• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS PERMINTAAN DAN PENAWARAN TER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STUDI KASUS PERMINTAAN DAN PENAWARAN TER"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KASUS PERMINTAAN DAN PENAWARAN

TERHADAP TANAH DAN KONSTRUKSI

TUGAS PENGANTAR EKONOMI MIKRO

MAMIATUN NIM. 14310028

PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI

UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA YOGYAKARTA

(2)

1. Pasar Properti

Studi Pasar atau Analisis Pasar (Market Analysis) pada properti adalah

studi yang berpusat pada supply (penawaran) dan demand (permintaan) properti. Dalam analisis pasar properti, terdapat dua fungsi penting untuk menentukan

perkiraan permintaan dan penawaran dan memperlihatkan variabel-variabel yang mempengaruhinya.

Penawaran dari pasar properti pada umumnya tidak elastis (inelastic) setidaknya

untuk jangka pendek. Meskipun permintaan properti mengalami peningkatan besar, penambahan properti baru sangat sedikit.

Terdapat dua alasan mengapa pasar properti umumnya tidak elastis:

1. Kelambatan Waktu Pembangunan rumah membutuhkan waktu minimal satu tahun untuk tahap pertama. Dalam pembangunan butuh beberapa

tahap seperti pencarian lahan, pencarian bahan bangunan, perancangan konstruksi, kepengurusan izin dari pemerintah, sampai tahap penyelesaian.

Karena itu, jika perusahaan konstruksi reaktif terhadap pasar, bukan memprediksi masa depan, maka akan terlambat bereaksi.

2. Di sebagian besar negara persediaan properti besar. Sehingga penambahan

tahunan tidak signifikan jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah properti. Biasanya penambahan hanya satu sampai dua persen pertahun.

(3)

penawaran di masa depan (bagian aspirasi dari fungsi penawaran). Juga dapat dilakukan percepatan dari proses pembangunan properti. Peningkatan dari bidang

ini dapat diperoleh dari:

1. Having ‘off the shelf’ plans (Menggunakan perencanaan yang sudah

disiapkan sebelumnya)

2. Metode yang lebih cepat dalam pembangunan properti (Variabel teknologi dari fungsi penawaran)

3. Land bank (Menyimpan persediaan tanah yang dapat digunakan untuk pembangunan)

Di luar tiga di atas harus diingat bahwa segala macam persiapan seperti tiga poin di atas dapat beresiko tinggi. Aspek tertentu dari itu membutuhkan biaya atau mewakili opportunity cost dalam kapital yang tidak dapat dicairkan. Contohnya

adalah jumlah bunga dari uang pinjaman yang digunakan untuk membeli tanah dapat signifikan jika tanah tersebut tidak dengan cepat digunakan dalam

pembangunan.

Menghubungkan ide-ide ini dengan permintaan, maka dapat kita lihat bagaimana pasar properti tidak stabil karena fluktuasi dari permintaan.

Di bawah ini adalah faktor yang menyebabkan permintaan pada pasar properti dapat berubah sewaktu-waktu:

(4)

3. Alternatif pengganti yang tersedia bagi calon pembeli.

4. Tren kepemilikan rumah di kebudayaan atau wilayah tertentu.

5. Faktor demografi seperti jumlah penduduk berusia produktif (20-25 tahun) yang mempengaruhi jumlah permintaan di pasar properti, perceraian yang

menyebabkan mantan pasangan membeli rumah baru, naiknya jumlah orang berusia lanjut sehingga rumah yang ditempati tidak dilepas di pasar, dan keluar masuknya penduduk di suatu wilayah (emigrasi dan imigrasi).

6. Kebijakan pemerintah seperti menghilangkan atau mengurangi pajak dari peminjaman uang untuk properti.

Terdapat perdebatan tentang penggunaan sistem pasar pada pasar properti. Berikut ini adalah argumen yang mendukung penggunaan sistem pasar.

1. Sistem pasar memungkinkan orang untuk memilih rumah sesuai dengan

preferensinya sendiri.

2. Tidak dibutuhkannya birokrasi pemerintahan yang mahal untuk mengatur

pembangunan dan mengalokasikan properti.

Tetapi, ada beberapa masalah dari penggunaan mekanisme sistem pasar pada pasar properti, seperti:

1. Ketidakelastisan dari penawaran. Ini menyebabkan harga yang semakin meningkat karena penambahan yang terlalu sedikit pada penawaran

(5)

2. Karena mahalnya harga properti, dibutuhkan sistem peminjaman uang bagi calon pembeli. Institusi yang meminjamkan uang biasanya

berhati-hati dalam menilai calon peminjam uang. Ini dapat menyebabkan banyak diskriminasi yang dilakukan oleh institusi tersebut seperti diskriminasi

berdasarkan ras.

3. Informasi yang tidak sempurna. Karena pembelian rumah tidak seperti barang lain yang dapat dibeli berkali-kali, maka ada kesulitan bagi calon

pembeli untuk mendapatkan informasi tentang harga pasar. Informasi yang didapatkan biasanya harus dibayar dengan harga yang mahal.

4. Externalities tidak diperhitungkan oleh sistem pasar. Kita dapat mengambil contoh, rumah yang mengganggu keindahan akan mengurangi nilai dari rumah di sekitarnya (negative externalities). Sebaliknya, rumah

mewah akan menaikkan nilai dari rumah di sekitarnya (positive externalities).

5. Perumahan yang selalu berada di lokasi yang tetap dan tidak dapat dipindah-pindah. Karena itu, tidak seperti barang lainnya, dapat terjadi kekurangan pasar properti di suatu wilayah, dan surplus di wilayah

lainnya.

6. Sistem pasar tidak mempunyai mekanisme untuk mengakomodasi

orang-orang yang tidak mampu membeli rumah (pendapatan rendah).

Walaupun ada berbagai permasalahan dalam menggunakan mekanisme pasar dalam pasar properti, kita tidak seharusnya membuang sistem pasar secara

(6)

1. Menggunakan sistem kontrol atau ketetapan dari pemerintah, dan/atau 2. Mencari jalan untuk mengurangi atau menghilangkan permasalah pasar

yang disebut di atas.

2. Pasar Tanah (tanah yang digunakan untuk pembangunan)

Meski jumlah tanah di suatu negara tetap (selain adanya perubahan sedikit karena erosi atau reklamasi tanah), ini tidak merefleksikan jumlah tanah yang diperdagangkan ataupun insentif untuk perdagangan tanah pada suatu waktu.

Karena itu, kurva penawaran dari pasar tanah bukan berbentuk kurva inelastis.

Misalkan seseorang memiliki empat bidang tanah. Pada saat harga tanah murah

(atau rendah), pemilik tanah cenderung untuk tidak menjualnya atau hanya menjual satu bidang tanah. Pada saat terjadi pertambahan permintaan yang besar, maka harga akan naik dan pemilik tanah akan tergerak untuk menjual semua

bidang tanahnya. Di sini berlaku hukum penawaran. Pada kurva penawaran yang inelastis, jumlah penawaran akan tetap apapun harga pasar. Ini tidak logis jika kita

mempertimbangkan penjelasan di atas.

Konsep selanjutnya yang penting adalah permintaan untuk tanah pembangunan ini derived demand. Perusahaan konstruksi tidak hanya membeli

tanah untuk disimpan, melainkan untuk pembangunan. Sehingga mereka dapat menjualnya di masa depan dengan harga tinggi dan mendapatkan keuntungan.

(7)

harga properti naik secara cepat, pembangun rumah akan menyadari bahwa dengan adanya permintaan yang tinggi mereka dapat membangun dan menjual

rumah lebih banyak dari biasanya dengan harga yang lebih tinggi. Hal ini dapat meningkatkan keuntungan yang didapat dari perusahaan pembangun tersebut. Bila

perusahaan konstruksi merasa bahwa ledakan pasar properti akan terjadi dalam waktu yang cukup lama, mereka akan mencari lebih banyak tanah yang tersedia untuk dibeli. Konsekuensinya adalah permintaan akan tanah pembangunan akan

naik dan harga tanah akan meningkat. Ini menunjukkan kaitan antara pasar properti dengan pasar tanah.

3. Pasar untuk Komponen Konstruksi

Keputusan bagi pembangun untuk menggunakan material tertentu yang digunakan untuk pembangunan tergantung dari berbagai faktor seperti:

1. Berbagai material yang tersedia di pasar dan dapat dipilih. Jenis dari material yang tersedia tergantung dari jumlah perusahaan di sektor

penawaran material, dan kompetisi diantara perusahaan sejenis.

2. Standar pembangunan. Material yang digunakan harus sesuai berbagai standar seperti kesehatan, keamanan, dan kekuatan materi.

3. Kualitas material yang tergantung dari jenis bangunan yang akan dibangun, apakah pembangunan untuk gedung industri atau hunian.

(8)

konstruksi akan turun meskipun kualitasnya sama, karena tidak banyak pembangunan.

5. Permintaan konsumen. Jika berhubungan dengan material yang dapat dilihat oleh konsumen (visual material), maka pembangun akan

memastikan bahwa material tersebut sesuai dengan selera konsumen.

4. Pasar untuk Buruh Konstruksi

Berikut ini akan dibahas satu contoh dari pasar buruh, yaitu buruh “tukang

batu”. Pada banyak negara, rumah akan dibangun secara tradisional dengan tembok luar dibuat dari batu bata. Karena itu kita berharap bahwa permintaan dari

tukang batu akan sangat tidak elastis (inelastic). Ketidakelastisan tersebut disebabkan karena meski gaji dari tim tukang batu tiap rumah meningkat secara dramatis, perusahaan konstruksi akan mempekerjakan jumlah tukang batu yang

sama untuk membangun rumah pada umumnya, paling tidak pada jangka pendek. Dalam jangka panjang, kurva permintaan akan menjadi lebih elastis, di mana

tukang batu atau tim tukang batu dapat diberhentikan.

Perusahaan konstruksi dapat bereaksi pada naiknya gaji dengan berbagai cara seperti:

1. Perusahaan dapat menuntut produktifitas yang lebih tinggi dari tukang batu yang ada.

(9)

percuma, dan memastikan proses produksi diatur dengan efisien sehingga waktu yang dibutuhkan oleh seorang tukang batu pada sebuah rumah dapat

sesedikit mungkin.

3. Perusahaan dapat menyederhanakan desain dari rumah yang mereka

bangun sehingga pembangunan yang menggunakan batu bata dapat berkurang, lebih sederhana, dan membutuhkan lebih sedikit waktu.

4. Mengubah metode konstruksi sehingga lebih sedikit dibutuhkannya

pembangunan dengan batu bata. Ini dapat dicapai dengan menggunakan material yang sudah dibuat sebelumnya atau dengan material alternatif.

Sumber :

Referensi

Dokumen terkait

Upaya bioremediasi lahan basah yang tercemar oleh limbah industri (polutan organik, sedimen  pH tinggi atau rendah pada jalur aliran maupun kolam pengendapan) juga dapat

Delegasi DPR-RI yang mewakili Ketua DPR-RI sebagai Presiden Pertama FASPPED (periode tahun 2008 s.d. 2012) ke pertemuan First Contact Group Meeting of.. the Parliamentarians

Beberapa bulan yang lalu tepatnya 13 April 2006, terjadi demonstrasi yang cukup besar yang dilakukan oleh Persatuan Guru Honorer Tidak Tetap (PGHTT) baik dari guru

Bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang dikepalai oleh seorang raja dengan menempatkan parlemen sebagai pemegang kekuasaan tertinggi disebut....

Menurut Manuaba (2008; h.389) disebutkan perdarahan terjadi karena gangguan hormon, gangguan kehamilan, gangguan KB, penyakit kandungan dan keganasan genetalia. 55)

Penggunaan teknik sosiodrama melalui layanan bimbingan kelompok untuk mengurangi prasangka sosial terhadap teman - teman disekolah digunakan karena masalah yang

Dalam studi manajemen, kehadiran konflik pendidikan tidak bisa terlepas dari permasalahan keseharian yang dirasakan oleh pengelola lembaga pendidikan. Konflik tersebut

Dalam kedudukannya sebagai pengelola barang, dan dihubungkan dengan amanat pasal 6 ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2003, Gubernur juga berwenang mengajukan usul untuk