3.1 Tipe Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tipe penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok, manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran, ataupun kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat
mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.1
Sementara penelitian korelasional dipergunakan untuk meneliti hubungan antara variabel. Hubungan yang dicari itu disebut korelasi. Metode korelasi bertujuan untuk meneliti sejauh mana variasi pada satu factor berkaitan dengan variasi pada factor lain.
Metode Deskriptif bertujuan untuk:2
1. Mengumpulkan informasi actual secara rinci yang melukiskan gejala yang
ada
2. Mengidentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek
yang berlaku
3. Membuat perbandingan dan evaluasi
4. Menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah
yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menentapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang.
1 Moh Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Bogor, 1998, Hal 63
Metode korelasional digunakan untuk :3
1. Mengukur hubungan diantara berbagai varabel
2. Meramalkan variabel tak bebas dari pengetahuan kita tentang variabel
bebas
3. Meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental
Pada penelitian ini peneliti bermaksud untuk mencari serta, membuat gambaran atau deskripsi mengenai “Pengaruh Program Let’s Go Terhadap Minat Remaja Dalam Melakukan Traveling”
Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif, adalah peneliti yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat
digeneralisasikan.4 Data ini digunakan untuk memperoleh gambaran dan
memahami tindakan melalui kuisioner yang kemudian dideskripsikan dalam angka-angka statistika.
Pendekatan kuantitatif yang bertujuan melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat, sehingga penelitian ini bersifat mengungkap fakta, hasil penelitian tersebut menekankan pada pemberian gambaran secara objektif mengenai keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti.
Survey terhadap mahasiswa Universitas Mercu Buana ini, menggunakan metode deskriptif korelasional karena peneliti ini ingin mengetahui dan menjelaskan pengaruh variable X “Pengaruh program let’s go”, terhadap variable Y yaitu minat melakukan traveling (Survey Terhadap Mahasiswa Bidang Studi
3 Moh Nazir, Metode Penelitian, Ghalian Indonesia, Bogor, 1998. Hal 31
4 Rachmat Kriyanto, Teknik Praktis Riset Komunikasi. Kencana prenada Media Group, Jakarta,2007. Hal 57
Broadcasting, FIKOM UMB Angkatan 2014). Apakah dengan adanya tayangan tersebut dapat mempengaruhi minat melakukan traveling pada mahasiswa Mercu Buana. Untuk itu hasil akhir dari penelitian ini akan berhubungan dengan korelasi antara kedua variabel tersebut.
3.2 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah metode survei, dimana penelitian survei merupakan metode riset dengan menggunakan koesioner sebagai instrument pengumpulan datanya. Tujuanya untuk memperoleh informasi
tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu.5
Metode survei digunakan sebagai teknik penelitian yang melalui pengamatan langsung terhadap suatu gejala atau pengumpulan informasi melalui pedoman wawancara, kuisioner, kuisioner terkirim (mailed questionnaire) atau survey melalui telepon (telephone survey).
Dimensi survei unit analisis data adalah survei tidak hanya terbatas pada daftar pertanyaan saja, namun juga riset kepada orang – orang. Penganalisaan mungkin menggunakan informasi dari negara-negara, tahun, peristiwa, organisasi, dan lain sebagainya. Jika suatu analisis tersebut tidak digunakan kepada orang lain maka dapat dimanfaatkan untuk kedepannya. Dalam merancang survei, diperlukan beberapa tahapan, yaitu dimulai dari pemilihan masalah, persiapan awal, pemilihan sampel, penentuan tekhnik pengumpulan data, memperkirakan
5 Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi. . Kencana prenada Media Group, Jakarta,2007. Hal 287.
waktu, biaya dan tenaga, hingga melakukan pre-testing.6 Metode penelitian data
melalui survey mempunya ciri-ciri sebagai berikut :7
1. Informasi diperoleh dari sekumpulan orang
2. Informasi yang diperoleh dari sekumpulan orang tersebut berupa sample
3. Informasi diperoleh melalui beberapa pertanyaan
Metode survey ini digunakan untuk menunjang proses pengumpulan dan analisis data social bersifat terstruktur dan mendetail melalui kuisioner sebagai instrument utama untuk mendapatkan informasi dari sejumlah responden yang diasumsikan mewakili populasi secara spesifik. Karena itu, penggunaan tekhnik
sampling yang benar sangat menentukan kualitas riset.8
Tujuan dari metode survey adalah untuk memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab atau merespon pertanyaan sesuai persepsinya, dan untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu serta untuk membuat penilaian terhadap kondisi dan praktek penyelenggaraan sesuatu dimasa sekarang, atau umtuk menyusun perencanaan yang diteliti tentang pengembangannya.
Melalui data yang ada secara factual, peneliti akan mengetahui seberapa besar pengaruh program Let’s Go terhadap minat remaja dalam melakukan traveling (Survey Terhadap Mahasiswa Bidang Studi Broadcasting, FIKOM UMB Angkatan 2014) dengan cara menyebarkan kuisioner atau daftar pertanyaan dan dapat pula melakukan wawancara secara pribadi. Dalam penelitian ini,
6 Yulius Slamet. Metode Penelitian Sosial. Surakarta: LPP UNS dan UNS Press. 2006 7 Ronny Kounour, Metode Penelitian, Jakarta, PPM, 2003 Hal 106
8 Rachmat Kriyantono, Tekhnik Praktis Riset Komunikasi, Kencana Prenada Media, Jakarta, 2006, Hal 60
peneliti melakukan penyebaran kuisioner kepada sejumlah mahasiswa broadcasting Universitas Mercu Buana angkatan 2014.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Pengumpulan data tidak lain demi suatu proses pengadaan data untuk keperluan penelitian, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
3.3.1 Data Primer
Dalam memperoleh data yang diinginkan, dalam peneltian ini penulis menyebarkan kuisioner atau angket adalah merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan kuesioner kepada responden dengan harapan memberikan respon.
3.3.2 Data Sekunder
Peneliti melakukan studi perpustakaan dan mencari buku atau jurnal-jurnal serta kamus bahasa Indonesia sebagai bahan referensi untuk membantu data penelitian yang bersangkutan dengan yang akan diteliti. Selain itu peneliti juga mencari data-data tambahan dari internet guna untuk membantu pengetahuan biodata atau profile dari apa yang akan diteliti. Dalam hal ini profil program Let’s Go.
3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi
Jumlah keseluruhan unit analisis, yaitu objek yang akan diteliti, disebut
populasi atau universe.9 Populasi merupakan jumlah keseluruhan dari unit analisa
yang akan menjadi sasaran dari suatu penelitian. Populasi juga dapat dilakukan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih untuk menjadi anggota sampel.
Populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah mahasiswa Mercu
Buana, jurusan broadcasting angkatan 2014 dengan populasi 201 mahasiswa.10
Dan pada survey yang sudah peneleliti lakukan sebelumnya mahasiswa komunikasi cukup mewakilkan kriteria yang telah ditentukan.
3.4.2 Sampel
Adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap
dapat menggambarkan populasinya.11 Sampel adalah bagian dari elemen dari
suatu populasi. Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian yang diamati.12
Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini didasarkan pada pendapat
Suharsimi Arikunto.13
9 Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2004, Hal 57 10 Biro Administrasi Akademik. Universitas Mercu Buana, Jakarta, 2015
11 Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2004, Hal 57 12 Jalaludin Rakhmat,Metode Penelitian Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2014, Hal 78
13 Suharsimi Arikumo, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2010, Hal 134
Sekedar ancar-ancar, maka apabila subyeknya kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar, dapat diambil antara 10% hingga 15% atau 20%,30% hingga 40% atau lebih tergantung setidak-tidaknya dari:
1. Kemampuan peneliti dari waktu, tenaga dan dana
2. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini
menyangkut banyak sedikitnya data
3. Besar kecilnya resiko yang ditanggung peneliti. Peneliti yang resikonya
besar, tentu saja jika sampelnya besar akan lebih baik
Langkah selanjutnya dari proses pemilihan sampel adalah memilih sampel yang dibutuhkan dalam penelitian, yaitu dengan menentukan subjek yang akan menjadi sampel dalam penelitian.
Ukuran minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan, desain
penelitian yang digunakan adalah:14
1. Metode Deskriptif : minimal 40% dari populasi, bila populasi kecil dapat
diambil 50% dari jumlah populasi
2. Metode Deskriptif Korelasional : minimal 30 subjek dari seluruh jumlah
populasi.
3. Metode Eksprimental : minimal 15 subjek untuk setiap kelompok populasi
Melalui pendapat tersebut peneliti mengambil sampel sebesar 40% dari jumlah populasi, yaitu 201 X 40% = 80 responden.
