• Tidak ada hasil yang ditemukan

Iwan Rizal Setiawan, Yanti Nurkhalifah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Iwan Rizal Setiawan, Yanti Nurkhalifah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pengolahan Data Indeks Kepuasan Masyarakat (Ikm) Pada Balai Besar

Pengembangan Budidaya Air Tawar (Bbpbat) Sukabumi Dengan

Metode Weight Average Index (Wai)

Iwan Rizal Setiawan, Yanti Nurkhalifah

Abstract

Community satisfaction index use as a benchmark to assess the level of quality of service in the form of a questionnaire which must be done collectively, unified, focused, and consistent as a reference to determine the level of performance of the service unit of government agencies in order to achieve the expected quality. in the use of data processing application CSI is still use evenly, one of them in the center freshwater aquaculture development ( CFAD ) Sukabumi, the application is still not use, the data of the respondents and the data is still conventional CSI. so that by the time the data were collected may appear many errors such as data loss, tucked, or a mistake when entering values. so that the resulting information about agency services to the community are not appropriate. to produce an appropriate and accurate information is required CSI questionnaire data processing application, which use in the data collection phase of the respondents and the CSI data is easily and accurately. the questionnaire data processing can perform processing CSI although the data is still not reached the maximum number specified. the amount of data that has been processed will be displayed on the information in the form of percentage and value of the level of quality of service agencies.

Keywords : community satisfaction index questionnaire

1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan dunia informasi yang semakin meningkat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi komputer yang mampu menunjang berbagai kebutuhan dan permintaan informasi dari pengguna membuat informasi telah menjadi suatu kebutuhan utama dalam perusahaan. Dalam kegiatan perusahaan, perangkat lunak merupakan bagian yang sangat penting dalam kelancaran kegiatan perusahaan, seperti kemampuan untuk melakukan pengolahan, penyimpanan dan pengaksesan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat. Dengan adanya perangkat lunak, diharapkan data yang ada dapat disimpan secara teratur, sehingga pengaksesan dan pengolahan data dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dipergunakan sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan dalam bentuk kuesioner IKM yang harus dilakukan secara bersama-sama, terpadu, terprogram, terarah, dan konsisten dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan masyarakat, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat diberikan secara objektif, tepat, cepat, murah, terbuka, sederhana dan mudah dilaksanakan serta tidak diskriminatif. IKM juga digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta sebagai acuan untuk mengetahui tingkat kinerja masing-masing unit pelayanan instansi pemerintahan guna mencapai kualitas yang diharapkan.

(2)

Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi merupakan instansi yang bergerak di bidang pengembangan budidaya air tawar, dan berada di bawah naungan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, dengan demikian penulis akan membahas gambaran dan masukan tersebut dalam sebuah penelitian dengan judul “Pengolahan Data Kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pada Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dengan Menggunakan Metode Weight Average Index (WAI)”.

2. Tinjauan Pustaka 2.1 Pengertian Kuesioner

Kuesioner juga sering dikenal sebagai angket. Kuesioner merupakan instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan. Penyusunan kuesioner dilakukan dengan harapan dapat mengetahui variable-variabel apa saja yang menurut responden merupakan hal yang penting . Tujuan penyusunan kuesioner adalah untuk memperbaiki bagian-bagian yang dianggap kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data terhadap responden. Kuesiner dapat didefinisikan sebagai daftar pertanyaan yang akan digunakan untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses komunikasi atau dengan mengajukan pertanyaan.

Menurut Nazir, kuesioner atau daftar pertanyaan adalah sebuat set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Daftar pertanyaan tersebut dibuat cukup terperinci dan lengkap.

Menurut Suharsimi Arikunto, kuesioner atau angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.

2.2 Pengertian Indeks Kepuasan masyarakat (IKM)

IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) berdasarkan KepMenPan No. KEP/25/M.PAN/2/2004 adalah data tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya. Penerapan Indeks Kepuasan Masyarakat pada BBPBAT yaitu untuk melihat nilai kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh BBPBAT.

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan ukuran kepuasan masyarakat sebagai penerima layanan yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini penyelenggara pelayanan publik wajib melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara periodik (Moenir,2000).

2.2.1 Langkah-langkah Penyusunan IKM

Dalam menyusun IKM penulis membuat urutan guna memudahkan proses pengerjaan proses pendataan, adapun urutan langkah-langkah yang masih diterapkan di instansi masih mengacu kepada KepMenPan No. KEP/25/M.PAN/2/2004. Berikut ini langkah-langkah dalam penyusunan IKM:

1. Persiapan

Pelaksanaan yang dilaksanakan oleh unit independent, penyiapan bahan berupa kuesioner serta alat yang digunakan, penetapan responden jumlah responden minimal 150

(3)

orang dari jumlah populasi penerimaan layanan dipilih secara acak dengan dasar (“jumlah unsur” + 1) x10 = jumlah responden. Jadi (14 + 1 ) x 10 = 150 responden.

2. Pelaksanaan Pengumpulan Data

Pelaksanaan pengumpulan data, meliputi pengumpulan data terhadap 14 unsur pelayanan yang mengacu pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang pedoman umum penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat unit pelayanan instansi pemerintah, yaitu:

1) Prosedur pelayanan, yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang dilihat dari kesederhanaan, dan kejelasan alur pelayanan;

2) Persyaratan pelayanan, yaitu persyaratan teknis ataupun administrasi yang diperlukan untuk memproses suatu pelayanan;

3) Kejelasan petugas pelayanan, yaitu kepastian petugas yang memberikan pelayanan ( nama, jabatan, kewenangan dan tanggung jawabnya );

4) Kedisiplinan petugas, yaitu kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama konsistensi waktu pelayanan;

5) Tanggung jawab petugas pelayanan, yaitu kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas penyelenggara;

6) Kemampuan petugas pelayanan, yaitu tingkat keahlian petugas dalam melayani ataupun menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat;

7) Kecepatan pelayanan, yaitu target waktu penyelesaian yang telah ditentukan unit penyelenggara pelayanan;

8) Keadilan mendapatkan pelayanan, yaitu pelayanan yang tidak membedakan kepentingan, golongan maupun status masyarakat;

9) Kesopanan dan keramahan petugas, yaitu sikap dan perilaku petugas secara ramah dan sopan serta menghormati dan menghargai masyarakat;

10) Kewajaran biaya pelayanan, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk suatu jenis pelayanan harus terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat;

11) Kepastian biaya pelayanan, yaitu Kepastian biaya yang dikeluarkan dengan biaya yang telah ditetapkan;

12) Kepastian jadwal pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan sesuai dengan ketentuan yang dilaksanakan;

13) Kenyamanan lingkungan, yaitu kondisi sarana dan prasarana yang bersih dan nyaman terhadap penerima layanan;

14) Keamanan pelayanan, yaitu terjaminnya tingkat keamanan di unit penyelenggara pelayanan sehingga pengguna layanan tidak merasa waswas.

1. Pengolahan Data Dalam Penghitungan Indeks Rata-rata Tertimbang

Kepuasan masyarakat terhadap 14 unsur pelayanan yang dikaji, setiap unsur pelayanan memiliki penimbang yang sama dengan rumus sebagai berikut:

Gambar 2.1 Rumus Nilai Rata-rata Tertimbang

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

(4)

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut di atas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:

Gambar 2.3 Rumus IKM Unit Pelayanan a) Perangkat pengolahan

1. Pengolahan dengan komputer

Data entry dan penghitungan indeks dapat dilakukan dengan program komputer/sistem basis data.

2. Pengolahan secara manual

1) Data Isian kuesioner dari setiap responden dimasukkan ke dalam formulir mulai dari unsur 1 (U1) sampai dengan unsur 14 (U14);

2) Langkah selanjutnya untuk mendapatkan nilai rata rata per unsur pelayanan dan nilai indeks unit pelayanan adalah sebagai berikut:

1. Nilai rata rata per unsur pelayanan.

Nilai masing masing unsur pelayanan dijumlahkan (kebawah) sesuaidengan jumlah kuesioner yang diisi oleh responden, kemudian untuk mendapatkan nilai rata rata per unsur pelayanan, jumlah nilai masing masing unsur pelayanan dibagi dengan jumlah responden yang mengisi.

Untuk mendapatkan nilai rata rata tertimbang per unsur pelayanan jumlah nilai rata rata per unsur pelayanan dikalikan dengan 0,071 sebagai nilai bobot rata rata tertimbang.

2. Nilai indeks pelayanan

Untuk mendapat nilai indeks unit pelayanan, dengan cara menjumlahkan 14 unsur dari nilai rata rata tertimbang.

2.2.2 Kategori Hasil Pengukuran IKM

Kategorisasi mutu pelayanan berdasarkan Keputusan Menpan Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Kategorisasi Mutu Pelayanan

2.3 UML

Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem.

Definisi Unified Modeling Language (UML) menurut para ahli:

1. Menurut (Adi Nugroho : 2005). “Unified Modeling Language (UML) adalah alat bantu analisis serta perancangan perangkat lunak berbasis objek”.

2. Menurut (Joomla dari http://soetrasoft.com : 2007). “Unified Modeling Language (UML) merupakan standard modeling language yang terdiri dari kumpulan-kumpulan diagram, dikembangkan untuk membantu para pengembang sistem dan software agar bisa menyelesaikan tugas-tugas seperti spesifikasi, visualisasi, Desain arsitektur, konstruksi, simulasi dan testing serta dokumentasi”.

(5)

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Unified Modeling Language(UML) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis OO (Object Oriented)”.

3. Analisis dan Perancangan

3.1 Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Aplikasi pengolahan data kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) masih belum digunakan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, dalam melakukan tahapan pengumpulan data dan pengolahan data IKM, dikarenakan sulitnya bagi instansi untuk mendapatkan aplikasi pengolahan data kuesioner IKM. Sehingga masih jarang instansi yang menggunakan aplikasi pengolahan data kuesioner IKM ini. Tetapi di beberapa instansi lain juga sudah ada yang menggunakan aplikasi ini. Di BBPBAT Sukabumi dalam melakukan pengumpulan data responden dan IKM masih bersifat konvensional sehingga membutuhkan suatu aplikasi untuk mendapatkan data dan mengolah data kuesioner IKM secara mudah dan cepat.

A. Bagian dari Kuesioner IKM

Kuesioner dibagi atas 3 (tiga) bagian yaitu:

Bagian I : Identitas responden meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan, yang berguna untuk menganalisis profil responden dalam penilaiannya terhadap unit pelayanan instansi pemerintah.

Bagian II : Identitas pencacah, berisi data pencacah. (apabila kuesioner diisi oleh masyarakat, bagian ini tidak diisi).

Bagian III : Mutu pelayanan publik adalah pendapat penerima, atas pelayanan yang memuat kesimpulan atau pendapat responden terhadap unsur-unsur pelayanan yang dinilai.

B. Bentuk Jawaban

Bentuk jawaban pertanyaan dari setiap unsur pelayanan secara umum mencerminkan tingkat kualitas pelayanan, yaitu dari yang sangat baik sampai dengan tidak baik. Untuk kategori tidak baik diberi nilai persepsi 1, kurang baik diberi nilai persepsi 2, baik diberi nilai 3, sangat baik diberi nilai persepsi 4.

C. Pengolahan Data

Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 14 unsur pelayanan yang dikaji, setiap unsur pelayanan memiliki penimbang yang sama dengan rumus sebagai berikut:

Gambar 3.1 Rumus Nilai Rata-rata Tertimbang

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

(6)

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut di atas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:

Gambar 3.3 Rumus IKM Unit Pelayanan

D. Kategori Hasil Pengukuran IKM

Kategorisasi mutu pelayanan berdasarkan Keputusan Menpan Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Kategorisasi Mutu Pelayanan

3.2. Perancangan Use Case Diagram

Responden

Pengolahan Data IKM

Petugas_IKM Pengolahan Kuesioner Indeks Kepuasan

Masyarakat (IKM)

Laporan Pengolahan Data IKM Bentuk Berkas

Laporan Pengolahan Data IKM Bentuk Grafik

<<Include>> Login

Pengisian data responden

<<Include>>

Pengisian data IKM

Penampilan data IKM

Gambar 3.4 Use Case Pengolahan Data Kuesioner IKM

3.3. Perancangan Tampilan Aplikasi

Responden Input Data Responden

Petugas Login Logout

Lihat Data IKM Lihat Data IKM

Laporan Bantuan Pengolahan Data IKM

Pengolahan Data IKM Laporan Grafik

Laporan Berkas Gambar 3.5 Rancangan Struktur Menu

4. Implementasi

Implementasi merupakan langkah yang dilakukan sebagai tahap kelanjutan dari tahapan perancangan aplikasi yang telah dibuat.

4.1 Implementasi Program

Berikut ini adalah implementasi program dari pengolahan data kuisoner Indeks Kepuasan Masyarakat pada Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi:

(7)

Gambar 4.1 Tampilan Halaman Utama

4.2 Hasil yang Dicapai Program

Hasil yang dicapai oleh aplikasi yang dibuat adalah sebagai berikut:

1. Aplikasi dapat meng-input/ memasukan data responden, data IKM, dan password petugas.

2. Aplikasi dapat melakukan proses pengolahan data IKM, yang di dalamnya terdapat jumlah nilai per unsur, NRR per unsur, NRR tertimbang.

3. Aplikasi dapat memodifikasi/ merubah password petugas.

4. Aplikasi dapat menambah, menghapus data petugas atau pengguna.

5. Aplikasi dapat menghapus data responden, data IKM , data jumlah nilai per unsur, data NRR per unsur, dan data NRR tertimbang.

5. Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan perancangan dari pengolahan data kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat ini, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Dengan adanya Pengolahan Data Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), maka akan membantu petugas mempercepat dalam proses pengumpulan data responden dan IKM, serta melakukan pengolahan data IKM menjadi lebih akurat tanpa adanya kesalahan. Untuk melakukan pengolahan data Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ini hanya bisa dilakukan oleh petugas.

2. Dengan adanya aplikasi pengolahan data IKM ini dapat mempermudah petugas untuk mendapatkan laporan sebagai perbandingan terhadap peningkatan pelayanan yang telah diberikan instansi terhadap masyarakat.

5.2 Saran

Untuk dapat meningkatkan kinerja dari aplikasi pengolahan data Indeks Kepuasan Masyarakat ini ini, penulis menyarankan:

1. Sesuai dengan kebutuhan pelayanan informasi sekarang dan untuk selanjutnya, disarankan agar aplikasi ini nantinya dapat dikembangkan lagi menjadi aplikasi berbasis web atau clint server.

2. Perlu diadakannya perawatan secara berkala agar aplikasi pengolahan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ini dapat berjalan baik dalam jangka waktu yang lama.

Daftar Pustaka

[1] Arikunto, Suharsimi (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

[2] A.S Rosa, Shalahuddin M.2013. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Informatika.

(8)

[4] Keputusan Menteri Pendayagunaan Aaparatur Negara Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.

[5] Moch.Nazir. (2003), Metode Penelitian, Salemba Empat, Jakarta, 63.

[6] Nugroho Adi, ST., MMSI. 2002. Analilis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek. Informatika

Gambar

Gambar 3.3 Rumus IKM Unit Pelayanan
Gambar 4.1 Tampilan Halaman Utama  4.2  Hasil yang Dicapai Program

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menunjukkan kualitas pelayanan yang diberikan Puskesmas XXX masih kurang baik, berdasarkan nilai rata-rata

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 100 Persentase rekomendasi perijinan yang diterbitkan tepat waktu 100% Persentase pelayanan perijinan dan

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan indikator yang diharapkan dapat menggambarkan persepsi yang baik dari masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik yang

Hasil perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) kualitas pelayanan Website ITS berdasarkan pada hasil survei online kepada pengunjung website ITS yang mengajukan

Kinerja pelayanan Pemerintah Kabupaten Ponorogo kepada masyarakat dinilai menggunakan indikator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). IKM diukur pada PD penyelenggara pelayanan

Keamanan Pelayanan Berdasarkan pengukuran terhadap kualitas 14 unsur pelayanan tersebut diperoleh hasil skor Indeks Kepuasan Masyarakat IKM : 68,902 dengan angka Indeks sebesar 2.756

Gambar 2.1 Kerangka Fikir Pengaruh Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pelanggan Kualitas pellayanan melrupakan tolak ukur dalam melnelntukan minat yang melmbelrikan relfelrelnsi