• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

PUSAT PENELITIAN DAN

PENGEMBANGAN

HORTIKULTURA

TAHUN 2013

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

KEMENTERIAN PERTANIAN

2014

(2)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 2

kata pengantar

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rakhmat dan karunia-Nya, akhirnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Puslitbang Hortikultura tahun 2013 dapat diselesaikan. LAKIP ini disusun sebagai wujud pertanggungjawaban instansi/Satuan Kerja Puslitbang Hortikultura yang mengelola keuangan mandiri untuk melaksanakan kinerjanya sesuai tugas dan fungsinya sebagai Instansi Pemerintah dalam mendukung pemerintahan yang berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab.

Berdasarkan INPRES 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Instansi Pemerintah dan dan Surat Keputusan Kepala Lembaga Adminstrasi Negara (LAN) No. 239/IX/6/8/2003 tentang Panduan Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Permen PAN-RB No. 29/2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Puslitbang Hortikultura telah menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang berisi kinerja internal yang berfungsi sebagai koordinasi UPT di bawahnya (Balitsa di Lembang, Balitbu Tropika di Solok, Balithi di Segunung dan Balitjestro di Tlekung) selama tahun 2013 dan disusun berdasarkan indikator yang telah ditetapkan pada Rencana Strategis Puslitbang Hortikultura 2010 – 2014 dengan melaksanakan 8 (delapan) sasaran strategis yang dijabarkan dari 1 (satu) kegiatan utama Puslitbang Hortikultura dengan 8 (delapan) indikator kinerja sasaran.

Laporan yang telah disusun ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak untuk perbaikan pada masa mendatang sangat diharapkan.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian LAKIP ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk perbaikan kinerja Puslitbang Hortikultura ke depan.

Jakarta, Januari 2014 Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura,

Dr. Ir. M. Prama Yufdy, MS NIP. 19591010 198603 1 002

(3)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 3

DAFTAR ISI

HALAMAN

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

DAFTAR LAMPIRAN ... v

IKHTISAR EKSEKUTIF ... 1

BAB I. PENDAHULUAN ... 6

BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 10

2.1. Visi... 10

2.2. Misi ... 10

2.3. Tujuan ... 11

2.4. Sasaran ... 11

2.5. Sasaran Strategis ... 12

2.6. Target Utama Puslitbang Hortikultura ... 12

2.7. Arah Kebijakan ... 13

2.8. Strategi ... 13

2.9. Kegiatan dan Strategi Pendanaan ... 14

2.10. Keterkaitan dengan Program Badan Litbang Pertanian ... 14

2.11. Komoditas Hortikultura ... 15

2.12. Sub Kegiatan ... 16

2.13. Sasaran dan Indikator Kinerja Utama ... 17

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ... 20

3.1. Indikator Keberhasilan ... 20

3.2. Hasil Pengukuran Capaian Kinerja ... 20

3.3. Penjelasan Memadai atas Pencapaian Kinerja ... 23

3.4. Akuntabilitas Keuangan ... 69

BAB IV. PENUTUP ... 85

(4)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 4

DAFTAR TABEL

HALAMAN

Tabel 1. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Puslitbang Hortikultura 2010-2014 ... 17 Tabel 2. Sasaran , Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Target TA.

2010-2014 ... 18 Tabel 3. Capaian Kinerja Indikator Sasaran Renstra Puslitbang

Hortikultura Tahun 2013 ... 21 Tabel 4. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Tahun 2012 dan

2013 ... 67 Tabel 5. Rekapitulasi Penambahan Dana Hibah Lingkup Puslitbang

Hortikultura ... 72 Tabel 6. Capaian Kegiatan Utama dan Realisasi Keuangan dalam

Pencapaian Sasaran 2013 Lingkup Puslitbang Hortikultura ... 74 Tabel 7. Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran Lingkup

Puslitbang Hortikultura Tahun 2012 dan 2013 Menurut Jenis Belanja ... 79 Tabel 8. Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran Masing-Masing

UPT Lingkup Puslitbang Hortikultura TahunAnggaran 2012 dan 2013 ... 79 Tabel 9. Rekapitulasi PNBP Tahun 2013 Lingkup Pusat Penelitian dan

Pengembangan Hortikultura ... 81 Tabel 10. Rekapitulasi PNBP Tahun 2012– 2013 Lingkup Pusat

(5)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 5

DAFTAR GAMBAR

HALAMAN

Gambar 1. Keragaan Buah Mangga Agri Gardina ... 24

Gambar 2. Aksesi Durian dengan Porsi Edible > 30% ... 25

Gambar 3. Penampilan CVUB Buah Keprok SoE dan Pamelo Seedless ... 27

Gambar 4. TSS 1-S4/Brebes 1 ... 28

Gambar 5. TSS-KL 80 S3/Brebes 2 ... 28

Gambar 6. 25 VUB Tanaman Hias ... 34

Gambar 7. Produksi Benih Sumber Buah Tropika ... 37

Gambar 8. Produksi BF dan BPMT Jeruk di KP. Punten 2013 ... 38

Gambar 9. Proses Pengepakan PF dan BPMT untuk Didistribusikan ... 38

Gambar 10. Lima Teknologi Inovativ Tanaman Sayuran ... 41

Gambar 11. Gejala Penyakit, A)Busuk Batang Kuning, B) Bintik Batang C) Bercak Batang, dan D) Busuk Batang Tanaman Buah Naga .. 41

Gambar 12. Keragaan Buah Pisang pada berbagai Dosis Pupuk Kalium ... 41

Gambar 13. Dua Materi Uji Perakitan Paket Teknologi Budidaya Pisang di Lokasi KP.Aripan ... 42

Gambar 14. Perbaikan Teknologi Perbenihan Jeruk dan Buah Subtropika untuk menghasilkan Benih Bebas Penyakit a. Hasil pengendalian burik kusam; b. Tanaman stroberi pada perlakuan minus one; c. Bunga lengkeng mekar setelah perlakuan menggunakan KCLO3 dan KMNO4 ... 42

Gambar 15. Aklimatiasi tanaman stroberi a. Tanaman stroberi varietas Berastagi didalam sungkupan plastik 8 minggu setelah tanam b. Tanaman stroberi varietas Dorit tanam di lapang umur 12 minggu setelah tanam c. Stroberi varietas Rosalinda yang akan ditanam di Bedugul, Bali d. Lokasi di Lokasi pertanaman di Bedugul, Bali di dalam screen house ... 42

(6)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 6

Gambar 16. Plasma Nutfah Tanaman Sayuran ... 44

Gambar 17. Aneka Plasma Nutfah Buah Tropika ... 46

Gambar 18. Keragaan Hasil Explorasi Jeruk 2013 ... 47

Gambar 19. Keragaan Hasil Evaluasi PN Jeruk JRM 2012 ... 47

Gambar 20. Persentase Pagu Anggaran Puslitbang Hortikultura TA. 2013 masing-masing UK/UPT. a) sebelum revisi, b) setelah revisi c). Revisi Hibah dan Pagu Minus ... 71

Gambar 21. Pagu Anggaran Puslitbang Hortikultura TA. 2013 Per Belanja ... 72

Gambar 22. Grafik Persentase Realisasi Anggaran Puslitbang Hortikultura TA 2013 Per UK/UPT ... 76

Gambar 23. Grafik Perbandingan Presentase Realisasi Anggaran Puslitbang Hortikuktura TA.2012 dan 2013 Per jenis Belanja ... 78

Gambar 24. Grafik Perbandingan Persentase Realisasi Anggaran Puslitbang Hortikuktura TA 2012 Per UK/UPT ... 78

Gambar 25. Grafik Komposisi Estimasi dan Realisasi PNBP Fungsional dan Umum TA. 2013 ... 82

(7)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 7

DAFTAR LAMPIRAN

HALAMAN

Lampiran 1. Struktur Organisasi Puslitbang Hortikultura ... 96 Lampiran 2. Realisasi Pelaksanaan DIPA Lingkup Pusat Penelitian dan

Pengembangan Hortikultura TA. 2013 ... 97 Lampiran 3. Rencana Stratejik Tahun 2010 s/d 2014 ... 98 Lampiran 4. Keragaan SDM Lingkup Puslitbang Hortikultura Tahun

2013 ... 102 Lampiran 5. Rencana Kinerja Tahunan 2013 ... 110 Lampiran 6. Penetapan Kinerja Tahun 2013 ... 111 Lampiran 7. Pengukuran Kinerja Tingkat Eselon II Badan Litbang

(8)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 8

IKHTISAR EKSEKUTIF

Dalam rangka menjamin pelaksanaan program penelitian dan pengembangan pertanian yang konsisten dan kontinyu, Puslitbang Hortikultura telah menetapkan Rencana Strategis 2010 – 2014. Rencana Strategis ini dilaksanakan dengan mengacu kepada Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; Rencana Pembangunan Pertanian Jangka Panjang 2005-2025; Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014; Renstra Kementerian Pertanian Tahun 2010-2014, dan Renstra Badan Litbang Pertanian 2010 – 2014. Renstra Puslitbang Hortikultura merupakan dokumen perencanaan yang berisikan visi, misi, tujuan, sasaran strategis, kebijakan, strategi, program, dan kegiatan penelitian dan pengembangan pembangunan pertanian yang akan dilaksanakan oleh Puslitbang Hortikultura selama lima tahun ke depan (2010-2014).

LAKIP ini disusun sebagai wujud pertanggungjawaban instansi/Satuan Kerja Puslitbang Hortikultura yang mengelola keuangan mandiri untuk melaksanakan kinerjanya sesuai tugas dan fungsinya sebagai Instansi Pemerintah dalam mendukung pemerintahan yang berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab. LAKIP disusun secara konsisten, komprehensif, realistis dan mempunyai hubungan yang logis dengan bahan dasarnya adalah Renstra, DIPA, RKA-KL, RKT, dan PK.

Puslitbang Hortikultura memiliki visi : Menjadi lembaga penelitian dan pengembangan hortikultura berkelas dunia pada tahun 2014 yang menghasilkan dan mengembangkan inovasi hortikultura untuk mewujudkan industri hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal.

Untuk mencapai visi tersebut Puslitbang Hortikultura memiliki misi sebagai berikut :

• Menghasilkan dan mengembangkan teknologi inovatif hortikultura berbasis sumber daya lokal mendukung terwujudnya industri hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan,

• Menghasilkan opsi rumusan kebijakan pembangunan agribisnis hortikultura;

• Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumberdaya penelitian hortikultura dan

pemanfaatannya secara efisien, efektif dan akuntabel untuk terwujudnya lembaga litbang hortikultura berkelas dunia,

• Mengembangkan jaringan kerjasama nasional dan internasional melalui pola

(9)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 9 Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Kementerian Pertanian, Badan Litbang Pertanian menetapkan program utama pada periode 2010-2014 yang diarahkan untuk penciptaan teknologi dan varietas unggul berdaya

saing. Program utama Badan Litbang Pertanian ini dijabarkan dalam 12

kegiatan, salah satunya adalah kegiatan Litbang Tanaman Hortikultura. Untuk mendukung kegiatan tersebut, pada tahun anggaran 2013 Puslitbang Hortikultura menetapkan 7 (tujuh) tujuan, 9 (sembilan) sasaran dan 8 (delapan) sasaran strategis yang selanjutnya diukur dengan 8 (delapan) indikator kinerja. Komoditas utama hortikultura terdiri dari mangga, durian jeruk, kentang, bawang merah, anggrek, dan krisan. Indikator kinerja sasaran yang telah ditargetkan dalam tahun 2013 sebagian besar telah tercapai dan melebihi target yang ditetapkan. Puslitbang Hortikultura berupaya agar hasil teknologi penelitian memiliki daya saing yang tinggi.

Indikator keberhasilan kinerja Puslitbang Hortikultura berdasarkan kriteria keberhasilan (realisasi terhadap target), sasaran kegiatan yang dilaksanakan serta permasalahan dan upaya yang telah dilakukan. Untuk mengukur keberhasilan kinerja ditetapkan 4 (empat) kategori keberhasilan, yaitu (1) sangat berhasil : ≥100 persen; (2) berhasil : 80 – < 100 persen; (3)

cukup berhasil : 60 – <80 persen; dan kurang berhasil : < 60 persen.

Realisasi capaian kinerja Puslitbang Hortikultura sampai akhir tahun 2013 menunjukkan bahwa sasaran telah dapat dicapai dengan rerata sebesar 123,06% (sangat berhasil).

Sasaran stratetgis 1: Tersedianya varietas unggul baru hortikultura, yaitu dihasilkannya VUB hortikultura, dengan indikator jumlah VUB hortikultura. Pada tahun 2013 target VUB yang dihasilkan Puslitbang Hortikultura adalah 31, tetapi capaian realisasi belum mencapai target, yaitu 27 VUB (87,10%) dengan kategori berhasil. Hal ini dikarenakan VUB tanaman sayuran, tanaman buah tropika serta tanaman jeruk dan buah subtropika capaian realisasi tidak mencapai target, tetapi VUB tanaman hias capaian realisasinya melebihi target, yaitu 108,69% (sangat berhasil). Masing-masing VUB yang tidak mencapai target adalah sebagai berikut: capaian realisasi VUB tanaman Balitbu Tropika serta tanaman Jeruk dan Buah Subtropika masing-masing 80% (berhasil), sedangkan capaian realisasi VUB tanaman sayuran mencapai 50% (kurang

(10)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 10 Sasaran strategis 2 : Tersedianya benih sumber, yaitu dihasilkannya benih sumber sayuran, benih sumber buah tropika dan subtropika, benih sumber tanaman hias bermutu tinggi, dan benih jeruk batang atas dan batang bawah hasil perbanyakan SE, dengan indikator jumlah benih sumber pada tahun 2013 telah mencapai realisasi rerata melebihi target, yaitu 145,71% (sangat

berhasil). Namun untuk kegiatan penyediaan benih sumber bawang merah dan

sayuran potensial serta jeruk batang bawah dan batang atas hasil perbanyakan SE capaian realisasi masih di bawah target, yaitu berturut-turut 76% (cukup

berhasil) dan 10% (kurang berhasil).

Sasaran strategis 3 : Tersedianya teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan, yaitu dihasilkannya teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan, dengan indikator kinerja jumlah teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan yang telah ditargetkan pada tahun 2013 telah mencapai realisasi melebihi dari target 108,69% (sangat

berhasil). Hal ini dikarenakan jumlah teknologi yang dihasilkan tanaman

sayuran dan tanaman jeruk dan buah subtropika capaian realisasinya melebihi target, yaitu berturut-turut 125% dan 150% (sangat berhasil), sedangkan teknologi dari tanaman hias mencapai sesuai target 100% (sangat berhasil). Namun teknologi yang dihasilkan tanaman buah tropika belum mencapai target, yaitu 85% (cukup berhasil).

Sasaran strategis 4 : Tersedianya Sumberdaya Genetik Hortikultura, yaitu terkelolanya sejumlah aksesi Sumberdaya Genetik Hortikultura dengan indikator jumlah sumberdaya genetik hortikultura yang terkonservasi dan terkarakterisasi pada tahun 2013 secara umum telah melebihi target dengan capaian realisasi 102,24% (sangat berhasil). Hal ini dikarenakan sumberdaya genetik hortikultura yang terkonservasi dan terkarakterisasi dari tanaman sayuran, tanaman buah tropika, tanaman hias, serta tanaman jeruk dan buah subtropika ≥ dari target yang telah ditetapkan yaitu masing-masing mencapai 100%, 100,70%, 105,50% dan 118% (sangat berhasil).

Sasaran strategis 5 : Terselenggaranya diseminasi inovasi hortikultura, yaitu meningkatnya penyebaran hasil-hasil penelitian unggulan hortikultura dengan indikator kinerja yaitu jumlah diseminasi inovasi hortikultura melalui

penyelenggaraan seminar, open house/field day, pameran, gelar teknologi,

transfer paket teknologi, materi web, tercetaknya: jurnal hortikultura, Majalah Iptek Hortikultura, Buku Profil Buah Nusantara, dan leaflet/booklet. Pada tahun

(11)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 11 2013 rerata realisasi capaian kinerja telah melebihi target, yaitu 126,71% (sangat berhasil). Hal ini dikarenakan realisasi capaian penyelenggaraan diseminasi pada umumnya ≥ target (100-500%).

Sasaran strategis 6 : Tersedianya rumusan kebijakan, yaitu dihasilkannya rekomendasi kebijakan litbang hortikultura, dengan indikator kinerja jumlah rekomendasi kebijakan litbang hortikultura realisasi yang dicapai pada tahun 2013 telah melebihi target, yaitu 200% (sangat berhasil).

Sasaran strategis 7 : Terwujudnya kerjasama bidang hortikultura, yaitu meningkatnya jumlah jaringan kerjasama IPTEK hortikultura nasional dan internasional, dengan indikator kinerja Jumlah Kerjasama Penelitian pada tahun 2013 telah mencapai realisasi melebihi target 113,04% (sangat berhasil). Hal ini dikarenakan jumlah kerjasama Balitsa melebihi target yang telah ditetapkan yaitu 500% (sangat berhasil), sedangkan realisasi capaian Balitbu Tropika, Balithi dan Balitjestro sesuai target 100% (sangat berhasil), namun realisasi capaian kerjasama Puslitbang Hortikultura belum mencapai target yaitu 85,71% (berhasil).

Sasaran strategis 8 : Meningkatnya pemanfaatan teknologi hortikultura, yaitu terselenggaranya koordinasi dan pengawalan program dukungan dan pengembangan kawasan hortikultura, dengan indikator kinerja Jumlah Koordinasi dan Pengawalan Program Dukungan dan Pengembangan Kawasan Hortikultura. Pada tahun 2013 capaian realisasi dalam mendukung pengembangan kawasan hortikultura tidak memenuhi target, yaitu 96,30% (berhasil). Hal ini dikarenakan program dukungan dan pengembangan kawasan lokasi tanaman buah subtropika tidak mencapai target, yaitu 87,5% (berhasil). Namun capaian realisasi dukungan pemanfaatan teknologi yang diselenggarakan Puslitbang Hortikultura, Balitsa, Balithi dan Balitjestro telah sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu masing-masing 100% (sangat berhasil).

Pencapaian kinerja akuntabilitas bidang keuangan Per 31 Desember 2013, anggaran Puslitbang Hortikultura telah direalisasikan sebesar Rp. 95.522.187.348 (93,41%). Rata-rata realisasi anggaran masing-masing UK/UPT lingkup Puslitbang Hortikultura menunjukkan hasil di atas 93%, kecuali Puslitbang Hortikultura karena terputusnya kontrak pembangunan gedung Puslitbang Hortikultura dan akan dilanjutkan pada tahun 2014. Persentase realisasi capaian keuangan dari masing UK/UPT lingkup Puslitbang Hortikultura

(12)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 12 adalah sebagai berikut : Satker Puslitbang Hortikultura 83,90%, Balitsa 94,04%, Balitbu Tropika 98,68%, Balithi 98,76%, dan Balitjestro 96,22%.

Target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lingkup Puslitbang Hortikultura TA 2013 sebesar Rp. 500.845.000,-, dengan rincian untuk masing-masing UK/UPT tahun 2013 sebagai berikut : Satker Puslitbang Hortikultura Rp 0,-, Balitsa Rp.151.000.000,-, Balitbu Tropika Rp 153.485.000,-, Balithi Rp 92.465.000,- dan Balitjestro Rp 103.895.000,-.

Realisasi PNBP sampai dengan tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp. 1.393.396.440,- (278,21%), dengan rincian untuk masing-masing UK/UPT sebagai berikut : Satker Puslitbang Hortikultura Rp. 13.133.000,-, Balitsa Rp. 528.584.305,-, Balitbu Tropika Rp. 420.849.798,-, Balithi Rp. 281.346.837,- dan Balitjestro Rp. 149.482.500,-.

Jika dikelompokkan menurut jenis penerimaan, tercatat realisasi Rp.1.163.160.893,- (232,24% dari target Rp.500.845.000,-) terdiri dari penerimaan umum sebesar Rp 350.817.980,- (423,46%) dari target Rp. 82.845.000,-) dan penerimaan fungsional sebesar Rp. 1.042.578.460,- (249,42% dari target Rp.418.000.000,-).

(13)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 13

BAB I PENDAHULUAN

Peranan litbang hortikultura terhadap peningkatan kualitas produk hortikutura yaitu berupaya untuk dapat mencapai target yang telah ditetapkan pada tahun 2013, yaitu : (1) Perakitan varietas unggul yang diminati konsumen, (2) konservasi dan karakterisasi sumberdaya genetik, (3) penyediaan benih sumber hortikultura, serta (4) perakitan teknologi produksi hortikultura ramah lingkungan. Untuk dapat mencapai target tersebut di atas, maka peran kebun, UPBS, Sumber Daya Manusia merupakan faktor penting yang diperlukan. Dengan adanya perubahan lingkungan strategis, maka diperlukan peningkatan peran serta masyarakat yang lebih luas untuk membangun sub sektor hortikultura. Pemerintah sebagai fasilitator, dinamisator, dan regulator tentu dituntut untuk

melakukan restrukturisasi kelembagaannya dengan prinsip good govermance

dengan tiga karakter utama, yaitu kredibilitas, akuntabilitas dan transparansi. Transparansi hanya dapat dicapai dengan melibatkan publik sebagai pengawas atas keberhasilan pelaksanaan program dan target yang telah ditetapkan.

Dalam rangka tersebut, maka Puslitbang Hortkultura telah menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2013 sebagai wujud pertanggungjawaban instansi/Satuan Kerja Puslitbang Hortikultura yang mengelola keuangan mandiri untuk melaksanakan kinerjanya sesuai dengan tugas dan fungsinya. LAKIP Puslitbang Hortikultura disusun untuk dapat menggambarkan tingkat keberhasilannya selama tahun 2013, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Beberapa hasil kegiatan utama Puslitbang Hortkultura pada tahun 2013 yang telah dicapai, yaitu 1) dihasilkannya 27 VUB hortikultura; 2) tersedianya 1.963 plasma nutfah hortikultura yang terkonservasi dan terkarakterisasi; 3) Tersedianya benih sumber hortikultura yang terdiri dari:121.235 G0 kentang, 26.596,93 kg benih sumber bawang merah dan sayuran potensial, 12.300 batang buah tropika, 14.085 planlet anggrek dan tanaman hias lainnya, 492.253 stek krisan, 7.233 BF dan BPMT jeruk serta benih sumber buah subtropika, 30.000 planlet benih batang bawah dan batang atas hasil SE; 4) Tersedianya 26 teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan. Selain itu, telah diselenggarakan kegiatan diseminasi, dihasilkannya 6 (enam) rekomendasi kebijakan, koordinasi dan pengawalan program dukungan pengembangan kawasan hortikultura pada 29 lokasi, serta telah melaksanakan

(14)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 14 26 kerjasama dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri, baik institusi pemerintah maupun swasta.

Sesuai peran strategisnya di dalam pembangunan subsektor hortikultura yang modern, tangguh dan berkelanjutan, diharapkan agar mampu menghasilkan teknologi yang bermanfaat dan berdaya saing bagi para stakeholder. Kerjasama antar pengguna, penghasil teknologi dan stakeholder lainnya sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura pada masa mendatang.

Di dalam pelaksanaan tupoksinya akan tetap berpegang pada prinsip akuntabilitas dan kredibilitas lembaga untuk dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi program, output, serta peningkatan kualitas SDM.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian No. 61/Permen/OT.140/10/2110, tentang organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, tugas Puslitbang Hortikultura adalah melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan hortikultura serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan. Susunan organisasi lingkup Puslitbang Hortikultura seperti yang disajikan pada Lampiran 1.

Sumberdaya (Manusia, Sarana-prasarana, dan Anggaran)

Dengan semakin besarnya Puslitbang Hortikultura, maka diperlukan dukungan sumber daya yang memadai (SDM, pendanaan dan sarana-prasarana). SDM yang sesuai akan terus dikembangkan dalam lima tahun ke depan melalui rekruitmen berbasis kompetensi dan peningkatan kompetensi melalui pelatihan jangka pendek dan panjang.

Sumber dana yang memadai baik untuk penelitian maupun penguatan sarana dan prasarana akan terus diupayakan baik melalui APBN, maupun peningkatan kerja sama dalam dan luar negeri.

Saat ini, Puslitbang Hortikultura dan Balai-balainya didukung oleh 613 orang pegawai dengan komposisi yang dapat di lihat pada Lampiran 2, Sesuai program Kementerian Pertanian, maka sebagai institusi penelitian dan pengembangan, dengan tugas pokok dan fungsi utama untuk melakukan penelitian dan pengembangan komoditas hortikultura, maka peran pejabat fungsional, khususnya peneliti, sangat diperlukan untuk melaksanakan program tersebut. Para peneliti tergabung dalam tiga kelompok bidang disiplin ilmu, yaitu Kelompok Peneliti (Kelti) Pemuliaan dan Sumberdaya Genetik, Fisiologi dan

(15)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 15 Agroekonomi, serta Hama dan Penyakit. Keragaman jabatan fungsional menurut strata pendidikan yang tersedia saat ini disajikan pada Lampiran 2.

Sesuai dengan Rencana peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura pada masa yang akan datang, tentu dibutuhkan adanya dukungan tenaga peneliti dalam jumlah yang ideal, komposisi keberadaan tenaga peneliti yang tersedia, secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 2

Berdasarkan sebaran jenjang fungsional peneliti di masing-masing Balai Penelitian, jenjang fungsional peneliti menunjukkan komposisi yang beragam. Pada saat ini komposisi ideal ditemukan di Balitsa, Balithi, dan Balitjestro, sedangkan di Balitbu belum mencapai ideal mengingat belum tersedianya pejabat peneliti yang mempunyai jenjang Peneliti Utama. Secara keseluruhan komposisi peneliti menurut jabatan yang mendekati kondisi ideal sebagaimana ditunjukkan oleh rasio yang ada saat ini, dapat dilihat pada Lampiran 2.

Peneliti sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan tidak dapat berlangsung optimal jika tidak didukung oleh keberadaan tenaga fungsional non-peneliti dan staf penunjang lainnya. Secara keseluruhan jumlah tenaga teknisi litkayasa yang ada di lingkup Puslitbang Hortikultura sudah memadai hal ini disebabkan karena adanya tunjangan kinerja yang menyebabkan teknisi yang semula memilih fungsional umum mengajukan fungsional litkayasa untuk meningkatkan grade. Berdasarkan kajian critical mass, perbandingan ideal antara peneliti dengan teknisi litkayasa adalah 1:3. Saat ini komposisi perbandingan peneliti dan teknisis litkayasa pada masing-masing Balai Penelitian adalah sebagai berikut: Balitsa (1 : 2), Balitbu (1 : 4), Balithi (1 : 2), dan Balitjestro (1: 2). Keragaman teknisi litkayasa menurut jenjang fungsional lingkup Puslitbang Hortikultura Tahun 2013 ditampilkan pada Lampiran 2. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa empat Balai Penelitian lingkup Puslitbang Hortikultura sudah dalam kondisi ideal.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga fungsional agar lebih profesional, beberapa peneliti dan staf lainnya telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan jangka panjang (tugas belajar) dan pelatihan jangka pendek (pelatihan fungsional/teknis dan non teknis), secara lebih rinci disajikan pada Lampiran 2

Dukungan sarana dan prasarana dalam kegiatan penelitian dan pengembangan sangat diperlukan. Sarana dan prasarana dalam lingkungan

(16)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 16 Litbang dititikberatkan pada pembenahan kebun percobaan dan penyempurnaan laboratorium penelitian. Saat ini Puslitbang Hortikultura dan Balai-balainya membina dan membawahi 16 kebun percobaan yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia dengan luas total 361,81 ha, sedangkan laboratorium berjumlah 21 unit, yang sebagian di antaranya telah mendapatkan akreditasi dari Penguji SNI 17025-2005.

Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan di kebun percobaan dengan beragam tipe agroekosistem dan jenis tanah. Luas dan Agroekosistem Kebun Percobaan Lingkup Puslitbang Hortikultura Tahun 2013 ditampilkan pada Lampiran 3.

Tidak seluruh luasan kebun percobaan digunakan untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan. Dari total luas lahan kebun percobaan, seluas 14,14% digunakan untuk kegiatan penelitian, 27% untuk penanaman koleksi plasma nutfah, 11,95% sebagai lahan produksi (termasuk untuk kerjasama), dan 10,56% untuk bangunan emplasemen kantor. Pemetaan lahan kebun sesuai peruntukannya tahun 2013 ditampilkan pada Lampiran 3.

Penggunaan laboratorium sebagai sarana penelitian sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan penelitian secara keseluruhan. Sebagai lembaga penelitian berkelas dunia sudah sewajarnya jika semua laboratorium dapat terakreditasi dari lembaga akreditasi yang bertaraf internasional Lampiran 3,. Saat ini sebagian laboratorium di lingkungan Puslitbang Hortikultura telah mendapatkan status akreditasi, sedangkan yang belum diakreditasi masih dalam proses ke arah akreditasi. Proses akreditasi untuk laboratorium memerlukan waktu yang cukup lama.

Pengembangan sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ditujukan untuk mengubah penggunaan IPTEK dari yang berciri tradisional ke arah yang lebih maju. Dengan sumberdaya yang terbatas dan tatanan pasar yang sangat kompetitif, penerapan inovasi teknologi merupakan faktor kunci dalam pengembangan pertanian industrial unggul berkelanjutan. Inovasi teknologi harus bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas sehingga dapat memacu pertumbuhan produksi dan peningkatan daya saing. Inovasi teknologi juga diperlukan dalam pengembangan produk (product development) dalam rangka peningkatan nilai tambah, diversifikasi produk dan transformasi produk sesuai dengan preferensi konsumen.

(17)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 17

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Renstra Puslitbang Hortikultura merupakan dokumen perencanaan yang berisikan visi, misi, tujuan, sasaran strategis, kebijakan, strategi, program, dan kegiatan penelitian dan pengembangan pembangunan pertanian yang akan dilaksanakan oleh Puslitbang Hortikultura selama lima tahun ke depan (2010-2014). Dokumen ini disusun berdasarkan analisis strategis atas potensi, peluang, tantangan dan permasalahan termasuk isu strategis terkini yang dihadapi pembangunan pertanian dan perkembangan IPTEK dalam lima tahun ke depan. Dokumen Renstra ini merupakan acuan dan arahan bagi UPT lingkup Puslitbang Hortikultura dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian dan pengembangan hortikultura periode 2010-2014 secara menyeluruh, terintegrasi, dan sinergis baik di dalam maupun antar sektor/sub-sektor terkait.

Reformasi perencanaan dan penganggaran 2010-2014 menyebabkan Puslitbang Hortikultura merestrukturisasi kegiatan berupa RPTP/RDHP/RKTM dalam kerangka Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance-based Budgeting). Untuk itu, dokumen renstra ini dilengkapi dengan indikator kinerja utama sehingga akuntabilitas pelaksana kegiatan beserta organisasinya dapat dievaluasi selama periode tahun 2010-2014.

2.1. Visi

Visi Puslitbang Hortikultura adalah menjadi lembaga penelitian dan pengembangan hortikultura berkelas dunia pada tahun 2014 yang menghasilkan dan mengembangkan inovasi hortikultura untuk mewujudkan industri hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan berbasis sumberdaya Lokal.

2.2. Misi

Untuk mencapai visi tersebut, Puslitbang Hortikultura mempunyai misi sebagai berikut :

• Menghasilkan dan mengembangkan teknologi inovatif hortikultura

berbasis sumber daya lokal mendukung terwujudnya industri hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan,

• Menghasilkan opsi rumusan kebijakan pembangunan agribisnis

(18)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 18

• Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumberdaya penelitian hortikultura

dan pemanfaatannya secara efisien, efektif dan akuntabel untuk terwujudnya lembaga litbang hortikultura berkelas dunia,

• Mengembangkan jaringan kerjasama nasional dan internasional melalui pola kemitraan menuju kemandirian IPTEK hortikultura.

2.3. Tujuan

• Menghasilkan varietas unggul baru (VUB), benih sumber bermutu tinggi,

dan teknologi inovatif mendukung terwujudnya industri hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan,

• Mengelola dan mengembangkan potensi sumberdaya genetik

hortikultura,

• Menyebarluaskan hasil-hasil penelitian unggulan melalui jaringan

penelitian dan pengkajian (litkaji) dan kemitraan dengan pemerintah daerah dan swasta,

• Menghasilkan rekomendasi kebijakan pembangunan agribisnis

hortikultura,

• Meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumberdaya penelitian

hortikultura,

• Meningkatkan publisitas kelembagaan dan pelayanan informasi IPTEK

hortikultura berkelas dunia.

• Membangun jaringan kerjasama IPTEK hortikultura nasional dan

internasional.

2.4. Sasaran

Sasaran dari kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura adalah sebagai berikut:

1. Tersedianya Sumberdaya Genetik, yaitu terkelolanya sejumlah aksesi sumberdaya genetik hortikultura,

2. Tersedianya inovasi hortikultura, yaitu dihasilkannya Varietas Unggul Baru komoditas hortikultura,

3. Tersedianya benih sumber, yaitu dihasilkannya benih sumber sayuran, benih sumber buah tropika dan subtropika, benih sumber tanaman hias bermutu tinggi, dan benih jeruk batang atas dan batang bawah hasil SE,

(19)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 19 4. Tersedianya teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan, yaitu dihasilkannya teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan,

5. Terselenggaranya diseminasi, yaitu meningkatnya penyebaran hasil-hasil penelitian unggulan hortikultura melalui publikasi tingkat nasional dan internasional,

6. Tersedianya rumusan kebijakan, yaitu dihasilkannya rekomendasi kebijakan litbang hortikultura,

7. Meningkatnya kapasitas dan kompetensi sumberdaya peneliitian hortikultura

8. Terwujudnya kerjasama bidang hortikultura, yaitu Meningkatnya jaringan kerjasama IPTEK hortikultura nasional dan internasional

9. Meningkatnya pemanfaatan teknologi hortikultura, yaitu

terselenggaranya koordinasi dan pengawalan program dukungan dan pengembangan kawasan hortikultura.

2.5. Sasaran Strategis

Untuk dapat menghasilkan dan mengembangkan inovasi hortikultura serta mewujudkan industri hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal, maka sasaran strategis Puslitbang Hortikultura adalah sebagai berikut:

1. Tersedianya Varietas Unggul Baru hortikultura, 2. Tersedianya benih sumber hortikultura,

3. Tersedianya teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan, 4. Tersedianya sumberdaya genetik hortikultura,

5. Terselenggaranya diseminasi inovasi hortikultura,

6. Tersedianya rumusan kebijakan penelitian dan pengembangan hortikultura,

7. Terwujudnya kerjasama bidang hortikultura, 8. Meningkatnya pemanfaatan teknologi hortikultura.

2.6. Target Utama Puslitbang Hortikultura

Dalam 5 tahun ke depan (2010-2014), Puslitbang Hortikultura mempunyai beberapa target utama di berbagai bidang yaitu :

(20)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 20

1. Kentang toleran suhu tinggi dan bawang merah produksi tinggi

2. Buah tropika berbiji kecil (small seeds) buah sub tropika berbiji sedikit (seedless) manggis, durian dan jeruk

3. Tanaman Hias varietas novelty dan toleran hama penyakit utama (krisan,

anggrek),

4. Benih sumber berkualitas, harga murah, tahan penyakit, dan beradaptasi

dengan perubahan iklim (bawang merah, kentang, durian, manggis, jeruk, krisan dan anggrek).

2.7. Arah Kebijakan

Arah kebijakan dalam mengimplementasikan kegiatan penelitian dan pengembangan tanaman hortikultura adalah sebagai berikut :

1. Mendukung pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan 2. Mendorong peningkatan diversifikasi pangan, nilai tambah, daya saing

dan ekspor

3. Mendukung perlindungan Petani dan Usaha Pertanian 4. Meningkatkan kapasitas institusi

2.8. Strategi Litbang Hortikultura

Strategi yang ditentukan dalam rangka pencapaian keluaran (output) dari kegiatan penelitian dan pengembangan tanaman hortikultura dalam kurun waktu 2010-2014, ialah :

1. Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya genetik hortikultura,

2. Prioritasi penyediaan VUB komoditas hortikultura yang berdaya saing berbasis sumber daya lokal,

3. Prioritasi penyediaan benih sumber bermutu tinggi varietas unggul hortikultura untuk memenuhi kebutuhan pengguna,

4. Penyediaan teknologi produksi dan perbenihan yang fokus komoditas dan bidang masalah, efisien serta ramah lingkungan,

5. Pengembangan inovasi hortikultura melalui pemanfaatan media komunikasi, jaringan litkaji dan kerjasama kemitraan dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan swasta dalam rangka mendukung pengembangan kawasan agribinis hortikultura,

(21)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 21 6. Analisis dan sintesis kebijakan berorientasi pada percepatan pembangunan industri hortikultura berdaya saing yang berbasis sumberdaya lokal,

7. Optimalisasi peningkatan kapasitas dan pembinaan kompetensi sumberdaya lingkup Puslitbang hortikultura,

8. Pembinaan kinerja institusi lingkup Puslitbang Hortikultura,

9. Peningkatan kapasitas teknologi informasi untuk memperluas jaringan komunikasi IPTEK,

10. Perluasan kemitraan dengan komunitas IPTEK hortikultura di tingkat nasional dan internasional.

2.9. Kegiatan dan Strategi Pendanaan

Berdasarkan orientasi output dan outcome yang ingin dicapai 2010-2014, kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura di masing-masing UPT diarahkan pada dua kategori, sebagai berikut :

a. Kategori I: Scientific Recognition, yaitu kegiatan penelitian

upstream untuk menghasilkan inovasi teknologi dan kelembagaan pendukung yang mempunyai muatan ilmiah, fenomenal, dan futuristik untuk mendukung peningkatan produksi komoditas prioritas.

b. Kategori II: Impact Recognition, yaitu kegiatan litbang yang lebih

bersifat penelitian adaptif untuk mendukung pencapaian program utama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Upaya peningkatan pendanaan di luar APBN akan dilakukan melalui peningkatan kerja sama penelitian dan pemanfaatan hasil penelitian baik dalam maupun luar negeri. Khusus kerjasama dalam negeri akan ditingkatkan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan swasta dengan mengacu pada PP 35/2008 (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2010).

2.10. Keterkaitan Kegiatan dengan Program Badan Litbang Pertanian Restrukturisasi program dan kegiatan merupakan upaya pemerintah

untuk optimasi penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM), Anggaran Berbasis Kinerja, dan Anggaran Terpadu yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 25 tahun 2004 mengenai Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Hasil dari restrukturisasi program dan kegiatan tersebut

(22)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 22 diimplementasikan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Nasional (RPJMN) 2010-2014 dan Rencana Strategis (Renstra)

Kementerian/Lembaga (K/L) 2010-2014 (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2010).

Berdasarkan Pedoman Restrukturisasi Program dan Kegiatan (Bappenas, 2009), setiap eselon 1 dari Kementerian/ Lembaga Negara hanya melaksanakan satu program yang telah ditetapkan dalam Renstra Kementerian/Lembaga untuk periode 2010-2014. Selanjutnya, program yang dilaksanakan oleh eselon 1 pada Kementerian/Lembaga dijabarkan lebih lanjut ke dalam kegiatan-kegiatan untuk dilaksanakan oleh eselon-eselon 2 di bawahnya. Dengan demikian, program yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Pertanian diuraikan lebih lanjut dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap eselon 2 di bawahnya.

Berdasarkan Renstra Kementerian Pertanian 2010-2014, maka Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hortikultura, mempunyai tugas sebagai pelaksana Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tanaman

Hortikultura, sebagai salah satu kegiatan pada Program Penciptaan Teknologi dan Varietas Unggul Berdaya Saing yang dilaksanakan oleh

Badan Litbang Pertanian.

2.11. Komoditas Hortikultura

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura menetapkan dua kategori komoditas dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura berdasarkan Renstra Badan Litbang Pertanian dalam 2010-2014, yaitu : (1) Komoditas Utama, dan (2) Komoditas Potensial. Komoditas Utama merupakan komoditas prioritas penelitian dan pengembangan yang mencakup manggis, durian, jeruk, kentang, bawang merah, anggrek, dan krisan. Komoditas potensial adalah komoditas selain komoditas utama yang memiliki potensi dan peluang tinggi untuk dikembangkan dalam rangka memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan ekspor yang mencakup: (a) sayuran (cabai, tomat, mentimun, dan sayuran daun), (b) buah tropika (pisang, mangga, alpokat, melon, dan nenas), (c) buah subtropika (lengkeng, anggur, dan strowberi), dan (d) tanaman hias (lili, mawar, anyelir, gladiol, Araceae, dan Zingiberaceae). Beberapa komoditas potensial diharapkan akan menjadi komoditas trendsetter untuk masa mendatang.

(23)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 23

2.12. Subkegiatan

Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hortikultura menghasilkan indikator kinerja atau output yang terukur dengan satuan yang spesifik untuk

kurun waktu 2010-2014. Output yang dihasilkan akan merupakan bagian

integratif pada outcome dari program di tingkat Badan Litbang Pertanian. Penganggaran kegiatan penelitian dan pengembangan tanaman hortikultura untuk kurun waktu 2010-2014 diusulkan berdasarkan output yang direncanakan (performance based budgeting).

Kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura lebih lanjut diuraikan ke dalam subkegiatan-subkegiatan pada lingkup Puslitbang Hortikultura, yang dilaksanakan di satker Puslitbang Hortikultura, dan yang dilaksanakan di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Puslitbang Hortikultura, yaitu Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Balai Penelitian Tanaman Hias, dan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika.

(24)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 24

2.13. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama

Tabel 1. Sasaran strategis dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Puslitbang Hortikultura 2010-2014

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja

1. Tersedianya Varietas Unggul Baru hortikultura

Jumlah VUB Hortikultura 2. Tersedianya benih sumber

hortikultura - Jumlah Benih Sumber (G0) Kentang, Bawang Merah dan Sayuran Potensial - Jumlah Benih Sumber Buah Tropika

- Jumlah Benih Sumber Tanaman Hias

- Jumlah Benih Sumber Jeruk dan Buah Subtropika Benih Batang Bawah dan Batang Atas Hasil Perbanyakan SE

3. Tersedianya Teknologi Budidaya Produksi hortikultura Ramah lingkungan

Jumlah Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan

4. Tersedianya Sumber daya genetik

hortikultura Jumlah Sumberdaya Genetik Hortikultura yang Terkonservasi dan Terkarakterisasi Jumlah benih sumber :

5. Terselenggaranya diseminasi inovasi

Hortikultura Jumlah Diseminasi Inovasi Hortikultura 6. Tersedianya Rumusan Kebijakan

penelitian dan pengembangan hortikultura

Jumlah Rekomendasi Kebijakan litbang Hortikultura 7. Terwujudnya Kerjasama Bidang

Hortikultura

Jumlah Kerjasama Penelitian 8. Meningkatnya pemanfaatan

teknologi hortikultura Jumlah Koordinasi dan Pengawalan Program Dukungan dan Pengembangan Kawasan Hortikultura

Indikator kinerja merupakan bagian yang selaras dengan sasaran yang akan dicapai dengan target per tahun selama TA 2010 – 2014 seperti disajikan pada Tabel 1.

(25)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 25

Tabel 2. Sasaran, Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Target TA 2010 – 2014

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan TARGET

2010 2011 2012 2013 2014 1 Tersedianya Varietas Unggul Baru Hortikultura Jumlah VUB Hortikultura VUB 18 19 25 16 13 2 Tersedianya Benih Sumber Hortikultura

Jumlah Benih Sumber (G0) Kentang, Bawang Merah dan Sayuran Potensial Go Kentang 20.000 22.000 24.000 26.000 28.000 Kg Bawang merah & sayuran potensial 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 - Jumlah Benih Sumber Buah Tropika batang 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000 - Jumlah Benih Sumber Tanaman Hias planlet 1.800 2.400 3.100 3.700 4.000 stek 150.000 200.000 250.000 250.000 250.000 - Jumlah Benih

Sumber Jeruk dan Buah Sub Tropika

batang 2.335 3.035 4.000 5.200 6.700

- Benih Batang Bawah dan Batang Atas Hasil Perbanyakan SE planlet 100.000 500.000 500.000 500.000 500.000 3 Tersedianya Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan Jumlah Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan teknologi 12 13 12 14 12 4 Tersedianya Sumberdaya Genetik Hortikultura Jumlah Sumberdaya Genetik Hortikultura yang Terkonservasi dan Terkarakterisasi aksesi 1.435 1.560 1.560 1.560 1.560 5 Terselenggaranya Diseminasi Inovasi Hortikultura Jumlah Diseminasi

Inovasi Hortikultura seminar open house 7 1 8 1 8 1 8 1 pameran 20 24 24 24 jurnal 4 4 4 4 6 Tersedianya Rumusan Kebijakan Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Jumlah Rekomendasi Kebijakan litbang Hortikultura rekomendasi 1 1 1 1 7 Terwujudnya Kerjasama Bidang Hortikultura Jumlah Kerjasama Penelitian kerjasama 10 15 15 15 8 Meningkatnya Pemanfaatan Teknologi Hortikultura

Jumlah Koordinasi dan Pengawalan Program Dukungan dan Pengembangan Kawasan Hortikultura

(26)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 26 Indikator kinerja beserta targetnya tersebut akan dijadikan sebagai indikator utama pencapaian sasaran kegiatan pada masing-masing UK/UPT lingkup Puslitbang Hortikultura.

Keterkaitan antara tujuan, sasaran dan cara mencapai tujuan dan sasaran yang tertuang dalam Renstra Puslitbang Hortikultura tahun 2010-2014 disusun dalam Form Rencana Stratejik (RS) disajikan pada Lampiran 2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2013 telah disusun dan ditandatangani pada tahun 2012 (Lampiran 3). Selanjutnya pada Januari 2013 ditetapkan Penetapan Kinerja (PK) tanpa ada perubahan dari RKT yang telah disusun (Lampiran 4). PK merupakan kontrak kinerja antara Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dan menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan di Puslitbang Hortikultura beserta Balai-Balai Penelitiannya dalam upaya mencapai target yang telah ditetapkan.

Sebagai evaluasi terhadap pencapaian kinerja yang telah ditetapkan, dilaksanakan pengukuran capaian kinerja dengan membandingkan antara capaian yang diperoleh dengan target yang ditetapkan mengikuti format yang telah ditetapkan (Lampiran 5).

(27)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 27

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan kinerja Puslitbang Hortikultura berdasarkan kriteria keberhasilan (realisasi terhadap target), sasaran kegiatan yang dilaksanakan serta permasalahan dan upaya yang telah dilakukan. Untuk mengukur keberhasilan kinerja ditetapkan 4 (empat) kategori keberhasilan, yaitu (1)

sangat berhasil : ≥100 persen; (2) berhasil : 80 – < 100 persen; (3) cukup berhasil : 60 – <80 persen; dan kurang berhasil : < 60 persen. Realisasi

kinerja yang dicapai Puslitbang Hortikultura sampai akhir tahun 2013 menunjukkan bahwa sasaran telah dapat dicapai dengan rata-rata capaian sebesar 123,06% (sangat berhasil).

Keberhasilan pencapaian sasaran tersebut disebabkan oleh faktor pengawalan kegiatan melalui monitoring dan evaluasi kegiatan penelitian yang cukup ketat, mulai dari tahap awal hingga tahap akhir kegiatan. Keberhasilan pencapaian sasaran juga didorong oleh dukungan manajemen penelitian, baik aspek pelayanan keuangan, pengolahan data, perpustakaan, publikasi, dan sarana penelitian.

3.2 HASIL PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA

Berdasarkan RPJM 2010–2014, Puslitbang Hortikultura mempunyai 9 (sembilan) sasaran dan 8 (delapan) sasaran strategis dengan 8 (delapan) indikator kinerja. Target dan capaian untuk tahun 2013 adalah sebagai berikut :

(28)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 28

Tabel 3. Capaian Kinerja Indikator Sasaran Renstra Puslitbang Hortikultura Tahun 2013

Program/ Kegiatan Prioritas

Sasaran

Strategis Indikator Satuan Target Capaian Persen Program (Badan Litbang Pertanian): Penciptaan Teknologi dan Varietas Unggul Berdaya Saing Kegiatan (Puslitbang Hortikultura): Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hortikultura 1. Tersedianya Varietas Unggul Baru Hortikultura

Jumlah VUB Hortikultura VUB 31 27 87,10

2. Tersedianya Benih Sumber Hortikultura

- Jumlah Benih Sumber (G0) Kentang, Bawang Merah dan Sayuran Potensial

G0 kentang 101.000 121,235 98,01

- Bawang merah dan sayuran potensial

kg 35.000 26.596,93 - Jumlah benih sumber buah

tropika

batang 12.000 12.300 102,5 - Jumlah benih sumber tanaman

hias Planlet anggrek dan tanaman hias lain 3.700 14.085 360,68 Stek krisan 300.000 492,253 164,08 - Jumlah Benih Sumber Jeruk

dan Buah Subtropika

BF & BPMT jeruk, benih sumber buah subtropika

5.200 7.233 139

- Benih Batang Bawah dan Batang Atas Hasil Perbanyakan SE planlet 300.000 30.000 10 3. Tersedianya Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan

Jumlah Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan teknologi 24 26 108,69 4. Tersedianya Sumberdaya Genetik Hortikultura

Jumlah Sumberdaya Genetik Hortikultura Yang Terkonservasi dan Terkarakterisasi aksesi 1.920 1.963 102,24 5. Terselenggaran ya Diseminasi Inovasi Hortikultura

Jumlah Diseminasi Inovasi

Hortikultura Seminar Open 5 13 260

house/field day 4 4 100 Pameran 31 42 135,48 Jurnal 6* 4 100 Leaflet/bookl et (eks) 12.000 12.000 100 Materi web 12 12 100 Gelar teknologi 1 2 200 Majalah Iptek 400 400 100

(29)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 29 Hortikultura (eks) Buku Profil Buah Nusantara (eks) 300 300 100 Promosi TV (kali) 4 6 150 Diseminasi teknologi ke BPTP (paket) 1 1 100 6. Tersedianya Rumusan Kebijakan Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Jumlah Rekomendasi

Kebijakan litbang Hortikultura rekomendasi 3 6 200

7. Terwujudnya Kerjasama Bidang Hortikultura

Jumlah Kerjasama Penelitian kerjasama 23 26 113,04

8. Meningkatnya Pemanfaatan Teknologi Hortikultura

Jumlah Koordinasi dan Pengawalan Program Dukungan dan Pengembangan Kawasan Hortikultura

(30)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 30

3.3 PENJELASAN MEMADAI ATAS PENCAPAIAN KINERJA

Pengukuran tingkat capaian kinerja Puslitbang Hortikultura Tahun 2013 dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja sasaran dengan realisasinya. Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2013 Puslitbang Hortikultura dapat dijelaskan sebagai berikut :

Sasaran Strategis 1 :

Tersedianya Varietas Unggul Baru Hortikultura yaitu dihasilkannya Varietas Unggul Baru (VUB) komoditas hortikultura

Untuk mencapai sasaran strategis pertama tersebut, diukur dengan 1 (satu) indikator kinerja yaitu Jumlah VUB Hortikultura. Adapun pencapaian target dari indikator kinerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Indikator Kinerja Target Realisasi %

Jumlah VUB Hortikultura 31 27 87,10

Terdiri dari:

- VUB sayuran 4 2 50

- VUB buah tropika 2 2 CVUB 80

- VUB tanaman hias 23 25 108,69

- VUB jeruk dan buah

subtropika

2 2 VUB 80

Berdasarkan indikator kinerja sasaran strategis pertama dengan indikator jumlah VUB hortikultura pada tahun 2013 telah dihasilkan 27 VUB hortikultura dari target 31 VUB dengan capaian realisasi tidak memenuhi target, yaitu 87,10% (berhasil). Tidak tercapainya target VUB Hortikultura disebabkan oleh : A) Realisasi VUB tanaman sayuran mencapai 50% (kurang berhasil). Hanya diperoleh 2 VUB sayuran dari 4 VUB sayuran yang ditargetkan, hal ini disebabkan karena tiga genotipe/klon yaitu CIP-394614.117, CIP 391846.5 & CIP-397073.7 statusnya telah diuji keunggulannya di dataran medium pada musim hujan, namun pengujian musim kemarau mengalami kegagalan karena kekeringan dan pola musim yang mengalami perubahan sehingga endemik penyakit bakteri yang tidak dapat diatasi; B) Capaian VUB realisasi buah tropika mencapai 80%

(31)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 31

(berhasil) hal ini disebabkan karena dari 2 (dua) VUB buah tropika yang

ditargetkan diperoleh 2 calon varietas unggul baru (CVUB) yang saat ini dalam proses pendaftaran menjadi VUB yaitu durian Kalumpang Sijunjung dan mangga Agri Gardina 45. Naskah pendaftaran durian telah dievaluasi namun ada perbaikan yaitu varietas pembanding harus memakai varietas yang telah dilepas yang berasal dari Sumatera Barat dengan alasan karena durian bersifat spesifik lokasi. Durian ini dieksplorasi mulai tahun 2011, kemudian terus dievaluasi sampai tahun 2013 dalam proses pendaftaran VUB. Pada tahun 2013 juga telah diperoleh 1 CVUB mangga yang diusulkan dengan nama Agri Gardina 45. Saat ini CVUB tersebut masih dalam proses pendaftaran dan pelepasan varietas. Keunggulan dari varietas ini adalah rasa manis, warna kulit buah merah kekuningan, tajuk tanaman rendah yaitu ± 3 m, tanaman genjah (umur 3 tahun berbuah), umur panen genjah (90-100 hari setalah bunga mekar) dan produksi tinggi (25-30 kg/pohon/tahun) (Gambar 1). Pada aksesi durian diketahui mempunyai keunggulan porsi buah yang dapat dimakan > 30%, rasa manis, pulen, serat rendah dan berwarna kuning (Gambar 2).

(32)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 32

Lb-Trk 02 Lb-Trk 04 Lb-Trk 06

Gambar 2. Aksesi durian dengan porsi edible >30% Bjnra-012 BK.Sgu.005-2013

BK.Sgu.004-2013 BK.Sgu.006-2013 Dairi.SU.002A.2013 Bjnra-001

(33)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 33 C) Capaian realisasi VUB tanaman jeruk dan buah subtropika berdasarkan indikator jumlah VUB yang ditargetkan pada tahun 2013 menghasilkan 2 (dua) VUB, belum tercapai sepenuhnya dengan realisasi capaian sebesar 80%

(berhasil). VUB tersebut yaitu jeruk keprok SoE dan jeruk Pamelo dengan

sifat seedless, daya hasil tinggi, rasa manis dan warna kulit menarik. Hasil evaluasi sampai akhir tahun 2013 menyimpulkan bahwa meskipun kedua VUB telah memiliki karakter unggul sifat seedless, daya hasil tinggi, rasa manis dan warna kulit menarik (Gambar 3), tetapi karakter yang dimiliki oleh kedua VUB tersebut belum stabil, sehingga masih diperlukan evaluasi lanjutan. Sebagai tindak lanjut dari permasalahan ini, pada tanggal 16-17 Desember 2013 di Bogor. Puslitbang Hortikultura telah menyelenggarakan diskusi mengenai Refocusing Kegiatan Penelitian Perakitan Varietas Jeruk, hasil diskusi menyarankan tindak lanjut dan langkah efektif agar capaian target dapat segera terealisasi, yaitu: dalam program pemuliaan seedless perlu difokuskan pada upaya memastikan mekanisme seedlesness pada kasus pemuliaan jeruk, dengan

tujuan agar segera mendapatkan solid mutant yang stabil. Seedlesness

disebabkan oleh beberapa faktor reproductive cycle yang kegagalannya

mengakibatkan seedlessness : 1) parthenocarpi alami; male/female sterility; 2) self-incompatibility; 3) anther dari bunga yang sarna tidak dapat menyerbuki kepala putik, sedangkan dari pohon yang lain dapat menyerbuki putik; 4) aborsi embryosach; 5) induced mutation yang mengakibatkan pollen tidak viable; 6) aplikasi zpt; auksin GA3; 7) poliploidi; triploid; endosperm, embryo rescue tanaman seedless, fusi/persilangan diploid dan tetraploid. Sebagai contoh diilustrasikan kasus di Mesir, dimana mutasi diinduksi dengan oryzalin 30-50 uM 2-3 hari repeat 5 kali pada tunas muda (embryogenic). Dengan asumsi meristem terdiri dari sekitar 200 sel, (100 urn), maka diharapkan mampu menghasilkan 200 tanaman, one cell one plant.

(34)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 34 Adapun 27 VUB yang dihasilkan Puslitbang Hortikultura pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

VUB Sayuran

1) TSS 1-S4/Brebes 1. Keunggulan: hasil umbi 20-21 t/ha, toleran terhadap

penyakit alternaria porii, susut bobot umbi 18-19%, daya simpan umbi

4-6 bulan pada suhu 27C, kebutuhan benih per hektar 2 kg dengan daya berkecambah benih 80%. Wilayah adaptasi Tegal dan Brebes (pada ketinggian 4-600 m dpl. Dapat ditanam di luar musim (Mei-Agustus) (Gambar 4).

2) TSS-KL 80 S3/Brebes 2. Keunggulan: hasil umbi 14-23 t/ha, toleran terhadap curah hujan tinggi, beradaptasi luas (18 m – 1200 m dpl.) daya

simpan umbi 4 bulan pada suhu 27C, kebutuhan benih per hektar 1-2

kg. Wilayah adaptasi Tegal dan Brebes (pada ketinggian 4-600 m dpl. Dapat ditanam di luar musim (Mei-Agustus) (Gambar 5).

(35)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 35

Gambar 4. TSS 1-S4/Brebes 1 Gambar 5. TSS-KL 80 S3/Brebes 2

VUB Tanaman Hias

Tanaman hias menghasilkan sebanyak 25 (dua puluh lima) VUB (Gambar 6) terdiri dari :

3 (tiga) VUB anggrek Phalaenopsis tipe standar, 2 (dua) VUB anggrek Phalaenopsis tipe multiflora, 1 (satu) VUB anggrek Dendrobium, 2 (dua) varietas krisan pot, 5 (lima) varietas krisan tipe spray, 7 (tujuh) varietas krisan mutan, dan 5 (lima) varietas Anyelir

Keunggulan dari 25 (dua puluh lima) tanaman hias tersebut adalah sebagai berikut :

1. Anggrek Phal. Standar varietas Ayu Larasati. Bentuk bunga bulat;

arah menghadap bunga segala arah; corak bunga bergaris dan berbintik; warna tugu Purple (Violet groups 76B Royal Hort. Colour Chart), splas violet (Violet groups 87D Royal Hort. Colour Chart); jumlah bunga mekar 14 – 18kuntum; lama kesegaranbunga3 – 4 bulan. Tipe multiflora bunga besar dan jumlah kuntum bunga banyak. Susunan bunga berderet rata dan rapih jika diletakan di atas meja akan sangat indah

2. Anggrek Phal. Standar varietas Ayu Pratiwi. Bentuk bunga bulat;

arah menghadap bunga dua arah; corak bunga bergaris dan berbintik; warna tugu Purple violet (Violet groups 81B Royal Hort. Colour Chart) warna garis dan bintik pada sepal lateral dan petal tajam, tipe standard dan jumlah kuntum bunga banyak. Susunan bunga berderet rata dan rapih jika diletakan di atas meja akan sangat indah.

3. Anggrek Phal. Standar varietas Ayu Respati. Bentuk bunga bulat;

(36)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 36 warna tugu Purple (Violet groups 76B Royal Hort. Colour Chart), splas violet (Violet groups 87D Royal Hort. Colour Chart); jumlahbungamekar 14 – 18kuntum; lama kesegaran bunga3 – 4 bulan. Tipe multiflora bunga besar dan jumlah kuntum bunga banyak. Susunan bunga berderet rata dan rapih jika diletakan di atas meja akan sangat indah

4. Anggrek Phal. Multiflora varietas Atminda, lama kesegaran bunga

3 - 4 bulan; hasil bunga 2 - 3 spike / tanaman / tahun; Jumlah kuntum bunga 7 – 12 / tangkai; beradaptasi baik di dataran ketinggian 1.000 m dpl

5. Anggrek Phal. Multiflora varietas Abbrittyas, lama kesegaran

bunga 3 - 4 bulan; hasil bunga 2 - 3 spike / tanaman / tahun; Jumlah kuntum bunga 18 - 20/tangkai; beradaptasi baik di dataran ketinggian 600 – 1.400 m dpl.

6. Anggrek Dendrobium varietas Syifa. Bentuk bunga bintang; arah

menghadap bunga dua arah; warna tugu Hijau kekuningan (Yellow green group 145D); jumlah bunga mekar 6-9 kuntum; lama kesegaran bunga 1,5-2 bulan. Ukuran bunga dan warna bunga; Adaptif di dataran rendah sampai dataran tinggi.

7. Krisan pot varietas Aiko. Tinggi tanaman 24,5–27,5 cm; Tipe bunga

spray; Bentuk bunga ganda; Jumlah bunga 7-23 kuntum per tangkai; Warna bunga pita Greyed orange group 175 B; warna bunga tabung Yellow green group 153 C. Respon time 50-60 hari setelah periode hari panjang; dapat dibudidayakan tanpa menggunakan alat, bentuk bunga ganda dengan warna kuntum bunga merah, jumlah kuntum bunga yang banyak; beradaptasi baik pada ketinggian 700 - 1200 m dpl.

8. Krisan pot varietas Avanthe. Tinggi tanaman 17,8 - 26 cm; Tipe

bunga pot; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 4 - 5 kuntum; Warna bunga ungu respon time 56 - 65 hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.200 m dpl.

9. Krisan tipe spray varietas Solinda Pelangi. Tinggi tanaman 130,0 -

134,5 cm; Tipe bunga spray; Bentuk ganda; Jumlah bunga 8 - 12 kuntum; Warna bunga putih. lama kesegaran bunga 14 - 17 hari; respon time 55 - 65 hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.200 m dpl

(37)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 37

10. Krisan tipe spray varietas Arosuka Pelangi. Tinggi tanaman 121,5

- 128,5 cm; Tipe bunga spray; Jumlah bunga 14 - 17 kuntum; Warna

bunga kuning lama kesegaran bunga 14 - 17 hari; respon time 56 - 61

hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.200 m dpl

11. Krisan tipe spray varietas Sabiya. Tinggi tanaman 130,0 - 134,5 cm;

Tipe bunga spray; Bentuk ganda; Jumlah bunga 8 - 12 kuntum; Warna bunga kuning lama kesegaran bunga 14 - 17 hari; respon time 55 - 65 hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.200 m dpl

12. Krisan tipe spray varietas Awanis. Tinggi tanaman 100,0 – 107,0

cm; Tipe bunga spray; Bentuk ganda; Jumlah bunga 8 - 10 kuntum;

Warna bunga putih; warna bunga tabung Yellow Green Group RHS

Colour Chart 154 A. Lama kesegaran bunga 18 - 21 hari; respon time 57 - 64 hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 - 1200 m dpl.

13. Krisan tipe spray varietas Erika, Tinggi tanaman 113,5 – 126,5 cm;

Tipe bunga standar; Bentuk dekoratif; Jumlah buLama kesegaran bunga 16 - 20 hari; respon time 49 - 55 hari setelah periode hari panjang; bentuk bunga dekoratif standar dengan warna kuntum bunga ungu muda, ukuran bunga yang relative besar dan agak tahan terhadap penyakit karat; beradaptasi baik pada ketinggian 700 - 1200 m dpl nga 1 kuntum; Warna bunga Red Purple Group RHS Color Chrat 75 D.

14. Krisan Mutan varietas Jayani. Tinggi tanaman 110-120 cm; tipe

bunga standar; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 1 kuntum; Warna bunga putih. Respon time 9-10 minggu setelah periode hari panjang; Batang besar dan kekar untuk menunjang ukuran bunga yang besar. Ketahanan segar dalam vas yang relatif lama.

15. Krisan Mutan varietas Pinka Pinky. Tinggi tanaman 100-110 cm;

tipe bunga standar; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 1 kuntum; Warna bunga pink. Respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang; Bunga berukuran besar yang ditopang oleh batang yang tebal; Ketahanan segar bunga potong relatif lama

(38)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 38

16. Krisan Mutan varietas Dwimahyani. Tinggi tanaman 100-110 cm;

tipebunga spray; Bentuk bunga tunggal; Jumlah bunga 9-15 kuntum per tangkai; Warna bunga pita pink dan oranye; warna bunga tabung hijau. Respon time 8-8,5 minggu setelah periode hari panjang; Tangkai bunga terminal yang pendek sehingga kuntum bunga menandan membentuk kubah yang kompak.

17. Krisan Mutan varietas Hartuti. Tinggi tanaman 110-120 cm;

tipebunga spray; Bentuk bunga tunggal; Jumlah bunga 16-22 kuntum per tangkai; Warna bunga pita pink; warna bunga tabung hijau. Respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang; Pertumbuhan sangat cepat, batangnya sangat kuat dengan daun yang agak tebal untuk menunjang diameter bunga yang besar.

18. Krisan Mutan varietas Suciyono. Tinggi tanaman 110-120 cm; tipe

bunga standar; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 1 kuntum; Warna bunga pita putih. Respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang; Batang kuat untuk mendukung ukuran bunga dan cakram bunga yang besar. Kuntum bunga padat dan masif sehingga bunga pita tidak mudah gugur. Ketahanan segar dalam vas yang lebih lama.

19. Krisan Mutan varietas Pinkana. Tinggi tanaman 110-120 cm; tipe

bunga spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah bunga 15-22 kuntum per tangkai; Warna bunga pita violet kemerahan; warna bunga tabung

hijau. Respon time 9-10 minggu setelah periode hari panjang;

Batangnya sangat kuat dengan daun yang agak tebal untuk menunjang jumlah kuntum bunga yang banyak.

20. Krisan Mutan varietas Marina. Tinggi tanaman 90-110 cm; tipe

bunga standar; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 1 kuntum; Warna bunga putih. Respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang; Kuntum bunga padat dan masif yang ditopang oleh batang yang kuat dan memiliki ketahanan segar yang lebih lama.

21. Anyelir varietas Laras. Tinggi tanaman 37 - 40 cm; Tipe bunga spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 10 - 11 helai; Warna bunga merah lama kesegaran bunga 10 - 12 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 - 1500 m dpl

(39)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 39

22. Anyelir varietas Aruna. Tinggi tanaman 36 - 51 cm; Tipe bunga spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 15 - 23 helai; Warna bunga merah tua lama kesegaran bunga 9 - 12 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.500 m dpl

23. Anyelir varietas Belani. Tinggi tanaman 35 - 47 cm; Tipe bunga

spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 10 - 14 helai; Warna bunga ungu merah lama kesegaran bunga 10 - 11 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.500 m dpl

24. Anyelir varietas Bintari. Tinggi tanaman 41 - 44 cm; Tipe bunga

spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 13 - 19 helai; Warna bunga merah lama kesegaran bunga 10 - 11 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.500 m dpl

25. Anyelir varietas Laksmi, Tinggi tanaman 31 - 35 cm; Tipe bunga

spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 13 - 15 helai; Warna bunga merah ungu lama kesegaran bunga 10 - 12 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.500 m dpl.

Anggrek Phal. Multiflora Var. Atmindra Anggrek Phal. Multiflora Var. Abrittyas Anggrek Dendrobium Var. Syifa Standar Var. Ayu

Larasati Standar Var. Ayu Respati Standar Var.

(40)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 40

Krisan Pot Var. Aiko

Krisan Pot Var. Avanthe

Krisan tipe Spray

Var. Solinda Pelangi

Krisan tipe Spray

Var.Arosuka Pelangi

Krisan tipe

Spray

Var.Sabiya

Krisan tipe Spray

Var.Awanis Krisan tipe Var.Erika Spray

Krisan Mutan Var. Marina Krisan Mutan Var.

Jayani

Krisan Mutan Var. Dwimahyani

Krisan Mutan Var. Pinka

(41)

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 41

Gambar 6. 25 VUB Tanaman Hias

Sasaran Strategis 2 :

Tersedianya benih sumber hortikultura, yaitu dihasilkannya benih sumber (G0) kentang, bawang merah dan sayuran potensial, benih sumber buah tropika dan subtropika, benih sumber tanaman hias, dan benih jeruk batang bawah dan batang atas hasil perbanyakan SE.

Krisan Mutan Var. Pinkana Krisan Mutan Var. Marina

Laras Laksmi

Gambar

Tabel  1.  Sasaran  strategis  dan  Indikator  Kinerja  Utama  (IKU)  Puslitbang Hortikultura 2010-2014
Gambar 1. Keragaan buah mangga Agri Gardina 45
Gambar 2. Aksesi durian dengan porsi  edible  &gt;30%
Gambar 3. Penampilan CVUB buah Keprok SoE dan Pamelo  Seedless
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sintesis senyawa analog dengan antibiotika golongan ini yang tidak dikenali oleh efflux pump dari bakteri, sehingga akan memperpanjang aktivitas dari antibiotika tersebut,

Hal ini meliputi terpenuhinya kebutuhan manusia yang semakin  baik yaitu penemuan teknik modern bidang penerbangan, teknik kimia, teknik sipil, teknik listrik,  baik yaitu

INOVASI PRODUK ROTI GORENG ISI KACANG HIJAU (SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI DAGING DARI PROTEIN NABATI) SKRIPSI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Berdasarkan penelitian terdahulu dana pihak ketiga (DPK) dapat dipengaruhi oleh kinerja keuangan sesuai dengan penelitian dari Iqbal Firdausi yang berjudul Analisis

Skripsi dengan judul : Perbedaan Perilaku Asertif Pada Siswa Sekolah Mengengah Kejuruan Kasatriyan Surakarta dan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Banyumas

POwer house lama E^ SUNGA, EME1 RAWASAGU «• J^™ D D n a 125 SSO —; &gt; KE CHSIR1K MINMPTANA 0 250 - Y-20.000 di dengan aslinya , HUKUM LAMPIRAN I KEPUTUSW menteri perhubjngan

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul Analisa Yuridis Transaksi Jual Beli Dengan

Namun dengan menggunakan alat bantu ini pekerja hanya perlu memutar frame sesuai kebutuhan untuk menjangkau permukaan yang belum diplitur sehingga pekerja tidak perlu