PT ANEKA GAS INDUSTRI
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2013 (UN-AUDITED) DAN 2012 (AUDITED)
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in thousand Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 30 June 2013/ June 30, 2013 31 Desember 2012/ December 31, 2012 ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 2e, 2f, 4 335.259.626 369.101.893
Cash on hand and cash equivalents Investasi jangka pendek 2f, 5 20.025.239 54.607.545 Short-term investment
Piutang usaha Trade receivables
Pihak ketiga – setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp 2.427.996 pada tanggal 30 Juni 2013 dan Rp 2.511.118 pada tanggal
31 Desember 2012 2f, 6 123.989.247 110.036.940
Third parties – net of allowance for doubtful accounts of Rp 2,427,996 as of June 30, 2013 and Rp 2,511,118 as of December 31, 2012 Pihak berelasi 2f, 2h, 6, 34 16.462.750 895.576 Related parties
Piutang lain-lain Other receivables
Pihak ketiga 2f, 7 3.810.296 2.629.283 Third parties
Pihak berelasi
2f, 2h, 7,
34 5.520.205 10.205 Related parties
Inventories – net of Persediaan – setelah dikurangi
penyisihan atas persediaan usang sebesar Rp 504.090 pada tanggal 30 Juni 2013 dan
31 Desember 2012 2i, 8 103.347.015 92.656.711
allowance for inventories obsolesence of Rp 504,090 as of June 30, 2013 and December 31, 2012
Pajak dibayar di muka 35 3.525.969 3.364.996 Prepaid taxes
Biaya dibayar di muka 2j, 9 5.110.845 3.431.659 Prepaid expenses
Uang muka pembelian 10 92.373.399 32.125.791 Advance to suppliers
Jumlah Aset Lancar 709.424.591 668.860.599 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Penyertaan saham 2k,11 4.000.000 8.640.968 Investment in shares of stock Aset tetap – setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar Rp 404.513.063 pada tanggal 30 Juni 2013 dan
Rp 358.426.121 pada tanggal
31 Desember 2012 2l, 12 1.503.523.272 1.337.198.800
Property, plant and equipment – net of accumulated depreciation of Rp 404,513,063 as of June 30, 2013 and Rp 358,426,121 as of December 31, 2012 Rugi ditangguhkan atas
transaksi jual dan sewa-balik
aset sewa pembiayaan 2o, 12, 19 70.000 -
Deferred loss on sale and leaseback transaction of assets under financial leases Aset tidak lancar lainnya 13 15.898.703 10.929.225 Other non-current assets Jumlah Aset Tidak Lancar 1.523.491.975 1.356.768.993 Total Non-Current Assets
PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI (Lanjutan)
30 JUNI 2013 DAN 31 DESEMBER 2012
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT ANEKA GAS INDUSTRI AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (BALANCE SHEETS) (Continued) JUNE 30, 2013 AND DECEMBER 31, 2012 (Expressed in thousand Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ Notes 30 Juni 2013/ June 30, 2013 31 Desember 2012/ December 31, 2012
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES AND STOCKHOLDERS’ EQUITY
LIABILITAS JANGKA
PENDEK CURRENT LIABILITIES
Hutang bank 2f, 14 137.570.908 110.315.377 Bank loan
Hutang usaha Trade payables
Pihak ketiga 2f, 15 55.778.638 58.158.658 Third parties
Pihak berelasi
2f, 2h,
15, 34 45.692.753 49.912.856 Related parties
Hutang lain-lain 10.290.258 1.731.859 Other payables
Hutang pajak 2u,35 11.732.280 6.515.391 Taxes payable
Beban masih harus dibayar 16 22.515.009 27.884.965 Accrued expenses
Uang muka pelanggan 2.354.652 4.801.574 Advance from customers
Jaminan pelanggan 17 13.440.723 11.508.374 Customer deposits
Hutang jangka panjang – bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Current maturities of long- term liabilities:
Bank 2f, 18 37.837.238 31.082.078 Banks
Sewa pembiayaan 2f, 2o, 19, 34 13.922.136 12.650.427
Obligations under finance leases
Lembaga keuangan 2f, 20 2.558.094 2.502.144 Financial institutions
Obligasi 2f, 21 236.920.600 239.612.059 Bonds
Hutang pihak berelasi 2h, 34 44.038.300 27.737.789 Due to related parties Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 634.651.589 584.413.551 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG
NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas pajak tangguhan 2u, 35 14.995.528 13.691.044 Deferred tax liabilities Hutang jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Long-term liabilities-net of current maturities
Bank 2f, 18 457.368.923 348.696.767 Banks
Sewa pembiayaan 2f, 2o, 19, 34 12.698.084 12.280.251
Obligations under finance leases
Lembaga keuangan 2f, 20 2.989.869 3.531.432 Financial institutions
Obligasi 2f, 2p, 21 396.309.396 395.889.463 Bonds
Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik
aset sewa pembiayaan 2o, 12, 19 - 25.986
Deferred gain on sale and leaseback transaction of assets under financial leases Liabilitas diestimasi atas
imbalan kerja 2q, 22 9.225.617 8.823.898
Estimated liabilities for employee benefits Jumlah Liabilitas Jangka
Panjang 893.587.417 782.938.841
Total Non-Current Liabilities
30 JUNI 2013 DAN 31 DESEMBER 2012
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
JUNE 30, 2013 AND DECEMBER 31, 2012 (Expressed in thousand Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ Notes 30 Juni 2013/ June 30, 2013 31 Desember 2012/ December 31, 2012
EKUITAS STOCKHOLDERS’ EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Equity attributable to owners of the parent
Modal saham – nilai nominal Rp 1.000.000 (Rupiah penuh) per saham
Capital stock - par value Rp 1,000,000 (full
amount) per share
Modal dasar – 500.000 saham Authorized – 500,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor penuh – 400.000 pada tanggal 30 Juni 2013
dan 31 Desember 2012 23 400.000.000 400.000.000
Issued and fully paid 400,000 shares as of
June 30, 2013 and December 31, 2012 Tambahan Modal Disetor
Selisih kurs dari tambahan modal disetor 23 A 24 20.981.338 - - 17.600.000
Additional Paid-In Capital Differences in foreign exchange from additional
paid-in capital Selisih nilai transaksi
restrukturisasi
entitas sepengendali 2r, 25 - 3.381.338
Differences arising from restructuring transactions
of entity under common controls
Saldo laba 195.263.390 154.939.174 Retained earnings
Sub-jumlah 616.244.728 575.920.512 Sub-total
Kepentingan nonpengendali 2c, 26 88.432.832 82.356.688 Non-controlling interests
Jumlah Ekuitas 704.677.560 658.277.200 Total Stockholders’ Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 2.232.916.566 2.025.629.592
TOTAL LIABILITIES AND STOCKHOLDERS’
EQUITY
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
secara keseluruhan.
See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which are an integral part of the consolidated financial statements.
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2013 DAN 2012
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
FOR THE SIX MONTHS ENDED
JUNE 30, 2013 AND 2012 (Expressed in thousand Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ Notes 30 Juni 2013/ June 30, 2013 30 Juni 2012/ June 30, 2012
PENJUALAN BERSIH 2s, 27 471.073.419 410.090.986 NET SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN 2s, 28 (260.725.756) (219.381.243) COST OF GOODS SOLD
LABA KOTOR 210.347.663 190.709.743 GROSS PROFIT
Pendapatan lain-lain 2s, 29 6.496.702 4.855.495 Other income
Beban penjualan 2s, 30 (59.543.936) (58.980.134) Selling expenses
Beban umum dan administrasi 2s, 31 (53.067.832) (46.849.886)
General and administrative expenses
Beban keuangan 2s, 32 (42.389.189) (27.356.593) Financial expenses
Beban lain-lain 2s, 33 (916.412) (696.425) Other expenses
LABA SEBELUM TAKSIRAN
BEBAN PAJAK 60.926.996 61.682.200
INCOME BEFORE PROVISION FOR TAX EXPENSE
TAKSIRAN BEBAN PAJAK 2u, 35 PROVISION FOR TAX EXPENSE
Tahun berjalan Current year
Tidak final (13.222.153) (14.256.748) Non-final
Final - - Final
Tangguhan (1.304.483) (1.292.131) Deferred
Jumlah Taksiran Beban Pajak (14.526.636) (15.548.879) Total Provision for Tax Expense
LABA TAHUN BERJALAN 46.400.360 46.133.321 INCOME FOR THE YEAR
Pendapatan komprehensif lain - - Other comprehensive income
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 46.400.360 46.133.321 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Total comprehensive income for the year attributable to:
Pemilik entitas induk 40.324.216 39.633.231 Owners of the parent
Kepentingan nonpengendali 2c, 26 6.076.144 6.500.090 Non-controlling interests JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 46.400.360 46.133.321 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR
LABA PER SAHAM DASAR
(Rupiah penuh) 2w, 36 100.811 132.111
BASIC EARNINGS PER SHARE
(full amout)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which are an integral part of the consolidated
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk/ Equity Attributable to Owners of the Parent
Catatan/ Notes
Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh/ Issued and Fully Paid Capital Stock
Selisih Kurs dari Tambahan Modal Disetor/ Differences in Foreign Exchange from Additional Paid-in Capital Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali/ Differences Arising from Restructuring Transactions of Entity Under Common Controls Saldo Laba/ Retained Earnings Sub-jumlah/ Sub-total Kepentingan Nonpengendali/ Non-Controlling Interests Jumlah Ekuitas/ Total Stockholders’ Equity
Saldo 1 Januari 2012 300.000.000 17.600.000 3.381.338 89.140.205 410.121.543 54.900.650 465.022.193 Balance, January 1, 2012 Penambahan modal
ditempatkan dan disetor
penuh 23 100.000.000 - - - 100.000.000 - 100.000.000
Additional of issued and fully paid capital stock Penerbitan saham kepada
kepentingan nonpengendali - - - 16.250.000 16.250.000
Issued share to non- controlling interests Laba komprehensif tahun
berjalan - - - 65.798.969 65.798.969 11.206.038 77.005.007
Comprehensive income for the year Saldo 31 Desember 2012 400.000.000 17.600.000 3.381.338 154.939.174 575.920.512 82.356.688 658.277.200 Balance, December 31, 2012 Laba komprehensif tahun
berjalan - - - 40.324.216 40.324.216 6.076.144 46.400.360
Comprehensive income for the year Saldo 30 Juni 2013 400.000.000 17.600.000 3.381.338 195.263.390 616.244.728 88.432.832 704.677.560 Balance, June 30, 2013
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which are an integral part of the consolidated financial statements.
30 JUNI 2013 DAN 2012
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
JUNE 30, 2013 AND 2012 (Expressed in thousand Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ Notes 30 Juni 2013/ June 30, 2013 30 Juni 2012/ June 30, 2012
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 481.455.696 450.768.268 Cash received from customers
Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan untuk beban
operasi lainnya (380.945.388) (328.291.799)
Cash payment to suppliers, employees and other operations
expenses
Kas yang dihasilkan dari operasi 100.510.308 122.476.469 Cash generated from operations
Pembayaran beban pajak 35 (12.003.602) (14.224.619) Cash payment of tax expense
Penerimaan penghasilan bunga 29 3.736.134 410.191 Cash receipt from interest income
Pembayaran beban keuangan (40.966.411) (27.356.593) Cash payment of financial expenses Penerimaan (pembayaran)
lain-lain 2.352.650 3.598.106 Others cash receipt (payment)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 53.629.079 84.903.554
Net Cash Provided by Operating Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Penerimaan pada investasi jangka
pendek 34.582.306 17.577
Cash receipt from short-term investment
Penerimaan dari (penempatan ke)
penyertaan saham - net 4.750.000 -
Cash receipt from (payment for) investment of shares - net
Uang muka pembelian aset tetap (70.739.929) (73.857.993)
Advance for property, plant and equipment
Penerimaan hasil penjualan aset
tetap 12 1.767.261 1.883.753
Disposal of property, plant and equipment
Perolehan aset tetap 12 (204.330.479) (172.104.695)
Acquisitions of property, plant and equipment
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (233.970.841) (244.061.358)
Net Cash Used in Investing Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES
Penambahan: Addition of:
Hutang bank 60.000.000 18.829.524 Bank loan
Hutang bank jangka panjang 122.080.329 115.971.397 Long-term bank loan
30 JUNI 2013 DAN 2012
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
JUNE 30, 2013 AND 2012 (Expressed in thousand Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ Notes 30 Juni 2013/ June 30, 2013 30 Juni 2012/ June 30, 2012
Pembayaran: Payment of:
Hutang bank (32.744.470) (23.619.901) Bank loan
Hutang bank jangka panjang (6.068.100) (7.376.667) Long-term bank loan
Hutang sewa pembiayaan (9.208.960) (10.772.684) Obligations under finance leases
Hutang lembaga keuangan (859.815) (899.090) Financial institutions loan
Pembelian kembali Obligasi (3.000.000) - Buyback of Bonds Payable
Hutang pihak berelasi - (1.195.000) Due to related parties
Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan 146.499.495 173.137.579
Net Cash Provided by Financing Activities
KENAIKAN BERSIH KAS
DAN SETARA KAS (33.842.267) 13.979.775
NET INCREASE IN CASH ON HAND AND CASH
EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN 369.101.893 94.555.727
CASH ON HAND AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN 335.259.626 108.535.502
CASH ON HAND AND CASH EQUIVALENTS AT
END OF YEAR
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which are an integral part of the consolidated
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian Entitas a. The Entity’s Establishment
PT Aneka Gas Industri (Entitas) didirikan pada tanggal 21 September 1971, berdasarkan akta Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H., No. 28, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman melalui Surat Keputusan No. J.A.5/198/3 tanggal 8 Nopember 1971 dan dicatat dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 24 Desember 1971, Tambahan No. 576. Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Christiana Inawati, S.H., No. 42, Notaris di Surabaya, tanggal 28 Desember 2012, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan
No. AHU-0005516.AH.01.09.Tahun 2013 tanggal 29 Januari 2013 (lihat Catatan 42).
PT Aneka Gas Industri (the Entity) was established based on the Notarial Deed No. 28 of Soeleman Ardjasasmita, S.H., dated September 21, 1971 in Jakarta, which approved by the Minister of Justice in its Decision Letter No. J.A.5/198/3 dated November 8, 1971 and were written in the State Gazette No. 103 dated December 24, 1971, additional No. 576. The Entity’s Articles of Association has been amended several time, the last by Notarial Deed No. 42 dated December 28, 2012 of Christiana Inawati, S.H., in Surabaya, concerning increasing issued and fully paid capital stock. The amendment were approved by the Minister of Law and Human Right of The Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0005516.AH.01.09. Tahun 2013, dated January 29, 2013 (see Note 42).
Entitas memperoleh Surat Pengesahan Menteri Kehakiman No. 25/V/PMA/1996 tanggal 25 Maret 1996 untuk pendirian Entitas dibawah Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA). Entitas memperoleh ijin usaha tetap (SIUP) dari kepala Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) untuk perubahan status pendirian dari PMA menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN) sesuai dengan Surat Keputusan No. 05/V/PMDN/2003 tanggal 10 Maret 2003.
The Entity received an approved from the Minister of Justice No. 25/V/PMA/1996 dated March 25, 1996 for establisment of the Entity under the Foreign Capital Investment Law. The Entity received permitions fix operations (SIUP) from Capital Investment Coordinating Board regarding the changes of the Entity’s status from Foreign Capital Investment to Domestic Capital Investment in its Decision Letter No. 05/V/PMDN/2003 dated March 10, 2003.
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Entitas, ruang lingkup Entitas antara lain bergerak dalam bidang pemasaran dan penjualan produk gas industri dan produk-produk terkait lainnya serta pemasaran dan penjualan jasa. Saat ini, Entitas bergerak di bidang industri gas tertentu dalam bentuk gas, cair ataupun padat, mendesain konstruksi dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan rumah sakit serta memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan Entitas.
Based on Article 3 of the Entity’s Articles of Association, the Entity’s scope of activities comprises the marketing and sales of gas industry and other related products and marketing and sales of service. The Entity engaged in the specific gas industry such as gas, liquid or solid, constructions design and instalation of gas equipment in customer’s factories and hospitals and trade in gas products from other manufacturers to the Entity’s customers.
Kantor pusat Entitas berkedudukan di Gedung UGM
Samator Pendidikan Tower A Lt 5-6, Jl. Dr Sahardjo No. 83, Jakarta Selatan, sedangkan
Entitas mempunyai cabang di Medan, Tanjung Murawa, Lhokseumawe, Pekanbaru, Cikarang, Pulo Gadung, Bandung, Lampung, Semarang, Sidoarjo, Makassar, Kendari, Soroako, Palu, Bitung dan Gorontalo.
The Entity’s head office are located in building of
UGM Samator Pendidikan Tower A Floor 5-6th.
Jl. Dr Sahardjo No. 83, South Jakarta, while the Entity has branches in Medan, Tanjung Murawa, Lhokseumawe, Pekanbaru, Cikarang, Pulo Gadung, Bandung, Lampung, Semarang, Sidoarjo, Makassar, Kendari, Soroako, Palu, Bitung and Gorontalo.
b. Penawaran Umum Efek Entitas b. The Public Offering of Entity’s Securities
Pada bulan Juni 2008, Entitas menawarkan kepada masyarakat:
On June 2008, the Entity offered to the public:
- Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008
dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 80.000.000. Obligasi ini mempunyai jangka
waktu selama 5 (lima) tahun dengan tingkat
- Bonds of Aneka Gas Industri I Year 2008, the
principal amount of bonds amounting to Rp 80,000,000. This bonds will be mature
bunga tetap sebesar 14,5% per tahun. interest at 14.5% per annum,
- Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008
dengan jumlah nominal sebesar-besarnya Rp 220.000.000. Sukuk ini mempunyai jangka
waktu selama 5 (lima) tahun dengan cicilan
imbalan ijarah sebesar Rp 36.250 per Rp 1.000.000.
- Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri I Year 2008
with a maximum amounting to
Rp 220,000,000. This Sukuk will be mature within 5 (five) years and the installment
payment of ijarah benefit amounted to
Rp 36,250 for each Rp 1,000,000.
Pada tanggal 26 Juni 2008, penawaran tersebut dinyatakan efektif oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-4113/BL/2008. Obligasi ini dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Juli 2008.
On June 26, 2008, this offers obtained the notice of effectivity from Capital Market and Financial Instution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK) based on Decision Letter No. S-4113/BL/2008. This bonds are listed in Indonesia Stock Exchange as of July 9, 2008.
Pada bulan Desember 2012, Entitas menawarkan kepada masyarakat:
On December 2012, the Entity offered to the public:
- Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012
dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 200.000.000. Obligasi ini mempunyai jangka
waktu selama 5 (lima) tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,8% per tahun.
- Bonds of Aneka Gas Industri II Year 2012, the
principal amount of bonds amounting to Rp 200,000,000. This bonds will be mature
within 5 (five) years and bears a fixed annual interest at 9.8% per annum,
- Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012
dengan jumlah nominal sebesar-besarnya Rp 300.000.000. Sukuk ini mempunyai jangka
waktu selama 5 (lima) tahun dengan cicilan
imbalan ijarah sebesar Rp 99.000 per Rp 1.000.000.
- Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri II Year
2012 with a maximum amounting to Rp 300,000,000. This Sukuk will be mature
within 5 (five) years and the installment
payment of ijarah benefit amounted to
Rp 99,000 for each Rp 1,000,000.
Pada tanggal 5 Desember 2012, penawaran tersebut dinyatakan efektif oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-13866/BL/2012. Obligasi ini
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 19 Desember 2012.
On December 5, 2012, this offers obtained the notice of effectivity from Capital Market and Financial Instution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK) based on Decision Letter No. S-13866/BL/2012. This bonds are listed in Indonesia Stock Exchange as of December 19, 2012.
c. Entitas Anak c. Subsidiaries
Entitas memiliki kepemilikan langsung dan tidak langsung pada Entitas Anak pada tahun 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:
The Entity has direct and indirect ownership of Subsidiaries in 2013 and 2012 are as follows:
Entitas Anak/ Subsidiaries Domisili/ Domicile Kegiatan Usaha/ Principal Activity Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership Tahun Beroperasi Secara Komersial/ Start of Commercial Operating Jumlah Aset Per 30 Juni 2013/ Total Assets as of June 30, 2013 Jumlah Aset Per 31 Desember 2012/ Total Assets as of December 31, 2012 Penyertaan langsung/Direct ownership
PT Samator Gas Industri (SGI) Surabaya Produksi dan perdagangan gas/
Production and gas trading 75,00% 1992 813.861.127 741.059.957
PT Ruci Gas Surabaya Perdagangan industri gas/
Trade in gas industry 50,00% 2009 57.729.331 58.392.357
Penyertaan tidak langsung/
Indirect ownership
Melalui SGI/Through SGI
PT Samabayu Mandala (SM) Bali Produksi, perdagangan gas
serta pemasangan instalasi/Production, gas
SGI
SGI
Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta Notaris Ariyani, S.H., No. 54, tanggal 31 Oktober 2008, para pemegang saham, antara lain, menyetujui peningkatan modal dasar SGI dari sebesar Rp 20.000.000 menjadi sebesar Rp 150.000.000 serta peningkatan modal
ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp 14.760.000 menjadi sebesar Rp 40.000.000. Pada
tahun 2008, Entitas melakukan penambahan penyertaan saham sebesar Rp 16.240.000 sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh SGI. Pada tanggal 31 Desember 2008, jumlah penyertaan saham Entitas di SGI sebesar Rp 30.000.000 atau terdilusi menjadi sebesar 75%.
Based on result of the Extraordinary General Meeting of Shareholders which has notarized by Ariyani, S.H., No. 54, dated October 31, 2008, the shareholders agreed to increase authorized capital stock of SGI from Rp 20,000,000 to Rp 150,000,000
and increase issued and fully paid capital stock from Rp 14,760,000 to Rp 40,000,000. In 2008, in
connection with the increasing issued and fully paid capital stock of SGI, the Entity increased its investment in share amounting to Rp 16,240,000. As of December 31, 2008, total investment in shares
of SGI amounting to Rp 30,000,000 or diluted becoming to 75%.
Berdasarkan akta Notaris Ariyani, S.H., No. 132, tanggal 29 Juni 2010, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh SGI
dari sebesar Rp 40.000.000 menjadi sebesar Rp 60.000.000, yaitu oleh Entitas sebesar Rp 15.000.000
dan oleh PT Surya Kertasari Andalan sebesar Rp 5.000.000.
Based on Notarial Deed No. 132, dated June 29, 2010 of Ariyani, S.H., the shareholders agreed to increase in issued and fully paid capital stock of SGI from Rp 40,000,000 to Rp 60,000,000, which amounting to
Rp 15,000,000 by the Entity and amounting to Rp 5,000,000 by PT Surya Kertasari Andalan.
Berdasarkan akta Notaris Ariyani, S.H., No. 95, tanggal 30 Desember 2010, para pemegang saham menyetujui penjualan saham SGI yang dimiliki oleh PT Surya Kertasari Andalan kepada PT Paladium Energi Industri dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 15.000.000. Berdasarkan akta Notaris Ariyani, S.H., No. 108, tanggal 29 Desember 2011, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh SGI
dari sebesar Rp 60.000.000 menjadi sebesar Rp 85.000.000, yaitu oleh Entitas sebesar Rp 18.750.000
dan PT Paladium Energi Industri sebesar Rp 6.250.000.
Berdasarkan akta Notaris Christiana Inawati, S.H., No. 48, tanggal 28 Desember 2012, para pemegang
saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh SGI dari sebesar Rp 85.000.000 menjadi sebesar Rp 150.000.000, yaitu oleh Entitas sebesar Rp 48.750.000 dan PT Paladium Energi Industri sebesar Rp 16.250.000.
Persentase kepemilikan Entitas atas penyertaan tidak langsung kepada SM adalah sebesar 45% masing-masing pada tahun 2013 dan 2012.
Based on Notarial Deed No. 95, dated December 30, 2010 of Ariyani, S.H., the shareholders agreed to sell shares of SGI owned by PT Surya Kertasari Andalan
to PT Paladium Energi Industri with value of Rp 15,000,000.
Based on Notarial Deed No. 108, dated December 29, 2011 of Ariyani, S.H., shareholders agreed to increase issued and fully paid capital stock of SGI from Rp 60,000,000 to Rp 85,000,000, which amounting to Rp 18,750,000 by the Entity and amounting to Rp 6,250,000 by PT Paladium Energi Industri.
Based on Notarial Deed No. 48, dated December 28, 2012 of Christiana Inawati, S.H., shareholders agreed to increase issued and fully paid capital stock of SGI from Rp 85,000,000 to Rp 150,000,000, which amounting to Rp 48,750,000 by the Entity and amounting to Rp 16,250,000 by PT Paladium Energi Industri.
The Entity’s percentage of ownership for indirect ownership to SM was at 45% in 2013 and 2012, respectively.
RG
RG
Berdasarkan akta Notaris Ariyani, S.H., No. 17, tanggal 5 Maret 2007, Entitas melakukan penyertaan saham kepada RG sebesar Rp 3.000.000 dalam 3.000 saham dengan persentase kepemilikan sebesar 50%.
Based on Notarial Deed No. 17, dated March 5, 2007 of Ariyani, S.H., the Entity held investment in shares of RG amounting to Rp 3,000,000 which consisting of 3,000 shares with percentage of ownership at 50%.
Berdasarkan akta Notaris Ariyani, S.H., No. 87, tanggal 18 Nopember 2009, Entitas melakukan peningkatan atas penyertaan saham kepada RG sebesar Rp 4.375.000 dalam 4.375 saham sehingga jumlah penyertaan saham Entitas menjadi sebesar 11.000 saham dengan persentase kepemilikan sebesar 50%.
Based on Notarial Deed No. 87, dated November 18, 2009 of Ariyani, S.H., the Entity increasing
investment in shares of RG amounting to Rp 4,375,000 which consisting of 4,375 shares,
therefore investment in shares become to 11,000 shares with percentage of ownership at 50%.
Nama Entitas Anak, PT Raja Prima Syngas telah diubah menjadi PT Ruci Gas, berdasarkan akta Notaris Christiana Inawati, S.H., No. 4, tanggal 4 Agustus 2011.
Based on Notarial Deed No. 4, dated August 4, 2011 of Christiana Inawati, S.H., Subsidiary’s name has been change from PT Raja Prima Syngas to PT Ruci Gas.
d. Karyawan, Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit d. Employee, Board of Commissioners, Directors and Audit Committee
Berdasarkan akta Notaris Christiana Inawati, S.H. No. 24, Notaris di Surabaya tanggal 19 Pebruari 2013, susunan Dewan Komisaris dan Direksi mengalami perubahan sebagai berikut:
Based on Notarial Deed Christiana Inawati, S.H. No. 24, Notary in Surabaya dated February 19, 2013, the composition of the Board of Commissioners and Directors amended as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama : Arief Harsono : President Commissioner
Wakil Komisaris Utama : Rasid Harsono : Vice President Commissioner
Komisaris : Djasri Marin : Commissioners
Coromolos Maria Bing Soekianto
Direksi Directors
Direktur Utama : Heyzer Harsono : President Director
Wakil Direktur Utama : Rachmat Harsono : Vice President Director
Direktur : Agus Purnomo : Directors
Etty Fardhiati Imelda Mulyani Harsono
Phajar Hadywibowo
Berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris Entitas No. 070/UM.5-III/2013 pada tanggal 18 Maret 2013, susunan Komite Audit mengalami perubahan sebagai berikut:
Based on Board of Commissioners Decision Letter No. 070/UM.5-III/2013 on March 18, 2013, the composition of Audit Committee amended as follow:
Komite Audit Audit Committee
Ketua Komite Audit : Coromolos Maria Bing Soekianto : Head of Audit Committee
Anggota : Dipl Ing Djanarko Tjandra : Members
: Santoso Widjaja :
Susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Entitas pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
The members of the Entity’s Board of Commissioners, Directors and Audit Committee as of December 31, 2012 are as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama : Arief Harsono : President Commissioner
Wakil Komisaris Utama : Rasid Harsono : Vice President Commissioner
Komisaris : Djasri Marin : Commissioners
Direksi Directors
Direktur Utama : Heyzer Harsono : President Director
Wakil Direktur Utama : Rachmat Harsono : Vice President Director
Direktur : Agus Purnomo : Directors
Etty Fardhiati Imelda Mulyani Harsono
Komite Audit Audit Committee
Ketua Komite Audit : Coromolos Maria Bing Soekianto : Head of Audit Committee
Anggota : Phajar Hadywibowo : Members
: Dipl Ing Djanarko Tjandra : Entitas dan Entitas Anak memiliki sejumlah 1.585 dan
1.585 karyawan tetap masing-masing pada tahun 2013 dan 2012.
The Entity and Subsidiaries have 1,585 and 1,585 permanent employees in 2013 and 2012, respectively.
e. Penyelesaian laporan keuangan konsolidasi e. Completion of the consolidated financial statements
Manajemen Entitas dan Entitas Anak bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang telah diselesaikan pada tanggal 31 Juli 2013.
The management of the Entity and Subsidiaries are responsible for the preparation of the consolidated
financial statements that was completed in July 31, 2013.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan konsolidasi telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7, mengenai “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” yang terlampir dalam Surat Keputusan No. KEP- 347/BL/2012, tanggal 25 Juni 2012.
Management responsible for the preparation and presentation of the consolidated financial statements and have been prepared in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards which include Statement and Interpretations of Financial Accounting Standards issued by Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Accountant Institute and the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK) Regulation VIII.G.7, regarding “the Presentations and Disclosures of Financial Statements of Listed Entity” enclosed in the Decision Letter No. KEP- 347/BL/2012, dated June 25, 2012.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
b.
Basis of Preparation of Consolidated FinancialStatements
Laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi, disusun berdasarkan pada saat terjadinya (accrual basis) dengan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, have been prepared on the accrual basis using historical cost concept of accounting, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.
Sejak tanggal 1 Januari 2011, Entitas dan Entitas Anak telah mengadopsi PSAK dan ISAK baru dan revisi yang efektif pada tahun 2012. Perubahan kebijakan
Since January 1, 2011, the Entity and Subsidiaries has adopted new and revised PSAK and ISAK, which effective on 2012. Changes in Entity and Subsidiaries
akuntansi Entitas dan Entitas Anak telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.
accounting policies was made based on transition required in each standars and interpretations.
Pada tanggal 1 Januari 2012, Entitas dan Entitas Anak telah mengadopsi PSAK No. 60, mengenai ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”. PSAK No. 60 mensyaratkan Entitas dan Entitas Anak untuk mengungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan konsolidasi untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan Entitas dan Entitas Anak yang terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana Entitas dan Entitas Anak mengelola risiko tersebut.
On January 1, 2012, the Entity and Subsidiaries has adopted PSAK No. 60, regarding “Financial Instruments: Disclosure”. PSAK No. 60 requires Entity and Subsidiaries to create and disclose in consolidated financial statements that enable users to evaluating the significant consolidated financial instruments of position and performance, the nature of risks arising from financial instruments which the Entity and Subsidiaries is exposed during the period and at the end of the reporting period and how the Entity and Subsidiaries manages that risks.
Penerapan dari standar, interpretasi baru/revisi standar berikut, tidak menimbulkan perubahan signifikan terhadap kebijakan akuntansi Entitas dan Entitas Anak dan efek material terhadap laporan keuangan konsolidasi:
Implementations for the standards, new and revised interpretations as following, has not significant impact to the Entity and Subsidiaries’s accounting policies and consolidated financial statements:
§ PSAK No. 10 (Revisi 2010), mengenai “Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing”
§ PSAK No. 10 (Revised 2010), regarding “The
Effects of Changes in Foreign Exchange Rates”
§ PSAK No. 13 (Revisi 2011), mengenai “Properti Investasi”
§ PSAK No. 13 (Revised 2011), regarding
“Investment Property”
§ PSAK No. 16 (Revisi 2011), mengenai “Aset Tetap”
§ PSAK No. 16 (Revised 2011), regarding
“Property, Plant and Equipment”
§ PSAK No. 18 (Revisi 2010), mengenai “Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya”
§ PSAK No. 18 (Revised 2010), regarding
“Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans”
§ PSAK No. 26 (Revisi 2011), mengenai “Biaya Pinjaman”
§ PSAK No. 26 (Revised 2011), regarding
“Borrowing Costs”
§ PSAK No. 28 (Revisi 2010), mengenai “Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian”
§ PSAK No. 28 (Revised 2010), regarding
“Accounting for Casualty Insurance Contracts”
§ PSAK No. 30 (Revisi 2011), mengenai “Sewa” § PSAK No. 30 (Revised 2011), regarding “Leases” § PSAK No. 33 (Revisi 2010), mengenai “Aktivitas
Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum”
§ PSAK No. 33 (Revised 2010), regarding “Stripping
Cost Activity and Environmental Management in the Public Mining”
§ PSAK No. 34 (Revisi 2010), mengenai “Kontrak Konstruksi”
§ PSAK No. 34 (Revised 2010), regarding
“Construction Contracts”
§ PSAK No. 36 (Revisi 2010), mengenai “Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa”
§ PSAK No. 36 (Revised 2010), regarding
“Accounting for Life Insurance Contracts”
§ PSAK No. 45 (Revisi 2010), mengenai “Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba”
§ PSAK No. 45 (Revised 2010), regarding
“Financial Reporting for Non-profit Organizations”
§ PSAK No. 46 (Revisi 2010), mengenai “Pajak Penghasilan”
§ PSAK No. 46 (Revised 2010), regarding “Income
Taxes”
§ PSAK No. 50 (Revisi 2010), mengenai “Instrumen Keuangan: Penyajian”
§ PSAK No. 50 (Revised 2010), regarding
“Financial Instruments: Presentation”
§ PSAK No. 53 (Revisi 2010), mengenai “Pembayaran Berbasis Saham”
§ PSAK No. 53 (Revised 2010), regarding
“Share-based Payments”
§ PSAK No. 55 (Revisi 2011), mengenai “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”
§ PSAK No. 55 (Revised 2011), regarding
“Financial Instruments: Recognition and Measurement”
§ PSAK No. 56 (Revisi 2010), mengenai “Laba per Saham”
§ PSAK No. 56 (Revised 2010), regarding “Earnings
per Share”
Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah”
Government Grants and Disclosure of Government Assistance”
§ PSAK No. 62, mengenai “Kontrak Asuransi” § PSAK No. 62, regarding “Insurance Contracts” § PSAK No. 63, mengenai “Pelaporan Keuangan
Dalam Ekonomi Hiperinflasi”
§ PSAK No. 63, regarding “Financial Reporting in
Hyperinflationary Economies”
§ PSAK No. 64, mengenai “Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral”
§ PSAK No. 64, regarding “Mining Exploration
Activity and Mineral Resources Mining Evaluation”
§ ISAK No. 13, mengenai “Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri”
§ ISAK No. 13, regarding “Hedges of Net
Investments in Foreign Operations”
§ ISAK No. 15, mengenai “PSAK No. 24 – Batas Aset Manfaat Pasti, Persyaratan Minimum dan Interaksinya”
§ ISAK No. 15, regarding “PSAK No. 24 – The Limit
on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction”
§ ISAK No. 16, mengenai “Perjanjian Konsesi Jasa” § ISAK No. 16, regarding “Service Concession
Arrangements”
§ ISAK No. 18, mengenai “Bantuan Pemerintah – Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi”
§ ISAK No. 18, regarding “Government Assistance –
No Specific Relation to Operating Activities”
§ ISAK No. 19, mengenai “Penerapan Pendekatan
Penyajian Kembali Dalam PSAK No. 63:
Pelaporan Keuangan Dalam Ekonomi Hiperinflasi”
§ ISAK No. 19, regarding “Applying the Restatement
Approach Under PSAK 63: Financial Reporting in Hyperinflationary Economies”
§ ISAK No. 20, mengenai “Pajak Penghasilan – Perubahan dalam status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham”
§ ISAK No. 20, regarding “Income Taxes – Changes
in the Tax Status of an Enterprise or its Shareholders”
§ ISAK No. 22, mengenai “Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan”
§ ISAK No. 22, regarding “Service Concession
Arrangements: Disclosures”
§ ISAK No. 23, mengenai “Sewa Operasi – Insentif” § ISAK No. 23, regarding “Operating Lease –
Incentives”
§ ISAK No. 24, mengenai “Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa”
§ ISAK No. 24, regarding “Evaluating the Substance
of Transaction Involving the Legal form of a Lease”
§ ISAK No. 25, mengenai “Hak atas Tanah” § ISAK No. 25, regarding “Land Rights” § ISAK No. 26, mengenai “Penilaian Ulang Derivatif
Melekat”
§ ISAK No. 26, regarding “Reassessment of
Embedded Derivatives”
Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated financial statements of cash flows were presented using the direct method, were classified into operating, investing and financing activities.
Mata uang fungsional dan mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.
The functional and reporting currency used in the consolidated financial statements is Indonesians Rupiah.
c. Prinsip Konsolidasi c. Principles of Consolidated
Sejak tanggal 1 Januari 2011, Entitas dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 4 (Revisi 2009) mengenai “Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri”.
Since January 1, 2011, the Entity and Subsidiaries adopt PSAK No. 4 (Revised 2009), regarding “Consolidated and Separate Financial Statements”.
Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan oleh Entitas. Pengendalian dianggap ada ketika Entitas memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut
The consolidated financial statements include all Subsidiaries that are controlled by the Entity. Control is presumed to exist when the Entity, directly or indirectly through Subsidiaries, owns more than half of the voting power of an Entity unless, in exceptional circumstances, it can be clearly demonstrated that such ownership does not constitute control. Control
tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian juga ada ketika Entitas memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:
also exists when the Entity owns half or less of the voting power of an Entity when there is:
- Kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;
- Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
- Kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut; atau
- Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi dan dewan komisaris atau organ tersebut.
- Power over more than half of the voting rights by
virtue of an agreement with other investors;
- Power to govern the financial and operating
policies of the Entity under a statute or an agreement;
- Power to appoint or remove the majority of the
members of the board of directors and board of commissioners or equivalent governing body and control of the Entity is by that board or body; or
- Power to cast the majority of votes at meetings of
the board of directors and board of commissioners or equivalent governing body and control of the Entity is by that board or body.
Kepentingan nonpengendali merupakan proporsi atas laba atau rugi dan aset neto yang tidak dimiliki Entitas dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasi, dipisahkan dengan ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Non-controlling interest represents the portion of profit or loss and the net assets not held by Entity, and presented separately in the consolidated statements of comprehensive income, and within equity in the consolidated statements of financial position, separate from equity attributable to the parent entity.
Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan Entitas Anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Entitas.
Where necessary, adjustments are made to the financial statements of the Subsidiaries to bring the accounting policies used in line with those used by the Entity.
Seluruh transaksi antara Entitas dan Entitas Anak, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi.
All Entity and Subsidiaries transactions, balances, income and expenses are eliminated on consolidation.
Aset bersih Entitas Anak yang termasuk dalam
laporan keuangan konsolidasi Entitas adalah sebesar Rp 331.070.869 dan Rp 309.689.954 masing-masing
pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.
Net assets of Subsidiaries including in the Entity’s
consolidated financial statements amounted to Rp 331,070,869 and Rp 309,689,954 as of June 30,
2013 and December 31, 2012, respectively.
Penerapan PSAK No. 4 (Revisi 2009) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi, kecuali bagi pengungkapannya.
The adoption of PSAK No. 4 (Revised 2009) did not have significant impact on the consolidated financial statements, except for related disclosures.
d. Kombinasi Bisnis d. Business Combination
Sejak tanggal 1 Januari 2011, Entitas dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 22 (Revisi 2010), “Kombinasi Bisnis”. PSAK revisi ini diterapkan secara prospektif untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011 dimana tidak memerlukan penyesuaian untuk aset dan liabilitas yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum tanggal 1 Januari 2011.
Since January 1, 2011, Entity and Subsidiaries adopts PSAK No. 22 (Revised 2010), “Business Combinations”. The revised PSAK is applied prospectively for business combination on and after January 1, 2011 which requires no adjustment for assets and liabilities of business combination entered into prior to January 1, 2011.
Entitas mencatat setiap kombinasi bisnis dengan menerapkan metode akuisisi. Biaya kombinasi bisnis adalah keseluruhan nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau yang diasumsikan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai penggantian atas
Acquisitions of Subsidiaries and businesses are accounted for using the acquisition method. The cost of the business combination is the aggregate of the fair value (at the date of exchange) of assets given, liabilities incurred or assumed, and equity instruments issued in exchange for control of the
pengendalian Entitas Anak. Biaya-biaya terkait dengan akuisisi langsung diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi.
acquire. Any costs directly attributable to the business combination recorded in the consolidated statement of comprehensive income.
Pada saat akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas Entitas Anak yang diambil alih diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Entitas atas nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill. Sejak tanggsl 1 Januari 2011, Entitas menghentikan amortisasi goodwill dan mengeliminasi jumlah tercatat yang terkait dengan akumulasi amortisasi sehubungan dengan penurunan goodwill serta melakukan uji penurunan nilai atas goodwill sesuai dengan PSAK 48 (revisi 2009) mengenai “Penurunan Nilai Aset”.
On acquisition, the assets and liabilities of Subsidiaries are measured at their fair values at the date of acquisition. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill. Starting January 1, 2011, goodwill is not amortized and eliminate the carrying amount related to accumulated amortization due to impairment losses and annual impairment testing of goodwill in accordance with PSAK No. 48 (Revised 2009), “Impairment of Assets”.
Sebelum tanggal 1 Januari 2011, goodwill negatif diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 (dua puluh) tahun. Efektif tanggal 1 Januari 2011 goodwill negatif yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum tanggal 1 Januari 2011, dihentikan pengakuannya dengan melakukan penyesuaian terhadap saldo laba awal pada tanggal 1 Januari 2011.
Prior to January 1, 2011, negative goodwill was amortized using the straight-line method over twenty (20) years. Effective January 1, 2011 acquired negative goodwill from business combination prior to January 1, 2011 is derecognised with adjustment to retained earnings as at January 1, 2011.
e. Kas dan Setara Kas e. Cash on hand and cash equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atas liabilitas dan pinjaman lainnya serta tidak dibatasi penggunaannya.
Cash on hand and cash equivalents consists of cash, cash in bank and time deposits with maturity period of less than 3 (three) months or less from the date of placement and not pledged as collateral for loans and other liabilities and are not restricted.
f. Aset dan Liabilitas Keuangan f. Financial Assets and Liabilities
Entitas dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010) mengenai “Instrumen Keuangan: Penyajian” dan PSAK No. 55 (Revisi 2011) mengenai “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”.
The Entity and Subsidiaries adopted PSAK No. 50 (Revised 2010) regarding “Financial Instruments: Presentation” and PSAK No. 55 (Revised 2011) regarding “Financial Instruments: Recognition and Measurement”.
Aset keuangan
Entitas dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori sebagai berikut: (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; (ii) investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo; (iii) pinjaman dan piutang; dan (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual.
Financial assets
The Entity and Subsidiaries classifies its financial assets into the categories of: (i) financial assets at fair value through profit or loss; (ii) held-to-maturity investments; (iii) loans and receivables; and (iv) available-for-sale financial assets.
Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat aset keuangan tersebut diperoleh. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat pengakuan awal. Aset keuangan tidak diakui apabila hak untuk menerima arus kas dari suatu investasi telah berakhir atau telah ditransfer dan Entitas dan Entitas Anak telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut.
The classification depends on the purpose for which the financial assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition. Financial assets are derecognized when the rights to receive cash flows from the investments have expired or have been transferred and the Entity and Subsidiaries has transferred substantially all risks and rewards of ownership.
(i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
(i) Financial assets at fair value through profit or loss
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang diperoleh untuk tujuan diperdagangkan. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual dalam jangka pendek. Derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrumen lindung nilai yang ditetapkan efektif. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dari aset keuangan ini disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi sebagai keuntungan (kerugian) lain- lain - bersih” di dalam periode terjadinya. Pendapatan dividen dari aset keuangan ini diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi sebagai bagian dari pendapatan lain-lain pada saat ditetapkannya hak Entitas dan Entitas Anak untuk menerima pembayaran tersebut.
Financial assets at fair value through profit or loss are financial assets held for trading. A financial asset is classified in this category if acquired principally for the purpose of selling in the short-term. Derivatives are also categorized as held for trading unless they are financial guarantee contracts or designated as hedges. Gains or losses arising from changes in fair value of the financial assets are presented in the consolidated statements of comprehensive income within “other gains (losses) - net” in the period in which they arise. Dividend income from the financial assets at fair value through profit or loss is recognized in the consolidated statements of comprehensive income as part of other income when the Entity and Subsidiaries’s right to receive payments is established
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan biaya transaksi dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasi, dan kemudian diukur pada nilai wajarnya
Financial assets carried at fair value through profit or loss are initially recognized at fair value and transaction costs are expensed in the consolidated statements of comprehensive income and subsequently carried at fair value.
Aset dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan dapat direalisasikan dalam 12 bulan; sebaliknya, diklasifikasikan sebagai tidak lancar
Assets in this category are classified as current assets if expected to be settled within 12 months; otherwise, they are classified as non-current.
(ii) Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo (ii) Held-to-maturity investments
Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Entitas dan Entitas Anak mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali :
Held-to-maturity investments are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities that the Entity and Subsidiaries has the positive intention and ability to hold to maturity, except for:
a) investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
a) investments that upon initial recognition are designated as financial assets at fair value through profit or loss;
b) investasi yang ditetapkan oleh Entitas dan Entitas Anak dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan
b) investments that are designated in the category of available-for-sale; and
c) investasi yang memenuhi definisi pinjaman dan piutang.
c) investments that meet the definition of loans and receivables.
Investasi di atas dimasukkan di dalam aset tidak lancar kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud untuk melepasnya dalam waktu 12 bulan dari akhir periode pelaporan.
They are included in non-current assets unless the investment matures or management intends to dispose of it within 12 months of the end of the reporting period.
Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo pada awalnya diakui sebesar nilai wajar termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
Held-to-maturity investments are initially recognized at fair value including directly attributable transaction costs and subsequently carried at amortized cost using the effective interest method.
Bunga dari investasi tersebut yang dihitung dengan menggunakan metode bunga efektif diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi sebagai bagian dari pendapatan lain-lain.
Interest on the investments calculated using the effective interest method is recognized in the consolidated statements of comprehensive income as part of other income.
(iii) Pinjaman dan piutang (iii) Loans and receivables
Pinjaman dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Pinjaman dan piutang tersebut dimasukkan di dalam aset lancar kecuali untuk yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market.
They are included in current assets, except for maturities more than 12 months after the end of the reporting period. These are classified as non-current assets.
Pinjaman dan piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
Loans and receivables are initially recognized at fair value including directly attributable transaction costs and subsequently carried at amortized cost using the effective interest method
(iv) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual (iv) Available-for-sale financial assets
Aset keuangan yang tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman atau piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Aset keuangan tersebut dimasukkan di dalam aset tidak lancar kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud untuk melepasnya dalam waktu 12 bulan dari akhir periode pelaporan.
Available-for-sale financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or that is not classified as loans or receivables, held-to-maturity investments and financial assets at fair value through profit or loss. They are included in non-current assets unless the investment matures or management intends to dispose of them within 12 months of the end of the reporting period
Aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut diukur dengan nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui di ekuitas, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Jika suatu aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, maka akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya telah diakui di ekuitas, diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi.
Available-for-sale financial assets are initially recognized at fair value, including directly attributable transaction costs. Subsequently, the financial assets are carried at fair value, with gains or losses recognized in equity, except for impairment losses and foreign exchange gains or losses, until the financial assets are derecognized. If the available-for-sale financial assets are impaired, the cumulative gain or loss previously recognized in equity, is recognized in the consolidated statements of comprehensive income.
Bunga atas sekuritas yang tersedia untuk dijual yang dihitung dengan metode bunga efektif diakui
Interest on available-for-sale securities calculated using the effective interest method is recognized in
di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi sebagai bagian dari pendapatan lain-lain. Dividen atas instrumen ekuitas yang tersedia untuk dijual diakui didalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi sebagai bagian dari pendapatan keuangan pada saat hak Entitas dan Entitas Anak untuk menerima pembayaran tersebut ditetapkan.
the consolidated statements of comprehensive income as part of other income. Dividends on available-for-sale equity instruments are recognized in the consolidated statements of comprehensive income as part of finance income when the Entity and Subsidiaries’s right to receive the payments is established.
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Entitas dan Entitas Anak mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat liabilitas keuangan tersebut diperoleh. Manajemen menentukan klasifikasi liabilitas keuangan tersebut pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan tidak diakui ketika kewajiban tersebut berakhir yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
The Entity and Subsidiaries classify their financial liabilities into the categories of: (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities carried at amortized cost. The classification depends on the purpose for which the financial liabilities were acquired. Management determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. Financial liabilities are derecognized when they are extinguished which is when the obligation specified in the contract is discharged or is cancelled or expires.
(i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
(i) Financial liabilities at fair value through profit or loss
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang diperoleh untuk tujuan diperdagangkan. Liabilitas keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini jika dimiliki terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam jangka pendek.
Financial liabilities at fair value through profit or loss are financial liabilities held for trading. A financial liability is classified in this category if incurred principally for the purpose of repurchasing it in the short-term.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada nilai wajarnya, dimana keuntungan atau kerugiannya diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi.
Financial liabilities carried at fair value through profit or loss are initially recognized at fair value and subsequently carried at fair value, with gains and losses recognized in the consolidated statements of comprehensive income.
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
(ii) Financial liabilities carried at amortized cost
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan tersebut diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. Mereka dimasukkan di dalam liabilitas jangka pendek, kecuali untuk yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Liabilitas keuangan ini diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Financial liabilities that are not classified as financial liabilities carried at fair value through profit or loss, are initially recognized at fair value less directly attributable transaction costs. Subsequently, the financial liabilities are carried at amortized cost using the effective interest method. They are included in short-term liabilities, except for maturities more than 12 months after the end of the reporting period. These are classified as long-term liabilities.