RESUME MIKRO
PMK: BU MADE NAMA : FAHRIZALNIM : 0417 1445 3011
Permintaan Penawaran
1. Kelengkapan: preferensi diasumsikan lengkap. Dengan kata lain, konsumen dapat membandingkan dan menilai semua keranjang pasar. Misalnya saja untuk dua keranjang pasar A dan B, konsumen akan lebih suka A daripada B, lebih suka B daripada A, atau akan tidak peduli pada kedua pilihan.
2. Transitivitas: preferensi adalah transitif. Transitivitas berarti bahwa jika seorang konsumen lebih suka keranjang pasar A daripada keranjang pasar B, dan lebih suka B daripada C, maka konsumen dengan sendirinya akan menyukai keranjang pasar A daripada C.
3. Lebih Baik Berlebih daripada Kurang: Semua barang yang “baik” adalah barang yang diinginkan. Sehingga konsumen selalu menginginkan lebih banyak barang daripada kurang. Sebagai tambahan, konsumen tidak akan pernah puas atau kenyang, lebih banyak selalu lebih menguntungkan, meskipun lebih untungnya hanya sedikit saja.
TEKNOLOGI PRODUKSI
Cara yang praktis untuk membuat input (seperti tenaga kerja, modal, dan bahan mentah) agar dapat diubah menjadi Output (misalnya mobil dan televisi).
Perusahaan dapat mengubah input menjadi output dengan berbagai cara, dengan menggunakan berbagai kombinasi tenaga kerja, bahan mentah, dan modal.
Fungsi produksi menunjukkan output tertinggi yang dapat diproduksi oleh
Produk rata-rata tenaga kerja =
output/input tenaga kerja = q/L
Produk marginal tenaga kerja MPK = perubahan output/perubahan input tenaga
Keranjang Belanja
Keranjang belanja adalah daftar kuantitas tertentu satu barang atau lebih. Suatu keranjang belanja mungkin berisi beragam jenis barang seperti halnya saat kita berbelanja di toko kelontong. Keranjang belanja juga mungkin merujuk pada sejumlah makanan, pakaian dan perumahan yang dibeli oleh konsumen setiap bulan.
konsumen dapat memberi peringkat relatif terhadap keranjang pasar, dengan berfokus hanya pada dua input yaitu barang x dan barang y, maka
u = F(x,y)
Kurva Indiferensi
Kurva indiferensi memperlihatkan semua kombinasi keranjang pasar yang memberikan tingkat kepuasan yang sama kepada seorang konsumen.
Peta Indiferensi
Peta indiferensi adalah grafik yang terdiri dari serangkaian kurva indiferensi yang menunjukkan keranjang-keranjang pasar dimana diantara pilihan keranjang pasar tersebut konsumen menunjukkan sikap tidak peduli akan pilihannya.
Semua kurva indiferensi kemiringannya menurun
Tingkat Substitusi Marjinal
Tingkat substitusi marjinal (marginal
Produksi dengan Dua Input Variabel
q = F(K,L)
Produk marginal tenaga kerja MPL(K,L)= perubahan output/perubahan input tenaga kerja= ∆q/∆L
Produk marginal modal MPK(K,L)=
perubahan output/perubahan input modal=∆q/∆K
Isokuan
lsokuan adalah kurva yang menunjukkan seluruh kemungkinan kombinasi input yang menghasilkan output yang sama.
Peta Isokuan
sejumlah isokuan digabungkan pada satu grafik, kita menyebutkan grafik tersebut sebagai peta isokuan.
Peta isokuan adalah cara lain untuk menggambarkan fungsi produksi, seperti halnya peta indiferensi sebagai cara menggambarkan fungsi utilitas.
Hasil Marginal yang Makin Menurun
Tingkat substitusi teknis marginal (marginal rate of technical
substitution-MRTS) dari tenaga kerja atas modal merupakan jumlah di mana input modal dapat berkurang ketika tambahan satu unit tenaga kerja digunakan, sehingga output tidak berubah.
rate of substituon, MRS) adalah jumlah maksimum suatu barang yang konsumen bersedia melepaskan untuk memperoleh satu tambahan unit barang lain.
MRS = -Perubahan jumlah barang
y/perubahan jumlah barang x
= -∆y/∆x (untuk tingkat u yang tetap) Di mana ∆x dan ∆y adalah perubahan kecil pada barang x dan barang y di sepanjang kurva indeferensi.
