BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. lebih jauh daerah, tempat yang menjadi objek penelitian.

20 

Teks penuh

(1)

BAB III

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Pada Bab ini akan memberikan penjelasan mengenai keadaan, luas, letak dan beberapa keterangan tambahan yang diperlukan untuk mengenal lebih jauh daerah, tempat yang menjadi objek penelitian.

Gambaran umum lokasi penelitian meliputi keadan geografis dan penduduk, visi misi serta nilai-nilai dalam masyarakat kota Palu, struktur organisasi dan tata kerja Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Palu. 3.1. Keadaan Umum

3.1.1. Keadaan Geografi

Secara administratif, Kota Palu dengan wilayah seluas 395,06 km2 adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah yang dibagi dalam 4 kecamatan dan 43 kelurahan dan berada pada kawasan dataran Lembah Palu dan Teluk Palu yang secara astronomis terletak antara 0°,35″-0°,56″ Lintang Selatan dan 119°,45″-120°,1″ Bujur Timur, tepat berada dibawah garis khatulistiwa dengan ketinggian 0-700 meter dari permukaan laut.

Batas administrasi wilayah Kota Palu berbatasan dengan

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

(2)

b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi-Moutong dan Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Marawola dan Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Finembani, Kecamatan kinovaro, dan kecamatan Marawola Barat Kabupaten Donggala.

3.1.2. Keadaan Iklim

a. Suhu dan Kelembaban Udara

Sebagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia, Kota Palu memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musin hujan. Musim panas terjadi antara bulan April–September dan musim hujan terjadi pada bulan Oktober–Maret. Berdasarkan data BPS Kota Palu bahwa pada tahun 2008 rata-rata suhu udara adalah 26,8ºC. Suhu udara terendah terjadi pada bulan April yaitu sebesar 26,4°C, sedangkan bulan-bulan lainnya suhu udara berkisar antara 26,6-27,1 °C. Kelembaban udara rata-rata tertinggi terjadi pada bulan Agustus yang mencapai 83% sedangkan kelembaban udara rata-rata terendah terjadi pada bulan Februari yang mencapai 75%.

(3)

b. Curah Hujan dan Keadaan Angin

Curah hujan pada tahun 2008 rata-rata berkisar 102,9 mm dimana curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari yaitu 12,8 mm. Dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli yaitu 186,8 mm. Sedangkan kecepatan angin rata-rata berkisar 4,18 knots dan kecepatan angin maksimum mencapai 7 knots. Arah angin pada tahun 2008 sama dengan tahun 2007 yaitu masih berada pada posisi dari arah Utara.

3.1.3. Pemerintahan

Kota Palu merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki luas wilayah sekitar 395,06 km² dan secara administratif pemerintahan terdiri atas 4 kecamatan, 43 kelurahan serta 70.060 RT. Dari 43 kelurahan yang ada di Kota Palu, seluruhnya telah berstatus definitif. Sedangkan 36 kelurahan termasuk klasifikasi desa swasembada dan sisanya sebanyak 7 desa termasuk dalam klasifikasi desa swakarsa. Adapun penyebaran jumlah desa dan RT dapat dilihat pada tabel berikut ini :

(4)

Tabel 3.1

Distribusi Desa dan RT Dirinci menurut Kecamatan Kota Palu Tahun 2011

No Kecamatan Luas Wilayah Km2 Kelurahan RT 1 Palu Utara 89,69 8 16.487 2 Palu Timur 186,55 8 23.680 3 Palu Selatan 61,35 12 22.116 4 Palu Barat 57,47 15 7.777

Sumber Data : Data BPS Palu 2011

3.2. Kependudukan

3.2.1. Pertumbuhan Penduduk

Sampai dengan Tahun 2011 menurut hasil proyeksi SUPAS jumlah penduduk Kota Palu mencapai 308.726 jiwa atau mengalami peningkatan sekitar 1,52% dibanding Tahun 2010 sebesar 304.747 jiwa atau naik sekitar 1,68% dibanding Tahun 2009 (309.364 jiwa). Terjadinya peningkatan jumlah penduduk dibanding tahun sebelumnya karena penghitungan jumlah penduduk pada Tahun 2008 menggunakan SUPAS atau sensus penduduk antar waktu (setiap 2 tahun).

Berdasarkan hasil sensus penduduk Tahun 2000 menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk dari Tahun 1990-2000 mencapai 3,15%, sedangkan pertumbuhan penduduk dari Tahun 2000-2010 mencapai 3,35%. Dibanding

(5)

kabupaten lainnya yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, penduduk Kota Palu memiliki laju pertumbuhan tertinggi dengan luas wilayah terkecil, oleh karena itu penduduk Kota Palu lebih padat dibanding kabupaten lainnya.

3.2.2. Komposisi Umur Penduduk

Komposisi penduduk Kota Palu pada Tahun 2011 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2

Distribusi Penduduk di Kota Palu menurut Golongan Umur Tahun 2011

No Golongan Jumlah Persentase

1 0-4 Tahun 33.591 10,9 2 5-9 Tahun 31.160 10,1 3 10- 14 Tahun 31.127 10,07 4 15-44 Tahun 167.773 54,34 4 45-64 Tahun 37.897 12,27 5 >65 Tahun 7.178 2,32 Total 308.726 100

Sumber Data : BPS Palu 2011

Berdasarkan tabel diatas komposisi penduduk di Kota Palu pada Tahun 2011 menunjukkan bahwa 31,07% penduduk masih berada dibawah 15 tahun, hal ini menggambarkan bahwa penduduk Kota Palu berada pada kelompok penduduk usia muda. Sedangkan jika melihat perbandingan jumlah

(6)

penduduk yang berusia non produktif dengan penduduk usia produktif dapat diketahui besarnya angka ketergantungan pada Tahun 2011 yaitu sebesar 0,33, artinya bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif (15–64 tahun) menanggung sebanyak kurang lebih 33 orang usia tidak produktif (0-14 tahun dan 65 tahun keatas).

Persentase jumlah anak usia 0-14 tahun menunjukkan tinggi rendahnya tingkat fertilitas di suatu daerah. Pada Tahun 2002 jumlah penduduk usia 0 14 tahun sebesar 29,77%, dan pada Tahun 2003 turun menjadi 28,36%, untuk Tahun 2004 naik menjadi 30,20%, untuk Tahun 2005 turun menjadi 29,5%, sedangkan pada Tahun 2006 naik lagi menjadi 29,71% dan pada Tahun 2007 naik menjadi 30,55%. Tahun 2008 dan 2009 kenaikan penduduk usia 0-14 tahun sama yaitu 31,01%, pada Tahun 2010 terjadi penurunan menjadi 30,55%. Dan pada Tahun 2011 turun lagi menjadi 30,17%.

Gambaran distribusi penduduk menurut kelompok usia muda, produktif dan lanjut usia selama 10 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

(7)

Tabel 3.3

Distribusi Penduduk Kota Palu menurut Kelompok Usia Muda/Produktif/Lanjut Tahun 2001 s/d 2011 Tahu n/ Usia 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 >65 2,03 2,2 1,85 1,89 1,9 2,2 1,95 1,87 1,87 1,95 2,32 15-64 65,3 4 68,0 3 69,7 9 67,9 1 68,6 1 68,0 9 67,5 1 67,0 7 67,0 8 67,5 1 66,6 1 0-14 32,6 3 29,7 7 28,3 6 30,2 29,5 29,7 1 30,5 5 31,0 6 31,0 5 30,5 5 30,1 7

Sumber Data : BPS Palu 2011

Gambar diatas memperlihatkan terjadinya fluktuasi untuk semua kelompok usia dari Tahun 2001 sampai dengan Tahun 2011, tetapi masih dalam distribusi normal.

3.2.3. Rasio Jenis Kelamin

Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah pada waktu tertentu yang disebut dengan ”sex ratio” adalah merupakan indikator untuk mengetahui komposisi penduduk menurut jenis kelamin. Komposisi ini sangat besar kaitannya dengan masalah fertilitas, dimana semakin besar porsi perempuan maka potensi fertilitas semakin tinggi.

(8)

Rasio jenis kelamin di Kota Palu pada Tahun 2011 adalah sebesar 101,56-102 dari 308.726 jiwa penduduk yang berarti bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 102 penduduk laki-laki atau jumlah penduduk laki-laki relatif lebih banyak daripada penduduk perempuan. Sedangkan jika dilihat dari wilayah per kecamatan, maka Palu Utara mempunyai rasio jenis kelamin 103,08, Palu Barat rasio jenis kelaminnya 102,25, Palu Selatan rasio jenis kelaminnya 101,78 dan Palu Timur rasio jenis kelaminnya adalah 99,54.

3.2.4 Kepadatan Penduduk

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka tingkat kepadatan penduduk juga mengalami peningkatan. Kepadatan penduduk Kota Palu Tahun 2011 tercatat 781 jiwa/km², dengan luas wilayah Kota Palu 395,06 km². Jika dilihat dari wilayah per kecamatan kepadatan Kota Palu terlihat belum merata, yang dapat dilihat pada grafik batang di bawah ini:

Tabel 3.4

Persentase Penduduk Kota Palu menurut Kecamatan tahun 2011

Kota Palu Utara Palu timur Palu Selatan Palu Barat

Persentase 11,8 22,5 35,7 29,9

Sumber : BPS Palu 2011

Jika dilihat grafik kepadatan penduduk menurut kecamatan maka dapat dilihat bahwa persentase penduduk tertinggi terpusat di Kecamatan

(9)

Palu Selatan dengan kepadatan rata-rata sebesar 1.795 jiwa per km2, hal ini dimungkinkan oleh banyaknya dibangun perumahan BTN di dalam wilayah kecamatan tersebut dan sebagai pusat perkotaan di Kota Palu, kemudian disusul dengan Kecamatan Palu Barat dengan kepadatan rata-rata sebesar 1,610 jiwa per km2, sedangkan Palu Utara mempunyai kepadatan rata-rata sebesar 407 jiwa per km2 dan

Kecamatan Palu Timur dengan persentase penduduk terkecil mempunyai kepadatan rata-rata sebesar 373 jiwa per km2 merupakan wilayah yang terjarang penduduknya ini dimungkinkan karena Kecamatan Palu Timur mempunyai luas luas wilayah yang paling besar dari 4 kecamatan yang ada di Kota Palu serta masih kurangnya dibangun lokasi pemukiman. 3.3. Sosial Ekonomi

Masalah sosial ekonomi dapat diketahui dari beberapa indikator, antara lain: produk domestik regional bruto, angka beban ketergantungan dan tingkat pendidikan penduduk.

3.3.1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Indikator PDRB memperlihatkan beberapa kebijakan di sektor ekonomi yang telah digariskan oleh pemerintah Kota Palu dapat meningkatkan kinerja sektor ekonomi secara signifikan dalam pembangunan di Kota Palu. Setelah tujuh tahun mendapat goncangan krisis ekonomi, pembangunan perekonomian Kota Palu menunjukkan kemajuan yang berarti, kondisi ini ditunjang dengan perbaikan iklim makro ekonomi Kota Palu yang semakin

(10)

membaik. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (periode 2008-2011) angka pertumbuhan ekonomi cenderung berfluktuasi, pada Tahun 2008 yaitu sebesar 6,98%, Tahun 2009 meningkat menjadi 7,28%, dan pada Tahun 2010 kembali mengalami peningkatan sebesar 7,28%. Sedangkan pada Tahun 2011 terjadi penurunan. menjadi 7,23% dengan total PDRB atas dasar harga berlaku saat ini sebesar Rp. 4.611.113.

3.3.2. Beban Tanggungan

Jumlah penduduk miskin dan rasio beban tanggungan ekonomi suatu daerah merupakan beberapa faktor yang menghambat pembangunan ekonomi dalam suatu wilayah diantaranya adalah khusus ratio beban tanggungan, memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap besarnya income perkapita Kota Palu. Dapat dibayangkan jika kelompok usia produktif yang jumlahnya sedikit mensubsidi usia tidak produktif akibatnya adalah income perkapita dengan sendirinya akan turun, demikian pula sebaliknya. Rasio Ketergantungan Anak (Child Dependency Ratio) di Kota Palu Tahun 2008 tercatat sebesar 31,05 yang berarti bahwa terdapat sekitar 31 anak menjadi beban tangggungan untuk setiap 100 orang penduduk yang berada dalam usia produktif. Di sisi lain penduduk usia lanjut juga tidak dapat melakukan kegiatan secara produktif, sehingga akan menjadi beban tanggungan bagi penduduk lainnya yang masih produktif. Rasio

(11)

Ketergantungan Usia Lanjut (Old Dependency Ratio) Tahun 2011 di Kota Palu sebesar 2,32.

Bila kedua kelompok usia ketergantungan tersebut digabungkan maka akan diperoleh angka Rasio Ketergantungan Umum (Dependency Ratio) sebesar 33,37.

3.4. Pendidikan

Pendidikan adalah merupakan salah satu yang faktor berpengaruh dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat, karena pendidikan tertinggi yang ditamatkan merupakan indikator pokok kualitas pendidikan formal. Persentase penduduk Kota Palu berusia 10 tahun ke atas yang tidak/belum tamat SD sebesar 41,13% pada Tahun 2011, yang tamat SD/MI/sederajat sebesar 25,62%, tamat SLTP/MTs/sederajat sebesar 24,04%, tamat SLTA/MA/Sederajat sebesar 51,35%, Diploma/Sarjana Muda 5,52%, dan perguruan tinggi sebanyak 1,80%. Sedangkan yang tidak/belum pernah sekolah sebesar 0,52%.

3.5. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palu

3.5.1. Profil Dinas Tenaga Kerja, Kependudukan Dan Catatan Sipil

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Palu No. 5 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Palu, yang secara admistratif dibagi menjadi 4 Kecamatan dan 43 Kelurahan serta berpenduduk sampai dengan bulan desember 2010 sekitar 337.724 jiwa yang terdiri dari

(12)

Kecamatan Palu Barat sebesar 102.200 Jiwa, Palu Selatan 121.702 jiwa, Palu Timur 72.451 jiwa dan Palu utara 41.371 Jiwa.

3.5.2. Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas – Dinas Kota Palu mempunyai :

1. Tugas Pokok

a. Melaksanakan sebagian tugas penyelenggaraan Pemerintah di bidang Kependudukan Dan Catatan Sipil

b Melaksanakan Tugas-tugas lainnya yang di berikan oleh Walikota Palu.

2. Fungsi

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut maka Dinas mempunyai Fungsi sebagai berikut :

a. Menyelenggarakan pengumpulan dan pengelolaan Data, Penyusunan rencana dan Program Kerja.

b. Menyelenggarakan Penyiapan Rancangan Perumusan Kebijakan Teknis di bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan.

c. Pelaksanaan Pencatatan dan Pendaftaran pemeriksaan penelitian berkas pencatatan laporan kelahiran, perkawinan, perceraian, kematian, pengakuan dan pengesahan anak diluar negeri.

(13)

e. Pelaksanaan pendaftaran penduduk dan penerbitan Kartu keluarga, Kartu Tanda Penduduk.

f. Pelaksanaan pencatatan mutasi dan pemindahan penduduk.

g. Pelaksanaan administrasi umum, meliputi ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan Dinas.

3.5.3. Struktur Organisasi

Sesuai dengan peraturan Daerah Nomor: 5 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Kota Palu, maka struktur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah sebagai berikut:

1. Kepala Dinas 2. Sekretaris

a. Sub Kepegawaian dan Umum b. Sub Keuangan dan Aset

c. Sub Perencanaan dan Program

3. Kabid pelayanan dan pendaftaran penduduk a. Kasi Identitias penduduk

b. Kasi pindah, datang dan penduduk rentan 4. Kabid Pelayanan Pencatan Sipil

a. Kasi pencatatan kelahiran kematian, pengangkatan, pengakuan dan pengesahan anak.

(14)

b. Kasi pencatatan perkawinan, perceraian dan perubahan kewarganegaraan.

5. Kabid pegelolaan data dan dokumen kependudukan a. Kasi pegelolaan data dan dokumen kependudukan b. Kasi sistem dan teknologi informasi

3.5.4. Jumlah Personil

Jumlah Pegawai Dinas Kependudukan Dan Pencatatatan Sipil Kota Palu sampai dengan 31 Desember 2010 sebanyak 86 orang dengan perincian sebagai berikut :

A. Pegawai organik sebanyak 49 orang yang terdiri dari : 1. Struktural :

* Eselon II B : 1 Orang * Eselon III A : 4 Orang * Eselon IV A : 9 Orang 2. Golongan :

* Golongan IV/c : 1 Orang * Golongan IV/b : 1 Orang * Golongan IV/a : 3 Orang * Golongan III/d : 4 Orang * Golongan III/c : 4 Orang * Golongan III/b : 3 Orang

(15)

* Golongan III/a : 8 Orang * Golongan II/d : - Orang * Golongan II/c : 4 Orang * Golongan II/b : 4 Orang * Golongan II/a : 16 Orang * Golongan I/d : 1 Orang 3. Pendidikan :

1. Sarjana Strata II Sebanyak 1 Orang 2. Sarjana Strata I sebanyak 23 Orang 3. Sarjana Muda sebanyak 8 Orang 4. SLTA sebanyak 16 Orang

5. SD 1 Orang

B. Pegawai Non Organik sebanyak 37 Orang terdiri dari 1. Strata Satu 3 Orang

2. Sarjana Muda - Orang 3. SLTA 34 Orang 4. SLTP - Orang

3.5.5. Perlengkapan / Peralatan

Peralatan yang digunakan guna penunjang pelaksanaan tugas Dinas terdiri dari :

(16)

1. Meja Rapat 1 Unit 2. Kursi Putar 10 Unit 3. Meja Biro 4 Unit 4. Meja ½ Biro 30 Unit 5. Kursi Kayu 21 Unit 6. Kursi Besi 14 Unit 7. Meja Komputer 9 Unit 8. Lemari Penyimpanan 6 Unit 9. Rak-rak penyimpanan 6 unit 10. Telepon 4 Unit

11. Vaksimail 1 Unit 12. Televisi 2 Unit 13. Kursi Kayu 11 Unit 14. Laptop 6 Unit

15. LCD Proyektor Toshiba 1 Unit 16. Kamera 3 Unit

17. Ac 8 Unit

18. Komputer 19 Unit 19. Dispenser 7 Unit 20. Meja Komputer 7 Unit 21. Kursi Besi 27 Unit 22. HT 1 Unit

(17)

23. Tape Deck 1 Unit

24. Tabung Pemadam 1 Unit 25. Printer 11 Unit

26. Kursi Biasa 36 Unit 27. Mesin Ketik 2 Unit 28. Filing Kabinet 2 Unit 29. Kipas Angin 7 Unit 30. Papan Struktur 1 Unit 31. Kursi plastik 12 Unit 32. Penghisap Debu 1 Unit 33. UPS 13 Unit

34. Stavolt 7 Unit

35. Menin Pemotong KTP 2 Unit 36. Monitor 6 Unit

37. CPU 6 Unit 38. Baliho 1 Unit 39. Papan Data 2 Unit 40. Mesin Laminating 2 Unit 41. Genset 2 Unit

42. Scanner 3 Unit 43. Brankas 2 Unit 44. Latar Foto Ktp 1 Unit

(18)

45. Wireless USB 1 Unit 46. Server reineir 1 Unit 47. Ht 1 Unit

48. Tape Deck 1 Unit 49. Tangga Besi 1 Unit B. Kendaraan Operasional :

1. Kenderaan Roda Dua 8 Unit 2. Kenderaan Roda Empat 3 Unit C. Kegiatan yang dilaksanakan ;

1. Sosialisasi pelaksanaan UU nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan PP Nomor 37 Tahun 2007 tentang pelaksanaan melibatkan seluruh Lurah, Camat Sekota Palu dan Instansi terkait. Sosialisasi tentang pengisian dan penyediaan Data Base di 4 (Empat) Kecamatan.

2. Kegiatan pencetakan KTP, KK dan formulir SIAK : a. KTP : 25.123Keping terdiri dari ; - Palu Barat : 8.434 Keping

- Palu Selatan : 9.994 Keping - Palu Timur : 3.461 Keping - Palu utara : 3.234 Keping b. KK : 18.108 Set c FS : 158.292Lembar

(19)

d. K1 s/d k3 : 2009 Set

3. Kegiatan bidang Pelayanan pencatatan selama tahun 2010 ini terfokus pada Kegiatan Pelayanan Pencatatan Penerbitan Akta Catatan Sipil, seperti Akta Kelahiran, Akta Perkawinan bagi Warga Non Muslim, Akta Kematian Akta Perceraian ( Non Muslim ) dan Akta Pengangkatan Anak ( Adopsi ).

3.5.6. Rencana Strategis Dan Rencana Kinerja Tahunan A. Visi

Visi adalah sesuatu yang akan terjadi dan telah dipikirkan dahulu tentang apa yang akan dicapai dengan pertimbangan yang dalam dan cara pandang jauh ke depan kemana suatu organisasi harus diarahkan agar tetap eksis dan inovatif dalam mengemban fungsi organisasi. Dengan demikian visi mencerminkan apa yang harus dilakukan oleh suatu organisasi.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu tetap menetapkan visinya, yaitu “PELAYANAN PRIMA”. Pemilihan visi ini didasarkan pada keinginan Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu untuk menjadikan Dinas ini sebagai Pelayanan Pemerintah dibidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mewujudkan Pemerintah Kota yang baik (Good Governance). Dengan visi tersebut, diharapkan jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu dituntut untuk selalu berada didepan dalam melakukan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

(20)

Visi harus memenuhui kriteria yaitu dapat dibayangkan oleh seluruh anggota organisasi, mengandung nilai yang diinginkan oleh anggota organisasi, berwawasan jangka panjang tetapi tidak mengabaikan perkembangan zaman, dapat dikomunikasikan dan dimengerti oleh seluruh anggota organisasi.

Oleh karena itu, visi yang baik adalah visi yang mampu menarik komitmen dan menggerakan seluruh anggota, memberikan makna bagi kehidupan anggota organisasi, membentuk suatu standar keunggulan dan mejembatani keadaan sekarang dan keadaan masa mendatang.

B. Misi

Misi adalah penjabaran dari visi yang dapat mewujukkan program/kegiatan yang dilakukan oleh instansi pemerintah agar tujuan umum organisasi dapat terlaksana dengan baik .Dinas Kependudukan dan Pencatatatan Sipil Kota Palu memastikan agar visinya sesuai dan selaras dengan perubahan dari tuntutan zaman, sehingga organisasi akan dapat efektif dan efisien dalam pencapaian misi. Untuk mewujudkan Visi tersebut Dinas Kependudukan dan Pencatatatan Sipil Kota Palu menetapkan misi sebagai berikut:

1. Peningkatan kinerja pelayanan

2. Terlaksananya pelayanan kepegawaian dan akta catatan sipil. 3. Penyiapan data base kependudukan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :