• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user BAB III

METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di kampus JPOK FKIP UNS Surakarta, Jl. Menteri Supeno No. 13 Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada minggu ke 2 bulan Oktober tahun 2015, dengan matriks jadwal sebagai berikut :

Tabel 3.1 Matriks jadwal dan agenda penelitian

No Program Kerja Minggu ke 2 bulan Oktober

a. Kegiatan Utama 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1 Koordinasi dan pembuatan jadwal

penelitian oleh tim tester

2 Persiapan penelitian, mempersiapkan

alat dan form data peenelitian

3 Pengambilan data :

1. tinggi badan

2. berat badan

3. panjang tungkai

4. fleksibilitas

5. power otot lengan

6. power otot tungkai

7. koordinasi mata kaki

4 Tes :

8. Kecepatan (lari 20 meter)

9. Daya tahan anaerob (lari 300 meter)

5 Tes :

Keterampilan Pencak silat

6 Analisis data penelitian

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

a. Populasi target

Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh Pesilat yang ada di kota Surakarta.

b. Populasi terjangkau

Populasi terjangkau dalam penelitian adalah pesilat yang ada di lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta berjumlah 125 pesilat

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kriteria inklusi yang dibutuhkan dalam penelitian. Adapun kriteria inklusi tersebut adalah :

(2)

commit to user a. Berjenis kelamin laki-laki

b. Sehat jasmani dan rohani c. Berusia dewasa

d. Bertanding pada kelas tanding

Sampel diambil dengan cara purposive random sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 pesilat.

C. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah penelitian korelasional dengan rancangan analisis faktor konfirmatori yaitu mengkonfirmasi hubungan variabel indikator dengan variabel laten yang menentukan keterampilan pencak silat. Data yang terkumpul selanjutnya diverifikasi dan ditabulasi untuk kemudian diolah secara kuantitatif dengan:

a. Analisis faktor statistik multivariat dengan menggunakan software komputerisasi SPSS sehingga dapat direduksi menjadi beberapa faktor saja.

b. Menghitung nilai sumbangan rata-rata dari masing-masing faktor pada variabel laten dan variabel terikat.

c. Menggambarkan nilai dan posisi skor rata-rata dari variabel dominan dalam transformasi matrix importance-performance.

D. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel laten dengan sembilan variabel indikator dan satu variabel terikat dengan rincian sebagai berikut:

1. Variabel laten dalam penelitian ini adalah:

a. Faktor Anthropometri (ξ1) dengan variabel indikator sebagai berikut : 1) Tinggi badan (X1)

2) Berat badan (X2) 3) Panjang tungkai (X3)

b. Faktor Kondisi Fisik (ξ2) dengan variabel indikator sebagai berikut: 1) Fleksibilitas (X4)

2) Dayatahan (X5) 3) Kecepatan (X6)

4) Power otot lengan (X7) 5) Power otot tungkai (X8)

(3)

commit to user 6) Koordinasi mata kaki (X9)

2. Variabel terikat (dependent), yaitu keterampilan pencak silat (Y) E. Definisi Operasional

Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Tinggi badan adalah tinggi pesilat yang diukur dari ujung kaki (telapak kaki)

sampai dengan kepala bagian atas (ubun-ubun) dengan sikap tegak. Diukur dengan menggunakan alat stadio meter nilai yang diperoleh berskala interval dalam satuan centimeter (cm).

2. Berat badan adalah berat tubuh pesilat yang diukur dengan timbangan berat badan digital, nilai yang diperoleh berskala interval dalam satuan kilogram (kg).

3. Panjang tungkai adalah panjang anggota gerak bawah diukur dari trochanter sampai kelantai, menggunakan meteran nilai yang diperoleh berskala interval dalam satuan centimeter (cm)

4. Fleksibilitas tungkai adalah jangkauan terjauh yang diraih oleh pesilat saat meregangkan tungkai ke samping selebar mungkin saat posisi duduk dan lutut tidak ditekuk, diukur menggunakan kotak flexomeasures nilai yang diperoleh berskala interval dengan satuan centimeter (cm).

5. Daya tahan anaerobik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan pesilat melakukan aktivitas secara anaerobik dengan intensitas tinggi (80%-100%), dengan tes lari sprint 300 meter, diukur menggunakan stopwatch, nilai yang diperoleh berskala interval dalam satuan detik.

6. Kecepatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kecepatan berlari pesilat. dengan tes lari sprint berjarak 20 meter. Diukur meggunakan stopwatch, nilai yang diperoleh berskala interval dalam satuan detik.

7. Power otot lengan adalah daya/tenaga terbesar yang dihasilkan oleh otot lengan pesilat, dengan tes two hand medicine ball put. Nilai yang diperoleh adalah jarak terjauh dari lemparan yang diukur dengan roll meter, nilai yang diperoleh berskala interval dalam satuan meter (m).

8. Power otot tungkai adalah daya/tenaga terbesar yang dihasilkan oleh otot tungkai pada pesilat diukur dengan tes standing broad jump. Alat yang digunakan adalah selotipe, lantai yang datar dan papan bermeteran, nilai yang diperoleh berskala interval dalam satuan centimeter (cm).

(4)

commit to user

9. Koordinasi mata kaki adalah koordinasi antara mata atau penglihatan dengan gerakan kaki yang dibutuhkan pada saat pesilat melakukan serang bela. Diukur menggunakan tes soccer wall pass. Alat yang digunakan adalah bola sepak, stopwatch dan dinding datar, nilai yang diperoleh berskala interval.

10. Keterampilan pencak silat adalah kemampuan seorang pesilat dalam melakukan berbagai teknik serangan dan belaan dalam pencak silat. Adapun keterampilan yang akan di ukur adalah pukulan, tendangan (depan, sabit, samping), alat yang digunakan adalah stopwatch dan punch box/sand sack (target sasaran), nilai yang diperoleh berskala interval.

F. TeknikPengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer, yang diperoleh langsung dari sampel melalui tes dan pengukuran. Pengukuran dilakukan untuk memperoleh data tinggi badan, berat badan, dan panjang tungkai, sedangkan tes dilakukan untuk mengetahui kemampuan fleksibilitas, daya tahan, kecepatan, power otot lengan, power otot tungkai, dan koordinasi mata kaki. Adapun pelaksanaan tes dan pengukuran adalah sebagai berikut :

1. Tinggi badan : diukur menggunakan stadio meter

Perlemgkapan : stadiometer, blangko pencatat hasil pengukuran Pelaksanaan :

- Pesilat dipangil berdasarkan nomor urut

- Pesilat berdiri membelakangi dinding dengan posisi tumit, pantat, dan punggung menempel pada dinding

- Kepala tegak dan dagu ditekuk kedalam sedikit - Pesilat diukur tanpa menggunakan alas kaki

- Tarik stadiometer supaya menempel pada kepala testi

Penilaian : nilai tinggi badan pesilat dinilai berdasarkan angka yang muncul pada alat stadiometer

2. Berat badan : diukur menggunakan timbangan berat badan digital Perlengkapan : timbangan digital, lantai yang rata, blangko pencatat hasil

Pelaksanaan : testi berdiri diatas timbangan dengan menggunakan pakaian pencak silat

(5)

commit to user

Penilaian : nilai berat badan pesilat dinilai berdasarkan angka yang muncul pada timbangan, ketelitian timbangan sampai sepersepuluh kg. 3. Panjang tungkai : diukur menggunakan meteran

Perlengkapan : meteran, lantai yang datar, blangko pencatat hasil

Pelaksanaan : testi berdiri dengan posisi anatomi pada lantai yang datar tanpa mengenakan alas kaki, panjang tungkai diukur dari tulang belakang terbawah atau dapat juga dari trochanter sampai ke lantai

Penilaian : Tester meletakan meteran tepat pada titik trochanter mayor lalu tarik meteran sampai kaki bagian terbawah (telapak kaki) sampai dengan ketelitian 0,1 meter.

4. Fleksibilitas : Side splits

Tujuan : Untuk mengukur kelentukan otot tungkai Perlengkapan : Kotak flexomeasures / penggaris

Pelaksanaan :

- Testi berdiri dengan tungkai meregang/membuka

- Buka tungkai selebar mungkin hingga membentuk posisi serendah mungkin

- Tangan boleh bertumpu pada lantai untuk menjaga keseimbangan

- Dalam posisi demikian ukurlah dengan flexomeasures/penggaris , angka nol pada lantai.

- Bacalah selisih dari lantai hingga selakangan - Dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan

Penilaian : catat angka terendah yang dapat dicapai dari ketiga ulangan yang dilakukan oleh testi untuk menilai fleksibilitas testi

5. Daya tahan : Lari sprint 300 m

Tujuan : Untuk mengukur daya tahan anaerobik pesilat

Perlengkapan : lintasan lari, stopwatch, peluit, blangko pencatat waktu Pelaksanaan :

- Testi berdiri dibelakang garis start - Start yang digunakan adalah start berdiri

(6)

commit to user

- Setelah diberi aba-aba oleh starter testi berlari secepat-cepatnya menuju garis finish

Penilaian : nilai diperoleh dari waktu hasil lari testi mulai dari aba-aba yak, bunyi pistol atau peluit starter hingga testi sampai garis finish, waktu dicatat sampai sepersepuluh detik.

6. Kecepatan : Lari sprint 20 m

Tujuan : Untuk mengukur kecepatan pesilat

Perlengkapan : lintasan lari, stopwatch, peluit, blangko pencatat waktu Pelaksanaan :

- Testi berdiri dibelakang garis start - Start yang digunakan adalah start berdiri

- Setelah diberi aba-aba oleh starter testi berlari secepat-cepatnya menuju garis finish

Penilaian : nilai diperoleh dari waktu hasil lari testi mulai dari aba-aba yak, bunyi pistol atau peluit starter hingga testi sampai garis finish, waktu dicatat sampai sepersepuluh detik.

7. Power lengan : two hand medicine put ball

Tujuan : Untuk mengukur power otot lengan pesilat

Perlengkapan : bola medicine, kapur atau isolasi berwarna, tali yang lunak untuk menahan tubuh, bangku, meteran

Pelaksanaan :

- Testi duduk di bangku dengan punggung lurus

- Testi memegang bola medicine dengan dua tangan, didepan dada, dan dibawah dagu.

- Testi mendorong bola ke depan sejauh mungkin punggung tetap menempel pada sandaran

- Testi melakukan sebanyak 3 kali pengulangan

- Sebelum melakukan tes testi diperbolehkan mencoba sekali Penilaian : nilai diperoleh dari jarak yang terjauh dari ketiga ulangan yang

dilakukan, jarak di ukur dari tempat jatuhnya bola hingga ujung bangku.

(7)

commit to user 8. Power tungkai : standing broad jump

Tujuan : Untuk mengukur power otot tungkai pesilat

Perlengkapan : lantai datar bermatras, meteran, isolasi, serbuk kapur Pelaksanaan :

- Testi berdiri dibelakang garis batas, kaki sejajar, lutut ditekuk, tangan di belakang badan

- Testi mengayunkan tangan dan melompat sejauh mungkin ke depan dan kemudian mendarat dengan dua kaki bersama sama - Beri tanda bekas pendaratan dari bagian tubuh yang terdekat

dengan garis start.

- Testi melakukan 3 kali lompatan

- Sebelum melakukan tes testi diperbolehkan mencoba sekali Penilaian : nilai diperoleh dari jarak loncatan terjauh dari ketiga ulangan yang

dilakukan, jarak di ukur dari tempat jatuhnya kaki hingga garis start.

9. Koordinasi MK : soccer wall pass

Tujuan : Untuk mengukur kemampuan koordinasi mata kaki pesilat Perlengkapan : dinding datar, isolasi, bola sepak

Pelaksanaan :

- testi melakukan tendangan bola ke dinding dengan daerah sasaran pada dinding sepanjang 244 cm, dengan tinggi daerah sasaran 122 cm, sedangkan daerah pembatas dalam melakukan tendangan ditandai dengan garis dilantai yang berukuran panjang 365 centi meter dan lebar 423 cm meter didepan dinding daerah sasaran, jarak garis untuk menendang dari dinding sasaran berjarak 183 cm

- waktu yang digunakan untuk melakukan 1 kali soccer wall pass adalah 20 detik

- Testi melakukan sebanyak 3 kali pengulangan

- Sebelum melakukan tes testi diperbolehkan mencoba sekali Penilaian : Skor diambil dari jumlah tendangan terbanyak yang dilakukan

(8)

commit to user

10. Keterampilan pencak silat diukur dengan tes keterampilan pencak silat, Johansyah Lubis (2003: 98-99)

Tujuan : Untuk mengukur keterampilan teknik pesilat Perlengkapan :

- Mistar atau meteran untuk mengukur jarak antara pesilat dengan punch box atau target.

- Punch box atau sandsack sebagai target tendangan. - Matras pencak silat untuk melakukan tes.

- Blangko dan alat tulis - Stopwatch

Petugas :

- Seorang pemanggil testi

- Seorang timer (memegang stopwatch) - Seorang pencatat hasil tes

- Penjaga target (punch box atau sandsack) - Penghitung jumlah tendangan

Pelaksanaan :

- Atlet/pesilat bersiap-siap berdiri di belakang sandsack atau di depan punch box dengan dengan sikap pasang salah satu kaki berada di depan.

- Pada aba-aba “yak” atlet melakukan teknik (pukulan, tendangan) secara bergantian dengan secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya selama 10 detik.

- Pelaksanaan tes dapat dilakukan sebnyak 3 kali, dan diambil hasil yang terbaik dari jumlah pukulan dan tendangan.

- Sebelum melakukan tes yang sesungguhnya testi boleh mencoba sekali.

Penilaian :

- Hasil pukulan dan tendangan testi dihitung berdasarkan jumlah yang didapat dalam waktu 10 detik.

- Nilai yang diperoleh testi adalah jumlah pukulan dan tendangan terbanyak yang diperoleh dari tiga kali kesempatan.

(9)

commit to user

- Contoh blangko penilaian keterampilan dapat dilihat gambar dibawah ini :

No Nama testi Jumlah P1 Jumlah P2 Jumlah P3 Terbaik 1

2

G. Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis faktor konfirmatori yaitu suatu teknik analisis faktor yang secara apriori berdasarkan teori dan konsep yang sudah diketahui atau ditentukan sebelumnya (Gudono,2012). Data akan diolah menggunakan program statistik komputerisasi dengan sistem SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Menurut Siswandari (2009 : 156) teknik analisis faktor konfirmatori persis sama dengan teknik analisis faktor eksploratori dengan menghitung faktor loading atau koefisien faktor atau nilai lamda (λi) yang serupa dengan nilai koefisien regresi βi yaitu faktor loding antara indikator Xi dengan faktor Fi yang terbentuk. Apabila nilai loading faktor atau nilai lamda (λi) yang diperoleh lebih besar atau sama dengan setengah (λi ≥ 0,5) atau dapat diuji dengan uji t, dan apabila variabel menunjukkan nilai signifikan berarti variable Xi atau instrumen atau item tersebut sah untuk dijadikan sebagai anggota faktor yang bersangkutan. Adapun langkah-langkah dalam melakukan analisis faktor konfirmatori dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Uji Prasyarat Analisis

Sebelum dilakukan proses analisis data dengan menggunakan metode analisis faktor, terlebih dahulu dilakukan beberapa uji prasyarat statistik yaitu :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, diolah menggunakan software komputasi statistic SPSS b. Uji Linearitas

Uji ini digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak. Fungsi yang digunakan dalam suatu empiris sebaiknya berbentuk linier, kuadrat atau kubik. Untuk uji linieritas regresi dalam penelitian ini menggunakan fungsi “Compare Mean”, diolah menggunakan software komputasi statistik SPSS

(10)

commit to user 2. Analisis Faktor dan Pengujian Hipotesis

Analisis faktor dalam penelitian ini digunakan untuk menerangkan hubungan antara sejumlah perubahan-perubahan yang saling independen antara satu dengan yang lain serta untuk mengetahui faktor-faktor dominan dalam menjelaskan suatu masalah. Dalam penelitian ini variabel bebas yang dianalisis untuk mengetahui faktor dominan penentu keterampilan pencak silat kategori tanding adalah tinggi badan, berat badan, panjang tungkai, fleksibilitas, kecepatan, daya tahan anaerob, power otot lengan, power otot tungkai, dan koordinasi mata kaki. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan mencari koefisien korelasi masing-masing prediktor, persamaan regresi Y atas masing-masing variabel prediktor, persamaan regresi Y atas semua variabel prediktor secara bersama-sama dengan koefisien korelasi ganda. Adapun penghitungan dalam pengujian hipotesis sebagai berikut :

a. Kaiser-Meyer-Olkin and Bartlett’s test of sphericity

Angka KMO-MSA (Kaiser-Meyer-Olkin and Measure of Sampling Adequacy) berkisar antara 0 sampai dengan 1 yang menunjukkan apakah sampel bisa dianalisis lebih lanjut atau tidak. Apabila nilai KMO-MSA sama dan lebih besar dari 0,5 dan dengan nilai signifikan (sig) atau peluang (p) lebih kecil dari 0,5, maka dikatakan bahwa variabel-variabel yang dianalisis dalam analisis faktor sudah layak untuk difaktorkan.

b. Anti-image correlation test

Nilai Anti-image correlation test adalah angka koefisien korelasi yang berada pada off diagonal (nilai yang ditebalkan). Apabila nilai matriks anti image correlation lebih kecil dari 0,5, maka variabel tersebut harus dikeluarkan atau dieliminasi dari analisis faktor (nilai yang diberi tanda dengan ª atau yang ditebalkan), sehingga variabel tersebut tidak layak untuk dianalisis lebih lanjut.

c. Total variance explained test

Jumlah faktor bersama yang terbentuk adalah sebanyak variabel penyusunnya atau dimensinya. Faktor bersama dengan nilai initial enginevalue total yang ≥ 1, merupakan faktor yang mewakili sub-variabel pembentuknyua. Sumbangan faktor bersama yang terbentuk dalam analisis dapat dilihat dari nilai Total variance explained.

(11)

commit to user

Dalam komunaliti (Communalities) faktor yang terbentuk merupakan satu kesatuan, sehingga peranan atau sumbangan masing-masing sub-variabel merupakan penyusun terhadap faktor secara bersama. Nilai initial mencerminkan peranan atau sumbangan kalau variabel penyusun faktor secara individual membentuk faktor tersebut, sedangkan extraction menjelaskan persentase peranan atau sumbangan masing-masing dimensi atau sub-variabel penyusun faktor secara individual terhadap faktor.

e. Component matrix (dimensi penyusun faktor)

Apabila nilai komponen faktornya ≥ 0,5 berarti bahwa dimensi atau sub-variabel pengukuran faktor tersebut merupakan anggota faktor yang terbentuk. Sebaliknya, jika nilai komponen faktor < 0,5 berarti bahwa dimensi sub-variabel pengukuran bukan anggota faktor tersebut.

f. Component score coeficient matrix atau koefisien dimensi penyusun faktor Component score coefient matrix menekankan pada bentuk hubungan atau model atau persamaan antara faktor dengan variabel penyusunnya. Score coefient merupakan nilai konstanta yang serupa dengan koefisien regresi (βi ) pada persamaan regresi berganda.

Gambar

Tabel 3.1 Matriks jadwal dan agenda penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Individu dengan Long QT Sindrom, sistim konduksi jantungnya memanjang untuk recharge ini yang mengakibatkan gangguan irama dimana terjadi aritmia yang menyebabkan

Menurut Seksyen 8(3) Ordinan Juruukur 1960, Lembaga Juruukur Sabah telah mengeluarkan lesen kepada Juruukur-Juruukur berikut untuk menjalankan praktis di Sabah sepanjang tahun

Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif, Untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam

Perkembangbiakan makhluk hidup dapat terjadi secara kawin (seksual) dan tak kawin (aseksual), ciri makhluk hidup yang berkembangbiak secara aseksual adalah..... Melibatkan 2

Cerita ini mengemukakan tema keberanian luar biasa seorang raja yang bernama Indera Nata dalam usaha mencari gajah bergadingkan emas dan menyelamatkan tujuh orang

Dibuku mengenai Gorontalo Moderen yang ditulis oleh Basri Amin mengemukakan tentang arsitektur Kolonial Belanda yang mengungkapkan bahwa selain itu, diluar lokasi Kota,

Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik

Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Integrated Marketing Communication (IMC) yang terdiri dari advertising, sales promotion, personal selling, direct