BAB I
WADUK-WADUK DI WILAYAH DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SUNGAI BRANTAS
JAWA TIMUR
1. Waduk Sengguruh - Malang 2. Waduk Lahor - Malang
3. Waduk Karangkates - Malang 4. Waduk Wlingi Raya - Blitar
5. Waduk Wonorejo - Tulungagung
6. Waduk Selorejo - Malang
I.1. Waduk Sengguruh - Malang
`
Gambar.I.1. Waduk Sengguruh - Malang
Bendungan Sengguruh secara administratif terletak di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Berjarak sekitar 24 km di selatan Kota Malang. Lokasi Bendungan Sengguruh berada pada bagian hilir pertemuan Sungai Brantas dan Sungai Lesti dan juga berada pada ujung daerah genangan Bendungan Karangkates (Sutami). Bendungan Sengguruh ini tidak sebesar Bendungan Karangkates yang berada tidak jauh di sebelah baratnya. Jadi, sebenarnya Bendungan Sengguruh masih berada satu rentetan dengan Bendungan Karangkates, hanya pintu masuknya yang berbeda. Tujuan dibangunnya bendungan ini adalah sebagai penahan sedimen yang masuk ke Bendungan Karangkates, sehingga dapat memperpanjang umur ekonomis Bendungan Karangkates. Pembangunan Bendungan Sengguruh ini dimulai tahun 1982 dan baru selesai tahun 1989. Manfaat lain yang diperoleh dari Bendungan Sengguruh yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik dengan daya terpasang 2 x 14,5 mW dan produksi listrik tahunan sebesar 91,02 x 106 kWh. Selain itu Bendungan Sengguruh merupakan pilihan menarik berwisata murah meriah bersama keluarga maupun rekan kerja.
Tujuan
Pembangkit tenaga listrik dengan daya terpasang 2 x 14,5 MW dan produksi listrik tahunan 91 juta kWh
Sebagai penahan sedimen yang masuk ke Waduk Sutami, sehingga dapat memperpanjang umur ekonomis Waduk Sutami
Waduk
Kapasitas maksimum : 21.500.000 m³
Kapasitas efektif : 2.500.000 m³
Daerah terendam : km²
Daerah pengaliran : 1.659 km²
El. muka air banjir : El. 293,10 m
El. muka air normal : El. 292,50 m
El. muka air rendah : El. 291,40 m
Banjir puncak rencana : 2.950 m³/det
Bendungan Utama
Bangunan Pelimpah Darurat (Emergency Spillway)
Tipe : Timbunan dengan inti tegak
Lebar puncak : 5,00 m
Gambar.I.2. Waduk Lahor -Malang
- Sumberpucung - bendungan Lahor ( melalui jalan raya Malang - Blitar ). Bendungan ini di manfaatkan oleh pnduduk lokal sebagai tempat untuk budidaya ikan, dengan cara membuat keramba. Yang di maksud dengan keramba adalah jaring ikan yang di pasang di dalam bendungan yang berfunsi untuk mngurung ikan. Selain menggunakan jaring biasanya juga menggunakan bambu yang di atur berjajar seperti pagar dalam air. DAM bendungan lahor Malang ini membelah wilayah Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar. Bagian Barat utara adalah milik wilayah kecamatan Selorejo kabupaten Blitar. Sementara itu di sebelah timur dam adalah milik wilayah Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.
Tujuan
Pengendalian banjir dan sedimen
Penyediaan air untuk unit III PLTA Sutami 35.000 kWh (7.220.000 kWh/tahun)
Penyediaan air irigasi seluas 1.100 ha
Pariwisata dan perikanan darat
Waduk
Kapasitas maksimum : 36.100.000 m³
Kapasitas efektif : 29.400.000 m³
Daerah terendam : 2,60 km²
Tipe : Pelimpah bebas tanpa pintu
El. ambang pelimpah : El. 272,70m
Lebar pelimpah : 35m
Kapasitas : 790m³/det
Panjang pelimpah : 375m
Lebar saluran : 8,00m
Terowongan Penghubung ke waduk Sutami
I.3. Waduk Karangkates - Malang
Gambar.I.3. Waduk Karangkates - Malang
Bendungan Sutami merupakan bendungan yang menciptakan suatu waduk karena tertahannya aliran Sungai Brantas, waduk Karangkates terbentuk untuk menampung aliran sungai Brantas.Waduk ini terletak di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Nama populer untuk waduk ini adalah Waduk Karangkates. Bendungan ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Air Waduk Ir. Sutami ini berasal dari mata air di Gunung Arjuno dan ditambah air curah hujan. Bendungan Sutami merupakan bendungan nasional kedua yang dibangun oleh Departemen Pekerjaan Umum seyelah Bendungan Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat. Bendungan yang diresmikan Presiden Soeharto pada tahun 1977 inu terlatk di Desa Karangkates. Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang. Bendungan terbesar di propinsi Jawa Timur selain didesain mampu mengendalikan banjir juga dirancang sebagai sumber debet air bagi irgasi daerah hilir. Dengan debet mencapai 24 m perditik pada musim kemarau. Itu artinya, Bendungan ini bisa menjamin ketersediaan pasokan air untuk irigasi 34.000 hektar sawah di wilayah hilir sepanjang tahun. Selain itu bendungan Sutami ini juga bernama Bendungan Karangkates ini. Juga merupakan pembangkit listrik dengan daya 2 x 35.000 kwh ( 400 Juta kwh/tahun) serta area publik yang bisa dijadikan sebagai tempat pariwisata dan perikanan air tawar.
Tujuan
Pengendalian banjir
Pembangkit listrik dengan daya 3 x 35.000 kWh (488 juta kWh/tahun)
Penyediaan air irigasi 24 m³/dt pada musim kemarau (seluas 34.000 ha)
Pariwisata dan perikanan darat
Waduk
Kapasitas maksimum : 343.000.000 m³
Kapasitas efektif : 253.000.000 m³
Daerah terendam : 15 km²
Daerah pengaliran : 2.050 km²
Tinggi muka air normal : El. 272,50 m
Tinggi muka air rendah : El. 246,00 m
Bendungan Utama
Tipe : Pelimpah bebas pakai pintu air
Panjang saluran : 460,00 m
Kapasitas : 1.600 m³/det.
El. ambang pelimpah : El. 272,50 m
I.4. Waduk Wlingi Raya – Blitar
Gambar.I.4 Waduk Wlingi Raya - Blitar
Bendungan Wlingi Raya atau dikenal dengan bendungan Tumpang terletak di Desa Jabung, Kecamatan Talun. Bendungan ini mulai dibangun tahun 1981 dan selesai tahun 1985, berfungsi untuk keperluan pengairan. Permukaan air di bendungan ini sering mengalami fluktuasi tergantung dari pasokan dan
Tujuan
Penyediaan air irigasi daerah Lodoyo dan Tulungagung seluas 13.600 ha
Pengatur debit air (afterbay) PLTA Karangkates dengan memberi tambahan daya listrik sebesar 36,4 MW pada waktu beban puncak di PLTA Karangkates
Hidrologi
Debit banjir rencana : 1.500 m³/det.
Tinggi muka air banjir u/s : 19,20 m d/s : 19,00 m
Bendung Utama
Panjang bendung (termasuk beton blok) : 151,00 m
Tinggi mercu ambang : 13,00 m
Tinggi puncak pilar : 20,00 m
I.5. Waduk Wonorejo - Tulungagung
Gambar.I.5. Waduk Wonorejo - Tulungagung
Bendungan Wonorejo adalah bendungan yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Letak dari pusat kota diperkirakan sejauh 12 kilometer. Dengan kapasitas sekitar 122 juta meter kubik, Bendungan Wonorejo menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Bendungan Wonorejo diresmikan pada tahun 2001 oleh Wakil Presiden Indonesia pada tahun tersebut, yaitu Megawati Sukarnoputri, setelah dibangun selama hampir 9 tahun sejak 1992. Bendungan Wonorejo memiliki fungsi penting sebagai salah satu pusat tenaga listrik dan sumber air minum di Provinsi Jawa Timur. Bendungan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk pencegah banjir di Tulungagung yang dulu sering melanda kota tersebut, bersama Bendungan Neyama di Kecamatan Besuki.
Tujuan
Menambah penyediaan air baku untuk Kota Surabaya dan sekitarnya terutama untuk memenuhi kebutuhan air untuk rumah tangga dan industri sebesar 8,02 m3/detik secara terus menerus pada musim kemarau.
Pembangkit Tenaga Listrik sebesar 6,020 MW.
Pengendalian Banjir untuk daerah Tulungagung sehingga genangan seluas 1.470 Ha dapat teratasi.
Pengembangan Perikanan Darat dan Pariwisata.
Waduk
Luas daerah tangkapan air : 1.350 km2
Isi total : 735.000.000 m3
Isi efektif : 440.000.000 m3
Isi kantong lumpur : 120.000.000 m3
Elevasi muka air banjir tertinggi : + 139,10 m
Elevasi muka air banjir rencana : + 138,20 m
Elevasi muka air terendah : + 127,00 m
Elevasi muka air normal : + 136,00 m
Bendungan
Tipe : Timbunan bantu dengan inti kedap ditengah
Lebar puncak : 7 m
Tipe : Terowong bentuk lingkaran
Ukuran : Diameter 5,5 m
I.6. Waduk Selorejo - Malang
Gambar.I.6. Waduk Selorejo - Malang
Bendungan Selorejo, yang membendung aliran Kali Konto, Lahar kletak, kali kwayangan dan berapa sungai kecil yang selesai dibangun pada tahun 1970, secara administratif, kewilayah, bendungan ini terletak di dusun Selorejo Desa Pandasari Kecamatan Ngantang. Kabupaten Malang Bendungan yang dikelola perusahan Umum (Perum) Jasa Tirta itu berfungsi mengailiri sawah seluas 5.700 ha dan pebangkit listrik sebesar 49 juta kwh pertahun.
Tujuan
Pengendalian banjir
Pembangkit listrik dengan daya 1 x 4,5 MW (45 juta kWh/tahun)
Penyediaan air irigasi 4,5 m³/dt untuk daerah Pare dan Jombang seluas 5.700 ha
Pariwisata dan perikanan darat
Waduk
Kapasitas maksimum : 62.300.000 m³
Kapasitas efektif : 50.100.000 m³
Terowongan Pelimpah
Bendungan Widas atau waduk Bening Widas, terletak di perbatasan Kabupaten Madiun dan Kabupaten Nganjuk, tepatnya dusun Petung, desa Pajaran, Kecamatan Sadaran, 40 km dari kota Madiun. Selain berfungsi sebagai bendungan untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Air, bendungan ini juga berfungsi sebagai obyek wisata. Di sini, pengunjung bisa menikmati waktu dengan memancing, canoing, dan berkemah. Waduk ini merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Brantas dan bagian dari pengelolaan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH). Dengan suasana alam yang masih alami dan areal yang luas, Bendungan Bening kerap kali diadakan kegiatan Pramuka karena memang lokasi di Bendungan Bening cukup representatif untuk melakukan kegiatan perkemahan.Waduk Bening memiliki luas 860Km, dan di fasilitasi dengan kolam pancing, taman bermain, kios, dermaga dan perahu-perahunya, penginapan dan rumah makan di sekitarnya.
Tujuan
Penyediaan air untuk irigasi daerah Nganjuk Utara, yang pada musim hujan dapat mengairi sawah seluas 9.120 ha
Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTM) dengan daya terpasang 650 kWh
Waduk
Kapasitas bruto : 37.500.000 m³
Kapasitas efektif : 33.000.000 m³
Daerah terendam : 5,70 km² Daerah pengaliran : 89,50 km²
Tinggi muka air normal : El. 108,60 m
Bendungan Utama
Tinggi muka air rendah : El. 96,00 m
Tipe : Homogenous
Panjang puncak : 700,00 m
Lebar puncak : 8,00 m Tinggi : 35,60 m
Volume timbunan : 900.000 m³
Elevasi puncak : El. 111,60 m
Elevasi dasar : El. 76,00 m
Bendungan Pelimpah
Bangunan Pelimpah
Tipe : Ogee dengan horizontal apron
El. pincak mercu : El. 153,50 m
Lebar pelimpah : 4 @ 10,60 m
Kapasitas : 2.800 m³/det.
BAB II
WADUK-WADUK DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA
1. Srisailam Dam – India 11. Nasser Dam - Sudan
2. Verzasca Dam – Switzerland 12. Bukhtarma Dam- Kazakhstan
II.1
Srisailam Dam
–
India
Terletak di Sungai Krishna, Bendungan Srisailam dibangun diatas Bukit Nallamala dalam ngarai yang berada sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Bendungan ini merupakan salah satu dari 12 bendungan penghasil listrik tenaga air terbesar di negara itu tetapi khusus dibangun dalam rangka memberikan irigasi untuk distrik Kurnool dan Cuddapah – keduanya merupakan daerah yang rentan terhadap kekeringan.
II.2.
Verzasca Dam
–
Switzerland
II.3. Ataturk Dam – Turkey
Selesai dibangun pada tahun 1990, Bendungan Ataturk di Turki adalah bendungan batu yang ditemukan di Sungai Efrat. Awalnya bernama Bendungan Karababa, situs itu kemudian berganti nama dalam rangka untuk menghormati pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Bendungan ini berfungsi untuk mengairi daerah dataran serta sebagai pembangkit listrik.
II.4.
Mangla Dam
–
Pakistan
II.5
Fort Peck Dam
–
USA
Fort Peck Dam di timur laut Montana adalah salah satu dari enam bendungan yang dapat ditemukan di Sungai Missouri. Pembangunan bendungan ini dimulai pada tahun 1933 sebagai bagian dari New Deal yang diajukan oleh Presiden Franklin D. Roosevelt dan memungkinkan lebih dari 11.000 pekerja untuk memiliki pekerjaan selama konstruksi. Bendungan, yang bertanggung jawab atas pembentukan Danau Fort Peck, digunakan untuk mengendalikan banjir dan menghasilkan listrik.
II.6.
Aswan Dam
–
Mesir
II.7.
Smallwood Dam - Canada
Ini danau buatan manusia atau reservoir terletak di barat Labrador. Waduk ini tidak hanya terbesar kedua di dunia, tetapi juga merupakan sumber air terbesar di provinsi ini dan merupakan Sumber dari Sungai Churchill. Smallwood dam memiliki luas 6527 km2. Bendungan ini memiliki tampungan sebesar 2 juta meter kubik air.
II.8.
Three Gorges Dam
–
China
II.9
Raul Leoni Dam - Venezuela
Waduk ini terbentuk oleh Bendungan Guri di Sungai Caroni. Karena aspek yang merusak, danau buatan manusia / reservoir Raul Leoni telah menciptakan banyak kontroversi. Waduk ini telah menyapu habis dan menggenangi hutan di daerah sekitarnya. Waduk ini merupakan salah satu yang terbesar di wilayah Amerika Latin.
II.10. Rybinsk Dam - Rusia
II.11. Nasser Dam - Sudan
Meskipun danau waduk / buatan manusia terletak di kedua negara Mesir dan Sudan,namun nama bendungan ini mengacu pada bagian yang lebih besar yang terletak di Mesir. Nama Nasser datang dari pemimpin otoriter yang memerintah Mesir sampai tahun 1970. Konstruksi bangunan ini dibangun antara 1958 – 1971. Nasser dam memanfaatkan aliran sungai Nil yang mengalir dari negara Mesir.
II.12. Bukhtarma Dam- Kazakhstan
II.13.
Kariba Dam - Zimbabwe dan Zambia
Kariba Dam adalah salah satu pembangkit listrik terebsar di kawasan Afrika. Bendungan Kariba merupakan salah satu arch dam terbesar di dunia, memiliki tinggi 128 meter dan panjang 579 meter. Bendungan ini terletak di perbatasan antara negara Zambia dan Zimbabwe, mmbelah aliran sungai Zambezi
II.14
Nurek Dam
–
Tajikistan
II.15
Volta Dam - Ghana
Volta Dam adalah danau buatan manusia terbesar atau waduk di dunia dalam hal luas permukaannya. Danau buatan manusia ke-4 terbesar di dunia dalam hal volume. Itu dibentuk oleh Dam Akosombo dan ditemukan oleh ahli geologi Albert Ernest Kitson pada tahun 1915.
II.16. San Roque Dam - Philippines
II.17. Kurobe Dam - Japan
Kurobe Dam memiliki konstruksi arch dam, dimana membendung sungai Kurobe di propinsi Toyama. Waduk ini berfungsi untuk menghasilkan energi listrik sebesar 335 MW yang dikelola oleh Kansai Electric Power Company. Dam ini memiliki tinggi 186 meter dan merupakan slah satu yang gtertinggi di Jepang.
II.18. Bendora Dam - Australia
II.19. Bole Monte Dam - Brazil
Belo Monte dam lebih dikenal dengan sebutan Kararao, merupakan bendungan yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air. Bole monte dam terletak di sungai Xingu di wilayah Para, Brazil. Energi yang dihasilkan dari bendungan ini sebesar 11,232 MW