• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENGHITUNGAN W

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENGHITUNGAN W"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENGHITUNGAN WAKTU UNTUK SISWA KELAS III SD

TUGAS INDIVIDU

Disusun sebagai tugas Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran Matematika SD

Pengampu: Prof. Dr. Zaenuri & Nur Karomah Dwidayati

oleh

R. Gita Ardhy Nugraha (0103516101)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR (PGSD) PROGRAM PASCA SARJANA

(2)

DAFTAR ISI ... 1

PENDAHULUAN ... 2

Latar Belakang ... 2

Rumusan Masalah ... 3

Tujuan ... 3

PEMBAHASAN ... 4

Cakupan dan Konsep Dasar Materi ... 4

Cakupan Materi ... 4

Materi ... 4

Pengembangan Materi ... 10

Alternatif Pengajaran ... 12

PENUTUP ... 17

Simpulan ... 17

Saran ... 18

DAFTAR PUSTAKA ... 19

(3)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembelajaran di Sekolah Dasar pada saat ini telah menerapkan Kurikulum 2013. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 khususnya untuk Sekolah Dasar mengantarkan siswa untuk mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang diintegrasikan dalam sebuah tema atau yang lebih dikenal dengan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik memudahkan siswa untuk memahami materi pembelajaran karena pembelajaran tematik mendasarkan pada kehidupan sehari-hari yang erat kaitannya dengan siswa. Melalui pembelajaran tematik pada Kurikulum 2013, siswa dilatih untuk lebih peka terdahap masalah-masalah yang ada di sekitarnya dalam kaitannya dengan materi pembelajaran.

Pembelajaran tematik dirasa sangat dangkal dalam pemberian materi. Penyajian materi pada setiap tema hanya sepotong-potong tanpa disertai dengan pengembangan yang terkait. Konsep dasar dalam materi yang diajarkanpun belum nampak jelas sehingga siswa masih merasa kesulitan dalam memahami konsep dasar materinya. Sebagai seorang guru, sudah semestinya melakukan pengembangan materi untuk melengkapi materi yang tercantum pada pembelajaran tematik Kurikulum 2013. Pengembangan materi pembelajaran akan memudahkan siswa untuk memahami materi pembelajaran. Selain itu, guru juga harus menguasai betul konsep dasar yang berkaitan dengan materi ajar sehingga guru memberikan rel pemahaman yang benar untuk siswa.

(4)

Makalah ini berisikan cara pengembangan materi berbasiskan budaya daerah setempat dan pengembangan pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik (PMR) yang dikombinasikan dengan metode permainan untuk memudahkan guru menyampaikan materi dalam pembelajaran di kelas khususnya kelas III SD. Pengembangan materi berfokus pada mata pelajaran matematika yang mengacu Tema 6: Indahnya Persahabatan subtema 1: Temanku, Sabahatku pembelajaran 5. Materi yang dipaparkan berfokus pada konsep penghitungan waktu berdasarkan pengalaman sehari-hari siswa.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan, berikut adalah rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini.

1. Bagaimana konsep dasar pembelajaran matematika pada materi pengitungan waktu untuk siswa kelas III SD?

2. Bagaimana pengembangan materi penghitungan waktu yang didasarkan pada budaya daerah setempat?

3. Bagaimana cara pengajaran materi penghitungan waktu yang menarik dan berkesan bagi siswa kelas III SD?

1.3 Tujuan

Makalah ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut:

1. Mengetahui konsep dasar pembelajaran matematika pada materi penghitungan waktu.

2. Mengetahui pengembangan materi penghitunga waktu yang didasarkan pada budaya daerah setempat.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Cakupan dan Konsep Dasar Materi 2.1.1 Cakupan Materi

Materi diambil dari pembelajaran tematik berdasarkan kurikulum 2013 kelas III SD tema 6: Indahnya Persahabatan subtema 1: Temanku, Sabahatku, pembelajaran 5. Adapun cakupan kompetensi dasar pada subtema ini adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1 Kompetensi Dasar & Indikator

Kompetensi Dasar Indikator

3.13 Memahami penghitungan waktu berdasarkan data sehari-hari.

Menjelaskan penghitungan waktu berdasarkan data sehari-hari. 4.2 Merumuskan dengan kalimat

sendiri, membuat model matematika, dan memilih strategi yang efektif dalam memecahkan masalah nyata sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, dimiliki untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan waktu.