3.5 Teknik Penarikan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam peneilitan ini adalah simple random sampling. Simple random sampling merupakan pengambilan sampel anggota yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada
dalam populasi .15 Teknik pengambilan sampel secara acak, tanpa pandang bulu.
Semua individu dalam populasi diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini memberikan kemungkinan besar memperoleh
sampel yang representatif.16
3.6 Definisi Konsep
Untuk lebih memahami dalam menafsirkan data-data yang ada dala penelitian ini, oleh karena itu ada beberapa definisi konsep yang berkaitan dengan penelitian ini yaitu:
1 . Terpaan Media
Dalam studi media dikenal istilah terpaan media ( media exposure ). Terpaan media ini menyangkut banyak jumlah orang yang membaca Koran, mendengarkan radio, dan menonton televisi. Penelitian ini berusaha mencari data khalayak tentang penggunaan media baik jenis media, frekuensi penggunaan maupun durasi penggunaan. Frekuensi penggunaan media mengumpulkan data khalayak tentang keseringan khalayak menonton sebuah tayangan jenis televisi, apakah itu program harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Terpaan media merupakan kegiatan mendengar, melihat, dan membaca pesan - pesan media
15 Sugiyono,Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.Bandung,2001. Hal 74 16 Sutrisno Hadi. Metodologi Riset. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.2015. Hal 76
massa ataupun pengalaman dan perhatian terhadap suatu pesan yang terjadi pada
individu maupun kelompok.17
2. Program Let’s Go
Merupakan program bergenre feature yang memberikan tayangan yang berisi tentang tempat-tempat wisata yang belum pernah dikunjungi para traveller atau tempat-tempat yang jarang dikunjungi traveller. Biasanya tempat-tempat tersebut masih di zona atau wilayah Indonesia, sehingga tempat-tempat yang dikunjungi adalah berada di Indonesia serta menampilkan keindahan alam dan buday serta flora atau fauna yang ada di Indonesia.
3. Minat
Merupakan kelanjutan dari perhatian yang merupakan titik tolak bagi timbulnya hasrat untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan komunikator. Minat akan tumbuh dalam diri seseorang apabila pesan yang disampaikan komunikator diterima dengan penuh perhatian dan menyentuh sisi emosional komunikan.
Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh, minat pada dasarnya penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat dengan hubungan tersebut, semakin besar minat
17 Bambang Prastyono. Hubungan antara Keluarga dan Terpaan . Media Cetak dengan Motif Membaca remaja pada majalah penjebar semangat. Surabaya: fisip Unair. 1995. Hal 23
4. Travelling
Kegiatan jalan-jalan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, aktivitas travelling sebagai bentuk gaya hidup dalam mengisi waktu luang.
3.7 Operasional Konsep
Penelitian ini dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan dalam bentuk kuisisoner yang akan mengacu pada pokok permasalahan yaitu apakah ada pengaruh tayangan Let’s Go terhadap minat dalam melakukan traveling seberapa besar jika ada.
1. Variabel X ( independent )
Variabel independent atau variabel bebas merupakan variable yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan / timbulnya variabel terikat. Variabel independent dalam penelitian ini adalah program Let’s Go.
Dalam penelitan ini peneliti menanyakan kepada responden bagaimana frekuensi, durasi dan intensitas mereka saat menyaksikan program Let’s Go.
2. Variabel Y ( dependent )
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau variable yang menjadi akibat karena adanya variable independent. Variable dependent dalam penelitian ini adalah minat melakukan travelling
Setiap pertanyaan yang akan dijawab oleh responden akan mendapatkan skor. Skor tertinggi akan diberikan 5 poin pada setiap item pertanyaan dan skor terendah akan diberikan 1 poin pada setiap item pertanyaan.
Bentuk rentang nilai skor dalam item pertanyaan adalah sebagi berikut :
1. Sangat Minat diberi poin skor = 5
2. Minat diberi poin skor = 4
3. Cukup Minat diberi skor = 3
4. Tidak Minat diberi skor = 2
5. Sangat Tidak Minat diberi skor = 1
Tabel 3.1 Operasional Konsep Variabel
Dimensi Indikator Skala Skor
Program Let’s Go (X) Frekuensi Intesitas/Durasi Seberapa sering menonton tayangan Let’s Go Berapa lama menonton tayangan Let’s Go a. Sangat Sering b. Sering c. Cukup Sering d. Jarang e. Tidak Pernah a. 30 Menit b. 25 Menit c. 20 Menit d. 15 Menit e. 10 Menit 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
Alur isi Menonton program feature seperti Let’s Go menarik untuk disimak
Dari tayangan Let’s Go anda
mendapatkan tips traveling
Memahami isi dari tayangan Let’s Go
Tertarik lokasi yang
menjadi tempat
a. Sangat Setuju b. Setuju
c. Cukup Setuju d. Tidak Setuju e. Sangat Tidak Setuju
a. Sangat Setuju b. Setuju
c. Cukup Setuju d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
a. Sangat Memahami b. Memahami
c. Cukup Memahami d. Tidak Memahami e. Sangat Tidak Memahami
a. Sangat Tertarik b. Tertarik 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4
shooting yang dikunjungi tim Let’s Go
Karakter host dalam acara Let’s Go sudah sesuai dalam
membawakan acara
Tertarik gaya bicara
Host saat memberikan tips traveling dalam membawakan acara Let’s Go Atiya Anindita, Rima Saradiani
Demensah dan Laura Hermwati
c. Cukup Tertarik d. Tidak Tertarik
e Sangat Tidak Tertarik
a. Sangat Setuju b. Setuju
c. Cukup Setuju d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
a. Sangat Setuju b. Setuju
c. Cukup Setuju d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
a. Sangat Setuju b. Setuju c. Cukup Setuju d. Tidak Setuju 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2
berkompeten dalam bidangnya menjadi
host dalam acara
Let’s Go
e. Sangat Tidak Seutuju 1
Minat Travelling (Y) Attention (Menaruh Perhatian) Interest (Tahap Ketertarikan) Mengetahui tempat-tempat yang
dikunjungi tim Let’s Go Minat untuk mengikuti tantangan dalam melakukan travelling yang ditelusuri Let’s Go
Minat untuk menjadi traveller setelah menonton tayangan Let’s Go a. Sangat Setuju b. Setuju c. Cukup Setuju d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
a. Sangat Minat b. Minat
c. Cukup Minat d. Tidak Minat
e. Sangat Tidak Minat
a. Sangat Minat b. Minat
c. Cukup Minat d. Tidak Minat
e. Sangat Tidak Minat
5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
Terhibur dengan dengan tempat – tempat wisata yang dikunjungi tim Let’s Go Mendapat pengetahuan baru mengenai tempat destinasi wisata setelah menonton tayangan Let’s Go Minat untuk melakukan traveling ketempat yang dikunjungi tim Let’s Go
a. Sangat Terhibur b. Terhibur
c. Cukup Terhibur d. Tidak Terhibur
e. Sangat Tidak Terhibur
a. Sangat Setuju b. Setuju
c. Cukup Setuju d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
a. Sangat Minat b. Minat
c. Cukup Minat d. Tidak Minat
e. Sangat Tidak Minat
5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
Action Tertarik untuk mengunjungi tempat wisata yang ditayangkan Let’s Go a. Sangat Tertarik b. Tertarik c. Cukup Tertarik d. Tidak Tertarik
e. Sangat Tidak Tertarik
5 4 3 2 1
3.8 Validitas & Reliabilitas
Hasil penelitian yang baik harus mengandung unsur reabilitas dan validitas. Realibilitas adalah tingkat kepercayaan hasil pengukuran. Sedangkan validitas adalah relevansi isi pernyataan yang disusun berdasarkan rancangan yang tepat.
3.8.1 Validitas
Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya.
Sebuah data dianggap valid dan sah jika data tersebut mampu mengukur apa yang akan diukur. Uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa pertanyaan yang diajukan dapat mengukur apa yang seharusya diukur. Mengukur sejauh mana ketepatan dan kecepatan fungsi ukurnya. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada suatu angket mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut.
Kriteria suatu data dikatakan valid18
1. Jika koefisien korelasi melebihi 0,2
2. Jika koefisien korelasi (r hitung) > r-tabel ( ;n-2)
Sedangkan bila ada salah satu variabel yang tidak mempunyai hubungan
dengan totalnya akan variable itu dikatakan tidak valid.19 Untuk menguji validitas
metode yang dilakukan adalah dengan mengukur korelasi antara bukti-bukti pertanyan dengan skor pertanyaan secara keseluruhan dengan menggunakan SPSS 22.
3.8.2 Reliabilitas
Adalah suatu nilai yang menunjukan konsistensi suatu alat pengukur gejala
yang sama.20 Analisis digunakan untuk mengukur tingkat keakuratan dan presisi
jawaban yang mungkin dari beberapa pertanyaan. Dalam penelitian ini uji reliabilitas akan dilakukan dengan metode Alpha-Cronbach.
Tabel 3.2
Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha
Alpha Tingkat Reliabilitas
0,00 s/d 0,20 Kurang Reliabilitas >0,20 s/d 0,40 Agak Reliable >0,40 s/d 0,60 Cukup Reliable >0,60 s/d 0,80 Reliable >0,80 s/d 1,00 Sangat Reliable
18 Jonathan Sarwono, Analisi data Penelitian menggunakan SPSS. Yogyakarta:Andi,2009. Hal 26 19 Sugiono, Statistik Untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung, 2009, Hal 228
20 Husein Umar, Metode Riset Komunikasi Organisasi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009, Hal 99
Tingkat realibilitas dengan metode Alpha-Crochbach diukur berdasarkan skornya bukan 0-1, tetapi merupakan rentangan beberapa nilai, mislanya 0-10 atau
0-100 atau bentuk skala 1-3, 1-5 dan seterusnya.21
3.9 Teknik Analisis Data
Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara mengeleompokkan data-data terkumpul kemudian dilakukan editing untuk dimasukkan kedalam tabel – tabel frekuensi yang berbentuk tabel. Selanjutny, data tersebut diolah dan dianalisis kecenderungannya kemudian ditarik kesimpulan untuk menjawab masalah pokok penelitian.
Pengolahan data hasil survei dilakukan dengan menggunakan program piranti lunak Statistic Product and Service Solution (SPSS) 22. Data diolah untuk mendapatkan informasi deskriftif dan analisis model penelitian. Analisis deskriftif dfilakukan untuk mendapat gambaran jawaban responden secara deskriftif. Analisi model penelitian dilakukkan untuk menguji model dan hipotesis penelitian.
Untuk mengukur sikap, pendapat, respon, dan opini seseorang atau tentang suatu fenomena dapat digunakan Skala Likert. Adapun sebelumnya fenomena telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yaitu dikenal sebagai variabel penelitian.22
Dengan menggunakan Skala Likert, variabel dapat diukur dan dijabarkan menjadi indikator. Indikator tersebut nantinya akan dihitung dan diukur. Komponen yang diukur kemudian menjadi titik tolak untuk menyusun item
21 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif, Kencana Prenada, Media Group, 2005. Hal168 22 Jalaludin Rakhmat. Metode Penelitian Komunikasi. Jakarta:Universitas Terbuka
instrument yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif
sampai sangat negatif.23
Tabel 3.3 Skala Likert Jawaban Skor Sangat Minat 5 Minat 4 Cukup Minat 3 Tidak Minat 2
Sangat Tidak Minat 1
Kategori tersebut akan dipilih responden yang ditujukan untuk mengetahui, pengaruh program Let’s Go MNC TV terhadap minat remaja dalam melakukan travelling.
Data yang nantinya diperoleh lalu dicari rata-rata dari setiap jawaban responden yang diterima. Hasil dari rata-rata tersebut kemudian dipetakan ke
rentang skala yang mempertimbangkan informasi interval berikut :24
Interval = Nilai tertinggi – nilai terendah = 5 - 1 = 0,8
Banyaknya kelas 5
23 Ridwan. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian.Bandung:Penerbit Indonesia (1101)2003 Hal 12
24 Darmadi Duriyanto, Sugiarto&Tony Sitinjak, Strategi Menaklukan Pasar Melalui Riset Ekuitas
Setelah besarnya interval diketahui kemudian dibuat rentang skala sehingga dapat diketahui dimana rata-rata penelitian responden terhadap setiap unsur diferemsiasinya dan sejauh mana variasinya. Rentang skala tersebut adalah :
Tabel 3.4 Rentang Skala
Interval Keterangan
1,00 – 1,80 Sangat Buruk / Sangat Rendah
1,81 – 2,60 Buruk / Rendah
2, 61 – 3,40 Cukup / Sedang
3,41 – 4,20 Baik / Tinggi