• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS TERSTRUKTUR MAKALAH AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS TERSTRUKTUR MAKALAH AGAMA ISLAM"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS TERSTRUKTUR AGAMA ISLAM

“Narkoba:Larangan Yang Seakan Berubah Menjadi Hal Lumrah ”

Disusun oleh :

Nama : Rizki Putri Aprili

NIM : A0B013026

Prodi : D3-Perencanaan Sumberdaya

Lahan

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO

(2)

DAFTAR ISI

Cover…...1

Daftar Isi………..2

Kata Pengantar……….3

Bab I. Pendahuluan………..4

A. Latar Belakang Masalah………4

B. Rumusan Masalah………...5

Bab II. Pembahasan……….6

Bab III. Penutup……….12

A. Kesimpulan………..12

B. Saran………....12

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Agama Islam.

Agama sebagai sistem kepercayaan dalam kehidupan umat manusia dapat dikaji melalui berbagai sudut pandang. Islam sebagai agama yang telah berkembang selama empat belas abad lebih menyimpan banyak masalah yang perlu diteliti, baik itu menyangkut ajaran dan pemikiran keagamaan maupun realitas sosial, politik, ekonomi dan budaya.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang kaitan Etos Kerja Bangsa Jepang dan Islam, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna.

Untuk itu saya mengharapkan masukan dari pembaca demi perbaikan pembuatan makalah

Purwokerto,Juni 2014

(4)

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Di Indonesia, meluasnya peredaran narkoba menjadi masalah utama yang harus segera diatasi. Meluasnya narkoba di Indonesia tahun 2011, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang. Oleh karena itu dituntut adanya peran serta dari berbagai pihak di Indonesia yang dapat memerangi narkoba. Salah satunya konselor sebagai pendidik dilingkungan pendidikan juga dapat ikut berpartisipasi dalam upaya memerangi obat-obatan terlarang tersebut.

Penggunaan narkoba dapat merusak jiwa dan akal seseorang. Berbagai efek berbahaya sudah banyak dijelaskan oleh pakar kesehatan. Begitu pula mengenai hukum penggunaan narkoba telah dijelaskan oleh para ulama madzhab sejak masa silam.

Mengikuti sejarah penggunaan narkoba (narkotika, psikotropika, dan miras) terutama yang bersifat alami, terlihat bahwa pemanfaatan zat-zat yang kini dipandang berbahaya tersebut pada mulanya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari manusia. Tidak sedikit diantara zat tersebut yang pada kenyataan justru sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia.

(5)

Di Indonesia, tembakau juga biasa terhidang sebagai salah satu menu pelengkap bagi para penggemar daun sirih. Daun sirih yang diolesi kapur sirih dan sejumput kecil tembakau menjadi cemilan favorit banyak orang, terutama para orang tua di daerah pedesaan. Diyakni perpaduan daun sirih, kapur sirih, dan tembakau dapat memperkuat gigi sehingga tidak mudah tanggal.

Dewasa ini, masyarakat kita banyak yang perlahan-lahan keluar dari aturan Allah SWT. Sesuatu yang sudah dilarang malah dilaksanakan. Bahan kimiawi yang mengandung unsur adiktif (candu) ternyata sudah dianggap bagian dari kehidupan wajar masyarakat.

B. Rumusan Masalah 1. Pengertian narkoba

2. Dampak penyalahgunaan narkoba 3. Narkoba dalam pandangan Islam

(6)

BAB II. PEMBAHASAN A. Pengertian Narkoba

Narkoba berasal dari kata narcotic yang berarti obat bius. Kata narcotic tersebut merupakan turunan dari kata narkan (bahasa yunani) yang artinya menjadi kaku, di dalam dunia kedokteran disebut narcose/narcosis yang dapat diartikan sebagai pembius dan terutama digunakan dalam proses pembedahan. Istilah lain dari narkotika adalah narcoticum atau obat tidur. Jadi dapat disimpulkan bahwa narkotik merupakan zat yang dapat menyebabkan penurunan atau peruahan kesadaran seseorang, enghilangkan rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Maka zat jenis ini hanya boleh digunakan dibawah pengawasan dokter karena didalam narkotik itu sendiri terdapat zat yang dapat mempengaruhi kerja system saraf.

Narkoba adalah segolongan obat, bahan, atau zat, yang jika masuk ke dalam tubuh, berpengaruh terutama pada fungsi otak (susunan syaraf pusat) dan sering menimbulkan ketergantungan (adiktif). Terjadi perubahan pada kesadaran, pikiran, perasaan, dan perilaku pemakainya. Zat yang ditelan masuk ke lambung, lalu ke pembuluh darah.

Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan Adiktif lainnya. Narkotika dan Psikotropika di satu sisi bermanfaat bagi pengobatan atau pelayanan kesehatan, tetapi disisi lain dapat menimbulkan ketergantungan dan sering disalahgunakan untuk maksud pengobatan, tetapi untuk menikmati pengaruhnya.

Oleh karena bahayanya, peredaran dan pemakaian keduanya diatur dalam Undang-Undang. Jika dilakukan diluar ketentuan hukum merupakan kejahatan. Kejahatan narkotika dan psikotropika bersifat transnasional, sehingga perlu dikendalikan dan diawasi secara ketat. Bahan adiktif lain adalah bahan lain yang dapat menyebabkan ketergantungan dan sering disalahgunakan, bahkan menjadi pintu masuk bagi penggunaan narkotika dan psikotropika.

(7)

BNN mengungkapkan dampak penyalahgunaan narkoba antara lain:

1. Gangguan kesehatan jasmani: fungsi organ tubuh terganggu (hati, jantung, paru, otak dan lain-lain)

2. Penyakit menular karena pemakaian jarum suntik bergantian (hepatitis B/C, HIV/AIDS)

3. Overdosis yang menyebabkan kematian, ketergantungan, yang menyebabkan gejala sakit jika pemakaiannya dihentikan atau dikurangi, serta meningkatkan jumlah narkoba yang dikonsumsi.

4. Gangguan kesehatan jiwa (gangguan perkembangan mental-emosional, paranoid)

5. Gangguan dalam kehidupan keluarga, sekolah dan sosial (pertengkaran, masalah keuangan, putus sekolah, menganggur, kriminalitas, dipenjara, dikucilkan dan lain-lain)

Anonim (2003), mengungkapkan dampak penyalahgunaan narkoba yang lain adalah sebagai berikut:

a. Dampak fisik

Ketergantungan sel-sel tubuh, organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru, ginjal dan otak yang mengalami kerusakan akibat penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak pecandu narkoba yang pada akhirnya katub jantungnya bocor, paru yang bolong, gagal ginjal serta liver yang rusak, kerusakan fisik akibat infeksi virus (hepatitis C dan HIV/AIDS) yang terjadi dikalangan pengguna jarum suntik.

b. Dampak mental

(8)

c. Dampak emosional

Narkoba adalah zat yang mengubah mood seseorang, saat menggunakan narkoba mood, perasaan serta emosi seseorang ikut terpengaruh. Emosi seorang pecandu narkoba sangat labil dan bisa berubah kapan saja. Para pecandu seringkali diselimuti oleh perasaan bersalah, tidak berguna dan depresi mendalam yang seringkali membuatnya berfikir untuk melakukan bunuh diri, perasaan-perasaan inilah yang

membuatnya ingin terus menggunakan karena salah satu efek dari narkoba adalah mematikan perasaan dan emosi.

d. Dampak spiritual

Bagi seorang pecandu narkoba dianggap sebagai sahabat yang selalu setia menemaninya. Secara spiritual narkoba adalah pusat hidupnya dan bisa dikatakan menggantikan posisi Tuhan.

C. Narkoba Dalam Pandangan Islam

Narkoba sudah kita ketahui bersama bagaimana dampak bahayanya. Narkoba dapat merusak jiwa dan akal seseorang. Berbagai efek berbahaya sudah banyak dijelaskan oleh pakar kesehatan. Begitu pula mengenai hukum penggunaan narkoba telah dijelaskan oleh para ulama madzhab sejak masa silam. Dalam istilah para ulama, narkoba ini masuk dalam pembahasan

mufattirot (pembuat lemah) atau mukhoddirot (pembuat mati rasa). Seorang pakar kesehatan pernah mengatakan, “Yang namanya narkoba pasti akan mengantarkan pada hilangnya fungsi kelima hal yang islam benar-benar menjaganya, yaitu merusak agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta.”

Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

(9)

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

ئةَكُلْهَتلا ىَلئإ ْمُكيئدْيَأئب اوُقْلُت َلَو

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

اًميئحَر ْمُكئب َناَك َ َا َنئإ ْمُكَسُفْنَأ اوُلُتْقَت َلَو

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

ٍرِتَفُمَو ٍرئكْسُم ِلُك ْنَع -ملسو هيلع ا ىلص- ئ َا ُلوُسَر ىَهَن

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Jika jelas narkoba itu diharamkan, para ulama kemudian berselisih dalam tiga masalah: (1) bolehkah mengkonsumsi narkoba dalam keadaan sedikit, (2) apakah narkoba itu najis, dan (3) apa hukuman bagi orang yang mengkonsumsi narkoba.

(10)

1. Dari ulama Hanafiyah, Ibnu ‘Abidin berkata, “Al banj (obat bius) dan semacamnya dari benda padat diharamkan jika dimaksudkan untuk mabuk-mabukkan dan itu ketika dikonsumsi banyak. Dan beda halnya jika dikonsumsi sedikit seperti untuk pengobatan”.

2. Dari ulama Malikiyah, Ibnu Farhun berkata, “Adapun narkoba (ganja), maka hendaklah yang mengkonsumsinya dikenai hukuman sesuai dengan keputusan hakim karena narkoba jelas menutupi akal”. ‘Alisy –salah seorang ulama Malikiyah-berkata, “Had itu hanya berlaku pada orang yang mengkonsumsi minuman yang memabukkan. Adapun untuk benda padat (seperti narkoba) yang merusak akal –namun jika masih sedikit tidak sampai merusak akal-, maka orang yang mengkonsumsinya pantas diberi hukuman. Namun narkoba itu sendiri suci, beda halnya dengan minuman yang memabukkan”.

3. Dari ulama Syafi’iyah, Ar Romli berkata, “Selain dari minuman yang memabukkan yang juga diharamkan yaitu benda padat seperti obat bius (al banj), opium, dan beberapa jenis za’faron dan jawroh, juga ganja (hasyisy), maka tidak ada hukuman had (yang memiliki ketentuan dalam syari’at) walau benda tersebut dicairkan. Karena benda ini tidak membuat mabuk (seperti pada minuman keras, pen)”. Begitu pula Abu Robi’ Sulaiman bin Muhammad bin ‘Umar –yang terkenal dengan Al Bajiromi- berkata, “Orang yang mengkonsumsi obat bius dan ganja tidak dikenai hukuman had berbeda halnya dengan peminum miras. Karena dampak mabuk pada narkoba tidak seperti miras. Dan tidak mengapa jika dikonsumsi sedikit. Pecandu narkoba akan dikenai ta’zir (hukuman yang tidak ada ketentuan pastinya dalam syari’at).”

Kadang beberapa jenis obat-obatan yang termasuk dalam napza atau narkoba dibutuhkan bagi orang sakit untuk mengobati luka atau untuk meredam rasa sakit. Ini adalah keadaan darurat. Dan dalam keadaan tersebut masih dibolehkan mengingat kaedah yang sering dikemukakan oleh para ulama,

تاروظحملا حيبت ةرورضلا

Keadaan darurat membolehkan sesuatu yang terlarang

(11)

rasa sakit ketika mengamputasi tangan, maka ada dua pendapat di kalangan Syafi’iyah. Yang tepat adalah dibolehkan.”

Al Khotib Asy Syarbini dari kalangan Syafi’iyah berkata, “Boleh menggunakan sejenis napza dalam pengobatan ketika tidak didapati obat lainnya walau nantinya menimbulkan efek memabukkan karena kondisi ini adalah kondisi darurat”.

D. Cara Mengubah Pemikiran Masyarakat Agar Pemakaian Narkoba Tidak Dijadikan Hal Yang Wajar

Pemikiran masyarakat yang berkembang saat ini harus segela diluruskan. Meluasnya pemikiran masyarakat akan hal wajar pada penggunaan narkoba dapat berdampak serius bagi calon aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak.

Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.Karena salah satu pen terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri.

(12)

BAB III. PENUTUP A. Kesimpulan

Dari makalah diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Narkoba adalah segolongan obat, bahan, atau zat, yang jika masuk ke dalam tubuh, berpengaruh terutama pada fungsi otak (susunan syaraf pusat) dan sering menimbulkan ketergantungan (adiktif).

2. dampak penyalahgunaan narkoba yang lain meliputi dampak fisik, mental, emosional dan spiritual

3. Dalam pandangan islam, para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

4. Dalam mengubah pemikiran masyarakat yang sebagian besar menganggap hal yang wajar akan penggunaan narkoba semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak

B. Saran

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2003. Dampak Fisik, Emosional, Mental, Retardasi. Jakarta

Al-Qur’an dan Al-Hadits

Hawari. D. 2002. Penyalahgunaan dan Ketergantungan Naza (Narkotik,

Alkohol dan Zat Adiktif). Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas

Indonesia

Widodo, Arif.2009. Peningkatan Keterampilan Pencegahan Perilaku

Penyalahgunaan Narkoba Bagi Remaja Di Desa Gonilan Sukoharjo.

Warta, Vol.12, No.1. Universitas Surakarta

Referensi

Dokumen terkait

Buku ini bukanlah kumpulan MANTRA-MANTRA SIHIR untuk mendapat wanita secara instan yang hanya dengan membacanya. Buku ini hadir sebagai panduan Anda dalam mendekati wanita

Metode Mendidik Anak Menurut Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan (Telaah Buku Pendidikan Anak dalam Islam Pasal Metode Pendidikan yang Berpengaruh pada Anak).. Skripsi, Jurusan

Kolom pertama dan kedua merupakan hasil perkalian dari dua bilangan dengan hasil seperti pada baris pertama pada tiap tabel. Bilangan yang terbesar adalah 8. Jadi banyaknya maksimal

Landreform merupakan salah satu sarana untuk memperbaiki kehidupan rakyat tani dan oleh karena itu tujuan utama yang hendak dicapai adalah meliputi tujuan ekonomi, tujuan

a) Quiters (mereka yang berhenti). Tak diragukan lagi, ada banyak orang yang memilih untuk keluar menghindari kewajiban, mundur dari usahanya. Mereka ini disebut dengan

Sementara itu, dilihat dari nilai nominal PDRB berdasarkan pengeluaran atau penggunaan yang menjelaskan bagaimana PDRB suatu wilayah (region) digunakan atau

Porter dan Samovar (1976: 10), sumber utama perbedaan budaya dalam sikap adalah etnosentrisme, yaitu kecenderungan memandang orang lain secara tidak sadar dengan

Setelah menyimak penjelasan guru tentang tanggung jawab warga, siswa dapat mengumpulkan informasi tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa di desanya.. Setelah