Rusmiati, Nurmilah, Yuli Mulyanti Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Teks penuh

(1)

41

BERKONTRIBUSI TERHADAP KEBIASAAN MINUM TABLET FE

SELAMA

ANTENATAL CARE

(The Knowledge and Attitude of Pregnant Women with Anemia Contributed to the Habit of Fe Tablet Consumpsion during Ante Natal Care)

Rusmiati, Nurmilah, Yuli Mulyanti

Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Email : yuli.mulyanti@yahoo.com

ABSTRAK

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. Tingginya prevalensi anemia defisiensi zat besi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara saat ini dipicu oleh rendahnya pola konsumsi tablet Fe yang kurang dari 90 butir selama hamil. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dalam kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian yaitu cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 132 responden. Tehnik analisis menggunakan uji Chi-Square dab Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0.020) dan sikap (p=0.027) ibu hamil dengan anemia terhadap kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe selama ANC. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kebiasaan adalah sikap dengan OR=2,822. Kesimpulan : perawat perlu memberikan pendidikan kesehatan ANC secara berkelanjutan sehingga dapat meingkatkan sikap ibu hamil terkait kebiasaan minum Fe secara teratur.

Kata Kunci : ANC, anemia, konsumsi tablet Fe

ABSTRACT

Maternal Mortality Rate (MMR) is one of indicator of health care service in the country. Maternal death can occur due to several reasons, such as anemia. 15-20% of maternal deaths are directly or indirectly related to dealing with anemia. Anemia due to iron defisiansi a major cause of maternal anemia. The high prevalence of iron deficiency anemia in Jatinegara district health center is now triggered by the low Fe tablet consumption patterns that are less than 90 points during pregnancy. The objective of the study was to know the relation between knoledge, and attitude in the consumption habits of Fe tablets in pregnant women to anemia of pregnant women. Design research is Crossectiona study. Number of sample are 132 respondents. The analysis technique used Chi-Square and Multiple Logistic Regressio analyzes. The result showed that there is a relationship between factors of knowledge (p = 0.020) and attitude (p = 0.027) with the habit of consuming iron in pregnant women along ante natal care (ANC). The most dominant factor affecting consumption habits of iron in pregnant women is attitude, with OR of 2,822. In other words, the attitude has 2,822 times greater chance of the habits of pregnant women who consume tablets Fe at the health center Jatinegara, East Jakarta. As the conclussion of this study that Nurses should give health education regularly to increse the attitute of Fe consumption habits of pregnant women.

(2)

PENDAHULUAN

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Penelitian Chi, dkk

(th....)menunjukkan bahwa angka kematian ibu adalah 70% untuk ibu-ibu yang anemia dan 19,7% untuk mereka yang non anemia. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu.

Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. Hal ini juga diungkapkan oleh Simanjuntak (1992), bahwa sekitar 70% ibu hamil di Indonesia menderita anemia gizi. Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan.

Prevalensi anemia ibu hamil di provinsi DKI Jakarta masih tinggi apabila dibandingkan dengan angka nasional, dimana angka prevalensi anemia di DKI

Jakarta sekitar 41,02% sedangkan angka prevalensi secara nasional 40,1%. Pada ibu hamil, beberapa faktor resiko yang berperan dalam meningkatkan prevalensi anemia defisiensi zat besi, antara lain: Umur ibu < 20 tahun atau > 35 tahun, pendarahan akut, pendidikan rendah, pekerja berat, pengetahuan rendah , dan sikap mengkonsumsi tablet tambah darah < 90 butir, makan < 3 kali, kurang

mengandung zat besi. Muhilal et.al (1991).

Pemberian tablet Fe pada ibu hamil secara rutin selama jangka waktu tertentu dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara tepat. Tablet Fe untuk ibu hamil sudah disediakan oleh Pemerintah dan telah didistribusikan ke seluruh provinsi, dan pemberiannya dapat melalui Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Posyandu dan Bidan di Desa. Namun program di lapangan menunjukkan bahwa belum semua ibu hamil mendapatkan tablet Fe sesuai yang diharapkan program yaitu 90 tablet.

Cakupan distribusi tablet Fe ibu hamil pada tahun 2001 (Fe 1: 67,49% dan Fe 3: 63,08%) (SKRT 2001, Departemen Kesehatan R.I 2001). Anemia dalam kehamilan yang paling sering ialah anemia akibat kekurangan zat besi angka kejadian menurut Sarwono (2006) berkisar 62,30%. Kenayataan di lapangan melalui hasil wawancara dengan petugas kesehatan

(3)

bahwa tingginya prevalensi anemia defisiensi zat besi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara saat ini dipicu oleh rendahnya pola konsumsi tablet Fe yang kurang dari 90 butir selama hamil. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan minum tablet Fe pada ibu hamil dengan anemia.

METODE

Penelitian ini adalah penelitian non experimental yang menggunakan pendekatan diskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur, mulai bulan Juli 2012 sampai dengan November 2012. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas

Jatinegara dan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi yaitu Ibu hamil pernah memeriksakan kehamilan di puskesmas Jatinegara, kehamilan tunggal, tidak menderita penyakit kronis, Hb < 10 mg% dan bersedia menjadi responden. Pemilihan sampel dilakukan melalui purposive sampling, yaitu memilih individu sampel sebagai partisipan sesuai dengan tujuan. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 132 orang. Analisa data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik Ganda.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis univariat terhadap variabel umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pengetahuan, sikap dan kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Distribusi Responden Menurut Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan, Pengetahuan, Sikap

dan Kebiasaan Mengkonsumsi Tablet Fe di Wilayah Jakarta Timur, Tahun 2012.

Variabel Batasan Jumlah (n=132) Persen

Umur Umur ibu < 20 th Umur ibu ≥ 20 th 7

125 5.3 94.7 Pendidikan Rendah Tinggi 126 6 95.5 4.5 Pekerjaan Bekerja Tidak bekerja 15 117 11.4 88.6 Pengetahuan Rendah Tinggi 47 85 35.6 84.4

Sikap Tidak mendukung

Mendukung 20 112 15.2 84.8 Pendapatan < Rp2500 000 ≥ Rp 2500 000 121 11 91.7 8,3 Kebiasaan mengkonsumsi Fe Tidak teratur Teratur 36 96 27.2 62.8

(4)

Tabel 1. menunjukkan sebagian besar responden berusia ≥ 20 tahun (94.7%), memiliki pendidikan rendah (95.5%), tidak bekerja (88.6%), berpenghasilan < Rp 2.500.000 (91.7%), memiliki pengetahuan yang tinggi (84.4%), sikap mendukung (84.8%), dan kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe secara teratur (95.5%).

Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel independen (umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pengetahuan dan sikap) dengan variabel dependen (kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe). Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Hubungan antara Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan, Pengetahuan dan Sikap dengan Kebiasaan Minum Tablet Fe

di Puskesmas Jatinegara,Jakarta Timur Tahun 2012

Variabel

Kebiasaan Minum Tablet Fe

Total P Value OR Tidak teratur Teratur

Umur < 20 th ≥ 20 th 2 (28.6%) 34 (27.2%) 5 (71.4%) 91 (72.8%) 7 (100%) 125 (100%) 1.000 1.071 Pendidikan Rendah Tinggi 14 (31.1%) 22 (25.3%) 31 (68.9%) 65 (74.7%) 45 (100%) 87 (100%) 0.613 1.334 Pekerjaan Bekerja Tidak bekerja 4 (26.7%) 32 (27.4%) 11 (73.3%) 85(72.6%) 15 (100%) 117 (100%) 1.000 0.966 Penghasilan < Rp 2500000 ≥ Rp 2500 000 33 (27.3%) 3 (27.3%) 88 (72.7%) 8 (72.7%) 121 (100%) 11 (100%) 1.000 1.000 Pengetahuan Rendah Tinggi 19 ( 40.4 %) 17 (20 %) 28 (59.6%) 68( 80%) 47 (100%) 85 (100%) 0.020 2.714 Sikap Tidak mendukung Mendukung 10 (50.0%) 26 (23.2%) 10 (50.0%) 86 (76.8%) 20 (100%) 112 (100%) 0.027 3.308

Tabel 2. menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (nilai p = 0,020, OR = 2.714) dan sikap (nilai p = 0.027, OR = 3.308) dengan kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe. Sedangkan umur, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan tidak berhubungan secara

signifikan dengan kebiasaan minum tablet Fe.

Analisis multivariat dilakukan untuk melihat faktor yang paling berhubungan terhadap kebiasaan minum tablet Fe. Berdasarkan hasil uji bivariat, dari enam variabel independen ternyata hanya dua

(5)

variabel yaitu pengetahuan dan sikap yang memenuhi persyaratan sebagai kandidat dalam uji Regresi Logistik Ganda (nilai p

< 0,250). Hasil analisis dapat diligat pada tabel 3 berikut ini :

Tabel 3. Model Akhir Multivariat : Faktor Determinan yang Berhubungan dengan Kebiasaan Mengkonsumsi Tablet Fe

Variabel p value OR

Sikap 0.044 2.822

Pengetahuan 0.032 2.423

Hasil Uji Regresi Logistik Ganda Model Prediksi menunjukkan bahwa sikap (p = 0.044) dan pengetahuan (p = 0.032) berhubungan dengan kebiasaan ibu hamil mengkonsumni tablet Fe. Variabel yang paling berhubungan dengan kebiasaan minum tablet Fe adalah sikap ibu dengan OR = 2.822 yang berarti ibu yang mempunyai sikap mendukung, cenderung 2.822 kali lebih teratur dalam mengkonsumsi tablet Fe dibandingkan dengan ibu yang mempunyai sikap tidak mendukung.

Sesuai dengan kerangka pikir dalam penelitian ini, kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe adalah suatu perilaku yang dipengaruhi oleh faktor-faktor predisposisi (umur, pendidikan, pekerjaan), faktor pemungkin ( sikap dan pengetahuan). Hasil penelitian ini membuktikan secara uji ststistik bahwa faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kebiasaan minum tablet Fe adalah faktor predisposisi yaitu pengetahuan dan sikap ibu. Beberapa faktor yang mempengaruhi

terjadinya anemia adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang anemia, pemeliharaan kesehatan, resistensi tablet Fe dan komunikasi yang kurang tentang pentingnya suplemen tablet Fe. Pengetahuan seseorang dapat diperoleh dengan berbagai usaha, baik sengaja maupun secara kebetulan. Usaha yang dilakukan dengan sengaja meliputi berbagai metode dan konsep baik melalui proses pendidikan maupun melalui pengalaman.

Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu tentang manfaat mengkonsumsi Fe akan mempengaruhi perilakunya, Tentunya setiap orang tua / ibu menginginkan keturunan yang sehat, baik dari segi fisik, psikologis dan yang lainnya. Keyakinan ibu terhadap pengaruh makanan terhadap pertumbuhan dan pekembangan janin, akan memotivasi perilakunya dalam pemeliharan kesehatan. Karena dengan adanya pengetahuan yang memadai dengan sendirinya akan menggerakkan dirinya melakukan suatu

(6)

perilaku yaitu diantaranya mengkonsumsi nutrisi yang bermanfaat seperti tablet Fe, yang berguna untuk meningkatkan kadar hemeglobin dalam darah.

Kebiasaan minum tablet Fe secara teratur sebanyak 72.8% ibu yang berumur ≥ 20 tahun, karena umur pada level ini menggambarkan kedewasaan sesorang untuk mengambil keputusan yang bijaksana. Menurut Siagian (1995), bahwa umur berkaitan erat dengan tingkat kedewasaan psikologis, sehingga dapat diasumsikan bahwa semakin bertambah

umur berarti bertambah

kematangan/kedewasaan seseorang untuk bersikap mengendalikan emosi dan semakin memiliki sikap dan sifat yang menunjukkan kematangan intelektual. Kondisi ini yang membuat responden dapat secara teratur dengan dukungan yang kuat untuk meminum tablet Fe sesuai petunjuk petugas kesehatan. Adanya pengetahuan terhadap manfaat sesuatu hal, akan menyebabkan orang mempunyai sikap yang positif terhadap hal tersebut.

Pengetahuan berisikan segi positif dan negatif, bila sesuatu kegiatan dianggap lebih banyak segi positifnya, maka kemungkinan besar seseorang akan mengikuti kegiatan tersebut. Pengetahuan seseorang dapat diperoleh melalui pendidikan, penyuluhan, maupun dari berbagai sumber seperti media cetak seperti buku, majalah, koran, poster. Dari

media elekteronik radio, televisi, film dan lainya, berperan penting dalam memperoleh informasi baik tentang kesehatan maupun informasi lainya. Pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan khususnya anemia, akan berpengaruh terhadap sikap ibu hamil tentang pelaksanaan program pencegahan anemia. Salah satu faktor masih tingginya angka kejadian anemia adalah kurangnya pengetahuan tentang anemia, kurangnya pengetahuan disini adalah ketidaktahuan akan tanda-tanda dan gejala dan dampak yang timbul oleh anemia, akibatnya kalaupun individu tersebut terkena anemia ia tidak merasa “sakit“ (Nursalam, 2003).

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan proporsi yaitu sebanyak 86 (76.8%) dari 112 orang yang mempunyai sikap mendukung mempunyai kebiasaan minum tablet Fe secara teratur, sedangkan pada responden dengan sikap yang tidak mendukung terdapat 10 (50%) dari 20 responden mempunyai kebiasaan minum tablet Fe secara teratur. Sikap tersebut dapat berupa tanggapan setuju atau tidak setuju terhadap penerimaan tablet Fe, berhubungan pula terhadap tindakan ibu dalam upaya pencegahan anemia. Karena perilaku, sikap sering diperoleh dari orang lain yang paling dekat (Azwar, 2005).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap merupakan faktor dominan yang berhubungan secara signifikan terhadap

(7)

kebiasaan minum tablet Fe secara teratur pada ibu hamil, sehingga faktor sikap menjadi penentu keberhasilan suatu program Puskesmas khususnya dalam hal keteraturan minum tablet Fe.

Sikap adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan (senang-tidak senang, setuju-tidak setuju, baik-tidak baik dan sebagainya. (Notoatmojo, 2005). Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Setyaningsih (2008), bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan praktek ibu dalam pencegahan anemia gizi besi di Kota Pekalongan.

SIMPULAN

Hasil penelitian menggambarkan pengetahauan dan sikap berhubungan secara signifikan dengan kebiasaan ibu mengkonsumsi tablet Fe dan faktor yang paling dominan adalah sikap ibu, dengan kata lain sikap dapat mempengaruhi kebiasaan minum tablet Fe secara teratur. Sikap membuat seseorang mendekati atau menjauhi orang lain atau objek lain . Sikap positif terhadap nilai-nilai kesehatan tidak selalu terwujud dalam suatu tindakan nyata. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan antara lain sikap akan terwujud didalam suatu tindakan tergantung pada situasi saat itu, dan sikap akan diikuti atau

tidak diikuti oleh tindakan yang mengacu pada pengalaman orang lain.

Implikasi dari hasil penelitian ini bagi perawat adalah agar lebih meningkatkan program pendidikan kesehatan dengan metode yang bervariasi, seperti ceramah, simulasi, demonstrasi, dengan media yang relevan yaitu pemutaran slide, selain AVA yang sudah ada. Kunjungan rumah lebih ditingkatkan untuk menjaring ibu hamil agar mengkonsumsi tablet Fe secara teratur dan anggota keluarga yang lain /suami agar dapat mendukung ibu hamil yang ada dalam keluarga untuk mengkonsumsi tablet Fe.

DAFTAR RUJUKAN

Azwar, A dan Prihartono, J. 2003.

Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Binarupa Aksara

Departemen Kesehatan R.I. 2001.

Program Penanggulangan Anemia Gizi pada Wanita Usia Subur (WUS) : Safe Motherhood Project: A Partnership and Family Aproach. Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta

Notoatmodjo. 2005. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT. Rineka Cipta, Jakarta

Notoatmodjo. 2005. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Jogyakarta : Andi Offset

Siagian, S.P. 2002. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.

(8)

Setyaningsih. 2008. Pengaruh Interaksi, Pengetahuan dan SikapTerhadap Praktek Ibu dalam Pencegahan Anemia Gizi Besi Balita Di Kota Pekalongan, Jawa Timur. Tesis tidak dipublikasikan.

World Health Organization. 2001. Iron deficiency anemia: Assessment, Prevention and Control. Geneva

Figur

Tabel 1.  Distribusi Responden Menurut   Umur, Pendidikan,   Pekerjaan, Penghasilan, Pengetahuan, Sikap

Tabel 1.

Distribusi Responden Menurut Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan, Pengetahuan, Sikap p.3
Tabel  1.  menunjukkan  sebagian  besar  responden  berusia  ≥  20  tahun  (94.7%),  memiliki pendidikan rendah (95.5%), tidak  bekerja  (88.6%),  berpenghasilan  &lt;  Rp  2.500.000  (91.7%),  memiliki  pengetahuan   yang  tinggi  (84.4%),  sikap  menduku

Tabel 1.

menunjukkan sebagian besar responden berusia ≥ 20 tahun (94.7%), memiliki pendidikan rendah (95.5%), tidak bekerja (88.6%), berpenghasilan &lt; Rp 2.500.000 (91.7%), memiliki pengetahuan yang tinggi (84.4%), sikap menduku p.4

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :