KATA PENGANTAR. Tuhan Yesus memberkati, Rm. V. Rudy Hartono, Pr Ketua Komisi Kateketik KAJ

29  Download (0)

Full text

(1)

KATA PENGANTAR

Keluarga Katolik Keuskupan Agung Jakarta, kita telah memasuki masa adven tahun 2017 ini. Semoga Anda semua menyambutnya dengan sukacita bersama seluruh keluarga. Kita semua ingin agar masa Adven bermakna bagi seluruh keluarga. Kita ingin agar kegembiraan dapat dipersiapkan jauh sebelum hari Natal tiba. Kami Komisi Kateketik KAJ mengisi masa Adven ini dengan menyusun renungan harian untuk anak-anak.

Kita menjadi manusia dari rumah. Dalam keluarga, kita mengalami kebaikan Allah melalui para orangtua, saudara dan anak-anak yang saling mengasihi. Pengalaman dalam keluarga adalah pengalaman akan Allah, maka kita perlu membangun hidup bersama yang saling memberkati melalui interaksi bersama.

Kita kembali diajak mengamalkan Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara. Kita ingin membuat seluruh bangsa menamplkan budaya makin adil dan makin beradab. Sambil menantikan kelahiran Sang Juruselamat, kita ingin memastikan bahwa kita sudah menjadi pribadi yang baik bagi sesama di rumah, dan di tengah masyarakat melalui penghargaan pada semua orang.

Komisi Kateketik mengucapkan terima kasih kepada penyusun renungan harian yang telah meluangkan waktu dan pikiran untuk membuat renungan. Para penyusun tersebuat ialah: Ibu Nasiah Setiawati, Bapak Antonius Sinaga, Ibu Katrin Sudaryani, Bapak Albertus Peding, Pak Markus Masan, Ibu Deslita Anzelina Br.Tarigan, Ibu Henny Paliling, Pak Pankrasius Niksan, Ibu Franciska Septa Milan Devi.

Semoga Adven kita semua semakin semarak dan penuh makna, bersama Sabda-Sabda Tuhan yang telah diterjemahkan dalam bentuk renungan menjadi sesuatu yang menggerakkan dan memotivasi kita melakukannya.

Tuhan Yesus memberkati,

Rm. V. Rudy Hartono, Pr Ketua Komisi Kateketik KAJ

(2)

2

RENUNGAN ADVEN 2017

UNTUK TINGKAT TAMAN KANAK-KANAK (TK) KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

Jumat, 1 Desember 2017

Peringatan Wajib Dionisius dan Redemptus

Bacaan :Dan. 7:2-14; MT Dan. 3:75,76,77,78,79,80,81.; Luk. 21:29-33

21:29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. 21:30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. 21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. 21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

BERSABDALAH TUHAN, KAMI MENDENGARKAN

Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Luk. 21:33)

Anak-anak yang terkasih, pernahkah kamu kehilangan sesuatu? Misalnya uang atau barang yang kamu sayang? Bagaimana perasaanmu? Pasti sangatlah sedih. Barang yang hilang mungkin tidak bisa ditemukan lagi tetapi bisa kamu beli lagi. Uang

(3)

3

yang hilang mungkin tidak bisa ditemukan lagi tetapi bisa didapatkan lagi. Tetapi bagaimana ya dengan perkataan dan nasehat? Apakah ada dari antara kalian yang masih sering tidak mendengarkan perkataan mama dan papa? Kalau misalnya papa dan mama tidak ada disampingmu lagi, apakah kamu masih bisa mendengarkan perkataan mereka seperti kamu membeli lagi barang yang hilang? Tentu tidak. Perkataan yang keluar dari mulut bila tidak didengarkan akan mudah dilupakan, tetapi bila didengarkan dengan baik akan menjadi pesan yang penting. Seperti dengan perkataan Yesus. Dalam setiap perkataan Yesus ada pesan-pesan baik yang penting untuk didengarkan dan dilakukan. Misalnya Yesus berpesan agar kita menjauhi dosa. Kalau kita dengarkan dan bisa kita lakukan, kita sudah mewartakan Kabar Gembira Kerajaan Allah. Kita mungkin bisa kehilangan sesuatu yang kita punya, tetapi kalau kita selalu mendengarkan pesan Yesus kita tidak akan kehilangan Yesus di dalam hati kita. Refleksi

Sudahkah aku mendengarkan dan melakukan nasehat dari Yesus? Doa

Ya Tuhan, gerakkanlah hati kami untuk selalu mewartakan Kabar Gembira Kerajaan Allah kepada semua orang di sekitar kami dengan mau mendengarkan dan melakukan perkataan-Mu. Amin.

Aksi

Aku mau mendengarkan Sabda Tuhan

Sabtu, 2 Desember 2017

Bacaan :Dan. 7:15-27; MT Dan. 3:82,83,84,85,86,87; Luk. 21:34-36

21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

HATI-HATI GUNAKAN ….

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak

Manusia." (Luk. 21:36)

Anak-anak yang terkasih, siapa yang tahu lagu “Hati-hati gunakan mulutmu… hati-hati gunakan mulutmu.. Allah Bapa di surga melihat kebawah. Hati-hati gunakan mulutmu..”. Ternyata lagu itu sangat bagus lho artinya. Dari lagu itu kita bisa menyadari bahwa hidup kita adalah pemberian dari Tuhan. Mulut, tangan, kaki dan semua dalam

(4)

4

tubuh kita diberikan Allah dengan cuma-cuma. Kita tidak perlu membayar untuk mendapatkan badan kita yang utuh. Kita cuma perlu menjaga dan bersyukur atas tubuh kita. Tuhan selalu melihat apakah kita menggunakannya dengan baik, atau malah digunakan dengan sembarangan. Oleh karena itu Yesus selalu berpesan bahwa kita harus selalu berjaga-jaga supaya apa yang kita alami dalam diri kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Hati-hati gunakan mulutmu artinya kita berjaga-jaga agar yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang baik. Jangan sampai perkataan yang keluar dari mulut kita menyakiti hati orang lain atau perkataan yang bohong. Ingat, bohong itu dosa lho.. Nah, mulai sekarang hati-hati ya gunakan semua pemberian Tuhan . Jangan lupa berdoa dan berjaga-jaga supaya kita dijauhkan dari hal-hal yang jahat.

Refleksi

Apakah aku sudah berhati-hati menggunakan mulutku? Doa

Tuhan Yesus, bimbinglah kami agar dapat menjaga perkataan kami dengan hati-hati supaya tidak menyakiti hati-Mu dan hati orang lain. Amin.

Aksi

Aku mau berkata dengan jujur

Minggu, 3 Desember 2017 Hari Minggu Adven I

Bacaan :Yes. 63:16b-17; 64:1,3b-8; Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19; Kor. 1:3-9; Mrk. 13:33-37

13:33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. 13:34 Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. 13:35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, 13:36 supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. 13:37 Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"

BERDOSA? NO!, BERDOA? YES!

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut

malam, atau pagi-pagi buta. (Mrk. 13:35)

Anak-anak yang terkasih, hari ini adalah hari Minggu Adven yang Pertama. Itu artinya kita akan mulai mempersiapkan diri untuk kedatangan Juru Selamat kita Yesus

(5)

5

Kristus pada hari Natal nanti. Adven artinya adalah penantian. Sambil menanti bayi Yesus datang, kita harus selalu berjaga-jaga. Misalnya dengan cara berdoa dan juga mengaku dosa. Bagi orang dewasa, Gereja Katolik menganjurkan untuk mengaku dosa saat masa Adven supaya hatinya bersih dan pantas menyambut kedatangan Tuhan. Bagi kalian yang masih anak-anak, kalian juga bisa lho ikut serta dengan cara menjauhkan diri dari dosa. Misalnya, tidak gampang marah, ngambek, tidak pukul teman, tidak nakal, dan sebagainya. Bila hatimu bersih, kamu akan siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Yuk mulai sekarang katakan: Berdosa? No!, Berdoa? Yes! Refleksi

Maukah aku jauh dari dosa-dosa? Doa

Tuhan Yesus, kami mau menyambut kedatanganmu dengan hati yang bersih. Bimbing kami Tuhan, supaya di masa Adven ini kami dapat menjauhi dosa-dosa. Amin.

Aksi

Aku mau berbuat baik untuk menjauhkan diri dari dosa

Senin, 4 Desember 2017

Bacaan :Yes. 2:1-5 atau Yes. 4:2-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5,6-7,8-9; Mat. 8:5-11 8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." 8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." 8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. 8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

YA TUHAN, SEMBUHKANLAH AKU

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. (Mat 8:8)

Anak-anak yang terkasih, bila kalian sedang sakit lalu ditanya bagaimana supaya bisa cepat sembuh, pasti kebanyakan dari kalian akan menjawab dengan pergi ke dokter, minum obat, istirahat yang cukup, dan sebagainya. Jawaban kalian tidaklah

(6)

6

salah. Tetapi ingatkah kalian bahwa yang memberi kita kesehatan adalah Tuhan? Kalau Tuhan memberi kita kesehatan pasti Tuhan juga yang akan memberi kita kesembuhan ketika kita sedang sakit. Hanya saja kadang kita lupa berdoa memohon kesembuhan. Atau kita baru ingat berdoa kalau kita lama tidak sembuh dari sakit. Mintalah kesembuhan kepada Tuhan karena Tuhan adalah obat utama kesembuhan kita. Mulai sekarang, yuk jangan lupa berdoa saat kita sakit dan doakan juga orang lain yang sedang sakit ya.

Refleksi

Sudahkah aku berdoa memohon kesembuhan ketika aku sakit? Doa

Tuhan Yesus, berkatilah dan jauhkanlah kami dari segala macam penyakit yang dapat menghambat kami untuk selalu memuliakan nama-Mu. Amin.

Aksi

Aku mau berdoa memohon kesembuhan ketika aku sakit

Selasa, 5 Desember 2017

Bacaan :Yes. 11:1-10; Mzm. 72:2,7-8,12-13,17; Luk. 10:21-24

10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

JANGAN LUPA BERSYUKUR

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang

kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. (Luk. 10:21)

Anak-anak yang terkasih, apa yang kalian lakukan kalau kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan dari papa dan mama? Apakah kalian selalu ingat untuk mengucapkan berterima kasih? Lalu bagaimana dengan kesehatan, kegembiraan, perindungan, kemampuan dan semua yang diberikan oleh Tuhan? Apakah kalian juga

(7)

7

selalu ingat untuk mengucapkan terima kasih dan bersyukur kepada Tuhan? Bagaimana ya caranya bersyukur? Ya, bersyukur itu dapat dilakukan dengan banyak cara. Cara yang paling mudah adalah dengan berdoa dengan tulus. Tuhan tidak pernah meminta balasan dari kita atas apa yang sudah Dia berikan untuk kita. Doalah yang dapat mendekatkan kita dengan Tuhan. Dalam bacaan Injil hari ini diceritakan bahwa Yesus saja selalu mengucap syukur kepada Bapa-Nya, masa kita tidak? Yesus juga ingin kita memberikan waktu untuk mengucap syukur kepada Allah Bapa setiap waktu dan juga menjaga apa yang sudah diberi untuk kita. Mulai sekarang jangan lupa bersyukur ya.

Refleksi

Apakah aku sudah bersyukur atas apa yang Tuhan berikan untukku? Doa

Tuhan Yesus, bimbinglah kami supaya kami dapat meneladan Engkau yang selalu ingat untuk mengucap syukur kepada Allah Bapa di surga. Amin.

Aksi

Aku mau berdoa mengucap syukur untuk kesehatan dan perlindungan Tuhan hari ini

Rabu, 6 Desember 2017

Bacaan :Yes. 25:6-10a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 15:29-37

15:29 Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. 15:30 Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. 15:31 Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel. 15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." 15:33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" 15:34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." 15:35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 15:36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 15:37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.

(8)

8

MUKJIZAT YESUS

Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. (Mat. 15:32)

Anak-anak yang terkasih, bacaan Injil hari ini bercerita tentang dua mukjizat besar yang dilakukan Yesus. Mukjizat yang pertama adalah Yesus menyembuhkan banyak orang sakit lumpuh, buta, bisu, dll. Mukjizat yang kedua adalah Yesus memberi makan kepada orang banyak yang mengikuti-Nya. Tahukah kamu, bahwa Yesus melakukan itu semua bukan untuk menyombongkan diri, tetapi karena tergerak oleh belas kasihan kepada mereka yang menderita dan berkekurangan. Yesus begitu merasakan apa yang dialami oleh orang-orang yang mengikuti-Nya. Yesus selalu ingin membantu orang lain supaya dapat mengurangi kesusahan mereka. Lalu bagaimana dengan kalian? Bagaimana kalau kalian melihat ada orang yang kesusahan? Apakah kalian mendekat untuk membantu, atau malah memilih untuk pergi? Tuhan Yesus sudah mengajarkan kita untuk mau membantu orang yang kesusahan terutama. Jadi mari kita menggerakkan hati untuk mau membantu sesama yang kesusahan.

Refleksi

Sudahkah aku membantu orang yang kesusahan? Doa

Tuhan Yesus, gerakkanlah hati kami untuk mau membantu orang lain yang kesusahan sesuai dengan teladanmu. Amin.

Aksi

Aku mau membantu teman yang sedang kesusahan

Kamis, 7 Desember 2017

Peringatan Wajib St. Ambrosius

Bacaan :Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

(9)

9

YA TUHAN, KAMI MENDENGARKAN

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan

kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Mat. 7:21)

Anak-anak yang terkasih, kalau kalian ditanya “Siapa anak Tuhan?” pasti kalian akan menjawab dan berteriak “saya!”. Atau kalau ditanya “siapa yang mau masuk surga?” pasti kalian juga akan semakin berteriak dan menjawab “sayaaa!”. Sekarang kalau kalian anak Tuhan dan ingin masuk kedalam Kerajaan Sorga, apa yang sudah kalian lakukan? Apakah kalian sudah rajin berdoa? Apakah kalian sudah menghormati orang tua? Apakah kalian sudah baik kepada teman? Kalau kalian sudah melakukan perbuatan-perbuatan baik setiap hari, sudah pasti kalian jadi anak Tuhan karena sudah melakukan kehendak-Nya. Tetapi kalau sampai sekarang perbuatan-perbuatan baik itu belum kalian lakukan, ayo segeralah berubah, dengarkan suara Tuhan dan lakukanlah perbuatan-perbuatan baik agar kalian diselamatkan dan dapat menjadi anak Tuhan dalam Kerajaan Sorga.

Refleksi

Apakah aku sudah dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik setiap hari? Doa

Tuhan Yesus, kami ingin melakukan perbuatan baik setiap hari supaya kami dapat masuk ke dalam Kerajaan-Mu. Amin.

Aksi

Aku mau belajar untuk berbuat baik setiap hari

Jumat, 8 Desember 2017

HARI RAYA Santa Perawan MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

Bacaan :Kej. 3:9-15,20; Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4; Ef. 1:3-6,11-12; Luk. 1:26-38

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." 1:34 Kata Maria kepada

(10)

10

malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." 1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

AKU SIAP TUHAN

Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk. 1:38)

Anak-anak yang terkasih, pernahkah kamu mendapat tugas penting dari ibu guru? Misalnya kamu dipilih untuk pentas atau mengikuti lomba. Tetapi ternyata sebelumnya kamu belum pernah melakukan itu. Bagaimana perasaanmu? Apakah ada rasa takut, kawatir, dan tidak percaya diri? Mungkin wajar kalau kamu merasa takut, kawatir dan tidak percaya diri. Sama halnya dengan Bunda Maria. Saat ia menerima kabar dari malaikat bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus, ia sempat merasa kaget, takut, kawatir, dan sebagainya. Pokoknya campur aduk deh! Tetapi Bunda Maria kemudian menyadari bahwa itu adalah tugas penting yang diberikan Tuhan Allah kepadanya, sebagai rencana penyelamatan Allah bagi kita semua. Dia sudah dipilih Tuhan. Maka, dengan jawaban "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah

padaku menurut perkataanmu itu", Bunda Maria ingin menunjukkan kepada kita sikap

taatnya sebagai hamba Tuhan yang percaya dan siap menjalankan panggilan atau tugas dari Tuhan. Nah, beranikah kamu seperti Bunda Maria? Mulai sekarang, lakukan tugas pentingmu itu dengan sepenuh hati maka Tuhan akan memberikan berkat untukmu.

Refleksi

Sudahkah aku bersyukur untuk tugas yang sudah dipercayakan kepadaku? Doa

Tuhan, kami juga mau menjadi anak-anak pilihan-Mu untuk melaksanakan tugas perutusan dalam hidup kami. Amin

Aksi

(11)

11 Sabtu, 9 Desember 2017

Bacaan :Yes. 30:19-21,23-26; Mzm. 147:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:35 - 10:1,6-8

9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. 9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." 10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

PEDULIKU UNTUK SESAMA

Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. (Mat. 9:37)

Anak-anak yang terkasih, dalam bacaan hari ini Yesus ingin menunjukkan rasa kasih-Nya kepada orang-orang yang kecil dan menderita. Tuhan Yesus tidak pernah tega melihat orang lain yang lemah dan kesusahan. Maka Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk ikut membantu Yesus melayani orang-orang yang lemah dan menderita. Mereka diberi kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan berbagai perbuatan baik lainnya. Kalau hari ini kamu merasa sehat, hidupmu enak, dapat bersekolah di sekolah yang bagus, semua yang kamu mau bisa didapat dengan mudah, bersyukurlah! Tuhan sudah memberi kita hidup yang enak. Tetapi kita harus melihat juga bahwa di luar sana masih banyak lho teman-teman yang miskin, kelaparan dan tidak punya rumah. Tuhan Yesus juga ingin kita seperti murid-murid-Nya. Kita sudah diberi hidup yang enak, maka sebaiknya kita juga peduli kepada orang lain yang miskin dan menderita, supaya mereka juga ikut merasakan kasih Yesus seperti yang kita rasakan saat ini.

Refleksi

Apakah aku sudah peduli kepada teman yang miskin dan menderita? Doa

Ya Tuhan, terima kasih atas segala berkat-Mu yang boleh kami terima hingga saat ini. Ajarilah kami untuk mau peduli kepada orang-orang yang lebih membutuhkan bantuan kami. Amin.

Aksi

(12)

12 Minggu, 10 Desember 2017

Hari Minggu Adven II

Bacaan :Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. 1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; 1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", 1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." 1:5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. 1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. 1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

WARTAKAN KABAR BAIK, SIAPA TAKUT?

Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus. (Mrk. 1:8)

Anak-anak yang terkasih, hari ini adalah Minggu Adven yang kedua. Bacaan Kitab Suci hari ini menceritakan tokoh penting yang menyampaikan kabar baik tentang Tuhan Yesus. Dialah Yohanes Pembaptis. Tahukah kamu, bahwa Yohanes Pembaptis adalah anak dari Elisabet dan Zakharia, saudara Maria Bunda Yesus? Dia melonjak kegirangan dalam kandungan Elisabet ketika Bunda Maria datang mengunjungi Elisabet. Ternyata selain menjadi saudara Yesus, dia adalah utusan Tuhan yang datang diantara orang banyak untuk mengabarkan bahwa Juru Selamat akan datang dan membaptis para pengikut-Nya dengan Roh Kudus. Kita semua juga dibaptis dan di utus Tuhan untuk menyampaikan kabar baik kepada semua orang lho. Bagaimana ya caranya menyampaikan kabar baik Kerajaan Allah? Misalnya, sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh diam saja kalau melihat orang kesusahan. Kita harus membantu orang yang kesusahan. Menjadi anak yang rendah hati dan tidak sombong juga adalah contoh teladan dari Tuhan Yesus. Masih banyak lagi deh perbuatan baik yang bisa kita lakukan. Dengan begitu kita sudah belajar menyampaikan kabar baik Juru Selamat kita, Tuhan Yesus Kristus. Jadi, kita mewartakan kabar baik tanpa takut?!

Refleksi

Sudahkah aku menyampaikan kabar baik kepada temanku di sekolah? Doa

Tuhan Yesus, berkatilah kami supaya dapat menjadi sahabat-Mu yang setia dan dapat menyampaikan kabar baik kepada semua teman yang kami jumpai. Amin.

(13)

13 Aksi

Aku mau membantu teman yang kesusahan

Senin, 11 Desember 2017

Bacaan: Yes. 35:1-10; Luk. 5:17-26

17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? 23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? 24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

BERTERIMA KASIH

24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah,

angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke

rumahnya sambil memuliakan Allah (Lukas 5:24-25).

Anak-anak dan bapak ibu guru yang terkasih,

Hari ini kita membaca dari Injil Lukas tentang seorang yang lumpuh. Lumpuh artinya tidak bisa berjalan. Orang yang lumpuh hanya bisa diam di tempat. Tidak bisa bergerak dan tidak bisa kemana-mana tanpa bantuan orang lain. Maka sungguh sedih nasib orang yang terkena lumpuh. Dan karena orang dalam kisah injil tadi lumpuh, maka dia diantara oleh orang lain untuk dibawa kepada Yesus. Orang lumpuh itu dibawa kepada Yesus untuk disembuhkan. Dan sungguh ajaib, orang lumpuh itu disembuhkan Yesus. Setelah orang lumpuluh itu, dia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Yesus. Kita pun hendaknya tidak lupa berterima kasih kepada Tuhan yang telah melindungi dan memberkati kita, papa mama, guru dan teman-teman kita.

(14)

14 Refleksi:

Apakah hari ini kita sudah mengucakan terima kash kepada Tuhan Yesus yang telah menjaga kita malam hari tadi?

Doa:

Bapa yang baik, Yesus putramu senantiasa memberikan harapan dalam hidup kami, ajarilah kami agar senantiasa belajar mengucapkan terima kasih. Demi Kristus Tuhan dan pengatara kami. Amin.

Aksi:

Aku berusaha untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan sesama.

Selasa, 12 Desember 2017

Santa Perawan Maria Guadalupe Bacaan: Yes. 40:1-11; Mat. 18:12-14

12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.

TUHAN SAYANG SEMUA

Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.(Matius 18:14)

Anak-anak dan Bapa Ibu terkasih,

Ada sebuah lagu dengan judul “Yesus Sayang Semua.” Dalam lagu itu tertulis kata-kata berbunyi demikian. “Yesus sayang semua semuasemua. Yesus sayang semua sayang semua. Sayang papa sayang mama, sayang kakak sayang adik. Sayang aku dan kamu. Sayang semua.” Dari lagu ini mau memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan Yesus mencintai kita semua. Tuhan Yesus mencintai saya dan kamu. Tuhan Yesus mencintai orang tuaku dan orang tuamu. Tuhan Yesus cinta kepada temanku dan temanmu. Tidak orang orang yang dibenci oleh Yesus. Orag berdosa pun dicintai oleh Yesus. Asalkan orang berdosa mau bertobat. Oleh karena itu, kita pun diajak oleh Yesus untuk mencintai semua orang. Anak-anak pasti senang kalau dicintai papa mama, guru dan teman. Kalau kita mau dicintai papa mama, guru dan teman, maka kita pun harus mencintai mereka semua.

Refleksi:

(15)

15 Doa:

Allah Bapa di surga, Engkau telah mengutus Yesus Putera-Mu ke dunia untuk membawa cinta kasih. Bantulah kami supaya kami belajar mencintai semua orang. Demi Kristus Tuhan dan pengatara kami. Amin.

Aksi:

Aku berusaha untuk mencintai semua orang.

Rabu, 13 Desember 2017 Peringatan Wajib St. Lusia

Bacaan: Yes. 40:25-31; Mat. 11:28-30

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

DATANG KEPADA YESUS

“28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Matius 11:28)

Anak-anak dan Bapa Ibu Guru yang dikasihi Tuhan,

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk datang kepada Yesus. Kapan kita datang kepada Yesus? Tentu jawabannya adalah setiap waktu setiap hari, terutama saat ada masalah atau persoalan. Masalah atau persoalan yang biasanya kita alami adalah ketika ada yang sakit. Dan kita semua bisa sakit. Papa mama, guru dan teman-teman bisa sakit termasuk kita sendiri. Ketika sakit pasti kita pertama beli obat atau pergi ke dokter. Namun selain pergi ke dokter atau beli obat, kita pun bisa datang kepada Yesus untuk berdoa agarorang yang sakit bisa sembuh. Sebab Yesus pun dapat menyembuhkan segala jenis sakit dan penyakit. Kita juga bisa mengajak papa mama dan anggota keluarga kita untuk dapat kepada Yesus.

Refleksi:

Apakah kita sudah datang kepada Yesus tidak hanya saat kita sakit dan memiliki masalah tetapi juga disaat kita gembira dan bahagia?

Doa:

Allah Bapa yang baik, kami percaya Engkau selalu mengerti keadaan kami. Bantulah kami agar semakin percaya kepada-Mu sehingga mendorong kami untuk datang kepada-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Aksi:

(16)

16 Kamis, 14 Desember 2017

Peringatan Wajib St. Yohanes dr Salib Bacaan: Yes. 41:13-20; Mat. 11:11-15

11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. 12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. 13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes 14 dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu. 15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

MENDENGARKAN

“15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" (Luk 11:15)

Anak-anak dan Bapa Ibu Guru yang terkasih,

Kita semua mempunyai dua telinga. Sedangkan mulut hanya satu. Artinya dengan dua telinga Tuhan ingin kita lebih banyak mendengar dengan telinga kita. Tetapi dengan satu mulut Tuhan ingin kita sedikit berbicara. Tentu kita tidak suka dengan orang yang banyak bicara. Apalagi yang dia bicarakan tidak baik dan tidak bermanfaat bagi kita dan sesama. Ada saat-saat tertentu kapan kita bicara. Misalnya saat istirahat kita boleh bicara. Tetapi ada saat tertentu kita tidak boleh bicara. Misalnya saat di kelas dan saat berdoa. Saat guru berbicara di kelas, kita mempergunakan telinga kita untuk untuk mendengar. Demikian pula saat berdoa, kita harus mendengar teman atau guru yang memimpin doa. Kita baru bicara di kelas saat guru bertanya. Saat guru bertanya menjadi kesematan bagi kita untuk berbicara. Dan Tuhan memberikan kita telinga untuk menyelamatkan hidup kita. Misalnya saat kita melintasi rel kereta api. Saat melintasi rel kereta api yang tidak dijaga, kita perlu hati-hati dengan melihat dan mendengar apakah ada kereta yang akan lewat sehingga kita selamat dari tabrakan.

Refleksi:

Apakah kita sudah mempergunakan telinga kita untuk mendengar apa yang disampaikan oleh orang tua dan guru-guru kita?

Doa:

Ya Allah Bapa di surga, bantulah kami supaya menggunakan telinga kami untuk mendengarkan guru-guru yang mengajar dan mendengarkan nasihat papa mama. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Aksi:

(17)

17 Jumat, 15 Desember 2017

Bonaventura dari Pistoia

Bacaan: Yes. 48:17-19; Mat. 11:16-19

16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: 17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. 18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. 19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.

ANAK-ANAK YANG BAIK

“19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang

berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”(Matius 11:19)

Anak-anak dan Bapa Ibu Guru yang terkasih,

Kita semua pasti ingin dicintai oleh papa mama, guru dan teman-teman. Dengan mencintai papa mama, guru dan teman-teman, maka kita menjadi anak yang baik. Anak yang baik pasti disukai oleh papa mama, guru dan teman-teman. Anak-anak juga pasti maunya berteman dengan anak-anak yang baik. Kalau ada anak yang nakal, pasti temannya sedikit. Tetapi anak yang baik akan memiliki banyak teman. Oleh karena, marilah kita berusaha menjadi anak yang baik. Anak yang baik tahu mengucapkan terima aksih kepada papa mama, guru dan teman.Anak yang baik juga sayang dan hormat kepada papa mama, guru dan teman. Tuhan Yesus pun sayang dan senang kepada anak-anak yang baik. Anak-anak yang baik juga akan rajin berdoa dan tidak ribut saat berada di Gereja.

Refleksi:

Apakah kita kita menjadi anak-anak yang baik? Doa:

Allah Bapa di surga, bantulah kami untuk menjadi anak-anak yang baik seperti Tuhan Yesus. Sebab Dialah Tuhan kami. Amin.

Aksi:

(18)

18 Sabtu, 16 Desember 2017

Bacaan: Sir. 48:1-4,9-11; Mat. 17:10-13

10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" 11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." 13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

MENGENAL

“Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia dan

memperlakukannyamenurut kehendak mereka. Demikian juga anak manusia akan menderita oleh mereka.”(Matius 17:12)

Anak-anak dan Bapa Ibu guru yang terkasih,

Ada seorang anak namanya Dira. Sejak lahir ia sudah ditinggalkan oleh orangtuanya karena ia cacat. Tangan kanannya lumpuh dan hanya memiliki empat jari. Ketika melihat Dira cacat, orangtuanya meninggalkannya di rumah sakit. Salah satu perawat pun akhirnya menebus biaya rumah sakit dan mengurus Dira untuk sementara waktu. Kemudian Dira dibawa ke satu panti asuhan di Surabaya. Dira pun dititipkan di panti asuhan tersebut dan sesekali suster yang pernah merawatnya datang mengunjunginya.

Suster yang baik hati ini mau menjaga dan mencintai Dira yang cacat karena suster itu tahu bahwa Dira adalah pemberian dari Tuhan. Walaupun cacat Dira tetaplah anak Tuhan sama seperti anak lain yang tidak cacat. Dan Tuhan Yesus mengajak kita untuk mencintai sesama termasuk yang cacat, miskin dan sakit

Refleksi:

Apakah kita sudah mengenal bahwa sesama yang cacat juga dicintai Tuhan sama seperti kita?

Doa:

Allah Bapa di surga, bantulah kami anak-anak-Mu supaya kami pun mencintai sesama yang cacat seperti kami sendiri ingin dicintai. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Aksi:

(19)

19 Minggu, 17 Desember 2017

HARI MINGGU ADVEN III

Bacaan: Yes. 61:1-2a,10-11; 1Tes. 5:16-24; Yoh. 1:6-8,19-28

6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu 19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" 20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." 21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" 22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" 23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." 24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. 25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" 26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, 27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak." 28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

MEMPERSIAPKAN DIRI

23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." (Yoh. 1:23)

Anak-anak dan Bapak/Ibu yang terkasih,

Hari Raya Natal sudah dekat. Maka kita pun perlu menyiapkan diri menyambut hari Natal. Yang perlu kita persiapkan bukan hanya baju, celana atau sepatu baru. Kita harus juga kita siapkan adalah hati kita. Kalau kita biasanya jahat sama teman, sekarang kita bersikap baik. Kalau kita biasanya bicara kasar dan jahat sekarang kita bicara yang baik dan sopan. Sebab Tuhan Yesus senang dengan anak-anak yang hatinya baik, bersikap sopan, sayang dengan papa mama, adik, kakak, guru, teman dan semua orang. Selain itu, kita diajak untuk berbagi. Caranya kalau adik-adik mempunyai baju, celana atau sepatu yang masih bagus namun tidak dipakai, kita bisa memberikannya kepada teman-teman yang membutuhkan. Kalau kita berbuat demikian, Tuhan Yesus pasti sangat senang dan bangga dengan kita.

Refleksi:

Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menyambut Yesus? Doa:

Tuhan Tuhan, bantulah kami supaya kami dapat menyiapkan diri menyambut kedatangan-MU. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(20)

20 Aksi :

Mulai hari ini aku mau menyiapkan hati untuk menyambut kelahiran Yesus.

Senin, 18 Desember 2017 Hari Biasa Khusus Adven

Bacaan: Yer. 23:5-8; Mat. 1:18-24

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. 24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.

JANGAN TAKUT

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut

mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Matius 1:20)

Anak-anak dan para guru yang dikasih Tuhan,

Kita semua pasti pernah merasa takut. Ada yang takut jalan sendiri. Ada yang takut gelap. Ada takut dengan badut. Ada yang takut dengan binatang. Ada pula yang takut dengan setan. Nah, rasa takut merupakan sesuatu yang wajar dan normal. Orang dewasa dan yang sudah tua pun juga pasti pernah merasa takut. Tetapi lewat injil hari ini, Tuhan meminta kita sudah jangan takut. Sebab Tuhan pasti menjaga dan menyertai kita. Di rumah kita tidak perlu takut karena ada papa mama, adik, kakak atau anggota keluarga yang lain. Di sekolah juga kita tidak perlu takut ada ada bapak dan ibu guru serta teman-teman yang siap membantu dan menjaga kita. Sedangkan di jalan kita pun akan bertemu dengan orang-orang baik yag mau menolong kita. Misalnya saat kita pergi dengan papa mama dan kita lupa atau tidak tahu jalan, kita bisa bertanya kepada orang di jalan dan mereka akan membantu kita. Karena itu, kita tidak perlu takut lagi. Refleksi:

(21)

21 Doa:

Tuhan Yesus, berilah kami keberanian agar tidak takut lagi sebab Engkau beserta kami. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Aksi:

Mulai hari aku belajar menjadi anak yang berani.

Selasa, 19 Desember 2017 Hari Biasa Khusus Adven

Bacaan: Hak. 13:2-7,24-25a; Luk. 1:5-25

5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. 7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. 8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. 9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. 10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. 12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. 13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. 14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." 18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." 19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. 20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." 21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. 22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. 23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. 24 Beberapa lama kemudian Elisabet,

(22)

22

isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: 25 "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

PERCAYA

19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik

ini kepadamu. 20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi,

karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." (Luk. 1:19-20)

Anak-anak dan Bapa Ibu guru yang terkasih,

Kalau kita pergi atau jalan-jalan dengan papa mama, guru atau kakak pasti kita tidak takut karena kita percaya bahwa papa mama, guru atau kakak akan menjaga kita.Papa mama, guru atau kakak tidak hanya menjaga kita tetapi juga menyiapkan semua untuk kita. Kalau kita lapar atau haus, mereka pasti siap menolong. Bahkan sering sebelum kita pergi atau jalan-jalanpapa mama, guru atau kakak sudah menyiapkan bekal untuk kita sehingga kita tidak perlu beli atau jajan di jalan. Namun kalau kita pergi dengan orang yang baru kita kenal, kita tentu merasa takut atau kuatir karena kita belum percaya dengan orang yang baru kita kenal. Dan lewat injil hari ini kita diajak untuk percaya kepada Allah. Kita percaya bahwa Allah berkuasa. Allah berkuasa melebihi manusia, bahkan melebihi presiden dan raja. Kalau presiden dan raja hanya berkuasa di dunia. Tetapi Allah berkusasa di dunia dan di akhirat, saat kita hidup dan saat kita mati.

Refleksi:

Apakah kita mudah percaya kepada Yesus dan sabda-Nya? Doa:

Allah Bapa di surga, bantulah kami agar dengan penuh iman mendengarkan dan percaya akan sabda Yesus Putera-Mu yang menyelamatkan kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Aksi:

(23)

23 Rabu, 20 Desember 2017

Hari Biasa Khusus Adven

Bacaan: Yes. 7:10-14; Luk. 1:26-38

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" 35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." 38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

MENGIKUTI PERINTAH TUHAN

38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.(Luk. 1:38)

Anak-anak dan Bapa Ibu yang terkasih,

Sebagai anak kita belajar mengengarkan nasihat orang tua dan melakukan apa yang mereka perintahkan. Sebab orang tua pasti memberikan nasehat yang baik kepada anak-anaknya. Orang tua kita tahu apa yang baik untuk anak-anak. Sedang anak-anak kadang belum tahu apayang baik. Misalnya, ada anak kecil yang ingin mengambil pisau tajam. Tetapi ibunya melarang dan mengambil pisau itu dari tangan anaknya. Anaknya menangis, menjerit-jerit dan menginginkan pisau itu. Tetapi walaupun anaknya menangis, ibunya tidak memberikan pisau itu kepada anaknya. Apakah ibunya jahat karena membiarkan anaknya menangis meminta pisau? Jawabannya tentu tidak. Ibunya tidak jahat. Ibunya sangat baik. Sebab ibu itu tahu baha pisau itu bisa melukai anaknya. Sedangkan anaknya yang masih kecil tidak tahu bahwa pisau itu tajam dan bisa melukai atau membayakan anaknya. Itulah bedanya orang tua atau orang dewasa dengan anak-anak. Dan lewat injil hari ini kita diajak untuk mendengarkan dan melakukan nasihat serta perintah Allah. Sebab Allah melebihi orang tua kita yang tahu apa yang terbaik untuk kita.

(24)

24 Refleksi:

Apakah kita sudah mendengar dan mengikuti perintah Allah? Doa:

Allah Bapa di surga, ajarilah kami untuk mendengar dan mengikuti perintah-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Aksi:

Aku mau belajar mendengar dan mengikuti perintah Tuhan.

Kamis, 21 Desember 2017 Hari Biasa Khusus Adven III

Bacaan I Kid. 2:8-14 atau Zef. 3;14-18a; Mzm: 33:2-3.11-12.20-21; Luk. 1:39-45

1:39

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. 1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,

1:42

lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

KABAR SUKACITA

1:41

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,

Anak-anak dan Bapak/Ibu Guru yang terkasih. Pada suatu waktu Bunda Maria menerima kabar dari malaikat Tuhan. Bunda Maria sanat bersuka cita. Karena akan lahir seorang Juru selamat dunia. Dan Bunda Maria percaya dengan perkataan malaikat itu. Namun Bunda Maria membagikan kabar itu kepada kita semua sehingga kita semua bahka seluruh dunia ikut bersuka cita. Baiklah kita belajar dari Bunda Maria, tentu tak lupa memohon doa darinya, agar kehadiran kita sungguh menjadi sumber suka cita bagi orang lain.

(25)

25 Refleksi:

Bagaimana aku menjaga kata-kata dan sikapku agar mengembirakan bagi sesamaku? Doa:

Ya Tuhan, bukalah hati dan pikiranku, agar setiap perjumpaanku dengan sesama menjadi sumber kebahagiaan bagiku tetapi terutama sesamaku. Sebab aku yakin, dimana ada kebahagiaan disitu Tuhan hadir. Amin

Niat

Aku akan berpikir sebelum mengatakan atau melakukan sesuatu.

Jumat, 22 Desember 2017

Bacaan I 1 Sam. 1:24-28; Mzm: 1 Sam. 2:1.4-5.6-7.8 abcd; Luk. 1:46-56

1:46

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, 1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

1:49

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 1:56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

KEGEMBIRAAN IBU

Dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku (Luk. 1:47)

Setiap orang tua pasti mau bekerja keras mengumpulkan uang agar lekas kaya. Tetapi, kekayaan yang paling berharga bagi orang tua bukanlah uang dan bukan juga harga berlimpah melainkan kehadiran soerang anak.

Maka pada saat kita lahir papa dan mama sangat bergembira dan senang melebihi apa pun. Mama pun merawat kita dengan baik dan peuh cinta. Sementara papa bekerja lebih keras untuk kita anak-anaknya. Bunda Maria pun sangat bergembira ketika dia akan melahirkan Yesus. Sebaliknya seorang ibu sangat sedih ketika anaknya meninggal. maka marilah kita berusaha membahagiakan mama dan papa yang telah bekerja dan menjaga kita.

(26)

26 Refleksi:

Apa yang sudah dan akan aku buat untuk membuat mama dan papa senang? Doa:

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah aku menjadi muridMu yang baik yang mau membanggakan orang tua dan menyenangkan sesama. Amin.

Niat

Aku akan mendoakan papa dan mama.

Sabtu, 23 Desember 2017 Hari Biasa Khusus Adven III

Bacaan I Mal. 3:1-4:4-5-6; Mzm: 25:4-5b. 8-9. 10. 14 R; Luk. 1:57-66

1:57

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. 1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. 1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, 1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." 1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." 1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

1:63

Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya. 1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. 1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia

NAMAMU

1:66

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia

Ada kebiasaan bagi orang tua untuk memilihkan nama anaknya sesuai dengan tokoh yang lagi ngetrend di layar kaca. Contohnya saja, karena pesepakbola Messi lagi populer di dunia, maka banyak orang tua menamai anaknya yang baru lahir dengan Messi. Karena keluarga itu Katolik, maka ketika si anak dibabtis namanya ditambah nama babtis. Maka jadilah nama baru menjadi Petrus Ronaldo. Pastinya, pemilihan nama itu, seperti nama kita semua, bukan asal-asalan. Tetapi menyimpan

(27)

27

makna, doa, harapan bahwa anak itu kelak menjadi seperti pemilik nama tersebut. Begitu juga dengan nama kita. Kita mempunyai nama yang unik dan memiliki arti. Maka nama itu harus kita hormati dan kita jaga dengan baik.

Refleksi:

Apakah kita sadar bahwa orang tua memberikan kita nama tertentu dengan tujuan dan harapan yang baik untuk kita?

Doa:

Tuhan Yesus temanilah aku untuk tumbuh dan berkembang untuk memenuhi harapan-harapan keluarga kepadaku. Amin

Niat

Aku akan menjaga namaku dan nama baik keluarga dengan sikap dan perkataan baik dalam hidup sehari hari.

Minggu , 24 Desember 2017 Hari Biasa Khusus Adven IV

Bacaan I 2 Sam. 7:1-5.8b-12. 14a. 16 ; Mzm:89:2-3.4-5.27.29; R: 2a ; Bacaan II: Rm. 16:25-27 : Bacaan Injil; Luk 1:26-38

1:26

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 1:32Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." 1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia

MEMBERI SALAM

“1:28

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

(28)

28 Anak-anak dan Bapak/Ibu yang terkasih.

Memberi salam adalah sesuatu yang kecil dan sederhana. Tetapi pengaruhnya sangat besar. Kalau kita sedang sedih dan tiba-tiba adayang memberikan salam, maka kita pasti senang. Kita ambil contoh saat kita ke hotel atau restoran. Penjaga atau pelayan akan menyapa dan memberi salam kepada kita dengan ramah. Selamat datang pak, selamat datang bu, selamat datang adik. Dengan salam itu kita menjadi senang. Kalau kita senang, maka yang memberi salam pun ikut senang. Dan lewat injil hari ini kita belajar dari Bunda Maria untuk memberikan salam kepada orang-orang yang kita jumpai etiap hari. Misalnya memberikan salam kepada guru, karyawan di sekolah dan orang tua di rumah.

Refleksi:

Apakah aku sudah terbiasa memberikan salam kepada sesama? Doa:

Yesus yang penuh Cinta, bantulah kami untu memberikan salam kepada siapa pun yang kami jumpai. Sebab Engkaulah Tuhan kami. Amin

Niat

Aku ingin memberikan salam kepada sesamaku.

Senin, 25 Desember 2017

Bacaan I: Malam. Yes. 9:1-6/ZFajar: Yes. 62:11-12

Mzm:96:1-2a. 2b-3. 11-12. 13 R: Luk. 2:11/Fajar. Mzm. 97:1.6. 11-12 Bacaan II : Malam: Tit. 2:11-14/Fajar: Tit. 3:4-7

Bacaan Injil: Malam: Luk.2:1-14/Fajar: Luk. 2:15-20

2:1 Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2:2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. 2:3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- 2:5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 2:6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. 2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di

(29)

29

dalam palungan." 2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

HARI RAYA NATAL

2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

Hari ini semua umat Kristiani di seluruh dunia bergembira karena merayakan Hari Raya Natal. Natal bukan hanya pesta kelahiran Yesus tetapi kesempatan kita untuk berbagi suka cita dan kebahagiaan dengan sesama yang sakit dan jauh dari keluarga. Di hari Natal ini alangkah baiknya kita ucapkan selamat Natal secara khusus kepada ayah kita : I Love you dad” dan kepada ibu kita “I love you mom”. Selamat Natal.

Refleksi:

Apakah aku sudah berbagi sukacita Natal dengan sesama?

Doa:

Tuhan Yesus yang baik, lahirlah dalam hatiku, agar aku bisa menjadi anak yang tumbuh dan berkembang dengan penuh keyakinan. Amin

Niat

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in