Substitusi dan Komplemen Sempurna
Dua barang disebut substitusi bila kenaikan harga pada satu barang memicu kenaikan jumlah permintaan barang lain. Pada umumnya, kita mengatakan bahwa dua barang merupakan substitusi sempurna bila tingkat substitusi marjinal satu barang untuk yang lainnya adalah konstan.
Barang bisa disebut komplemen apabila kenaikan harga satu barang memicu penurunan jumlah permintaan barang lain. Dua barang adalah komplemen sempurna apabila kura indiferensi untuk barang-barang tersebut berbentuk sudut siku-siku, dimana barang lebih sedikit akan lebih banyak disukai daripada lebih banyak.
marginal (MRS) dalam teori konsumen. Ingat kembali bahwa MRS menggambarkan bagaimana konsumen mensubstitusikan dua barang sembari tidak mengubah tingkat kepuasan. Seperti halnya MRS, MRTS
selalu bernilai positif:
MRTS = -Perubahan input
modal/perubahan input tenaga kerja = -∆K/∆L (untuk tingkat q yang tetap)
Di mana ∆K dan ∆L adalah perubahan kecil pada modal dan tenaga kerja di sepanjang isokuan.
Fungsi Produksi-Dua Kasus Khusus
input-input produksi bersifat substitusi sempurna satu sama lain (perfect substitutes) . Di sini MRTS-nya konstan pada seluruh titik di isokuan. Akibatnya, output yang sama (katakanlah q3) dapat dihasilkan dengan sebagian besar modal (pada A), sebagian besar tenaga kerja (pada C), atau dengan paduan seimbang kedua input (pada B). Tingkat dimana modal dan tenaga kerja dapat di substitusikan satu sama lain adalah sama tanpa memandang tingkat input yang sedang digunakan.
Utilitas
Utilitas adalah angka yang mewakili tingkat utilitas yang diperoleh konsumen dari suatu keranjang belanja. Fungsi utilitas merupakan rumus yang menentukan tingkat utilitas pada setiap keranjang belanja, U(X,Y).
modal.
Skala Hasil
Skala hasil adalah tingkat di mana output meningkat ketika input bertambah secara proporsional. Kita akan membahas tiga kasus yang berbeda: skala hasil yang meningkat, konstan, dan menurun.
Fungsi produksi Cobb Douglas Q = b0Lb1Kb2
Derajat perubahan output atau skala hasil adalah tingkat di mana output
meningkat ketika input bertambah secara proporsional (proporsi yang sama besar).
Apabila b1 + b2 > 1, maka fungsi tersebut menunjukkan perubahan
output dengan perbandingan yang lebih besar dari skalanya (increasing return to scale),
Apabila b1 + b2 = 1, maka fungsi tersebut menunjukkan perubahan
output dengan perbandingan sama besar dari skalanya (constan return to scale),
Apabila b1 + b2 < 1, maka fungsi tersebut menunjukkan perubahan
output dengan perbandingan yang lebih kecil dari skalanya (decreasing return to scale),
KETERBATASAN ANGGARAN
Garis anggaran menunjukkan semua kombinasi F dan C dimana total uang yang dibelanjakan sama dengan pendapatan.
PFF + PCC = I
KENDALA BIAYA
Biaya Ekonomi vs Biaya Akuntan
Biaya akuntan : Semua pengeluaran riil ditambah dengan depresiasi pada barang modal.
Melalui persamaan dalam gambar di atas, maka banyaknya C bisa dihitung dengan menggunakan rumus:
C = (I/PC) – (PF/PC)F
Efek Perubahan Pendapatan dan Harga
a) Efek Perubahan Pendapatan pada Garis Anggaran
b) Efek Perubahan Harga pada Garis Anggaran
menggunakan semua sumberdaya ekonomi di dalam proses produksi, termasuk opportunity cost.
Opportunity Cost : Biaya yang
berhubungan dengan peluang
pendapatan yang hilang ketika sumber daya perusahaan tidak digunakan untuk alternatif terbaiknya.
Sunk cost : Pengeluaran yang telah dilakukan dan tidak dapat kembali. Karena tidak dapat kembali, maka sunk cost tidak mempengaruhi keputusan perusahaan.
Karena tidak mempunyai kegunaan alternatif, opportunity cost bagi sunk cost adalah nol.
Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Biaya total (TC) : Biaya ekonomi total dari suatu proses produksi, yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.
Biaya tetap (FC) : Biaya yang tidak berubah berapapun output yang dihasilkan . Tidak perlu dikeluarkan jika perusahaan ditutup/tidak beroperasi.
Biaya variabel (VC) : Biaya yang berubah seiring perubahan jumlah output.
Marginal and Average Cost
Marginal cost (MC) adalah Kenaikan biaya produksi yang diakibatkan penambahan satu unit barang.
Karena biaya fixed tidak berubah walaupun output berubah, MC sama dengan kenaikan biaya variabel atau kenaikan biaya total akibat peningkatan satu unit output.
MC = ∆VC/∆q = ∆TC/∆q
Average total cost (ATC) adalah Biaya total perusahaan per output. Average fixed cost (AFC) adalah Biaya tetap per output.
Average variable cost (AVC) adalah Biaya variabel per output.
ATC = AFC + AVC
Marginal Cost
Diminishing marginal returns berarti bahwa produksi marjinal (MP) dari tenaga kerja menurun seiring dengan naiknya jumlah tenaga kerja. Akibatnya, biaya marjinal meningkat seiring dengan peningkatan output.
Biaya jangka pendek
Perubahan pada biaya variabel adalah biaya per penambahan jumlah tenaga kerja (upah w per orang) dikalikan dengan jumlah tenaga kerja yang ditambahkan ΔL untuk tambahan output. Karena ΔVC = wΔL, maka:
Tambahan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mendapat satu unit tambahan output adalah: ΔL/Δq = 1/MPL. Akibatnya:
Biaya jangka panjang
Biaya Pengguna Modal (The User Cost of Capital) adalah Biaya tahunan dari kepemilikan dan penggunaan aset modal adalah depresiasi secara ekonomi plus suku bungan yang hilang. Biaya Pengguna Modal dinyatakan sebagai penjumlahan penyusutan ekonomi dan suku bunga yang dapat diperoleh jika uang tersebut diinvestasikan di tempat lain:
Biaya Pengunaan Modal = Penyusutan Ekonomi + (Bunga) (Nilai Modal)
Dapat pula dinyatakan biaya penggunaan modal sebagai nilai per dolar modal:
r = Tingkat Penyusutan + Bunga
The Isocost Line
Isocost line adalah Grafik yang menunjukkan semua kemungkinan kombinasi tenaga kerja dan modal yang dapat digunakan pada biaya total tertentu. Biaya total C dari memproduksi output pada jumlah tertentu adalah jumlah dari biaya tenaga kerja yang digunakan perusahaan sebesar wL dan biaya modal (capital cost) sebesar rK:
Jika persamaan biaya total dituliskan ulang sebagai persamaan garis lurus, diperoleh:
Berdasarkan persamaan tersebut, garis isocost mempunyai kemiringan
ΔK/ΔL = −(w/r),
yang merupakan rasio antara upah dan biaya (sewa) modal.
PILIHAN KONSUMEN (CONSUMER CHOICES)
Konsumen memutuskan untuk memilih barang untuk memaksimalkan kepuasan yang dapat mereka capai dengan anggaran yang terbatas.
Untuk memaksimalkan keranjang pasar harus memenuhi dua kondisi, yaitu:
a. Harus berada pada budget line.
b. Harus memberikan kombinasi barang dan jasa yang disukai oleh konsumen.
Kedua syarat diatas dapat mengurangi masalah dalam memaksimalkan kepuasan konsumen dengan memilih kombinasi yang tepat pada budget line.
MEMILIH INPUT
Pada analisis tentang teknologi produksi, ditunjukkan bahwa MRTS tenaga kerja untuk modal adalah negatif dari kemiringan isoquant sebagai rasio dari produksi marjinal tenaga kerja (MPL) dan produksi marjinal modal (MPK):
Pada gambar diatas terlihat bahwa konsumen memaksimalkan kepuasannya dengan memilih kombinasi barang A. Pada titik ini budget line dan indiffferent curve U2 bersentuhan dan tidak ada tingkat kepuasan yang lebih tinggi yang dapat dicapai. Pada titik A merupakan MRS maksimal, MRS antara keduan barang sama dengan perbandingan harganya. Sedangkan pada titik B, MRS lebih besar dari rasio harga sehingga kepuasan tidak maksimal.
Keranjang belanja yang
memaksimalkan kepuasan harus terletak pada indifferent curve paling tinggi yang menyentuh budget line. Kepuasan maksimal dicapai pada titik dimana
MRS=Px Py
Kepuasan maksimal akan dicapai apabila keuntungan marginal sama dengan biaya marginal, dimana keuntungan marginal dihitung dengan MRS. Keuntungan marginal adalah keuntungan dari mengkonsumsi satu unit barang tambahan. Sedangkan biaya marginal adalah biaya untuk menambah satu unit barang.
UTILITAS MARGINAL (MARGINAL UTILITY)
Utilitas marginal adalah kepuasan tambahan yang diperoleh dari mengonsumsi satu unit tambahan suatu barang
Tambahan konsumsi barang x, ∆x, akan menghasilkan utilitas marginal barang x, MUx. Pergeseran ini menghasilkan peningkatan total utilitas barang x, MUx∆x.
PRODUK MARGINAL (MARGINAL PRODUCT)
Produk marginal tenaga kerja, MPL(K,L) adalah perubahan output setiap perubahan satu satuan input tenaga kerja, atau dapat dituliskan
Pada saat yang sama, peningkatan konsumsi barang x menyebabkan berkurangnya konsumsi barang y, ∆y. Sehingga akan menurunkan utilitas marginal barang y, MUy, yang menyebabkan penurunan total utilitas barang y, MUy∆y.
Karena seluruh titik pada kurva indiferensi menghasilkan tingkat utilitas yang sama, maka
0 = MUx(∆x) + MUy(∆y)
Sekarang persamaan ini dapat disusun kembali sehingga
-(∆y/∆x) = MUx/MUy
Dengan –(∆y/∆x) adalah tingkat substitusi marjinal dari barang x untuk barang y, maka
MRS = MUx/MUy
Apabila konsumen memaksimalkan kepuasan mereka, tingkat substitusi marjinal x dan y sama dengan perbandingan kedua harga barang tersebut.
MRS = Px/Py
Dari kedua persamaan diatas, dapat disimpulkan bahwa
MUx/MUy =Px/Py Atau MUx/Px=MUy/Py
Produk marginal modal, MPK(K,L) adalah perubahan output setiap perubahan satu satuan input modal, atau dapat dituliskan
MPK(K,L) = ∆q/∆K
MAKSIMISASI NILAI GUNA (UTILITY)
Fungsi utilitas konsumen adalah U(x,y). Untuk memaksimalkan kepuasan konsumen, persoalan optimasi konsumen ini dapat ditulis sebagai berikut.
Maksimisasi U(x,y)
Yang bergantung pada kendala anggaran, yakni seluruh pendapatan dihabiskan pada kedua barang
MINIMISASI BIAYA
Fungsi produksi perusahaan adalah F(K,L). Untuk meminimalkan biaya dalam memproduksi output, permasalah optimasi ini dapat ditulis sebagai berikut.
Minimisasi wL + rK
Pxx + Pyy = I
Maka kita dapat menemukan nilai setiap variabel yang mencerminkan kondisi optimum yaitu kepuasan maksimal dengan metode pengali Lagrange. Lagrange merupakan fungsi yang dimaksimisasi atau diminimisasi ditambah dengan variabel yang disebut λ dikalikan kendala. Sehingga fungsi Lagrange yang terbentuk adalah
£ = U(x,y) – λ(Pxx + Pyy - I)
Dengan mendiferensiasikan £
terhadap x, y, dan λ, kemudian menyamakan turunannya ke nol, maka diperoleh kondisi optimum.
Meminimumkan Pengeluaran untuk mencapai kepuasan tertentu
Dengan mendiferensiasikan £ terhadap x, y, dan λ, kemudian menyamakan turunannya ke nol, maka diperoleh kondisi optimum.
∂ £ setiap variabel yang mencerminkan kondisi optimum yaitu biaya minimal dengan metode pengali Lagrange. Lagrange merupakan fungsi yang dimaksimisasi atau diminimisasi ditambah dengan variabel yang disebut λ dikalikan kendala. Sehingga fungsi Lagrange yang terbentuk adalah
£ = wL + rK - λ(F(K,L) - q0)
Dengan mendiferensiasikan £ terhadap K, L, dan λ, kemudian
Dengan mendiferensiasikan £ terhadap K, L, dan λ, kemudian menyamakan turunannya ke nol, maka diperoleh