PENGARUH KEPRIBADIAN, LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA AKUNTANSI

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEPRIBADIAN, LINGKUNGAN KELUARGA DAN

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT

BERWIRAUSAHA MAHASISWA AKUNTANSI

THE INFLUENCE OF PERSONALITY, FAMILY ENVIRONMENT, AND

ENTREPRENEURSHIP EDUCATION TOWARDS INTEREST ENTREPRENEURSHIP OF ACCOUNTING STUDENTS

Oleh: Achmad Syaifudin

Prodi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta Achmadsyaifudin71@yahoo.com

Endra Murti Sagoro

Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Kepribadian, Lingkungan Keluarga dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini termasuk penelitian kausal asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 239 mahasiswa program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2012, 2013 dan 2014 dengan sampel penelitian sebanyak 139 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis analisis data dengan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan Kepribadian terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta, (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta, (4) terdapat pengaruh positif dan signifikan Kepribadian, Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta.

Kata kunci: Kepribadian, Lingkungan Keluarga, Pendidikan Kewirausahaan, Minat Berwirausaha.

Abstract

The purpose of this study is to determine the influence of personality, family environment and entrepreneurship education towards the students interest of entrepreneurship in accounting study program of Yogyakarta State University. This study included in causal assosiative study. The population in this study is 239 undergraduate students majoring in accounting year 2012, 2013, and 2014 Faculty of Economics, Yogyakarta State University and took sample of 139 respondents. The sampling technique used proportional random sampling. Data collection technique used questionnare. The data analysis technique used a simple and multiple linear regression analysis. The result of this study showed that: (1) there was positive and significant influence of personality towards interest in entrepreneurship in accounting student of Yogyakarta State University, (2) there was positive and significant influence of family environment towards interest in entrepreneurship in accounting students of Yogyakarta State University, (3) there was positive and significant influence of entrepreneurship education towards interest in entrepreneurship of accounting student of Yogyakarta State University, (4) there was a positive and significant influence of personality, family environment, and entrepreneurship education towards the interest in entrepreneurship of accounting students of Yogyakarta State University.

Keywords: Personality, Family Environment, Entrepreneurship Education, Interest in Entrepreneurship

(2)

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Selain itu Indonesia juga mempunyai kekayaan sumber daya manusia yang cukup banyak. Banyaknya sumber daya manusia yang ada di Indonesia apabila tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik maka akan menimbulkan berbagai permasalahan. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah masalah pengangguran.

Pengangguran adalah angkatan kerja yang belum mendapat kesempatan bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan atau orang yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah pengangguran pada tahun 2015 sebanyak 7,56 juta dan bertambah 320 ribu dibanding tahun lalu yaitu 7,24 juta. Pada tahun 2015 tingkat pengangguran terbuka menurut tingkat pendidikan didominasi oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 12,56%, disusul Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 10,32%, Diploma 7,4%, Sarjana 6,40%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6,22%, dan Sekolah Dasar ke bawah 2,74%.

Dalam hal ini yang menjadi sorotan adalah persentase jumlah pengangguran pada tingkat sarjana. Setiap tahun perguruan tinggi negeri maupun swasta

melahirkan sarjana-sarjana muda yang seharusnya menjadikan kualitas sumber daya manusia menjadi membaik dan mampu meningkatkan perekonomian negara. Namun pada kenyataannya, mereka justru belum bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki sehingga mereka mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan.

Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan atau dengan cara berwirausaha. Wirausaha merupakan seorang yang menjalankan suatu usaha. Dalam berwirausaha, wirausahawan harus berani mengambil resiko dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada, baik itu materiil, intelektual, waktu, dan kemampuan kreativitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan orang lain.

Menurut Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia masih tertinggal jauh jika dibanding negara di kawasan ASEAN lainnya. Saat ini total wirausahawan Indonesia hanya 1,6% dari total penduduk Indonesia secara keseluruhan. Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finasial, P Roeslani, bahwa wirausaha di Malaysia mencapai 5%, Singapura 7%, dan Thailand 3% dari seluruh jumlah penduduk. Adapun untuk

(3)

mengejar ketertinggalan dari negara-negara ASEAN diperlukan adanya penanaman jiwa kewirausahaan bagi para pelajar guna meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran.

