Aturan LTV spasial difinalkan November.
Penjualan alat berat United Tractors terangkat 64%.
Profitabilitas gede, tetap pantau fundamental BUMI.
Divisi finishing Sri Rejeki berkontribusi terbesar.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan akhir pekan
lalu dilanda aksi ambil untung lanju‐
tan, koreksi 20,566 poin (0,34%) di
5975,292. Ini merupakan koreksi hari
kedua setelah IHSG berhasil mencapai
level tertinggi harian baru di 6042,449
(26/10). Koreksi IHSG akhir pekan lalu
lebih dipicu kekhawatiran atas pele‐
mahan rupiah terhadap dolar AS yang
sudah tembus Rp13600 sehingga
memicu koreksi di sejumlah saham
sektoral yang sensitif interest rate
seperti saham otomotif, perbankan
dan properti. Sedangkan aksi beli selek‐
tif mendominasi saham‐saham ber‐
basiskan komoditas seperti sektor en‐
ergi seiring kenaikan harga minyak
mentah. Pelemahan rupiah atas dolar
AS lebih disebabkan tren penguatan
dolar AS selama lima belas pekan tera‐
khir menyusul tren positif perkemban‐
gan ekonomi negara adidaya tersebut dan antisipasi atas kebijakan normalisasi
moneter menjelang akhir tahun ini.
Namun IHSG sepekan terakhir berhasil melanjutkan tren bullish sepanjang
tahun ini, menguat 0,77% di tengah pelemahan rupiah atas dolar AS 0,84% sepekan
terakhir. Sentimen pasar terutama didominasi rilis laba 3Q17 sejumlah emiten, per‐
gerakan harga komoditas, dan tren pergerakan rupiah atas dolar AS yang cenderung
melemah. Sementara Wall Street akhir pekan lalu berhasil melanjutkan tren pengua‐
tannya, terutama ditopang sentimen rilis laba 3Q17 emiten sektoral seperti sektor
teknologi yang menjadi penopang penguatan Wall Street akhir pekan lalu. Indeks DJIA
dan S&P masing‐masing menguat 0,14% dan 0,81% di 23434,19 dan 2581,07. Indeks
Nasdaq akhir pekan lalu menguat 2,2% di 6701,26. Selama sepekan indeks DJIA dan
S&P masing‐masing menguat 0,45% dan 0,23% menandai penguatan untuk tujuh
pekan berturut‐turut.
Selain sentimen positif rilis laba 3Q17 sejumlah emiten di atas ekspektasi,
penguatan Wall Street akhir pekan lalu turut ditopang rilis data awal PDB AS 3Q17
yang mencapai 3% (qoq) di atas estimasi sebelumnya 2,6% (qoq). Harga minyak yang
melonjak hingga 3% di USD54,17/barel akhir pekan lalu ikut mendorong saham sektor
energi. Selama sepekan harga minyak mentah di AS naik 4,5% memberikan ruang pen‐
guatan atas saham berbasiskan komoditas energi. Namun bagi Indonesia harga minyak
yang melonjak menjadi sentimen negatif mengingat subsidi energi akan membengkak.
Melanjutkan perdagangan di awal pekan sekaligus akhir Oktober, tren positif
IHSG akan dibayangi meningkatnya resiko pasar seiring kekhawatiran pelemahan
rupiah dan kenaikan harga minyak mentah. Isu individual terkait rilis laba 3Q17 akan
berimbas terbatas pada pergerakan IHSG yang diperkirakan bergerak di kisaran sup‐
port 5950 hingga resisten 6010 rawan koreksi lanjutan.
S1 5950 S2 5910 R1 6010 R2 6040
Index Last Chg % DJIA 23434.19 33.33 0.14 S&P 500 2581.07 20.67 0.81 FTSE 100 7505.03 18.53 0.25 CAC 40 5494.13 38.73 0.71 DAX 13217.54 84.26 0.64 NIKKEI 225 22035.74 164.42 0.75 HANGSENG 28438.85 236.47 0.84 STI 3386.44 21.12 0.63 SHENZHEN 2023.50 (6.85) (0.34) SHANGHAI 3416.81 9.24 0.27 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 54.05 1.36 2.58 CPO (RM/M.T) 2817.00 4.00 0.14 Gold (USD/T.oz) 1272.50 5.40 0.43 Nikel (USD/M.T 11370.00 (505.00) (4.25) Timah (USD/M.T) 19600.00 (100.00) (0.51) Coal (USD/M.T) 97.10 (0.05) (0.05) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13585.00 (33.00) (0.24) USD/EUR 1.160 (0.00) (0.22) JPY/USD 113.72 (0.42) (0.37) IDR/SGD 9949.84 (6.85) (0.07) IDR/AUD 10427.70 18.61 0.18 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 30.07 4085 0.00 0.00Top Gainers IDR % Chg
SQMI 416 20.20 70 APII 280 19.70 46 AKKU 73 17.70 11 BYAN 10,500 16.70 1,500 MINA 2,510 13.10 290
Top Losers IDR % Chg
SDRA 615 (24.50) (200)
YULE 110 (21.40) (30)
DPNS 326 (20.10) (82)
AKSI 416 (17.60) (89)
HOME 143 (15.90) (27)
Top Value IDR % (miliar) BUMI 248 5.10 375 B RIMO 625 1.60 276 B TLKM 4,230 (0.50) 219 B POOL 3,230 0.00 175 B IIKP 214 (0.90) 169 B Top Volume IDR % (juta)
ENRG 108 5.90 1,386.179 SRIL 372 (3.10) 1,218.588 BRMS 68 (2.90) 900.605 IIKP 214 (0.90) 776.350 MYRX 119 0.00 720.231 IHSG 5,975.28 Change (20.57) Change (%) (0.34) Change (%/ytd) 12.81
Total Value (IDR triliun) 7.297 Total Volume (miliar saham) 11.627 Net Foreign Buy (IDR miliar) (218.000)
News Update
2
Aturan LTV spasial difinalkan November. Bank Indonesia (BI) serius merelaksasi rasio antara nilai kredit atau pembiayaan terhadap nilai agunan atau Loan to Value (LTV) berupa LTV spasial. Menurut BI, beleid LTV spasial akan segera difinalisasi dan kemungkinan hanya diterapkan pada kepemilikan properti. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, saat ini rumusan kebijakan dan konsep Peraturan BI (PBI) atas rencana kebijakan relaksasi LTV spasial sedang difinalisasi. Calon beleid itu akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan depan. "November akan kami ajukan dalam RDG, kami akan sampaikan progres lebih lanjut," jelasnya, Jumat (27/10). Menurut Perry, LTV spasial akan menambah relaksasi LTV nasional yang telah dirilis BI pada 2015 dan 2016. Penambahan relaksasi ini akan diberikan pada daerah atau provinsi dengan mempertimbangkan tiga hal. Pertama, provinsi yang kredit perumahannya terlalu rendah dari yang diperlukan. Perry bilang hal ini bisa dihitung dari trennya hingga data produk domestik bruto (PDB). Kedua, provinsi yang harga perumahan maupun apartemennya bisa dinilai terlalu rendah. Ini dihitung dari harga tren dan fundamentalnya. "Ada juga yang kreditnya rendah, lalu (harganya) bubble kan tidak ada keperluan untuk menambah relaksasi yang sudah ada. Tetapi untuk provinsi yang harganya rendah bisa ditambah relaksasi LTV lagi," imbuh Perry. Ketiga, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang masih wajar. Sehingga, "Misalnya LTV nasional sekarang 80% maka provinsi yang mendapat tambahan relaksasi bisa naik menjadi 85%. Jadi DP (down payment) nasional 20%, tapi provinsi yang kreditnya seret, harganya rendah, NPL-nya baik, DP-nya 15%," ujar Perry. (Kontan)
Penjualan alat berat United Tractors terangkat 64%. Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) mendaki. Pada bulan September 2017, UNTR sudah menjual 333 unit alat berat. Angka ini naik 64% dibandingkan penjualan di bulan yang sama tahun lalu. Hingga kuartal III-2017, total penjualan alat berat UNTR sudah mencapai 2.744 unit, melejit 73% dibanding kuartal III-2016 sebanyak 1.588 unit. Penjualan untuk sektor pertambangan masih menjadi kontributor utama dengan porsi 50%. Lalu, penjualan ke sektor konstruksi berkontribusi 22%, sektor perkebunan sebesar 16%. Lalu sisanya, merupakan penjualan ke sektor kehutanan. Tapi, jika dilihat secara bulanan, penjualan UNTR turun tipis 5% dibandingkan penjualan bulan Agustus 2017 sebanyak 350 unit. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis mengatakan, penurunan penjualan ini hanya disebabkan perbedaan kesiapan unit pengiriman. "Jadi, penjualan masih aman, masih sesuai target," ujarnya kepada KONTAN akhir pekan lalu (27/10). Saat ini, UNTR masih menguasai pangsa pasar alat berat sebesar 36%. Seperti diketahui, UNTR menargetkan bisa menjual 3.200 unit alat berat hingga akhir tahun ini. Artinya, UNTR sudah mencapai 85,75% dari target penjualan itu. Sementara itu, produksi batubara UNTR mencapai 585 juta ton, meningkat 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 523,9 juta ton. Kenaikan produksi itu sejalan dengan kenaikan overburden removal sebesar 5% menjadi 82,4 juta bank cubic meter (bcm) dari sebelumnya 78,6 juta bcm. (Kontan)
Profitabilitas gede, tetap pantau fundamental BUMI. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selalu menarik dicermati. Pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk level 6.000 pada Rabu (25/10) lalu, emiten Bakrie Group ini menjadi salah satu saham yang banyak diperhatikan investor asing. Berdasarkan laporan statistika mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 23-27 Oktober, BUMI tercatat menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar yaitu 4,05 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 61,69 miliar kali. Mengutip data RTI, dalam sepekan terakhir, saham BUMI dibeli asing di pasar reguler sebesar Rp 63,43 miliar. Sebagai pembanding, PGAS dalam periode sama juga dibeli asing hingga Rp 34,30 miliar, WTON dibeli asing senilai Rp 34,69, WIKA sebanyak Rp 49,65 miliar, BBRI sebanyak Rp 538,42 miliar dan HMSP sebanyak Rp 108,03 miliar. Pada paruh pertama tahun ini, BUMI mencatat laba bersih US$ 162,25 juta, padahal pada periode sama tahun lalu, emiten ini merugi US$ 20,80 juta. Pendapatan juga naik 22,16% year on year menjadi US$ 15,60 juta dari sebelumnya US$ 12,77 juta. Namun terdapat sejumlah beban yang patut dicermati, misalnya beban umum dan administrasi sebesar US$ 17,65 juta, naik 22,10% yoy. Emiten ini juga mencatat rugi yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali senilai US$ 13,63 juta. Padahal pada periode sama tahun lalu masih mencetak laba US$ 8,98 juta. September lalu, manajemen BUMI melancarkan strategi penjualan saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada investor strategis, Wyoming International Limited. Melalui aksi tersebut, emiten ini menjual saham treasury sebanyak 473,21 juta saham di harga Rp 350 per lembar. Dengan demikian, melalui aksi ini, BUMI mengantongi dana segar Rp 165,62 miliar. (Kontan)
Divisi finishing Sri Rejeki berkontribusi terbesar. Divisi finishing PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) hingga kuartal ketiga tahun ini berhasil mencatatkan nilai penjualan terbesar dibanding divisi lainnya. Mengutip laporan keuangan SRIL, total penjualan SRIL per September 2017 sebesar US$ 572,59 juta atau naik 14,82% dari periode sama tahun lalu di US$ 498,70 juta. Kontribusi terbesar berasal dari divisi finishing yang mencapai US$ 150,9 juta. Angka tersebut naik 25,64% year on year (yoy). Peningkatan penjualan divisi finishing ini merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan divisi-divisi lainnya. Tiga divisi lainnya yakni divisi spinning naik 8,97% menjadi US$ 218,31 juta. Sedangkan pendapatan dari divisi weaving naik 0,96% menjadi US$ 57,19 juta dan divisi garment naik 20,26% menjadi US$ 146,21 juta. Laba bersih pun berhasil naik 14,36% yoy menjadi US$ 47,23 juta dari sebelumnya US$ 41,30 juta. Direktur Utama SRIL Iwan Setiawan menyatakan, peningkatan profit margin dipicu perbaikan efisiensi produksi perusahaan. Mengutip catatan KONTAN, salah satu efisiensi yang dilakukan emiten adalah utilisasi pabrik finishing yang sudah selesai ditingkatkan sejak kuartal I-2017 dan terbukti mampu menjadi divisi yang memberikan kontribusi penjualan paling besar. SRIL menyediakan produk tekstil dengan nilai tambah dari lini pakaian fashion maupun seragam kerja, hingga membuat perlengkapan militer seperti tas, tenda, dan ponco. Sementara, di produk hulu, SRIL masih menjajakan yarn, greige, dyed fabric, printed fabric. Kinerja positif perusahaan hingga saat ini telah berhasil mencatatkan dua rating internasional, masing-masing dari Fitch yaitu BB-/stable dan dari Moody’s dengan nilai B1/positive. Sedangkan Fitch Indonesia memberikan rating A+/stable untuk perusahaan. (Kontan)Stock Picks
3GGRM 65000‐68500. Harga saham emiten rokok Gudang Garam Tbk (GGRM) di dua sesi terakhir pekan lalu
berhasil rebound setelah tekanan jual sejak akhir Juli lalu membawa harganya anjlok ke Rp61925 (24/10) di
awal pekan lalu. Secara technical, rebound ditopang posisi harganya berada di area oversold. Harga saham‐
nya akhir pekan lalu berada di Rp66900. Saat ini support bertahan di Rp65000 dengan ujian penguatan lan‐
jutan akan menguji resisten di Rp68500. Dalam waktu dekat pasar akan mengantisipasi rilis laba 3Q17. Re‐
siko pertumbuhan bisnisnya ke depan adalah kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok. Tahun
depan tarif cukai akan naik secara rerata sebesar 10,04%. Awal tahun ini cukai rokok naik 10,54% yang
memicu kenaikan rata‐rata harga jual eceran rokok hingga 12,36%. Pendapatan perseroan sepanjang 1H17
hanya tumbuh 8,9% mencapai Rp40,24 triliun, sedangkan biaya pokok penjualan naik hingga 10% menca‐
pai Rp31,82 triliun. Ini membuat marjin kotor tertekan menjadi 20,94% dari 21,75% di 1H16. Marjin usaha
juga turun menjadi 11,37% dari 1H16 sebesar 12,04% dan tahun 2016 lalu (FY) sebesar 13,27%. Ini di‐
karenakan beban usaha naik hampir 5% menjadi Rp3,87 triliun sedangkan pendapatan lainnya turun 71%
menjadi Rp37,3 miliar dari 1H16 mencapai Rp130 miliar. Namun di bottom line, marjin bersih berhasil ber‐
tahan di 7,76% sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya namun lebih rendah dari 2016 (FY) se‐
besar 8,75%. Ini dikarenakan beban bunga di 1H17 turun hingga 42,55% dibandingkan 1H16. Bila dilihat
secara kuartalan, pendapatan di 2Q17 tumbuh 1,53% (qoq) mencapai Rp20,3 triliun ketimbang 1Q17 sebe‐
sar Rp19,9 triliun dan tumbuh 6,88% (yoy) dibandingkan 2Q16 sebesar Rp18,9 triliun. Pencapaian penda‐
patan hingga 1H17 mencerminkan 46% dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp87,29 triliun atau naik
14,45% dibandingkan 2016 lalu sebesar Rp76,27 triliun. Sedangkan laba bersih di 1H17 hanya tumbuh 8,9%
mencapai Rp3,1 triliun dari Rp2,8 triliun di 1H16. Secara kuartalan laba bersih di 2Q17 mencapai Rp1,2 tril‐
iun turun 34,6% (qoq) dibandingkan 1Q17 Rp1,9 triliun dan naik 5% (yoy) dibandingkan 2Q16 sebesar
Rp1,1 triliun. Marjin bersih 2Q17 hanya 6,1% turun dari 1Q17 sebesar 9,5% dan sepanjang 2016 (FY) sebe‐
sar 8,75%. Pencapaian laba bersih hingga 1H17 baru mencerminkan 39,7% dari target laba bersih tahun ini
Rp786 triliun atau tumbuh 17,6% dari 2016 sebesar Rp6,68 triliun. EPS 2017 diperkirakan Rp4083. Sebe‐
lumnya diperkirakan harga sahamnya berpeluang mencapai target harga Rp77170 atau PE 18,9x (E/17).
Dari harga saat ini di Rp66900 ada ruang penguatan 15%. Secara technical pergerakan harganya akhir
pekan lalu membentuk pola bullish reversal dengan resisten terdekat di Rp68500 dan support saat ini di
Rp65000. Maintain Buy, SL 64000
4
Stock Picks
LSIP 1440‐1530.
Harga saham emiten perkebunan PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) akhir pekan
lalu bergerak fluktuatif sempat koreksi namun tutup menguat tipis Rp1505. Penguatan ini seiring dengan
tren penguatan harga komoditas CPO yang saat ini sudah di atas RM2800/MT. Secara technical saat ini
support di Rp1440 dan resisten menguji Rp1530. Kinerja perseroan sepanjang 3Q17 menunjukkan
peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya (2Q17). Penjualan perseroan sepanjang 3Q17 mencapai
Rp1,11 triliun tumbuh 11% (qoq) dari 2Q17 sebesar Rp1 triliun dan tumbuh 14,73% (yoy) dibandingkan
3Q16 sebesar Rp965,12 miliar. Sedangkan laba bersih 3Q17 mencapai Rp180 miliar melonjak 111,3%
dibandingkan 2Q17 yang hanya Rp85 miliar dan naik 12,7% (yoy) dibandingkan 3Q16 sebesar Rp159,7
miliar. Marjin bersih 3Q17 16,3% sedikit turun dari 3Q16 sebesar 16,5% dan naik bila dibandingkan 2Q17
yang hanya 9%. Secara akumulasi sepanjang 9M17, penjualan mencapai Rp3,57 triliun tumbuh 36,6% (yoy)
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,62 triliun. Pencapaian penjualan hingga 3Q17
mencerminkan 79% terhadap target penjualan tahun ini sebesar Rp4,53 triliun atau tumbuh 19,2% dari
tahun 2016 lalu sebesar Rp3,8 triliun. Kenaikan penjualan sepanjang 9M17 terutama disebabkan kenaikan
penjualan dari produk sawit (CPO dan PK) dan karet. Kontribusi produk sawit terhadap total penjualan
mencapai 91% diikuti karet 6% dan benih bibit sawit 2%. Volume penjualan CPO sepanjang 9M17 mencapai
318.451 ton naik 23,3% dari periode yang sama 2016 sebesar 258.274 ton. Volume penjualan Palm Kernel
(PK) mencapai 84.372 ton naik 28,6% dari 65.599 ton (9M16). Selain kenaikan volume penjualan, kenaikan
penjualan turut ditopang kenaikan harga jual rata‐rata produk sawit dan karet. Kas bersih dari kegiatan
operasi sepanjang 9M17 naik Rp1,04 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp533,2 miliar.
Sedangkan secara akumulasi laba bersih sepanjang 9M17 mencapai Rp639,54 miliar naik 134,8% dari
periode yang sama tahun sebelumnya Rp272,33 miliar. Marjin bersih 9M17 sebesar 17,89% naik dari
10,40% di 9M16. Pencapaian laba bersih hingga 3Q17 mencerminkan pencapaian 71% terhadap target laba
bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp905,5 miliar atau tumbuh 52,5% dari tahun
sebelumnya Rp593,8 miliar. EPS proyeksi tahun ini Rp132,72. Sebelumnya kami perkirakan harganya
berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x atau mencapai Rp1860. Dari harga saat ini di Rp1505 ada ruang
penguatan 23,6%. Pergerakan harga saham perseroan sangat dipengaruhi pergerakan harg komoditas CPO
yang saat ini cenderung menguat. Maintain Buy, SL 1380
5
Stock Picks
Senin, 30 Oktober 2017
AKRA 7500‐8000.
Harga saham emiten perdagagan, AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepekan terakhir melanjutkan tren
bullishnya. Namun di akhir pekan harga sahamnya koreksi akibat aksi ambil untung tutup di Rp7600 setelah sempat
menyentuh Rp8025. Saat ini support sederhana di Rp7500 dan peluang rebound menguji resisten di Rp8000. Sepekan
terakhir harga sahamnya menguat 1,3%. Sepanjang tahun ini hingga akhir pekan lalu di Rp7600 harga sahamnya
menguat 26,7% dari Rp6000 di akhir 2016 lalu. Sebelumnya diperkirakan harganya berpeluang ditransaksikan dengan
PE 25x (E/17) atau mencapai Rp8135. Pergerakan harga sahamnya pekan lalu sudah sejalan dengan perkiraan
sebelumnya. Dalam waktu dekat pemodal akan merespon rilis laba 3Q17. Dilihat perkembangan kinerjanya hingga
1H17, laba bersih mencapai Rp588,43 miliar tumbuh tipis 0,5% dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar
Rp585,56 miliar. Pendapatan dan penjualan bersih tumbuh 25% mencapai Rp9,22 triliun dibandingkan periode yang
sama 2016 sebesar Rp7,37 triliun. Bila dilihat secara kuartalan, penjualan dan pendapatan usaha perseroan di 2Q17
tumbuh 12,4% mencapai Rp4,88 triliun dibandingkan 1Q17 sebesar Rp4,34 triliun. Sebelumnya diperkirakan
penjualan dan pendapatan perseroan tahun ini mencapai Rp16,23 triliun atau naik 6,7% dari tahun lalu sebesar
Rp15,21 triliun. Hingga 1H17 pencapaian penjualan dan pendapatan usaha perseroan telah mencerminkan 57% dari
proyeksi tahun ini. Sedangkan laba bersih di 2Q17 mencapai Rp330 miliar atau tumbuh 27,71% (qoq) dibandingkan
kuartal sebelumnya sebesar Rp258,41 miliar. Marjin bersih di 2Q17 terlihat meningkat mencapai 6,76% bila
dibandingkan 1Q17 yang hanya 5,95%. Pencapaian marjin bersih ini masih di bawah target perseroan tahun ini
sebesar 8%. Sebelumnya tahun ini diproyeksikan laba bersih mencapai Rp1,29 triliun atau tumbuh 27,72% dari 2016
lalu sebesar Rp1,01 triliun. Pencapaian laba bersih hingga 1H17 baru mencerminkan 45,6% dari proyeksi laba bersih
tahun ini. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan mencapai Rp325,42. Pergerakan harga sahamnya sepanjang tahun ini
sejalan dengan pertumbuhan labanya. Koreksi yang terjadi akhir pekan lalu sifatnya technical dan support berada di
Rp7500. Apabila bertahan, peluang rebound akan terbuka. Trading Buy, SL 7400
Saham Pilihan
PTPP 2870-3000 Buy, SL 2770
BDMN 5100-5400 Buy, SL 5000
ADRO 1820-1930 Buy, SL 1780
ITMG 21200-23400 Buy, SL 19400
INDF 8200-8500 Buy, SL 8000
JSMR 6300-6600 TB, SL 6200
BUMI 258-288 TB, SL 234
Stock View
6
Senin, 30 Oktober 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5975.28 6007.12 6038.96 5956.61 5937.94
PERKEBUNAN AALI 14575 14,733.33 14,891.67 14,483.33 14,391.67 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 248 254.67 261.33 244.67 241.33 LSIP 1505 1,526.67 1,548.33 1,471.67 1,438.33 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2480 2,490.00 2,500.00 2,460.00 2,440.00 SIMP 530 553.33 576.67 518.33 506.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 195 198.33 201.67 191.33 187.67PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1840 1,868.33 1,896.67 1,823.33 1,806.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 264 269.33 274.67 253.33 242.67 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2370 2,400.00 2,430.00 2,340.00 2,310.00 ITMG 21275 21,966.67 22,658.33 20,891.67 20,508.33 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 10925 11,133.33 11,341.67 10,733.33 10,541.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1265 1,290.00 1,315.00 1,250.00 1,235.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 86 88.00 90.00 85.00 84.00
ELSA 318 324.00 330.00 314.00 310.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 102 108.33 114.67 94.33 86.67
ESSA 190 205.33 220.67 179.33 168.67
MEDC 785 803.33 821.67 773.33 761.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 645 655.00 665.00 640.00 635.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2800 2,886.67 2,973.33 2,746.67 2,693.33 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 835 848.33 861.67 823.33 811.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 21300 21,708.33 22,116.67 21,033.33 20,766.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 810 813.33 816.67 808.33 806.67 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 10775 10,950.00 11,125.00 10,675.00 10,575.00 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 88 88.67 89.33 87.67 87.33 JPRS 135 135.67 136.33 133.67 132.33 KRAS 496 502.67 509.33 491.67 487.33 PAKAN TERNAK CPIN 3240 3,380.00 3,520.00 3,170.00 3,100.00 JPFA 1415 1,451.67 1,488.33 1,376.67 1,338.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7900 8,016.67 8,133.33 7,841.67 7,783.33 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 710 721.67 733.33 701.67 693.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8900 8,933.33 8,966.67 8,858.33 8,816.67 INDF 8250 8,400.00 8,550.00 8,175.00 8,100.00 MYOR 2250 2,286.67 2,323.33 2,226.67 2,203.33 ROTI 1325 1,343.33 1,361.67 1,313.33 1,301.67 GGRM 66900 67,916.67 68,933.34 65,066.67 63,233.34 INAF 2630 2,713.33 2,796.67 2,573.33 2,516.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2680 2,710.00 2,740.00 2,660.00 2,640.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1620 1,641.67 1,663.33 1,596.67 1,573.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 280 283.33 286.67 275.33 270.67 ASRI 396 401.33 406.67 391.33 386.67 BKSL 129 131.33 133.67 127.33 125.67 BSDE 1725 1,755.00 1,785.00 1,710.00 1,695.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1145 1,151.67 1,158.33 1,136.67 1,128.33 CTRA 1195 1,235.00 1,275.00 1,165.00 1,135.00 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 302 305.33 308.67 299.33 296.67 MDLN 330 334.67 339.33 326.67 323.33 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2180 2,230.00 2,280.00 2,150.00 2,120.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 79 81.67 84.33 76.67 74.33 PTPP 2920 2,956.67 2,993.33 2,886.67 2,853.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 595 598.33 601.67 588.33 581.67 TOTL 695 708.33 721.67 683.33 671.67 WIKA 2010 2,041.67 2,073.33 1,986.67 1,963.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 1635 1,666.67 1,698.33 1,616.67 1,598.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1370 1,401.67 1,433.33 1,346.67 1,323.33 JSMR 6500 6,591.67 6,683.33 6,416.67 6,333.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3380 3,440.00 3,500.00 3,320.00 3,260.00 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6000 6,125.00 6,250.00 5,925.00 5,850.00 TLKM 4150 4,206.67 4,263.33 4,086.67 4,023.33 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 372 383.33 394.67 349.33 326.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 570 580.00 590.00 565.00 560.00 WINS 284 284.00 284.00 284.00 284.00 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 2320 2,350.00 2,380.00 2,300.00 2,280.00 BANK BBCA 20300 20,633.33 20,966.67 20,083.33 19,866.67 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 560 566.67 573.33 556.67 553.33 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7700 7,741.67 7,783.33 7,666.67 7,633.33 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 15600 15,675.00 15,750.00 15,550.00 15,500.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2830 2,956.67 3,083.33 2,756.67 2,683.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5125 5,291.67 5,458.33 4,991.67 4,858.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2470 2,500.00 2,530.00 2,440.00 2,410.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 6950 7,066.67 7,183.33 6,891.67 6,833.33 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1220 1,243.33 1,266.67 1,193.33 1,166.67 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 7600 7,916.67 8,233.33 7,391.67 7,183.33 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 366 370.00 374.00 360.00 354.00 UNTR 32675 34,150.00 35,625.00 31,900.00 31,125.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6475 6,566.67 6,658.33 6,391.67 6,308.33 RALS 880 900.00 920.00 865.00 850.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1575 1,591.67 1,608.33 1,551.67 1,528.33 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 65 67.00 69.00 63.00 61.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Senin, 30 Oktober 2017
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.