2.1.2 Materi

(6)

jam dinding seperti lima menit, sepuluh menit, dan seterusnya serta telah mempelajari tenggang atau durasi waktu perjalanan.

a. Menggambarkan Waktu yang Telah Disebutkan ke dalam bentuk Gambar Jam Dinding

Contoh soal:

Udin, Siti, Edo, Beni, dan Dayu tiba di rumah Lani tepat pukul 13.00. Waktu berlalu begitu cepat dan menyenangkan saat mereka belajar bersama. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Edo, Beni, Siti, Dayu, dan Udin pamit untuk pulang ke rumah masing-masing. Pukul 16.00 Beni pulang.

Gambar 1.1 Aktivitas Sepulang Sekolah

(7)

Berdasarkan cerita yang sudah disampaikan, lengkapilah tabel berikut ini:

Gambar 1.2 Lembar Kerja Siswa

Penyelesaian:

Langkah pertama

(8)

Tabel 1.2 Cara Penyelesaian I

No Nama Pulang Tiba di Rumah

1. Beni Pukul 16.00 Pukul 16.10

(9)

Langkah ketiga

Menghitung jarak tempuh lamanya perjalanan masing-masing orang. Tabel 1.3 Cara Penyelesaian II

No Nama Pulang (a) Tiba di Rumah (b) Jarak tempuh(b-a)

1. Beni Pukul 16.00 Pukul 16.10 16.10 – 16.00= 10 menit

2. Siti Pukul 15.55 Pukul 16.15 16.15 – 15.55= 20 menit

3. Dayu Pukul 16.00 Pukul 16.20 16.20 – 16.00= 20 menit

4. Edo Pukul 16.10 Pukul 16.25 16.25 – 16.10= 15 menit

5 Udin Pukul 16.15 Pukul 16.30 16.30 – 16.15

(10)

Jadi, waktu yang ditempuh Beni, Siti, Dayu, Edo, dan Udin untuk sampai di rumah secara berturut-turut adalah 10 menit, 20 menit, 20 menit, 15 menit, dan 15 menit.

b. Menyelesaikan Soal Cerita yang Berkaitan dengan Waktu

Siswa diberikan soal cerita yang terkait dengan kehidupan sehari-hari yang mengacu pada tema dan subtema yang diajarkan.

Contoh soal:

Siti dan Rina adalah sahabat karib. Mereka akan pergi bersama ke taman kota untuk melihat pertunjukan badut. Mereka berangkat dari rumah Siti pada pukul 15.00 dan sampai di taman kota pada pukul 15.25. Setelah puas menonton pertunjukan badut, mereka pulang pada pukul 17.15 dan sampai di rumah Rina pada pulul 17.25.

Pertanyaan:

1. Berapakah waktu yang ditempuh dari rumah Siti untuk sampai ke taman kota?

2. Berapa lamakah Siti dan Rina melihat pertunjukan badut?

3. Berapakah waktu yang ditempuh taman kota untuk sampai ke rumah Rina?

Penyelesaian:

1. Waktu yang ditempuh dari rumah Siti untuk sampai ke taman kota. Berangkat dari rumah Siti: pukul 15.00

Sampai di taman kota: pukul 15.25 Waktu yang ditempuh:

15.25 – 15.00 = 25 menit

2. Lamanya Siti dan Rina melihat pertunjukan badut. Sampai di taman kota: pukul 15.25

Pulang: pukul 17.15 Lamanya menonton:

(11)

3. Waktu yang ditempuh taman kota untuk sampai ke rumah Rina. Pulang: pukul 17.15

Sampai di rumah Rina: pukul 17.25 Waktu yang ditempuh:

