LAPORAN KEUANGAN KANTOR KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN SEMARANG TAHUN ANGGARAN 2020

30 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEUANGAN

KANTOR KESATUAN BANGSA DAN POLITIK

KABUPATEN SEMARANG

TAHUN ANGGARAN 2020

Jl. Ki Sarino Mangunpranoto No. 1

Ungaran

(2)

D A F T A R I S I

Halaman

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Keuangan 1

1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan 1

1.3 Sistematika Penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan 3

BAB II EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD

4

2.1 Ekonomi Makro 4

2.2 Kebijakan Keuangan 5

2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD 6

BAB III IKHTISAR CAPAIAN TARGET KINERJA KEUANGAN 11

3.1 Ikhtisar realisasi pecapaian target kinerja keuangan 11

3.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan

12

BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI 13

BAB V PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN 15

Penjelasan Pos-Pos Laporan Realisasi Anggaran 15

Penjelasan Pos-Pos Neraca 16

Penjelasan Pos-Pos Operasional 19

Penjelasan Pos-Pos Perubahan Ekuitas 20

BAB VI PENGUNGKAPAN LAINNYA, INFORMASI NON KEUANGAN 21

6.1 Organisasi 21

6.2 Kebijakan 22

6.3 Struktur Kepegawaian / SDM 22

(3)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (OPD)

KANTOR KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan.

Laporan keuangan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang. Laporan keuangan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, menilai efektivitas dan efisiensi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang dalam menjalankan tupoksinya serta membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang- undangan.

Tujuan dari penyusunan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna laporan (legislatif, lembaga pemeriksa/pengawas) dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial maupun politik.

1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan.

Dasar hukum :

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

4. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

(4)

5. Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);

6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang – Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

7. Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah Pernyataan Nomor 1 perihal Penyajian Laporan Keuangan;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 Tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5155);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533);

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana beberapa kali diubah terkahir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);

(5)

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1425) ;

17. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pokok – Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Semarang Tahun 2008 Nomor 14, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Semarang Nomor 13);

18. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 14 Tahun 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2018 (Lembaran Daerah Kabupaten Semarang Tahun 2017 Nomor 14);

19. Peraturan Bupati Semarang Nomor 73 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Semarang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi Berbasis Akrual pada Pemerintahan Kabupaten Semarang.

20. Peraturan Bupati Semarang Nomor 74 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah dan Bagan Akun Standar Berbasis Akrual pada Pemerintah Kabupaten Semarang.

21. Peraturan Bupati Semarang No.94 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Transaksi Non Tunai Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019.

1.3 Sistematika Penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Bab I. Pendahuluan

Bab II. Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Pencapaian Target Kinerja APBD

Bab III. Ikhtisar Capaian Target Kinerja Keuangan Bab IV. Kebijakan Akuntansi

Bab V. Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan

(6)

BAB II

EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD

2.1 Ekonomi Makro

Perencanaan pembangunan ekonomi suatu daerah perlu mengenali karakter ekonomi, sosial dan fisik daerah itu sendiri, termasuk interaksinya dengan daerah disekitarnya. Dengan demikian tidak ada strategi pembangunan ekonomi daerah yang sama untuk semua daerah. Namun di pihak lain, dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi daerah baik jangka pendek maupun jangka panjang, pola pertumbuhan ekonomi suatu wilayah menentukan kualitas rencana pembangunan ekonomi daerah.

Pembangunan ekonomi daerah perlu memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang terhadap isu-isu ekonomi daerah yang dihadapi dan perlu mengkoreksi kebijakan yang tidak sesuai. Pembangunan ekonomi daerah merupakan bagian dari pembangunan daerah secara menyeluruh. Keberhasilan pembangunan ekonomi daerah ditentukan oleh keselarasan kebijakan Pemerintah Pusat, Regional serta Daerah dengan tetap bertumpu pada visi dan misi daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), serta memperhatikan kondisi dan potensi serta permasalahan - permasalahan yang berkembang di daerah.

Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Semarang menetapkan “Sinergi Program Stakeholder untuk Peningkatan Ekonomi Didukung Pelayanan Dasar yang berkualitas” sebagai tema pembangunan. Prioritas pembangunan di tahun 2019, adalah sebagai berikut :

1. Rencana Pembangunan disusun dalam program/kegiatan yang fokus pada prioritas dan sasaran, bermanfaat langsung bagi masyarakat, terpadu lintas sector, menyelesaikan permasalahan pembangunan, berorientasi pada output, outcome, benefit dan impact yang terukur, berdasarlan IKU dan IKK serta 27 Program Unggulan sebagaimana RPJMD Kabupaten Semarang Tahun 2016-2021.

2. Memperhatikan target capaian indikator makro daerah (pertumbuhan ekonomi/PDRB), inflasi, kemiskinan, pengangguran) termasuk penanganan kelompok Rentan (Lansia, Difabel, wanita hamil, anak, dsb).

3. Tidak sekedar melaksanakan tugas tugas pokok dan fungsi tetap disesuaikan dengan prioritas program (money follow programme priority) dalam rangka pencapaian sasaran RPJMD Kabupaten Semarang Tahun 2016-2021, untuk peningkatan pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

(7)

4. Mengupayakan terobosan melalui inovasi dan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Upaya untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi yang inklusif, disusun kebijakan ekonomi Kabupaten Semarang Tahun 2019 yang diarahkan pada :

1. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Semarang Tahun 2019 mencapai 5,27-5,87%. 2. Inflasi di Kabupaten Semarang Tahun 2019 sebesar 3%±1%.

3. Kemiskinan pada kisaran 7,78%-7,49%.

4. Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan pada angka 1,93%-5,4%.

2.2 Kebijakan Keuangan

Pengelolaan keuangan daerah dituangkan dalam suatu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Salah satu sumber utama penerimaan daerah adalah pendapatan daerah. Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Semarang di tahun 2019, adalah sebagai berikut :

Tabel I. Proyeksi Pendapatan Daerah

No. URAIAN Realisasi APBD T.A 2017 PROYEKSI APBD T.A 2018 PROYEKSI APBD T.A 2019 PENDAPATAN DAERAH 2.135.227.865.430,80 2.103.229.608.000 2.099.939.327.000 1. Pendapatan Asli Daerah 417.417.848.830,80 362.012.449.000 358.020.682.000 1.1. Pajak Daerah 168.523.226.446 131.587.345.000 134.451.000.000 1.2. Retribusi Daerah 30.911.872.936 32.674.016.000 28.486.039.000 1.3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 23.016.450.973 16.880.737.000 12.047.005.000 1.4. Lain-lain PAD yang sah 194.966.298.475,80 180.870.351.000 183.036.638.000 2. DANA PERIMBANGAN 1.283.938.368.800 1.327.052.597.000 1.325.630.060.000

2.1. Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak 45.488.012.291 46.765.464.000 45.342.927.000 2.2. Dana Alokasi Umum 951.828.487.000 952.362.147.000 952.362.147.000 2.3. Dana Alokasi Khusus 286.621.869.509 327.924.986.000 327.924.986.000 3. LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 433.871.647.800 414.164.562.000 416.288.585.000 3.1. Hibah 87.083.580.000 78.941.800.000 83.746.400.000 3.2. Dana Darurat - - -

3.3. Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi 152.963.851.800 135.544.874.000 142.864.297.000 3.4. Bantuan Keuangan Provinsi 20.635.643.000 23.727.190.000 23.727.190.000 3.5. Dana Insentif Daerah 7.500.000.000 17.500.000.000 7.500.000.000 3.6. Dana Desa 165.688.573.000 158.450.698.000 158.450.698.000

Sumber : BKUD Kabupaten Semarang *) Proyeksi Rancangan RKPD 2019

(8)

2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD.

Pernyataan Visi Kantor Kesatuan Bangsa Dan Poltitik Kabupaten Semarang Tahun 2019 adalah sebagaimana visi Pemerintah Kabupaten Semarang Peneguhan Kabupaten Semarang yang Maju, Mandiri, Tertib dan Sejahtera (Matra II)”.

Untuk mendukung visi tersebut di atas, Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang dalam Tahun Anggaran 2019 telah merealisasikan 1 (satu) urusan yang mencakup 13 program dan 32kegiatan dengan ringkasan capaian indikator keluaran per kegiatan sebagai berikut :

No Program dan Kegiatan

Output / Keluaran

Uraian Satuan Targe

t Realisas i Persentas e (%) 1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 Pengelolaan Surat Menyurat Terlaksananya kegiatan administrasi surat masuk dan keluar

surat keluar 2.000 3.131 156,55 surat masuk 1.000 1.023 102,30 2

Penyediaan Jasa Dan Komponen Instalasi Komunikasi,

Sumberdaya Air Dan Listrik

Terealisasinya pembayaran jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

bulan 12 12 100,00 3 Penyediaan Dan Perbaikan Peralatan Kerja Serta Perlengkapan Kantor Terpeliharanya

peralatan kerja buah

16 16 100,00 4 Penyediaan Logistik Kantor Tersedianya makan

minum bagi pegawai pegawai

16 16 100,00 Tersedianya makan

minum bagi tamu tamu

100 100 100,00 Tersedianya surat kabar selama 12 bulan bulan 12 12 100,00

(9)

5 Penatausahaan Administrasi Keuangan Skpd Tersedianya kelengkapan administrasi keuangan bulan 12 12 100,00 6 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Tersedianya peralatan dan perlengkapan kebersihan buah 27 27 100,00 7 Rapat-Rapat, Konsultasi Dan Koordinasi Keluar Daerah Terlaksananya kegiatan rapat, konsultasi dan koordinasi ke luar daerah selama 1 tahun kegiatan 64 64 100,00 8 Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung/Teknis Perkantoran Terbayarnya Tenaga Outsourching orang 5 5 100,00 2 Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur 9 Pembangunan Gedung Kantor Pembangunan

tempat parkir unit

1 1 100,00 10 Pengadaan Perlengkapan Dan Peralatan Kantor Dan Gedung Kantor Pengadaan : - Komputer unit 2 2 100,00 - Printer unit 2 2 100,00 - Laptop unit 1 1 100,00

- Filiing Cabinet unit 3 3 100,00 11 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor

Tersedianya bahan dan jasa untuk pengecatan gedung gedung 1 1 100,00 12 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional Tersedianya suku cadang, jasa service, pelumas serta pembayaran pajak kendaraan dinas unit 9 9 100,00 13 Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Dan Peralatan Gedung Terlaksananya pemeliharaan AC unit 8 8 100,00

(10)

Kantor 3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 14 Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya Pembelian pakai

dinas harian stell

34 34 100,00 15 Pengelolaan Administrasi Kepegawaian Terlaksananya pengurusan administrasi kepegawaian PNS 17 17 100,00 4 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 16 Pendidikan Dan Pelatihan Formal Terlaksananya pengiriman peserta bimtek dan diklat

orang 2 2 100,00 5 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan

17

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja Dan Keuangan SKPD

Tersedianya laporan capaian kinerja dan keuangan SKPD dokumen 7 7 100,00 6 Program Perencanaan 18 Penyusunan Dokumen Perencanaan SKPD Tersedianya dokumen perencanaan kantor dokumen 6 6 100,00 7 Program Peningkatan Keamanan Dan Kenyamanan Lingkungan 19 Penanganan Konflik Sosial Terlaksananya rapat koordinasi terkait penanganan konflik sosial di kab.semarang kegiatan 12 12 100,00 8 Program Pemeliharaan Kantrantibmas Dan Pencegahan Tindak Kriminal

(11)

20 Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan Pemantauan wilayah dibidang ipoleksusbudhanka m serta pemantaua n 218 155 71,10 pelaksanaan pemantapan jaringan pengamanan dan pelaporan orang 120 120 100,00 9 Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) 21 Penyuluhan Pencegahan Peredaran/Penggunaa n Minuman Keras Dan Narkoba

Terlaksananya

sekolah anti narkoba orang

160 160 100,00 Terlaksananya test narkoba bagi ASN dan aparatur pemerintahan desa orang 400 400 100,00 10 Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan 22 Peningkatan Toleransi Dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama Terlaksananya FGD Kerukunan umat beragama orang 40 40 100,00 Terlaksananya kemah bhakti para pemuda antar umat beragama orang 80 80 100,00 23 Peningkatan Rasa Solidaritas Dan Ikatan Sosial Di Kalangan Masyarakat

Terlaksananya rakor kewaspadaan dini pemilu serentak yang diikuti oleh tim FKDP(Forum Kewaspadaan Dini Pemerintah) dan FKDM(Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) orang 127 127 100,00 24 Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa

Terlaksananya Lomba Kreatifitas Pagelaran Seni Budaya Daerah bagi Generasi Muda grup 19 19 100,00

(12)

25 Seminar, Sosialisasi, Diskusi, Pembauran Bangsa Indonesia Terlaksananya workshop kebangsaan orang 112 112 100,00 Terlaksananya meet

matching antar etnis orang

114 114 100,00 Terlaksananya bazar kebangsaan antar etnis grup 19 19 100,00 11 Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan 26

Seminar, Talk Show, Diskusi

Pengembangan Wawasan Kebangsaan

Terlaksananya Seminar Talk Show Diskusi Peningkatan Wawasan dalam giat TMMD (3 kegiatan x 100 orang) orang 300 300 100,00 Terlaksananya

bimtek bela negara orang

80 80 100,00 Terlaksananya upacara peringatan hari bela negara

orang 500 500 100,00 12 Program Pendidikan Politik Masyarakat 27 Penyuluhan Kepada Masyarakat Terlaksananya diseminasi politik bermartabat kepada masyarakat (6 kali kegiatan x 160 orang) orang 960 960 100,00 Terlaksananya desk banpol dan studi banding (45 orang) orang 45 45 100,00 Terlaksananya bimtek TOT Kader Pemilu orang 130 130 100,00 28 Koordinasi Forum-Forum Diskusi Politik

Terlaksananya diskusi, seminar talk show antara

pengurus dan kader parpol (2 kegiatan x 160 orang) orang 320 320 100,00 29 Penyusunan Database Partai Politik Tersedianya data 15 partai politik di kabupaten semarang dokumen 1 1 100,00

(13)

13 Program Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan 30 Pendataan Dan Verifikasi Organisasi Kemasyarakatan Terlaksananya pendataan dan verifikasi 160 organisasi kemasyarakatan dokumen 1 1 100,00 31 Penyuluhan Organisasi Kemasyarakatan Terlaksananya penyuluhan kepada pengurus organisasi kemasyarakatan sebanyak 1 kegiatan x 160 ormas orang 160 160 100,00 32 Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan Terlaksananya Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan bantuan keuangan partai politik parpol 9 9 100,00 Terlaksananya

Monitoring Evaluasi ormas

160 160 100,00

(14)

BAB III

IKHTISAR CAPAIAN TARGET KINERJA KEUANGAN

3.1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan

Pada tahun 2019, anggaran Kantor Kesbangpol sesuai dengan yang tertera pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA) tahun 2019 adalah sebesar Rp. 3.770.387.000,00 (tiga milyar tujuh ratus tujuh puluh juta tiga ratus delapan puluh tujuh rupiah) dengan realisasi sebesar Rp. 3.532.976.403,00 (tiga milyar lima ratus tiga puluh dua juta Sembilan ratus tujuh puluh enam ribu empat ratus tiga rupiah). Dari anggaran yang ada terealisasi sebesar 93,70 %. Anggaran tersebut dikelompokkan menjadi anggaran belanja operasi dan belanja modal.

Data Anggaran Belanja dan Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2019

No Kelompok Belanja Tahun 2019

Anggaran Realisasi %

1 Belanja Operasi 3.687.002.000 3.449.591.403 93.56

2 Belanja Modal 83.385.000 83.385.000 100

Total 3.770.387.000 3.532.976.403 93,70

3.2. Hambatan Dan Kendala Yang Ada Dalam Pencapaian Target Yang Telah Ditetapkan

Dalam melaksanakan tupoksi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Semarang mengalami beberapa hambatan dan kendala dalam pencapaian targetnya. Berikut ini adalah hambatan dan kendala yang dialami :

a. Ketidaksesuaian struktur organisasi dengan kebutuhan dalam menyelenggarakan tupoksi dibidang kesatuan bangsa dan politik. Berdasarkan hasil perhituangn skor sesuai dengan Keputusan Mendagri No. 100-440 Tahun 2019 Tentang Evaluasi Kelembagaan Perangkat Daerah Yang Melaksanakan Urusan Pemerintahan Di Bidang Kesbangpol, seharusnya Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang berbentuk Badan dengan 3 bidang.

b. Luas Wilayah Kabupaten Semarang, kondisi masyarakat yang heterogen dan tingginya beban kerja yang dihadapkan pada keterbatasan SDM menjadikan kinerja Kantor Kesbangpol pada beberapa hal belum optimal seperti pemantauan situasi kondisi wilayah belum bisa dilakukan secara rutin dan merata disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten

(15)

Semarang, belum optimalnya cegah dini dan deteksi dini dalam rangka mengelola ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap ketahanan wilayah. Saat ini dalam menangani urusan keamanan, ketertiban dan kesatuan bangsa dan politik hanya di tangani oleh 2 (dua) seksi dengan SDM sebanyak 7 (tujuh) orang.

c. Letak geografis Kabupaten Semarang yang berada diantara Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung, Kota Semarang dan Kabupaten Magelang membuat Kabupaten Semarang rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

d. Pemantauan situasi kondisi wilayah belum bisa dilakukan secara rutin dan merata disetiap kecamatan sampai ke pelosok-pelosok wilayah karena keterbatasan SDM yang ada. e. Pengelolaan data berkaitan dengan urusan kesatuan bangsa dan politik seperti data

(16)

BAB IV

KEBIJAKAN AKUNTANSI

Laporan Keuangan Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang tahun anggaran 2019 disajikan sesuai dengan Peraturan Bupati Semarang Nomor 74 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah dan Bagan Akun Standar Berbasis Akrual pada Pemerintah Kabupaten Semarang, serta Peraturan Bupati Semarang Nomor 73 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Semarang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi Berbasis Akrual pada Pemerintahan Kabupaten Semarang.

Neraca awal per 1 Januari 2019 terhadap pelaporan aset / kekayaan milik dan atau yang dikuasai oleh Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang merupakan data hasil rekonsiliasi antara dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Semarang (DPPKAD) dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Semarang. Untuk penyajian Laporan Realisasi Anggaran berdasarkan realisasi dana APBD yang telah dipertanggungjawabkan dan telah dilakukan verifikasi. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang perlu untuk disajikan meliputi :

1. Pengakuan Aset 2. Pengakuan Kewajiban 3. Pengakuan Pendapatan. 4. Pengakuan Beban dan Belanja.

1. Pengakuan Aset

Aset diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Aset dalam bentuk piutang atau beban dibayar dimuka diakui ketika hak klaim untuk mendapatkan arus kas masuk atau manfaat ekonomi lainnya dari entitas lain telah atau tetap masih terpenuhi, dan nilai klaim tersebut dapat diukur atau diestimasi.

Dalam pengakuan aset telah dibuat ketentuan yang membedakan antara penambahan, pengurangan, pengembangan, dan penggantian utama. Pengurangan adalah penurunan nilai Aset tetap karena berkurangnya kuantitas. Pengurangan aset tetap dicatat sebagai pengurangan harga perolehan aset tetap yang bersangkutan. Sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) nilai aset tetap bisa disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut dikurangi dengan akumulasi penyusutannya.

Pengembangan adalah peningkatan nilai aset tetap karena meningkatnya manfaat aset tetap. Pengembangan aset tetap diharapkan akan (1) memperpanjang usia manfaat, (2) meningkatkan efisiensi, dan / atau (3) menurunkan biaya pengoperasian sebuah aset tetap. Termasuk dalam pengembangan aset tetap adalah rehabilitasi dan pemeliharaan aset

(17)

tetap. Biaya pengembangan yang memenuhi syarat akan dikapitalisasi dan ditambahkan pada harga perolehan aset tetap. Pengembangan aset tetap berasal dari pos belanja operasional pemeliharaan dan belanja modal. Penggantian utama adalah memperbaharui bagian utama aset tetap. Biaya penggantian utama akan dikapitalisasi dengan cara mengurangi nilai bagian yang diganti dari aset tetap semula dan menambah biaya penggantian pada harga perolehan aset tetap.Untuk penyusutan dilakukan per semester, bukan per tahun.

2. Pengakuan Kewajiban

Kewajiban diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sampai saat pelaporan, dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal. Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiban timbul.

3. Pengakuan Pendapatan

Pendapatan LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut atau ada aliran masuk sumber daya ekonomi. Pendapatan – LRA diakuai pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Daerah. Pada tahun anggaran 2018 Kantor Kesbangpol Kabupaten Semarang tidak mengelola pendapatan daerah baik yang berupa retribusi maupun pajak.

4. Pengakuan Beban dan Belanja

Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya konsumsi aset, atau terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa. Sedangkan belanja diakui berdasarkan terjadinya pengeluaran dari rekening kas umum daerah atau entitas pelaporan. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.

(18)

BAB V

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

5.1. PENJELASAN POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Kode

Rekening Uraian

Realisasi2019

1 2 3

2, BELANJADAERAH 3.532.976.403,00

2.1. BelanjaTidakLangsung 1.220.658.524,00

2.1.1. Belanja Pegawai 1.220.658.524,00

2.1.1.01. Gaji dan Tunjangan 886.958.524,00

2.1.1.02. Tambahan Penghasilan PNS 333.700.000,00

2.1.1.07. Tambahan Penghasilan untuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ketiga Belas

-

2.2. BelanjaLangsung 2.312.317.879,00

2.2.1. Belanja Pegawai 617.835.000,00

2.2.1.01. Honorarium PNS 617.835.000,00

2.2.1.03. Uang Lembur -

2.2.1.06. Uang Saku Rapat -

2.2.2. Belanja Barang dan Jasa 1.611.097.879,00

2.2.2.01. Belanja Bahan Pakai Habis 62.919.401,00

2.2.2.02. Belanja Bahan/Material 176.263.644,00

2.2.2.03. Belanja Jasa Kantor 379.541.700,00

2.2.2.04. Belanja Premi Asuransi 3.131.820,00

2.2.2.05. Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor 20.707.500,00

2.2.2.06. Belanja Cetak dan Penggandaan 32.424.500,00

2.2.2.07. Belanja Sewa Rumah/Gedung/Gudang/Parkir 92.450.000,00

2.2.2.08. Belanja Sewa Sarana Mobilitas 13.500.000,00

2.2.2.10. Belanja Sewa Perlengkapan dan Peralatan Kantor 24.121.000,00

2.2.2.11. Belanja Makanan dan Minuman 263.890.000,00

2.2.2.12. Belanja Pakaian Dinas dan Atributnya 6.800.000,00

(19)

2.2.2.15. Belanja Perjalanan Dinas 204.358.314,00

2.2.2.20. Belanja Pemeliharaan 19.440.000,00

2.2.2.29. Uang Untuk Diberikan Kepada Pihak Ketiga/ Masarakat

182.250.000,00

2.2.2.30. Belanja Jasa Narasumber/ Tenaga Ahli/ Instruktur 103.950.000,00

2.2.3. Belanja Modal 83.385.000,00

2.2.3.11. Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor 7.350.000,00

2.2.3.12. Belanja Modal Pengadaan Komputer 31.960.000,00

2.2.3.26. Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian*) Bangunan

44.075.000,00

5.2. PENJELASAN POS- POS NERACA

No Uraian Per 31 Desember

2019 Per 31 Desember 2018 1 2 3 4 1 Aset 1.139.339.416,83 1.000.845.443,83 1.1 Aset Lancar 6.312.750,00 11.418.750,00 1.1.3 Persediaan 6.312.750,00 11.418.750,00 1.3 Aset Tetap 1.133.026.666,83 989.426.693,83 1.3.1 Tanah 600.000.000,00 600.000.000,00

1.3.2 Peralatan Dan Mesin

892.974.064,00

748.122.128,00

1.3.3 Gedung Dan Bangunan

576.763.000,00

539.766.381,00

1.3.4 Jaringan dan instalasi

7.078.381,00 -

1.3.5 Aset Tetap Lainnya - -

1.3.6 Konstruksi Dalam Pengerjaan - -

1.3.7 Akumulasi penyusutan

943.788.778,17

898.461.815,17

(20)

2 Kewajiban - - 2.1 Kewajiban Jangka Pendek - -

2.1.1 Utang JKK / JKM - -

Saldo kas di Bendahara Pengeluaran pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik per tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp. 0.

5.2.1 ASET LANCAR

(1) Persediaan

Pada akhir tahun 2019 sisa persediaan yang ada di Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten sebesar Rp. 6.312.750,- (enam juta tiga ratus dua belas ribu tujuh ratus lima puluh rupiah). Dengan penjelasan sebagai berikut :

No Uraian Persediaan

(Rp)

1 Alat Tulis Kantor 1.332.750

2 Air Minum 30.000

2 Tespack narkoba 4.950.000

(21)

5.2.2 ASET TETAP

Nilai buku aset tetap kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten per 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 1.139.339.416,83. Dengan perincian sebagai berikut :

(1) Tanah

Aset tanah yang disajikan dalam neraca berdasarkan tanah yang dimiliki dan atau dikuasai dan dilaporkan oleh Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang sebesar Rp. 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah) . Jika dibandingkan dengan tahun 2018 aset tanah tidak mengalami perubahan.

(2) Peralatan dan Mesin

No Uraian Tahun 2019 Tahun 2018 Tambah / Kurang

1 Kendaraan 507.668.109,00 402.126.173,00 105.541.936,00

2 Alat Kantor 70.744.719,00 51.777.144,00 18.967.575,00

3 Alat Rumah Tangga 97.181.536,00 97.181.536,00 0,00

4 Peralatan Komputer 188.149.700,00 156.189.700,00 31.960.000,00

5 Meja Kursi Pejabat 13.680.000,00 13.680.000,00 0,00

6 Alat Studio 13.640.000,00 25.257.575,00 -11.617.575,00

7 Alat Komunikasi 1.910.000,00 1.910.000,00 0,00

Jumlah 892.974.064,00 748.122.128,00 144.851.936,00

Penjelasan tambah/ kurang pada peralatan dan mesin adalah sebagai berikut :

No Kategori Uraian Tambah / Kurang

1 Kendaraan

Mutasi masuk 4 kendaraan roda

dua 105.541.936,00

2 Alat Kantor Pengadaan 3 filling cabinet 7.350.000,00

Reclass LCD Proyektor 11.617.575,00

3 Peralatan Komputer Pengadaan 2 buah komputer 22.060.000,00

Pengadaan 1 buah laptop 7.000.000,00

(22)

4 Alat Studio

Reclass LCD Proyektor ke kategori

alat kantor -11.617.575,00

(23)

(3). Gedung dan Bangunan

No Uraian Tahun 2019 Tahun 2018 Tambah / Kurang

1 Bangunan Gedung

Kantor 576.763.000,00 539.766.381,00 36.996.619,00

Jumlah 576.763.000,00 539.766.381,00 36.996.619,00

Penjelasan tambah/ kurang pada peralatan dan mesin adalah sebagai berikut :

No Kategori Uraian Tambah / Kurang

1

Bangunan Gedung

Kantor Pemasangan Kanopi 44.075.000,00

Reclass jaringan instalasi listrik ke

KIB D - 7.078.381,00

Jumlah 36.996.619,00

5.2.3 AKUMULASI PENYUSUTAN

No Uraian Tahun 2019 Tahun 2018

1 Peralatan dan Mesin

405.657.018,93 362.376.192,93 Kendaraan 245.816.781,60 220.600.045,60 Alat Kantor 46.262.068,29 37.012.144,29

Alat Rumah Tangga 50.142.441,00 45.226.715,00 Peralatan Komputer 50.585.227,77 41.177.742,77

Meja Kursi Pejabat 7.974.000,00 7.290.000,00 Alat Studio 4.208.000,27 10.496.545,27 Alat Komunikasi 668.500,00 573.000,00

(24)

2 Gedung dan Bangunan

534.451.001,12

536.085.622,24

3 Jalan, Irigasi dan Jaringan 3.680.758,12 - Jumlah 943.788.778,17 898.461.815,17 5.2.4 KEWAJIBAN

Pada akhir tahun 2019 Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Tidak memiliki hutang.

(25)

5.3. PENJELASAN POS-POS LAPORAN OPERASIONAL

8. PENDAPATAN - LO Rp -

8.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH-LO Rp -

9. BEBAN Rp 3.500.024.366,00 9.1 BELANJA OPERASI Rp 3.500.024.366,00 9.1,1 Belanja Pegawai Rp 1.838.493.524,00

9.1.2 Belanja Barang dan Jasa Rp

1.616.203.879,00

9.1.3 Beban Bunga Rp -

9.1.4 Beban Subsidi Rp -

9.1.5 Beban Hibah Rp -

9.1.7 Beban penyusutan dan Amortisasi Rp

45.326.963,00

9.1.8 Beban penyisihan piutang Rp -

9.1.0 Beban lain lain Rp -

Surplus Defisit Operasional Rp

3.500.024.366,00

8.4 SURPLUS NON OPERASIONAL-LO Rp -

9.3 DEFISIT NON OPERASIONAL-LO Rp -

9.3.1 Defisit penjualan asset non lancer Rp -

9.3.2 Defisit penyelesaian kewajiban jangka

panjang Rp -

9.3.3 Defisit dari kegiatan non operasional Rp -

Surplus/defisit non operasional

Surplus/defisit sebelum pos luar biasa

8.5 PENDAPATAN LUAR BIASA

(26)

9.4 BEBAN LUAR BIASA

9.4.1 Beban luar biasa

Surplus/defisit pos luar biasa

SURPLUS/DEFISIT LO Rp -3.500.024.366,00

5.4. PENJELASAN POS-POS PERUBAHAN EKUITAS

EKUITAS AWAL Rp (8.225.252.409,29) RK PPKD Rp 12.864.616.192,12 SURPLUS/DEFISIT LO Rp (3.500.024.366,00) KOREKSI PENAMBAH/MENGURANGI EKUITAS Rp - EKUITAS AKHIR Rp 1.139.339.416,83

(27)

BAB VI

PENGUNGKAPAN LAINNYA, INFORMASI NON KEUANGAN

6.1 Organisasi

Kantor Kesatuan Politik Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang merupakan perubahan nama dari Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Semarang, Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daeraah, Inspektorat, Lembaga Teknis Daerah, Dan Kantor Pelayanan Perijinan terpadu Kabupaten Semarang.

Adapun susunan struktur organisasi Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang terdiri dari :

1. Kepala Kantor

2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha 3. Kepala Seksi Kesatuan Bangsa 4. Kepala Seksi Bina Ormas dan Orpol 5. Kelompok jabatan fungsional

Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik saat ini dipimpin oleh : 1. Kepala Kantor : Drs. Haris Pranowo 2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha : Siska Nugraheni, SE, MH. 3. Kepala Seksi Kesatuan Bangsa : Ristotok, SE.

4. Kepala Seksi Bina Ormas Dan Orpol : Yuni Indrasari,S.Sos, M.Si.

Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang merupakan unsur pendukung tugas bupati dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dan mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi kehidupan berwawasan kebangsaan, fasilitasi demokratisasi.

(28)

6.2 Kebijakan

Terdapat beberapa kebijakan kaitannya dengan pelaksanaan tugas Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang yaitu :

1. Perumusan kebijakan teknis dibidang kesatuan bangsa dan politik;

2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang kesatuan bangsa dan organisasi masyarakat dan organisasi politik

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang kesatuan bangsa dan organisasi masyarakat dan organisasi politik; dan

4. Penyelenggaraan ketatausahaan kantor.

6.3 Struktur Kepegawaian / SDM

Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Semarang di dukung dengan SDM sebanyak 17 pegawai yang terdiri dari 17 PNS dengan rincian golongan dan eselon sebagai berikut :

Tabel Jumlah Pegawai Per Desember 2018

GOLONGAN

ESELON NON ESELON TOTAL II III IV V FUNGSIONAL STAF

IV/e - - - - IV/d - - - - - - - IV/c - - - - IV/b - 1 - - - 1 2 IV/a - - - - - JUMLAH - 1 - - - 1 2 III/d - - 2 - - - 2 III/c - - 1 - - 2 3 III/b - - - 1 1 III/a - - - 2 2 JUMLAH - - 3 - - 5 8 II/d - - - 1 1 II/c - - - 1 1 II/b - - - -

(29)

II/a - - - - JUMLAH - - - 2 2 I/d - - - - I/c - - - - I/b - - - - I/a - - - - JUMLAH - - - - TOTAL - 1 3 - - 8 12

(30)

BAB VII PENUTUP

Catatan atas laporan keuangan (CALK) Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Semarang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengambilan kebijakan pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Semarang pada tahun anggaran selanjutnya.

Melalui CALK ini dapat dilihat posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang selama tahun anggaran 2019. Hal ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam peningkatkan kinerja seluruh pegawai Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Semarang dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

Ungaran, 31 Desember 2019

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Semarang

Drs. HARIS PRANOWO

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :