• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PERTANIAN TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PERTANIAN TAHUN 2020"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA

(RENJA)

DINAS PERTANIAN

TAHUN 2020

PEMERINTAH KABUPATEN PANGANDARAN

TAHUN 2019

(2)

Jl. Raya Parigi Karangbenda Parigi-Pangandaran

Fax/Telp. (0265) 2640200 Email: [email protected] Kode Pos 46393

KEPUTUSAN

KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN PANGANDARAN NOMOR : 050/423/DISTAN/VII/2019

TENTANG

RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PERTANIAN

KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN 2020

KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN PANGANDARAN

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah;, perlu disusun Rencana Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tahun 2020;

b. bahwa Rencana Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tahun 2019 disusun berpedoman pada Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 39 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2019, Renstra Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021, hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi, dan usulan program kegiatan yang berasal dari masyarakat;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a dan huruf b tersebut diatas, perlu menetapkan keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran tentang Rencana Kerja Kabupaten Pangandaran Tahun2019.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan

(3)

3. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

4. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

5. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

6. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

7. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional;

8. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang; 9. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan

Informasi Publik;

10. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

11. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat;

12. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

15. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;

16. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

17. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

18. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

19. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah;

20. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah; 21. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana

(4)

beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah;perlu disusun Rencana Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tahun 2018;

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018; 25. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009

tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat 2009-2029;

27. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025; 28. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018;

29. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 79 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

30. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 18 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018;

31. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 1 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016;

32. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran nomor 15 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2025;

(5)

34. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 24 Tahun 2016 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

35. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran;

36. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 53 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2017;

37. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 28 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran; 38. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 61 Tahun 2016 tentang

Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi serta Tata Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran;

39. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 39 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2020;

40. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 40 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2020.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PERTANIAN KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN 2020

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran ini, yang dimaksud dengan: 1. Dinas Pertanian yang selanjutnya disebut Distan adalah Dinas Pertanian Kabupaten

Pangandaran yang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bertanggung jawab terhadap tugas dan fungsi Pertanian di Daerah sebagaimana dimaksud UU Nomor 12 Tahun 1992 Tentang Budidaya Tanaman, UU Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan

(6)

2. Kepala Dinas Pertanian adalah Pejabat Perangkat Daerah yang memimpin Dinas Pertanian. 3. Rencana Strategis Dinas Pertanian Tahun 2016-2021, yang selanjutnya disebut Renstra

Dinas Pertanian adalah dokumen Perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun 2016 sampai dengan 2021.

4. Rencana Kerja Dinas Pertanian Tahun 2020 yang selanjutnya disebut Renja Dinas Pertanian adalah dokumen perencanaan Dinas Pertanian untuk periode 1 (satu) tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

BAB II

SISTEMATIKA RENJA Pasal 2

Sistematika Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran berpedoman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Dengan Sistematika Sebagai Berikut :

I. Pendahuluan

1.1.1. Latar Belakang 1.1.2. Landasan Hukum 1.1.3. Maksud dan Tujuan 1.1.4. Sistematika Penulisan

II. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu

2.1.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD 2.1.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

2.1.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD 2.1.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

2.1.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat III. Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan

3.1.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi 3.1.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

3.1.3. Program dan Kegiatan

IV. Rencana Kerja dan Pendanaan Perangkat Daerah V. Penutup

(7)

Pasal 3

Isi dan uraian Renja sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Keputusan ini.

BAB IV

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 4

Renja Dinas Pertanian Tahun 2020 dijadikan pedoman penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Dinas Pertanian Tahun 2020.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 5

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Keputusan Kepala Dinas Pertanian ini sepanjang mengenai Teknis Pelaksanaannya diatur lebih lanjut oleh Kepala Dinas Pertanian.

Ditetapkan di Pangandaran Pada Tanggal, 09 Juli 2019 KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN PANGANDARAN,

SUTRIAMAN A.Pi

NIP. 19631005 198703 1 018 Tembusan :

1. Bupati Pangandaran 2. Wakil Bupati Pangandaran

(8)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 i KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Illahi Rabbi karena atas perkenan-Nya penyusunan RENJA Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran dapat diselesaikan.

RENJA Dinas Pertanian tahun 2020 adalah panduan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pertanian untuk tahun 2020, yang disusun antara lain berdasarkan analisa atas pendapat para pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat pusat dan daerah, analisa terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis baik global maupun nasional. Selain itu, RENJA ini juga disusun untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberhasilan pencapaian sasaran, agenda dan misi pembangunan.

Mengingat hal tersebut, maka semua unit kerja, pimpinan dan staf Dinas Pertanian harus melaksanakannya secara akuntabel dan senantiasa berorientasi pada peningkatan kinerja (better performance). Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaannya dan mewujudkan pencapaian Tujuan dan Sasaran Dinas Pertanian. Apabila diperlukan dan dengan memperhatikan kebutuhan dan perubahan lingkungan strategis, dapat dilakukan perubahan / revisi muatan RENJA termasuk indikator-indikator kinerjanya. Revisi dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan tanpa mengubah tujuan Dinas Pertanian.

Pangandaran, 09 Juli 2019 Kepala Dinas

SUTRIAMAN A.Pi

(9)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang………. 1 1.2 Landasan Hukum ... 1

1.3 Maksud dan Tujuan ... 5

1.4 Sistematika Penulisan... 5

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA PERTANIAN TAHUN LALU... 8

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Pertanian Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD ………...… 8

2.2 Analisa Kinerja Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran ……… 9

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungi SKPD………... 14

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ……… 22

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat 22 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN……….. 24

3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional, Provinsi dan Kabupaten ... 24

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Pertanian... 26

3.3 Program dan Kegiatan ... 27

BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH... 31

(10)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 ii BAB V PENUTUP... 40 LAMPIRAN ……….  Tabel T-C.29.  Tabel T-C.30.  Tabel T.C.31.  Tabel T.C.32.  Tabel T.C.33.  Tabel 51. 41

(11)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Kerja (Renja) SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode satu tahun, yang memuat kebijakan, progam dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Renja SKPD merupakan dokumen resmi yang mengarahkan program dan kegiatan pelayanan SKPD.

Prinsip-prinsip di dalam penyusunan rancangan Renja SKPD, adalah sebagai berikut:

1. Berpedoman pada Renstra SKPD dan mengacu pada RKPD

2. Rumusan program/kegiatan di dalam Renja SKPD didasarkan atas pertimbangan urutan urusan pelayanan wajib/pilihan pemerintahan daerah yang memerlukan prioritas penanganan dan mempertimbangkan pagu indikatif masing-masing SKPD.

3. Penyusunan Renja SKPD merupakan rangkaian kegiatan yang simultan dengan penyusunan RKPD, serta merupakan bagian dari rangkaian penyusunan APBD.

4. Program dan kegiatan yang direncanakan memuat tolok ukur dan target capaian kinerja, keluaran, biaya satuan per keluaran, total kebutuhan dana.

Renja SKPD mempunyai kedudukan yang strategis yaitu menjembatani antara perencanaan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran mengimplementasikan pelaksanaan Sinergi antara kebijakan pembangunan daerah melalui perencanaan yang Spesifik, terukur dapat dicapai, ketersediaan sumber daya dan ketepatan waktu.

1.2 Landasan Hukum

Landasan Hukum penyusunan Perubahan Rencana Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tahun 2020 adalah :

(12)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 2

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 230, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5363);

7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 09 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6042);

(13)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 3

9. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan Dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6323);

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310); 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata

Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 2018 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1538);

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1540);

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 123 Tahun 2018 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 15);

(14)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 4

17. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 563);

18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2020 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 611);

19. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018;

20. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 32 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja Pemeritah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020;

21. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 15 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2025;

22. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 24 Tahun 2016 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

23. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran Tahun 2018 – 2038;

24. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 6 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran; 25. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 15 Tahun 2018

tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2019;

26. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 3 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 16 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021;

27. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabuapten Pangandaran Nomor 24 Tahun 2016 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

28. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 58 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi serta Tata Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran;

(15)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 5

29. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 59 Tahun 2018 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2019;

30. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 61 Tahun 2016 tentang Tupoksi Dinas;

31. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 39 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2020; 32. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 40 Tahun 2019 tentang Rencana

Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2020.

1.3 Maksud dan Tujuan

Renja Distan ini disusun dengan maksud untuk melaksanakan dokumen perencanaan satuan kerja perangkat daerah periode 1 (satu) tahun mulai dari bulan Januari s.d Desember 2020 dan dalam pelaksanaannya terdapat kesinambungan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan dalam SKPD serta mewujudkan efisiensi alokasi berbagai sumber daya dalam pembangunan daerah.

Tujuan penyusunan Renja Dinas Pertanian Tahun 2020 adalah untuk: a. Menyediakan dokumen perencanaan tahunan tahun 2020;

b. Menyediakan sarana pengendalian program dan kegiatan tahun 2020; c. Sebagai dokumen perencanaan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pertaian

Kabupaten Pangandaran Tahun Anggaran 2020 sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

1.4 Sistematika Penulisan

Renja Dinas Pertanian Tahun 2020 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Menguraikan mengenai gambaran umum penyusunan Renja Dinas Pertanian, agar substansi pada Bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik.

1.1. Latar Belakang

Menjelaskan secara ringkas pengertian tentang Renja SKPD, proses penyusunan Renja SKPD, keterkaitan Renja SKPD dengan dokumen RKPD, serta Renstra SKPD.

(16)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 6

Menjelaskan tentang Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, yang menjadi landasan hukum dalam penyusunan Renja Dinas Pertanian tahun 2020.

1.3. Maksud dan Tujuan

Menjelaskan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja .

1.4. Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS

PERTANIAN TAHUN LALU

Menggambarkan kajian (review) terhadap hasil evaluasi Renja SKPD tahun lalu

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun lalu dan capaian Renstra SKPD

2.2 Analisa Kinerja Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

2.4 Review terhadap Awal RKPD

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Menjelaskan hasil telaahan terhadap arah kebijakan dan priorotas- pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pertanian.

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Pertanian

Menjelaskan tujuan dan sasaran didasarkan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Pertanian yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja 3.3 Program dan Kegiatan

Menjelaskan uraian program dan kegiatan Dinas Pertanian pada tahun rencana yang dilengkapi dengan lokasi dan indikasi pendanaan yang dibutuhkan- berdasarkan sumber dana APBD.

(17)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 7 BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT

DAERAH

BAB V PENUTUP

Berisikan uraian penutup, berupa catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaanya maupun seandainya ketersedian anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan, serta kaidah-kaidah pelaksanaan dan Rencana tindak lanjut.

(18)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 8

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS PERTANIAN TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Pertanian Tahun Lalu Dan Capaian Renstra Dinas Pertanian

Evaluasi pelaksanaan kegiatan merupakan tahap penting untuk memperoleh input dalam menyusun perencanaan kegiatan di tahun selanjutnya. Hasil evaluasi tersebut sangat penting sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang.

Tercapai tidaknya pelaksanaan kegiatan-kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat dari laporan akuntabilitas kinerja pemerintah. Akuntabilitas merupakan suatu bentuk perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi Dinas Pertanian dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik. Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menyajikan dasar pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran kinerja sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran selama tahun 2019 dan perkiraan target tahun 2020.

Pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran kineja sasaran melalui tahapan sebagai berikut :

a. Penetapan Indikator

Penetapan indikator kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja kegiatan meliputi indikator masukan (input), keluaran (output), hasil (outcome), manfaat (benefit) dan dampak (impact). Indikator-indikator tersebut dapat berupa dana, sumber daya manusia, laporan, buku dan indikator lainnya. Penetapan indikator kinerja ini diikuti dengan penetapan besaran indikator kinerja untuk masing-masing jenis indikator yang telah ditetapkan.

b. Capaian Analisis Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel T-C.29 (terlampir).

(19)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 9 2.2 Analisa Kinerja Pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran

Produksi Padi pada tahun 2018 mencapai 197.301,93 ton atau mengalami kenaikan sekitar 3.217,98 ton atau setara dengan 1,7% apabila dibandingkan dengan produksi padi tahun 2017 yaitu sebesar 194.083,95 ton. Sedangkan pada panen palawija, realisasi produksi jagung pada tahun 2018 mencapai 6.457,61 ton pipilan kering naik dari produksi tahun 2017 yang hanya 4.739,59 ton. Realisasi produksi kedelai tahun 2018 mencapai 3.901,7 ton biji kering, apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2017 sebesar 541,2 ton, terjadi peningkatan sebesar 621 % (3.360,5 ton). Jumlah produksi kedelai mengalami kenaikan yang sangat tinggi dikarenakan adanya bantuan kedelai dari kegiatan APBN anggaran tahun 2017 yang panen dibulan januari, februari dan maret tahun 2018 karena adanya pergeseran musim tanam pada lahan seluas 1.275 ha dengan potensi produksi 1.856 ton, serta pada tahun 2018 kegiatan tanam kedelai dilahan seluas 1.285 ha mencapai produksi 3.901,7 ton.

Komoditi lainnya dari kegiatan pertanian yaitu ternak. Ternak besar meliputi sapi, domba, kambing dan unggas yang tersebar di semua kecamatan. Kabupaten Pangandaran belum memiliki Rumah Potong Hewan milik pemerintah yang ada tempat pemotongan hewan milik masyarakat, selain itu Kabupaen Pangandaran tidak ada yang beternak sapi perah sehingga tidak ada produksi susu. Kabupaten Pangandaran di sektor peternakan juga menghasilkan ternak unggas berupa ayam ras petelur, ayam ras pedaging, ayam buras dan itik.

Areal perkebunan yang terdapat di Kabupaten Pangandaran meliputi perkebunan besar negara (PBN), perkebunan besar swasta (PBS) dan perkebunan rakyat (PR). PBN/PBS tercatat seluas 4.324,35 Ha, yang dikelola oleh PTPN Batulawang. PR merupakan lahan masyarakat yang ditanami atau dikembangkan menjadi kawasan perkebunan. Komoditi yang dikembangkan didominasi oleh komoditi kelapa seluas 25.664,56 ha dengan produksi sebanyak 62.965.000 butir, cengkeh seluas 2.039,92 ha dengan produksi sebanyak 325,96 ton, kakao seluas 970,25 ha dengan produksi 262,2 ton, karet seluas 712,4 ha dengan produksi 164,8 ton, pala seluas 1.176,27 ha dengan produksi 6,38 ton dan kopi seluas 617,63 dengan produksi 303 ton. Hal tersebut menggambarkan bahwa Kabupaten Pangandaran sangat potensial

(20)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 10

untuk pengembangan komoditas perkebunan terutama komoditas-komoditas unggulan daerah.

Tabel 2.2 Capaian Indikator Kinerja Urusan Pertanian di Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 dan 2017

No Indikator 2017 2018

1. Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (ton)

Padi 194.083,95 197.301,92 Jagung 4.739,59 6.457,61 Kedelai 541,2 3.901,70 Durian 2.229,20 3.339 Manggis 0,4 2.150 Jahe 362,08 90,76 Laos 65,05 10,48 Kencur 61,81 12,944 Kapulaga 1.598,36 60,254 Cabe Merah 76,1 93,9 Buncis 21,5 2,9 Tomat 16,1 13,8 Cabe Rawit 149,5 77,3

2. Produksi Perkebunan (ton)

Kelapa (butir) 125.610.299 62.965.000 Karet 293,75 164,8 Cengkeh 74,06 325,96 Pala 4,75 6,38 Tembakau 49,98 25,37 Kakao 235,4 262,2 Kopi 266,79 253

3. Produksi Daging (ton/thn)

Sapi 600,48 746,673 Kambing 14,94 16,626 Domba 86,61 94,954 Ayam Buras 824,4 428,41 Ayam Ras Pedaging 1.174,50 1.546 Itik 39,65 28,42 Puyuh 0,546 1,551

4. Produksi Telur (ton/thn)

Ayam Buras 571 236,468 Ayam Ras 1.340,92 4.156,19 Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran

(21)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 11 Tabel: 2.2.1 Standar Pelayanan Minimal Urusan Pilihan Pertanian

NO

KEWENANGAN URUSAN PILIHAN PERTANIAN

JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA

1 2 3 4 1 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN 1.1. Pengadaan rencana pembangunan, dan perencanaan program proyek pertanian tanaman pangan dan peternakan 1.1.1. Setiap perencanaan pembangunan pertanian tanaman pangan dan peternakan harus dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh

stakeholder satu tahun

sekali 2 PENGELOLAAN

SUMBER DAYA ALAM

2.1. Pengadaan

penetapan tata ruang dan guna lahan

2.1.1.Setiap penetapan tata ruang dan guna lahan harus dikuatkan dengan

kebijakan pemerintah yang berlaku di daerah yang bersangkutan

2.2. Pencegahan alih fungsi lahan sawah beririgasi teknis dan setengah teknis

2.2.1.Adanya sanksi khusus atas pelanggaran alih fungsi lahan sawah beririgasi teknis dan setengah teknis yang terjamin airnya yang diatur dalam perda

3 PEMANFAATAN AIR IRIGASI

3.1. Pembangunan irigasi 3.1.1. Adanya satu program perbaikan dan pemafaatan irigasi yang direalisasikan oleh pemerintah daerah setiap tahunnya

3.2. Evaluasi pengelolaan air irigasi pertanian

3.5.1. Laporan evaluasi pengelolaan air irigasi pertanian maksimal dilakukan setiap 4 bulan sekali kepada provinsi. 4 PENYULUHAN BIDANG PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN 4.1. Penetapan kebijakan dan program penyelenggaraan penyuluhan bidang pertanian tanaman pangan dan peternakan

4.1.1. Penetapan kebijakan dan program penyelenggaraan penyuluhan bidang

pertanian tanaman pangan dan peternakan disesuaikan dengan permasalahan nyata yang dialami oleh petani setahun sekali

4.2. Penumbuh kembangan

4.2.1.Pembinaan terhadap kelompok tani,

(22)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 12 NO KEWENANGAN URUSAN PILIHAN PERTANIAN

JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA

kelompok tani dan kelembagaan ekonomi petani, penyuluh dan peneliti dan LSM

kelembagaan ekonomi pertain setiap bulan

4.3.1. Pembinaan terhadap penyuluh, LSM,

dilaksanakan 6 bulan sekali 5 PUPUK DAN

PESTISIDA

5.1. Perencanaan Kebutuhan Pupuk

5.1.1.Adanya database yang memuat kebutuhan pupuk petani di setiap desa 5.2. Pemantauan dan

evaluasi ketersediaan pupuk dan pestisida

5.2.1. Pemantauan dan evaluasi ketersediaan pupuk dan pestisida dilakukan setiap bulan

5.3. Pelaksaanaan peringatan dini dan antisipasi terhadap kelangkaan pupuk dan pestisida

5.3.1. Adanya 1 unit pelayanan pupuk di setiap kecamatan

6 OBAT HEWAN 6.1. Pengawasan peredaran obat hewan di tingkat kios dan pengecer

6.1.1. Adanya tim pemantau terhadap peredaran obat hewan di setiap kabupaten/ kota 7 ALAT DAN MESIN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN 7.1. Perencanaan pengadaan alat dan mesin pertanian

7.1.1.Sebelum perencanaan dilakukan, minimal ada kegiatan pendataan kebutuhan alat dan mesin pertanian yang diajukan oleh petani satu tahun sekali 7.2.Rekomendasi penggunaan alat mesin pertanian untuk keperluan lokalita 7.2.1.Rekomendasi penggunaan alat mesin pertanian harus disesuaikan dengan

kemampuan dan kebutuhan petani satu tahun sekali 8 PAKAN TERNAK 8.1. Bimbingan produksi

dan penggunaan pakan dan bahan baku konsentrat

8.1.1. Setiap kabupaten/kota harus melaksanakan bimbingan produksi dan penggunaan pakan dan bahan baku konsentrat secara rutin 6 bulan 1 kali 8.2.Bimbingan produksi 8.2.1. Bimbingan produksi benih

(23)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 13 NO KEWENANGAN URUSAN PILIHAN PERTANIAN

JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA

benih hijauan pakan ternak

hijauan pakan ternak minimal dilakukan setiap 6 bulan 1 kali

9 PEMBENIHAN TANAMAN

9.1. Pembinaan balai benih milik swasta

9.1.1.Pembinaan balai benih milik swasta dilakukan pemerintah

9.2. Pembinaan dan pengawasan penangkar benih

9.2.1.Pemerintah diharuskan melakukan pembinaan dan pengawasan penangkar benih

9.3. Pengujian dan penyebarluasan benih / bibit varietas unggul lokal

tanaman pangan dan hortikultura

9.3.1. Mengadakan kegiatan pengujian terhadap

benih/bibit varietas unggul lokal tanaman pangan hortikultura 1 tahun 1 kali 9.4. Penetapan

sentra-sentra produksi

9.4.1. Menetapkan sentra –sentra produksi secara sektoral di setiap wilayah.

9.5. Pemantauan dan evaluasi mutu benih yang beredar

9.5.1. Mengadakan pemantauan dan evaluasi mutu benih yang beredar setiap 6 bulan 1 kali

10 PEMBIBITAN TERNAK

10.1. Bimbingan penerapan standar-standar teknis dan sertifikasi perbibitan meliputi sarana, tenaga kerja mutu dan metode

10.1.1. 50% dari petani

menerapkan standar teknis yang berlaku

10.2. Bimbingan produksi bibit

10.2.1. Kegiatan bimbingan produksi bibit dilaksanakan setiap bulan 1 kali

10.3.Bimbingan pembuatan dan pengesahan silsilah ternak

10.3.1. Memiliki databased perbibitan ternak yang ada di kabupaten/kota yang bersangkutan 11 PERLINDUNGAN TANAMAN 11.1.Pengamatan, identifikasi, pemetaan, pemberantasan, dan analisis dampak kerugian organisme pengganggu

11.1.1. Memiliki databased yang memuat tentang

keberadaan hama pengganggu berikut dengan identifikasi pemetaannya

(24)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 14 NO KEWENANGAN URUSAN PILIHAN PERTANIAN

JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA

tumbuhan 11.2 Pengamatan dan pemantauan daerah yang dicurigai sebagai sumber infeksi OPT 11.2.1. Mengadakan penelitian dan perlakuan khusus terhadap daerah yang dicurigai sebagai sumber OPT 12 KESEHATAN HEWAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER 12.1. Pembangunan dan pengelolaan pasar hewan dan unit-unit pelayanan kesehatan hewan

12.1.1. Setiap kawasan

peternakan harus memiliki satu unit sentra peternakan yang melakukan kegiatan pemasaran dan pelayanan kesehatan

12.2. Pengamatan dan pencatatan kejadian penyakit hewan

12.2.1. Setiap Kecamatan harus memilki satu databased lengkap tentang penyakit hewan yang ada di daerahnya 13 PENGEMBANGA N STATISTIK DAN SYSTEM INFOIRMASI PERTANIAN 13.1. Pengumpulan data dan statistic spesifik lokasi serta

informasi spesifik lokasi

13.1.1. Setiap kabupaten/kota harus melakukan kgiatan pengumpulan data statistic setiap bulan

13.2. Pengumpulan, pengolahan dan analisis datra primer komoditas pertanian, dan sumberdaya alam

13.2.1. Setiap Kabupaten/ kota memiliki databased dan analisisnya tentang data primer komoditas promer dan sumberdaya alam yang ada di daerahnya 13.3. Peramalan dan perhitungan produksi hasil pertanian tanaman pangan dan peternakan

13.3.1. setiap kabupaten / kota memiliki data perhitungan produksi hasil pertanian tanaman pangan dan peternakan setiap 3 bulan sekali

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

2.3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Kebijakan dan strategi dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Pangandaran kedepan, perlu analisis faktor-faktor lingkungan internal dan maupun eksternal yang sangat dominan berpengaruh terhadap proses

(25)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 15

pembangunan pertanian. Untuk itu pada tabel dibawah ini dapat diuraikan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan.

Tabel 2.3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran

Asfek kajian Capaian/Kondisi Saat ini Standar yang Digunakan

Faktor yang mempengaruhi

Permasalahan Pelayanan SKPD INTENAL (KEWENANGAN SKPD) EKTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Gambaran Pelayanan SKPD  Peningkatan Produksi Tanaman Pangan  Ketersediaan Benih Tanaman Pangan Bersertifikat  Peningkatan Produksi Ternak  Ketersediaan Bibit Ternak  Peningkatan Produksi Tanaman Perkebunan  Ketersediaan Bibit Tanaman Perkebunan yang Bersertifikat  Tingkat Produksi  Tingkat Mutu Hasil  Produksi Benih Bersertifi kat  Produksi Bibit Ternak a. Ketersediaan dukungan anggaran b. Komitmen pimpinan serta jajarannya dalam peningkatan produksi dan produktivitas c. Ketersediaan potensi SDA, SDM dan SDB dalam peningkatan produksi dan produktivitas a. Semakin tingginya alih fugsi lahan b. Menurunnya kesuburan tanah (lahan) pertanian dan kerusakan infrastruktur jaringan irigasi c. Menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian d. Aksesibilitas kehilangan hasil masih tinggi a. Tidak tercapainya sasaran produksi dan produktvitas komoditi pertanian b. Belum optimalnya sinergitas sinkronisasi dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas antara Kabupaten dengan Propvinsi c. Belum optimalnya sinergitas koordinasi antara tingkat kabupaten dengan tingkat lapangan

(26)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 16 Kajian Renstra OPD Provinsi  Peningkatan Produksi Tanaman Pangan  Ketersediaan Benih Tanaman Pangan Bersertifikat  Peningkatan Produksi Ternak  Ketersediaan Bibit Ternak  Peningkatan Produksi Tanaman Perkebunan  Ketersediaan Bibit Tanaman Perkebunan yang Bersertifikat  Tingkat Produksi  Tingkat Mutu Hasil  Produksi Benih Bersertifi kat  Produksi Bibit Ternak a. Ketersediaan dukungan anggaran b. Komitmen pimpinan serta jajarannya dalam peningkatan produksi dan produktivitas a. Semakin tingginya alih fugsi lahan b. Menurunnya kesuburan tanah (lahan) pertanian dan kerusakan infrastruktur jaringan irigasi Tidak tercapainya sasaran produksi dan produktvitraas komoditi pertanian Kajian Renstra K/L  Peningkatan Produksi Tanaman Pangan  Ketersediaan Benih Tanaman Pangan Bersertifikat  Peningkatan Produksi Ternak  Ketersediaan Bibit Ternak  Peningkatan Produksi Tanaman Perkebunan  Ketersediaan Bibit Tanaman Perkebunan yang Bersertifikat  Tingkat Produksi  Tingkat Mutu Hasil  Produksi Benih Bersertifi kat  Produksi Bibit Ternak a. Kewenangan dinas dalam peningkatan produksi dan produktvitas komoditi pertanian b. Komitmen pimpinan serta jajarannya dalam peningkatan produksi dan produktivitas a. Semakin tingginya alih fugsi lahan b. Menurunnya kesuburan tanah (lahan) pertanian dan kerusakan infrastruktur jaringan irigasi Tidak tercapainya sasaran produksi dan produktvitas komoditi pertanian

(27)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 17

Berdasarkan analisis identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran di atas, maka faktor kunci keberhasilan diuraikan sebagai berikut :

1. Peningkatan mutu sumber daya pertanian (SDM, SDB dan SDA). 2. Peningkatan penerapan teknologi pertanian

3. Peningkatan produksi, produktivitas pertanian.

4. Peningkatan akses petani/kelompok tani/nelayan ke sumber pembiayaan. 5. Penumbuhan dan penguatan kelembagaan usaha tani

6. Peningkatan peran/kompetensi petugas lapang (UPTD, POPT, PPL), dan petani/kelompok tani.

7. Perbaikan infrastruktur pertanian (jalan usahatani, jalan produksi, jaringan irigasi).

8. Peningkatan mutu hasil pertanian yang memenuhi standard dan berdaya saing.

9. Pemanfaatan peluang pasar lokal, regional dan global. Kajian RTRW  Pemanfaatan Kawasan Pertanian  Alih Fungsi Lahan Tingkat Produksi a. Ketersediaan dukungan anggaran b. Komitmen pimpinan serta jajarannya dalam peningkatan produksi dan produktivitas a. Semakin tingginya alih fugsi lahan Tidak tercapainya sasaran produksi dan produktvitas pertanian Kajian KLHS  Keterbatasan lahan budidaya pertanian  Terjadinya perambahan dan alih fungsi lahan dari lahan konservasi ke ke lahan budidaya  Berkurangnya lahan kritis di Kabupaten Pangandaran  Pemanfaatan lahan pertanian yang lestari Tingkat Produksi a. Ketersediaan dukungan anggaran b. Komitmen pimpinan serta jajarannya dalam peningkatan produksi dan produktivitas a. Semakin tingginya alih fugsi lahan b. Menurunn ya kesuburan tanah (lahan) pertanian dan kerusakan infrastruktur jaringan irigasi Tidak tercapainya sasaran produksi dan produktvitraas komoditi pertanian

(28)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 18

10. Penumbuhan kemitraan dengan stakeholder terkait.

11. Peningkatan sinergitas antar unit kerja lingkup Dinas Pertanian. 12. Penempatan aparatur harus sesuai dengan kompetensinya.

2.3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Telaahan terhadap visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih di Kabupaten Pangandaran dalam hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 2.3.2 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Visi : Kabupaten Pangandaran Sebagai Tujuan Wisata Berkelas Dunia No

Misi dan Program KDH dan Wakil KDH Terpilih Permasalahan Pelayanan SKPD Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1 Misi 6. Membangun perekonomian yang tangguh, maju, berkeadilan dan berkelanjutan Program 1 : Peningkatan pendapatan petani dan produksi hasil pertanian a. Kompetensi aparatur dinas belum sepenuhnya merata dan sesuai dengan yang diharapkan b. Pelaksanaan kegiatan belum sepenuhnya mengacu pada tupoksi c. Akses terhadap data dan informasi potensi daerah belum optimal d. Peran dan fungsi lembaga perbenihan belum optimal e. Peran dan a. Semakin tingginya alih fungsi lahan b. Menurunnya tingkat keseburan tanah (lahan) pertanian c. Kerusakan infrastruktur jaringan irigasi dan jalan usaha tani/produksi d. Meluasnya areal yang potensial terkena gangguan bencana bencana alam kekeringan / kebanjiran e. Mahalnya agro input (sarana produksi dan alat mesin a. Kewenangan dinas dalam pengembanga n sektor pertanin b. Ketersediaan sumber daya pertanian c. Ketersediaan data dan informasi pengembanga n usaha d. Ketersediaan dukungan anggaran e. Keberadaan lembaga perbenihan tanaman pangan dan hortikultura f. Ketersediaan fasilitas saprodi (sarana produksi) g. Keberadaan

(29)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 19

Visi : Kabupaten Pangandaran Sebagai Tujuan Wisata Berkelas Dunia No

Misi dan Program KDH dan Wakil KDH Terpilih Permasalahan Pelayanan SKPD Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) fungsi UPTD belum optimal f. Sinergitas tupoksi antar bidang dan UPTD belum terjalin dengan baik pendukung kegiatan) f. Menurunnya minat terhadap usahatani (pertanian, perkebunan dan peternakan) g. Kemampuan permodalan petani/nelaya n terbatas h. Penerapan teknologi terbatas lembaga tani dan klinik tanaman i. Penerapan teknologi pertanian terbatas j. Insentif peningkatan mutu masih rendah k. Daya saing produk komoditi masih rendah l. Hama dan penyakit makin berkembang m. Tingkat kehilangan hasil masih tinggi (losis) n. Akses Pemasaaran Produk masih minim

(30)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 20 2.3.3 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup

Strategis

Berdasarkan telaahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pangandaran Tahun 2011-2031 permasalahan pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran beserta faktor penghambat dan faktor pendorong keberhasilan pembangunan pertanian dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.3.3 Permasalahan Pelayanan SKPD berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penangannannya No RencanaTata Ruang Wilayah Terkait Tugas dan Fungsi SKPD Permasalahan Pelayanan SKPD Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1 Rencana Kawasan Budidaya 1. Sosialisasi UU No. 41 tahun 2009 2. Sosialisasi PP No. 1 Tahun 2009 3. Sosialisasi PP No. 2 Tahun 2011 4. Sosialisasi Permentan No. tentang penetapan kawasan 1. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Pangandaran yang setiap tahun meningkat 2. Pemangku kebijakan dalam hal penyediaan lahan untuk bangunan belum memperhatikan peraturan-peraturan yang ada khususnya dalam penyelamatan pengembangan lahan pertanian 1. Pemanfaatan penerapan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan masih belum optimal 2. Kebutuhan atas bahan pangan yang semakin meningkat

Berdasarkan analisis KLHS permasalahan pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran beserta faktor penghambat dan faktor pendorong keberhasilan pembangunan pertanian dapat dilihat pada table berikut :

(31)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 21 Tabel 2.3.4 Permasalahan Pelayanan SKPD berdasarkan analisis KLHS

beserta faktor penghambat dan pendorong keberhasilan penanganannya

No Hasil KLHS terkait Tugas dan

Fungsi SKPD Permasalahan Pelayanan SKPD Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1. 2. 3. 4. 5. Keterbatasan lahan budidaya tanaman pangan dan hortikultura Terjadinya perambahan dan alih fungsi lahan dari lahan konservasi ke lahan budidaya Berkurangnya lahan kritis di Kabupaten Pangandaran Pemanfaatan lahan pertanian yang lestari Menambah tingkat efek rumah kaca 1. Sosialisasi UU No. 41 tahun 2009 2. Sosialisasi PP No. 1 Tahun 2009 3. Sosialisasi PP No. 2 Tahun 2011 4. Sosialisasi Permentan No. tentang penetapan kawasan 1. Petumbuhan penduduk Kabupaten Pangandaran yang setiap tahun meningkat 2. Pemangku kebijakan dalam hal penyediaan lahan untuk bangunan belum memperhatik an peraturan-peraturan yang ada khususnya dalam penyelamata n lahan pengembang an pertanian 1. Pemanfaatan penerapan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjuta n masih belum optimal 2. Kebutuhan atas bahan pangan yang semakin meningkat

2.4 Penentuan Isu-isu Strategis

Berdasarkan hasil review faktor-faktor pelayanan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, maka dapat ditentukan isu-isu strategis yang dihadapi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran sebagai berikut : 1. ASPEK TEKNIS

a. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. b. Alih fungsi lahan.

c. Kelembagaan perbenihan ikan, tanaman pangan dan hortikultura, ternak bibit tanaman perkebunan dan kehutanan.

(32)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 22

2. ASPEK EKONOMIS

a. Ketersediaan pangan (beras/daging) di Kabupaten Pangandaran. b. Peningkatan akses permodalan petani.

c. Peningkatan akses pemasaran hasil pertanian. d. Peningkatan nilai tambah dan pendapatan petani. 3. ASPEK SOSIAL

a. Peningkatan kemampaun kelembagaan petani. b. Peningkatan kualitas sumber daya pertanian.

c. Pengembangan pola kemitraan dengan petani penangkar. 4. ASPEK EKOLOGIS

a. Pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi yang berwawasan lingkungan.

b. Pelestarian dan pemanfaatan agen hayati dan pestisida nabati.

c. Pengelolaan air dan tanah berwawasan lingkungan dan

berkesinambungan.

2.5 Review Terhadap Rancangan Awal Pertanian

Review terhadap rancangan awal RKPD berisi uraian mengenai proses yang dilakukan antara awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan. Penjelasan mengenai proses yang dilakukan serta penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadap perbedaan dengan awal RKPD terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat di awal RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda.

Berkaitan dengan arah kebijakan RKPD, Dinas Pertanian sebagai SKPD teknis yang bertugas sebagai pelaksana kegiatan berada pada kebijakan untuk meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat. Review terhadap awal RKPD Tahun 2020 dan rumusan kebutuhan program dan kegiatan tahun 2020 disajikan pada tabel TC-31 di halaman Lampiran.

2.6 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Rancangan rencana kerja Distan didiskusikan dalam pembahasan forum gabungan SKPD kabupaten. Pembahasan dilakukan untuk menyelaraskan rumusan rancangan Renja dengan kesepakatan hasil musrenbang RKPD kabupaten di kecamatan.

Pada forum gabungan SKPD usulan yang disampaikan pada saat pembahasan bersifat masukan atau harapan terhadap pelaksanaan

(33)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 23

program/kegiatan yang direncanakan serta penentuan prioritas program/kegiatan.

(34)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 24 BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional, Provinsi dan Kabupaten

Berdasarkan tugas pokok dan fungsinya, kebijakan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran mengacu kepada rencana strategis Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

Kebijakan pembangunan pertanian sesuai dengan yang tertuang dalam RPJM Kementerian Pertanian 2015-2019 diarahkan untuk dapat menjamin ketahanan pangan dan energi untuk mendukung ketahanan nasional. Secara rinci arah kebijakan pembangunan pertanian dalam RPJMN 2015 -2019 adalah1:

1. Meningkatkan kapasitas produksi melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal pertanian

2. Meningkatkan daya saing dan nilai tambah komoditi pertanian 3. Meningkatkan produksi dan diversifikasi sumber daya pertanian 4. Pengelolaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati, dan 5. Memperkuat kapasitas mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

Dalam kerangka operasional, arah kebijakan itu didukung sembilan upaya rivitalisasi pembangunan pertanian berkelanjutan, meliputi:

1. Revitalisasi regulasi agraria

2. Penguatan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi 3. Revitalisasi input produksi

4. Pengembangan SDM pertanian

5. Pengembangan alat dan mesin pertanian yang berkarakter Indonesia 6. Revitalisasi kelembagaan pertanian

7. Pembiayaan usaha pertanian 8. Koordinasi lintas sektor, dan

9. Penguasaan teknologi merespon dinamika dan perubahan iklim

Adapun strategi dan kebijakan pembangunan pertanian yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat yang tercantum pada Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat 2013-2018, adalah:

(35)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 25

1. Peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura 2. Peningkatan penggunaan benih unggul bersertifikat

3. Peningkatan nilai tambah produk pertanian tanaman pangan dan hortikultura 4. Pengembangan Pertanian Perkotaan

5. Peningkatan Perlindungan tanaman pangan dan hortikultura dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim

6. Penurunan tingkat kehilangan hasil pasca panen padi

7. Peningkatan kemampuan, pengetahuan, sikap dan keterampilan sumberdaya manusia pertanian

8. Penerapan regulasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Cetak Sawah Baru

9. Perbaikan Jaringan Irigasi (Jitut, Jides dan Jalan Usahatani/produksi)

10. Peningkatan dan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) pra panen dan pasca panen

11. Peningkatan penggunaan dan ketersediaan pupuk organik 12. Pemanfaatan teknologi pertanian yang ramah lingkungan 13. Peningkatan adopsi pelaksanaan SL-PTT tanaman pangan

14. Peningkatan adopsi pelaksanaan SL-GAP dan SL-GHP Hortikultura 15. Peningkatan adopsi Pelaksanaan SL-PHT dan SL-Iklim

16. Penyediaan Sistem Informasi Harga produk tanaman pangan dan hortikultura 17. Fasilitasi Akses Pasar

18. Pengembangan Produk Pengolahan Tanaman Pangan dan Hortikultura perkotaan 19. Fasilitasi Akses permodalan terhadap perbankan

Selain mengacu pada Renstra Kementerian Pertanian dan Renstra Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, strategi dan arah kebijakan strategis untuk mencapai sasaran Misi Provinsi Jawa Barat serta indikator kinerja program sebagai telaahan untuk sinergitas kegiatan pembangunan pertanian Kabupaten Pangandaran, kebijakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat adalah:

1. Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian, perkebunan dan peternakan, dengan indikator kinerja program meningkatnya produksi peternakan untuk jumlah produksi daging, jumlah produksi telur dan jumlah produksi susu;

2. Peningkatan kinerja sumber daya dan kelembagaan pertanian, perkebunan dan peternakan, dengan indikator kinerja program jumlah peserta pelatihan bidang peternakan;

(36)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 26

dengan indikator kinerja program jumlah kasus penyakit hewan (anthrax, avian influenza, brucellosis, rabies);

4. Pengembangan usaha dan sarana prasarana pengolahan serta pemasaran produk pertanian, perkebunan dan peternakan, dengan indikator kinerja program jumlah pembinaan penerapan sistem jaminan mutu produk peternakan.

Arah kebijakan pembangunan perkebunan Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2018, dengan memperhatikan aspek urusan dan kewenangan Bidang Perkebunan, dirumuskan dalam 9 (sembilan) kebijakan berikut ini:

1. Peningkatan pemanfaatan faktor-faktor produksi melalui intensifikasi, rehabilitasi dan peremajaan komoditas strategis;

2. Pengembangan kaji terap teknologi budidaya dan peningkatan dukungan sarana produksi secara berkelanjutan

3. Peningkatan produktivitas balai benih dan pembinaan penangkar benih tanaman perkebunan;

4. Pengembangan system pelayanan sertifikasi yang efektif dan Peningkatan Pengawasan Jaringan Peredaran Benih

5. Peningkatan koordinasi penanganan penyusutan lahan perkebunan dan Pengembangan teknik konservasi sumber daya lahan serta penanganan gangguan usaha perkebunan secara berkelanjutan;

6. Peningkatan Kompetensi Pekebun,Kelembagaan dan akses Permodalan Usaha Perkebunan;

7. Peningkatan teknologi dan sistem pengendalian hama terpadu yang efektif, efisien serta ramah lingkungan

8. Peningkatan kemampuan dalam Penerapan Sistem Jaminan Mutu produk perkebunan sesuai SNI;

9. Peningkatan promosi dan pemasaran produk perkebunan.

Strategi dan Kebijakan tersebut secara berkesinambungan menjadi input dalam penentuan Program dan Kegiatan pada Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran untuk percepatan pembangunan pertanian di Kabupaten Pangandaran.

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Pertanian

Tujuan dan Sasaran

1. Tujuan

1) Mewujudkan Reformasi Birokrasi 2) Meningkatkan Produktivitas Pertanian 2. Sasaran

(37)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 27

1) Meningkatnya Produksi Pertanian

2) Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Dinas Pertanian

Tabel 3.2.1 Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja Dinas Pertanian tahun 2020 NO TUJUAN INDIKATOR TUJUAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR SASARAN TARGET 1 Mewujudkan Reformasi Birokrasi Nilai AKIP Dinas Pertanian Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Dinas Pertanian

Nilai AKIP Dinas

Pertanian A 2 Meningkatnya Produktivitas Pertanian Persentase Peningkatan Produktivitas Meningkatnya Produksi Pertanian Persentase Peningkatan Produksi 2%

3.3 Program dan Kegiatan

Dalam Rencana Kerja 2020, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran mempunyai program/kegiatan sebagai berikut:

Tabel 3.3.1 Usulan Program Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tahun 2020

No Program / Kegiatan

(1) (2)

1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat

2 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 3 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan

Dinas/Operasional

4 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 5 Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor

6 Penyediaan Jasa Penunjang Kegiatan Perkantoran dan Rumah Tangga 7 Penyediaan Alat Tulis Kantor

8 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

9 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 10 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan

(38)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 28

11 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah 12 Penyediaan Jasa Tenaga Pengemudi

2

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

13 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

14 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 15 Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor 16 Pengadaan Peralatan Rumah Tangga

17 Penyediaan Gedung Kantor

3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

18 Pendidikan dan Pelatihan Formal

4 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian

Kinerja dan Keuangan

19 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

20 Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran 21 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

22 Penyusunan Perencanaan Program dan Kegiatan SKPD

23 Penyelenggaraan Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah

24 Penyelenggaraan Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaan Barang Daerah

5 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi

Pertanian/Perkebunan

25 Promosi Atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan Unggulan Daerah

6 Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan

Lapangan

26 Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian (BOP)

27 Pembangunan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baru di Kecamatan 28 Perbaikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan

29 Pengembangan Pos Penyuluhan Pedesaan (POSLUHDES) 30 Bantuan Biaya Operasional Penyuluh Pertanian (Banprov) 31 Sarana Pendukung Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)

7 Program Peningkatan Produksi Peternakan

32 Kegiatan Pengawasan dan Pembinaan Penerapan Kesmavet dan Kesrawan

(39)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 29

33 Optimalisasi Data Peternakan 34 Rehabilitasi Puskeswan

35 Pengadaan Sarana dan Prasarana Puskeswan 36 Pengadaan Sarana dan Prasarana POS IB

37 Penyediaaan Benih dan Bibit Serta Peningkatan Produksi 38 Pengadaan Sarana Prasarana Kesehatan Hewan dan Kesehatan

Masyarakat Veteriner

39 Pengembangan Pembibitan Ternak Sapi Potong dan Penerapan Teknologi Peternakan

40 Pengembangan Pembibitan Ternak Domba dan Penerapan Teknologi Peternakan

41 Optimalisasi Budidaya Ternak Unggas

42 Peningkatan Mutu Layanan Informasi Manajemen Peternakan

8 Program Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan

Hortikultura

43 Pengembangan Agribisnis Jagung 44 Perluasan Area Tanam Kedelai

45 Pembangunan Sumber-Sumber Air ( Pembangunan Embung) DAK 46 Pembangunan Sumber-Sumber Air ( Pembangunan Dam Parit ) 47 Pembangunan Sumber-Sumber Air ( Pembangunan irigasi air tanah

dangkal)

48 Rehabilitasi saluran irigasi 49 Pembangunan Sumur Pantek

50 Pengadaan Alat dan Mesin (Hand Tractor) 51 Pembangunan Jalan Usaha Tani

52 Akselerasi Dampak Perubahan Iklim (Pengadaan Benih dan Pestisida) 53 Biaya Operasional Balai Benih

54 Pengembangan Produksi Padi Organik

55 Pengembangan Bibit Manggis dan Bibit Durian 56 Pembangunan Kebun Buah

57 Pengembangan Tanaman Jeruk

58 Pembangunan Gudang Penyimpanan Gabah

59 Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Tanaman Pangan & Hortikultura Tepat Guna

(40)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 30

60 Pengembangan Budidaya Tanaman Cabai 61 Jaringan Irigasi

62 Jalan Usaha Tani

63 Pengembangan Tanaman Durian

64 Pengembangan Tanaman Kacang Tanah 65 Pengembangan Tanaman Manggis

66 Pengembangan Sumber-sumber Air (Pompa Irigasi Air Tenaga Surya)

9 Program Peningkatan Produksi Perkebunan

67 Rehabilitasi tanaman perkebunan 68 Intensifikasi Tanaman Kelapa

69 Pembuatan APPO (Alat Pengolahan Pupuk Organik) 70 Pembuatan Jalan Produksi (DBHCHT)

71 Pelatihan Pengemasan (DBHCHT) 72 Perluasan Tanaman Kelapa

73 Pemanfaatan lahan di bawah tegakan dengan Tanaman Pala 74 Rehabilitasi Tanaman Cengkeh

75 Kawasan Biofarmaka Terpadu Komoditas Pala dan Cengkeh 76 Pengembangan Wisata Buah Kelapa Lokal Jenis Kelapa Dalam dan

Kelapa Kopyor

Rumusan Rencana Program dan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran tahun 2019 dan prakiraan maju 2020 secara detail dapat dilihat pada lampiran Tabel T-C.33.

(41)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 31 BAB IV

RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH

Program adalah penjabaran kebijakan perangkat daerah dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan tugas dan fungsi, sedangkan program pembangunan daerah adalah program strategis daerah yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah sebagai instrumen arah kebijakan untuk mencapai sasaran RPJMD.

Sedangkan kegiatan yang selanjutnya disebut kegiatan perangkat daerah adalah serangkaian aktivitas pembangunan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah untuk menghasilkan keluaran (output) dalam rangka mencapai hasil (outcome) suatu program. Rencana program dan kegiatan prioritas daerah Pemerintah Kabupaten Tahun 2020 berisi program dan kegiatan, baik untuk mencapai secara langsung sasaran pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan jangka menengah maupun untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai kewenangan provinsi. Pagu indikatif sebagai wujud kebutuhan pendanaan adalah jumlah dana yang tersedia untuk penyusunan program dan kegiatan tahunan. Program dan kegiatan prioritas yang telah disertai kebutuhan pendanaan (pagu indikatif) selanjutnya dijadikan acuan bagi perangkat daerah dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD).

Rencana kerja berupa program dan kegiatan pembangunan seluruh perangkat daerah sebagai instrumen pelaksana dari program perangkat daerah Tahun 2020 dan prakiraan maju Tahun 2021. Penyajian program dan kegiatan dilakukan berdasarkan urusan/fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang menjadi kewenangan.

Ada 2 (dua) rincian kategori program/kegiatan Dinas Pertanian berdasarkan RKPD Kabupaten Pangandaran Tahun 2020, yaitu :

1. Program/Kegiatan Prioritas

Program/Kegiatan Prioritas adalah program/kegiatan yang diprioritaskan pelaksanaan dan penganggarannya dalam rangka pencapaian visi dan misi, bersifat mendesak, harus selesai pada tahun rencana, target capaian harus terukur pada skala maksimal atau ideal, dengan cakupan wilayah yang luas, kegiatan melibatkan sebagian besar masyarakat dan atau berdampak luas pada masyarakat, serta

(42)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 32

membentuk pencitraan positif bagi keberhasilan program pembangunan tersebut. Adapun rincian program/kegiatan prioritas urusan pertanian berdasarkan RKPD Kabupaten Pangandaran Tahun 2019 adalah sebagai berikut:

1. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan dengan jumlah anggaran Rp150.000.000,00 hasil yang ingin dicapai adalah meningkatnya meningkatnya kemitraan usaha tani yang diimplementasikan kedalam satu kegiatan yaitu Promosi Atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan Unggulan Daerah, dengan jumlah anggaran Rp150.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah mengikuti 3 event promosi.

2. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan dengan jumlah anggaran Rp6.996.325.000, Hasil dari yang ingin dicapai adalah Pertumbuhan dan Peningkatan Klasifikasi/Kelas Kelompok Tani Yang Diimplementasikan kedalam 6 Kegiatan yaitu sebagai berikut :

1. Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian (BOP) dengan jumlah anggaran Rp352.325.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 172 orang penerima BOP;

2. Pembangunan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baru di Kecamatan dengan jumlah anggaran Rp1.575.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah Pembangunan 2 unit BPP;

3. Perbaikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan dengan jumlah anggaran Rp155.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah Renovasi 1 unit BPP;

4. Pengembangan Pos Penyuluhan Pedesaan (POSLUHDES) dengan jumlah anggaran Rp1.050.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 30 unit POSLUHDES;

5. Bantuan Biaya Operasional Penyuluh Pertanian (Banprov) dengan jumlah anggaran Rp156.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 25 orang penerima BOP;

6. Sarana Pendukung Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan jumlah anggaran Rp3.708.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 10 paket sarana pendukung BPP.

3. Program Peningkatan Produksi Peternakan dengan jumlah anggaran Rp9.335.000.000,00 hasil yang ingin dicapai adalah meningkatnya produksi komoditi peternakan yang diimplementasikan kedalam 11 kegiatan yaitu sebagai berikut :

(43)

RENJA DINAS PERTANIAN 2020 33

1. Kegiatan Pengawasan dan Pembinaan Penerapan Kesmavet dan Kesrawan dengan jumlah anggaran Rp330.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 3 kali penerapan Kesmavet dan Kesrawan;

2. Optimalisasi Data Peternakan dengan jumlah anggaran Rp20.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 1 dokumen data peternakan;

3. Rehabilitasi Puskeswan dengan jumlah anggaran Rp200.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah rehab 1 unit Puskeswan;

4. Pengadaan Sarana dan Prasarana Puskeswan dengan jumlah anggaran Rp800.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 1 paket sarana dan prasarana PUSKESWAN Pangandaran;

5. Pengadaan Sarana dan Prasarana POS IB dengan jumlah anggaran Rp800.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 1 paket sarana dan prasarana;

6. Penyediaaan Benih dan Bibit Serta Peningkatan Produksi dengan jumlah anggaran Rp3.000.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 1 paket bibit domba/kambing, hijau pakan berkualitas, obat ternak dan kandang; 7. Pengadaan Sarana Prasarana Kesehatan Hewan dan Kesehatan

Masyarakat Veteriner dengan jumlah anggaran Rp900.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 20 jenis obat, 5 uji sampel bahan dan pangan asal hewan, 15 jenis peralatan keterampilan dan 1 unit kendaraan roda empat;

8. Pengembangan Pembibitan Ternak Sapi Potong dan Penerapan Teknologi Peternakan dengan jumlah anggaran Rp985.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 50 ekor sapi,5 kandang dan 1 unit kendaraan roda dua; 9. Pengembangan Pembibitan Ternak Domba dan Penerapan Teknologi Peternakan dengan jumlah anggaran Rp915.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 240 ekor domba, 20 kandang, 5 unit komputer dan 1 unit printer;

10. Optimalisasi Budidaya Ternak Unggas dengan jumlah anggaran Rp985.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 6.000 ekor unggas, 12 ton pakan, 6 paket peralatan pendukung, 10 jenis obat-obatan dan 2 unit kandang;

11. Peningkatan Mutu Layanan Informasi Manajemen Peternakan dengan jumlah anggaran Rp400.000.000,00 keluaran dari kegiatan ini adalah 10 unit PC, 10 unit smartphone dan 1 dokumen Sistem Informasi Manajemen Peternakan.

Gambar

Tabel  2.2 Capaian Indikator Kinerja Urusan Pertanian di Kabupaten  Pangandaran Tahun 2016 dan 2017
Tabel 2.3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD                       Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran
Tabel  2.3.2  Faktor  Penghambat  dan  Pendorong  Pelayanan  SKPD  Terhadap  Pencapaian  Visi,  Misi  dan  Program  Kepala  Daerah  dan  Wakil  Kepala Daerah
Tabel  2.3.3  Permasalahan  Pelayanan  SKPD  berdasarkan  Telaahan  Rencana  Tata  Ruang  Wilayah  beserta  Faktor  Penghambat  dan  Pendorong  Keberhasilan Penangannannya  No  RencanaTata  Ruang  Wilayah  Terkait Tugas  dan Fungsi  SKPD  Permasalahan  Pel
+2

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Kerja Dinas Pertanian tahun 2015 disusun dengan berpedoman pada Renstra Dinas dan mengacu pada RKPD, memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik

Rencana Kerja Perubahan Kecamatan Wedi Tahun 2019 berpedoman pada Peraturan Menteri Dlam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian

Perubahan Rencana Kerja (Renja) Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2020 disusun dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017

Renstra Dinas Pertanian Kota Bogor Tahun 2015 - 2019 berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Bogor tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2015

(1) Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan Tahun 2018 disusun dengan berpedoman pada Perubahan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Perhubungan

Rencana Kinerja Dinas Pertanian Kota Bogor Tahun 2019 sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra-SKPD Dinas Pertanian Kota

Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2016 adalah panduan pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2016 sekaligus evaluasi terhadap capaian

Rencana Kerja (Renja) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang disusun sebagai pedoman penyusunan program prioritas RKPD Tahun 2019