17.25 – 17.15 = 10 menit

2.2 Pengembangan Materi

Materi penghitungan waktu berdasarkan data sehari-hari yang terdapat pada tema 6 subtema 1 pembelajaran 5 pada pembelajaran tematik kelas III SD dapat dikembangkan berdasarkan kebudayaan setempat. Pengembangan matematika berdasarkan kebudayaan setempat dikenal dengan pembelajaran etnomatematika. Pembelajaran etnomatematika mempunyai tujuan utama (Fatimah, 2015) mengangkat budaya lokal yang menjadi ciri khas masing-masing daerah sehingga dapat mewujudkan konsep pembangunan nasional ”berpikir global dan bertindak lokal (think globally and act locally)”. Melalui pembelajaran etnomatematika siswa akan melihat keterkaitan langsung antara matematika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan matematika formal yang diajarkan di sekolah.

(12)

mengenai penghitungan waktu yang dikaitkan dengan Jam Gadang. Selain itu, soal cerita dikaitkan dengan sub tema pengajaran, yaitu “Temanku Sahabatku”.

Contoh soal:

a. Saat liburan sekolah, Anik bermain ke rumah sahabatnya Tami di Bukittinggi, Sumatera Barat. Oleh Anik, Tami diajak mengunjungi Jam Gadang. Sesampainya di Jam Gadang, waktu menunjukkan pukul 10.05. Anik dan Tami pun bermain di sekitar Jam Gadang hingga puas. Anik kembali melihat Jam Gadang, waktu menunjukkan pukul 12.10 yang berarti mereka harus makan siang. Tak lama, mereka pergi ke tempat lain untuk makan siang. Berapa lama waktu yang digunakan oleh Anik dan Tami untuk bermain?

b. Tomi dan Herman sedang bersiap melalukan lomba lari di sekitar Jam Gadang. Saat peluit berbunyi, mereka segera berbegas untuk berlali mengelilingi Jam Gadang sebanyak sepuluh kali. Mereka memulai lari dengan bersaaman yaitu pukul 07.00. Tomi berhasil menyelesaikan putarannya pada pukul 07.15. Herman berhasil menyelesaikan putarannya pada pukul 07.12. Berapakah waktu yang diperlukan masing-masing anak untuk mengitari Jam Gadang sebanyak sepuluh kali?

Penyelesaian: a. Diketahui:

Waktu sampai di Jam Gadang: pukul 10.05 Waktu makan siang: pukul 12.10

Ditanya:

Lama mereka bermain? Jawab:

12.10 – 10.05 = 2 jam 5 menit

Jadi, mereka bermain selama 2 jam 5 menit. b. Diketahui:

(13)

Penyelesaian Tomi; pukul 07.15 putaran secara berturut-turut adalah 15 menit dan 12 menit.

2.3 Alternatif Pengajaran

(14)

metode permainan membuat nilai hasil tes siswa lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan metode konvensional. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran matematika realistik menekankan pada proses pembelajaran dan aktivitas mencari, menemukan dan membangun sendiri pengetahuan yang diperlukan agar benar-benar menjadi pengalaman belajar tersendiri (Mahendra, dkk, 2014).

Adapun langkah pembelajaran untuk membelajarkan siswa materi penghitungan waktu yang terdapat pada kelas III SD tema 6: Indahnya Persahabatan subtema 1: Temanku, Sabahatku, pembelajaran 5 sesuai dengan pendekatan matematika realistik berbantuan metode permainan bermain peran adalah sebagai berikut:

a. Persiapan

Guru mempersiapkan materi, alat, bahan, dan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran. Guru membuat tokoh-tokoh yang dibuat dari kertas untuk diperankan oleh siswa. Tokoh-tokoh yang akan diperankan siswa dalam pembelajaran penghitungan waktu antara lain Jam Gadang, kancil, kura-kura, dan serigala. Selain itu guru mempersiapkan alur cerita dan soal cerita yang akan dikerjakan siswa dalam pembelajaran yang berlangsung maupun saat evaluasi.

b. Pembukaan

(15)

c. Prosespembelajaran

Guru mengawali dengan sebuah cerita antara Jam Gadang, kancil, serigala, dan kura-kura dalam sebuah percakapan yang berkaitan dengan penghitungan waktu. Guru dapat membuat seputar cerita balap lari, lomba makan, atau yang lainnya sesuai dengan kreatifitas guru. Berikut ini adalah salah satu contohnya.

Yang Sombong Pasti Kalah

Suatu hari yang cerah, sebuah desa di Sumatera Barat akan mengadakan lomba lari antar binatang. Banyak sekali binatang yang ikut. Diantaranya adalah kura-kura, kancil, dan serigala. Sebelum lomba dimulai, mereka bercakap-cakap terlebih dahulu dan terlihat saling ejek.

Kancil : “Hahaha, kali ini aku yang pasti menang.”

Serigala : “Kamu ini kecil-kecil sudah sombong. Kamu tidak lihat ukuran tubuhku yang lebih besar darimu? Kakiku juga lebih panjang darimu. Tentu saja aku yang menang.

Kura-kura: “Kalian berdua jangan sombong, belum tentu kalian menang.”

Serigala : “Hahaha, mana mungkin. Kamu ini sudah kecil, jalanmu lambat lagi. Mana bisa menang dariku.

Tak lama, perlombaan dimulai. Bunyi peluit yang terdengar menandakan mereka harus berlari mengitari Jam Gadang sebanyak sepuluh kali. Mereka memulai berlari pada pukul 06.00. Putaran pertama sampai kelima, serigala masih memimpin di depan. Masuk ke dalam putaran ke enam, serigala mulai lelah, dan perlahan kancil menyusulnya. Sesampainya di putaran kesembilan, serigala sudah terlihat jauh di belakang.

Kancil : “Hahaha, rasakan serigala sombong. Aku pasti menang kali ini. Satu putaran lagi aku akan menang. Eh, tapi dimana kura-kura? Aku tidak melihatnya dari awal start.”

Garis finish sudah terlihat. Dengan percaya diri, kancil menyatakan bahwa dia akan menang kepada penonton yang bersorak-sorai.

Kancil : “Lihat, aku. Aku pemenangnya. Hahahaha.”

(16)

Kura-kura: “Tolong! Tolong! Aku tidak bisa terbang!”

Penonton seketika bersorak riuh ketika melihat kura-kura terbang melintasi garis finish dan menjadi pemenang dalam perlombaan lari. Usut punya usut, saat start, kancil tidak sengaja menginjak kura-kura dan kura-kura tersangkut di kakinya. Hasil akhirnya kura-kura menjadi juara pertama dengan perolehan waktu 7 menit. Juara kedua adalah kancil dengan perolehan waktu 8 menit. Juara ketiga adalah serigala dengan perolehan waktu 12 menit. Karena mereka bertiga adalah teman yang baik, mereka tidak iri satu sama lain dengan perolehan juaranya. Justru, kancil dan serigala belajar dari kura-kura untuk selalu rendah hati.

Guru dapat menginstruksikan siswa untuk berperan sebagai Jam Gadang, serigala, kancil, dan kura-kura jika mereka bersedia. Jika siswa bersedia, maka tugas guru selanjutnya adalah memberitahukan jalan cerita dan dialog yang harus mereka lakukan. Guru dapat membuat cerita yang berbeda untuk tiap kelompok agar siswa lebih tertarik dan pembelajaran terasa menyenangkan bagi siswa.

(17)

d. Penutup

Setelah mencapai kesepakatan tentang strategi terbaik melalui diskusi kelas, siswa diajak menarik kesimpulan dari pelajaran saat itu. Pada akhir pembelajaran siswa harus mengerjakan soal evaluasi dalam bentuk matematika formal yang terkait dengan penghitungan waktu. Guru dapat menyajikan soal evaluasi dalam bentuk soal cerita.

(18)

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan

Materi penghitungan waktu yang terdapat pada kelas III SD tema 6: Indahnya Persahabatan subtema 1: Temanku, Sabahatku, pembelajaran 5 dapat diajarkan dengan mengenalkan siswa untuk dilatih menerjemahkan waktu yang tertulis dengan angka menjadi gambar waktu pada jam dinding begitu pula sebaliknya. Siswa juga dilatih untuk menghitung lamanya waktu yang ditempuh pada perjalanan maupun berlangsungnya acara melalui berbagai soal cerita yang disampaikan oleh guru.

Pengembangan materi penghitungan waktu dapat dilakukan dengan menggunakan cara pengembangan etnomatematika yaitu pembelajaran yang mengangkat budaya lokal yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Pembelajaran penghitungan waktu dapat dikaitkan dengan benda kebudayaan yang ada di Bukittinggi, Sumatera Barat, yang dikenal dengan sebutan Jam Gadang. Sebelum memulai inti pembelajaran, siswa dapat diperkenalkan terlebih dahulu mengenai sejarah Jam Gadang yang ada di Bukittinggi ini.

(19)

3.2 Saran

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Fatimah, Sitti. 2015. “Menggagas Integrasi Multikultur Pembelajaran Matematika: suatu telaah etnomatematika”. Jurnal Auladuna, 2(2), hlm. 246-263. Diperoleh dari http://id.portalgaruda.org/? ref=browse&mod=viewarticle&article=445765 (diunduh 25 November 2016)

Fatimah, Siti. & H. Sujati. 2013. “Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Melalui Metode Bermain Peran Di Kelas II Sekolah Dasar Negeri Watusigar I Ngawen Gunung Kidul”. DIDAKTIKA Jurnal Ilmu Pembelajaran Ke-SD-an, 4(1), hlm. 334-343. Diperoleh dari http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=282437 (diunduh 28 November 2016)

Hartono, Yusuf. 2009. Pendekatan Matematika Realistik. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Mahendra, dkk. 2014. “Pengaruh Model Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Berbantuan Metode Permainan Terhadap Hasil Belajar Matematika”. Mimbar PGSD, 2(1). Diperoleh dari http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=304257 (diunduh 28 November 2016)

(21)

Rosnawati. 2014. “Peningkatan Motivasi Peserta Didik Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Permainan Kelas II SDN 01 Sintang”. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(2). Diperoleh dari http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=142089 (diunduh 28 November 2016)

Gambar

Gambar 1.1 Aktivitas Sepulang Sekolah
Gambar 1.2 Lembar Kerja Siswa
Tabel 1.2 Cara Penyelesaian I
Tabel 1.3 Cara Penyelesaian II

Referensi

Dokumen terkait

5.1 Keterangan Alat dan Dimensi Alat Alat yang dibuat untuk sistem kontrol jarak parkir menggunakan sensor HC-SR04 berbasis mikrokontroler secara keseluruhan memiliki ruang

Dari data tersebut, maka dibutuhkan blower hisap dengan ketentuan tidak boleh melebihi kapasitas dari producer gas yang dihasilkan oleh reaktor ataupun kapasitas blower

Jaksa adalah pejabat fungsional yang diberi wewenang oleh undang- undang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh

Sekiranya kajian ini dapat didokumentasikan, maka hasil dapatannya boleh dikongsi bersama-sama untuk dijadikan rujukan sebagai penambahbaikan dalam pelaksanaan pengajaran

Pengembangan Multimedia Interaktif PEREDAM (Peredaran Darah Manusia) Pembelajaran Tema 4 Subtema Peredaran Darahku Sehat pada Siswa Kelas V SD. Universitas

Dalam dunia leksikografi disadari benar bahwa tidak akan ada kamus yang sempurna, yang dapat memberikan informasi apa saja mengenai kata dengan makna. Hal ini

Data primer yaitu Berat Badan (kg), Tinggi Badan (cm), karakteristik siswa-siswi (umur dan jenis kelamin), karakteristik orang tua (ibu) (tingkat pendidikan dan

Laporan ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan mulai tanggal 8 Juni 2005 sampai 12 Januari 2006 di Laboratorium Kimia Analitik dan Pusat Studi Biofarmaka, Bogor