TANGGUNG JAWAB HUKUM PEKERJAAN TUKANG GIGI TERHADAP KONSUMEN PENERIMA JASA TUKANG GIGI DI KOTA SEMARANG - Unika Repository

15  14  Download (0)

Teks penuh

(1)

TANGGUNG JAWAB HUKUM PEKERJAAN TUKANG GIGI TERHADAP KONSUMEN PENERIMA JASA TUKANG GIGI

DI KOTA SEMARANG

TESIS

Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat S-2

Program Magister Hukum Konsentrasi Hukum Kesehatan

diajukan oleh

drg. Febia Astiawati Sugiarto 13.93.0079

kepada

FAKULTAS PASCASARJANA

UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA

SEMARANG

(2)

Tesis

TANGGUNG JAWAB HUKUM PEKERJAAN TUKANG GIGI TERHADAP KONSUMEN PENERIMA JASA TUKANG GIGI

DI KOTA SEMARANG

diajukan oleh

drg. Febia Astiawati Sugiarto 13.93.0079

telah disetujui oleh :

Pembimbing Utama

Dr. Yohanes Budisarwo, SH., MH tanggal...

Pembimbing Pendamping

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul “Tanggung Jawab Hukum Pekerjaan Tukang Gigi Terhadap Konsumen Penerima Jasa

Tukang Gigi Di Kota Semarang”.

Tesis ini disusun guna memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pascasarjana (S2) pada Magister Ilmu Hukum konsentrasi Hukum Kesehatan Universitas Katholik Soegijapranata Semarang. Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam menyelesaikan tesis ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin

3. Prof. Dr. Agnes Widanti, selaku ketua Program Studi Magister Hukum Kesehatan UNIKA Soegijapranata Semarang.

(4)

5. drg. Irma Haida Yuliana Siregar, MHKes sebagai pembimbing pendamping yang telah memberikan banyak nasehat, masukan dan petunjuk dalam penyusunan tesis ini.

6. A. Joko Purwoko SH, M.Hum sebagai penguji tesis yang telah memberikan banyak nasehat, masukan dan petunjuk dalam penyusunan tesis ini.

7. Seluruh Narasumber yang bersedia memberikan waktu dan ilmunya untuk penyusunan tesis ini.

8. Seluruh dosen yang telah memberikan ilmunya kepada penulis selama kuliah di Program Studi Magister Hukum Kesehatan UNIKA Soegijapranata.

9. Seluruh karyawan bagian administrasi yang banyak membantu penulis selama kuliah.

10. Orang tua yang selalu memberikan doa, dorongan dan dukunganya. 11. Para sahabat magister hukum kesehatan angakatan XX yang selalu

kompak dan saling pengertian selama perkuliahan.

12. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, yang telah membantu memberikan informasi, refernsi dan masukan sehingga tulisan ini dapat diselesaikan.

(5)

Semoga proposal tesis ini dapat berguna terutama untuk pengembangan ilmu pengetahuan dalam hal Hukum Kesehatan.

Semarang, 15 Maret 2017 Penulis,

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR DIAGRAM ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

HALAMAN PERNYATAAN ... xiii

ABSTRAK ... xiv

ABSTRACK ... xv

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Perumusan Masalah ... 15

C. Tujuan Penelitian ... 15

D. Manfaat Penelitian ... 16

E. Metode Penelitian ... 18

1. Metode Pendekatan ... 18

2. Spesifikasi Penelitian ... 19

3. Variabel dan Definisi Operasional ... 20

4. Jenis Data ... 22

(7)

6. Metode Analisa Data ... 26

F. Kerangka Konsep... 28

G. Rencana PenyajianTesis ... 29

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 31

A. Teori Hukum ... 31

1. Definisi Hukum ... 31

2. Klasifikasi Hukum ... 32

B. Hukum Kesehatan... 34

1. Definisi Hukum Kesehatan ... 34

2. Asas Hukum Kesehatan ... 35

C. Tanggung Jawab Hukum ... 36

1. Definisi Tanggung Jawab Hukum... 36

2. Bentuk Tanggung Jawab Hukum ... 37

D. Pekerjaan ... 38

1. Hakikat Kerja ... 38

2. Risiko Pekerjaan ... 39

E. Pekerjaan Tukang Gigi ... 40

1. Dasar Hukum Pekerjaan Tukang Gigi ... 40

2. Kewenangan Tukang Gigi ... 42

F. Tukang Gigi Sebagai Pelaku Usaha ... 44

1. Pengertian Pelaku Usaha ... 44

2. Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha ... 43

(8)

1. Dasar Hukum Tanggung Jawab Pelaku Usaha ... 45

H. Konsumen ... 46

1. Definisi Konsumen ... 46

2. Hak dan Kewajiban Konsumen ... 47

I. Perlindungan Konsumen ... 49

1. Asas Perlindungan Konsumen ... 50

2. Tujuan Perlindungan Konsumen ... 52

J Sanksi Hukum ... 53

1. Administratif ... 53

2. Pidana ... 54

3. Perdata ... 56

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ... 58

A. Hasil Penelitian ... 58

1. Hasil Wawancara dengan Dinas Kesehatan Kota ... 58

2. Hasil Wawancara dengan Tukang Gigi ... 59

3. Hasil Wawancara dengan Konsumen Tukang Gigi ... 66

4. Hasil Wawancara dengan LP2K ... 69

B. Pembahasan ... 72

1. Ketentuan Hukum Pengaturan dan Pelaksanaan Pekerjaan Tukang Gigi ... 72

2. Asas Perlindungan Hukum... 82

(9)

4. Hubungan Tanggung Jawab Hukum dan Ketentuan Hukum

Praktik Tukang Gigi ... 100

BAB IV PENUTUP ... 107

A. Kesimpulan ... 107

B. Saran ... 111

DAFTAR PUSTAKA ... 112

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Masa kerja tukang gigi di Kota Semarang ... 60

Tabel 3.2 Tukang gigi yang melakukan pekerjaan diluar kewenangannya.

... 61

Tabel 3.3 Tingkat pengetahuan tukang gigi mengenai Permenkes No 39

Tahun 2014 tentang Pekerjaan Tukang Gigi ... 63 Tabel 3.4 Keluhan konsumen tukang gigi terhadap jasa yang diperikan

oleh tukang gigi. ... 64

Tabel 3.5 Tingkat kunjungan dan kepuasan konsumen tukang gigi

terhadap tukang gigi. ... 66

Tabel 3.6 Tingkat pengetahuan konsumen tukang gigi tentang batasan

kewenangan pekerjaan tukang gigi di Kota Semarang... 68

(11)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 3.1 Tingkat kepuasan konsumen tukang gigi terhadap tukang

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Pedoman wawancara untuk Tukang Gigi ... 116

Lampiran II Pedoman wawancara untuk konsumen Tukang Gigi ... 117

Lampiran III Pedoman wawancara untuk narasumber Dinas Kesehatan Kota Semarang ... 118

Lampiran IV Pedoman wawancara untuk narasumber Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen ... 119

Lampiran V Surat permohonan pengambilan data ... 120

Lampiran VI Surat balasan ijin pengambilan data di DKK Semarang .... 121

Lampiran VII Surat ijin penelitian ke DKK Semarang ... 122

Lampiran VIII Surat Rekomendasi Reset dari Kesbangpol... 123

Lampiran IX Surat balasan ijin penelitian di DKK Semarang ... 125

(13)

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Febia Astiawati Sugiarto, peserta Program Studi Magister Hukum Kesehatan, Nim 13.93.0079,

Menyatakan :

1. Bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. 2. Bahwa sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau

pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Demikian pernyataan ini dibuat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Semarang, 15 Maret 2017

(14)

Abstrak

Keberadaan tukang gigi di Indonesia kian hari bertambah pesat. Tukang gigi adalah pekerja dengan metode tradisional di bidang kesehatan gigi. Tukang gigi melakukan pekerjaan upaya penyembuhan dan pemeliharaan menggunakan cara dan alat yang besar kesamaannya dengan dokter gigi tanpa adanya dasar ilmu kedokteran gigi, sehingga sangat berisiko merugikan kesehatan konsumen tukang gigi. Permenkes No 39 tahun 2014 telah mengatur kewenangan dan larangan bagi tukang gigi namun masih banyak tukang gigi yang melakukan pekerjaan diluar wewenangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban tukang gigi yang memberikan jasa pelayanan kesehatan gigi di luar kewenangan yang telah diatur dalam perundang-undangan.

Metode dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, dengan

spesifikasi deskriptif analitis. Responden sebanyak sembilan (9) tukang gigi yang memiliki izin dan Sembilan (9) tukang gigi yang tidak memiliki izin serta sepuluh (10) orang konsumen tukang gigi yang memiliki izin dan sepuluh (10) konsumen dari tukang gigi yang tidak memiliki izin. Adapun narasumber dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Kepala Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang,

(15)

Abstract

The existence of a dental worker in Indonesia is increasing rapidly. Dental worker is one of the traditional medicine in oral health. Dental many dental worker have a work outside their authority. This study aims to determine of dental technician responsibility because their work outside their authority from the rules in the legislation.

The kind of this research is a socio-juridical, with descriptive analytical specifications. Respondents are the dental worker with license to practice (9), the dental worker without license to practice (9), consumer of dental technician with license to practice (10) and consumer of the dental worker without license to practice (10). The interviewees in this research the head of Department of Health Semarang and head of the Institute for Consumer Development and Protection Semarang,

The results showing that 7 person dental worker without license to practice are don’t know about Regulation Of Public Health Minister Of The Republic Of Indonesia No. 39/2014. All of dental worker in Semarang city are working outside their authority. The research also showing that only 30% consumer feel satisfied with dental worker, but 70% consumer is not satisfied and get pain. The consumers come to dentist for treatment their pain, because dental worker can’t give a solution for their. Dental worker without a license to practice should be responsible for their work including civil liability law, criminal, and administrative.

Keywords: dental worker, consumer protection, legal

Figur

Tabel 3.3 Tingkat pengetahuan tukang gigi mengenai Permenkes No 39

Tabel 3.3

Tingkat pengetahuan tukang gigi mengenai Permenkes No 39 p.10

Referensi

Memperbarui...