BAB I PENDAHULUAN. menginginkan segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan instant. Mulai dari

Teks penuh

(1)

17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Komunikasi merupakan salah satu hal mendasar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangannya, cara maupun alat komunikasi yang digunakan berubah mengikuti kebutuhan manusia yang menginginkan segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan instant. Mulai dari kode morse, telegram, surat, koran, majalah, telepon, pager, telepon genggam, hingga e-mail yang berbasis internet.

Perkembangan media komunikasi antar manusia mengarah pada media yang semakin bersifat interaktif dan memiliki cakupan yang luas. Penemuan sistem komputer dalam perjalanannya digunakan sebagai sistem transmisi komunikasi antar manusia, salah satunya adalah internet.

Internet merupakan salah satu alat yang sering digunakan untuk berkomunikasi, terutama saat ini. Tidak ada orang yang tidak mengandalkan internet dalam kehidupan sehari-harinya. Mulai dari murid sekolah hingga karyawan kantoran, ibu rumah tangga, bahkan untuk perdagangan besar maupun kecil. Tanpa disadari, setiap pagi orang bangun, mengecek handphone untuk kemudian membuka salah satu situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, maupun Path. Bahkan mencari data untuk membuat sebuah laporan akademik, manusia menggunakan internet.

(2)

18

Sejak manusia mengenal internet, arus komunikasi semakin terbuka lebar, memungkinkan individu untuk berkomunikasi dengan individu lainnya di belahan dunia lain. Mendapatkan informasi terkini dengan cepat bukan lagi sesuatu yang tidak mungkin, komunikasi berbasis internet dapat berlangsung secara one to one, one to many, many to many, dan many to one. Salah satu bentukan komunikasi via internet yang bersifat one to one dan sekaligus one to many, adalah apa yang kita kenal dengan istilah social media.

Social media saat ini menjadi salah satu bentukan komunikasi media komputer yang marak digunakan oleh siapa saja. Baik tua atau muda, kaya maupun miskin, semua memiliki akses yang sama untuk social media dengan berbagai platform yang ada. Di Indonesia sendiri, Friendster sempat mewabah sekitar tahun 2000-an sebelum akhirnya muncul Facebook yang menawarkan fasilitas lebih, yang tidak hanya berbagi informasi tapi juga foto, video bahkan game online serta chatting. Tidak heran situs ini menjadi salah satu situs foto/ jejaring sosial yang menduduki peringkat nomor satu di dunia sebagai situs

yang paling banyak dikunjungi1.

Social media yang paling populer di Indonesia saat ini masih dipegang oleh Facebook, disusul oleh Twitter dan blog. Selain bahwa Indonesia merupakan negara Facebook terbesar kedua di dunia, maraknya penggunaan Twitter menempatkan Indonesia di peringkat tiga dunia. Jika dilihat berdasarkan hari, penggunaan Twitter paling tinggi dialami pada hari Kamis, yang terus berlanjut hingga weekend atau akhir minggu. Jam tersibuk bagi

(3)

19

para pengguna Twitter di Indonesia adalah saat malam hari (33%), pagi hari (30%), dan terakhir siang hari (26%). Penduduk Indonesia juga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi trending topic (topik yang paling banyak

diperbincangkan di dunia) di Twitter2.

Para pengguna Twitter di Indonesia lebih banyak melakukan follow kepada akun milik artis atau produk/perusahaan yang lumayan eksis. Follower Twitter terbanyak kategori selebritis Indonesia dipegang oleh Agnes Monica (@agnezmo) dengan jumlah followers 6,781,477. Peringkat kedua adalah Sherina Munaf (@sherinamunaf) dengan followers sebanyak 533,298. Sedangkan posisi ketiga diduduki oleh Ramalan Indonesia (@tweetramalan) dengan angka pengguna sebanyak 4,729,582.

Untuk kategori produk/perusahaan, posisi pertama dipegang oleh Cinema 21 (@cinema21) dengan jumlah followers sebanyak 3,420,828. diikuti oleh Trans7 di posisi kedua dengan followers sebanyak 789,630. Maicihv (@infomaicih) menyusul di peringkat ketiga dengan jumlah followers 363,6913.

Pada 2006, Twitter muncul. Situs microblog yang memberikan fasilitas mengirimkan teks kepada sesama member-nya ini, mulai menarik perhatian khalayak banyak dan mengharuskan Facebook terpaksa membagi ‘lahannya’. Situs yang bisa ‘berkicau’ ini, menjadi salah satu menjadi paling digemari saat ini karena dinilai efektif dan cepat dalam menyebar dan menyampaikan 2 http://media.kompasiana.com/new-media/2012/04/09/89-persen-untuk-perubahan-indonesia/ 3 http://gadgetan.com/infografis-indonesia-peringkat-kelima-pengguna-twitter-terbanyak/42052 diakses 15 Juni 2013

(4)

20

informasi, hal ini terbukti dengan menjadinya Indonesia sebagai Negara kelima di dunia sebagai pengguna Twitter terbanyak.

Perkembangan teknologi internet dan perubahan budaya yang menjadikan social media menjadi suatu kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat perkotaan, menjadikan para vendor melirik kesempatan ini untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut. Untuk itu sejak 2007 banyak ponsel dan provider telekomunikasi yang menawarkan kemudahan mengakses jejaring sosial, sehingga hal tersebut meningkatkan penggunaan internet yang sangat signifikan.

Selain menjadi penyedia informasi, social media juga berperan dalam membentuk komunitas-komunitas, baik dalam skala kecil maupun besar. Beberapa diantaranya berupa komunitas virtual yang juga menjadi komunitas di dunia nyata. Menurut Howard Rheingold (2000:xx), komunitas virtual adalah aggregasi sosial yang muncul dari internet ketika ada cukup banyak orang yang melakukan diskusi dalam waktu lama, serta dengan adanya perasaan untuk membangun hubungan personal di dunia maya (virtual communities as social aggregations that emerge from the Internet when enough people carry on public discussions long enough and with sufficient human feeling to form webs of personal relationships in cyberspace).

Dalam komunitas virtual kita dapat berkomunikasi, baik secara tatap muka ataupun tidak dengan orang-orang yang sudah kita kenal maupun tidak, dalam tempat yang berbeda. Anggota komunitas dapat dengan bebas saling bertukar pikiran, pendapat, pandangan, dan informasi melalui berbagai media maya.

(5)

21

Komunitas virtual yang saat ini beredar di social media memiliki dasar yang beragam. Biasanya terbentuk karena adanya kecintaan akan suatu hal yang sama, misalnya film, novel, aktor/aktris, kegiatan kemanusiaan, dan lain sebagainya. Kebanyakan komunitas virtual yang terbentuk di Indonesia awalnya berasal dari luar negeri, dimana objek afeksi yang menjadi dasar komunitas tersebut berada.

Satu komunitas virtual yang cukup besar di Indonesia adalah Indo Harry Potter, merupakan komunitas bagi para pecinta serial Harry Potter karya J.K. Rowling yang didirikan sejak 10 Januari 2001. Komunitas ini secara rutin menggelar offline gathering member, serta selalu mengadakan acara “nonton bareng” saat film terbaru Harry Potter rilis di Indonesia. Komunitas ini juga

mendapatkan Indonesia Most Recommended Consumer Community tahun

2009 versi majalah SWA.

Salah satu komunitas virtual yang penulis jadikan objek penelitian, adalah komunitas dari akun Twitter The Mortal Instruments Indonesia (@TMIndo) yang merupakan wadah bagi para pecinta novel The Mortal Instruments karya Cassandra Clare, seorang novelis asal Amerika Serikat, di Indonesia.

The Mortal Instruments Indonesia atau disingkat TMIndo pertama kali muncul di Twitter pada tanggal 12 September 2011 dan satu minggu

kemudian merilis website resmi4. Saat ini, akun The Mortal Instruments

Indonesia telah difollow oleh 1.527 followers dari seluruh Indonesia (per 13 Februari 2013).

(6)

22

Berawal dari kecintaan pada buku karya Cassandra Clare dan melihat banyaknya penggemar buku karya Clare, Gita Nuari yang merupakan salah satu penggagas, tergerak untuk mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama The Mortal Instruments Indonesia, sebagai wadah berkumpulnya para pecinta buku The Mortal Instruments, The Infernal Devices dan The Dark Artifices di Indonesia. Terbukti meski baru merupakan buku dan belum merilis film (akan rilis 23 Agustus 2013), Twitter The Mortal Instruments Indonesia (@TMIndo) difollow lebih dari seribu shadowhunters (sebutan untuk para fans The Mortal Instruments) dari seluruh Indonesia, yang menunjukkan bahwa serial ini banyak disukai oleh para pecinta buku.

Selain menjadi sebuah wadah “berkumpul” bagi para penggemar novel tersebut, The Mortal Instruments Indonesia juga memberikan informasi terkini seputar event yang diadakan secara serentak di seluruh dunia oleh akun fanbase internasional, serta mengadakan kuis tiap harinya guna berinteraksi secara langsung dengan para followers-nya.

Menurut Remenyi, Money, dan Smith (2001:153), kepuasan informasi user secara umum dianggap sebagai hasil perbandingan antara pengharapan atau kebutuhan user atas sistem informasi dengan kinerja sistem informasi yang diterima. Hasil perbandingan disini dapat berupa pendapat, baik itu negatif maupun positif. Atau dapat juga dinyatakan dalam perasaan senang maupun tidak.

Followers di twitter melakukan follow terhadap sebuah akun karena dianggap memberikan informasi yang menarik bagi individu yang

(7)

23

bersangkutan. Dengan kata lain, jika individu tersebut tidak puas dengan informasi yang diberikan, maka unfollow alias tidak “mengikuti informasi” dari akun tersebut akan dilakukan. Biasanya, menarik atau tidaknya sebuah akun dapat dilihat dari username serta isi tweet akun tersebut.

Situs jejaring sosial bermanfaat sebagai penyebaran informasi yang cepat dan berguna untuk sosialisasi dalam berbagai hal seperti pendidikan, kesehatan, politik, penanggulangan bencana, ekonomi, dan informasi yang lain. Hal-hal tersebut membuat penulis ingin menggali lebih dalam tentang pengaruh penggunaan social media, dalam hal ini akun twitter, terhadap informasi yang dapat memuaskan keingintahuan para followers. Berdasarkan uraian tersebut, penulis memilih judul “Hubungan Penggunaan Akun Twitter The Mortal Instruments Indonesia (@TMIndo) terhadap Kepuasan Informasi para Followers”.

1.2.Perumusan Masalah

Apakah terdapat kepuasan informasi followers akun The Mortal Instruments Indonesia dalam penggunaan akun @TMIndo ?

1.3.Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:

Mengetahui motif penggunaan media akun twitter @TMIndo oleh

(8)

24

Mengetahui konsumsi/penggunaan media twitter @TMIndo oleh

para followers

Mengetahui kepuasan informasi yang didapat oleh followers The

Mortal Instruments melalui penggunaan akun @TMIndo.

1.4.Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada bidang Ilmu Komunikasi, baik secara umum maupun konsentrasi Public Relations, tentang penggunaan social media yang dapat mempengaruhi kepuasan informasi yang diterima oleh seseorang/lebih.

1.4.2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para pengguna social media, terutama pemilik akun @TMIndo, untuk meningkatkan kinerjanya sebagai wadah yang dapat menampung, menghubungkan, serta menyalurkan ide maupun pembicaraan kepada para followers-nya dengan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi yang ada.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :