BUPATI PATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI,

104  Download (0)

Teks penuh

(1)

BUPATI PATI

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 123 TAHUN 2020

TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 23 TAHUN 2018

TENTANG RENCANA STRATEGIS KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI TAHUN 2017-2022

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PATI,

Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan adanya perubahan kegiatan dan untuk menyesuaikan dinamika perkembangan peraturan perundang-undangan, perlu dilakukan Perubahan Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017-2022;

b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 123 ayat (1) dan Pasal 359 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, Perubahan Renstra Perangkat Daerah ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Pati Nomor 23 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Tahun 2017-2022;

Mengingat... SALINAN

(2)

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 224, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

(3)

8. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6042);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6402);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);

(4)

13. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6323);

14. Peraturan Presiden Nomor 166 Tahun 2014 tentang Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 341);

15. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020–2024; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017

tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klarifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

18. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9);

(5)

19. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 28) sebagaimana telah diubah dengan dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 Nomor 16, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 121);

20. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 110);

21. Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pati Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Pati Tahun 2011 Nomor 57);

22. Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pati Tahun 2010-2030 (Lembaran Daerah Kabupaten Pati Tahun 2011 Nomor 5, Tambahan Lembaran daerah Kabupaten Pati Nomor 56);

23. Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 12 Tahun 2016 tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Pati (Lembaran Daerah Kabupaten Pati Tahun 2016 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pati Nomor 98);

(6)

24. Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pati (Lembaran Daerah Kabupaten Pati Tahun 2016 Nomor 13, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pati Nomor 99), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pati (Lembaran Daerah Kabupaten Pati Tahun 2019 Nomor 7, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pati Nomor 133); 25. Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 1 Tahun 2018

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pati Tahun 2017-2022 (Lembaran Daerah Kabupaten Pati Tahun 2018 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pati Nomor 114);

26. Peraturan Bupati Pati Nomor 64 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Kecamatan (Berita Daerah Kabupaten Pati Tahun 2016 Nomor 64);

27. Peraturan Bupati Pati Nomor 23 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Tahun 2017-2022 (Berita Daerah Kabupaten Pati Tahun 2018 Nomor 23);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan: PERATURAN BUPATI TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 23 TAHUN 2018 TENTANG RENCANA STRATEGIS KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI TAHUN 2017-2022.

Pasal I

Ketentuan Lampiran Peraturan Bupati Pati Nomor 23 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Tahun 2017-2022 (Berita Daerah Kabupaten Pati Tahun 2018 Nomor 23), diubah menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

Pasal II

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

(7)

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Pati.

Ditetapkan di Pati

pada tanggal 12 Desember 2020

BUPATI PATI,

Ttd.

HARYANTO

Diundangkan di Pati

pada tanggal 12 Desember 2020

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN PATI,

Ttd.

SUHARYONO

(8)

NOMOR 123 TAHUN 2020 TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 23 TAHUN

2018 TENTANG RENCANA

STRATEGIS KECAMATAN

GEMBONG KABUPATEN PATI

TAHUN 2017-2022.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) merupakan landasan utama dan pegangan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan yang lebih terintegrasi, sinkron, dan sinergis, baik antar daerah, antar ruangan, antar waktu, maupun antar fungsi pemerintahan. Salah satu konsekuensi ditetapkannya Undang-undang tersebut adalah diwajibkan bagi setiap Perangkat Daerah untuk menyusun rencana kerja sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembangunan, baik untuk jangka menengah (lima tahunan) dalam bentuk Rencana Strategis (Renstra), maupun jangka pendek (tahunan) dalam bentuk Rencana Kerja (Renja) sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Terkait kewajiban Perangkat Daerah dalam penyiapan rencana kerja untuk jangka waktu lima tahunan, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 272 Ayat( 2) mengamanatkan bahwa “Renstra Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah.

Kecamatan Gembong sebagai salah satu perangkat daerah yang bertugas menangani sebagian urusan otonomi daerah dan peningkatan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat desa mempunyai kewajiban menyusun rencana strategis Kecamatan Gembong.

(9)

berlaku diantaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Tertera dalam pasal 343 ayat (9) PERMENDAGRI Nomor 86 Tahun 2017 bahwa penambahan kegiatan baru dalam RKPD ditindaklanjuti dengan perubahan dan/atau penambahan kegiatan dalam Renstra Perangkat Daerah, sebagai acuan penyusunan Renja Perangkat Daerah, Pasal tersebut sebagai dasar penyesuaian kegiatan dalam perubahan RENSTRA. Berikutnya dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah diamanatkan setiap Perangkat Daerah agar melaksanakan pemetaan dari program/kegiatan lama ke Program/kegiatan/sub kegiatan baru. Amanat tersebut mengakibatkan terjadinya perbaikan indikator kegiatan yang masih bersifat hasil aktivitas, hal tersebutlah yang mendasari adanya perbaikan dan penajaman indikator output serta penyesuaian target kegiatan dalam perubahan RENSTRA.

1.2 LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional;

5. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Pemerintahan Daerah;

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;

(10)

Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klarifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

9. Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pati Tahun 2005 – 2025;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pati tahun 2017 – 2022;

11. Peraturan Bupati Pati Nomor 19 Tahun 2018 tentang tentang Rencana Strategis Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Tahun 2017 – 2022.

1.3 Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud perubahan RENSTRA Kecamatan Gembong

Renstra Kecamatan Gembong merupakan pedoman dalam melaksanakan program dan kegiatan selama 5(lima) tahun mendatang yang mana sudah dilaksanakan 2 (dua) tahun. Penyusunan perubahan Renstra Kecamatan Gembong untuk Tahun 2017–2022 ini dimaksudkan untuk:

1). Sebagai penjabaran atau implementasi dari pernyataan Tujuan dan Sasaran yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5(lima) tahun.

2). Mendorong tercapainya sasaran pembangunan khususnya di lingkungan Kecamatan Gembong yang ditetapkan dalam jangka waktu 5(lima) tahun ke depan.

3). Mengetahui hal-hal yang menjadi kekuatan, kelemahan, potensi yang ada dan harus ditindaklanjuti dalam memenuhi Tujuan dan Sasaran untuk kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan.

4). Sebagai acuan penerapan strategi dan arah kebijakan dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran yang akan dicapai selama 5 tahun.

(11)

Tahun 2017–2022.

1.3.2 Tujuan Perubahan RENSTRA Kecamatan Gembong

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Tahun 2017 –2018 disusun untuk menentukan arah dan tujuan Kecamatan Gembong dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki, dan untuk tujuan strategisnya, sehingga setiap tujuan dan sasaran strategis yang ditetapkan akan memiliki indikator kinerja (performance indicator) yang terukur.

Tujuan disusunnya Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Tahun 2017– 2022 dapat diuraikan sebagai berikut:

1). Sebagai alat sinkroniasasi dan pelaksanaan kebijakan antara RPJMD Kabupaten Pati dengan Renstra Kecamatan Gembong Tahun 2017 – 2022. 2). Sebagai dasar menyusunan Rencana Kinerja Tahunan(RKT) dan Rencana

Kerja (Renja) tahunan dan Perjanjian Kinerja (PK) di Wilayah Kecamatan Gembong.

3). Sebagai dasar pengukuran kinerja 5 (lima) tahun mendatang.

4). Menentukan arah kegiatan untuk meletakkan dasar sistem pemerintahan daerah yang memperhatikan kerangka regulasi dan sebagai dasar perumusan kebijakan strategis untuk dijabarkan dalam program kerja.

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Tahun 2017-2022 sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan latar belakang perubahan RENSTRA, landasan hukum penyusunan renstra, maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan

BAB II. GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Bab ini memaparkan gambaran pelayanan PD terkait dengan tugas, fungsi dan struktur organisasi Perangkat Daerah, sumber daya yang dimiliki dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, kinerja pelayanan yang dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra pada tahun yang sudah dilalui (2018, 2019) karena RENSTRA saat ini adalah RENSTRA perubahan, dan tantangan serta peluang pengembangan pelayanan Tahun 2020-2022.

(12)

Kabupaten Pati berdasarkan tugas dan fungsinya; telaahan visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati terpilih; telaahan Renstra PD yang terkait Kecamatan; telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis; dan penentuan isu-isu strategis.

BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN

Bab ini menjelaskan tujuan dan sasaran jangka menengah PD Kabupaten Pati.

BAB V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Bab ini menjelaskan rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan PD Kabupaten Pati dalam 5 (lima) tahun mendatang.

BAB VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

Bab ini memuat rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif yang merujuk pada setiap tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.

BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

Bab ini memuat indikator kinerja yang menunjukkan kinerja yang ingin dicapai PD Kabupaten Pati dalam kurun 5 (lima) tahun mendatang sebagai komitmen mendukung tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Pati Tahun 2017-2022.

(13)

II.1

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Dalam kedudukan dan fungsinya pemerintah kecamatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam pencapaian keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat bidang pemerintahan, pembangunan, perekonomian, pemberdayaan kemasyarakatan, ketentraman dan ketertiban wilayah.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang dijabarkan dengan Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Kecamatan Kabupaten Pati. Kecamatan sebagai Perangkat Daerah diharapkan mampu mengantisipasi, mengakomodasi serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dan berkembang dalam masyarakat, sehingga diharapkan dapat terwujud aparatur pemerintah kecamatan yang handal dan profesional.

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Gembong 2.1.1. Struktur Organisasi Kecamatan

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, susunan organisasi Kecamatan Gembong terdiri atas:

(14)

II.2

STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA (SOTK) KANTOR KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI

CAMAT SEKCAM KASUBAG PROGRAM DAN KEUANGAN KASUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN KASI PEMERINTAHA N

KASI PMD KASI TRANTIB KASI KESOS KASI

PELAYANAN

Gambar 2.1 Bagan Struktur Organisasi Kecamatan Gembong 2.1.2. Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2016 tugas Kecamatan terdiri atas :

a. menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Umum;

b. mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa;

c. mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan penertiban umum;

d. mengkoordinasikan penerapan dan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati;

e. mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan sarana layanan umum;

f. mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang dilakukan oleh perangkat daerah di tingkat Kecamatan;

g. membina dan mengawasi penyelenggaraan kegiatan desa atau kelurahan;

h. melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah yang tidak dilaksanakan oleh unit kerja Pemerintah Daerah yang ada di Kecamatan;

(15)

II.3 i. melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh peraturan

perundang-undangan;

j. melaksanakan tugas yang dilimpahkan oleh Bupati untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

Kecamatan dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Umum;

b. pengkoordinasian kegiatan pemberdayaan masyarakat desa;

c. pengkoordinasian upaya penyelenggaraan ketentraman dan penertiban umum;

d. pengkoordinasian penerapan dan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati;

e. pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan sarana layanan umum;

f. pengkoordinasian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang dilakukan oleh perangkat daerah di tingkat Kecamatan;

g. pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan kegiatan desa atau kelurahan;

h. pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah yang tidak dilaksanakan oleh unit kerja Pemerintah Daerah yang ada di Kecamatan;

i. pelaksanaan tugas lain yang diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan;

j. pelaksanaan tugas yang dilimpahkan oleh Bupati untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

Di Kabupaten Pati, berdasarkan Peraturan Bupati nomor 4 tahun 2013 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Bupati nomor 63 Tahun 2009 tentang Pelimpahan sebagian Kewenangan Bupati kepada Camat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, berikut disajikan kewenangan yang dilimpahkan kepada kecamatan.

(16)

II.4

Tabel II.1.

Urusan yang Dilimpahkan Bupati Kepada Kecamatan

No Aspek Kewenangan yang Dilimpahkan

1 Aspek

Rekomendasi

- Rekomendasi, pencatatan, pengawasan dan pengendalian pemanfaatan lahan bekas jalan kali mati.

- Rekomendasi dan pengawasan ijin pendaftaran Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dalam bidang social, organisasi social/panti social, pengumpulan uang di lingkup Kecamatan.

- Rekomendasi pemberian Surat Keterangan domisili kantor/ usaha industri.

- Rekomendasi pemberian ijin usaha, pengawasan dan pelaporan tempat usaha pelatihan kerja.

- Rekomendasi pemberian ijin keramaian, ijin gangguan, ijin usaha dan ijin mendirikan bangunan.

- Rekomendasi pencairan Alokasi Dana Desa yang diajukan oleh Pemerintah Desa di wilayahnya.

- Rekomendasi pencairan Bantuan Keuangan berupa tambahan penghasilan aparat pemerintah desa dan bantuan keuangan bagi anggota badan permusyawaratan desa dan bantuan keuangan kepada pemerintah desa lainnya yang diajukan oleh pemerintah desa di wilayahnya.

2 Aspek Koordinasi - Koordinasi penyelenggaraan administrasi kependudukan mengenai proses pelaksanaan pendaftaran di desa dan kelurahan sesuai kerja Camat.

- Koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan administrasi kependudukan mengenai pelaporan data kependudukan dari Kantor

(17)

II.5

No Aspek Kewenangan yang Dilimpahkan

Urusan Agama Kecamatan, Desa dan Kelurahan sesuai wilayah kerja Camat.

- Koordinasi dan fasilitasi peningkatan peran masyarakat dalam penataan dan pendayagunaan ruang kawasan perdesaan skala kecamatan.

- Koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan gerakan PKK skala kecamatan.

- Koordinasi dan pembinaan perlindungan masyarakat (Linmas) di wilayah kerjanya. - Koordinasi dan fasilitasi proses/kegiatan

pengisian perangkat desa dan pemilihan kepala desa.

- Koordinasi dan fasilitasi penyelesaian masalah dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

3 Aspek Pembinaan

- Pembinaan dan sosialisasi penyelenggaraan administrasi kependudukan.

- Pembinaan, pengawasan, fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa skala Kecamatan. - Pembinaan, koordinasi, pengawasan dan

fasilitasi pengelolaan keuangan dan aset desa skala kecamatan.

- Pembinaan terhadap kinerja aparat pemerintahan desa baik kepala desa maupun perangkat desa termasuk staf perangkat desa. 4 Aspek

Penyelenggaraan

- Melantik keanggotaan Badan

Permusyawaratan Desa di wilayah kerja Kecamatan.

- Legalisasi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

- Meresmikan keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa di wilayah kerja Kecamatan.

(18)

II.6

No Aspek Kewenangan yang Dilimpahkan

Permusyawaratan Desa di wilayah kerja Kecamatan.

- Mengambil sumpah/janji anggota Badan Permusyawaratan Desa di wilayah kerja Kecamatan.

- Menerbitkan Keputusan mengenai

pengangkatan anggota Badan

Permusyawaratan Desa di wilayah kerja Kecamatan.

- Menerbitkan Keputusan mengenai

pemberhentian anggota Badan

Permusyawaratan Desa dan pengesahan anggota Badan Permusyawaratan Desa antar waktu desa di wilayah kerjanya.

- Evaluasi Peraturan Desa tentang APBDes. - Pembentukan satuan relawan kebakaran

(Satlakar) di tiap Kecamatan.

- Pelaksanaan pencegahan atas pengambilan sumber daya alam tanpa ijin yang dapat mengganggu serta membahayakan lingkungan hidup.

- Pelaksanaan monitoring dan inventarisasi terhadap kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan tanah terlantar, tanah Negara, bebas dan tanah timbul di wilayah kerjanya. - Pendataan ketenagakerjaan di wilayah

kerjanya.

- Pengusulan penetapan nama-nama geografi. - Pengusulan penetapan batas wilayah

Kecamatan dan batas wilayah antar kelurahan.

- Pelaksanaan lomba desa/kelurahan tingkat kecamatan.

- Koordinator pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pembinaan administrasi

(19)

II.7

No Aspek Kewenangan yang Dilimpahkan

pungutan PBB pedesaan dan perkotaan. - Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan.

- Pemungutan Pajak Daerah di luar surat ketetapan Pajak daerah (SKPD).

Sumber: Peraturan Bupati nomor 4 tahun 2013 Tabel II.2.

Kewenangan Program dan Kegiatan PD yang Dilimpahkan Kepada Kecamatan

No Urusan dan PD yang melimpahkan Program dan Kegiatan yang dilimpahkan 1 Dinas Koperasi dan

UMKM

Pelaksanaan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK)

2 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Perizinan IMB, SIUP bagi usaha mikro, TDP bagi usaha mikro, Pengumpulan Dana dan penutupan jalan.

3 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Pembuatan KTP, KK, Surat Pindah, Surat Keterangan pengganti KTP.

Sumber: Sekretariat Kecamatan Gembong, 2020

2.2 Sumber Daya Kecamatan 2.2.1. Sumber Daya Manusia

Pegawai Kecamatan Gembong berjumlah 17 orang, terdiri dari 13 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 4 orang Pegawai Non PNS (THL). Sedangkan jumlah pegawai berdasarkan pangkat dan golongan dapat digambarkan sebagaimana tabel di bawah ini:

Tabel II.3

Kondisi Kepegawaian Berdasarkan Eselon Jabatan

No Uraian Eselon III Eselon IV L P L P L Staf P Jml % Jumlah

1 Kecamatan Gembong 2 5 2 6 2 17

- Camat 1 - - - 1

- Sekcam 1 - - - 1

- Kasubag Program & Keu

- - 1 - - - 1

(20)

II.8 No Uraian Eselon III Eselon IV L P L P L Staf P Jml % Jumlah

Kepeg - Kasi PMD - - 1 - - - 1 - Kasi Trantib - - 1 - - - 1 - Kasi Kesos - - 1 - - - 1 - Kasi Pelayanan - - - 1 - 1 2 - Kasi Pemerintahan - - 1 - - - 1 - Staf PMD - - - -

- Staf Subbag Umum & Kep

Staf Subbag Program & Keuangan - - - - - - - - - 2 - 1 - 3 - Pegawai Non PNS - - - - 4 - 4

Sumber: Sekretariat Kecamatan Gembong, 2020.

Tabel II.4

Kondisi Kepegawaian Berdasarkan Pendidikan yang Ditamatkan

No Uraian <SLTP SLTA Diploma S1 S2< Jumlah (%) L P L P L P L P L P L P 1 Kecamatan Gembong - - 4 0 1 1 4 3 4 - 13 4 - Camat - - - 1 - 1 - - Sekcam - - - 1 - 1 - -Kasubag Program & Keu - - - 1 - - - 1 - -Kasubag Umum & Kepeg - - - 1 - - 1 - - Kasi PMD - - - 1 - 1 - - Kasi Trantib - - - 1 - - - 1 - - Kasi Kesos - - - 1 - 1 - -Kasi Pelayanan - - - 1 - - - 1 -Kasi Pemerintahan - - - 1 - - 1 - -Staf Pelayanan - - - 1 - - - - -Staf Subbag

Umum & Kep

(21)

II.9 No Uraian <SLTP SLTA Diploma S1 S2< Jumlah (%)

L P L P L P L P L P L P -Staf Subbag

Program & Keu

2 - 1 - - - - 2 1

- Pegawai Non PNS - - 2 - 1 - 1 - - - 4 -

Sumber: Sekretariat Kecamatan Gembong, 2020 Tabel II.5 Kondisi Kepegawaian Berdasarkan Golongan No Uraian Gol.IV Gol. III Gol. II Non PNS Jumlah L P L P L P L P L P 1 Kecamatan Gembong 4 - 5 4 - - 4 0 13 4 - Camat 1 - - - 1 - - Sekcam 1 - - - 1 - - Kasubag Program & Keu - - 1 - - - 1 -

- Kasubag Umum & Kepeg - - - 1 - - - 1 - Kasi PMD 1 - - - 1 - - Kasi Trantib - - 1 - - - 1 - - Kasi Kesos 1 - - - 1 - - Kasi Pelayanan - - - 1 - - - 1 - Kasi Pemerintahan - - 1 - - - 1 - - Staf Pelayanan - - - 1 - - - 1 - Staf Subbag Umum

& Kep

Staf Subbag Program & Keu - - - - - 2 - 1 - - - - - - - - - 2 - 1 - Pegawai Non PNS - - - 4 0 4 0 Sumber: Sekretariat Kecamatan Gembong, 2020

2.2.2. Sarana dan Prasarana Kerja

Perlengkapan kantor merupakan sarana penunjang kinerja pegawai yang cukup penting untuk dipenuhi karena terkait dengan aktivitas dan mobilitas kerja Kecamatan.

(22)

II.10

Tabel II.6

Sarana Prasarana Kecamatan

No Uraian Jumlah Satuan Kondisi Saat

ini Keterangan

1 Gedung 4 unit Baik

2 Ruangan 8 Ruangan Baik

3 Kendaraan roda 4 1 unit Baik 2012

4 Kendaraan roda 2 12 unit 9 baik, 2

kurang baik

peralatan kerja : unit

5 - Komputer 6 unit 6 baik

6 - Laptop 8 unit 7 baik, 1

kurang baik

7 - Printer 7 unit 7 baik,

8 - Meja 20 unit 20 baik

9 - Kursi 25 unit 25 baik

10 - AC 6 unit 5 baik,

kurang baik 1 11 - Almari dan filling

cabinet

8 unit 8 baik

12 - Kipas angin 10 Unit 9 baik, 1

kurang baik Sumber: Sekretariat Kecamatan Gembong, 2020

Mengingat jumlah aparatur kecamatan yang menduduki jabatan struktural sebanyak 9 orang dan petugas PBB 1 orang sementara kendaraan operasional yang tersedia sebanyak 13 unit termasuk mobil maka kedepan pemerintah kecamatan masih membutuhkan penambahan kendaraan operasional sebanyak 2 unit dikarenakan 2 unit motor untuk penggantian motor yang sudah kurang baik.

Kondisi jumlah komputer di Kecamatan Gembong saat ini sebanyak 6 unit dengan 6 dalam kondisi baik, maka ke depan tidak membutuhkan penambahan komputer lagi untuk pelayanan.

Kondisi jumlah Laptop di Kecamatan Gembong saat ini sebanyak 8 unit dengan kondisi 7 baik 1 kurang baik, mengingat pejabat struktural sebanyak 9 orang dan 2 untuk simda keuangan dan simda BMD (aset) maka ke depan tidak membutuhkan penambahan laptop lagi.

(23)

II.11 Kondisi jumlah printer di Kecamatan Gembong saat ini sebanyak 7 unit dengan 7 dalam kondisi baik, maka ke depan tidak membutuhkan penambahan printer lagi untuk pelayanan.

Kondisi jumlah meja di Kecamatan Gembong saat ini sebanyak 20 unit dengan 20 dalam kondisi baik, maka ke depan tidak membutuhkan penambahan meja lagi untuk pelayanan.

Kondisi jumlah kursi di Kecamatan Gembong saat ini sebanyak 25 unit dengan 25 dalam kondisi baik, maka ke depan tidak membutuhkan penambahan kursi lagi untuk pelayanan.

Kondisi jumlah AC di Kecamatan Gembong saat ini sebanyak 6 unit dengan kondisi 5 baik 1 kurang baik, maka ke depan sudah masih membutuhkan penambahan 1 unit AC baru lagi.

Kondisi jumlah almari dan filling cabinet di Kecamatan Gembong saat ini sebanyak 8 unit dengan 8 dalam kondisi baik, maka ke depan tidak membutuhkan penambahan almari lagi untuk tempat arsip.

Kondisi jumlah kipas angin di Kecamatan Gembong saat ini sebanyak 10 unit dengan 9 dalam kondisi baik dan 1 kondisi rusak, maka ke depan tidak membutuhkan penambahan kipas angin lagi.

2.2.3. Kondisi umum Kecamatan Gembong 2.2.3.1. Kondisi Kewilayahan

Kecamatan Gembong merupakan salah satu bagian wilayah Kabupaten Pati dengan memiliki luas lahan sebesar 6.730 Ha. Secara administratif Kecamatan Gembong dibatasi oleh :

 Bagian Selatan : Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati  Bagian Utara : Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati  Bagian Timur : Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati  Bagian Barat : Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus

(24)

II.12 Gambar 2.2 Peta Kecamatan Gembong

Kawasan perencanaan yang menjadi lingkup kerja Kecamatan Gembong dapat dilihat dalam tabel II.7 berikut ini :

Tabel II.7

Kawasan Perencanaan di Lingkup Kecamatan Gembong

No Desa Wilayah Luas (ha)

Jml

RT Jml RW

Peruntukan Kawasan Pengembangan Khusus menurut RTRW Kab. Pati

1 Bermi 768 36 12

(25)

II.13 No Desa Wilayah Luas

(ha)

Jml

RT Jml RW

Peruntukan Kawasan Pengembangan Khusus menurut RTRW Kab. Pati

3 Semirejo 561 27 8 4 Wonosekar 326 10 3 5 Gembong 829 60 15 6 Plukaran 573 24 9 7 Bageng 655 26 11 8 Pohgading 399 15 7 9 Klakahkasihan 664 39 8 10 Ketanggan 265 10 1 11 Sitiluhur 1.165 20 7

Sumber: Kecamatan Gembong dalam angka 2020 2.2.3.2. Keadaan penduduk

Kecamatan Gembong memiliki jumlah penduduk sebanyak 47.079 jiwa, yang terdiri dari 23.781 jiwa laki-laki dan 23.298 jiwa perempuan. Jumlah kepala keluarga (KK) di Kecamatan Gembong tahun 2016 berjumlah 16.257 KK. Berdasarkan data kependudukan dari kecamatan pada tahun 2016 yang dilihat kepadatan penduduk sebesar 6,25 jiwa per hektar. Profil kependudukan Kecamatan Gembong digambarkan melalui tabel berikut:

Tabel II.8

Jumlah Penduduk menurut Struktur Umur di Kecamatan Gembong

No Kelompok Umur L % P % jumlah %

1 0-4 1 627 53.5 1 411 46.5 3 038 100 2 5-9 1 619 50.5 1 585 49.5 3 204 100 3 10-14 1 808 52.4 1 643 47.6 3 451 100 4 15-19 2 031 53.2 1 789 46.8 3 820 100 5 20-24 1 611 53.5 1 402 46.5 3 013 100 6 25-29 1 433 49.2 1 476 50.8 2 909 100 7. 30-34 1 493 50.2 1 481 49.8 2 974 100 8 35-39 1 512 47.7 1 655 52.3 3 167 100 9 40-44 1 690 49.9 1 698 50.1 3 388 100

(26)

II.14

No Kelompok Umur L % P % jumlah %

10 45-49 1 724 47.7 1 889 52.3 3 613 100 11 50-54 1 711 49.9 1 718 50.1 3 429 100 12 55-59 1 357 49.8 1 365 50.2 2 722 100 13 60-64 967 48.2 1 039 51.8 2 006 100 14 65-69 742 46.0 869 54.0 1 611 100 15 70-74 535 43.8 684 56.2 1 219 100 16 75+ 609 41.3 865 58.7 1 474 100

Sumber: Kecamatan Gembong dalam angka 2019

Sumber daya manusia berdasarkan tingkat pendidikan di Kecamatan Gembong sebagai berikut:

Tabel II.9

Jumlah Penduduk menurut Pendidikan di Kecamatan Gembong

No Pendidikan L P jumlah %

1 Belum sekolah 4.743 4.924 9.667 20,78%

2 Belum tamat SD/MI 2.492 2.303 4.795 10,31%

3 SD/MI 7.687 8.103 15.790 33,94% 4 SMP/MTs 4.792 4.939 9.731 20,91% 5 SMA/SMK/MA 2.886 2.465 5.351 11,50% 6 DI/DII 92 119 211 0,45% 7 DIII 149 172 321 0,69% 8 S1 336 306 642 1,38% 9 S2 14 4 18 0,04% 10 S3 0 3 3 0,01%

Sumber: Data Dispendukcapil Kabupaten Pati, 2019

Profil penduduk menurut jenis pekerjaan di Kecamatan Gembong sebagai berikut:

Tabel II.10

Profil Penduduk menurut Jenis Pekerjaan di Kecamatan Gembong

No Jenis Pekerjaan L P jumlah %

(27)

II.15

No Jenis Pekerjaan L P jumlah %

2 Mengurus rumah tangga 2 7.355 7.357 16,49% 3 Pelajar/mahasiswa 2.743 1.980 4.723 10,59% 4 Pensiunan 127 53 180 0,40% 5 PNS 204 113 317 0,71% 6 TNI 23 0 23 0,05% 7 Polri 34 0 34 0,07% 8 Pedagang 68 81 149 0,33% 9 Petani/pekebun 3.935 2.183 6.118 13,72% 10 Peternak 25 1 26 0,05% 11 Nelayan 21 1 22 0,05% 12 Industri 0 2 2 0,004% 13 Konstruksi 3 0 3 0,006% 14 Transportasi 21 1 22 0,05% 15 Karyawan swasta 865 728 1.593 3,57% 16 Karyawan BUMN 146 55 201 0,45% 17 Karyawan BUMD 5 3 8 0,017% 18 Karyawan Honorer 21 19 40 0,089%

19 Buruh harian lepas 393 139 532 1,19%

20 Buruh tani 1.999 1.088 3.087 6,92%

21 Wiraswasta 5.262 2.959 8.221 18,43% Sumber: Data Dispendukcapil Kabupaten Pati, 2019

Profil penduduk menurut agama di Kecamatan Gembong sebagai berikut:

Tabel II.11

Profil Penduduk menurut Jenis Agama di Kecamatan Gembong

No Agama L P jumlah % 1 ISLAM 23.446 22.932 46.378 98,51% 2 KRISTEN 332 363 695 1,47% 3 KATHOLIK 2 2 4 0,008% 4 HINDU 0 0 0 0,00% 5 BUDDHA 1 1 2 0,00004% 6 KHONGHUCU 0 0 0 0,00% 7 KEPERCAYAAN 0 0 0 0,00%

(28)

II.16

2.3 Kinerja Pelayanan Kecamatan 2.3.1. Kinerja Pelayanan

Terkait dengan kinerja Kecamatan Gembong selama dua tahun sebelumnya, menunjukkan pencapaian kinerja pelayanan pada Kecamatan Gembong dalam kurun periode 2018-2019 sebagai berikut:

(29)

II.17

Tabel II.12

PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN PERANGKAT DAERAH KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI

No. Indikator Kinerja sesuai Tugas Target Target Renstra Realisasi Capaian Rasio Capaian dan Fungsi Perangkat Daerah Indikator OPD Tahun ke- Tahun ke- pada Tahun ke-

Kinerja 2018 2019 2018 2019 2018 2019

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1 Persentase penanganan pelanggaran K3 di kecamatan 100% 100% 100% 100% 100 100

2 Persentase pos kampling aktif 59% 61% 55% 55% 93 90

3 Persentase anggota Linmas aktif 70% 72% 65% 60% 93 83

4 Rasio Poskamling 3.9 4.2 5.4 5.8 138 138

5 Rasio Anggota Linmas 0.031 0.032 0.080 0.095 258 296

6 Indeks Desa Membangun (IDM) di kecamatan 0.6500 0.6550 0.6440 0.668 99 101

7 Persentase bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat 100% 100% 100% 100% 100 100

8 Indeks Ketahanan Sosial (IKS) 0.7500 0.7550 0.7351 0.7420 98 98

9 Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) 0.6000 0.6050 0.6152 0.6580 102 108

(30)

II.18

No. Indikator Kinerja sesuai Tugas Target Target Renstra Realisasi Capaian Rasio Capaian dan Fungsi Perangkat Daerah Indikator OPD Tahun ke- Tahun ke- pada Tahun ke-

Kinerja 2018 2019 2018 2019 2018 2019

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

11

Persentase total ketercapaian penyaluran bantuan kepada masyarakat (rastra, PKH dan bantuan keagamaan) dalam upaya mendukung penanggulangan kemiskinan.

100% 100% 100% 94% 100 94

12 Persentase LPMD aktif 100% 100% 100% 100% 100 100

13 Persentase PKK desa aktif 82% 85% 100% 100% 121 117

14 Persentase Karang Taruna aktif 44% 48% 80% 90% 181 187

15 Persentase RT/RW aktif 78% 76% 100% 100% 128 131

16 Persentase Posyandu aktif 78% 80% 100% 100% 128 125

17 Persentase penyaluran rastra 100% 100% 100% 94% 100 94

18 Persentase penyaluran PKH 100% 100% 100% 94% 100 94

19 Persentase penyaluran bantuan keagamaan (rumah ibadah, takmir dll) 100% 100% 100% 94% 100 94

20 Indek Kepuasan Masyarakat kecamatan terhadap pelayanan kependudukan 66% 68% 65% 68% 98 100

21 Persentase Realisasi Capaian RKPDes 65% 70% 63% 61% 97 87

(31)

II.19

No. Indikator Kinerja sesuai Tugas Target Target Renstra Realisasi Capaian Rasio Capaian dan Fungsi Perangkat Daerah Indikator OPD Tahun ke- Tahun ke- pada Tahun ke-

Kinerja 2018 2019 2018 2019 2018 2019

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

23 Persentase keterisian data monografi dan profil kecamatan 70% 75% 60% 54% 85 72

24 Persentase usulan kecamatan yang masuk dalam

RKPD kabupaten 5% 6% 12% 60% 240 1000

25 Persentase desa yang administrasi pengelolaan keuangan yang tertib 72% 74% 72% 100% 100 135

26 Persentase pelayanan administrasi kependudukan yang terlayani 100% 100% 100% 100% 100 100

27 Persentase keterisian data monografi kecamatan 70% 75% 60% 54% 85 72

28 Persentase keterisian data profil kecamatan 55% 60% 60% 54% 109 90

29 Persentase kehadiran masyarakat di Musrenbang Desa 65% 70% 70% 71% 107 101

30 Persentase kehadiran masyarakat di Musrenbang Kecamatan 82% 85% 80% 87% 97 102

(32)

II.20

No. Indikator Kinerja sesuai Tugas Target Target Renstra Realisasi Capaian Rasio Capaian dan Fungsi Perangkat Daerah Indikator OPD Tahun ke- Tahun ke- pada Tahun ke-

Kinerja 2018 2019 2018 2019 2018 2019

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

32 Persentase laporan keuangan desa sesuai standar pelaporan 77% 79% 100% 100% 129 126

33 Pertumbuhan pemohon Paten 40 45 58 53 145 117

34 Persentase pelayanan perijinan tepat waktu 100% 100% 100% 100% 100 100

(33)

II.21 Dari tabel II.12 Rasio antara realisasi dengan target dengan capain yang kurang baik ((100% ( x < 100%)) terjadi pada tahun 2018 dengan indikator Indek Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan kependudukan, akan tetapi sudah ada peningkatan rasio pada tahun 2019. Rasio Kinerja Pelayanan Kecamatan Gembong Kabupaten Pati dengan hasil baik ((100% ( x ˃ 100%)) disebabkan oleh faktor keberhasilan antara lain :

 Indikator Persentase penanganan pelanggaran K3 di kecamatan mengalami keberhasilan karena koordinasi yang baik antara semua stakeholder yang ada di kecamatan sehingga pelanggaran K3 bisa tertangani.

 Indikator Indeks Desa Membangun (IDM) di kecamatan mengalami keberhasilan karena kekompakan semua lembaga desa di dalam bekerja membangun desanya masing-masing.

 Indikator Persentase bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat mengalami keberhasilan karena kerjasama yang baik antara semua lembaga yang terlibat dalam penyaluran bantuan sosial.

 Indikator Persentase pelayanan administrasi kependudukan yang terlayani mengalami keberhasilan karena kerjasama yang baik antara pemerintah desa, kecamatan dan Dispendukcapil sehingga pelayanan bisa maksimal.

 Indikator Persentase usulan kecamatan yang masuk dalam RKPD kabupaten mengalami keberhasilan karena adanya penerapan sistem Pagu Indikator Kecamatan (PIK) yang merupakan pembatasan usulan ke tingkat Kabupaten untuk penjaringan skala prioritas.

2.3.2. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan

Kinerja pelayanan kecamatan Gembong diimplementasikan dengan program/kegiatan dimana salah satu inputnya adalah anggaran yang telah diproyeksikan sesuai kapasitas riil kemampuan keuangan daerah, anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan perangkat daerah dijelaskan dalam tabel dibawah ini :

(34)

II.22

Tabel II.13

ANGGARAN DAN REALISASI PENDANAAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI

Anggaran pada Tahun ke-

Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

Rasio antara Realisasi dan Anggaran Rata-rata Uraian 2018 2019 2018 2019 2018 2019 Pertumbuhan 4 5 4 5 4 5 Anggaran Realisasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 211.808 295.823 211.808 225.822 100 76 39.66 6.6 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

Aparatur 30.509 45.000 30.509 95.730 100 212 47.49 213.77

Program Peningkatan Disiplin Aparatur 10.000 12.000 10.000 10.000 100 83 20 100 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

Aparatur - 17.600 - 17.600 100 - -

Program Peningkatan Pengembangan Sistem

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 2.995 14.000 2.995 4.667 100 33 367.44 55.82

Program Penataan Administrasi Kependudukan 23.937 36.500 23.937 33.768 100 92 52.48 41.07

Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat

(35)

II.23 Anggaran pada Tahun

ke-

Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

Rasio antara Realisasi dan Anggaran Rata-rata Uraian 2018 2019 2018 2019 2018 2019 Pertumbuhan 4 5 4 5 4 5 Anggaran Realisasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan

Pencegahan Tindak Kriminal 51.711 76.012 51.711 50.280 100 66 46.99 (2.76)

Program Pengembangan Data/ Informasi 5.373 10.441 5.373 7.976 100 76 94.32 0.01

Program Koordinasi Penaggulangan Kemiskinan - 20.000 - 5.769 - 28 - -

Program Perencanaan Pembangunan Daerah 15.965 29.000 15.965 16.777 100 57 81.64 5.08 Program Peningkatan Investasi dan Realisasi

Investasi 11.668 19.000 11.668 32.977 100 173 62.83 182.62

Program Pembinaan dan Fasilitasi pengelolaan

(36)

II.24 Dari tabel II.13 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, dapat dilihat hasil rasio realisasi anggaran dengan penganggaran. Dilihat dari sisi efisiensi dan kewajaran dengan asumsi kinerja outcame tercapai terdapat hasil baik, seimbang dan kurang baik. Dalam penentuan proyeksi anggaran di RENSTRA jumlah anggaran tiap – tiap perangkat daerah mengacu pada kapasitas riil anggran di RPJMD yang mana struktur anggarannya sudah dibagi dalam (P1) untuk progra wajib mengikat, (P2) untuk program prioritas dan (P3) program pendukung visi dan misi kepala daerah (P3). Program yang ada di Kecamatan Gembong hampir semuanya bersifat non fisik dan administratif. Hasil analisa dari rasio yang ada dapat disimpulkan pada tahun 2018 penganggaran program ada yang seimbang dan kurang baik. Program pada tahun tersebut hampir 75% memiliki rasio yang seimbang ((100% ( x = 100%)), dimana hal tersebut menunjukkan perencanaan dengan pelaksanaannya sesuai. Program yang 25% masuk kategori kurang baik ((100% ( x ˃ 100%)) terjadi pembengkakan anggaran, hal itu terjadi karena faktor perencanaan yang kurang tepat dengan penganggaran tahunan program yang mungkin disebabkan karena kurangnya data dan informasi yang ada.

Analisa rasio realisasi anggaran dengan penganggaran pada tahun 2019 ditemukan bahwa program di Kecamatan Gembong ada yang baik ((100% ( x ˃ 100%)) dan kurang baik ((100% ( x ˃ 100%)). Efisiensi dan kewajaran dijadikan dasar dalam menganalisa raiso realisasi anggaran dengan penganggaran, dari sekian program hampir 75% yang rasio anggarannya bisa dianggap baik. Ketercapaian itu tak lepas dari faktor kemauan dan kemampuan sumber daya pegawai kecamatan dalam menyusun perencanaan dan mengolah anggaran dalam pelaksanaannya sehingga outcame tercapai sesuai dengan target. Rasio realisasi anggaran dengan penganggaran yang hasilnya kurang baik pada tahun 2019 dipengarui antara lain, pada perencanaan lima tahunan program pelayanan kepada masyarakat diperkirakan pengajuan masyarakat terhadap pelayanan (kependdudukan/perijinan) tidak terlalu banyak. Kenyataannya pada saat pengajuan RENJA sesuai kondisi lapangan pengajuan masyarakat melebihi target rencana.

(37)

II.25

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kecamatan Gembong

2.4.1 Analisis RENSTRA Perangkat Daerah terhadap tugas dan fungsi Pelayanan Kecamatan Gembong

Kecamatan Gembong merupakan Perangat Daerah yang termasuk dalam urusan penunjang kewilayahan, dimana urusan tersebut berfungsi menunjang pelayanan masyarakat yang mendukung keberhasilan visi dan misi kepala daerah untuk 5 (lima) tahun mendatang. Kecamatan Gembong memberikan dukungan terhadap Misi I untuk urusan ketenteraman, ketertiban umum, Misi III untuk pemberdayaan masyarakat dan Desa, Misi IV untuk perencanaan, dan Misi VI untuk Penanaman modal. Dari analisa RENSTRA Perangkat Daerah dengan urusan diatas mempunyai kesamaan sasaran dalam mendukung tujuan perencanaan pembangunan 5 (lima) tahun, capaian sasaran yang hampir sama secara tidak langsung juga merupakan tanggungjawab Kecamatan Gembong dalam memberikan kontribusi capaian kinerja terhadap perangkat daerah tersebut, kinerja sasaran meliputi :

1) Cakupan petugas perlindungan masyarakat (LINMAS) di Kabupaten dengan target capaian akhir 78

2) Prosentase lembaga kemasyarakatan desa yang aktif dengan target capaian akhir 75%

3) Prosentase hasil musrenbang yang dapat ditampung dalam RKPD dengan target capaian akhir 100%

4) Lama Proses Perizinan dengan target capaian akhir 3 hari

5) Persentese Surat Keterangan Pindah Datang dengan target capaian akhir 100%

6) Persentase Kepemilikan KK dengan target capaian akhir 100% 7) Persentase Kepemilikan KTP dengan target capaian akhir 95%

Sasaran kecamatan merupakan turunan dari tujuan RPJMD dan selaras dengan sasaran perangkat daerah serta adanya kesamaan program. dari hal tersebut dapat analisa permasalahan di kecamatan terhadap sasaran OPD sehingga diketahui tantangan dan peluang yang ada sebagamana Tabel II.14 berikut :

(38)

II.26

Tabel II.14

Analisa Untuk Tantangan dan Peluang

NO ANALISA RENSTRA PD TANTANGAN PELUANG KINERJA SASARAN PD MASALAH KECAMATAN 1 Cakupan petugas perlindungan masyarakat (LINMAS) di Kabupaten Masih kurangnya bentuk pelayanan petugas LINMAS terhadap jumlah masyarakat yang harus dilayani Potensi pengaruh pelanggaran kamtibmas yang

cukup tinggi dari

luar Kecamatan Gembong yang mampu mempengruhi masyarakat Adanya Sinergitas dengan SATPOL

yang lebih baik dan berkesinambungan dalam hal pembinaan LINMAS 2 Prosentase lembaga kemasyarakat an desa 1. LPMD di Desa masih banyak yang tidak diberdayakan dalam perencanaan, pelaksanakan dan pengendalian pembangunan desa , sehingga mempengarui pembangunan yang ada dan berdampak pada lingkungan serta mempengaruhi Peningkatan produktivitas ekonomi desa, karena pemberdayaan 1. Peningkatan kapasitas LPMD serta adanya ketentuan yang mengharuskan desa memanfaatkan fungsi LPMD 2. Kondisi perekonomian yang belum stabil secara umum di lingkup wilayah Kabupaten Pati 1. Adanya Regulasi yang mengatur Desa harus mampu memberdayakan lembaga kemasyarakatan desa 2. DISPERMADES mempunya target kinerja Peningkatan swadaya masyarakat dalam membangun desa 1. Adanya Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Masyarakat dari DISPERMADES 2. Peningkatan

(39)

II.27 NO ANALISA RENSTRA PD TANTANGAN PELUANG KINERJA SASARAN PD MASALAH KECAMATAN 2. Kurang berfungsinya koordinasi yang diaksanakan oleh RT/RW terhadap permasalahan lingkungan di masyarakat 1. Status penduduk sebagai pendatang dan tidak menetap menghambat terjalinnya

koordinasi warga 2. Kesejahteraan

yang sesuai bagi koordinator ditingkat terendah (RT/RW) belum ada perhatian/kebijak an dari pemerintah BUMDES merupakan target program dari DISPERMADES merupakan peluang bagi ekonomi desa dalam peningkatan omzet Adanya regulasi yang mengatur tentang kependudukan 1. Masih banyak PKK dan Karang Taruna desa yang tidak berjalan/bergerak secara rutin 2.Belum maksimalnya penyelenggaraan

1. Manfaat dan peran penyamaan gender belum merata Peningkatan kapasitas dan pemahaman Kader 1. Peningkatan Peran Perempuan di Perdesaan menjadi salah satu program dari DISPERMADES 1. Adanya regulasi yang mengatur penyelenggaraan

(40)

II.28 NO ANALISA RENSTRA PD TANTANGAN PELUANG KINERJA SASARAN PD MASALAH KECAMATAN

Posyandu di desa posyandu di desa terkait Tugas pokok dan fungsi posyandu

posyandu dengan cara pengintegrasian berbagai kegiatan yang ada di masyarakat 3 Prosentase hasil musrenbang yang dapat ditampung dalam RKPD 1. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti Musrenbang Desa 2. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti Musrenbang Kecamatan 1. Definisi operasioal tentang program/kegiatan di perangkat daerah dirumuskan lebih jelas 1. Ketatnya proses verifikasi usulan kecamatan oleh OPD pengampu kegiatan 1. Adanya pembekalan pembelajaran bagi vasilitator penjaringan usulan kegiatan 1. Adanya program Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) dalam RKPD 4 Prosentase realisasi capaian kinerja RKPD Keterisian Data monografi kecamatan belum maksimal terpenuhi dan validisi data

belum semuanya dapat pertanggungjawab kan Banyaknya penambahan/penye mpurnaan data yang sering terjadi sebagai suatu kebijakan 1. Tersedianya base data dari BAPPEDA dan DISKOMINFO yang dapat dijadikan acuan data 2. Terbitnya regulasi Permendagri tentang satu data indonesia 5 Lama Proses Perizinan Belum optimalnya pelayanan permohonan perijinan Proses perizinan yang menerapkan sistem aplikasi Adanya pelimpahan kewenangan pelayanan perijinan dari pemerintah daerah

(41)

II.29 NO ANALISA RENSTRA PD TANTANGAN PELUANG KINERJA SASARAN PD MASALAH KECAMATAN 6 Persentese Surat Keterangan Pindah Datang, KK dan KTP Belum optimalnya pelayanan administrasi kependudukan Ketersediaan bahan cetak (KTP, KK) yang terbatas dan lamanya pengadaan bahan

Hak cetak saat ini ada di Disdukcapil,

Adanya pelimpahan

kewenangan dari

dari PEMDA Pati terkait Pembuatan

KTP, KK, Surat

Pindah, Surat

Keterangan pengganti KTP

Dari analisis diatas dapat dilihat tantangan dan peluang yang timbul dari permasalahan yang ada sebagai faktor dari luar sesuai dengan kondisi saat ini.

2.4.2 Analisis KLHS Terhadap Tugas dan Fungsi Pelayanan Kecamatan

Analisa Kecamatan Gembong terhadap KLHS dilihat dari aspek sosial yaitu kemiskinan akibat distribusi pendapatan kurang merata dapat dirumuskan tantangan dan peluang yang ada seperti pada tabel berikut :

Tabel II.15

Analisis KLHS Terhadap Tugas dan Fungsi Pelayanan Kecamatan

No. ISU KLHS Program

Kecamatan Tantangan Peluang

Adanya kemiskinan akibat distribusi pendapatan kurang merata Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Desa 1. Ketentuan yang mengharuskan desa memanfaatkan fungsi LPMD 1. Pemerataan pembangunan penunjang perekonomian 1. Adanya Regulasi yang mengatur

Desa harus mampu memberdayakan lembaga kemasyarakatan desa 2. DISPERMADES mempunya target kinerja Peningkatan swadaya masyarakat dalam membangun desa

(42)

II.30

No. ISU KLHS Program

Kecamatan Tantangan Peluang

Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Adanya Pengawasan dan evaluasi terhadap masa berlaku perizinan dari OPD terkait

Pelimpahan

kewenangan terkait pelayanan perijinan di kecamatan

Tantangan tersebut diatas akan menjadi masukan dalam penentuan isu strategis dan peluang yang ada akan menjadi usulan dalam perumusan strategi pembangunan.

(43)

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati 2017-2022 III.1 Berdasarkan kondisi yang telah dicapai dan faktor-faktor ekternal hasil dari analisis yang berpengaruh dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan, serta diidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan terkait dokumen perencanaan pembangunan untuk mendapatkan permasalahan dari faktor – faktor internal untuk mempertajam perumusan isu – isu strategis adalah sebagaimana berikut :

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kecamatan Gembong

Kecamatan Gembong sesuai tugas dan fungsinya mengampu 4 (empat) misi sebagai bentuk dukungan kepada kepala daerah dalam menyelesaikan visi dan misi-nya. Misi yang terjemahkan dalam tujuan sudah menjadi ketetapan dalam RPJMD Kabupaten Pati, dari tujuan tersebut secara alur perencanaan diturunkan kedalam sasaran, strategi dan arah kebijakan menggunakan kerangka logis (cascading). Hasil dari alur perencanaan tersebut akan dilihat permasalahan yang ada sebagai berikut :

Tabel III.1

PEMETAAN PERMASALAHAN UNTUK PENENTUAN PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

No. Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

(1) (2) (3) (4)

1 Rendahnya Poskamling yang aktif dan masih kurangnya pelayanan anggota LINMAS kepada masyarakat Rasio Poskamling dalam satu desa masih kurang dan rasio anggota LINMAS terhadap masyarakat masih belum memenuhi Belum optimalnya koordinasi serta pembinaan ketentraman dan ketertiban umum kepada masyarakat 2 Masih rendahnya Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), Belum aktifnya LPMD, PKK, Karang Taruna, RT/RW, Posyandu di desa Belum optimalnya koordinasi dan

pembinaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Pedesaan

(44)

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati 2017-2022 III.2 dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), 3 Belum optimalnya bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat 1. Penyaluran rastra, PKH kepada masyarakat desa yang membutuhkan masih kurang tepat, cepat dan efektif 2. Pemerataan penyaluran bantuan keagamaan belum maksimal 1. Rendahnya koordinasi, pembinaan, dan pengawasan dalam penanggulangan kemiskinan diwilayah kecamatan 1. Kurangnya koordinasi dalam penanganan masalah keagamaan diwilayah kecamatan 4 Belum optimalnya pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu Pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat belum sepenuhnya memuaskan Lebih rendah/sedikit dokumen kependudukan yang dikeluarkan dibandingkan

permintaan yang masuk

5 Belum optimalnya tingkat keterisian data monografi dan profil kecamatan Masih rendahnya keterisian data dan validasi data

monografi kecamatan serta profil kecamatan

Belum maksimalnya koordinasi pemetaan, pengumpulan dan verifikasi data yang dibutuhkan kecamatan dalam penyusunan monografi dan profil 6 Sedikitnya usulan masyarakat yang masuk dalam APBD dan tertampung dalam Musrenbang Kabupaten Masih sedikitnya usulan kecamatan yang Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti dan menghadiri Musrenbang tingkat Desa serta Musrenbang tingkat Kecamatan Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menghadiri, Belum pahamnya masyarakat akan

kebutuhan yang prioritas dan batasan – batasan kewenangan untuk menjadi usulan dalam musrenbang

Belum pahamnya masyarakat akan

(45)

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati 2017-2022 III.3 masuk dalam RKPD kabupaten mengikuti dan mengusulkan kebutuhan sesuai skala prioritas pada Musrenbang tingkat Desa dan Musrenbang tingkat Kecamatan prioritas wilayahnya Belum pahamnya

masyarakat terkait OPD yang menangani usulan mereka dan batasan – batasan kewenangan yang bisa diusulkan 7 Belum semua desa mempunyai administrasi pengelolaan keuangan sesuai ketentuan yang diberlakukan Laporan keuangan desa masih banyak yang tidak tepat waktu dan belum semua desa menyusun laporan keuangan sesuai standar pelaporan Belum maksimalnya pembinaan dan pendampingan pengelolaan administrasi keuangan desa yang diberikan 8 Belum optimalnya pelayanan perijinan tepat waktu Masih rendahnya sistem/bentuk pelayanan perizinan kepada masyarakat Masih rendah/lebih sedikit dokumen izin yang dikeluarkan dibandingkan

permintaan perizinan yang ada

Dari tabel diatas dapat dilihat seberapa banyak permasalahan yang muncul dari misi yang didukung oleh kecamatan Gembong antara lain masalah pokok yang mencapai 8 masalah, masalah mencapai 10 masalah, dan akar masalah sebanyak 11 masalah.

Permasalahan yang ada akan didukung oleh data sebagai dasar adanya program dan kegiatan yang akan dilaksankan oleh Kecamatan Gembong. Data pendukung terbagi dalam tiga area yaitu data masalah pokok berisi data pembentuk dari indikator kinerja (sasaran), data masalah berisi data pembentuk dari indikator kinerja (program) dan akar masalah yang merupakan data hasil kegatan yang sudah dilaksanakan oleh Kecamatan Gembong, data dukung ditampilkan sebagai berikut :

(46)

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati 2017-2022 III.4

NO. POKOK MASALAH SATUAN DATA SESUAI KEADAAN

2018 2019

1 Jumlah pos kamling di

Kecamatan Gembong Buah 48 50

2 Jumlah anggota linmas

di Kecamatan Gembong Orang 336 342

3

Jumlah lembaga

masyarakat yang ada di Kecamatan Gembong

lembaga 55 55

4 Jumlah fakir/miskin di

Kecamatan Gembong Orang 3.954 3.820

5 Jumlah usulan masyarakat (usulan kecamatan) usulan 16 28 6 Jumlah pelayanan administrasi kependudukan keseluruhan di Kecamatan Gembong Pemohon 5.062 6.816 7 Jumlah pelayanan perijinan keseluruhan di Kecamatan Gembong Pemohon 55 63 8

Jumlah data monografi kecamatan Gembong yang terisi

Data 1.140 1.160

9 Jmlah desa di

Kecamatan Gembong desa 11 11

10 Jumlah rumah ibadah se Kecamatan Gembong

Tempat

ibadah 365 368

Data pendukung pada tabel masalah pokok diatas merupakan metadata dari formulasi indikator kinerja sasaran yang sudah dirumuskan dalam penghitungan untuk menentukan target, dimana data tersebut merupakan jenis data yang sifat sebagai elemen data.

Tabel III.3

Data Dukung Masalah

NO. MASALAH SATUAN DATA SESUAI KEADAAN

2018 2019

1 Jumlah seluruh LPMD

(47)

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati 2017-2022 III.5 2 Jumlah PKK

seluruhnya = 11 desa Lembaga 11 11

3 Jumlah karang taruna keseluruhan = 11 desa Lembaga 11 11 4 Jumlah RW se

Kecamatan Gembong Lembaga 85 85

5 Jumlah RT se

Kecamatan Gembong Lembaga 276 276

6 Jumlah posyandu se

Kecamatan Gembong posyandu 56 56

7 Jumlah PKH se

Kecamatan Gembong Orang 2.090 2.110

8

Jumlah (rumah ibadah, takmir dll) yang seharusnya menerima bantuan keagamaan se Kecamatan Gembong Tempat ibadah 352 352 9 jumlah masyarakat diundang yang hadir di musrenbang desa Orang 260 275 10 Jumlah masyarakat yang diundang musyawarah desa Orang 275 285 11 Jumlah masyarakat yang diundang musyawarah kecamatan Orang 60 60 12 Jumlah laporan keuangan desa se Kecamatan Gembong Laporan 11 11

Data pendukung pada tabel masalah diatas merupakan metadata dari formulasi indikator kinerja program yang sudah dirumuskan dalam penghitungan untuk menentukan target, dimana data tersebut merupakan data yang sifatnya sebagai sub elemen data.

(48)

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati 2017-2022 III.6

NO.

AKAR MASALAH SATUAN

REALISASI DATA SETELAH PELAKSANAAN KEGIATAN REALISASI DATA SETELAH PELAKSANAAN KEGIATAN 2018 2019 1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin laki - laki

Orang 23.284 21.194

2

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin perempuan

Orang 23.040 22.189

3 Jumlah Desa Tertinggal Desa 0 0

4 Jumlah Desa

Berkembang Desa 11 11

5 Jumlah Desa Maju Desa 0 0

6 Jumlah Desa Agraris Desa 11 11

7 Jumlah Desa Industri Desa 0 0

8 Jumlah Desa Nelayan** Desa 0 0

9 Jumlah Desa Wisata Desa 0 1

10 Jumlah Aparat Linmas

aktif orang 48 49

11 Jumlah Aparat Linmas

tidak aktif Orang 23 23

12 Jumlah Pos Kamling

aktif pos 33 35

13 Jumlah Pos Kamling

tidak aktif Pos 31 29

14 Jumlah Karang Taruna

(KT) aktif Lembaga 11 11

15 Jumlah Karang Taruna

(KT) tidak aktif Lembaga - -

16 Jumlah PKK Aktif Lembaga 11 11

17 Jumlah PKK Tidak Aktif Lembaga - -

18

Lembaga

Pemberdayaan

Masyarakat Desa Aktif

Lembaga 11 11

19

Lembaga

Pemberdayaan

Masyarakat Desa Tidak Aktif

Lembaga - -

20 Jumlah RW aktif Lembaga 85 85

(49)

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati 2017-2022 III.7

AKAR MASALAH

KEGIATAN KEGIATAN

2018 2019

22 Jumlah RT aktif Lembaga 276 276

23 Jumlah RT tidak aktif Lembaga 0 0

24 Jumlah Posyandu aktif Lembaga 56 56

25 Jumlah Posyandu tidak

aktif Lembaga 0 0

26

Jumlah fakir/miskin penerima bantuan sesuai daftar penerima RASTRA (rastra, PKH)

Orang 2.350 2.351

27

Jumlah penerima bantuan keagamaan sesuai daftar penerima

Orang 246 247 28 Jumlah usulan masyarakat (usulan kecamatan) yang terealisasi dalam RKPD usulan 16 28 29 Jumlah pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu yang terlayani

Pemohon 5.062 6.816

30

Jumlah pelayanan perijinan tepat waktu yang terlayani

Pemohon 55 63

31 Jumlah keterisian data

monografi kecamatan data 715 846

32 Jumlah keterisian data

profil desa Desa 7 7

33

Jumlah desa yang administrasi laporan pengelolaan keuangan desa tepat waktu

Desa 11 11

34

Jumlah desa yang administrasi laporan pengelolaan keuangan desa yang sudah tertib dan sesuai standar

Desa 11 11

35

Jumlah Masjid se

(50)

Perubahan Renstra Kecamatan Gembong Kabupaten Pati 2017-2022 III.8 AKAR MASALAH KEGIATAN KEGIATAN 2018 2019 36 Jumlah Langgar/Mushola se Kecamatan Gembong Mushola 290 292 37 Jumlah Gereja se

Kecamatan Gembong Gereja 4 4

38 Jumlah Pura se

Kecamatan Gembong Pura 0 0

39 Jumlah Vihara

Kecamatan Gembong Vihara 0 0

40 Jumlah Klenteng se

Kecamatan Gembong Klenteng 0 0

Data pendukung pada tabel akar masalah diatas merupakan metadata dari hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan sehingga menjadi dasar dalam menhitung realisasi kinerja dari target yang sudah

direncanakan. data sifatnya sebagai sub elemen data.

3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih Kabupaten Pati periode tahun 2017-2022 adalah :

“MENINGKATNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DAN PELAYANAN PUBLIK.”

Visi tersebut diterjemahkan dengan 8 (delapan misi) untuk mewujudkan sebagai berikut :

Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih Kabupaten Pati periodetahun 2017-2022:

1. Meningkatkan akhlak, budi pekerti sesuai budaya dan kearifan lokal. 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan

pelayanan pendidikan dan kesehatan.

3. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya pengentasan kemiskinan

4. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan mengutamakan pelayanan publik

Figur

Gambar 2.1 Bagan Struktur Organisasi Kecamatan Gembong

Gambar 2.1

Bagan Struktur Organisasi Kecamatan Gembong p.14
Tabel II.2.

Tabel II.2.

p.19
Tabel II.3

Tabel II.3

p.19
Tabel II.4

Tabel II.4

p.20
Tabel II.7

Tabel II.7

p.24
Tabel II.8

Tabel II.8

p.25
Tabel II.10

Tabel II.10

p.26
Tabel II.9

Tabel II.9

p.26
Tabel II.11

Tabel II.11

p.27
Tabel II.12

Tabel II.12

p.29
Tabel II.15

Tabel II.15

p.41
Tabel III.1

Tabel III.1

p.43
Tabel  III.3

Tabel III.3

p.46
Tabel III.5

Tabel III.5

p.51
Tabel III.6

Tabel III.6

p.56
TABEL III.8

TABEL III.8

p.60
Tabel IV.1

Tabel IV.1

p.65

Referensi

Memperbarui...