Jiwa kewirausahaan perlu ditumbuhkan untuk mengatasi permasalahan pengangguran. Dengan adanya jiwa kewirausahaan, maka diharapkan akan tumbuh sikap dan kemauan untuk mandiri demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa harus bergantung kepada orang lain. Seperti yang diungkapkan oleh Buchari Alma (2013:1):

Semakin maju suatu negara semakin banyak orang yang terdidik dan semakin banyak pula orang menganggur, maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha. Pembangunan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuan pemerintah sangat terbatas. Pemerintah tidak akan mampu menggarap semua aspek pembangunan karena sangat banyak membutuhkan anggaran belanja, personalia, dan pengawasan. Adapun langkah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan adalah dengan menanamkan minat berwirausaha.

Berdasarkan survei BPP HIPMI, 83% responden mahasiswa cenderung ingin menjadi karyawan. Sementara yang ingin menjadi wirausaha hanya 4%. Setelah lulus dan bergelar sarjana mereka justru sibuk

mempersiapkan diri untuk melakukan berbagai tes yang diselenggarakan oleh para pemberi kerja baik dari instansi pemerintah maupun dari perusahaan swasta. Hal ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa dalam terjun ke dunia wirausaha masih rendah. Diperlukannya dukungan dari berbagai pihak kepada mahasiswa agar setelah lulus tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, namun juga memikirkan bagaimana cara untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Minat berwirausaha menurut Bygrave (dalam Buchari Alma, 2013: 9) dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, 1) faktor personal, yang menyangkut aspek kepribadian. 2) faktor environtment, yang menyangkut lingkungan fisik. 3) faktor sosiological, yang menyangkut hubungan dengan keluarga dan sebagainya. Sedangkan menurut Nurchotim (2012: 25), faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha yaitu, 1) faktor intrinsik yang meliputi adanya kebutuhan akan pendapatan, motif, harga diri, perasaan senang dan perhatian. 2) faktor ekstrinsik yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, peluang dan pendidikan. Dalam penelitian ini, penulis mengambil faktor kepribadian, lingkungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan sebagai variabel.

Kepribadian adalah karakter yang dimiliki oleh seseorang. Dalam kepribadian

(4)

seorang individu terdapat rasa percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, berjiwa pemimpin, keorisinilan dan berorientasi ke depan. Menurut Pandji Anogara (2009: 1) kepribadian seseorang mempengaruhi dirinya dalam memilih pekerjaan. Senada dengan pendapat Holland sebagaimana yang dikutip oleh Sukardi (2004: 7) menjelaskan bahwa seseorang akan merasa nyaman dalam bekerja apabila pekerjaan tersebut sesuai dengan kepribadian. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa, masih banyak mahasiswa yang belum berani mengambil resiko untuk melakukan wirausaha. Mereka menganggap bahwa berwirausaha memiliki kecenderungan untuk gagal dan belum bisa menjamin masa depan mereka. Adapun penelitian terdahulu adalah penelitian yang dilakukan oleh Fitra Fajar Abdilah, dkk (2013) yang menunjukkan bahwa kepribadian berpengaruh secara signifikan terhadap minat berwirausaha. Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Hazirah Amalia Ayuningtias dan Sanny Ekawati (2015) yang menunjukkan bahwa kepribadian berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa.

Lingkungan keluarga adalah lingkungan terdekat dan utama bagi individu. Lingkungan keluarga terdiri dari ayah, ibu, saudara dan seluruh keluarga dekat lainnya. Buchari Alma (2013: 8)

mengungkapkan bahwa ada pengaruh dari orang tua yang bekerja sendiri, dan memiliki usaha sendiri memiliki kecenderungan anaknya akan menjadi pengusaha pula. Semakin orang tua memberikan dorongan dan pengaruh untuk anaknya dalam berwirausaha, maka anak akan cenderung berminat dan menentukan pilihan sebagai wirausaha. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa, banyak orang tua yang menginginkan anaknya untuk menjadi PNS. Dilihat dari jawaban dari mahasiswa akuntansi yang memilih menjadi PNS dilatarbelakangi oleh dukungan dari orang tua. Sikap dan aktivitas sesama anggota keluarga secara langsung ataupun tidak langsung akan saling mempengaruhi, misalnya orangtuanya berwirausaha maka akan timbul minat untuk berwirausaha. Apabila keluarga mendukung maka akan tinggi minat seseorang dalam berwirausaha daripada tidak didukung oleh keluarga. Sementara itu, Fitra Fajar Abdillah dkk (2013) mengatakan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Adapun penelitian terdahulu mengenai lingkungan keluarga adalah penelitian Hazirah Amalia Ayuningtias dan Sanny Ekawati (2015) yang menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian dari Chomzana Kinta Marini (2014)

(5)

menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha. Hasil tersebut juga didukung oleh penelitian Ari Widiyaningsih (2015) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha mahasiswa.

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta telah memasukkan mata kuliah kewirausahaan dalam kurikulumnya. Dalam perkuliahan telah diberi teori-teori kewirausahaan serta praktik kewirausahaan. Selain itu Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta juga sering mengadakan seminar-seminar tentang kewirausahaan. Adapun salah satu tujuannya adalah membentuk mahasiswa berjiwa wirausaha agar setelah lulus nanti bisa menjadi wirausahawan yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga jumlah pengangguran akan berkurang. Zimmerer, Scarborough dan Wilson (2008: 20), menyatakan bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan di suatu negara terletak pada peranan universitas melalui penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan baik dalam kegiatan perkuliahan maupun kegiatan seminar dan praktik kewirausahaan. Menurut Retno dan Trisnadi (2012), pendidikan kewirausahaan adalah proses pembelajaran untuk mengubah sikap dan pola pikir mahasiswa terhadap pemilihan

karir berwirausaha Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah mahasiswa, ketika lulus nanti mereka cenderung untuk bercita-cita menjadi seorang auditor, atau akuntan. Hal ini didasari oleh lebih banyaknya pengetahuan mereka tentang akuntansi bila dibandingkan dengan materi kewirausahaan yang mereka dapatkan selama perkuliahan. Adapun penelitian terdahulu mengenai pendidikan kewirausahaan adalah penelitian yang dilakukan oleh Fajar Abdillah, dkk (2013) yang menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian Retno Budi Lestari dan Trisnandi Wijaya (2012) bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat berwirausaha.

Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kepribadian, Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta”.

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kausal asosiatif. Penelitian ini mengambil bentuk kausal, yaitu pola hubungan yang bersifat sebab akibat. Jenis data dalam

(6)

penelitian ini adalah kuantitatif karena data yang disajikan dalam bentuk angka.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Agustus 2016.

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah 239 mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2012, 2013 dan 2014 dengan sampel penelitian sebanyak 139 mahasiswa. Adapun pemilihan populasi tersebut karena fokus penelitian adalah pada mahasiswa aktif yang sudah menenmpuh mata kuliah kewirausahaan.

Definisi Operasional Variabel

a. Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi

Minat Berwirausaha merupakan ketertarikan seseorang terhadap kegiatan bisnis yang memerlukan keberanian dalam mengambil risiko untuk mendapatkan keuntungan. Seseorang yang minat terhadap berwirausaha menimbulkan langkah-langkah untuk menjadi wirausaha.

b. Kepribadian

Kepribadian adalah karakter yang dimiliki oleh seseorang yang terbentuk dari

lingkungan. Seseorang dalam memilih karir pada dasarnya berkaitan dengan kepribadian mereka, termasuk dalam menentukan pilihan sebagai wirausaha. Sifat yang dimiliki oleh seorang wirausaha adalah percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambilan risiko, kepemimpinan, keorisinilan dan berorientasi ke masa depan.

c. Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan tempat dimana seseorang melakukan aktivitas utama. Di dalam lingkungan keluarga orang tua cenderung untuk memberikan bimbingan untuk masa depan anaknya.

d. Pendidikan Kewirausahaan

Pendidikan Kewirausahaan merupakan usaha sadar utuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan pelatihan kepada seseorang agar berminat untuk memilih karir sebagai wirausaha.

Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam peneltian ini adalah menggunakan angket atau kuesioner. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner yang berisi daftar pernyataan yang telah disusun kepada responden yaitu mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta.

(7)

Teknik Analisis Data

a. Uji Prasyarat Analisis Data 1) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data variabel yang digunakan dalam penelitian memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal. Pengujian normalitas data dilakukan dengan uji Komolgorov-Smirnov. Jika angka signifikansi Komolgorov-Smirnov sig >0,05 maka menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sebaliknya angka Komolgorov-Smirnov sig <0,05 maka menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal.

2) Uji Linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui atau membuktikan apakah masing-masing variabel bebas memiliki hubungan yang linear atau tidak dengan variabel terikat. Kriteria pengambilan keputusan adalah signifikansi lebih besar dari 0,05 maka pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dikatakan linear. 3) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinear bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antar variabel bebas dalam model regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas.

Uji multikolonieritas dapat dilihat dari Variance Inflation Factor (VIF) dan

Tolerance Value. Jika VIF ≥10 dan Tolerance Value ≤ 0,10 maka terjadi gejala multikolinearitas. Sebaliknya, jika VIF ≤ 10 dan Tolerance Value ≥ 0,10 maka model regresi terbebas dari multikolinearitas dan dapat digunakan dalam penelitian.

4) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi ketidaksamaan variance dari residual semua pengamatan dalam model regresi. Model regresi yang baik tidak terjadi heteroskedastisitas. Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan uji Glejser. Kriteria pengambilan keputusan adalah signifikansi dari variabel independen lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

b. Uji Hipotesis

Setelah uji asumsi klasik terpenuhi, maka dapat dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana untuk hipotesis pertama sampai ketiga dan uji regresi linier berganda untuk hipotesis keempat.

1) Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat. Dalam analisis regresi sederhana, langkah-langkah

(8)

yang harus ditempuh adalah sebagai berikut:

a) Membuat persamaan regresi linear sederhana

b) Menganalisis regresi linear sederhana dengan uji t

c) Mencari koefisien determinasi (r2) antara prediktor X1, X2, X3 dengan Y

2) Regresi Linear Berganda

Adapun analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (independen) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (dependen). Langkah-langkah yang digunakan dalam analisis regresi berganda adalah sebagai berikut:

a) Membuat persamaan garis regresi tiga prediktor

b) Menguji regresi linier berganda melalui uji F

c) Mencari koefisien determinasi (r2) antara prediktor ( X1, X2, dan X3) dengan

kriterium Y

HASIL PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas

Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini:

Tabel 1. Uji Normalitas

Unstandardized Residual Kolmogorov-Sminov

Z

,856 Asymp. Sig. (2-tailed) ,456

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan hasil pengujian normalitas pada tabel 1 di atas menunjukkan bahwa tingkat Sig. 0,456 > 0,05. Hal ini dapat diartikan tingkat signifikansinya lebih dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal.

Uji Linearitas

Hasil uji linearitas dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini:

Tabel 2. Uji Linearitas

No. Hubungan Variabel Sig Keterangan

1 Minat Berwirausaha*Kepribadian ,109 Linear 2 Minat Berwirausaha*Lingkungan Keluarga ,266 Linear 3 Minat Berwirausaha*Pendidikan Kewirausahaan ,212 Linear

Sumber: Data primer yang diolah

Dari hasil uji linearitas pada tabel 2 di atas menunjukkan bahwa antara Kepribadian dengan Minat Berwirausaha memiliki nilai signifikansi sebesar 0,109 lebih besar dari nilai probabilitas 0,05. Hubungan antara Lingkungan Keluarga dengan Minat Berwirausaha memiliki nilai signifikansi sebesar 0,266 lebih besar dari nilai probabilitas 0,05. Hubungan antara Pendidikan Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha memilikinilai signifikansi sebesar 0,212 lebih besar dari nilai probabilitas 0,05. Dari ketiga hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel bebas memiliki hubungan yang linear dengan variabel terikat.

(9)

Uji Multikolinearitas

Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini:

Tabel 3. Uji Multikolinearitas

Variabel Tolerance VIF Keterangan

Kepribadian ,879 1,138 Tidak terjadi

multikolinearitas Lingkungan Keluaraga ,937 1,067 Tidak terjadi multikolinearitas Pendidikan Kewirausahaan ,894 1,119 Tidak terjadi multikolinearitas

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa semua variabel memiliki Tolerance Value lebih dari sama dengan 0,10, yaitu Kepribadian 0,879, Lingkungan Keluarga 0,937, dan Pendidikan Kewirausahaan 0,894. Selain itu, semua variabel memiliki nilai VIF kurang dari sama dengan 10, yaitu variabel Kepribadian 1,138, Lingkungan Keluarga 1,067, dan Pendidikan Kewirausahaan 1,119. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas.

Uji Heteroskedastisitas

Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini:

Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas

Variabel Sig Keterangan

Kepribadian ,804 Tidak terjadi

heteroskedastisitas

Lingkungan Keluarga ,275 Tidak terjadi

heteroskedastisitas Pendidikan Kewirausahaan ,829 Tidak terjadi

heteroskedastisitas

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan hasil heteroskedastisitas pada tabel 18 di atas menunjukkan bahwa

Kepribadian memiliki nilai signifikansi sebesar 0,804, Lingkungan Keluarga sebesar 0,275, dan Pendidikan Kewirausahaan sebesar 0,829. Dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05, sehingga dapat dikatakan penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji Hipotesis

Pengaruh Kepribadian terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi

Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah Kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Untuk menguji hipotesis tersebut dilakukan dengan analisis regresi linear sederhana sehingga diperoleh hasil analisis regresi linear sederhana seperti pada tabel 5 berikut ini:

Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis 1

Model Regresi Keterangan Koefisien Regresi t hitung Sig. 1 Konstanta 13,519 7,552 0,000 X1 0,546 9,682 0,000 r2 = 0,406

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 5 tersebut menunjukkan bahwa koefisien determinasi r2 0,406 yang berarti bahwa variabel Minat Berwirausaha dipengaruhi oleh variabel Kepribadian sebesar 40,6%, sedangkan sisanya yaitu 59,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.

(10)

Uji t statistik untuk variabel Kepribadian menghasilkan thitung9,782>

ttabel 1,977 dan nilai signifikansi 0,000 yang

berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel terikat Minat Berwirausaha secara signifikan dipengaruhi oleh variabel bebas Kepribadian. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat ditulis persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 13,519 + 0,546X1

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi X1 sebesar

0,546. Hal ini berarti jika Kepribadian meningkat satu poin maka akan diikuti peningkatan poin Minat Berwirausaha sebesar 0,546 satuan. Hipotesis pertama yang menyatakan Kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta diterima karena koefisiensi Kepribadian bernilai positif dan memiliki thitung9,682>

ttabel 1,977 serta nilai signifikansi 0,000 <

0,05.

Pengaruh Lingkungan Keluarga

terhadap Minat Berwirausaha

Mahasiswa Akuntansi

Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah Lingkungan Keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Untuk menguji hipotesis tersebut

digunakan analisis regresi linear sederhana sehingga diperoleh hasil analisis regresi linear sederhana seperti pada tabel 6 berikut ini:

Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis 2

Model Regresi Keterangan Koefisien Regresi t hitung Sig. 1 Konstanta 19,012 9,201 0,000 X2 0,456 5,717 0,000 r2 = 0,193

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 6 tersebut menunjukkan bahwa koefisien determinasi r2 0,193 yang berarti bahwa variabel Minat Berwirausaha dipengaruhi oleh variabel Lingkungan Keluarga sebesar 19,3%, sedangkan sisanya yaitu 80,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.

Uji t statistik untuk variabel Lingkungan Keluarga menghasilkan

thitung5,717> ttabel 1,977 dan nilai

signifikansi 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel terikat Minat Berwirausaha secara signifikan dipengaruhi oleh variabel bebas Lingkungan Keluarga. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat ditulis persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 19,012 + 0,456X2

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi X2 sebesar

0,456. Hal ini berarti jika Lingkungan Keluarga meningkat satu poin maka akan diikuti peningkatan poin Minat Berwirausaha sebesar 0,456 satuan.

(11)

Hipotesis kedua yang menyatakan Lingkungan Keluarga berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta diterima karena koefisiensi Kepribadian bernilai positif dan memiliki thitung 5,717> ttabel 1,977 serta nilai

signifikansi 0,000< 0,05.

Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan

terhadap Minat Berwirausaha

Mahasiswa Akuntansi

Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah Pendidikan Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Untuk menguji hipotesis tersebut dilakukan analisis regresi linear sederhana sehingga diperoleh hasil analisis regresi linear sederhana seperti pada tabel 7 berikut ini:

Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis 3

Model Regresi Keterangan Koefisien Regresi t hitung Sig. 1 Konstanta 22,735 11,901 0,000 X1 0,295 4,230 0,000 r2= 0,116

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 7 tersebut menunjukkan bahwa koefisien determinasi r2 0,116 yang berarti bahwa variabel Minat Berwirausaha dipengaruhi oleh variabel Pendidikan Kewirausahaan sebesar 11,6%, sedangkan sisanya yaitu 88,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.

Uji t statistik untuk variabel Pendidikan Kewirausahaan menghasilkan

thitung 4,230> ttabel 1,977 dan nilai

signifikansi 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel terikat Minat Berwirausaha secara signifikan dipengaruhi oleh variabel bebas Pendidikan Kewirausahaan. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat ditulis persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 22,735 + 0,295X3

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi X3 sebesar

0,295. Hal ini berarti jika Pendidikan Kewirausahaan meningkat satu poin maka akan diikuti peningkatan poin Minat Berwirausaha sebesar 0,295 satuan. Hipotesis ketiga yang menyatakan Pendidikan Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta diterima karena koefisiensi Kepribadian bernilai positif dan memiliki thitung 4,230>

ttabel 1,977 serta nilai signifikansi 0,000<

0,05.

Pengaruh Kepribadian, Lingkungan

Keluarga dan Pendidikan

Kewirausahaan terhadap Minat

Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi

Regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis keempat dalam

(12)

penelitian ini yaitu Kepribadian, Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel 8 berikut ini:

Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis 4

Keterangan Koefisien Regresi

Konstanta 7,809 X1 0,434 X2 0,220 X3 0,132 r2 = 0,467 F Hitung = 39,466 Sig F = 0,000

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan nilai r2 pada tabel 8, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat digunakan untuk melihat pengaruh variabel Kepribadian, Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan secara bersama-sama terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi yaitu sebesar 46,7% sisanya sebesar 53,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.

Berdasarkan tabel 22 diperoleh nilai Fhitung39,466> Ftabel 2,670 dengan tingkat

signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Minat Berwirausaha dipengaruhi oleh variabel Kepribadian, Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan secara bersama-sama positif dan signifikan. Berdasarkan hasil

pengujian yang telah dilakukan, maka dapat ditulis persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 7,809 + 0,434X1 + 0,220X2 +

0,132X3

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa koefisien regresi X1 sebesar 0,434

yang berarti jika Kepribadian meningkat satu poin maka akan diikuti peningkatan poin Minat Berwirausaha sebesar 0,434 satuan dengan asumsi nilai variabel lain tetap. Koefisien regresi X2 sebesar

0,220yang berarti jika Lingkungan Keluarga meningkat satu poin maka akan diikuti peningkatan satu poin Minat Berwirausaha sebesar 0,220 satuan dengan asumsi nilai variabel lain tetap. Koefisien regresi X3 0,132 yang berarti jika

Pendidikan Kewirausahaan meningkat satu poin maka akan diikuti peningkatan satu poin Minat Berwirausaha sebesar 0,132 satuan dengan asumsi nilai variabel lain tetap. Dengan demikian hipotesis keempat yang menyatakan Kepribadian, Lingkungan Keluarga dan Pendidikan Kewirausahaan berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha mahaiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta diterima karena koefisien masing-masing bernilai positif dan memiliki Fhitung 39,466>

Ftabel 2,670 serta nilai signifikansi 0,000 <

(13)

Pembahasan Penelitian

a. Pengaruh Kepribadian terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi

Hasil penelitian mendukung hipotesis pertama bahwa variabel Kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan oleh r2sebesar 0,406 atau 40,6% dengan persamaan regresinya adalah Y = 13,519 + 0,546X1 dan bernilai positif. Nilai thitung

9,682> ttabel 1,977 dengan nilai signifikansi

0,000 yang mengindikasikan bahwa Kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta, sehingga hipotesis pertama dapat diterima.

Menurut Bygrave sebagaimana yang dikutip oleh Buchari Alma (2013: 9) salah satu faktor yang mendorong minat wirausaha adalah faktor personal, yang menyangkut aspek kepribadian. Menurut Marbun (dalam Buchari Alma: 52-57) dalam penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambilan risiko, kepemimpinan, keorisinilan dan berorientasi ke masa depan. Seseorang yang memilik kepribadian yang tangguh tentu akan berani dalam terjun ke dunia usaha. Hal ini

dikarenakan menjadi seorang wirausaha membutuhkan kepribadian yang kuat, karena akan dihadapkan pada berbagai persoalan. Kepribadian yang kuat tersebut meliputi rasa percaya diri, berani mengambil risiko, memiliki jiwa pemimpin dan berorientasi ke depan. Adapun dalam penelitian ini kepribadian berpengaruh terhadap minat berwirausaha, sehingga teori ini terbukti.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitra Fajar Abdilah, dkk (2013) bahwa terdapat pengaruh signifikan kepribadian wirausaha terhadap minat berwirausaha dengan t hitung > t tabel (2,575 > 1,979) dan 𝛼 = 0,05 > sig = 0,011.Hasil penelitian juga senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Hazirah Amalia Ayuningtias dan Sanny Ekawati (2015) yang menunjukkan bahwa kepribadian berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 𝛼 (0,05) yaitu sebesar 0,003.

b. Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi

Hasil penelitian mendukung hipotesis kedua bahwa variabel Lingkungan Keluarga berpengaruh positif dan Signifikan terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan oleh nilai r2 sebesar 0,193 atau

(14)

19,3% dengan persamaan regresinya Y = 19,012 + 0,456X2 dan bernilai positif. Nilai

thitung 5,717> ttabel 1,977 dengan nilai

signifikansi 0,000 yang menunjukkan bahwa Lingkungan Keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta, sehingga hipotesis kedua dapat diterima.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitra Fajar Abdillah, dkk (2013) bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha dengan ditunjukkan t hitung > t tabel (2,163 > 1,979) dan 𝛼 0,05 > sig 0,035. Senada dengan hasil penelitian dari Hazirah Amalia Ayuningtias dan Sanny Ekawati (2015) dan Chomzana Kinta Marini (2014). Hasil Penelitian Hazirah Amalia Ayuningtias dan Sanny Ekawati (2015) menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh terhadap minat berwirausaha dengan nilai signifikansi lebih kecil 𝛼 (0,05) yaitu sebesar 0,001. Adapun hasil penelitian dari Chomzana Kinta Marini (2014) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha, dengan nilai koefisien (rx1y)

adalah 0,461 dan p>0,05. Selain itu hasil penelitian juga mendukung penelitian terdahulu oleh Ari Widiyaningsih (2015) yang menunjukkan bahwa terdapat

pengaruh positif dan signifikan variabel lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha mahasiswa dengan koefisien rx1y sebesar 0,378 dan R2 sebesar 0,143.

Menurut Bygrave sebagaimana yang dikutip oleh Buchari Alma (2013: 9) salah satu faktor yang mendorong minat berwirausaha adalah faktor sosiological, menyangkut hubungan dengan keluarga. Dalam pemilihan karir seseorang cenderung berkonsultasi dengan sesama anggota keluarga. Keluarga merupakan tempat dimana seseorang melakukan aktivitas utama. Di dalam lingkungan keluarga orang tua cenderung untuk memberikan bimbingan untuk masa depan seorang anak. Adapun dalam penelitian ini lingkungan keluarga berpengaruh terhadap minat berwirausaha, sehingga teori ini terbukti.

c. Pengaruh Pendidikan

Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi

Hasil penelitian mendukung hipotesis ketiga bahwa variabel Pendidikan Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan oleh nilai r2 sebesar 0,116 atau

11,6% dengan persamaan regresinya Y = 22,735 + 0,295X3 dan bernilai positif. Nilai

thitung 4,230> ttabel 1,977 dengan nilai

(15)

bahwa Pendidikan Kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta, sehingga hipotesis ketiga dapat diterima.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitra Fajar Abdillah, dkk (2013) bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha dengan ditunjukkan t hitung > t tabel (3,606 > 1,979) dan 𝛼 0,05 > sig 0,000. Hasil penelitian juga senada dengan hasil penelitian Retno Budi Lestari dan Trisnandi Wijaya (2012) bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat berwirausaha dengan nilai F hitung = 33,168 > nilai f tabel 2,650 dan nilai Sig. sebesar 0,000 yang masih di bawah 𝛼 0,05.

Menurut Zimmere, Scarborough dan Wilson (2008: 20), menyatakan bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan di suatu negara terletak pada peranan universitas melalui penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan baik dalam kegiatan praktik perkuliahan maupun kegiatan seminar dan praktik kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan yang diterima akan memberikan pemahaman kepada seseorang tentang wirausaha, hal ini dapat memberikan dorongan kepada seseorang

untuk berwirausaha. Adapun dalam penelitian ini pendidikan kewirausahaan berpengaruh terhadap minat berwirausaha, sehingga teori ini terbukti.

d. Pengaruh Kepribadian, Lingkungan Keluarga dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi

Hasil penelitian mendukung hipotesis keempat bahwa variabel Kepribadian, Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewiraushaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Mnat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,467 atau 46,7% dengan persamaan regresinya Y = 7,809+ 0,434X1

+ 0,220X2 + 0,132X3 dan bernilai positif.

Nilai Fhitung 39,466> Ftabel 2,670 dengan

nilai signifikansi 0,000 yang menunjukkan bahwa variabel Kepribadian, Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta, sehingga hipotesis keempat dapat diterima.

Minat berwirausaha menurut Bygrave yang dikutip oleh Buchari Alma (2013 :9) dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah, 1) faktor personal, yang menyangkut aspek kepribadian. 2)

(16)

faktor environtment, yang menyangkut lingkungan fisik. 3) faktor sosiological, yang menyangkut hubungan dengan keluarga dan sebagainya. Menurut Nurchotim (2012: 25), faktor- faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha yaitu, 1) faktor intrinsik yang meliputi adanya kebutuhan akan pendapatan, motif, harga diri, perasaan senang dan perhatian. 2) faktor ekstrinsik yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, peluang dan pendidikan. Adapun dalam penelitian ini, kepribadian, lingkungan keluarga, dan pendidikan kewirausahaan secara bersama- sama memiliki pengaruh terhadap minat berwirausaha sehingga teori ini terbukti.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitra Fajar Abdillah (2013) bahwa Kepribadian Wirausaha, Pendidikan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat berwirausaha siswa. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai F hitung > F tabel (57,942 > 2,440).

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

a. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kepribadian terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri

Yogyakarta dengan t hitung 9,682 lebih besar dari t tabel 1,977 dan nilai signfikansinya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000.

b. Terdapat pengaruh positif dan signfikan Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta dengan t hitung 5,717 lebih besar dari t tabel 1,977 dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000.

c. Terdapat pengaruh positif signifikan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta dengan t hitung 4,230 lebih besar dari t tabel 1,977 dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000.

d. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kepribadian, Lingkungan Keluarga, dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta dengan F hitung 39,466 lebih besar dari F tabel 2,670 dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000.

Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh, maka dapat disampaikan saran sebagai berikut:

a. Mahasiswa seharusnya setelah lulus tidak hanya berorientasi untuk mencari kerja, namun juga berusaha untuk

(17)

menciptakan lapangan pekerjaan agar bisa membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.

b. Orangtua diharapkan senantiasa mendukung dan memotivasi anaknya untuk berwirausaha. Hal ini dikarenakan orangtua memiliki peran yang besar dalam menentukan minat anak dalam berwirausaha.

c. Perlu adanya peningkatan bagi pihak kampus dalam memberikan pemahaman dan pelatihan kepada mahasiswa agar berminat berwirausaha. Selain itu pihak kampus juga harus berupaya mendorong mahasiswa agar memanfaatkan fasilitas laboratorium kewirausahaan sebagai sarana untuk belajar terjun dalam dunia wirausaha.

DAFTAR PUSTAKA

Ari Widiyaningsih. (2015). “Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Motivasi Berwirausaha terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi UNY”. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Buchari Alma. (2013). Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.

Chomzana Kinta Marini. (2014). Pengaruh Self-Efficacy, Lingkungan Keluarga, dan Lingkungan Sekolah terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Jasa Boga. Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 4, Nomor 2, Juni 2014. Hlm. 195-207.

Fitra Fajar Abdillah, Sampeadi Wiji Utami. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Siswa Jurusan Agribisnis pada SMK Negeri 1 Kalibaru. Artikel Ilmiah Mahasiswa 2013. Hlm. 1-6.

Hazirah Amalia Ayuningtias dan Sanny Ekawati. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara. Jurnal Ekonomi, Volume 10, Nomor 1, Maret 2015. Hlm 49-71.

Husein Umar. (2011). Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Imam Ghozali. (2011). Aplikasi Analisis

Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Edidsi ke 5. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Margono. (2009). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Muhammad Iqbal.(2016). “RI Butuh Jutaan Wirausaha Baru”. Diambil dari http://m.replublika.co.id/berita/koran /ekonomi-koran/16-05-24/o7oh8614-ri-butuh-jutaan-wirausaha-baru pada tanggal 4 Juni 2016.

Nurchotim Lukman Hidayatullah. (2012). “Minat Berwirausaha Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektri Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. (1999). Metode Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BFE.

Pandji Anogara. (2009). Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.

Retno Budi Lestari dan Trisnandi Wijaya. (2012). Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat

(18)

Berwirausaha Mahasiswa di STIE MDP, STMIK MDP, dan STIE MUSI. Jurnal Ilmiah STIE MDP, Volume 1, Nomor 2, Maret 2012. Hlm. 112-119.

Sugiyono. (2010). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sukardi. (2004). Psikologi Pemilihan Karier. Jakarta: Rineka Cipta

Sutrisno Hadi. (2004). Analisis Regresi. Yogyakarta: Andi Offset.

Uma Sekaran. (2006). Metode Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

Wiji Nurhayat. (2015). “Di ASEAN Presentasi Jumlah Pengusaha di RI Kalah dari Malaysia dan Thailand”.

Diambil dari

http://finance.com/read/2015/03/10/1

02625/2854139/4/di-asean- presentase-jumlah-pengusaha-di-ri-kalah-dari-malaysia-dan-thailand pada tanggal 2 April 2016.

Yandi Mohammad. (2015). “Data BPS: Pengangguran di Indonesia 7,56 juta

orang”. Diambil dari

https://beritagar.id/artikel/berita/data- bps-pengangguran-di-indonesia-756-juta-orang pada tanggal 2 April 2016. Zimmerer, Thomas W., dkk. (2008). Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta: Salemba Empat.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :