PEMANFAATAN ANIMASI MULTIMEDIA PADA MATA KULIAH KIMIA TEKNIK UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP
KONSEP IKATAN KIMIA Irma Yulia Basri1 Muhammad Adri2
ABSTRACT
Development of information technology has impact to all of sector of human life, including of educational sector specially in instructional media technology. The technology is used to fluent education community in carrying out educational process. The research aims to finding out of impact of multimedia animation on specific topic of Technical Chemistry to understanding of student, especially in Ikatan Kimia. To achieving of research objectives, is used one Interactive CD Package to each student following with classroom teaching, home work and student activity form to control their activity in out of class. The research findings are the package is useful to increase of student ability on learning and understanding of content by them self. To measure these impacts is used questionnaire to students using Linkert Scale to find of student achievement in learning using multimedia package.
Key Word :instructional media technology, animation, multimedia package, student understanding.
INTISARI
Pengembangan teknologi informasi mempunyai dampak bagi semua dari sektor hidup manusia, termasuk dari sektor bidang pendidikan yang secara khusus di dalam teknologi media pengajaran. Teknologi digunakan untuk membantu di dalam proses belajar mangajar. Penelitian ini mengarah kepada mengenali dampak animasi multimedia pada topik yang spesifik tentang Ilmu Kimia terutama di dalam Ikatan Kimia. untuk menuju keberhasilan sasaran hasil riset, digunakan satu CD Interaktip untuk masing-masing siswa yang mengikuti dengan kelas, pekerjaan rumah dan aktivitas siswa untuk mengendalikan aktivitas mereka diluar kelas. Penelitian ini dapat berguna untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar belajar dan pemahaman isi oleh mereka sendiri. Untuk mengukur dampak ini digunakan daftar pertanyaan kepada siswa dengan menggunakan pengukuran Linkert untuk menentukan prestasi belajar siswa dengan menggunakan paket multimedia.
Key Word : Instruksional Media Teknologi, Animasi, Paket Multimedia, Pemahaman Siswa
1 Dosen Jurusan Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang 2 Dosen Jurusan Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
PENDAHULUAN
Mata kuliah Kimia Teknik merupakan salah satu mata kuliah dasar yang terdapat di dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Tahun 2006 Jurusan Teknik Otomotif, yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
Mata Kuliah Kimia Teknik ini termasuk mata kuliah yang tidak mudah dipahami oleh mahasiswa, karena materinya yang bersifat abstrak dan sulit untuk diamati dengan mata telanjang. Disamping itu juga diperlukan pemahaman konseptual, karena mata kuliah ini dengan materi yang tersusun secara hirarkis dan bekelanjutan. Oleh karena itu urutan penguasaan materi oleh mahasiswa merupakan suatu hal yang mutlak, karena untuk memahami satu topik materi dalam Kimia Teknik, mahasiswa harus menguasai materi sebelumnya, sebelum lanjut ke materi berikutnya. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa penguasaan mahasiswa terhadap suatu topik materi sangat tergantung pada penguasaan materi sebelumnya.
Berkaitan dengan hal ini, dapat dikatakan bahwa belajar ilmu Kimia merupakan suatu kegiatan
yang berkenaan dengan
penyeleksian konsep-konsep ilmu Kimia yang sederhana dan menghubungkannya dengan konsep yang lebih rumit. Belajar ilmu Kimia pada hakekatnya adalah suatu aktifitas mental untuk memahami arti, hubungan-hubungan dan
simbol-simbol kemudian
menerapkannya ke situasi nyata. Dalam kegiatan perkuliahan di kelas dalam mata kuliah Kimia Teknik ini, berdasarkan pengalaman peneliti selama ini, terdapat beberapa persoalan yang sering muncul, sehingga sering menjadi
hambatan bagi mahasiswa untuk
dapat mempercepat proses
pembelajaran di kelas, antara lain : 1. Latar belakang pendidikan
mahasiswa yang berbeda, terdapat tiga latar belakang utama mahasiswa, yaitu dari SMA (IPA dan IPS), SMK (Otomotif) dan Madrasah Aliyah (IPA).
2. Fasilitas praktikum dan laboratorium, karena materi kuliah ini tidak didukung oleh
kegiatan praktikum di
laboratorium, sehinga sulit bagi mahasiswa untuk memahami proses reaksi ikatan kimia yang terjadi.
3. Sulit bagi mahasiswa dalam menganalisa rangkaian ikatan kimia, karena tidak adanya bukti otentik tentang proses ikatan tersebut
Dengan kondisi tersebut, maka rendahnya prestasi belajar mahasiswa di dalam mata kuliah Kimia Teknik seakan-akan dianggap sebagai suatu hal yang wajar bagi mahasiswa, karena umumnya mahasiswa menganggap Kimia Teknik sebagai materi yang sulit.
Usaha-usaha yang telah dilakukan dalam rangka untuk mengatasi persoalan tersebut, Dosen pembina mata kuliah, telah mengembangkan bahan ajar dalam bentuk modul perkuliahan dan modul khusus yang berisi contoh-contoh soal dan pembahasannya, sehingga dengan bantuan kedua modul tersebut akan dapat mengatasi kesulitan belajar mahasiswa.
Dari tabel hasil belajar mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif yang mengambil mata kuliah Kimia Teknik dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat masih rendahnya persentase kelulusan mahasiswa dengan nilai baik (Nilai A dan B)
Tabel 1. Hasil belajar Kimia Teknik Mahasiswa Semester Nilai Jml A B C D E Juli–Des 2005 24 11 4 8 20 67 Jan–Jun 2006 12 10 10 6 14 52 Juli–Des 2006 21 15 7 4 19 56 Jan–Jun 2007 15 7 7 7 8 44
Tabel 2. Persentase kelulusan dalam Mata Kuliah Kimia Teknik
Semester Nilai dalam % Jml
A B C D E Juli – Des 2005 35,8 16,4 5,9 11,9 29,8 100 % Jan – Jun 2006 23 19,2 19,2 11,5 26,9 100 % Juli – Des 2006 37,5 26,7 12,5 7,1 33,9 100 % Jan – Jun 2007 34 15,9 15,9 15,9 18,1 100 % Diungkapkan [1] gambaran kurang diminatinya bidang Kimia oleh mahasiswa. Pada lomba
Science Talent Research yang dilaksanakan oleh National Science Foundation ternyata dari 300 siswa
cerdas berbakat yang
memenangkan lomba, hanya 8 orang memilih karir bidang Kimia.
Penyebab menurunnya minat mahasiswa mempelajari Kimia menurut Momo R, antara lain :
1. Ilmu Kimia dianggap ilmu yang sulit dan dipandang sebagai imu yang keras (hard science) 2. Ilmu Kimia mempunyai banyak
aturan
3. Adanya chemophobia dari masyarakat yang menganggap zat kimia sebagai racun dan penyebab munculnya polusi lingkungan
4. Siswa mengalami frustasi karena miskonsepsi yang sering terjadi
5. Sering terjadi proses belajar mengajar yang terpusat pada guru/ dosen ( Teacher-Centered Teaching), sehingga mahasiswa tidak terlibat aktif
dalam proses belajar
mengajar.
Sebagai sebuah mata kuliah
yang banyak menggunakan
persamaan–persamaan senyawa dan ikatan kimia, dalam bentuk
abstrak, maka mata kuliah ini semakin sulit untuk dapat diserap dan dipahami oleh mahasiswa dengan baik, akan membutuhkan usaha yang lebih besar untuk dapat
memahami bentuk abstrak
persamaan dan ikatan kimia tersebut. Diungkapkan bahwa melalui media pembelajaran yang tepat hal-hal yang abstrak dapat dikongkritkan dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan, sehingga pemahaman mahasiswa untuk suatu materi dapat ditingkatkan.
Sejalan dengan hal tersebut [2] diungkapkan bahwa teknologi
animasi multimedia dapat
dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperjelaskan konsep yang abstrak, dan animasi merupakan salah satu media yang dapat
menarik perhatian yang
menggunakannya. Dengan
memanfaatkan animasi multimedia dalam mata kuliah kimia ini akan dapat :
1. Memperjelaskan informasi ikatan yang abstrak menjadi lebih nyata 2. Menguraikan proses persamaan
dan ikatan kimia, sehingga dapat dipahami bentuk ril dari persamaan dan ikatan tersebut. 3. Memperkecil resiko karena
Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, Diungkapkan [3] bahwa dari berbagai jenis media yang digunakan dalam pembelajaran, model animasi multimedia adalah model media yang paling disenangi siswa, dan disamping itu dengan animasi mahasiswa berinteraksi langsung dengan media animasi, sehingga dengan berinteraksi langsung tersebut, akan dapat
meningkatkan pemahaman
mahasiswa, hal ini sejalan dengan konsep balajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh John Dewey, bahwa melakukan secara langsung aktifitas dalam belajar akan memperoleh hasil yang lebih baik, jika dibandingkan dengan hanya melihat apalagi kalau hanya dengan mendengar. Dengan berinteraki langsung dengan media ajar berupa animasi multimedia diharapkan akan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Melalui penelitian akan dikembangkan suatu media ajar dalam mata kuliah Kimia Teknik khususnya pada topik bahasan Ikatan Kimia.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan beberapa tahap sebagai berikut :
1. Tahap 1. Persiapan pembuatan animasi multmedia Kimia Teknik Langkah awal yang dilakukan dalam pembuatan animasi multmedia adalah sebagai berikut :
a. Menelaah konsep-konsep utama dalam sub pokok
bahasan atau pokok
bahasan materi sesuai GBPP Mata Kuliah Kimia Teknik.
b. Menetapkan pokok bahasan ikatan kimia yang berisi konsep-konsep yang dapat ditransfer ke dalam bentuk animasi multimedia.
c. Merancang ilustrasi yang
cocok dalam bentuk
animasi multimedia tentang ikatan kimia
2. Tahap 2. Pembuatan animasi multmedia
Dalam pembuatan animasi multmedia ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Membuat draft isi animasi
multmedia untuk
pembelajaran mata kuliah Kimia Teknik
b. Membuat animasi multimedia interaktif pada pokok-pokok bahasan yang telah dipilih
yang membutuhkan
animasi, dengan bantuan perangkat lunak animasi komputer.
c. Mendisain management course tools, untuk mengintegrasikan seluruh materi kuliah Kimia Teknik dalam bentuk animasi
multmedia, melalui
pemrograman komputer. d. Materi ajar yang akan
dikembangkan pada
animasi multmedia ini,
disusun berdasarkan
kurikulum dan GBPP Mata Kuliah Kimia Teknik, sedangkan uraian materi ajar disusun berdasarkan panduan dari buku referensi yang digunakan dalam perkuliahan.
3. Tahap 3. Uji coba
Pada tahap ini CD Interaktif (animasi multmedia), diuji coba kegunaan dan kehandalannya, sebagai sebuah alternative pola pembelajaran mandiri bagi mahasiswa. Uji caoba ini dilakukan dalam dua model : a. Uji coba pemakaian oleh end
user (mahasiswa), dengan
mengambil mahasiswa
secara acak dari kedua kelompok kelas.
b. Uji coba dalam bentuk uji pakar, dengan melibatkan staf pengajar lain yang membidangi mata kuliah Kimia Teknik
Dari kedua model uji coba tersebut, akan diperoleh masukan untuk perbaikan sistem animasi multmedia yang dirancang, seperti pada siklus
berikut: :
Gambar 1. Siklus Aplikasi Animasi Multmedia
4. Tahap Evaluasi Hasil Uji Coba Mengevaluasi hasil uji coba, dan melakukan revisi dan perbaikan seperlunya sesuai dengan saran dan pendapat audien uji coba. 5. Tahap Penggunaan Paket
Animasi Multimedia Ikatan Kimia Tahap ini digunakan untuk melihat sejauhmana pengaruh animasi multimedia terhadap penggunaan animasi multimedia ini dalam pembelajarn Kimia Teknik. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan dibagi ke dalam dua kelompok belajar, yaitu kelas ujicoba (treatment class) dan kelas penguji (control class).
Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengetahui kelayakan, keefektifan dan keefisienan dari animasi multmedia CD Interaktif Kimia Teknik yang telah dibuat, maka perlu tanggapan dari mahasiswa. Data diambil dengan menggunakan instrumen :
1. Lembaran hasil belajar berupa Pre-Test, Mid-Test dan Final Test yang diberikan kepada kedua kelas, baik kelas kontrol maupun kelas treatment, yang akan digunakan sebagai alat ukur peningkatan kemampuan belajar mahasiswa
a. Pre-Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan awal
mahasiswa pada kedua kelas, yang akan dijadikan sebagai
penilaian awal dalam
penelitian ini.
b. Mid-Test dilakukan untuk
mengukur perbedaan
kemampuan mahasiswa kelas treatment dengan kelas kontrol, dalam hal ini, asumsi awal yang dikemukakan adalah bahwa hasil belajar kelas treatment lebih baik dari kelas kontrol
c. Final Test, digunakan untuk
mengetahui apakah
penggunaan animasi
multimedia ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa, dalam hal ini kepada kelas kontrol kemudian dilakukan treatmen yang sama dengan kelas treatment, jika hasil belajar kelas kontrol menjadi lebih baik dari
sebelumnya, maka ini
membuktikan bahwa media yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa.
2. Kuisioner (angket) yang diberikan kepada mahasiswa, tentang tanggapan serta saran terhadap
animasi multmedia yang
digunakan. Kisi-kisi kuesioner mengacu kepada ketercapaian Survey dan Analisi sMateri Desain & pembuatan (alpha test) Implementasi dan Uji Coba
Error ?
Dokument
asi
Ada error
Bebas error
kriteria sebuah animasi multmedia interaktif, diantaranya : a. Kandungan kognisi, apakah
tingkat ketercapaian
pengetahuan dari materi yang disajikan dapat optimal.
b. Kemudahan navigasi, apakah dengan menggunakan animasi
multmedia ini mampu
memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mempelajari kandungan materi yang ada di dalamnya.
c. Presentasi informasi, apakah kandungan informasi yang ada pada animasi multmedia
mudah dipahami oleh
mahasisiwa
d. Integrasi media, apakah pada animasi multmedia yang
didesain memapu
mengintegrasi bentuk-bentuk media seperti media audio, media visual dan media audio visual, sehingga dapat menarik perhatian mahasiswa dalam menggunakannya sebagai sebuah media bantu dalam belajar.
e. Artistik dan estetika, apakah animasi multmedia yang di sajikan mempunyai tampilan yang menarik dan setetika yang baik, serta memenuhi kaidah-kaidah ergonomis bagi pemakainya.
f. Fungsionalitas, berkaitan dengan fungsi animasi
multmedia secara
keseluruhan, sehingga mampu
memberikan alternatif
pembelajaran bagi mahasiswa. Lembaran tes hasil belajar mahasiswa yang diberikan pada
akhir pembelajaran untuk
mengetahui hasil belajar siswa yang diperoleh setelah pembelajaran menggunakan media bantu animasi multmedia.
Teknik Analisa Data
Analisa data dari angket dilakukan dengan menggunakan
skala Lingkert. Nilai kelayakan dihitung dengan menggunakan rumus :
n
N
x
r
.
Dimana : r = nilai kelayakan x = bobot jawaban responden n = jumlah responden N = jumlah item Kategori layak untuk suatu media adalah jika harga r 2,5. Untuk hasil belajar mahasiswa digunakan konsep tuntas, yaitu pembelajaran dikatakan berhasil jika mahasiswa mendapat nilai 65 sebanyak 85 %.HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan Struktur Materi
Rancangan struktur materi CD Interaktif Kimia Teknik ini, di susun sesuai dengan Kurikulum yang dikembangan dan digunakan oleh dosen pembina mata kuliah Kimia Teknik di Jurusan Teknik Otomotif FT UNP Padang.
Pada struktuir materi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep tentang teori atom sebagai landasan awal dalam memahami materi Ikatan Kimia, kemudian dilanjutkan dengan struktur atom, sistem periodik, persamaan reaksi dan rumus kimia. Dengan materi pendahulu ini, maka diharapkan mahasiswa akan dapat memahami materi Ikatan Kimia dengan lebih baik dan mudah.
Gambar 2. Rancangan struktur materi CD Interaktif
Kimia Teknik
1. Rancangan Sturuktur Menu
Implementasi stuktur materi di atas, kemudian di kembangkan menjadi struktur menu pada aplikasi CD Interaktif Kimia Teknik, dengan
tujuan untuk mempermudah
mahasiswa dalam melakukan interaksi dan navigasi dalam aplikasi pembelajaran ini.
Struktur menu yang
dikembangkan adalah sebagai berikut :
Gambar 3. Struktur Menu CD Interaktif Kimia Teknik
Teori Atom
Sistem Periodik
Rumus Kimia
Persamaan Reaksi
Struktur Atom
Ikatan Kimia
Teori Atom
Struktur
Atom
Intro
Opening
About
Guide
Tutorial
Practice
Quiz
Tentang
Mata
kuliah
Kimia
Terapan
Petunjuk
Pemakai-an CD
Interaktif
Sistem
Periodik
Rumus Kimia
Persamaan
Reaksi
Ikatan Kimia
Kumpulan
Solal Quiz
Pembaha
san Soal
Quiz
Kumpula
n soal
latihan
per topik/
materi
Hasil Rancangan CD Interaktif Multimedia Kimia Teknik
Berdasarkan struktur menu dan struktur materi di atas, maka kemudian dikembangkan sebuah CD Interaktif Multimedia Kimia Teknik dengan hasil sebagai berikut :
a. Halaman Opening
Halaman Opening adalah
halaman yang dipersiapkan daam bentuk autorun pada saat CD Interaktif Kimia Teknik dimasukkan ke dalam drive CD
ROM Komputer. Halaman
Opening terdiri dari sebuah animasi dan movie singkat pengantar CD Interaktif Kimia Teknik, sebagai pesan pembuka pada saat aplikasi dijalankan. Jika animasi dan pesan pembuka telah selesai dijalankan, maka kemudian akan muncul sebuah tombol pembuka (Open) yang berfungsi untuk masuk ke aplikasi, seperti terlihat pada Gambar 6:
Gambar 4. Halaman Opening CD Interaktif Kimia Tarapan
b. Halaman Intro
Pada halaman ini mahasiswa
akan dapat memperoleh
informasi singkat tentang CD Interaktif Kimia Teknik, sehingga akan dapat menambahkan pemahaman dan wawasan awal
mahasiswa dalam
menggunakan CD Interaktif ini.
Gambar 5. Halaman Intro CD Interaktif Kimia Teknik
c. Halaman Menu
Halaman menu CD Interaktif Kimia Teknik ini dikembangkan dengan antarmuka sebagai berikut :
Gambar 6. Halaman Menu Utama
Pada halaman menu ini terdapat
5 menu utama yang
ditempatkan pada sisi kiri dari halaman kerja CD Interaktif, yang dilengkapi dengan penjelesan singkat untuk masing-masing menu pada saat salah satu tombol menu di dekati oleh kursor mouse. d. Halaman About
Halaman ini berisi informasi singkat tentang CD Interaktif
Kimia Teknik dan tim
pengembang aplikasi
pembelajaran elektronis ini.
Gambar 7. Halaman About
e. Halaman Guide
Halaman ini berisi informasi petunjuk penggunaan dan
navigasi terhadap isi aplikasi CD Interaktif Kimia Teknik.
Gambar 8. Halaman Guide
f. Halaman Materi
Pada saat tombol Tutorial di akses oleh mahasiswa, maka kemudia akan muncul halaman materi kuliah yang terdiri dari 6 topik materi yang relevan
dengan Konsep Ikatan Kimia, sehingga diharapkan akan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada mahasiswa tentang Ikatan Kimia.
Gambar 10. Materi Peranan elektron dalam Ikatan Kimia
Gambar 11. Materi Ikatan Ion
Uji coba CD Interaktif Kimia Teknik
Dalam mengembangkan CD Interaktif Kimia Teknik, dilakukan ujicoba fungsional terhadap CD Interaktif dengan responden Mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif yang sedang mengambil mata Kuliah Kimia Teknik, dan berdasarkan saran dan masukan yang diberikan melalui kuisioner, maka purwa rupa CD Interaktif ini,
telah mengalami beberapa
perbaikan dan revisi, guna menjamin kemudahan, efektifitas dan efisieni
penggunaannya. Perubahan
tersebut terutama pada rancangan antarmuka, dengan tampilan yang lebih menarik dan interaktif.
Dari hasil uji coba, berdasarkan kuisioner yang diditribusikan kepada mahasiswa diperoleh hasil sebagai berikut :
a.
90 % responden menyatakansenang dengan adanya media bantu CD Interaktif Kimia Teknik, sedangkan terhadap 10 % responden setelah dilakukan kajian lebih jauh melalui wawancara, memberikan respon berbeda berhubungan dengan media komputer yang akan digunakan sebagai alat untuk menjalankan CD Interaktif.
b.
70 % responden sangat yakindengan bantuan CD Interaktif ini akan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi Kimia Teknik, 20 % menyatakan yakin, 5 % ragu dan 5 % tidak yakin.
c.
60 % responden yang diminta menjadi relawan pada saat pengujian awal (uji beta) menyatakan sulit dalam menggunakan CD Interaktif,karena belum adanya
pengalaman dalam
menggunakan aplikasi sejenis, khususnya yang berhubungan dengan materi kuliah. Kemudian pada saat uji final, hampir
semua responden menyatakan
mudah dalam melakukan
navigasi.
d.
100% responden menyatakansenang dengan desain
antarmuka dan navigasi yang digunakan pada CD Interaktif Kimia Teknik ini.
Uji coba CD Interaktif Kimia Teknik
Dalam mengembangkan CD Interaktif Kimia Teknik, dilakukan ujicoba fungsional terhadap CD Interaktif dengan responden Mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif yang sedang mengambil mata Kuliah Kimia Teknik, dan berdasarkan saran dan masukan yang diberikan melalui kuisioner, maka purwa rupa CD Interaktif ini,
telah mengalami beberapa
perbaikan dan revisi, guna menjamin kemudahan, efektifitas dan efisieni
penggunaannya. Perubahan
tersebut terutama pada rancangan antarmuka, dengan tampilan yang lebih menarik dan interaktif.
Dari hasil uji coba, berdasarkan kuisioner yang diditribusikan kepada mahasiswa diperoleh hasil sebagai berikut : a. 90 % responden menyatakan
senang dengan adanya media bantu CD Interaktif Kimia Teknik, sedangkan terhadap 10 % responden setelah dilakukan kajian lebih jauh melalui wawancara, memberikan respon berbeda berhubungan dengan media komputer yang akan digunakan sebagai alat untuk menjalankan CD Interaktif.
b. 70 % responden sangat yakin dengan bantuan CD Interaktif ini akan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi Kimia Teknik, 20 % menyatakan yakin, 5 % ragu dan 5 % tidak yakin.
c. 60 % responden yang diminta menjadi relawan pada saat pengujian awal (uji beta)
menyatakan sulit dalam menggunakan CD Interaktif,
karena belum adanya
pengalaman dalam menggunakan aplikasi sejenis, khususnya yang berhubungan dengan materi kuliah. Kemudian pada saat uji final, hampir semua responden
menyatakan mudah dalam
melakukan navigasi.
d. 100% responden menyatakan senang dengan desain antarmuka dan navigasi yang digunakan pada CD Interaktif Kimia Teknik ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Muhammad Adri. 2005.
Peningkatan Prestasi Belajar Mahasiswa Melalui Pemanfaatan E-Media Dalam Pengembangan Sistem E-Education, Laporan Kegiatan HEDS-JICA 2005 Jurusan
Teknik Otomotif FT UNP Padang.
[2] Owens, Diana and Lee, William.
2004. Multimedia-based
Instructional Design. San Francisco, USA : Pfeiffer, John Wiley & Son, Inc.
[3] Romi Satria Wahono.2003.
Pemanfaatan Komputer dan Animasi dalam Pembelajaran, diakses pada alamat http ://www.ilmukomputer.com, pada tanggal 12 Desember 2007
[4] Oetomo, B.S.D dan
Priyogutomo, Jarot. 2004.
Kajian Terhadap Model e-Media dalam Pembangunan Sistem e-Education, Makalah Seminar Nasional Informarika 2004 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada 21 Februari 2004.