• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA INSTANSI PEMERINTAH 2017 (RENJA 2017)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA INSTANSI PEMERINTAH 2017 (RENJA 2017)"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

DAN TATA RUANG

JALAN LINTAS SUMATERA KM. 07 KOTABARU – MARTAPURA TELP. (0735) 482164

RENCANA KERJA

INSTANSI PEMERINTAH 2017

(RENJA 2017)

(2)

Puji Syukur Kita Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Atas Berkat dan Rahmat-Nya Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten OKU TIMUR tahun 2017 dapat diselesaikan. Rencana Kerja (Renja) Dinas PU Bina Marga ini disusun sebagai dokumen perencanaan untuk periode tahun 2017.

Dalam Penyusunan Rencana Kerja ini kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan oleh karena itu masukan dan saran akan kami perlukan untuk perbaikan serta Penyempurnaan Rencana Kerja (Renja) Dinas PU dan Tata Ruang Kab. OKU TIMUR dimasa yang akan datang, dengan tetap mengaju pada Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 No.108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4689), Dan Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 beserta lampiran VI tentang Renja.

Kepada Segenap Tim Penyusun yang membantu dalam penyusunan Renja ini Saya Ucapkan Terima Kasih dan Penghargaan atas kerja keras saudara dengan harapan kinerja kita ini dapat memberikan Manfaat bagi Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah di Lingkungan Dinas PU dan Tata Ruang di masa mendatang.

Martapura, Januari 2017 Kepala Dinas PU Bina Marga

Kabupaten OKU TIMUR

Ir. H. AGUS SUNARYO, MM

(3)

... Hal

HALAMAN JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG ... 1

1.2 LANDASAN HUKUM ... 14

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN... 15

1.3.1 MAKSUD... 15

1.3.2 TUJUAN... 16

1.4 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RENJA... 16

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA TAHUN SEBELUMNYA 2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN SEBELUMNYA DAN CAPAIAN RENSTRA ... 17

2.1.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN SEBELUMNYA... 17

2.1.2 CAPAIAN RENSTRA 2016 - 2021 ... 20

2.2 ANALISA KINERJA PELAYANAN DINAS PU DAN TATA RUANG KAB OKU TIMUR... 23

2.3 ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PU DAN TATA RUANG KAB. OKU TIMUR... 24

2.4 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD ... 24

2.5 PENELAAAHAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT ... 25

(4)

RUANG KAB. OKU TIMUR... 27 3.3 PROGRAM DAN KEGIATAN... 30

BAB IV PENUTUP

4.1 CATATAN PENTING TANG PERLU MENDAPAT

PERHATIAN ... 33 4.2 KAIDAH-KAIDAH PELAKSANAAN... 33 4.3 RENCANA TINDAK LANJUT... 34

LAMPIRAN

 Formulir Revisi Perencanaan Strategis (Form RS) periode 2016 -2021

(5)

... Hal Tabel 2.1 Capaian Pelaksanaan Bidang Bina Marga Tahun 2016 ... 17 Tabel 2.2 Capaian Pelaksanaan Bidang Sumber Daya Air Tahun 2016 .... 19 Tabel 2.3 Capaian Pelaksanaan Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang

Tahun 2016 ... 20 Tabel 2.4 Capaian Renstra pada akhir tahun Sebelumnya ... 21 Tabel 3.1 Tujuan, Sasaran, Indikator Kinerja dan Target Kinerja Tahun

2017 ... 28 Tabel 3.2 Sasaran, Program/Kegiatan, Indikator Kinerja dan Target

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

Rencana Kerja (Renja) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Tahun 2017, dalam bab ini akan diuraikan tentang Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, serta Sistematika Penyusunannya.

1.1 LATAR BELAKANG

Pembentukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten OKU Timur Berdasarkan peraturan daerah (Perda) Kabupaten OKU TIMUR yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukkan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah, Badan-badan Daerah, Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timurdimana sebelumnya terdapat 3 Dinas yaitu Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Pengairan dan Dinas PU Cipta Karya dan Tata ruang yang digabungkan menjadi satu untuk menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang perangkat Daerah

Adapun Uraian tugas Pokok dan fungsi pada Dinas PU dan Tata ruang dapat diuraikan sebagai berikut :

A. Struktur Organisasi

1. Kepala Dinas membawahi Sekretariat, 2 Sub bagian, 5 Bidang, 14 Seksi dan 5 UPTD antara lain :

2. Sekretariat Dinas membawahi 2 (dua) Sub Bagian, yaitu :

- Sub BagianPerencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

-Umum, Kepegawaian dan Keuangan

3. Bidang Bina Marga membawahi 3 (tiga) Seksi, yaitu:

(7)

- SeksiPreservasi Jalan dan Jembatan.

4. Bidang Cipta Karya membawahi 3 (tiga) Seksi, yaitu :

- SeksiPerencanaan Teknis dan Pengendalian.

- SeksiTata Bangunan dan Gedung.

- SeksiPemeliharaan Bangunan dan Gedung

5. Bidang Sumber Daya Air membawahi 3 (tiga) Seksi, yaitu:

- SeksiPerencanaan Teknis dan Pengendalian.

- SeksiPengembangan Sumber Daya Air.

- SeksiOperasi dan Pemeliharaan

6. Bidang Tata Ruang membawahi 3 (tiga) Seksi, yaitu:

- SeksiPerencanaan Tata Ruang.

- SeksiPengaturan, Pembinaan dan Pemanfaatan Ruang.

-SeksiPengawasan, Pengendalian, Penertiban dan Pemanfaatan ruang 7. Bidang Jasa Konstruksi membawahi 2 (dua) Seksi, yaitu:

- SeksiPemberdayaan dan Sistem Informasi Jasa Konstruksi.

- SeksiPengaturan dan Pengawasan Jasa Konstruksi.

8. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), terdiri dari 5 (lima) wilayah kerja, yaitu :

- UPTD Martapura - UPTD Kurungan Nyawa - UPTD Gumawang - UPTD Sumber Jaya - UPTD Cempaka

(8)

B. Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas dan Fungsi Kepala Dinas

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Mempunyai Tugas Melaksanakan Kewenangan Pemerintah Kabupaten Dibidang Pekerjaan Umum sesuai dengan ruang lingkupnya dan wewenangnya

Kepala Dinas Mempunyai Fungsi Sebagai Berikut

a. Pelaksanaan kegiatan tata usaha, urusan umum, perlengkapan, kepegawaian dan keuangan

b. Penyusun rencana program, melaksanakan survey, pendataan dan evaluasi program

c. Pelaksanaan perencanaan teknis pembangunan dan pemeliharaan di bidang pembanguanan, peningkatan, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan;

d. Pemberian perizinan dan pelayanan umum dibidang keciptakaryaan, tata ruang dan jasa konstruksi

e. Pemberiaan perizinan dan pelayanan umum di bidang sumber daya air;

f. Penyelenggaraan pembinaan, pengawasan dan pengendalian teknis dibidang jalan, jembatan sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati;

g. Pelaksanaan perencanaan teknis pembangunan di bidang sumber daya air;

h. Pembinaan terhadap unit Pelaksana teknis Dinas dalam Lingkup Tugasnya;

i. Pelaksanaan Tugas Lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya

Tugas dan Fungsi Sekretariat Dinas

(9)

Sekretaris Dinas mempunyai tugas melaksanakan perencanaan umum dan anggaran, pemantauan dan evaluasi, ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kearsipan, penataan organisasi dan tata laksana, koordinasi penyusunan perundangan, pengelolaan barang milik negara, dan kerumahtanggaan kantor.

Sekretaris Dinas mempunyai fungsi :

a. Pelaksana perencanaan, evaluasi dan pelaporan serta pelaksanaan data dan informasi publik;

b. Pelaksana ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kearsipan, penataan organisasi dan tata laksana, koordinasi penyusunan perundangan, pengelolaan barang milik negara, dan kerumahtanggaan kantor;

c. Pelaksana tugas lain yang diberikan Kepala Dinas.

Kepala Subbagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas :

a. Melaksanakan koordinasi dan penyusunan administrasi anggaran serta fasilitasi penganggaran infrastruktur daerah;

b. Melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan kinerja serta pelaksanaan anggaran;

c. Melaksanakan koordinasi perencanaan program dan administrasi kerja sama dan pelaksanaan kegiatan strategis Dinas;

d. Melaksanakan penyusunan rencana pengelolaan data dan teknologi informasi, pengembangan, penyelenggaraan dan pengelolaan serta pengendalian mutu sistem informasi;

e. Melaksanakan pengelolaan dan penyediaan data dan informasi geospasial dan statistik;

f. Melaksanakan pengelolaan dan pelayanan informasi publik;

g. Melaksanakan penyelenggaraan publikasi dan penyebarluasan informasi;

(10)

h. Melaksanakan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi kegiatan Dinas;

i. Melaksanakan penyiapan bahan laporan pimpinan dan koordinasi hubungan antar lembaga;

j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

Kepala subbagian Umum, Kepegawaian dan Keuangan mempunyai tugas:

a. Melaksanakan penyiapan pelaksanaan perencanaan, pengembangan, pembinaan, serta tata usaha pegawai;

b. Melaksanakan penyiapan penataan organisasi dan tata laksana; c. Melaksanakan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Kepala Dinas; d. Melaksanakan urusan kesehatan, keamanan dan ketertiban lingkungan

serta urusan dalam pegawai;

e. Melaksanakan urusan utilitas, bangunan gedung, dan sarana dan prasarana lingkungan;

f. Melaksanakan rencana dan program, pengendalian, penatausahaan, pengelolaan informasi dan dokumentasi, dan penyusunan laporan barang milik negara Dinas;

g. Melaksanakan tata laksana keuangan dan perbendaharaan, penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU), pemantauan dan evaluasi pengelolaan keuangan, penatausahaan penetapan pejabat perbendaharaan satuan kerja, penatausahaan hasil pemeriksaan, dan penyusunan laporan keuangan Dinas;

h. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

Tugas dan Fungsi Bidang Bina Marga

Bidang Bina Marga dipimpin oleh Kepala Bidang dan dibantu oleh 3 Kepala Seksi dengan tugas dan fungsi sebagai berikut :

(11)

Kepala Bidang Bina Marga memiliki tugas melaksanakan penyusunan perencanaan, pemprograman, dan pengendalian, melaksanakan pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan, pengamanan pemanfaatan bagian-bagian jalan dan penerangan jalan umum, pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan, serta penyediaan dan pengujian bahan dan peralatan.

Kepala Bidang Bina Marga mempunyai fungsi:

a. Pelaksana Perencanaan Teknis dan Pengendalian; b. Pelaksana Pembangunan Jalan dan Jembatan; c. Pelaksana Presevasi Jalan dan Jembatan;

d. Pelaksana tugas lain yang diberikan Kepala Dinas.

Kepala seksi perencanaan teknis dan Pengendalian mempunyai tugas: a. Melaksanakan penyiapan data dan informasi sebagai bahan

penyusunan pemprograman dan perencanaan teknik pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan serta penerangan jalan umum; b. Melaksanakan koordinasi konektivitas sistem jaringan jalan dengan

sistem moda transportasi bersama pembina bidang ke Bina Margaan; c. Melaksanakan pengujian mutu konstruksi, evaluasi terhadap hasil

pengujian konstruksi;

d. Melaksanakan evaluasi dan penetapan leger jalan, audit keselamatan jalan dan jembatan;

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas: a. Melaksanakan dan mengendalikan konstruksi dan mutu pelaksanaan

pembangunan jalan dan jembatan;

b. Melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar dokumen pengadaan, penyesuaian kontrak pekerjaan pembangunan konstruksi jalan dan jembatan;

(12)

c. Melaksanakan evaluasi dan penetapan laik fungsi jalan dan jembatan; d. Melaksanakan pengujian peralatan, bahan, dan hasil pekerjaan

pembangunan;

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Kepala Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan mempunyai tugas:

a. Melaksanakan dan mengendalikan konstruksi dan mutu pelaksanaan preservasi jalan dan jembatan;

b. Melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar dokumen pengadaan, penyesuaian kontrak pekerjaan preservasi jalan dan jembatan;

c. Melaksanakan evaluasi dan penetapan audit keselamatan jalan dan jembatan, bahan pengelolaan, pemantauan, dan evaluasi pemanfaatan peralatan dan bahan jalan, pengamanan pemanfaatan bagian-bagian jalan;

d. Melaksanakan pengujian peralatan, bahan, dan hasil pekerjaan preservasi;

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Tugas dan Fungsi Bidang Cipta Karya

Bidang Cipta Karya dipimpin oleh Kepala Bidang dan dibantu oleh 3 Kepala Seksi dengan tugas dan fungsi sebagai berikut :

Kepala Bidang Cipta Karya memiliki tugas melaksanakan penyusunan perencanaan, pemrograman, dan pengendalian, melaksanakan penyelenggaraan dan pemeliharaan bangunan gedung, penataan bangunan dan lingkungan pada kawasan strategis kabupaten, serta pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum dan sistem drainase lintas daerah serta, pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah domestik.

(13)

Kepala Bidang Cipta Karya mempunyai fungsi :

a. Pelaksana Perencanaan Teknis dan Pengendalian; b. Pelaksana Tata Bangunan dan gedung;

c. Pelaksana Pemeliharaan Bangunan dan Gedung; d. Pelaksana tugas lain yang diberikan Kepala Dinas.

Kepala Seksi Perencanaan Teknis dan Pengendalian mempunyai tugas : a. Melaksanakan Penyusunan program dan pembiayaan jangka

menengah dan tahunan yang bersumber dari APBD dan sumber dana lainnya;

b. Melaksanakan Sinkronisasi program-program Keciptakaryaan;

c. Melaksanakan fasilitasi kepada Pemda dalam penguatan kapasitas perencanaan dan penyusunan program;

d. Melaksanakan penyusunan Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) bidang Cipta Karya;

e. Melaksanakan koordinasi dan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan pembangunan fisik tahun berjalan; dan

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Kepala Seksi Tata Bangunan dan Gedung mempunyai tugas :

a. Melaksanakan Penetapan dan Penyelenggaraan Bangunan Gedung untuk kepentingan strategis kabupaten;

b. Melaksanakan Penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan di kawasan strategis kabupaten;

c. Melaksanakan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase yang terhubung langsung dengan sungai; dan

d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Kepala Seksi Pemeliharaan Bangunan dan Gedung mempunyai tugas : a. Melaksanakan Pemeliharaan Bangunan dan Gedung yang telah ada.

(14)

b. Melaksanakan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM),

c. Melaksanakan Pengelolaan Sistem Air Limbah Domestik; d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Tugas dan Fungsi Bidang Sumber Daya Air

Bidang Sumber Daya Air dipimpin oleh Kepala Bidang dan dibantu oleh 3 Kepala Seksi dengan tugas dan fungsi sebagai berikut:

Kepala Bidang Sumber Daya Air memiliki tugas melaksanakan penyusunan perencanaan, pemprograman, dan pengendalian, melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku yang menjadi urusan pemerintah kabupaten.

Kepala Bidang Sumber Daya Air mempunyai fungsi :

a. Pelaksana Perencanaan Teknis dan Pengendalian; b. Pelaksana Pengembangan Sumber Daya Air;

c. Pelaksana Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air; d. Pelaksana tugas lain yang diberikan Kepala Dinas.

Kepala Seksi Perencanaan Teknis dan Pengendalian mempunyai tugas: a. Melaksanakan penyusunan pola pengelolaan sumber daya air, rencana

pengelolaan sumber daya air, program jangka menengah pengelolaan sumber daya air, analisis dan evaluasi kelayakan program, dan pengelolaan sistem informasi dan data sumber daya air, fasilitasi penerapan sistem manajemen mutu, penyiapan bahan penyusunan

(15)

rencana program dan penganggaran kegiatan tahunan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai;

b. Melakssnakan analisa kesiapan usulan kegiatan dan skala prioritas penganggaran, analisis mengenai dampak lingkungan, fasilitasi penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3), fasilitasi pengadaan barang dan jasa, pemberdayaan masyarakat di bidang program dan perencanaan umum, serta penyusunan perjanjian kinerja dan laporan kinerja Bidang; dan

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Air mempunyai tugas : a. Melaksanakan penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan,

pengendalian dan pengawasan pelaksanaan perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi dan non konstruksi sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta konservasi sungai, pantai, tampungan air lainnya, air tanah, dan air baku yang menjadi urusan pemerintah kabupaten;

b. Melaksanakan persiapan penyerahan operasi dan pemeliharaan, fasilitasi penerapan sistem manajemen mutu dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3), fasilitasi pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di bidang sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta konservasi sungai, pantai, tampungan air lainnya, air tanah, dan air baku yang menjadi urusan pemerintah Kabupaten; dan

(16)

Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas dan fungsi: a. Melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana kegiatan operasi

dan pemeliharaan, fasilitasi penerapan sistem manajemen mutu, pengelolaan sistem hidrologi dan sistem peringatan dini;

b. Melaksanakan koordinasi pengelolaan sumber daya air dan penyelenggaraan pemantauan dan pengawasan penggunaan sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku, penyiapan rekomendasi teknis dalam pemberian izin penggunaan sumber daya air dan izin pengusahaan, penyelenggaraan alokasi air;

c. Melaksanakan penyiapan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan perencanaan teknik,, pelaksanaan operasi dan pemeliharaan, dan pelaksanaan penanggulangan kerusakan akibat bencana, fasilitasi penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3), fasilitasi pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di bidang operasi dan pemeliharaan, fasilitasi Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) pada Wilayah Sungai (WS) yang menjadi kewenangan kabupaten; dan d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Tugas dan Fungsi Bidang Tata Ruang

Bidang Sumber Tata Ruang dipimpin oleh Kepala Bidang dan dibantu oleh 3 Kepala Seksi dengan tugas dan fungsi sebagai berikut :

Kepala Bidang Tata Ruang memiliki tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pengaturan, perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pembinaan bidang tata ruang sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundangan – undangan yang berlaku.

(17)

Kepala Bidang Tata Ruang mempunyai fungsi ;

a. Pelaksana Perencanaan Tata Ruang

b. Pelaksana Pengaturan, Pembinaan dan Pemanfaatan Ruang; a. Pelaksana Pengawasan, Pengendalian, dan Penertiban tata ruang; b. Pelaksana tugas lain yang diberikan Kepala Dinas.

Kepala Seksi Perencanaan Tata Ruang mempunyai tugas:

a. Melaksanakan Penyusunan dan penetapan ketentuan arahan peraturan zonasi sistem kabupaten;

b. Melaksanakan Penyusunan dan penetapan perangkat insentif dan disinsentif, serta pelaksanaan pemberian insentif dan disinsentif dalam tata ruang ditingkat kabuapten;

c. Melaksanakan Penyusunan dan penetapan ketentuan pemberian izin pemanfaatan ruang, serta pelaksanaan pemberian izin pemanfaatan ruang;

d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Kepala Seksi Pengaturan, Pembinaan dan Pemanfaatan Ruang mempunyai tugas:

a. Melaksanakan pengawasan teknis dan pengawasan khusus terhadap penyelenggaraan tata ruang di tingkat kabupaten;

b. Melaksanakan pemantauan terhadap penyelenggaraan tata ruang ditingkat kabupaten;

c. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan terhadap tingkat pencapaian penyelenggaraan tata ruang di tingkat kabupaten;

(18)

Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian, Penertiban dan Pemanfaatan ruang mempunyai tugas:

a. Melaksanakan Penyusunan dan penetapan ketentuan sanksi administratif, serta pelaksanaan pemberian sanksi administratif dalam tata ruang;

b. Melaksanakan penyidikan dan penertiban terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang;

c. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan dan penertiban terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang;

d. Melaksanakan Koordinasi,pembinaan dan operasional Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) tata ruang;

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Tugas dan Fungsi Bidang Jasa Konstruksi

Bidang Sumber Jasa Konstruksi dipimpin oleh Kepala Bidang dan dibantu oleh 2 Kepala Seksi dengan tugas dan fungsi sebagai berikut :

Kepala Bidang Jasa Konstruksi memiliki tugas menyelenggarakan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan jasa konstruksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

KepalaBidangJasa Konstruksi mempunyai fungsi :

a. Pelaksana Perberdayaan dan Sistem Informasi Jasa Konstruksi; b. Pelaksana Pengaturan dan Pengawasan Jasa Konstruksi;

c. Pelaksana tugas lain yang diberikan Kepala Dinas.

Kepala Seksi Pemberdayaan dan Sistem Informasi Jasa Konstruksi mempunyai tugas:

a. Melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pelaksanaan pelatihan, bimbingan teknis, penyuluhan dalam pelaksanaan dan pemberdayaan

(19)

b. Menyelenggarakan sistem informasi jasa konstruksi dan c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Kepala Seksi Pengaturan dan Pengawasan Jasa Konstruksi mempunyai tugas:

a. Melaksanakan Penyiapan bahan perumusan kebijakan, dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, penyebarluasan peraturan dan penjaminan mutu pelaksanaan pembinaan di bidang jasa konstruksi, dan

b. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pembinaan jasa konstruksi baik dalam hal pelaksanan kegiatan pembinaan serta untuk terpenuhinya tertib penyelenggaraan jasa konstruksi dan

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Tugas dan Fungsi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)

UPTD terbagi 5 (lima) wilayah kerja yang masing dipimpin oleh kepala UPTD Kepala UPTD memiliki tugas sebagai berikut :

a. melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang

b. Kegiatan Teknis Operasional adalah tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis secara langsung berhubungan dengan pelayanan masyarakat.

c. Kegiatan teknis penunjang adalah melaksanakan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan tugas Dinas

d. Wilayah kerja UPTD sebagai berikut :

o UPTD Martapura

o UPTD Kurungan Nyawa

o UPTD Gumawang

(20)

o UPTD Cempaka

1.2 LANDASAN HUKUM

Landasan hukum penyusunan Renja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008, tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 beserta Lampiran VI tentang Renja.

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

1.3.1 MAKSUD

Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun yang idealnya disusun di akhir tahun sebagai bahan penyusunan RKA tahun anggaran berikutnya. Dalam Renja SKPD memuat program dan kegiatan, lokasi kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, serta pagu indikatif dan prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif SKPD.

Program kegiatan yg ada didalam Renja SKPD meliputi program dan kegiatan yang sedang berjalan dan kegiatan alternatif atau baru SKPD. Setiap program dan kegiatan yang ada dicantumkan lokasi atau tempat dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan, seperti nama desa/ kelurahan, kecamatan.

Sedangkan indikator kinerja program dalam Renja terdiri dari indikator kerja program yang memuat ukuran spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif hasil yang akan dicapai dari program dan indikator kinerja kegiatan yang memuat ukuran spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif masukan, keluaran yang akan dicapai dari kegiatan.

Kelompok sasaran yang dimaksud dalam Renja SKPD memuat penjelasan terhadap karakteristik kelompok sasaran yang memperoleh manfaat langsung dari hasil kegiatan, seperti kelompok masyarakat berdasarkan status ekonomi, profesi, gender dan yang kelompok masyarakat

(21)

kebutuhan dana untuk tahun berikutnya dari tahun anggaran yang direncanakan, guna memastikan kesinambungan kebijakan yang telah disetujui untuk setiap program dan kegiatan.

1.3.2 TUJUAN

Rencana Kerja ini dibuat sebagai rencana kerja Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten OKU Timur Tahun 2017.

1.4 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RENJA

Sistematika penyusunan Rencana Kerja (Renja) adalah sebagai berikut : BAB I. PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, serta Sistematika Penyusunan RENJA

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA TAHUN SEBELUMNYA

Pada bab ini diuraikan tentang evaluasi pelaksanaan RENJA tahun sebelumnya dan Capaian Renstra SKPD; Analisis Kinerja Pelayanan SKPD; Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD; Review terhadap RKPD; serta Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat.

BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN

Pada bab ini diuraikan tentang Telaah terhadap Kebijakan Nasional, Tujuan dan Sasaran, serta Program dan Kegiatan pada Dinas PU dan Tata Ruang

BAB III. PENUTUP

Pada bab ini diuraikan tentang Catatan-catatan Penting yang perlu mendapat perhatian, Kaidah-Kaidah Pelaksanaan, serta Rencana Tindak Lanjut.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

 Matrik Rencana Strategis (Form RS)  Matrik Tahunan (Form RKT)

(22)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA

TAHUN SEBELUMNYA

Pada bab ini diuraikan tentang evaluasi pelaksanaan RENJA tahun sebelumnya dan Capaian Renstra SKPD; Analisis Kinerja Pelayanan SKPD; Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD; Review terhadap RKPD; serta Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat.

2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN SEBELUMNYA DAN CAPAIAN RENSTRA

2.1.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN SEBELUMNYA

Berdasarkan penetapan Kinerja pada tahun sebelumnya dan capaian sasaran pada akhir tahun (LAKIP) Tahun sebelumnya, Capaian Pelaksanaan pada Bidang Bina Marga (dulu Dinas PU Bina Marga) dan diimbangi kepada target RPJM dan Renstra SKPD 2016 - 2021 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 2.1

Capaian Pelaksanaan Bidang Bina Marga Tahun 2016

No Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

1 2 3 4 5 6

1 Terwujudnya infrastruktur jalan dan jembatan yang mantap.

1 Panjang jalan baru dengan tingkat akurasi

perencanaan baik

0 KM 0 KM 0

2 Jumlah jembatan baru dengan tingkat akurasi perencanaan baik

18 BH 18 BH 100

3 persentase panjang jalan kabupaten dalam kondisi mantap

73% 85,81% 117,55

4 Jumlah Jembatan yang diperbaiki dengan tingkat akurasi perencanaan baik

5 BH 5 BH 100 2 Terwujudnya pemenuhan kebutuhan penunjang sarana dan prasarana kebinamargaan

1 rasio cakupan pelayanan tim alat berat terhadap wilayah kerja UPTD

100% 100% 100

2 rasio kelengkapan

peralatan survey, inspeksi dan laboratorium sebagai

(23)

No Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

1 2 3 4 5 6

perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan 3 Terwujudnya dokumen leger jalan dan Jembatan secara lengkap dan akurat

1 rasio panjang jalan kabupaten yang telah diinspeksi

15% 15% 100

2 rasio jumlah jembatan yang berada pada jalan

kabupaten yang telah diinspeksi 15% 15% 100 4 Terwujudnya ketersediaan basis data infrastruktur jalan dan Jembatan yang memadai

1 rasio panjang jalan kabupaten yang telah masuk database

90% 90% 100

2 rasio jumlah jembatan yang berada pada jalan

kabupaten yang telah masuk database

90% 90% 100

Sumber : LAKIP dinas PU Bina Marga Kab. OKU Timur Tahun 2016

Pada Tabel diatas dapat dilihat bahwa persentase capaian pada masing-masing sasaran dan indikator kinerjanya untuk tahun sebelumnya telah mencapai suatu keberhasilan. Namun tantangan kedepan, jika dicermati lebih mendalam target pada masing-masing indikator kinerja sasaran, nilai target diatas belum mencapai angka yang optimal sehingga kedepan diperlukan langkah-langkah perbaikan yang terarah dan berkesinambungan untuk meningkatkan dan mempertahankan target yang akan dicapai.

Pada Bidang Sumber Daya Air (Dulunya Dinas PU Pengairan) berdasarkan Laporan LAKIP Dinas PU Pengairan Tahun 2016 dan diimbangi kepada target RPJM dan Renstra SKPD 2016 - 2021 dapat dilihat dengan Tabel sebagai berikut:

(24)

Tabel 2.2

Capaian Pelaksanaan Bidang Sumber Daya Air Tahun 2016

No Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

1 2 3 4 5 6 1 Meningkatnya sarana dan Prasarana Irigasi/Konservasi air

1 Luas Lahan Irigasi Teknis yang memadai (target RPJM 38.109 Ha(tahun 2021))

38.109 Ha 38.109 Ha 100

2 Panjang Jaringan Irigasi yang Telah dibangun/direhab (Target RPJM/Renstra Awal 77, 5 KM (tahun 2016) s.d. 103,5 KM (Tahun 2021) 2,35 km 2,35 km 100 2 Meningkatnya Fungsi sungai

1 Panjang sungai yang telah di normalisasi (Target RPJM/Renstra awal 150 km (tahun 2016) s.d. 264 Km (tahun 2021)

6.750 m 6.750 m 100

2 Jumlah Titik Tepi Sungai yang diperkuat

(Panjang Bronjong)

45 m 45 m 100

Sumber : Dinas PU Pengairan Kab. OKU Timur Tahun 2016

Pada Tabel diatas dapat dilihat bahwa persentase capaian pada masing-masing sasaran dan indikator kinerjanya untuk tahun sebelumnya telah mencapai suatu keberhasilan.

Pada Bidang Cipta karya dan Bidang Tata Ruang (Dulunya Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang) berdasarkan Laporan LAKIP Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Tahun 2016 diimbangi kepada target RPJM dan Renstra SKPD dapat dilihat dengan Tabel sebagai berikut:

(25)

Tabel 2.3

Capaian Pelaksanaan Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang Tahun 2016

No Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian

1 2 3 4 5 6 1 Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fasilitas umum

1 cakupan layanan air bersih 18 Keg 18 keg 100

2 cakupan layanan sanitasi yang layak

1 Keg 1 keg 100

3 Panjang Drainase yang telah dibangun

26 Keg 26 Keg 100

4 panjang jalan lingkungan yang dibangun 167 Keg 167 Keg 100 2 Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan 1 persentase SKPD yang telah memiliki kantor sendiri

100 % 100 % 100 2 Jumlah Kantor/Fasilitas Pemerintahan yang dibangun 9 unit 9 unit 100 3 Jumlah Kantor

Kelurahan/desa yang telah dibangun

4 unit 4 unit 100

4 Jumlah Bangunan/Luas Bangunan Instansi Vertikal yang dibangun

5 unit 5 unit 100

5 Jumlah sarana dan prasarana olahraga yang dibangun

-Sumber : LAKIP dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kab. OKU Timur Tahun 2016

Pada Tabel diatas dapat dilihat bahwa persentase capaian pada masing-masing sasaran dan indikator kinerjanya untuk tahun sebelumnya telah mencapai suatu keberhasilan. Namun tantangan kedepan, perlu perbaikan pada indikator sasaran

2.1.2 CAPAIAN RENSTRA 2016 - 2021

Berdasarkan Evaluasi pelaksanaan dan penetapan Kinerja Lima Tahunan Renstra. Capaian Pelaksanaan Renstra dapat dilihat pada tabel berikut. sebagai berikut :

(26)

Tabel 2.4.

Capaian Renstra pada akhir tahun sebelumnya

N o

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Satuan

Awal RPJM Target Renstra pada tahun dilaporkan (2016) s.d. Realisasi Kumulatif tahun dilaporkan (2011-2016) % Capaian 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Meningkatan kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan

1 panjang jalan yang telah dibangun/direhab Km 334,28 334,28 350 104,70 2 Jumlah jembatan yang telah dibangun/direhab Buah 32 32 55 171,88 3 persentase panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik dan sedang (mantap) % 73 73 86,05 117,88 2 Meningkatan pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai 1 rasio cakupan pelayanan tim alat berat terhadap wilayah kerja UPTD % 100 100 100 100,00 2 persentase kelengkapan peralatan survey, inspeksi dan laboratorium % 50 50 30 60,00

3 rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah diinspeksi

% 15 15 15 100,00

4 rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah masuk database % 90 90 90 100,00 3 Meningkatkan sarana dan prasarana irigasi/ konservasi air

1 luas lahan irigasi teknis yang memadai

ha 38109 38109 38109 100,00

2 panjang jaringan irigasi yang telah dibangun/direhab

(27)

N o

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Satuan

Awal RPJM Target Renstra pada tahun dilaporkan (2016) s.d. Realisasi Kumulatif tahun dilaporkan (2011-2016) % Capaian 1 2 3 4 5 6 7 8 3 panjang jalan inspeksi yang telah dibangun/direhab km 150 150 37,793 25,20 4 Meningkatkan fungsi sungai 1 panjang sungai yang telah dinormalisasi km 150 150 150 100,00

2 Jumlah tepi sungai yang telah diperkuat

titik 0 3 titik 3 titik (3

Sungai) 100,00 5 Meningkatkan Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fasilitas umum 1 cakupan layanan air bersih % 69,16 69,16 69,16 100,00 2 cakupan layanan sanitasi yang layak

% 61,2 61,2 61,2 100,00 3 Panjang Drainase yang telah dibangun m 35000 35000 35000 100,00 4 panjang jalan lingkungan yang dibangun m 100000 100000 100000 100,00 6 Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan 1 persentase SKPD yang telah memiliki kantor sendiri % 83 83 100 120,48 2 Jumlah Kantor/Fasilitas Pemerintahan yang dibangun unit 49 49 49 100,00 3 Jumlah Kantor Kelurahan/desa yang telah dibangun unit 150 150 150 100,00 4 Jumlah Bangunan/Luas Bangunan Instansi Vertikal yang dibangun unit 5 5 5 100,00

5 Jumlah sarana dan prasarana olahraga yang dibangun

(28)

N o

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Satuan

Awal RPJM Target Renstra pada tahun dilaporkan (2016) s.d. Realisasi Kumulatif tahun dilaporkan (2011-2016) % Capaian 1 2 3 4 5 6 7 8 7 Meningkatkan upaya penyelenggaraan Tata ruang 1 terselenggaranya pembinaan tata ruang yang memadai ijin 0 0 0 8 Meningkatnya Upaya Pembinaan jasa Konstruksi 2 terselenggarannya pembinaan usaha jasa konstruksi CV/PT 0 0 0

Pada Tabel diatas dapat dilihat bahwa pada sebagian besar % Capaian pada sasaran dan indikator kinerja dalam rangka mencapai sasaran renstra 2016-2021 pada akhir tahun 2016 pada umumnya telah mencapai suatu kemajuan kecuali pada Persentase Capaian pada indikator kinerja pembinaan tata ruang dan pembinaan jasa konstruksi. Hal ini disebabkan tidak ada anggaran.

2.2 ANALISIS KINERJA PELAYANAN DINAS PU DAN TATA RUANG KAB. OKU

TIMUR

Kinerja pelayanan Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur belum optimal dikarenakan adanya kekurangan dana untuk membangun dan memelihara sarana dan prasarana infrastruktur yang ada.

2.3 ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PU

DAN TATA RUANG KAB. OKU TIMUR

Saat ini, akibatnya kurangnya sumberdaya yang ada pada dinas PU dan Tata Ruang kabupaten OKU Timur penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi belum optimal ditandai dengan

1. Terbatasnya Sumber Daya Manusia Yang Profesional yang mengerti Tugas Pokok dan Fungsi.

(29)

3. Terbatasnya Dana Yang sesuai dalam menjalankan Program dan Kegiatan pada masing-masing unit kerja

4. Masih banyaknya pekerjaan yang berpusat pada beberapa orang diluar tugas dan tanggung jawabnya sehingga dirasakan tupoksi jabatan belum berjalan sebagaimana mestinya.

2.4 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD

Pada masa yang akan datang perlu melakukan review terhadap rencana kerja dengan memperimbangkan keterbatasan dana dan perkembangan situasi kedepan.

2.5 PENELAAHAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT

Usulan masyarakat telah ditampung dan dipertimbangkan untuk ditangani, namun masih banyaknya usulan masyarakat yang belum dapat direalisasi akibat keterbatasan.

Kebijakan di Bidang Bina Marga yang diambil saat ini adalah dengan mengutamakan penanganan jalan kabupaten yang bersifat strategis, meningkatkan Kualitas Pekerjaan menuju Jalan tanpa Lubang sesuai visi dan misi Bupati. Ruas jalan Kabupaten yang diprioritaskan untuk ditangani antara lain :

a. Jalan Simpang PU–Pulau Negara, Kecamatan Martapura–BP. Peliung b. Jalan Sp. Jayapura-Jayapura, Kecamatan Martapura –Jayapura c. Jalan Muncak Kabau-Jelabat, Kecamatan BP. Bangsa Raja-Belitang d. Jalan Gumawang-Sumber Sari, Kecamatan Belitang –Belitang II e. Jalan Sumber Sari-Sumber Jaya-Batas OKI, Kecamatan Belitang II f. Jalan Triyoso-Mesir, Kecamatan Belitang-Belitang Jaya

g. Jalan Sp. Kepuh-Gumawang, Kecamatan Madang Suku I-Belitang h. Jalan Kurungan Nyawa-Kotabaru, Kecamatan Buay Madang-Martapura i. Jalan BK. IX-Nusa Bali, Kecamatan Belitang-Belitang III

j. Jalan Batumarta Unit II – Surabaya – Kota Negara, Kecamatan Madang Suku III

k. Jalan Sp. Kotanegara - Talang Lunok, Kecamatan Madang Suku I

l. Jalan Sp. Batumarta Unit VII-Batumarta Unit VII, Kecamatan Madang Suku III m. Jalan Sp. Batumarta Unit X-Bantan, Kecamatan Madang Suku III-BP. Peliung n. Jalan Petanggan-Betung, Kecamatan Belitang Mulya-Semendawai Barat

(30)

o. Jalan Sriwangi - Kr. Menjangan (Spg. SMU), Kecamatan Semendawai Suku III-Semendawai Timur

p. Jalan Sp. SMU-Kr. Anyar-Batas OKI, Kecamatan Semendawai Timur q. Jalan Sp. SMU-Burnai Mulya-Batas OKI, Kecamatan Semendawai Timur r. Jalan Karsa Jaya-Sumber Agung, Kecamatan Belitang Jaya

s. Jalan Rejosari-Belitang Jaya-Nusabakti, Kecamatan Belitang Jaya-Belitang III t. Jalan Nusa Jaya-Nusa Tenggara-Batas OKI, Kecamatan Belitang III

u. Jalan Gumawang-Bangsa Negara, Kecamatan Belitang-Belitang Madang Raya v. Jalan Kabupaten dan Non Status Lainnya

Kebijakan di Bidang Sumber Daya yang diambil saat ini adalah mengutamakan penanganan normalisasi sungai dan perkuatan tepi sungai untuk pengendalian banjir, pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi yang menjadi tugas dan tanggung jawab kabupaten, serta meningkatkan Kualitas Pekerjaan.

Kebijakan di bidang Sumber cipta karya yang diambil saat ini adalah memperluas cakupan layanan air bersih, layanan sanitasi dan drainase, membangun perkantoran pemerintahan baik pemerintah daerah maupun instansi vertikal, fasilitas olahraga dan fasilias umum lainnya (Kantor SKPD, Rumah Dinas Bupati, Kantor Kelurahan dan Desa, sarana Olahraga, Mesjid Raya, dan Lain-lain). Untuk Jalan Lingkungan Desa diarahkan secara bertahap dikelola oleh dana Desa.

Kebijakan di bidang Tata Ruang yang diambil saat ini adalah sehubungan dengan dipusatnya Perizinan IMB di kantor Pelayanan Terpadu maka Dinas PU dan Tata Ruang hanya memverikasi teknis bangunan. Sedangkan Program perencanaan tata ruang dipusatkan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kebijakan di bidang Jasa Konstruksi yang diambil saat ini adalah sehubungan bidang ini baru dibentuk maka kedepan terbatas melakukan fasilitasi pembinaan Jasa konstruski untuk meningkatan kompetensi badan usaha dan tenaga jasa konstruksi yang berdomisili di kab. OKU Timur

(31)

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

TAHUN 2017

Pada bab ini diuraikan tentang Telaah terhadap Kebijakan Nasional, Tujuan dan Sasaran Renja, serta Program dan Kegiatan pada Dinas PU dan Tata Ruang Kab. OKU Timur.

3.1 TELAAH TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL

Berdasarkan Kebijakan Nawacita, Renstra kementeriaan PU dan PR tahun 2015 – 2019 dan RPJM Provinsi Sumatera Selatan dan RPJM Kab. OKU Timur Tahun 2016-2021 maka diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Membangun/merehabilitasi jalan dan jembatan sebagai penghubung pusat

ekonomi dan wilayah perbatasan.

2. Memperbaiki dan meningkatkan kapasitas infrastruktur jaringan irigasi. 3. Meningkatkan normalisasi sungai yang dapat berfungsi sebagai

pengendalian banjir dan memperkuat tepi sungai

4. Memperluas cakupan layanan air bersih, layanan sanitasi dan drainase. 5. Membangun perkantoran pemerintahan baik pemerintah daerah maupun

instansi vertikal, fasilitas olahraga dan fasilitas umum lainnya 6. Memberikan ijin teknis dalam rangka pemberian IMB.

7. Menyelenggaraan Diklat, seminar dan membuat sistem informasi jasa konstruksi dalam rangka pembinaan jasa konstruksi.

8. Meningkatkan ketersediaan sarana penunjang yang memadai (berupa kebutuhan alat berat dan laboratorium, sistem informasi database) secara bertahap dan berkelanjutan.

(32)

3.2 TUJUAN DAN SASARAN RENJA DINAS PU DAN TATA RUANG KAB. OKU TIMUR

Untuk mencapai Visi dan Misi yang telah ditetapkan adalah dengan penetapan tujuan organisasi. Tujuan menyatakan kegiatan apa yang akan diselesaikan dan kapan dilakukan yang merupakan implementasi atau penjabaran dari pernyataan Misi dan merupakan “result” (hasil) yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun ke depan.Sedangkan Sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya daerah dalam kegiatan organisasi. Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai secara nyata dalam jangka waktu tahunan, semesteran atau bulanan.

Berdasarkan pengertian diatas, maka ditetapkan 4 tujuan dan 8 sasaran Pembangunan Rencana Kerja yang mengacu dengan rencana stategis Dinas PU dan Tata Ruang sebagai berikut :

1. Tujuan Pertama

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Jalan dan jembatan

Sasaran:

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Jalan dan jembatan

Meningkatkan pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai.

2. Tujuan Kedua:

Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur pengelolaan sumber daya air.

Sasaran :

Meningkatkan sarana dan prasarana irigasi/konservasi air. Meningkatkan fungsi sungai

3. Tujuan Ketiga:

Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintah dan fasilitas umum.

(33)

Sasaran :

Meningkatkan Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fasilitas umum. Meningkatkan Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan.

4. Tujuan Empat:

Meningkatkan upaya penyelenggaraan penataan ruang dan pembinaan jasa konstruksi.

Sasaran :

Meningkatkan upaya penyelenggaraan Tata ruang. Meningkatkan upaya Pembinaan jasa Konstruksi.

Untuk Lebih Jelasnya, Tujuan, Sasaran, Indikator sasaran dan target tahun 2017 dapat dilihat pada Tabel 3.1

Tabel 3.1

Tujuan, Sasaran, Indikator Kinerja dan Target Kinerja Tahun 2017

N

o Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan

Awal RPJM Target Renstra tahun ke 2 (2017) Target Kinerja tahun 2017 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Jalan dan jembatan Meningkatkan kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan

panjang jalan yang telah dibangun/ direhab Km 334,28 450 150 Jumlah jembatan yang telah dibangun/ direhab Buah 32 40 8 persentase panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik dan sedang (mantap) % 73 80 80 Meningkatkan pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan rasio cakupan pelayanan tim alat berat terhadap wilayah kerja UPTD

(34)

N

o Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan

Awal RPJM Target Renstra tahun ke 2 (2017) Target Kinerja tahun 2017 1 2 3 4 5 6 7 8

yang memadai persentase kelengkapan peralatan survey, inspeksi dan laboratorium

% 50 50 60

rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah diinspeksi

% 15 15 15

rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah masuk database % 90 90 90 2 meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur pengelolaan sumber daya air

Meningkatkan sarana dan prasarana irigasi/konservasi air

luas lahan irigasi teknis yang memadai

ha 38109 38109 38109

panjang jaringan irigasi yang telah dibangun/ direhab

km 77,5 81 17

panjang jalan inspeksi yang telah dibangun/ direhab km 150 152 0 Meningkatkan fungsi sungai panjang sungai yang telah dinormalisasi km 150 170 16,9

Jumlah tepi sungai yang telah diperkuat Sungai 0 2 2 3 meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintah dan fasilitas umum Meningkatkan Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fasilitas umum

cakupan layanan air bersih

% 69,16 70 70

cakupan layanan sanitasi yang layak

% 61,2 64 64

Panjang Drainase yang telah dibangun

m 35000 50000 0

panjang jalan lingkungan yang dibangun

(35)

N

o Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan

Awal RPJM Target Renstra tahun ke 2 (2017) Target Kinerja tahun 2017 1 2 3 4 5 6 7 8 Meningkatkan Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana

pemerintahan

persentase SKPD yang telah memiliki kantor sendiri % 83 100 100 Jumlah Kantor/Fasilitas Pemerintahan yang dibangun unit 49 51 2 Jumlah Kantor Kelurahan/desa yang telah dibangun

unit 150 180 0 Jumlah Bangunan/Luas Bangunan Instansi Vertikal yang dibangun unit 5 6 1

Jumlah sarana dan prasarana olahraga yang dibangun unit 2 3 1 4 meningkatkan upaya penyelenggaraa n penataan ruang dan pembinaan jasa konstruksi Meningkatkan upaya penyelenggaraan Tata ruang terselenggaranya pembinaan tata ruang yang memadai ijin 0 10 10 Meningkatkan Upaya Pembinaan jasa Konstruksi terselenggarannya pembinaan usaha jasa konstruksi CV/PT 0 30 30

3.3 PROGRAM DAN KEGIATAN

Program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan, guna mencapai sasaran tertentu. Program dan Kegiatan pada Dinas PU dan Tata Ruang Tahun 2017 dijabarkan sebagai berikut:

1) Program Pelayanan Administrast Perkantoran a) Penyediaaan jasa surat – menyurat

b) Penyediaan Jasa Komunikasi, sumber daya air dan listrik c) Penyediaan Jasa Peralatan dan perlengkapan kantor d) Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah e) Penyediaan jasa administrasi keuangan f) Penyediaan jasa kebersihan kantor

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

(36)

i) Penyediaan peralatan rumah tangga

j) Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang – undangan k) Penyediaan makanan dan minuman

l) Rapat – rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam / luar daerah m) Penyediaan jasa pendukung administrasi/teknis perkantoran 2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

a) Pembangunan gedung kantor

b) Pengadaan jaringan/instalasi komunikasi, air dan listrik c) Penyediaan sewa kantor dinas/rumah jabatan

d) Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan

e) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional f) Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor g) Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor

3) Program Peningkatan Kapasitas sumber daya aparatur a) Pendidikan dan pelatihan formal

4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SK b) Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran

c) Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun 5) Program pembangunan saluran drainase/gorong - gorong

a) Pembangunan saluran drainase / gorong - gorong 6) Program Rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan jembatan

a) Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan b) Rehabilitasi/Pemeliharaan Jembatan 7) Program Inspeksi kondisi jalan dan jembatan

a) Inspeksi kondisi jalan

8) Program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan a) Pengadaan alat – alat berat

9) Program Pembangunan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya

a) Peningkatan fungsi jaringan irigasi 10) Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku

(37)

11) Program Pengendalian Banjir

a) Peningkatan pembersihan dan pengerukan sungai/kali 12) Program pembangunan infrastruktur perdesaan

a) Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan

b) Pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan

c) Pembangunan sarana dan prasarana sanitasi berbasis masyarakat 13) Program pembangunan sarana dan prasarana umum

(38)

BAB IV

PENUTUP

4.1 CATATAN PENTING YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan utama yang terkait dengan akuntabilitas kinerja tahun 2016 yaitu : 1. Secara umum pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pemerintah Daerah yang

diamanatkan oleh Pemerintah Kabupaten OKU TIMUR telah diselenggarakan sebagaimana mestinya.

2. Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah, Badan-badan Daerah, Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Dinas PU dan Tata Ruang Kab. OKU Timur merupakan hasil penggambungan 3 Dinas PU (PU Bina Marga Kab. OKU Timur, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kab. OKU Timur dan Dinas PU Pengairan Kab. OKU Timur) Penggabungan ketiga Dinas tersebut menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang perangkatDaerah.

3. Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten OKU TIMUR bersama-sama dengan Pegawai dilingkungan Dinas Tersebut telah berupaya secara optimal melaksanakan kewajibannya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten OKU TIMUR.

4. Rencana kerja Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur merupakan dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang telah disesuaikan dengan RPJM Kab. OKU Timur Tahun 2016-2021

4.2 KAIDAH-KAIDAH PELAKSANAAN

Dokumen Renja Sebagai salah satu dasar penyusunan RKA-SKPD dengan memperhatikan ketersediaan Anggaran yang ada.

(39)

4.3 RENCANA TINDAK LANJUT

Langkah-langkah yang ditempuh dalam upaya pencapaian sasaran startegis dan indikator kinerjanya antara lain sebagai berikut :

1. Perlu peningkatan SDM secara terus menerus terutama dari segi kualitas melalui pendidikan, pelatihan, dan kursus yang sesuai dengan kebutuhan daerah guna meningkatkan profesionalisme.

2. Perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana agar kegiatan berjalan dengan baik dan mengacu kepada Standar Pelayanan Minimal (SPM).

3. Mengoptimalkan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi dengan pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan pembangunan dan pemeliharaan Sarana dan Prasarana Infrastruktur Daerah.

(40)

TRANSISI 2016 2017 2018 2019 2020 2021 1 Perencanaan Pembangunan Jalan 2 Pembangunan Jalan 3 Perencanaan Pembangunan Jembatan 4 Pembangunan Jembatan 1 Perencanaaan Rehabilitasi /pemeliharaan Jalan 2 Rehabilitasi /pemeliharaan Jalan 3 Perencanaaan Rehabilitasi /pemeliharaan Jembatan 4 Rehabilitasi /pemeliharaan Jembatan 1 meningkatan kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan Km 334,28 334,28 450 32 73 2 meningkatkan pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 3

2 menjalin Koordinasi yang intensif dengan provinsi dan pusat dalam pengelolaan jalan /jembatan provinsi/pusat Meningkatkan ketersediaan sarana penunjang yang memadai (berupa kebutuhan alat berat dan laboratorium, data leger, sistem informasi database) secara bertahap dan berkelanjutan) 3

2 Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 3 persentase panjang jalan

kabupaten dalam kondisi baik dan sedang (mantap)

% 73 80 85 90 95 100

1 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan 2 Jumlah jembatan yang telah

dibangun/direhab

Buah 32 40 48 56 64

600 750 900 932,57

72

Pembangunan/rehabili tasi jalan sebagai penghubung pusat ekonomi dan wilayah perbatasan 1

AWAL RPJM TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN

TARGET INDIKATIF

KEBIJAKAN PROGRAM KEGIATAN KETERANGAN TAHUN CAPAIAN

1 meningkatkan kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan

1 panjang jalan yang telah dibangun/direhab

4 Rehabilitasi /pemeliharaan Jembatan

1 rasio cakupan pelayanan tim alat berat terhadap wilayah kerja UPTD

% 100 100 100 100 100 100 100 1 Pengadaaan Alat Berat

2 persentase kelengkapan peralatan survey, inspeksi dan laboratorium

% 50 50 60 70 80 90 100 2 Pembangunan Gedung

Workshop, Gedung Laboaratorium, dan Alat Ukur Laboratorium 1 Inspeksi Kondisi jalan 2 Inspeksi Kondisi Jembatan 1 Penyusunan sistem Informasi

database Jalan 2 Penyusunan sistem Informasi

database Jembatan

1 luas lahan irigasi teknis yang memadai

ha 38109 38109 38109 38109 38109 38109 38109 1 perencanaan pembangunan

jaringan irigasi

2 panjang jaringan irigasi yang telah dibangun/direhab

km 77,5 77,5 81 86 92 96 103,5 2 Rehabilitasi/pemeliharaan

jaringan irigasi 3 panjang jalan inspeksi yang telah

dibangun/direhab

km 150 150 152 154 157 160 162 2 Program Pembangunan

Jalan dan Jembatan

3 Pembangunan Jalan

1 panjang sungai yang telah dinormalisasi

km 150 150 170 190 210 240 264 1 Program pengendalian

banjir

1 Peningkatan pembersihan dan pengerukan sungai/kali

2 Jumlah tepi sungai yang telah diperkuat

Sungai 0 3 4 5 6 8 10 2 Program Pembangunan

Utap/talud/bronjong 2 Pembangunan Turap/talud/bronjong 1 meningkatan kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan % 90

3 rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah diinspeksi

% 15 15 90 90 90 90 90 2 meningkatkan pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai 15 15 16 20 24

4 rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah masuk database

90

1 Meningkatkan normalisasi sungai yang dapat berfungsi sebagai pengendalian banjir 2 Meningkatkan Kualitas dan kuantitas infrastruktur pengelolaan sumber daya air

4 meningkatkan fungsi sungai meningkatan sarana dan prasarana irigasi/konservasi air 3 5 Program Pembangunan Sistem Informasi Database Jalan dan Jembatan 1 Memperbaiki dan meningkatkan kapasitas infrastruktur jaringan irigasi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan

4 Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan 3

2 menjalin Koordinasi yang intensif dengan provinsi dan pusat dalam pengelolaan jalan /jembatan provinsi/pusat Meningkatkan ketersediaan sarana penunjang yang memadai (berupa kebutuhan alat berat dan laboratorium, data leger, sistem informasi database) secara bertahap dan berkelanjutan) 3

2 Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa, dan Jaringan Pengairan Lainnya 1 1 meningkatkan kualitas

dan kuantitas jalan dan jembatan

(41)

perbatasan air tanah

3 Panjang Drainase yang telah dibangun

m 35000 35000 50000 65000 80000 90000 100000 3 Program Pembangunan Saluran drainase dan gorong-gorong

4 Pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong

4 panjang jalan lingkungan yang dibangun

m 100000 100000 120000 140000 160000 180000 200000 4 Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan

5 Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan

Bertahap akan dialihkan melalui Dana Desa 1 persentase SKPD yang telah

memiliki kantor sendiri

% 83 83 100 100 100 100 100 Program peningkatan

sarana dan prasarana aparatur

Pembangunan Gedung Kantor

2 Jumlah Kantor/Fasilitas Pemerintahan yang dibangun

unit 49 49 51 53 57 59 59 Program Pembangunan

Sarana dan Prasarana Fasilitas Umum

untuk Rehab Gedung Kantor bertahap ke SKPD Masing-masing

3 Jumlah Kantor Kelurahan/desa yang telah dibangun

unit 150 150 180 210 240 270 305 Bertahap akan

dialihkan ke SKPD Masing-masing membangun perkantoran pemerintahan baik pemerintah daerah maupun instansi vertikal, fasilitas olahraga dan fasilias umum lainnya 6 Meningkatnya Kualitas

dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan

2

3 Jumlah Kantor Kelurahan/desa yang telah dibangun

unit 150 150 180 210 240 270 305 Bertahap akan

dialihkan ke SKPD Masing-masing 4 Jumlah Bangunan/Luas

Bangunan Instansi Vertikal yang dibangun

unit 5 5 6 7 8 8 8

5 Jumlah sarana dan prasarana olahraga yang dibangun

unit 2 2 3 4 5 5 5

7 meningkatan upaya penyelenggaraan Tata ruang

1 terselenggaranya pembinaan tata ruang yang memadai

ijin 0 5 10 10 30 50 50 1 memberikan ijin teknis

dalam rangka pemberian IMB 8 meningkatan Upaya Pembinaan jasa Konstruksi 2 terselenggarannya pembinaan usaha jasa konstruksi

perusahaaan 0 0 30 30 40 40 40' 2 Menyelenggaraan

Diklat, seminar dan membuat sistem informasi jasa konstruksi dalam rangka pembinaan jasa konstruksi 4 meningkatnya upaya penyelenggaraan penataan ruang dan pembinaan jasa konstruksi membangun perkantoran pemerintahan baik pemerintah daerah maupun instansi vertikal, fasilitas olahraga dan fasilias umum lainnya 6 Meningkatnya Kualitas

dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan

(42)

Kabupaten: Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

Nama SKPD: Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten OKU Timur

Indikator Kinerja 2 panjang jalan yang telah

dibangun/direhab (target RPJM awal 334,28 KM (tahun 2016) s.d. 932,57 KM (tahun 2021)

450,00 Km

Jumlah jembatan yang telah

dibangun/direhab (target RPJM awal 32 buah (tahun 2016) s.d. 72 buah (tahun 2021)

8,00 Buah

persentase panjang jalan kabupaten dalam kondisi mantap (kondisi baik dan sedang) (database jalan dan jembatan)

77,00 %

rasio kebutuhan unit kerja alat berat terhadap cakupan pelayanan wilayah kerja UPTD

100,00 % Sasaran Strategis Target

1 3 2 Terwujudnya pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai 1 Terwujudnya infrastruktur jalan dan jembatan yang mantap.

rasio kebutuhan unit kerja alat berat terhadap cakupan pelayanan wilayah kerja UPTD

100,00 %

rasio kelengkapan peralatan survey, inspeksi dan laboratorium

60,00 %

rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah diinspeksi

15,00 %

rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah masuk database

90,00 %

luas lahan irigasi teknis yang memadai (target RPJM 38.109 Ha (tahun 2021)

100,00 %

panjang jaringan irigasi yang telah dibangun/direhab (target RPJMawal 77,5 KM (tahun 2016) s.d. 103,5 KM (tahun 2021)

17,787,3 Km

panjang sungai yang telah

dinormalisasi (target RPJM awal 150 KM (tahun 2016) s.d. 264 KM (tahun 2021)

16,915 km

Jumlah Tepi Sungai Yang diperkuat 1500 m 3 Meningkatkan sarana dan

prasarana irigasi/konservasi air 2 Terwujudnya pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai 4 Meningkatkan fungsi sungai

(43)

6 tersedianya infrastruktur pedesaan yang memadai 7,00 unit Meningkatkan ketersediaan infrastruktur di pedesaaan umum lainnya

(44)

2 Jumlah jembatan yang telah dibangun/direhab

Buah 32 32 55 171,88

3 persentase panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik dan sedang (mantap)

% 73 73 86,05 117,88

1 rasio cakupan pelayanan tim alat berat terhadap wilayah kerja UPTD

% 100 100 100 100,00

2 persentase kelengkapan peralatan survey, inspeksi dan laboratorium

% 50 50 30 60,00

3 rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah diinspeksi

% 15 15 15 100,00

4 rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah masuk database

% 90 90 90 100,00

1 luas lahan irigasi teknis yang memadai ha 38109 38109 38109 100,00

2 panjang jaringan irigasi yang telah dibangun/direhab

km 77,5 77,5 77,5 100,00

3 panjang jalan inspeksi yang telah dibangun/direhab

km 150 150 37,793 25,20

1 panjang sungai yang telah dinormalisasi km 150 150 150 100,00

2 Jumlah tepi sungai yang telah diperkuat Sungai 0 3 3 100,00

1 cakupan layanan air bersih % 69,16 69,16 69,16 100,00

2 cakupan layanan sanitasi yang layak % 61,2 61,2 61,2 100,00

3 Panjang Drainase yang telah dibangun m 35000 35000 35000 100,00

4 panjang jalan lingkungan yang dibangun

m 100000 100000 100000 100,00

1 Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fasilitas umum

2 Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan 2 Meningkatnya pemenuhan

kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai

1 Meningkatnya sarana dan prasarana irigasi/konservasi air

2 Meningkatnya fungsi sungai

4 panjang jalan lingkungan yang dibangun

m 100000 100000 100000 100,00

1 persentase SKPD yang telah memiliki kantor sendiri

% 83 83 100 120,48

2 Jumlah Kantor/Fasilitas Pemerintahan yang dibangun

unit 49 49 49 100,00

3 Jumlah Kantor Kelurahan/desa yang telah dibangun

unit 150 150 150 100,00

4 Jumlah Bangunan/Luas Bangunan Instansi Vertikal yang dibangun

unit 5 5 5 100,00

5 Jumlah sarana dan prasarana olahraga yang dibangun

unit 2 2 2 100,00

1 meningkatnya upaya penyelenggaraan Tata ruang

1 terselenggaranya pembinaan tata ruang yang memadai

ijin 0 0 0

2 Meningkatnya Upaya Pembinaan jasa Konstruksi

2 terselenggarannya pembinaan usaha jasa konstruksi

CV/PT 0 0 0

1 Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fasilitas umum

2 Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan

(45)

dibangun/direhab

persentase panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik dan sedang (mantap)

% 73 80 80

rasio cakupan pelayanan tim alat berat terhadap wilayah kerja UPTD

% 100 100 100

persentase kelengkapan peralatan survey, inspeksi dan laboratorium

% 50 50 60

rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah diinspeksi

% 15 15 15

rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah masuk database

% 90 90 90

luas lahan irigasi teknis yang memadai

ha 38109 38109 38109

panjang jaringan irigasi yang telah dibangun/direhab

km 77,5 81 17

panjang jalan inspeksi yang telah dibangun/direhab

km 150 152 0

panjang sungai yang telah dinormalisasi

km 150 170 16,9

Jumlah tepi sungai yang telah diperkuat

Sungai 0 2 2

cakupan layanan air bersih % 69,16 70 70

cakupan layanan sanitasi yang layak % 61,2 64 64

Panjang Drainase yang telah dibangun

m 35000 50000 0

panjang jalan lingkungan yang dibangun

m 100000 120000 0

persentase SKPD yang telah memiliki kantor sendiri

% 83 100 100

2

3

meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur pengelolaan sumber daya air

meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintah dan fasilitas umum

Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fasilitas umum

Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan Meningkatnya pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai Meningkatnya sarana dan prasarana irigasi/konservasi air Meningkatnya fungsi sungai

persentase SKPD yang telah memiliki kantor sendiri

% 83 100 100

Jumlah Kantor/Fasilitas Pemerintahan yang dibangun

unit 49 51 2

Jumlah Kantor Kelurahan/desa yang telah dibangun

unit 150 180 0

Jumlah Bangunan/Luas Bangunan Instansi Vertikal yang dibangun

unit 5 6 1

Jumlah sarana dan prasarana olahraga yang dibangun

unit 2 3 1

meningkatnya upaya penyelenggaraan Tata ruang

terselenggaranya pembinaan tata ruang yang memadai

ijin 0 10 10

Meningkatnya Upaya Pembinaan jasa Konstruksi

terselenggarannya pembinaan usaha jasa konstruksi

CV/PT 0 30 30

meningkatkan upaya penyelenggaraan penataan ruang dan pembinaan jasa konstruksi 3

4

meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintah dan fasilitas umum

Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan

(46)

dibangun/direhab

persentase panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik dan sedang (mantap)

% 73 80 80

rasio cakupan pelayanan tim alat berat terhadap wilayah kerja UPTD

% 100 100 100

persentase kelengkapan peralatan survey, inspeksi dan laboratorium

% 50 50 60

rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah diinspeksi

% 15 15 15

rasio panjang jalan kabupaten dan jembatan yang telah masuk database

% 90 90 90

luas lahan irigasi teknis yang memadai

ha 38109 38109 38109

panjang jaringan irigasi yang telah dibangun/direhab

km 77,5 81 17

panjang jalan inspeksi yang telah dibangun/direhab

km 150 152 0

panjang sungai yang telah dinormalisasi

km 150 170 16,9

Jumlah tepi sungai yang telah diperkuat

Sungai 0 2 2

cakupan layanan air bersih % 69,16 70 70

cakupan layanan sanitasi yang layak % 61,2 64 64

Panjang Drainase yang telah dibangun

m 35000 50000 0

panjang jalan lingkungan yang dibangun

m 100000 120000 0

persentase SKPD yang telah memiliki kantor sendiri

% 83 100 100

2 meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur pengelolaan sumber daya air

meningkatan sarana dan prasarana irigasi/konservasi air

meningkatan fungsi sungai

3 meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintah dan fasilitas umum

meningkatan Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fasilitas umum

meningkatan Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan meningkatan pemenuhan kebutuhan penunjang kebinamargaan yang memadai

persentase SKPD yang telah memiliki kantor sendiri

% 83 100 100

Jumlah Kantor/Fasilitas Pemerintahan yang dibangun

unit 49 51 2

Jumlah Kantor Kelurahan/desa yang telah dibangun

unit 150 180 0

Jumlah Bangunan/Luas Bangunan Instansi Vertikal yang dibangun

unit 5 6 1

Jumlah sarana dan prasarana olahraga yang dibangun

unit 2 3 1

meningkatan upaya penyelenggaraan Tata ruang

terselenggaranya pembinaan tata ruang yang memadai

ijin 0 10 10

meningkatan Upaya Pembinaan jasa Konstruksi

terselenggarannya pembinaan usaha jasa konstruksi

CV/PT 0 30 30

4 meningkatkan upaya penyelenggaraan penataan ruang dan pembinaan jasa konstruksi 3 meningkatkan kualitas dan

kuantitas sarana dan prasarana pemerintah dan fasilitas umum

meningkatan Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pemerintahan

Referensi

Dokumen terkait

Kabupaten Biak Numfor meliputi Distrik Biak Timur 1 kelompok; adapun kegiatan yang dilakukan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat dalam konservasi mangrove adalah:..

Irisan melintang usus kecil dengan terlihat bagian vili yang terdapat mikrovili di permukaan (Scanlon dan Sanders, 2007). Di dalam usus halus terjadi dua proses penting,

Untuk jam buka semawis sendiri mulai dari jam 18.00 hingga 23.00, namun persiapan (pasang tenda) bisa dilakukan mulai pukul 16.00. semawis buka pada hari jumat,sabtu dan minggu.

Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran SKI di MA Walisongo Kayen adalah dengan menerapkan metode investigasi kelompok membuat diskusi kelompok sesuai dengan

Hubungan antara fraksi lumpur dengan bahan organik diduga memiliki hubungan positif ditunjukkan dengan semakin meningkatnya lumpur semakin banyak bahan organik

2) Bapak dan Ibu dosen serta staf pengajar Program Magister Manajemen Universitas Bakrie yang telah memberikan sumbangsih keilmuannya kepada kami. 3) Bapak Sri Hascaryo,

Selanjutnya untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja Pengadilan Tinggi Agama Samarinda diselaraskan dengan arah kebijakan

dalam mencapai tujuan pembelajaran. 2) Dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Bagi guru. 1) Penggunaan metode pembelajaran discovery learning lebih