LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1 Pengertian internet
Menurut Lani Sidharta (1996); Internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dan lain sebagainya. Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya. Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking, yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, salelit, dan lainnya.
Internet memberikan banyak sekali manfaat baik maupun yang buruk. Manfaat yang baik adalah bila internet digunakan untuk pembelajaran informasi. Manfaat yang buruk apabila internet digunakan untuk hal – hal yang berbau pornografi, informasi kekerasan, dan lain – lainnya yang negatif. Internet memungkinkan pengguna komputer di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan cara saling mengirimkan email, menghubungkan komputer satu ke komputer lainnya, mengirim dan menerima file dalam bentuk text, audio, video, serta membahas topik tertentu pada newsgroup dan social networking.
Pengaruh perkembangan Internet
Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut.
Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.
Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
Perkembangan Sejarah internet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu :
a. Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
b. Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
c. Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.
d. Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai sebuah bisnis elektronik (electronic commerce), pemilikan informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.
2.2 Pengertian Pemasaran
George E. Belch dan Michael A. Belch, dalam buku (Advertising & Promotion: an IMC Perspective, 2007:8) mengemukakan definisi konsep pemasaran sebagai fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk kreasi, komunikasi dan penyampaian nilai kepada para pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan yang memberikan manfaat bagi organisasi dan para pemangku kepentingan (stakeholders) yang memiliki hubungan erat dengan organisasmemuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial”.
Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.
Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
Konsep-konsep Pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:
1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah.
2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat. 3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king) 5. Andalah yang menentukan (United Airlines)
6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).
Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
1. Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik.
3. Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
5. Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
6. Konsep Pemasaran Global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.
Pengertian Sistem Pemasaran
Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagia yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup :
a. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran. b. Produk, jasa, gagasan atau manusia yan dipasarkan. c. Target pasar.
d. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan). e. Kendala lingkungan (environmental constraints).
Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat
Macam-macam system pemasaran :
1. System pemasaran dengan saluran vertical
Tujuannya adalah :
a. Mengendalikan perilaku saluran.
b. Mencegah perselisihan antara anggota saluran.
2. System pemasaran dengan saluran horizontal.
Pada system ini, ada suatu kerjasama anatara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.
3. Sistem pemasaran dengan saluran ganda
Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.
Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :
1. Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2. Posisi persaingan perusahaan dipasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
3. Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.
Jenis-jenis strategi pemasaran diantaranya adalah :
1. Strategi kebutuhan primer, Strategi-strategi yang dibutuhkan untuk merancang kebutuhan primer yaitu :
a. Menambah jumlah pemakai b. Meningkatkan jumlah pembeli
2. Strategi kebutuhan selektif, strategi-strategi yang dibutuhkan utnuk merancang kebutuhan selektif dengan cara :
a. Mempertahankan pelanggan misalnya dengan cara memlihara kepuaasan dari pelanggan, menyederhanakan proses pembelian, mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merek.
2.3 Bauran pemasaran
Menurut kotler dan armstrong (2004, pp56-pp58) bauran pemasaran (marketing mix) adalah kesatuan dari seperangkat alat pemasaran taktis (tools marketing tactical) yang dapat dikontrol dan dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar yang ditargetkan. Bauran pemasaran terdiri dari hal-hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mempengaruhi permintaan terhadap produknya.
Kemungkinan-kemungkinan itu dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok variable yang dikenal dengan 4P yaitu :
a. Product
Product atau produk artinya kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pasar sasaran.
b. Price
Price atau harga artinya sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh produk.
c. Place
Place atau distribusi meliputi aktifitas perusahaan agar produk mudah didapatkan konsumen sasarannya.
d. Promotion
Promotion atau promosi artinya aktifitas mengkomunikasikan keunggulan produk serta membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya.
2.4 Pengertian E-Business
Kalakota, Robinson dan Marcia (2001) mengemukakan bahwa e-Business adalah berbagai macam aktivitas bisnis secara elektronik dengan menggunakan teknologi yang berbasis internet. Business merupakan konsep yang lebih luas dari Commerce, karena e-Business tidak hanya menjual suatu barang atau jasa kepada pelanggan tetapi juga melayani dan menjaga hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis.
Menurut turban (2002), e-Business adalah mengenai rantai waktu, kecepatan, globalisasi, pengembangan produktivitas, mencapai pelanggan baru, dan membagi pengetahuan kepada seluruh intitusi untuk keuntungan kompetitif. Sedangkan menurut Kalakota (2001, h7), e-Business bukan saja merupakan transaksi jual beli melalui internet melainkan strategi keseluruhan memperbaiki model bisnis lama dengan dukungan teknologi untuk memaksimalkan nilai pelanggan dan keuntungan.
Sedangkan menurut sumber referensi lain (Braincodenews.com) mengemukakan banyak orang mengasumsi bahwa e-Commerce dan e-Business itu sama. Istilah e-Commerce dan e-Business kedengarannya sama tetapi secara teknis keduanya tidak sama.
Keduanya memang memiliki huruf ”e” yang mengindikasikan pengunaan elekronik termasuk internet dan EDI (Electronic Data Interchange) untuk mengembangkan proses bisnis. Secara definisi Commerce merupakan bagian dari Business, namun tidak semua e-Business merupakan e-Commerce.
e-Commerce lebih sempit jika dibandingkan dengan e-Business, dimana e-Commerce adalah sub perangkat dari e-Business. Dimana e-Business sangat luas, menunjuk kepada penggunaan teknologi untuk menjalankan bisnis yang memberikan hasil, memberikan dampak yang besar kepada bisnis secara keseluruhan.
Sementara e-Commerce mengacu kepada penggunaan internet untuk belanja online, sperti untuk belanja produk dan jasa. Contohnya terjadi ketika konsumen meng-order tiket, buku atau hadiah, produk berwujud maupun tidak berwujud melalui internet. Sampel lainnya ketika suatu organisasi atau individu membayarkan sejumlah uang via internet.
Isitilah e-Business meng-cover semua area bisnis. e-Business terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan para klien atau nasabah melalui email. Pemasaran dilakukan melalui internet, menggunakan internet untuk riset pasar, menjual produk atau jasa melalui internet, menggunakan internet untuk menghire orang, menggunakan internet untuk promosi barang dan jasa, dan sebagainya.
Ilustrasi yang lainnya, order buku di Amazon.com temasuk pada Commerce dan e-Business. Membuat sebuah peta dengan arahan dari rumah kekantor pos di Yahoo.com merupakan e-Business tetapi tidak melibatkan e-Commerce.
Memang terkadang banyak hal membingungkan dari istilah-istilah tersebut. Kebingungan seperti istilah marketing (pemasaran) dan sales (penjualan). Sales merupakan bagian dari marketing. Marketing termasuk aktivitas lain seperti periklanan, yang bukan merupakan bagian dari sales.
2.5 Analisis 5 kekuatan kompetitif dari Porter
Five Forces Model Porter adalah strategi bisnis yang digunakan untuk melakukan analisis dari sebuah struktur industri.
Analisis tersebut dibuat berdasarkan 5 kekuatan kompetitif yaitu:
1. Masuknya Kompetitor. Bagaimana Cara yang mudah atau sulit untuk kompetitor baru untuk mulai bersaing industri yang sudah ada.
2. Ancaman Produk atau Jasa pengganti. Cara mudah masuknya produk atau jasa yang dapat menjadi alternatif dari produk atau jasa yang sudah ada, khususnya yang dibuat dengan biaya lebih murah.
3. Daya tawar dari pembeli. Bagaimana kuatnya posisi pembeli. Pembeli mempunyai kekuatan untuk menentukan kemana dia akan melakukan transaksi.
4. Daya tawar dari supplier. Bagaimana kuatnya posisi penjual. Apakah ada banyak supplier atau hanya beberapa supplier saja, bisa jadi mereka memonopoli supply barang.
5. Persaingan di antara pemain yang sudah ada. Bagaimana kuatnya persaingan diantara pemain yang sudah ada. Apakah ada pemain yang sangat dominan atau semuanya sama.
Gambar 2.1 Lima analisis menurut Michael E.Porter Sumber: Harvard Business Review, January 2008
Pembahasan tentang hal- hal yang dapat mempengaruhi kelima kekuatan tadi adalah :
1. Ancaman kompetitor baru tergantung pada:
a. Skala ekonomis b. Modal utk investasi c. Akses utk distribusi d. Akses ke teknologi
e. Brand loyalty, apakah pelanggan setia dengan brand tertentu f. Peraturan pemerintah
2. Ancaman dari Produk, jasa pengganti tergantung pada:
a. Kualitas, apakah kualitas pengganti tersebut lebih baik atau tidak b. Keinginan pembeli untuk beralih ke produk jasa pengganti c. Harga dan performa dari produk jasa pengganti
d. Biaya utk beralih ke produk jasa pengganti. Apakah mudah untuk mengubah ke produk lain.
3. Daya tawar dari pembeli, tergantung pada:
a. Konsentrasi dari pembeli, apakah ada pembeli yang dominan atau banyaknya penjual.
b. Diferensiasi dari produk, apakah produk tersebut standar atau tidak c. Profitabilitas pembeli
d. Kualitas dari produk dan service
e. Perpindahan biaya, seberapa mudah pembeli untuk beralih ke pemasok lain
4. Daya tawar dari Supplier tergantung pada:
a. Konsentrasi dari supplier, apakah banyak pembeli dan sedikit supplier b. Brand, apakah brand supplier tersebut sudah kuat
c. Profitabilitas supplier
d. Pemasok masuk ke dalam industri. Contoh: produsen mengatur sendiri gerai ritelnya
e. Pembeli tidak berpindah ke supplier yang lain. f. Kualitas dari produk dan service
a. Struktur dari kompetisi, persaingan akan semakin hebat apabila terdapat banyak industri kecil atau memiliki ukuran yang sama antar kompetitor. Sebaliknya apabila industri telah memiliki pemimpin pasar maka persaingan akan sedikit. b. Struktur dari biaya di industri. Industri yang memiliki biaya yang tinggi akan
mendorong kompetitor untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih murah. c. Tingkat diferensiasi produk. Industri yang produknya adalah komoditas biasanya
akan memiliki persaingan yang besar.
d. Perpindahan biaya. Persaingan akan berkurang apabila pembeli telah beralih ke biaya tinggi.
e. Tujuan strategis, jika kompetitor mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan semakin besar
f. Ketika hambatan untuk meninggalkan industri semakin tinggi maka persaingan akan semakin besar.
2.6 Analisis SWOT
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Gambar 2.2 SWOT Matrix
Sumber: Buku analisis SWOT teknik membedah kasus bisnis, halaman 31 By: Freddy Rangkuti
Tujuan Analisis SWOT
Analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal yang terlibat sebagai inputan untuk perancangan proses sehingga proses yang dirancang dapat berjalan optimal, efektif, dan efisien.
Penjabaran Analisis SWOT
S = Strength merupakan kondisi internal yang menunjang suatu organisasi untuk mencapai objektif yang diinginkan
W = Weakness merupakan kondisi internal yang menghambat suatu organisasi untuk mencapai objektif yang diinginkan
O = Opportunity merupakan kondisi eksternal yang menunjang suatu organisasi untuk mencapai objektifnya
T = Threat merupakan kondisi eksternal yang menghambat suatu organisasi untuk mencapai objektifnya
SWOT Matrix
SWOT Matrix menggambarkan berbagai alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan yang disarankan pada hasil analisis SWOT. Karenanya tidaklah mengherankan jika kemudian ada 4 alternatif strategi yang tersedia yaitu strategi SO, WO, ST dan WT. Data dan informasi yang digunakan oleh masing-masing strategi ini diperoleh dari matrix EFE dan IFE. Oleh karena itu sebelum menghasilkan SWOT Matrix, pembuatan EFE (External Factor Evaluation) dan IFE (Internal Factor Evaluation) tentu saja menjadi hal yang harus didahulukan terlebih dahulu.
Strategi SO dalam SWOT Matrix ini adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan yang dimilikinya/Strength (S) untuk memanfaatkan berbagai peluang/Opportunities (O) yang ada.
Sedangkan WO strategi adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan seoptimal mungkin meminimalisir kelemahan/Weakness (W) yang ada untuk memanfaatkan berbagai peluang/Opportunity (O).
Strategi ST adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan/Strength (S) untuk mengurangi berbagai ancaman/Threats (T) yang mungkin melingkupi perusahaan. Dan yang terakhir, strategi WT adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi kelemahan/Weaknesses (W) dalam rangka meminimalisir menghindari ancaman/Threats (T).
Penyusunan Strategi Berdasarkan Analisis SWOT
1. Setelah kondisi-kondisi teridentifikasi, maka strategi dapat disusun berdasarkan analisis SWOT:
a. Bagaimana menggunakan Strength? b. Bagaimana memperbaiki Weakness?
c. Bagaimana mengeksploitasi setiap Opportunity? d. Bagaimana melunakkan Threat ?
2. Terancang suatu proses yang dapat dieksekusi secara optimal.
Jadi, antara kekuatan maupun kelemahan, peluang ataupun ancaman bila digunakan sudut pandang yang berbeda dapat menjadi terbalik. Oleh karena itu, hal utama sebelum menentukan SWOT adalah memahami tujuan (objektif) dari suatu organisasi itu sendiri sehingga konteks SWOT pun tentu sesuai dengan pencapaian objektif SWOT.
Marketing atau Pemasaran adalah suatu perpaduan dari aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen serta mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan dan harga agar kebutuhan konsumen dapat terpuaskan dengan baik pada tingkat keuntungan tertentu.
Menurut American Marketing Association yang dikutip oleh Kleindl dan Burrow (2005) marketing adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari ide atau pemikiran konsep, harga, promosi dan distribusi. Marketing dapat diartikan lebih sederhana yakni pembangunan dan pemeliharaan hubungan yang saling memuaskan antara perusahaan dan konsumen. Saat ini marketing telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Aktivitas marketing menjadi lebih luas dengan adanya internet.
Penggunaan internet dan fasilitas yang ada di dalam internet untuk melakukan aktivitas marketing dikenal sebagai e-Marketing (Kleindl dan Burrow, 2005). Menurut Boone dan Kurtz (2005) e-Marketing adalah salah satu komponen dalam e-Commerce dengan kepentingan khusus oleh marketer, yakni strategi proses pembuatan, pendistribusian, promosi, dan penetapan harga barang dan jasa kepada pangsa pasar internet atau melalui peralatan digital lain.
Sedangkan menurut Strauss dan Frost (2001) e-Marketing adalah penggunaan data dan aplikasi elektronik untuk perencanaan dan pelaksanaan konsep, distribusi, promosi, dan penetapan harga untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.
Dengan adanya pemasaran konsumen tidak perlu lagi memenuhi kebutuhan pribadi secara sendiri-sendiri dengan melakukan pertukaran antara konsumen dengan pelaku pemasaran sehingga akan ada banyak waktu konsumen untuk kegiatan yang dikuasai atau disukai.
Pengertian tentang e-Marketing menurut Armstrong dan Kottler (2004:74) adalah sebagai berikut: e-Marketing is the marketing side of e-Commerce it consists of company efforts to communicate abaout, promote and sell products and services over the internet. Yang bisa diartikan sebagai berikut: e-Marketing adalah sisi pemasaran dari e-Commerce, yang terdiri dari kerja dari perusahaan untuk mengkomunikasikan sesuatu, mempromosikan, dan menjual barang dan jasa melalui internet.
Keuntungan penggunaan e-Marketing
Keuntungan yang dapat diberikan dengan adanya penggunaan e-Marketing ini bagi perusahaan menurut Jamal (1996:18) yaitu :
1. Mampu menjangkau berbagai konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi oleh pesaing.
2. Target adalah konsumen yang telah terbagi kedalam kelompok dan mengembangkan dialog berkelanjutan.
3. Transaksi bisnis secara elektronik dan dengan biaya yang rendah. e-mail dan data files dapat dipindahkan kepada konsumen yang terpilih atau semua konsumen dalam hitungan detik.
4. Jalur proses penjualan lansung dari produsen kepengguna tanpa harus melewati jalur distribusi klasik.
5. Dapat menambahkan produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencana penjualan dengan sangat cepat.
6. Dapat melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, langkah-langkahnya dan hasil yang didapat.
7. Dapat mengawasi pesaing.
8. Menciptakan dialog antara perusahaan dengan konsumen.
9. Dapat mendistribusikan proram dan informasi tentang produk melalui e-Mail atau file transfer
Fungsi-Fungsi Pemasaran :
1. Fungsi Pertukaran
Dengan pemasaran pembeli dapat membeli produk dari produsen baik dengan menukar uang dengan produk maupun pertukaran produk dengan produk (barter) untuk dipakai sendiri atau untuk dijual kembali.
2. Fungsi Distribusi Fisik
Distribusi fisik suatu produk dilakukan dengan cara mengangkut serta menyimpan produk. Produk diangkut dari produsen mendekati kebutuhan konsumen dengan banyak cara baik melalui air, darat, udara, dsb. Penyimpanan produk mengedepankan menjaga pasokan produk agar tidak kekurangan saat dibutuhkan.
3. Fungsi Perantara
Untuk menyampaikan produk dari tangan produsen ke tangan konsumen dapat dilakukan pelalui perantara pemasaran yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distribusi
fisik. Aktivitas fungsi perantara antara lain seperti pengurangan resiko, pembiayaan, pencarian informasi serta standarisasi / penggolongan produk.
Beberapa bentuk aktivitas e-Marketing yaitu iklan banner / tombol dan link-link website, email marketing dan newsletter, afiliasi marketing, klasifikasi produk online, dan pemanfatan mesin pencari.
Bentuk-bentuk aktivitas tersebut dapat mewakili keseluruhan kegiatan marketing perusahaan dengan mengarahkan calon konsumen mengunjungi sebuah website penjualan online yang dimiliki perusahaan tersebut untuk meningkatkan statistik kunjungan dan penjualan.
Manfaat e-Marketing
Beberapa manfaat yang diperoleh dari e- Marketing antara lain:
a. Branding. Produk, layanan, logo-logo perusahaan, dan penawaran dapat ditampilkan secara visual, bahkan saat ini semakin marak dengan audio dan video streaming yang terpasang melalui media internet.
b. Direct Response (respon langsung). E-Marketing menawarkan kecepatan. User dapat merespon dengan mudah dan cepat. Tentu hal ini mengantarkan pebisnis dalam mendapatkan hasil dengan segera dari kegiatan usaha promosi dan iklan melalui internet.
c. Targeting (penentuan target pasar). Dengan teknologi yang digunakan (seperti rss, milis, forum, maupun kode-kode website tertentu) dapat mentarget pengguna atau calon konsumen.
d. Tracking (pelacakan). Elemen yang paling kuat dari e-Marketing ialah, hampir apa saja bisa dilacak dan bisa dilihat secara instan. Ini berarti, jika ada sesuatu dalam sistem yang tidak bekerja, anda bisa mengatasinya.
e. Return on Investment (kembali modal). Karena kekuatan tracking yang begitu bagus, anda bisa memastikan bahwa modal anda dapat kembali. Dengan dapat menentukan seberapa banyak orang yang melakukan klik terhadap banner iklan atau link email, para pemilik usaha dapat mengkalkulasi kembalinya modal investasi dengan mudah.
f. Inexpensive (tidak mahal). E-Marketing, terutama email dan membeli keywords (kata kunci) pada mesin pencari internet adalah relatif murah, bahkan bisa dikatakan sangat murah. Biaya email biasanya sudah tergabung dengan biaya koneksi kepada Penyedia Jasa Layanan Internet (Internet Service Provider) yang masuk dalam layanannya. Pembelian keyword dapat dilakukan kepada perusahaan search engine seperti Google dan Yahoo.
Tipe tipe dari e-Marketing
Pemasaran secara online (e-Marketing) dapat dikategorikan dalam beberapa elemen yang tertulis dalam poin-poin di bawah ini. Setiap metode mempunyai tujuan yang spesifik dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum anda melakukan investasi eMarketing, pastikan anda menggunakan elemen yang tepat.
Elemen elemen tersebut antara lain:
a. Banner Advertisement (iklan melalui banner). Adalah file grafis (biasanya berukuran 468 x 60 pixels) yang dipasangkan pada website penyedia iklan. Iklan banner digunakan untuk mengarahkan pengunjung ke halaman website anda dan tentu saja harus disajikan semenarik mungkin untuk memancing calon pembeli membeli produk anda.
b. Sponsorship. Anda bisa melakukan kegiatan tersebut untuk memancing calon pembeli, sama dengan tujuan poin sebelumnya.
c. Classified Listings (daftar produk terklasifikasi). Seperti pada klasifikasi di surat kabar, klasifikasi online merupakan cara yang sangat baik memasang bisnis anda di depan orang-orang yang siap untuk membeli produk anda. Kekuatan dari klasifikasi online daripada klasifikasi offline adalah: user dapat mencari produk dengan cepat melalui form pencarian yang sudah terindeks dalam basis data. Tidak hanya itu, ada juga fitur pelelangan online, seperti di http://www.ebay.com.
d. Email Marketing (pemasaran melalui email). Email marketing dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu: Cara pertama, dengan meletakkan iklan atau sebuah pesan di dalam email newsletter orang lain. Contoh, ketika anda menerima sebuah newsletter dari perusahaan online A, terdapat pesan pengiklan, semacam banner. Ini adalah cara dahsyat untuk mentarget calon pembeli anda. Cara kedua, dengan secara langsung mendistribusikan email anda kepada calon customer, yaitu berupa email penawaran biasa maupun dalam bentuk newsletter. Sampaikan informasi tentang produk yang ditawarkan tanpa kesan paksaan, sehingga calon konsumen dapat melakukan keputusan yang terbaik terhadap produk anda. Cara ketiga, yaitu dengan menyediakan fasilitas email subsriber pada situs anda.
maka setiap kali anda melakukan update atau posting artikel maupun produk di website tersebut, maka pendaftar tersebut akan mendapat email notifikasi dan isi dari apa yang anda update. Anda dapat menggunakan RSS feed burner.
e. Partnership / Affiliate Marketing (pemasaran metode afiliasi). Para pengiklan yang menjual produknya secara online dapat membangun jaringan afiliasi, yaitu melibatkan orang lain dalam penjualan produk. Contoh website yang menerapkan sistem afiliasi ini adalah http://www.amazon.com.
f. Search Engine Marketing (pemasaran menggunakan mesin pencari). Banyak pengguna internet mencari informasi melalui search engine seperti Google dan Yahoo. Kebanyakan orang yang tidak tahu di mana harus mencari dan mendapatkan informasi mereka mencarinya di situs mesin pencari tersebut. Oleh karena itu, jika perusahaan anda belum dikenali publik atau bahkan sudah dikenali banyak orang, cara paling dahsyat yang anda lakukan adalah mendapatkan situs anda terdaftar dan terlampir di mesin-mesin pencari tersebut. Sangat penting bagi anda untuk memastikan bahwa situs anda terdaftar dan terlampir dalam mesin pencari terkenal seperti yang tersebut di atas. Banyak cara yang dapat dilakukan agar website anda terindeks pada mesin pencari tersebut yang dikenal dengan Search Engine Optimization.
g. Social Networking (metode pemasaran menggunakan situs jejaring sosial). Beberapa situs social networking seperti Facebook, Friendster, Twitter, MySpace, Linkedln, dan MeetUp dapat anda gunakan sebagai senjata eMarketing anda. Beberapa situs social network yang mengijinkan menyertakan audio atau video klip antara lain: www.YouTube.com, www.Vsocial.com, www.MySpace.com, www.Grouper.com. Facebook dan Friendster juga menyediakan fasilitas embed audio
mendemonstrasikan kemampuan pengetahuan dan komunikasi anda. Banyak sekali situs jejaring sosial yang menyediakan kesempatan untuk berkolaborasi dengan orang lain dan saling memberi komentar. Namun hati-hati, jangan menulis sesuatu yang tidak menyenangkan hati, karena hal tersebut dapat menjadi bumerang dan menjatuhkan reputasi anda.
Keuntungan yang dapat diberikan dengan adanya penggunaan e-Marketing ini bagi perusahaan yaitu:
a. Mampu menjangkau berbagai konsumen dalam suatu lingkungan yang belum dipenuhi oleh pesaing.
b. Target adalah konsumen yang telah terbagi ke dalam kelompok dan mengembangkan dialog berkelanjutan.
c. Transaksi bisnis secara elektronik dan dengan biaya yang rendah.
d. E-mail dan data files dapat dipindahkan kepada konsumen yang terpilih atau semua konsumen dalam hitungan detik.
e. Jalur proses penjualan langsung dari produsen ke pengguna tanpa harus melewati jalur distribusi klasik.
f. Dapat menambahkan produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencana penjualan dengan sangat cepat.
g. Dapat melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, langkah-langkahnya dan hasil yang didapat.
h. Dapat mengawasi pesaing
i. Menciptakan dialog antara perusahaan dengan konsumen
j. Dapat mendistribusikan program dan informasi tentang produk melalui E-mail atau file transfer
Selain keunggulan di atas, e-Marketing juga mempunyai beberapa kelemahan :
a. Ketergantungan pada teknologi b. Isu keamanan dan privasi
c. Adanya biaya pemeliharaan karena teknologi yang terus berkembang d. Akses teknologi yang belum merata terutama di Indonesia
e. Transparansi harga sehingga mengakibatkan meningkatnya kompetisi harga f. Kompetisi global
Selain itu, berdasarkan survey ada beberpa kendala bagi perusahaan untuk menerapkan e-Marketing, diantaranya : kurangnya kemampuan untuk mengukur impact dari program e-Marketing, kemampuan internal yang terbatas untuk menjalankannya dan kesulitan untuk meyakinkan manajer senior.
Suatu perusahaan apabila ingin sukses mempromosikan produk / jasanya melalui internet sebaiknya perusahaan tersebut harus mempunyai suatu metode / e-Marketing tools yang baik agar dapat mencapai sasaran marketingnya.
Berikut ada 3 e-Marketing tools yang penulis akan definisikan keuntungan dan kerugiannya :
1. Perzonalization
Perzonalization adalah suatu metode e-Marketing yang memungkinkan iklan yang ditampilkan pada website dikostumisasi sesuai dengan karakter, gaya hidup, atau histori belanja individual yang menggunakan website tersebut. Contoh : www.amazon.com
Keuntungan dari perzonalization adalah:
a. Target marketing kita akan tercapai sasarannya karena iklan / informasi yang kita tampilkan sesuai dengan kebutuhan customer.
b. Memudahkan customer karena customer tidak perlu lagi melakukan aksi-aksi / mencari iklan / informasi mengenai barang yang diinginkannya.
c. Lebih menghemat biaya pemasangan iklan / informasi pada website tertentu karena iklan /informasi akan ditampilkan pada halaman pengguna yang dispesifikasikan, tidak ditampilkan di semua halaman pengguna website tersebut.
Kerugian dari perzonalization adalah:
Kerugian disini lebih menjadi masalah internal pemilik web, dimana membutuhkan dana awal yang besar dalam membuat sebuah website dan juga dibutuhkan biaya pemeliharaan yang cukup tinggi.
2. Community Building
Community Building adalah suatu metode e-Marketing dengan cara membangun komunitas atau interaksi diantara customer / pengguna yang mempunyai minat dan kepentingan yang sama seperti melalui forum, chat, dan e-mail group. Contoh: Toyota-ownerclub.com
a. Target pasarnya luas karena mencakup orang - orang banyak yang mempunyai kepentingan yang sama.
b. Perusahaan dapat mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, keunggulan, dan kekurangan produk yang dijualnya dari komentar-komentar pelanggan atau isi yang ada di forum, sehingga perusahaan dapat lebih baik lagi memperbaiki mutu dan kualitas produk dan jasa yang diberikannya.
Kekurangan dari community building adalah :
Apabila ada komentar yang tidak baik dari pengguna forum ke perusahaan akan membuat citra perusahaan menjadi buruk di masyarakat.
3. Direct Email
Direct Email adalah suatu metode e-Marketing dengan cara mengirimkan iklan / informasi melalui Email ke orang banyak. Contohnya : Izzi Pizza
Keuntungan dari Direct Email adalah :
a. Biaya marketing yang murah
b. Iklan / Informasi semuanya dapat sampai di tempat tujuannya, dimana dalam hal ini dapat dikirim ke semua orang yang terdapat di dalam list.
c. Iklan / Informasi dapat di forward kembali oleh penerima email ke daftar teman-temannya sehingga dapat memperluas jaringan dan target marketing.
Kerugiannya dari Direct Marketing adalah:
Sering sekali penerima email langsung menghapus email yang dikirim tanpa membacanya terlebih dahulu.
Keterkaitan e-Business dan e-Marketing sangat erat kaitannya. Saat ini banyak perusahaan menggunakan sistem yang bersifat online di dalam menjalankan pemasaran produknya guna memperluas segmentasi pasar nantinya.
Peluang untuk membangun jejaring dengan berbagai institusi lain tersebut harus di manfaatkan karena dewasa ini persaingan sesungguhnya terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat memanfaatkan e-Commerce untuk meningkatkan kinerja dalam bisnis inti yang digelutinya.
Dampak dari teknologi untuk perkembangan bisnis di Indonesia sebagai berikut :
a. Jangkauan global
b. Pengurangan biaya operasi c. Perbaikan rantai pasokan
d. Penambahan jam buka: 24/7/365 e. Kustomisasi
f. Model bisnis baru g. Spesialisasi vendor h. Kecepatan time-to-market
i. Biaya komunikasi/koordinasi lebih rendah j. Efisiensi pengadaan
m. Tidak harus membayar pajak/biaya usaha fisik
Infrastruktur yang dibutuhkan untuk membangun e-Marketing paling tidak sama seperti yang dibutuhkan untuk membangun e-Commerce. Contohnya: jaringan, komputer serta sistem- sistem pendukung lainnya.
Dari berbagai dasar pemikiran di atas maka penulis merasa e-Marketing dapat menjadi penambahan saluran pemasaran yang cukup vital artian nya bagi kebaikan pemasaran di perusahaan ini. Apalagi kunci dari berhasilnya suatu perusahaan adalah tata cara melakukan pemasaran yang baik dan memiliki tenaga marketing yang terampil.
2.8 Kerangka pemikiran
Kerangka pemikiran penulis dalam membuat skripsi ini adalah:
Gambar 2.3 Kerangka pemikiran Marketing SWOT Analysis Kinerja Penjualan Pengembangan Rekomendasi e‐Marketing Perancangan e‐Marketing