• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRIINDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAMAR DAGANG DAN INDUSTRIINDONESIA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRIINDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Menara Kadin Indonesia Lt. 29, JI. H.R. Rasuna Said X-S Kav. 2-3 Jakarta 12950 Indonesia Tel. (62-21) 5274484 (Hunting) Fax. (62-21) 5274331,5274332

www.kadin-indonesia.or.id

KEPUTUSAN

MUSYAWARAH NASIONAL KHUSUS

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI TAHUN 2010

Nomor: Skep/008/Munassus/IV/2010 Tentang

PENGESAHAN PERU BAHAN

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI

DENGAN RAKHMATTUHAN YANG MAHA ESA MUSYAWARAH NASIONAL KHUSUS KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI TAHUN 2010

Memimbang a.

b.

c.

bahwa Tim. Perumus Munassus Kadin 2010 telah merangkum masukan mengenai perubahan/penyempurnaan AD/ART Kadin berdasarkan pemaparan serta pandangan-pandangan yang muncul dalam Pemandangan Umum dari Peserta yang hadir dalam Rapat Pleno Munassus Kadin 2010;

bahwa rangkuman mengenai perubahan/penyempurnaan AD/ART Kadin sebagaimana dimaksud huruf a telah dilaporkan oleh Tim Perumus Munassus Kadin 2010 dalam Rapat Pleno Munassus Kadin 2010 dan telah disepakati secara musyawarah dan atau oleh suara terbanyak dari Peserta yang hadir dalam Munassus Kadin 2010 sehingga oleh karena itu perubahan/penyernpurnaan AD/ART Kadin tersebut perlu segera disahkan;

bahwa untuk itu, perlu ditetapkan. dengan Keputusan Munassus Kadin 2010;

Mengingat 1. Undang-undang Industri.

Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan

2. Keputusan Presiden RI Nomor 16 Tahun 2006 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri.

Memperhatikan: Hasil Sidang Pleno IlIJunassus Kadin 2010 perubahan/penyempurnaan AD/ART Kadin.

yang membahas mengenai

MEMUTUSKAN

Menetapkan Keputusan Musyawarah Nasional Khusus Kamar Dagang dan Industri Tahun 2010 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri.

Pertama Mengesahkan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri hasil Musyawarah Nasional Khusus Kamar Dagang dan Industri 2010 (disingkat Munassus Kadin 2010) tanggal 23 - 25 April 2010 sebagaimana tercantum pada lampiran keputusan ini.

(2)

ra1

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRIINDONESIA

t .~

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kedua Merekomendasikan kepada Dewan Pengurus Kadin Indonesia untuk menyampaikan perubahan/penyempurnaan AD dan ART Kadin sebagaimana dimaksud diktum Pertama kepada Pemerintah untuk memperoleh persetujuan dengan Keputusan Presiden R.I. dan mendistribusikannya kepada seluruh jajaran Kadin serta instansi terkait.

Ketiga Musyawarah Nasional (Munas) Kadin untuk pertama kalinya sesuai AD dan ART hasil Munassus 2010 dilaksanakan selambat-Iambatnya 4 (empat) bulan sejak ditetapkan.

Keempat Berkenaan dengan halangan Ketua Umum Kadin Indonesia saat ini, maka pergantian antar waktu Ketua Umum Kadin Indonesia sesuai AD dan ART sebelum perubahan agar dilakukan selambat-Iambatnya l(satu) bulan sejak keputusan ini dengan tugas melaksanakan Munas Kadin 2010.

Kelima Keputusan in; berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 25 April 2010

MUSYAWARAH NASIONAL KHUSUS KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI TAHUN 2010

Pimpinan Sidang Terpilih

Ketua

~

.-SflYluUJtL

~

I

Anggota

~

Adi Putra Tahir

Anggota

Nur Achmad Affandi Anggota Irfan Mutiara Anggota

) (,7

L,---1);.,0 . .'. ---~-, Merry Gosal Anggota Anggota A. Rachman Usman

(3)

LAMPIRAN

I KEPUTUSAN MUNASSUS KADII\J 2010 NOMOR : Skepj008jMunassusjIVj201 TANGGAL : 25 APRIL 2010

PERUBAHAN AD-ART

HAslL slDANG TIM

PERU MUS

MUNAsSUS KADIN 2010

Pokok - Pokok Perl.lbahan

Pasal.pa~aIJan~

berubahJAO.ART Barul

~_~

---_._---_._----­ --~-._-~---~--~ - - - - . ­ -­- "-~~. . .---.­

~.-1. Pasal baru mengenai Dewan Penasehat Anggaran Dasar

Hasil Keputusan Formatur Munas V Kadi n - AD Pasal16 ayat 1, 4, 6, 8, 9, 11

telah menetapkan Struktur Dewan - AD Pasal19 ayat 5

Penasehat. Sedangkan dalam AD/ART Kadin - AD Pasal 20 ayat 1 sd 5

sesuai Keppres 16/2006 tidak terdapat - AD Pasal 22 ayat 8

adanya Dewan Penasehat. Disetujui - AD Pasal 23 ayat 4

perangkat organisasi ditambah pasal - AD Pasal 24 ayat 2

mengenai Dewan Penasehat. - AD Pasal 25 ayat 2, 8, 9, lOb, 12 b-c, 15

- AD Pasal 27 ayat 8, 9

- AD Pasal 28 ayat 12

- AD Pasal 30 ayat 4

- AD Pasal 31 ayat 2

- AD Pasal 33 ayat 1. d.l.

- ART Pasal 22 ayat 4

- ART Pasal 29

- ART Pasal 30

- ART Pasal 35

2. Penyempurnaan mengenai jumlah Wakil Ketua

Dewan Pertimbangan

a. Sa at ini Wakil Ketua Dewan AD Pasal2l ayat 3

Pertimbangan dibatasi hanya empat AD Pasal 28 ayat 3

orang

b. Ada beberapa Kadin Provinsi , Wakil Ketua Dewan Pertimbangannya lebih dari 4 orang untuk mengakomodir

potensi pengusaha dan tokoh

masyarakat.

Disetujui jumlah Wakil ketua Dewan Pertimbangan tidak lagi dibatasi empat

orang, sehingga kalimatnya ditambah : II

dan/atau disesuaikan dengan

kebutuhanl l

3. Sanksi kepengurusan yang melampaui masa

bakti kepengurusan

Banyak ditemukan kepengurusan di Kadin ART Pasal 8

Kabupaten/Kota lebih dari batas waktu masa bakti ART Pasal 19, 20, 21

yang ditentukan, mekanisme yang diatur saat ini 2 bulan dari masa bakti berakhir diterbitkan surat peringatan 1 dilanjutkan peringatan 2 dan 3 Disetujui : apabila jangka waktu kepengurusan sudah habis dan melewati 2 bulan semenjak

selesai periode kepengurusan namun

Muprov/Mukab/Mukota belum dilaksanakan, maka Dewan Pengurus yang setingkat lebih tinggi yang

bersangkutan berhak memberhentikan

kepengurusan yang bersangkutan dan menunjuk Dewan Pengurus Sementara (Caretaker) untuk

(4)

mempersiapkan dan melaksanakan Muprov

dengan masa tugas paling lama 1tahun.

4. Penyempurnaan Kepesertaan di dalam

Munas/Muprov/Mukab/Mukota

a. Peserta yang memiliki hak suara

dinamakan Peserta Penuh.

b. Dewan Penasehat dimasukkan sebagai

peserta.

c. Peserta harus memiliki KTA-B yang berlaku.

5. Persyaratan calon Ketua Umum Kadin

IndonesialKadin Provinsi dan Ketua Kadin Kabupaten/Kota

Persyaratan menjadi Ketua Umum/Ketua Kadin harus mempunyai KTA-B 4 tahun berturut-turut. Persyaratan tersebut sering menjadi hambatan bagi anggota Kadin yang berminat menjadi Ketua Umum/Ketua Kadin.

Disetujui supaya dilakukan persyaratan

KTA-B yaitu: untuk Kadin Indonesia 4 tahun

berturut-turut, Kadin Provinsi 3 tahun

berturut-turut dan Kadin Kabupaten/Kota 2

tahun berturut-turut dengan pengalaman

menjadi pengurus Kadin atau

Asosiasi/Himpunan.

6. Ketentuan mengenai perhitungan suara dalam

pemilihan Ketua Umum IKetua Formatur

a. Penghitungan suara pada 50%+1 pada

saat pemilihan formatur disetujui

dihitung dari suara yang masuk dan sah (yang menggunakan hak suara)

b. Jika pemilihan Ketua Umum Kadin

provinsi setelah dua kali pengulangan hasilnya selalu sama (draw), maka Kadin

setingkat diatasnya dapat langsung

memiliki hak untuk menentukan tata

cara penentuan untuk memutuskan

ketua umum terpilih

c. Kartu suara pemilihan ketua

umum/ketua dan anggota formatur supaya ditetapkan dibuat dua kartu

suara terpisah sehingga tidak

menimbulkan permasalahan apabila

diantara kartu dinyatakan tidak sah

7. Penyebutan Anggota luar Biasa (ALB) untuk

sementara tetap

8. Perusahaan/pengusaha harus mendaftar

menjadi Anggota Kadin

AD/ART Kadin yang berlaku saat ini

menyebutkan anggota Kadin adalah

pengusaha indonesia serta organisasi

perusahaan dan organisasi pengusaha

- AD Pasal!7 ayat 4, 6

-

AD Pasal 25 ayat 2, 4

-

ART Pasal 22 ayat 4

-

ART Pasal34

- ART Pasal 32 ayat 4

-

ART Pasal 32 Ayat 4 butir c

-

ART Pasal 33 Ayat 3 butir a

-

ART Pasal4

(5)

dengan keharusan mendaftar pada Kadin

Disetujui perubahan Setiap pengusaha

indonesia, organisasi perusahaan dan

organisasi pengusaha, harus menjadi

anggota Kadin dengan kewajiban mendaftar

pada Kadin

f - - - ' - - - : - - - - t - - - ... - ....- - - -...--.-.-.

9. Penetapan Pembagian Keuangan luran dan Uang Pangkal Keanggotaan

a. Pembagian perolehan uang iuran dan uang pangkal dan anggota diusulkan ditetapkan secara tetap, yaitu :

a. Untuk Kadin Provinsi sebesar 30% b. Untuk Kadin Kabupaten/Kota 60% c. Untuk Kadin Indonesia 10%

Khusus untuk Kadin Kota yang berada di Ibukota Provinsi :

a. Untuk Kadin Provinsi sebesar 40% b. Untuk Kadin Kabupaten/Kota 50% c. Untuk Kadin Indonesia 10%

b. Ketentuan untuk saat ini dibenkan koridor besaranya yang sering kali menimbulkan permasalahan antara Kadin Provinsi dengan Kabupaten Kota

c. Besarnya uang iuran dan uang pangkal disesuaikan dengan situasi ekonomi masing­ masing daerah dan ditetapkan patokan dan koridornya.

10. Tempat Pendaftaran Keanggotaan

Dalam ART Pasal 6 ayat (2) ditetapkan Khusus untuk Daerah Khusus Ibukota Jakarta pendaftaran dan penetapan penerimaan anggota di Kadin Provinsi DKI Jakarta. Ketentuan ini dirubah, karena dengan adanya pendaftaran anggota menggunakan pelayanan elektronik (online system) berbasis web, pendaftaran dapat dilakukan di mana saja.

11. Peningkatan Pemberian Hak Suara kepada ALB Tingkat Nasional

Dalam rangka meningkatkan peran, fungsi dan tugas pengembangan dunia usaha nasional serta peningkatan peran aktif dan keterlibatan Anggota Luar Biasa (ALB) tingkat nasional pada Kadin Indonesia perlu dilakukan perubahan ketentuan AD/ART yang menyangkut penambahan kepesertaan dan

hak suara ALB dalam

Munas/Munassus/Munaslub.

Disetujui Penentuan ALB tingkat nasional melalui konvensi tingkat nasional, utusan masing-masing kelompok jumlahnya

ART Pasal12

ART Pasal 6 ayat 2

(6)

ditetapkan secara tetap sehingga jumlah

keseluruhan suara

ALB

adalah 30 orang

utusan dan besarnya suara masing-masing

kelompok diserahkan kepada konvensi oleh

dewan

pertimbangan

dengan

rincian

kelompok sbb, :

1) Asosiasi-Asosiasi

Industri

Pertanian,

Perkebunan dan Kehutanan

2) Asosiasi-Asosiasi Peternakan, Perikanan

dan Pengolahan Makanan

3) Asosiasi-Asosiasi Industri Pertambangan

dan Energi,

4) Asosiasi-Asosiasi Industri Pengolahan

Kimia,

5) Asosiasi-Asosiasi Industri Pengolahan

Logam dan Mesin,

6) Asosiasi-Asosiasi Industri Pengolahan

Lainnya,

7) Asosiasi-Asosiasi Jasa Perdagangan dan

Jasa Ekspor-Impor,

8) Asosiasi-Asosiasi Jasa Konstruksi dan

Properti,

9) Asosiasi-Asosiasi Jasa Keuangan dan

Jasa Profesi,

10) Asosiasi-Asosiasi Jasa Perhubungan,

Pariwisata, Perposan, Media Massa,

Teknologi Komunikasi dan Informasi,

11) Asosiasi-Asosiasi Penyedia Jasa lainnya,

12) Himpunan dan Dewan Bisnis,

Anggota Luar Biasa (ALB) yang dapat

mengikuti konvensi adalah Anggota Luar Biasa yang mewajibkan anggotanya menjadi Anggota Biasa Kadin

12. Usulan Tambahan Pasal AD!ART

a. Ketetapan jenjang kedudukan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Ketua Komite Tetap dan Wakil Ketua Komite Tetap. (Pasal 21 ayat (3) dan Pasal 27 ayat (3) Anggaran Dasar - Dewan Pengurus Kadin Indonesia.)

1) Ketua Umum dan para Wakil Ketua Umum adalah Pengurus Hanan

2) Ketua Umum, para Wakil Ketua Umum dan para Ketua Komite Tetap adalah Pengurus Hanan Lengkap

3) Ketua Umum, Para Wakil Ketua Umum, para Ketua Komite Tetap dan para Wakil Ketua Komite Tetap dan Ketua Badan/Lembaga Internal adalah Pengurus Lengkap.

b. Tugas Dewan Pengurus

(Pasal 21 ayat (7) dan Pasal 27 ayat (8)

AD Pasal21 ayat 3, 7 AD Pasal 23 ayat 2 AD Pasal 27 ayat 3, 8 AD Pasal 29 ayat 2 ART Pasal21

(7)

Anggaran Dasar - Dewan Pengurus Kadin IndonesialKadin Provinsi) .

1) Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia/Kadin Provinsi memimpin, mengkoordinasikan serta bertanggungjawab atas kegiatan­ kegiatan Komite

T

etap masing-masing. 2) Ketua Komite Tetap wajib melaporkan

hasil kegiatan kepada Wakil Ketua Umum bidangnya masing-masing. c. Jenjang pemberian tugas kepada Sekretariat

Kadin Indonesia/Kadin Provinsi

(Pasal 23 ayat (2) dan Pasal 29 ayat (2) Anggaran Dasar - Sekretariat Kadin Indonesia/Kadin Provinsi)

1) Ketua Umum dan/atau Rapat Para Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia/Kadin Provinsi selaku Dewan Pengurus Harian Kadin IndonesialKadin Provinsi menetapkan pelaksanaan tugas-tugas Sekretariat Kadin IndonesialKadin Provinsi melalui Direktuf Eksekutit. 2) Direktur Eksekutit memimpin dan

mengkoordinasikan pelaksanaan tugas­ tugas yang diberikan Ketua Umum dan/atau para Wakil Ketua Umum dengan dibantu oleh Direktur dan stat Sekretariat Kadin sesuai jenjang organisasi Sekretariat Kadin Indonesia/Kadin Provinsi.

3) Direktur memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas­ tugas staff untuk mendukung peran dan fungsi Komite Tetap dan para Wakil Ketua Komite Tetap.

d. Jenjang Layanan Sekretariat

(Pasal 21 Anggaran Rumah Tangga ­ Kesekretariatan Organisasi)

13. Perubahan AD Pasal 36

1).

a. Jika Ketua Umum Dewan Pengurus Kadin Indonesia atau Provinsi dan Ketua Dewan

Pengurus Kabupaten/Kota berhalangan

tetap dan/atau karena sesuatu sebab tidak

dapat menjalankan dan /atau

menyelesaikan kewajibannya sampai masa jabatan kepengurusan berakhir, sedangkan sisa masa jabatan Ketua Umum Dewan Pengurus Kadin Indonesia atau Provinsi

dan Ketua Dewan Pengurus

Kabupaten/Kota masih lebih dari separuh masa jabatan satu periode, maka untuk mengisi jabatan Ketua Umum Dewan Pengurus Kadin Indonesia atau Provinsi

(8)

dilaksanakan selambat-Iambatnya 4 bulan sejak ditetapkan.

MUSYAWARAH NASIONAL KHUSUS

KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI TAHUN 2010

Sidang Tim Perumus

Nur Achmad Affandi

Anggota Anggota

(~~

~

;

­

erry Gosal A. Rachman Usman

Anggota Anggota Anggota

Robianto Koestomo Sarwono Adi W. Berry B. Purba

Anggota Anggota Anggota

---_.----""

Jemmy Hosan A. Hamid Rahayana Muis Tonthawi

Anggota

H.A. Ferry Usman

Anggota

Anggota Anggota

(9)

Anggota

Referensi

Dokumen terkait

KALKULUS NAMA KELOMPOK NAMA KELOMPOK Kamarur Rama Kamarur Rama Hariandi Hariandi Devina Lorenza Devina Lorenza M.Naufal Raihandri M.Naufal Raihandri Jeffry Yanto Zebua Jeffry

Evaluasi administrasi dilakukan terhadap persyaratan yang tercantum dalam

Demikian Pengumuman ini, untuk diketahui oleh seluruh peserta seleksi sederhana. Jakarta, 17

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juni 2016 mengenai pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode storytelling dalam personal hygiene terhadap

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan, yang berlangsung di sekolah

Peserta didik yang tidak lulus pada Ujian Sekolah pada tahun pelajaran sebelumnya yang akan megikuti Ujian Sekolah tahun pelajaran 2007/2008 boleh menempuh seluruh mata pelajaran

(3) LPSK menyampaikan salinan penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Korban, Keluarga, atau kuasanya dan kepada pelaku tindak pidana dan/atau pihak

Diperoleh data mengenai permasalahan dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPA diantaranya: Sistem pembelajaran IPA yang belum memaksimalkan penggunaan model