BAB I PENDAHULUAN. diiringi dengan kemauan dan keseriusan pemerintah untuk menitikberatkan. pembangunan nasional, khususnya di bidang pertanian.

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

BAB I

PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG

Keberadaan wilayah Indonesia secara fisik dikenal sebagai Negara agraris yang subur dengan letak geografis yang strategis, serta peredaran musim yang teratur adalah suatu anugerah dari Tuhan yang harus kita syukuri. Penyebaran penduduk yang mayoritas tinggal di daerah pedesaan juga merupakan ciri umum dari masyarakat Indonesia.

Dari sektor agraris, bukanlah suatu hal yang sangsi apabila potensi sumber daya alam yang sedemikian itu ditanggapi dengan serius akan menjanjikan keberhasilan yang tinggi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia yang berswasembada pangan, tentunya diiringi dengan kemauan dan keseriusan pemerintah untuk menitikberatkan pembangunan nasional, khususnya di bidang pertanian.

Pada persoalan ini, pemerintah harus mengerti dan memahami bagaimana karakteristik dan tipe masyarakat desa yang menjadi objek sasaran pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar dalam proses pembangunan ini nantinya dapat diambil dan diterapkan kebijakan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sosial masyarakat yang ada. Dengan demikian pembangunan nasional di bidang agraris yang sebagaimana kita ketahui sangat membutuhkan banyak perhatian, biaya dan waktu yang terencana, akan dapat terlaksana dan berhasil secara efektif dan efisien.

(2)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

Berdasarkan kerangka logis pemikiran yang sedemikian itulah program perkuliahan lapangan ini akan diselenggarakan, dalam upaya mendidik dan memberikan pemahaman metode analisa dan identifikasi masyarakat desa kepada mahasiswa sebagai calon generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Dengan harapan, para mahasiswa mengetahui realitas sosial masyarakat yang sebenarnya, untuk kemudian dengan berbekal pengetahuan itu dapat memunculkan ide-ide cemerlang dan tanggapan-tanggapan sosial untuk diaplikasikan di masa yang akan datang. Tentunya dalam rangka pengabdian mereka terhadap masyarakat demi terwujudnya lingkungan kehidupan sosial yang lebih baik sesuai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.

1.2RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana kondisi ekonomi keluarga masyarakat Desa Panglungan?

2. Bagaimana bentuk solidaritas sosial yang berkembang di dalam masyarakat Desa Panglungan?

3. Bagaimanakah gambaran tradisi dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat Desa Panglungan?

4. Bagaimana tingkat kontrol sosial yang kini berkembang di masyarakat Desa Panglungan?

5. Bagaimana gambaran pola kepemimpinan yang dianut dan dilaksanakan oleh masyarakat Desa Panglungan?

(3)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

6. Bagaimana respon masyarakat Desa Panglungan terhadap inovasi baru dan perubahan-perubahan yang menuju ke arah modernisasi?

7. Bagaimana tingkat mobilitas sosial masyarakat Desa Panglungan?

8. Bagaimana pandangan masyarakat desa Panglungan terhadap Orientasi masa depan mereka?

1.3

TUJUAN

1. Tujuan Umum

Untuk memenuhi tugas perkuliahan lapangan mata kuliah tipologi sosial Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Airlangga tahun ajaran 2011/ 2012

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui kondisi dan status ekonomi masyarakat Desa Panglungan.

b. Mengetahui bentuk solidaritas social yang terjadi di masyarakat Desa Panglungan.

c. Mengetahui gambaran tradisi dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat Desa Panglungan.

d. Mengetahui tingkat kontrol sosial yang kini berkembang di masyarakat Desa Panglungan

e. Mengetahui gambaran pola kepemimpinan yang dianut dan dilaksanakan oleh masyarakat Desa Panglungan.

(4)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

f. Mengetahui respon masyarakat Desa Panglungan terhadap inovasi baru dan perubahan-perubahan yang mengarah menuju arah modernisasi.

g. Mengetahui tingkat mobilitas sosial masyarakat Desa Panglungan

h. Mengetahui pandangan masyarakat desa Panglungan terhadap Orientasi masa depan mereka.

1.4

Manfaat

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut,

1. Untuk meningkatkan pola pikir mahasiswa agar lebih kritis dalam melihat dan mempelajari tentang karakteristik suatu masyarakat. 2. Sebagai pembelajaran agar para mahasiswa terbiasa untuk berpikir

secara ilmiah.

3. Untuk memperoleh semua informasi yang berkenaan dengan karakteristik masyarakat desa dan perkembangannya dari waktu ke waktu.

(5)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

1.5

Kerangka Pemikiran

a. Masyarakat Rasional dan Masyarakat Tradisional (Max Weber)

Max Weber mengemukakan ada 4 tipe dalam Tindakan Sosial, yaitu: 1. Rasionalitas Instrumental

Pertimbangan dan pilihan yang sadar terhadap tujuan dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan, secara efektif, efisiensi, dan spesialisasi.

2. Rasionalitas yang berorientasi nilai

 Alat-alat hanya merupakan objek pertimbangan dan perhitungan yang sadar

 Tujuan sudah ada karena nilai-nilai yang bersifat absolut

 Tindakan religius : meditasi, doa, upacara untuk memperoleh pengalaman religius.

3. Tindakan tradisional  Bersifat non-rasional

 Karena kebiasaan, tanpa refleksi yang sadar/ perencanaan  Mendasarkan pada tradisi, termasuk sanksi hukuman  Tidak bisa diganggu gugat

4. Tindakan afektif

 Ditandai oleh emosi tanpa perencanaan yang sadar

 Cinta, kemarahan, ketakutan, kegembiraan, secara spontan mengungkapkan perasaan.

(6)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

1. Otoritas/ kewenangan (authority): kemampuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang diterima secara formal oleh anggota-anggota masyarakat.

2. Kekuasaan (power): suatu kemauan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain, tanpa menghubungkannya dengan penerimaan sosialnya yang formal.

b. Tipologi Masyarakat (Ferdinand Tonnes)

 Kehendak, ada 2 :

1. Wisenwille :kehendak/ kemauan manusia yang kodrati sebagai pencerminan manusia itu sendiri, tidak professional (egois).

2. Kurwille : kehendak/ kemauan manusia yang rasional, memilih/ menimbang untuk memperoleh keuntungan.

 Gemeinschaft (paguyuban) :

1. Kehendaknya bersama lebih dominan

2. Mengedepankan anggota sebagai keseluruhan

3. Dikuasai keyakinan atau kepercayaan terstentu secara turun-temurun

4. Agama sebagai pedoman 5. Solidaritas alami

 Tipe gemeinschaft :

1. Gemeinschaft by blood  contohnya keluarga

2. Gemeinschaft of place  atas dasar tempat tinggal, contohnya RT, RW

(7)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

3. Gemeinschaft of mind  atas dasar pemikiran yang sama, contohnya organisasi, profesi, hobi.

 Gesellschaft (patembayan) :

1. Kehendak individu lebih menonjol 2. Kepentingan individu lebih dominan 3. Didasarkan pada akal/ rasionalitas 4. Hubungan kontraktual atau komersial 5. Terikat karena kepentingan tertentu

c. Tipe Masyarakat Berdasarkan Solidaritas Mekanis dan Solidaritas

Organis (Emile Durkheim)

1. Solidaritas Mekanis

Masyarakat dimana individu-individu terikat secara homogen ke dalam kesatuan-kesatuan sosial dan conscience collective di dalam masyarakat sedemikian itu adalah bersifat represif dimana setiap pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang ada selalu dikaitkan dengan sanksi-sanksi hukuman. Contoh : keluarga, traits, marga, dsb. Masyarakat dengan solidaritas mekanis adalah suatu masyarakat yang relatif homogen, khususnya di dalam hal pembagian pekerjaan.

2. Solidaritas Organis

Suatu masyarakat yang telah menjadi semakin heterogen dan semakin mandiri. Heterogenitas dan kemandirian tersebut terjadi sebagai

(8)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

akibat kian berkembangnya pembagian pekerjaan sosial. Namun, patutlah dicatat, bahwa sekali pun heterogenitas dan kemandirian kian berkembang, akan tetapi individu-individu yang semakin mandiri itu justru menjadi pula kian tergantung satu sama lain dan kian saling solider. Sebabnya ialah karena masing-masing individu itu kini hanyalah merupakan suatu bagian saja dari suatu pembagian pekerjaan sosial. Solidaritas di dalam masyarakat yang demikian ini adalah suatu solidaritas organis. Disini setiap pelanggaran terhadap aturan-aturan yang ada selalu dikaitkan kepada sifatnya yang restitutif.

d. Packing Order (Robert King Merton)

 Melihat masyarakat secara struktural

 Adanya “packig order” (soal siapa yang menguasai siapa)

 Ada dua pola perkembangan struktur kekuasaan :

1. Pyramidal power structure: ada sedikit orang yang menguasai banyak orang, terjadi pada masyarakat yang informasinya terbatas.

2. Diamond-shape power structure: tipe kepemimipinan yang pengaruh kekuasaannya terbatas pada suatu bidang spesialisasi tertentu saja (berhubungan dengan spesialisasi pekerjaan).

 Interaksi social :

1. Localite social interaction (masyarakat social yang terbatas informasinya)

 Fatalis dan paternalis. Sangat bergantung pada alam  Empati rendah

(9)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam 2. Cosmopolite social interaction

 Interaksi social tidak terbatas

 Masyarakatnya lebih terbuka

 Kepemimpinan berdasarkan kualitas individu, bukan atas dasar keturunan/ mistis dan senioritas

1.6

Metode dan Prosedur Penelitian

1.6.1 Pendekatan

Pendekatan yang kami lakukan adalah kuantitatif.

Berawal dari konsep awal pendekatan kuantitatif, yakni teori testing, pengkajian teori terhadap data. Data mempunyai makna dari apa yang disebut refleksi masyarakat. Pengumpulan data yang berupa angka beupa coding yang terangkum dalam tabulasi, merupakan rujukan dari berbagai konsep yang diasumsikan untuk tujuan analisis berupa interpretasi data. Tinjaun teori Tipologi Sosial mempunyai porsi penuh dimana sebagai kajian ukuran dalam penggolongan tipologi masyarakat, yakni di Desa Pangklungan.

1.6.2 Tipe Penelitian

Penelitian Tipologi Sosial ini menggunakan tipe penelitian deskriptif, penelitian yang dimaksud untuk memberikan gambaran suatu realitas sosial tertentu , di desa Belik. Dimana informasi mengenai hal itu

(10)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

sudah ada meski pun tidak banyak. Kemudian kami menggabungkan tipe penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif.

Dengan cara memberi kode-kode yang telah ditentukan untuk setiap jawaban yang ada pada kueisioner (coding) untuk kemudian diselesaikan dengan cara pemberian skor pada keseluruhan jawaban per variable, untuk didistribusikan melalui tabel frekuensi yang digunakan untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Hasil pengolahan data tersebut memungkinkan untuk menarik kesimpulan tentang identifikasi tentang tipe-tipe dan pola kehidupan masyarakat Desa Panglungan kecamatan Wonosalam kabupaten Jombang.

1.6.3 Operasionalisasi Konsep

Dalam menganalisiskan dan mengidentifikasi tipe-tipe masyarakat yang berada di desa Belik maka digunakan teori dari empat tokoh Sosiolog melalui beberapa variabel dan indikator, yaitu:

• Identitas responden

Dalam menganalisis identitas responden diperoleh indikator sebagai berikut : Nama responden, umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah anak, pendidikan terakhir, keterampilan, pekerjaan dan tentang anggota keluarga responden.

• Status sosial – ekonomi

Dalam menganalisis kondisisi ekonomi diperoleh indikator sebagai berikut:Kepemilikan rumah, luas bangunan rumah,

(11)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

jumlah kamar, bahan bangunan rumah, kepemilikan lahan, pendapatan, pengeluaran, tabungan, kepemilikan barang.

• Solidaritas sosial

Dalam menganalisis solidaritas sosial diperoleh indikator sebagai berikut:Dalam kegiatan menjenguk, melayat, memberi pinjaman hutang, memberi sumbangan (buwuh) ke hajatan, bentuk sumbangan (buwuh) serta alasannya kepada saudara, tetangga dan teman. Kegiatan sosial yang diikuti responden.

• Tradisi dan kebudayaan

Dalam menganalisis tradisi dan kepercayaan diperoleh indikator sebagai berikut:Intensitas dan alasan melakukan tradisi, pendapat responden tentang: hasil panen, bencana alam, kematian, sakit, kondisi anak, kecelakaan dan permasalahan rumah tangga.

• Bentuk kontrol sosial

Dalam menganalisis kontrol sosial diperoleh indikator sebagai berikut:

Bentuk-bentuk pelanggaran, bentuk sanksi dan yang memutuskan pemberian sanksi di desa Panglungan

• Kepemimpinan

Dalam menganalisis kepemimpinan diperoleh indicator sebagai berikut:Penentu setiap keputusan rumah tangga, adanya

(12)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

pemilihankepala desa, carik, kepala rayon RW, ketua RW, ketua RT serta alasanresponden memilih. Keikutsertaan responden dalam musyawarah desa. Penentu keputusan dalam masyarakat desa. Tempat responden mengurus KTP, KK, beserta alasan. • Tingkat mobilitas sosial (non-fisik).

Dalam menganalisis mobilitas diperoleh indikator sebagai berikut:Perubahan jabatan (kenaikan dan penurunan) dan perubahan pekerjaan (kenaikan dan penurunan) responden.

• Respon terhadap perubahan

Dalam menganalisis respon terhadap perubahan diperoleh indikator sebagai berikut:Tempat responden berobat dan melahirkan, penggunaan alat-alat rumah tangga, penggunaan alat-alat pertanian, hasil dan waktu alat-alat peratanian tersebut dalam pengggarapan lahan luas,

sedang, sempit.Pemanfaatan media komunikasi dan pengetahuan resonden terhadap berita dan asal perolehan informasi mengenai berita tersebut.

1.6.4 Lokasi dan Waktu

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada :

hari : Kamis - Minggu

tanggal : 24 – 27 Mei 2012

tempat : Lima dusun di Desa Panglungan (Dampak, Arjosari, Sranten, Mendiro, Panglungan),

(13)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur

1.6.5 Metode dan tekhnik pengambilan sampel

Dalam metode sampel yang akan digunakan dalam pengambilan populasi di Desa Panglungan kami mencoba menggunakan sistematik random sampling. Rumus yang digunakannya sebagai berikut:

N 1025

i = = = 10,25 n 100

Data yang digunakan adalah seluruh jumlah kepala keluarga yang ada di 5 dusun di desa panglungan yakni dusun Dampak, Arjosari, Sranten, Mendiro dan Panglungan. Berdasarkan perhitungan di atas kami sepakat membulatkan interval menjadi 10. Sedangkan untuk menentukan sampel responden kami melakukan secara random diantara no 1-10. Yang muncul adalah angka 6. Sehingga , sampel pertama dimulai dari nomor urut 6 dan responden selanjutnya adalah nomor 16, 26 dan seterusnya. Dan apabila ada salah satu responden dalam sampel tidak ada atau tidak berada di tempat, resdonden tersebut diganti dengan cara mengambil sampel urutan di bawah sampel sebelumnya. Misalnya, responden nomor urut 6 tidak berada

Keterangan: i = interval

N = jumlah kepala keluarga

(14)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

di tempat maka responden tersebut diganti dengan responden nomor 7 (nomor di bawahnya) begitu juga seterusnya.

1.6.6 Teknik pengumpulan data

Dalam pengumpulan data diperlukan data yang akurat untuk mengetahui hasil penelitian secara mendalam antara lain sebagai berikut:

1. Wawancara

Teknik wawancara merupakan salah satu caraa pengumpulan data dalam suatu penelitian, karena menyangkut data, maka wawancara merupakan salah satu elemen penting dalam proses penelitian, bisa dikatakan sebagai cara yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi dari responden dengan cara bertanya langsung(face to face), dalam wawancara tersebut juga dibagi lagi menjadi wawancara terencana, wawancara tak terencana, wawancara sambil lalu, wawancara struktur dan tidak struktur, wawancara terfokus dan bebas, wawancara tertutup dan terbuka, masing masing anak harus mendapatkan 8/9 responden.

2. Obesevasi Lapangan

Dalam langkah pengambilan data di lapangan sebelumnya kami sudah melakukan beberapa kali observasi, yang dimulai dari survei sebanyak 3 kali ke desa panglungan dan mendapatkan fotokopi

(15)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

Monografi Desa tersebut guna mengetahui kepemilikan apa yang ada pada desa tersebut serta keadaan penduduk masyarakat desa tersebut secara umum atau kondisi geografis desa tersebut.

3. Wawancara Mendalam

Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama, dalam proses wawancara mendalam ini setiap anak dalam kelompok wajib menanyakan kepada informan secara detail, menyeluruh, akurat agar dapat menjelaskan apa yang disurvei atau yang diteliti secara langsung.

4. Dokumen

Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, rekaman dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen

(16)

Laporan Tipologi Sosial Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam

pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain.

1.6.7 Teknik Analisis Data

Analisi data merupakan tahap dimana data yang kita peroleh ataupun yang sudah kita kumpulkan memasuki pembacaan makna dan penginteperetasian atas dasar reflesi kajian teori tipologi dengan penekanaan rasional dan empiris. Adapun metode yang kami gunakan, yakni

a) Penyederhanaan data, yaitu sutu metode meringkas data mana yang paling signifikan berpengaruh dalam pengukuran varibel yang diajukan. Mempunyai tujuan efisiensi dimana penginterpretasian data lebih mudah dan lebih cepat.

b) Komparasi, yaitu metode analisi dengan cara membandingkan temuan data yang kita peroleh dengan data sebelumnya maupun data sekunder yang ada.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :