturan hukum Islam serta seluruh aspek keimanan yang dikepalai oleh seorang imam masa kegaiban.
Walaupun demikian, Iran masih memiliki aspek-aspek demokrasi, hanya saja warga negara Iran masih ditekan oleh otoritarian sistem yang memberikan sedikit atau tidak sama sekali kebebasan dengan negara lain.
II.3 Pengaruh Keadaan dan Sistem Politik Korea Selatan kepada Budaya Politik Negaranya
Sama halnya dengan Indonesia, pemerintahan di Korea Selatan dibagi atas 3 (tiga), yaitu eksekutif, legislative, dan yudikatif. Pada penyelenggaraan pengadilan banding yang disebut dengan Constitutional Court.
Budaya dan sistem politik di Korea Selatan dipengaruhi oleh banyak pihak. Seperti sistem politik yang banyak mengadopsi Western style democracy, dimana dalam hal ini lahir demokrasi liberal yang dipengaruhi oleh kedekatan dengan pihak barat terutama aneksasi Amerika Serikat sehingga mengadopsi system liberal ala barat. Selain itu, Korea Selatan juga dipengaruhi oleh budaya hasil penjajahan Jepang (Japanization). Seperti contohnya dalam hal militeristik, disiplin dan pekerja keras, serta pentingnya kesetiaan, pengorbanan diri, dan dedikasi. Pengaruh Amerika Serikat ini juga ditandai dengan banyaknya masuk ajaran katolik dan banyak dibuka gereja-gereja di Korea Selatan sejak masa pendudukan Amerika Serikat.
Selain itu, Korea Selatan juga dipengaruhi oleh Konghucu karena pengaruh budaya China. Namun berbeda dengan Cina, Korea Selatan sangat anti dengan komunisme. Budaya antipati ini dikembangkan oleh Amerika Serikat pada masa setelah perang dunia kedua, berlanjut hingga perang dingin, dan diperparah oleh ketidakberhasilan mempersatukan Korea Selatan dengan Korea Utara.
menekankan bahwa identitas sosial individu itu harus didefinisikan dalam konteks kolektivitas, khususnya dalam konteks keluarga dan kekerabatan di Korea.
Namun walaupun demikian, Korea Selatan memiliki sistem demokrasi dan sistem politik yang cukup baik. Karena dengan adanya liberalisasi yang cukup signifikan yang telah dikembangkan oleh Amerika Serikat pada awalnya, melahirkan budaya politik yang cukup bagus di kalangan masyarakatnya.
II.4 Perbandingan Budaya Politik Antara Iran dan Korea Selatan
Pada Negara Iran yang banyak atau bahkan secara keseluruhan mengadopsi serta berorientasi pada ajaran agama Islam, kecenderungan budaya politik yang dimiliki masyarakatnya adalah budaya politik subjek. Dimana masyarakat Iran tersebut sudah memiliki pemahaman serta pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana system politik di negaranya, hanya saja sikap dan orientasi politik yang mereka miliki masih bersifat pasif.
Walaupun demokrasi di Iran sudah bisa dikatakan mempu mencapai level yang cukup baik, namun masyarakat Iran masih cenderung tidak terlalu ingin ikut berperan aktif dalam perpolitikan di Negaranya. Hal ini disebabkan, karena keterbatasan yang mereka miliki dalam beraspirasi maupun mengeluarkan pendapat karena adanya batasan-batasan yang tidak bisa dilanggar dalam Islam, sehingga secara implisit masyarakat tidak bisa berekspresi secara bebas.
Berbeda dengan Korea Selatan, negara ini sudah memiliki system demokrasi dan politik yang cukup baik. Karena adanya system liberal yang dikembangkan oleh Amerika Serikat pada awalnya, hal ini melahirkan budaya politik yang partisipan dalam masyarakatnya.
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Antara budaya politik subjek dengan budaya politik partisipan, budaya politik partisipan dianggap sebagai budaya politik yang paling ideal yang seharusnya terterap di seluruh masyarakat di sebuah negara. Karena dengan budaya politik partisipan ini, menandakan bahwa semua aspek dalam sebuah negara, baik itu masyarakat, pemerintah, maupun aspek-aspek lainnya saling terkait dan memiliki kepedulian untuk sama-sama membangun negara mereka untuk menjadi negara yang lebih baik.
Budaya politik subjek yang dimiliki oleh negara Iran dikarenakan keterbatasan dan terlalu rumitnya system politik yang dijalankan oleh negaranya yang mana hanya berorientasi pada 1 (satu) agama saja yaitu agama Islam. Di Iran, masih adanya pembatasan gender antara laki-laki dan perempuan, dimana perempuan masih memiliki hak seta peran yang cukup terbatas. Hal inilah yang menyebabkan masyarakatnya kurang partisipatif dalam penyelenggaraan politik di negara Iran tersebut, karena di era globalisasi saat ini, pengekangan serta pembatasan adalah sesuatu hal yang dipercaya dapat menghambat suatu pertumbuhan atau kemajuan.
Daftar Pustaka
Sumber buku :
Basri, S. 1987. Iran Pasca Revolusi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan Budiono Kusumohamidjojo. 1987. Hubungan Internasional: Kerangka Studi Analisis.
Jakarta : Bina Cipta.
Almond, Gabriel A dan Sidney Verba. 1984. Budaya politik : Tingkah laku Politik dan Demokrasi di Lima Negara, terj. Sahat Simamora. Jakarta : PT. Bina Aksara.
Mas’oed, Mohtar dan yang Seung-Yoon. 2010. Politik dan Pemerintahan Korea : Sejarah Politik Korea. Yogyakarta : INAKOS dan Pusat Studi Korea UGM.
Mas’oed, Mohtar, dan Seung-Yoon, Yang. 2005. Memahami Politik Korea. Yogyakarta : Gadjah Mada Press.
Sumber internet :
Mohammadi, A. 2012. Iran. Diakses 27 Maret 2016, dari
http://www/TheNewYork Times.htm.
http://oneasia.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2016/03/MEMAHAMI-BUDAYA-POLITIK-DI-ASIA_ACL_Prof.-Dede-Mariana_UNPAD.pdf, diakses pada 27 Maret 2016
http://countrystudies.us/south-korea/6.htm, diakses pada 18 Maret 2016.
No. BAGIAN Penanggung Jawab Nilai
1 PENDAHULUAN
-Latar Belakang Masalah
-Identifikasi dan Pembatasan Masalah
-Rumusan Masalah -Tujuan Penulisan
M. Ikhsan Pratama Putra Annisa Novia Yusra 2 ISI
-Kerangka Pemikiran
-Pencarian Bahan Budaya Politik Iran
-Pencarian Bahan Budaya Politik Korea Selatan
-Membandingkan dan menganalisis
Liza Nurharani Novi Oktaviana Fikri Hidayat
Awani Yamora Masta, Dwi Aulia
3 PENUTUP Muna Yasmin Arifa 4 EDITING Wirantika Huttami Putri 5 POWER POINT Nurmiranti Kurnia Sari
Jumlah