BAB I PENDAHULUAN. baik perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa maupun produksi.

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

Berkembangnya teknologi yang semakin modern, persaingan usaha menjadi semakin bebas dan ketat. Persaingan yang terjadi tidak hanya melibatkan pelaku bisnis dalam negeri, tetapi juga melibatkan pelaku bisnis dari luar negeri yang semakin bebas dan leluasa memasarkan produk maupun jasa di Indonesia. Hal tersebut memaksa perusahaan untuk dapat menemukan solusi yang tepat guna dapat bertahan di pasar dan mencapai tujuan perusahaan. Tujuan umum dari sebuah bisnis atau perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham atau menghasilkan profit bagi para pemegang saham baik perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa maupun produksi.

Kegiatan memaksimalkan kekayaan tersebut dapat diartikan juga sebagai kegiatan mencari keuntungan guna dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Mendapatkan keuntungan atau laba dan besar kecilnya laba sering menjadi ukuran kesuksesan suatu perusahaan. Investor atau dapat dikatakan sebagai pemegang saham dan yang berminat untuk membeli saham maupun obligasi suatu perusahaan, tidak hanya akan melihat bagaimana pergerakan saham secara historis tapi juga melihat dan mengukur performa atau kinerja keseluruhan perusahaan.

Mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan untuk seorang investor bertujuan apakah dapat memutuskan berinvestasi atau tidak atau menjual sahamnya yang telah ada dalam perusahaan tersebut oleh karena itu, pengukuran kinerja

(2)

menjadi hal yang sangat penting. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara pengerjaannya. Pengukuran kinerja dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat devisi antara progres yang direncanakan dengan kenyataan. Apabila terdapat diviasi berupa progres yang lebih rendah dari rencana, perlu dilakukan langkah-langkah untuk memacu kegiatan agar tujuan yang diharapkan dapat dicapai (Wibowo, 2011:2).

Kinerja perusahaan adalah hasil dari banyak keputusan individual yang dibuat secara terus menerus oleh manajemen. Menilai kinerja perusahaan ini perlu melibatkan analisis dampak keuangan kumulatif dan ekonomi dari keputusan, dan mempertimbangkannya dengan menggunakan ukuran komparatif. Analisis keuangan sering kali terdapat godaan untuk menghitung semua angka, padahal biasanya hanya terdapat beberapa hubungan yang akan menghasilkan infomasi dan pandangan yang betul-betul dibutuhkan oleh analisis (Erick, 1997:67).

Melihat perkembangan kinerja dalam perusahaan mempermudah untuk pihak manajer maupun investor dalam menilai apakah kinerja tersebut sudah optimal atau belum. Biasanya penelitian menggunakan rasio keuangan untuk pengukuran, tetapi lain halnya dengan perusahaan yang sudah go public yaitu menggunakan pengukuran Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA). Pengukuran tersebut dapat melihat kinerja suatu perusahaan apakah sudah optimal sesuai standart yang ada atau masih belum. Alasan menggunakan EVA dan MVA karena di dalam laporan keuangan sudah terdapat tingkat prosentase solvabilitasnya, dan tidak perlu diperhitungkan kembali menggunakan rasio yang ada.

(3)

Perusahaan asuransi di Indonesia sudah mulai berkembang secara signifikan, mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat pula tanpa memperhatikan resiko-resiko yang akan terjadi kedepannya, disitulah peluang bisnis asuransi dapat masuk untuk memberikan proteksi untuk kesejahteraan masyarakat dimasa depan. Perusahaan asuransi di Indonesia berlomba-lomba menjadi yang terbaik, dengan memanajemen kinerja perusahaan maka perusahaan asuransi dapat memberikan pelayanan serta kepuasan konsumennya dengan jasa yang telah disediakan.

Perkembangan asuransi di Indonesia ditunjukkan melalui data yang sudah beredar yaitu perolehan premi industri asuransi umum di Indonesia tumbuh 22,44% year on year, berdasarkan data dari Biro Riset Infobank. Mengutip dari data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pertumbuhan premi dari sektor properti dan kendaraan bermotor masih menjadi penyumbang terbesar, berkisar 50% dari total premi industri. Sepanjang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di angka 5%, maka diprediksikan pertumbuhan asuransi umum tahun ini masih berada di kisaran 6%-11%. Pada semester kedua realisasi belanja pemerintah Indonesia memacu pertumbuhan bisnis, meskipun ada pengaruh dengan pemotongan anggaran sampai dengan Rp 133 triliun (http://www.ojk.go.id).

Pertumbuhan premi secara industri melambat, beberapa perusahaan asuransi umum masih berhasil mendongkrak perolehan premi. Pada semester pertama 2016, 1o dari perusahaan asuransi umum berpremi terbesar, tujuh diantaranya tumbuh positif preminya, bahkan jauh di atas pertumbuhan industri. Pada akhir 2016 asuransi umum mendapat angin segar. Pertama datang dari amnesti pajak atau tax

(4)

amnesty. Bank Indonesia menargetkan dana Rp 21 triliun dana yang terkumpul dari program amnesti pajak dan Rp 180 triliun dari repatriasi dana tahun ini (www.mauasuransi.com) .

Manajemen mempunyai kepentingan ganda dalam analisis kinerja keuangan antara lain menilai efisiensi dan profitabilitas operasi, serta menimbang seberapa efektif penggunaan sumberdaya perusahaan. Penilaian atas operasi sebagian besar dilakukan berdasarkan analisis laporan laba rugi, sedangkan efektifitas penggunaan sumber daya biasanya diukur dengan mengkaji ulang neraca maupun laporan laba rugi (Erick,1997:70). Nilai perusahaan akan meningkat jika perusahaan tersebut dapat beroperasi dengan mencapai laba yang ditargetkan. Laba yang sudah diperoleh tersebut, perusahaan akan mampu memberikan deviden kepada pemegang saham, dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan.

Perusahaan go public yang telah tercatat di bursa efek hal ini sangat berguna untuk investor yang ingin menanamkan modalnya, dengan mengetahui perkembangan perusahaan tersebut. Perusahaan harus mempunyai acuan untuk menilai kinerja, agar dapat mengetahui sebarapa besar laba yang diperoleh dan tingkat kerugian yang akan didapat nanti. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan adalah kunci keberhasilan perusahaan untuk dapat dikatakan mempunyai kinerja perusahaan yang baik, karena keuntungan merupakan komponen laporan keuangan yang digunakan sebagai alat untuk menilai baik tidaknya kinerja perusahaan. Faktor yang dapat menunjukkan bagaimana kinerja perusahaan itu baik atau tidak yaitu dengan analisis laporan keuangan.

(5)

Asuransi artinya transaksi pertanggungan yang melibatkan dua pihak, tertanggung dan penanggung. Penanggug menjamin pihak tertanggung, bahwa ia akan mendapatkan penggantian terhadap suatu kerugian yang mungkin akan dideritanya, sebagai akibat dari suatu peristiwa yang semula belum tentu akan terjadi atau yang semula belum dapat ditentukan saat atau kapan terjadinya (Soeisno, 2003:71). Beberapa hal penting yang terkandung dalam bisnis asuransi antara lain ditinjau dari segi fungsional asuransi yaitu, sebagai suantu lembaga sosial-ekonomi yang diciptakan untuk melakukan fungsi tertentu.

Kegiatan asuransi akan menggambarkan bagaimana asuransi mengurangi risiko dengan jalan mengombinasikan sejumlah besar unit-unit objek yang terkena resiko yang sama atau hampir sama, sehingga dapat diramalkan besarnya kemingkinan terjadinya suatu kerugian. Ditinjau dari segi hukum, maka asuransi adalah sebagai suatu perjanjian antara penanggung dan tergantung, mengenai pengalihan risiko tertentu dari tertanggung kepada penanggunng dengan sejumlah pembayaran kepada penanggung premi. Surat perjanjiannya disebut polis yang mengatur segala hak dan kewajiban dari masing-masing pihak.

Kegiatan asuransi merupakan suatu kontrak hukum yang diatur dalam Undang-Undang (KUHD) ataupun aturan-aturan hukum lainnya, dimana penanggung berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu berjanji akan akan membayar (memberi ganti rugi) atau memberikan jasa-jasa tertentu, apabila si pertanggung menderita kerugian sebagaimana yang dijamin dalam perjanjian dan sesuai dengan kondisi perjanjian tersebut. Segi sifat kerugiannya, maka kerugian yang dapat diasuransikan dan bisa mendapatkan ganti rugi adalah bahwa kerugian

(6)

tersebut haruslah merupakan kerugian yang terjadi karena suatu kecelakaan accidental loss. Sifat kerugiannya harus datang dari luar, tidak dapat diduga terlebih dahulu kapan terjadinya, tidak disengaja dan ada unsur kerugian.

Asuransi mempunyai tujuan dan teknik pemecahan dari segi ekonomi yaitu, memiliki tujuan mengurangi ketidakpastian dari hasil yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memnuhi kebutuhan atau mencapai tujuan, sedangkan tekniknya dengan cara mengalihkan risiko pada pihak lain dan pihak lain mengombinasikan sejumlah risiko yang cukup besar sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat besarnya kemungkinan terjadinya kerugian (Soeisno, 2003:72).

Melihat kinerja dari suatu perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah perusahaan dan memberikan nilai tambah kepada para penyandang dana, maka dapat menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA). Hasil dari laporan keuangan premi dan laba usaha perusahaan pada tahun 2013, 2014, dan 2015. Prosentase kenaikan premi pada tahun 2013, 2014 dan 2015 yaitu 3,35 % ; 22,9 % ; dan 22,98 %. Sedangkan prosentase kenaikan laba usaha pada tahun 2013, 2014, dan 2015 yaitu 17,85 % ; 72, 29 % ; dan 14,94 %.

Peneliti memilih untuk menganalisis perusahaan asuransi dikarenakan perusahaan asuransi kini sudah mulai berkembang pesat dalam lingkungan masyarakat. Kesadaran mereka atas kesejahteraan keluarga maupun barang berharga sangat penting untuk dilindungi dan apabila terjadi sesuatu yang tidak terduga maka mereka bisa meminta pertolongan terhadap perusahaan asuransi.

(7)

Perusahaan asuransi juga menyediakan jasa-jasa yang sangat memudahkan calon konsumen memilih apa yang akan mereka lindungi atau asuransikan, dari asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan, hingga asuransi properti atau barang.

Sekian banyak asuransi, penulis menjelaskan tentang asuransi properti yaitu pada PT. Asuransi Ramayana Tbk. Perusahaan ini didirikan tanggal 6 Agustus 1956 dengan Akta Notaris Raden Meester Soewandi No. 14 dan disahkan dengan Penetapan Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 15 September 1956 No. J.A.5/67/16 dengan nama PT. Maskapai Asuransi Ramayana. Tujuan didirikannya perusahaan asuransi tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan proteksi atas barang-barang impor dan ekspor. Adanya perusahaan asuransi ini, maka kesadaran masyarakat untuk barang yang perlu diasuransikan sudah diwujudkan.

Penilaian kinerja yang efektif dan tepat terhadap perusahaan sangat berpengaruh dalam kelangsungan perusahaan, khususnya perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi sangat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat, oleh karena itu, peneliti akan menganalisis tentang kinerja dalam perusahaan asuransi yang beroprasi dalam bidang properti. Dengan menunjukkan nilai tambah yang terjadi pada tahun yang di teliti, serta mengevaluasi kinerja perusahaan selama periode yang ditentukan.

1.2 Rumusan Penelitian

Berdasarkan uraian yang dikemukakan sebelumnya maka peneliti dapat merumuskan masalah penelitian sebagai berikut, “Bagaimana kinerja keuangan perusahaan pada tahun 2013 - 2015?”

(8)

1.3 Batasan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka batasan penelitian ini menghitung laporan keuangan perusahaan pada periode 2013 - 2015 yang sudah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, dengan metode perhitungan EVA dan MVA

1.4 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kinerja keuangan pada perusahaan asuransi.

2. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini peneliti lakukan dengan harapan dapat memberi kegunaan untuk :

a. Bagi perusahaan

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola dan pengendalian kebijakan di tahun yang akan datang guna mengembangkan perusahaan.

b. Bagi investor

Hasil penelitian ini diharapkan memudahkan pemegang saham perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi pada perusahaan PT. Asuransi Ramayana, Tbk.

(9)

c. Bagi peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pengembangan penelitian untuk peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian tentang kinerja keuangan pada perusahaan asuransi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :