• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Senin, 30 Oktober 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Senin, 30 Oktober 2017"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Aturan LTV spasial difinalkan November.



Penjualan alat berat United Tractors terangkat 64%.



Profitabilitas gede, tetap pantau fundamental BUMI.



Divisi finishing Sri Rejeki berkontribusi terbesar.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

HSG  pada  perdagangan  akhir  pekan 

lalu  dilanda  aksi  ambil  untung  lanju‐

tan,  koreksi  20,566  poin  (0,34%)  di 

5975,292.  Ini  merupakan  koreksi  hari 

kedua  setelah  IHSG  berhasil  mencapai 

level  tertinggi  harian  baru  di  6042,449 

(26/10).  Koreksi  IHSG  akhir  pekan  lalu 

lebih  dipicu  kekhawatiran  atas  pele‐

mahan  rupiah  terhadap  dolar  AS  yang 

sudah  tembus  Rp13600  sehingga 

memicu  koreksi  di  sejumlah  saham 

sektoral  yang  sensitif  interest  rate 

seperti  saham  otomotif,  perbankan 

dan properti. Sedangkan aksi beli selek‐

tif  mendominasi  saham‐saham  ber‐

basiskan  komoditas  seperti  sektor  en‐

ergi  seiring  kenaikan  harga  minyak 

mentah.  Pelemahan  rupiah  atas  dolar 

AS  lebih  disebabkan  tren  penguatan 

dolar AS selama lima belas pekan tera‐

khir  menyusul  tren  positif  perkemban‐

gan  ekonomi  negara  adidaya  tersebut  dan  antisipasi  atas  kebijakan  normalisasi 

moneter menjelang akhir tahun ini.  

 

Namun  IHSG  sepekan  terakhir  berhasil  melanjutkan  tren  bullish  sepanjang 

tahun  ini,  menguat  0,77%  di  tengah  pelemahan  rupiah  atas  dolar  AS  0,84%  sepekan 

terakhir.  Sentimen  pasar  terutama  didominasi  rilis  laba  3Q17  sejumlah  emiten,  per‐

gerakan  harga  komoditas,  dan  tren  pergerakan  rupiah  atas  dolar  AS  yang  cenderung 

melemah.  Sementara  Wall  Street  akhir  pekan  lalu  berhasil  melanjutkan  tren  pengua‐

tannya,  terutama  ditopang  sentimen  rilis  laba  3Q17  emiten  sektoral  seperti  sektor 

teknologi yang menjadi penopang penguatan Wall Street akhir pekan lalu. Indeks DJIA 

dan  S&P  masing‐masing  menguat  0,14%  dan  0,81%  di  23434,19  dan  2581,07.  Indeks 

Nasdaq  akhir  pekan  lalu  menguat  2,2%  di  6701,26.  Selama  sepekan  indeks  DJIA  dan 

S&P  masing‐masing  menguat  0,45%  dan  0,23%  menandai  penguatan  untuk  tujuh 

pekan berturut‐turut.  

 

Selain  sentimen  positif  rilis  laba  3Q17  sejumlah  emiten  di  atas  ekspektasi, 

penguatan  Wall  Street  akhir  pekan  lalu  turut  ditopang  rilis  data  awal  PDB  AS  3Q17 

yang mencapai 3% (qoq) di atas estimasi sebelumnya 2,6% (qoq). Harga minyak yang 

melonjak hingga 3% di USD54,17/barel akhir pekan lalu ikut mendorong saham sektor 

energi. Selama sepekan harga minyak mentah di AS naik 4,5% memberikan ruang pen‐

guatan atas saham berbasiskan komoditas energi. Namun bagi Indonesia harga minyak 

yang melonjak menjadi sentimen negatif mengingat subsidi energi akan membengkak.  

 

Melanjutkan perdagangan di awal pekan sekaligus akhir Oktober, tren positif 

IHSG  akan  dibayangi  meningkatnya  resiko  pasar  seiring  kekhawatiran  pelemahan 

rupiah dan kenaikan harga  minyak mentah. Isu individual terkait rilis laba 3Q17 akan 

berimbas  terbatas  pada  pergerakan  IHSG  yang  diperkirakan  bergerak  di  kisaran  sup‐

port 5950 hingga resisten 6010 rawan koreksi lanjutan.          

 

  

S1 5950  S2 5910  R1 6010  R2 6040   

Index Last Chg % DJIA  23434.19  33.33   0.14   S&P 500  2581.07  20.67   0.81   FTSE 100  7505.03  18.53   0.25   CAC 40  5494.13  38.73   0.71   DAX  13217.54  84.26   0.64   NIKKEI 225  22035.74  164.42   0.75   HANGSENG  28438.85  236.47   0.84   STI  3386.44  21.12   0.63   SHENZHEN  2023.50  (6.85)  (0.34)  SHANGHAI  3416.81  9.24   0.27   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  54.05  1.36   2.58   CPO (RM/M.T)  2817.00  4.00   0.14   Gold (USD/T.oz)  1272.50  5.40   0.43   Nikel (USD/M.T  11370.00  (505.00)  (4.25)  Timah (USD/M.T)  19600.00  (100.00)  (0.51)  Coal (USD/M.T)  97.10  (0.05)  (0.05)  Exchange Rates Chg % IDR/USD  13585.00  (33.00)  (0.24)  USD/EUR  1.160  (0.00)  (0.22)  JPY/USD  113.72  (0.42)  (0.37)  IDR/SGD  9949.84  (6.85)  (0.07)  IDR/AUD  10427.70  18.61   0.18   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  30.07  4085  0.00   0.00  

Top Gainers IDR % Chg

SQMI  416  20.20   70  APII  280  19.70   46  AKKU  73  17.70   11  BYAN  10,500  16.70   1,500  MINA  2,510  13.10   290 

Top Losers IDR % Chg

SDRA  615  (24.50)  (200) 

YULE  110  (21.40)  (30) 

DPNS  326  (20.10)  (82) 

AKSI  416  (17.60)  (89) 

HOME  143  (15.90)  (27) 

Top Value IDR % (miliar) BUMI  248  5.10   375 B  RIMO  625  1.60   276 B  TLKM  4,230  (0.50)  219 B  POOL  3,230  0.00   175 B  IIKP  214  (0.90)  169 B  Top Volume IDR % (juta)

ENRG  108  5.90   1,386.179  SRIL  372  (3.10)  1,218.588  BRMS  68  (2.90)  900.605  IIKP  214  (0.90)  776.350  MYRX  119  0.00   720.231  IHSG 5,975.28 Change (20.57) Change (%) (0.34) Change (%/ytd) 12.81

Total Value (IDR triliun) 7.297 Total Volume (miliar saham) 11.627 Net Foreign Buy (IDR miliar) (218.000)

(2)

News Update

2



Aturan LTV spasial difinalkan November. Bank Indonesia (BI) serius merelaksasi rasio antara nilai kredit atau pembiayaan terhadap nilai agunan atau Loan to Value (LTV) berupa LTV spasial. Menurut BI, beleid LTV spasial akan segera difinalisasi dan kemungkinan hanya diterapkan pada kepemilikan properti. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, saat ini rumusan kebijakan dan konsep Peraturan BI (PBI) atas rencana kebijakan relaksasi LTV spasial sedang difinalisasi. Calon beleid itu akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan depan. "November akan kami ajukan dalam RDG, kami akan sampaikan progres lebih lanjut," jelasnya, Jumat (27/10). Menurut Perry, LTV spasial akan menambah relaksasi LTV nasional yang telah dirilis BI pada 2015 dan 2016. Penambahan relaksasi ini akan diberikan pada daerah atau provinsi dengan mempertimbangkan tiga hal. Pertama, provinsi yang kredit perumahannya terlalu rendah dari yang diperlukan. Perry bilang hal ini bisa dihitung dari trennya hingga data produk domestik bruto (PDB). Kedua, provinsi yang harga perumahan maupun apartemennya bisa dinilai terlalu rendah. Ini dihitung dari harga tren dan fundamentalnya. "Ada juga yang kreditnya rendah, lalu (harganya) bubble kan tidak ada keperluan untuk menambah relaksasi yang sudah ada. Tetapi untuk provinsi yang harganya rendah bisa ditambah relaksasi LTV lagi," imbuh Perry. Ketiga, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang masih wajar. Sehingga, "Misalnya LTV nasional sekarang 80% maka provinsi yang mendapat tambahan relaksasi bisa naik menjadi 85%. Jadi DP (down payment) nasional 20%, tapi provinsi yang kreditnya seret, harganya rendah, NPL-nya baik, DP-nya 15%," ujar Perry. (Kontan)



Penjualan alat berat United Tractors terangkat 64%. Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) mendaki. Pada bulan September 2017, UNTR sudah menjual 333 unit alat berat. Angka ini naik 64% dibandingkan penjualan di bulan yang sama tahun lalu. Hingga kuartal III-2017, total penjualan alat berat UNTR sudah mencapai 2.744 unit, melejit 73% dibanding kuartal III-2016 sebanyak 1.588 unit. Penjualan untuk sektor pertambangan masih menjadi kontributor utama dengan porsi 50%. Lalu, penjualan ke sektor konstruksi berkontribusi 22%, sektor perkebunan sebesar 16%. Lalu sisanya, merupakan penjualan ke sektor kehutanan. Tapi, jika dilihat secara bulanan, penjualan UNTR turun tipis 5% dibandingkan penjualan bulan Agustus 2017 sebanyak 350 unit. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis mengatakan, penurunan penjualan ini hanya disebabkan perbedaan kesiapan unit pengiriman. "Jadi, penjualan masih aman, masih sesuai target," ujarnya kepada KONTAN akhir pekan lalu (27/10). Saat ini, UNTR masih menguasai pangsa pasar alat berat sebesar 36%. Seperti diketahui, UNTR menargetkan bisa menjual 3.200 unit alat berat hingga akhir tahun ini. Artinya, UNTR sudah mencapai 85,75% dari target penjualan itu. Sementara itu, produksi batubara UNTR mencapai 585 juta ton, meningkat 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 523,9 juta ton. Kenaikan produksi itu sejalan dengan kenaikan overburden removal sebesar 5% menjadi 82,4 juta bank cubic meter (bcm) dari sebelumnya 78,6 juta bcm. (Kontan)



Profitabilitas gede, tetap pantau fundamental BUMI. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selalu menarik dicermati. Pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk level 6.000 pada Rabu (25/10) lalu, emiten Bakrie Group ini menjadi salah satu saham yang banyak diperhatikan investor asing. Berdasarkan laporan statistika mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 23-27 Oktober, BUMI tercatat menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar yaitu 4,05 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 61,69 miliar kali. Mengutip data RTI, dalam sepekan terakhir, saham BUMI dibeli asing di pasar reguler sebesar Rp 63,43 miliar. Sebagai pembanding, PGAS dalam periode sama juga dibeli asing hingga Rp 34,30 miliar, WTON dibeli asing senilai Rp 34,69, WIKA sebanyak Rp 49,65 miliar, BBRI sebanyak Rp 538,42 miliar dan HMSP sebanyak Rp 108,03 miliar. Pada paruh pertama tahun ini, BUMI mencatat laba bersih US$ 162,25 juta, padahal pada periode sama tahun lalu, emiten ini merugi US$ 20,80 juta. Pendapatan juga naik 22,16% year on year menjadi US$ 15,60 juta dari sebelumnya US$ 12,77 juta. Namun terdapat sejumlah beban yang patut dicermati, misalnya beban umum dan administrasi sebesar US$ 17,65 juta, naik 22,10% yoy. Emiten ini juga mencatat rugi yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali senilai US$ 13,63 juta. Padahal pada periode sama tahun lalu masih mencetak laba US$ 8,98 juta. September lalu, manajemen BUMI melancarkan strategi penjualan saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada investor strategis, Wyoming International Limited. Melalui aksi tersebut, emiten ini menjual saham treasury sebanyak 473,21 juta saham di harga Rp 350 per lembar. Dengan demikian, melalui aksi ini, BUMI mengantongi dana segar Rp 165,62 miliar. (Kontan)



Divisi finishing Sri Rejeki berkontribusi terbesar. Divisi finishing PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) hingga kuartal ketiga tahun ini berhasil mencatatkan nilai penjualan terbesar dibanding divisi lainnya. Mengutip laporan keuangan SRIL, total penjualan SRIL per September 2017 sebesar US$ 572,59 juta atau naik 14,82% dari periode sama tahun lalu di US$ 498,70 juta. Kontribusi terbesar berasal dari divisi finishing yang mencapai US$ 150,9 juta. Angka tersebut naik 25,64% year on year (yoy). Peningkatan penjualan divisi finishing ini merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan divisi-divisi lainnya. Tiga divisi lainnya yakni divisi spinning naik 8,97% menjadi US$ 218,31 juta. Sedangkan pendapatan dari divisi weaving naik 0,96% menjadi US$ 57,19 juta dan divisi garment naik 20,26% menjadi US$ 146,21 juta. Laba bersih pun berhasil naik 14,36% yoy menjadi US$ 47,23 juta dari sebelumnya US$ 41,30 juta. Direktur Utama SRIL Iwan Setiawan menyatakan, peningkatan profit margin dipicu perbaikan efisiensi produksi perusahaan. Mengutip catatan KONTAN, salah satu efisiensi yang dilakukan emiten adalah utilisasi pabrik finishing yang sudah selesai ditingkatkan sejak kuartal I-2017 dan terbukti mampu menjadi divisi yang memberikan kontribusi penjualan paling besar. SRIL menyediakan produk tekstil dengan nilai tambah dari lini pakaian fashion maupun seragam kerja, hingga membuat perlengkapan militer seperti tas, tenda, dan ponco. Sementara, di produk hulu, SRIL masih menjajakan yarn, greige, dyed fabric, printed fabric. Kinerja positif perusahaan hingga saat ini telah berhasil mencatatkan dua rating internasional, masing-masing dari Fitch yaitu BB-/stable dan dari Moody’s dengan nilai B1/positive. Sedangkan Fitch Indonesia memberikan rating A+/stable untuk perusahaan. (Kontan)

(3)

Stock Picks

3

GGRM 65000‐68500. Harga saham emiten rokok Gudang Garam Tbk (GGRM) di dua sesi terakhir pekan lalu 

berhasil rebound setelah tekanan jual sejak akhir Juli lalu membawa harganya anjlok ke Rp61925 (24/10) di 

awal pekan lalu. Secara technical, rebound ditopang posisi harganya berada di area oversold. Harga saham‐

nya akhir pekan lalu berada di Rp66900. Saat ini support bertahan di Rp65000 dengan ujian penguatan lan‐

jutan akan menguji resisten di Rp68500. Dalam waktu dekat pasar akan mengantisipasi rilis laba 3Q17. Re‐

siko  pertumbuhan  bisnisnya  ke  depan  adalah  kebijakan  pemerintah  menaikkan  tarif  cukai  rokok.  Tahun 

depan  tarif  cukai  akan  naik  secara  rerata  sebesar  10,04%.  Awal  tahun  ini  cukai  rokok  naik  10,54%  yang 

memicu kenaikan rata‐rata harga jual eceran rokok hingga 12,36%. Pendapatan perseroan sepanjang 1H17 

hanya tumbuh 8,9% mencapai Rp40,24 triliun, sedangkan biaya pokok penjualan naik hingga 10% menca‐

pai Rp31,82 triliun. Ini membuat marjin kotor tertekan menjadi 20,94% dari 21,75% di 1H16. Marjin usaha 

juga  turun  menjadi  11,37%  dari  1H16  sebesar  12,04%  dan  tahun  2016  lalu  (FY)  sebesar  13,27%.  Ini  di‐

karenakan beban usaha naik hampir 5% menjadi Rp3,87 triliun sedangkan pendapatan lainnya turun 71% 

menjadi Rp37,3 miliar dari 1H16 mencapai Rp130 miliar. Namun di bottom line, marjin bersih berhasil ber‐

tahan di 7,76% sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya namun lebih rendah dari 2016 (FY) se‐

besar  8,75%.  Ini  dikarenakan  beban  bunga  di  1H17  turun  hingga  42,55%  dibandingkan  1H16.  Bila  dilihat 

secara kuartalan, pendapatan di 2Q17 tumbuh 1,53% (qoq) mencapai Rp20,3 triliun ketimbang 1Q17 sebe‐

sar Rp19,9 triliun dan tumbuh 6,88% (yoy) dibandingkan 2Q16 sebesar Rp18,9 triliun. Pencapaian penda‐

patan hingga 1H17 mencerminkan 46% dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp87,29 triliun atau naik 

14,45% dibandingkan 2016 lalu sebesar Rp76,27 triliun. Sedangkan laba bersih di 1H17 hanya tumbuh 8,9% 

mencapai Rp3,1 triliun dari Rp2,8 triliun di 1H16. Secara kuartalan laba bersih di 2Q17 mencapai Rp1,2 tril‐

iun  turun  34,6%  (qoq)  dibandingkan  1Q17  Rp1,9  triliun  dan  naik  5%  (yoy)  dibandingkan  2Q16  sebesar 

Rp1,1 triliun. Marjin bersih 2Q17 hanya 6,1% turun dari 1Q17 sebesar 9,5% dan sepanjang 2016 (FY) sebe‐

sar 8,75%. Pencapaian laba bersih hingga 1H17 baru mencerminkan 39,7% dari target laba bersih tahun ini 

Rp786 triliun atau  tumbuh 17,6% dari  2016 sebesar Rp6,68  triliun. EPS 2017  diperkirakan  Rp4083. Sebe‐

lumnya  diperkirakan  harga  sahamnya  berpeluang  mencapai  target  harga  Rp77170  atau  PE  18,9x  (E/17). 

Dari  harga  saat  ini  di  Rp66900  ada  ruang  penguatan  15%.  Secara  technical  pergerakan  harganya  akhir 

pekan  lalu  membentuk  pola  bullish  reversal  dengan  resisten  terdekat  di  Rp68500  dan  support  saat  ini  di 

Rp65000. Maintain Buy, SL 64000       

(4)

4

Stock Picks

LSIP  1440‐1530. 

Harga  saham  emiten  perkebunan  PP  London  Sumatera  Indonesia  Tbk  (LSIP)  akhir  pekan 

lalu bergerak fluktuatif sempat koreksi namun tutup menguat tipis Rp1505. Penguatan ini seiring dengan 

tren  penguatan  harga  komoditas  CPO  yang  saat  ini  sudah  di  atas  RM2800/MT.  Secara  technical  saat  ini 

support  di  Rp1440  dan  resisten  menguji  Rp1530.  Kinerja  perseroan  sepanjang  3Q17  menunjukkan 

peningkatan  dibandingkan  kuartal  sebelumnya  (2Q17).  Penjualan  perseroan  sepanjang  3Q17  mencapai 

Rp1,11  triliun  tumbuh  11%  (qoq)  dari  2Q17  sebesar  Rp1  triliun  dan  tumbuh  14,73%  (yoy)  dibandingkan 

3Q16  sebesar  Rp965,12  miliar.  Sedangkan  laba  bersih  3Q17  mencapai  Rp180  miliar  melonjak  111,3% 

dibandingkan  2Q17  yang  hanya  Rp85  miliar  dan  naik  12,7%  (yoy)  dibandingkan  3Q16  sebesar  Rp159,7 

miliar. Marjin bersih 3Q17 16,3% sedikit turun dari 3Q16 sebesar 16,5% dan naik bila dibandingkan 2Q17 

yang hanya 9%. Secara akumulasi sepanjang 9M17, penjualan mencapai Rp3,57 triliun tumbuh 36,6% (yoy) 

dibandingkan  periode  yang  sama  tahun  sebelumnya  Rp2,62  triliun.  Pencapaian  penjualan  hingga  3Q17 

mencerminkan  79%  terhadap  target  penjualan  tahun  ini  sebesar  Rp4,53  triliun  atau  tumbuh  19,2%  dari 

tahun 2016 lalu sebesar Rp3,8 triliun. Kenaikan penjualan sepanjang 9M17 terutama disebabkan kenaikan 

penjualan  dari  produk  sawit  (CPO  dan  PK)  dan  karet.  Kontribusi  produk  sawit  terhadap  total  penjualan 

mencapai 91% diikuti karet 6% dan benih bibit sawit 2%. Volume penjualan CPO sepanjang 9M17 mencapai 

318.451 ton naik 23,3% dari periode yang sama 2016 sebesar 258.274 ton. Volume penjualan Palm Kernel 

(PK) mencapai 84.372 ton naik 28,6% dari 65.599 ton (9M16). Selain kenaikan volume penjualan, kenaikan 

penjualan  turut  ditopang  kenaikan  harga  jual  rata‐rata  produk  sawit  dan  karet.  Kas  bersih  dari  kegiatan 

operasi sepanjang 9M17 naik Rp1,04 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp533,2 miliar. 

Sedangkan  secara  akumulasi  laba  bersih  sepanjang  9M17  mencapai  Rp639,54  miliar  naik  134,8%  dari 

periode  yang  sama  tahun  sebelumnya  Rp272,33  miliar.  Marjin  bersih  9M17  sebesar  17,89%  naik  dari 

10,40% di 9M16. Pencapaian laba bersih hingga 3Q17 mencerminkan pencapaian 71% terhadap target laba 

bersih  tahun  ini  yang  sebelumnya  diperkirakan  mencapai  Rp905,5  miliar  atau  tumbuh  52,5%  dari  tahun 

sebelumnya  Rp593,8  miliar.  EPS  proyeksi  tahun  ini  Rp132,72.  Sebelumnya  kami  perkirakan  harganya 

berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x atau mencapai Rp1860. Dari harga saat ini di Rp1505 ada ruang 

penguatan 23,6%. Pergerakan harga saham perseroan sangat dipengaruhi pergerakan harg komoditas CPO 

yang saat ini cenderung menguat. Maintain Buy, SL 1380         

 

(5)

5

Stock Picks

 

Senin, 30 Oktober 2017

AKRA  7500‐8000. 

Harga saham emiten perdagagan, AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepekan terakhir melanjutkan tren 

bullishnya. Namun di akhir pekan harga sahamnya koreksi akibat aksi ambil untung tutup di Rp7600 setelah sempat 

menyentuh Rp8025. Saat ini support sederhana di Rp7500 dan peluang rebound menguji resisten di Rp8000. Sepekan 

terakhir  harga  sahamnya  menguat  1,3%.  Sepanjang  tahun  ini  hingga  akhir  pekan  lalu  di  Rp7600  harga  sahamnya 

menguat 26,7% dari Rp6000 di akhir 2016 lalu. Sebelumnya diperkirakan harganya berpeluang ditransaksikan dengan 

PE  25x  (E/17)  atau  mencapai  Rp8135.  Pergerakan  harga  sahamnya  pekan  lalu  sudah  sejalan  dengan  perkiraan 

sebelumnya.  Dalam  waktu  dekat  pemodal  akan  merespon  rilis  laba  3Q17.  Dilihat  perkembangan  kinerjanya  hingga 

1H17,  laba  bersih  mencapai  Rp588,43  miliar  tumbuh  tipis  0,5%  dibandingkan  periode  yang  sama  2016  sebesar 

Rp585,56 miliar. Pendapatan dan penjualan bersih tumbuh 25% mencapai Rp9,22 triliun dibandingkan periode yang 

sama 2016 sebesar Rp7,37 triliun. Bila dilihat secara kuartalan, penjualan dan pendapatan usaha perseroan di 2Q17 

tumbuh  12,4%  mencapai  Rp4,88  triliun  dibandingkan  1Q17  sebesar  Rp4,34  triliun.    Sebelumnya  diperkirakan 

penjualan  dan  pendapatan  perseroan  tahun  ini  mencapai  Rp16,23  triliun  atau  naik  6,7%  dari  tahun  lalu  sebesar 

Rp15,21 triliun. Hingga 1H17 pencapaian penjualan dan pendapatan usaha perseroan telah mencerminkan 57% dari 

proyeksi  tahun  ini.  Sedangkan  laba  bersih  di  2Q17  mencapai  Rp330 miliar  atau  tumbuh  27,71% (qoq)  dibandingkan 

kuartal  sebelumnya  sebesar  Rp258,41  miliar.  Marjin  bersih  di  2Q17  terlihat  meningkat  mencapai  6,76%  bila 

dibandingkan  1Q17  yang  hanya  5,95%.  Pencapaian  marjin  bersih  ini  masih  di  bawah  target  perseroan  tahun  ini 

sebesar 8%. Sebelumnya tahun ini diproyeksikan laba bersih mencapai Rp1,29 triliun atau tumbuh 27,72% dari 2016 

lalu sebesar Rp1,01 triliun. Pencapaian laba bersih hingga 1H17 baru mencerminkan 45,6% dari proyeksi laba bersih 

tahun ini. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan mencapai Rp325,42. Pergerakan harga sahamnya sepanjang tahun ini 

sejalan dengan pertumbuhan labanya. Koreksi yang terjadi akhir pekan lalu sifatnya technical dan support berada di 

Rp7500. Apabila bertahan, peluang rebound akan terbuka. Trading Buy, SL 7400       

 

 

Saham Pilihan

PTPP 2870-3000 Buy, SL 2770

BDMN 5100-5400 Buy, SL 5000

ADRO 1820-1930 Buy, SL 1780

ITMG 21200-23400 Buy, SL 19400

INDF 8200-8500 Buy, SL 8000

JSMR 6300-6600 TB, SL 6200

BUMI 258-288 TB, SL 234

(6)

Stock View

6

Senin, 30 Oktober 2017

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

IHSG 

5975.28  6007.12  6038.96  5956.61  5937.94 

               PERKEBUNAN AALI  14575  14,733.33  14,891.67  14,483.33  14,391.67  13,059,216.00  ‐19.91  393.15  ‐75.27  45.02  BWPT  248  254.67  261.33  244.67  241.33                LSIP  1505  1,526.67  1,548.33  1,471.67  1,438.33  4,189,615.00  ‐11.36  91.36  ‐32.01  18.72  SGRO  2480  2,490.00  2,500.00  2,460.00  2,440.00                SIMP  530  553.33  576.67  518.33  506.67  13,835,444.00  ‐7.53  16.72  ‐68.60  25.18  UNSP  195  198.33  201.67  191.33  187.67               

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  1840  1,868.33  1,896.67  1,823.33  1,806.67  37,032,346.42  ‐10.48  65.74  ‐5.12  10.50  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  82.00  82.00  82.00  82.00                BUMI  264  269.33  274.67  253.33  242.67                DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  3,312,510.21  13.47  0.30  48.03  166.35  HRUM  2370  2,400.00  2,430.00  2,340.00  2,310.00                ITMG  21275  21,966.67  22,658.33  20,891.67  20,508.33  21,925,897.16  ‐9.27  770.46  ‐65.05  8.53  PTBA  10925  11,133.33  11,341.67  10,733.33  10,541.67  13,733,627.00  5.01  883.59  0.98  7.64  PTRO  1265  1,290.00  1,315.00  1,250.00  1,235.00               

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  86  88.00  90.00  85.00  84.00               

ELSA  318  324.00  330.00  314.00  310.00  3,775,323.00  ‐10.56  51.43  ‐8.99  7.17 

ENRG  102  108.33  114.67  94.33  86.67               

ESSA  190  205.33  220.67  179.33  168.67               

MEDC  785  803.33  821.67  773.33  761.67               

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  645  655.00  665.00  640.00  635.00  10,531,504.80  11.79  ‐151.06  85.85  ‐3.10  INCO  2800  2,886.67  2,973.33  2,746.67  2,693.33  10,894,532.28  ‐15.64  70.11  ‐67.49  26.24  TINS  835  848.33  861.67  823.33  811.67  6,874,192.00  ‐6.74  13.64  ‐84.08  56.09  SEMEN INTP  21300  21,708.33  22,116.67  21,033.33  20,766.67  17,798,055.00  ‐10.99  1,183.48  ‐17.34  17.00  SMCB  810  813.33  816.67  808.33  806.67  9,239,022.00  ‐12.25  22.85  ‐73.80  47.91  SMGR  10775  10,950.00  11,125.00  10,675.00  10,575.00  26,948,004.47  ‐0.14  762.28  ‐18.76  14.07 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  88  88.67  89.33  87.67  87.33                JPRS  135  135.67  136.33  133.67  132.33                KRAS  496  502.67  509.33  491.67  487.33                PAKAN TERNAK CPIN  3240  3,380.00  3,520.00  3,170.00  3,100.00                JPFA  1415  1,451.67  1,488.33  1,376.67  1,338.33  25,022,913.00  2.31  43.92  40.87  18.44  OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  7900  8,016.67  8,133.33  7,841.67  7,783.33  184,196,000.00  ‐8.68  357.28  ‐24.59  20.71 

GJTL  710  721.67  733.33  701.67  693.33               

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  8900  8,933.33  8,966.67  8,858.33  8,816.67                INDF  8250  8,400.00  8,550.00  8,175.00  8,100.00                MYOR  2250  2,286.67  2,323.33  2,226.67  2,203.33                ROTI  1325  1,343.33  1,361.67  1,313.33  1,301.67                GGRM  66900  67,916.67  68,933.34  65,066.67  63,233.34                INAF  2630  2,713.33  2,796.67  2,573.33  2,516.67  1,621,898.67  17.41  2.12  463.17  184.06  KAEF  2680  2,710.00  2,740.00  2,660.00  2,640.00  4,860,371.48  7.51  44.81  6.06  28.68  KLBF  1620  1,641.67  1,663.33  1,596.67  1,573.33               

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  280  283.33  286.67  275.33  270.67                ASRI  396  401.33  406.67  391.33  386.67                BKSL  129  131.33  133.67  127.33  125.67                BSDE  1725  1,755.00  1,785.00  1,710.00  1,695.00  6,209,574.07  11.45  1,164.55  460.00  1.60  COWL  1145  1,151.67  1,158.33  1,136.67  1,128.33                CTRA  1195  1,235.00  1,275.00  1,165.00  1,135.00                CTRP  690  690.00  690.00  690.00  690.00                CTRS  2710  2,710.00  2,710.00  2,710.00  2,710.00                ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  302  305.33  308.67  299.33  296.67                MDLN  330  334.67  339.33  326.67  323.33  2,962,460.90  4.32  69.69  22.80  5.94  KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2180  2,230.00  2,280.00  2,150.00  2,120.00  9,389,570.10  8.51  130.22  43.08  20.93  DGIK  79  81.67  84.33  76.67  74.33                PTPP  2920  2,956.67  2,993.33  2,886.67  2,853.33  14,217,372.87  14.40  152.88  39.17  25.74  SSIA  595  598.33  601.67  588.33  581.67                TOTL  695  708.33  721.67  683.33  671.67                WIKA  2010  2,041.67  2,073.33  1,986.67  1,963.33  13,908,504.01  11.60  101.65  1.60  26.02  INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  1635  1,666.67  1,698.33  1,616.67  1,598.33  42,333,969.71  ‐0.16  228.31  ‐38.44  11.61  JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  1370  1,401.67  1,433.33  1,346.67  1,323.33                JSMR  6500  6,591.67  6,683.33  6,416.67  6,333.33  9,848,242.05  7.33  213.14  3.23  26.27  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00                EXCL  3380  3,440.00  3,500.00  3,320.00  3,260.00  22,876,182.00  ‐2.49  ‐2.97  ‐97.16  ‐1,348.39  ISAT  6000  6,125.00  6,250.00  5,925.00  5,850.00                TLKM  4150  4,206.67  4,263.33  4,086.67  4,023.33  102,470,000.00  14.24  153.66  5.81  21.51  TRANSPORTASI GIAA  372  383.33  394.67  349.33  326.67  52,627,783.53  7.55  40.78  ‐122.73  10.94  MBSS  570  580.00  590.00  565.00  560.00                WINS  284  284.00  284.00  284.00  284.00  1,378,353.91  ‐37.37  ‐19.45  ‐129.08  ‐10.95  KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  2320  2,350.00  2,380.00  2,300.00  2,280.00                BANK BBCA  20300  20,633.33  20,966.67  20,083.33  19,866.67  47,081,728.00  7.56  730.83  9.30  18.47  BBKP  560  566.67  573.33  556.67  553.33  8,303,973.00  17.07  105.70  32.57  5.58  BBNI  7700  7,741.67  7,783.33  7,666.67  7,633.33  36,895,081.00  10.58  486.18  ‐15.91  10.90  BBRI  15600  15,675.00  15,750.00  15,550.00  15,500.00  85,434,037.00  13.73  1,029.53  4.77  10.95  BBTN  2830  2,956.67  3,083.33  2,756.67  2,683.33  14,966,209.00  16.86  174.91  65.91  10.43  BDMN  5125  5,291.67  5,458.33  4,991.67  4,858.33  22,420,658.00  ‐2.48  249.70  ‐8.09  16.40  BJBR  2470  2,500.00  2,530.00  2,440.00  2,410.00  10,084,451.00  14.70  142.02  23.39  6.79  BMRI  6950  7,066.67  7,183.33  6,891.67  6,833.33  71,570,127.00  14.26  871.50  2.33  11.76  BNGA  1220  1,243.33  1,266.67  1,193.33  1,166.67  22,318,759.00  7.24  17.02  ‐81.74  34.36 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  7600  7,916.67  8,233.33  7,391.67  7,183.33  19,764,821.14  ‐12.03  261.74  27.59  27.03  INTA  366  370.00  374.00  360.00  354.00                UNTR  32675  34,150.00  35,625.00  31,900.00  31,125.00  49,347,479.00  ‐7.14  1,033.07  ‐28.24  14.86  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  6475  6,566.67  6,658.33  6,391.67  6,308.33                RALS  880  900.00  920.00  865.00  850.00               

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  1575  1,591.67  1,608.33  1,551.67  1,528.33                PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  65  67.00  69.00  63.00  61.00               

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

ARTI   Ratu Prabu Energi Tbk   AGM   03/08/2016   00:10:00   GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20,  Jakarta Selatan   

ARTI   Ratu Prabu Energi Tbk   EGM   03/08/2016   00:10:00   GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20,  Jakarta Selatan   

SCPI   Merck Sharp Dohme 

Pharma Tbk.   AGM   03/08/2016   00:10:00     

MYRX   Hanson International Tbk.   AGM   28/07/2016   00:14:00   Merchantile Athletic Club , World Trade Center    MYRX   Hanson International Tbk.   EGM   28/07/2016   00:14:00   Merchantile Athletic Club , World Trade Center    GMCW   Grahamas Citrawisata Tbk.   AGM   27/07/2016   00:09:00   Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman 

Kav 58 Jakarta    PTIS   Indo Straits Tbk   AGM   22/07/2016   00:09:00  

Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo  Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara 

14350, Indonesia   

BSSR   Baramulti Suksessarana Tbk   EGM   22/07/2016   00:10:00   Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56,  Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat    ISSP   Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk   AGM   21/07/2016   00:10:00   Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no  55 , Jakarta    ISSP   Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk   EGM   21/07/2016   00:10:00   Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no  55 , Jakarta   

SKYB   Skybee Tbk   AGM   21/07/2016   00:09:00     

WTON   Wijaya Karya Beton Tbk   EGM   20/07/2016   00:14:00   Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur   

CTBN   Citra Tubindo Tbk.   AGM   20/07/2016   00:10:30   Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2,  Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam    TRIO   Trikomsel Oke Tbk   EGM   15/07/2016   00:10:00     

LMAS   Limas Indonesia Makmur 

Tbk   AGM   14/07/2016   00:09:30  

Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center  Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta 

12190   

BEKS   Bank Pundi Indonesia Tbk.   EGM   11/07/2016   00:15:00   Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12,  Jakarta Selatan   

JPFA   Japfa Comfeed Indonesia 

Tbk.   EGM   01/07/2016   00:10:00  

HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191,  Jakarta 12960   

INCO   Vale Indonesia Tbk   EGM   01/07/2016   00:09:00   Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl.  Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta    MITI   Mitra Investindo Tbk.   EGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐ 

12950    NIRO   Nirvana Development Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai  1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan 

12190    NIRO   Nirvana Development Tbk   EGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai  1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan 

12190   

PKPK   Perdana Karya Perkasa Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00   Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta  Pusat 10150   

GREN   Evergreen Invesco Tbk   AGM   30/06/2016   00:09:00   Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan,  Jakarta   

ECII   Electronic City Indonesia 

Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00     

Senin, 30 Oktober 2017

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN

TIFA 

24‐Jun‐16 

27‐Jun‐16 

21‐Jul‐16 

SQBB 

16000 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

SQBI 

16000 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

DPNS 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

GEMA 

16 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

MREI 

50 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

JTPE 

14 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

PEGE 

10 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

CPIN 

29 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

TALF 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

12‐Jul‐16 

KBLI 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

SRTG 

32 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

KKGI 

20 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

CTRP 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

13‐Jul‐16 

CTRS 

22 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

13‐Jul‐16 

CTRA 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

IDPR 

21‐Jun‐16 

22‐Jun‐16 

30‐Jun‐16 

UNVR 

424 

21‐Jun‐16 

22‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

KANTOR CABANG

Taman Palem Lestari :

Taman Palem Lestari Blok B 17/8

Jakarta Barat 11730

Phone : +62 21 7799 888

Yogyakarta :

Ruko Gajah Mada Square Kav. E

Jl. Juminahan No. 26

Yogyakarta 55212

Phone : +62 274 557559

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Jambi :

Kantor Perwakilan BEI Jambi

Jl. Kolonel Abunjani No. 11A dan

11B

Jambi 36129

Phone : +62 741 591 1819

GALERI INVESTASI

Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta :

Fakultas Ekonomi Universitas

Sarjanawiyata Tamansiswa

Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 157

Yogyakarta 55165

Phone : +62 274 562265

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

Universitas Muhammadiyah

Yogayakarta :

Universitas Muhammadiyah

Yogayakarta

Jl. Lingkar Selatan

Tamantirto, Bantul

Yogyakarta 55183

Phone : +62 274 387656

Universitas Muhammadiyah

Surakarta :

Universitas Muhammadiyah

Surakarta

Jl. A. Yani Tromol Pos 1

Pabelan Kartasura, Surakarta

Jawa Tengah 57161

Phone : +62 271 717417

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Banjarmasin :

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

Indonesia

Jl. Brigjend Hasran Basri Kayu

Tangi

Banjarmasin 70124

Phone : +62 511 3265783

Bireun :

Institut Agama Islam

Almuslim Aceh

Jl. Banda Aceh – Medan,

Simpang Paya Lipah

Matang Glumpangdua, Bireuen

Aceh 24261

Phone : +62 644 441989

Padang :

Universitas Putra Indonesia

“YPTK” Padang

Jl. Raya Lubuk Begalung

Lubuk Begalung, Kota Padang

Sumatera Barat 25145

Phone : +62 751 776666

Bengkulu :

IAIN Bengkulu

Jl. Raden Patah

Bengkulu 38211

Phone : +62 736 51276

Jambi

IAIN Jambi :

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Islam IAIN Sultan Thaha

Syaifuddin

Jl. Arif Rahman Hakim No. 01

Telanaipura

Jambi 36363

Phone : +62 741 582573

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hak pasien dalam praktik kedokteran yaitu mendapatkan penjelasan lengkap tentang tindakan medis (hak informasi), meminta pendapat dokter dan dokter gigi lain (hak atas

Perhatian tersebut ditujukan kepada keberadaan kondisi perumahan yang telah ditempati oleh penderita, bahwa berdasarkan study pada program Cakupan Hygiene

Pelaksanaan siklus II dilaksanakan 22 Maret 2013. Setelah guru menjelaskan materi dan siswa memahaminya, guru kemudian memberikan pre tes. Pre-test dilaksanakan

Semua spesimen nyamuk yang dapat tertangkap dengan perangkap cahaya pada setiap lokasi dikumpulkan menjadi satu, demikian pula spesimen yang tertangkap dengan

Jika  melihat  penjelasan  sebelumnya,  maka  dapat  disimpulkan  bahwa  kondisi  industri  UKM  di  Indonesia  pada  saat  ini  menghadapi  persaingan  yang 

Implementasi kebijakan pengendalian DBD di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan secara umum masih taraf kurang, khususnya pada faktor sarana dan SDM, dan

daerah yang memiliki pendapatan per kapita yang tinggi akan lebih dapat tekanan dalam melakukan pelaporan keuangan karena semakin tinggi tingkat kebutuhan dan

Survei cepat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tikus inang definitif schistosomiasis, menentukan infection rate schistosomiasis pada tikus dan