• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Sosial Determinan Penghasilan Da

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Sosial Determinan Penghasilan Da"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah Sosial

Determinan

Penghasilan Dan Distribusi

Penghasilan

Disusun Oleh:

Retno Jetendra Harahap

Yohanes Reggis

STIKES INSAN UNGGUL SURABAYA

2014/2015

(2)

Pendahuluan ……… 3

Latar Belakang ………. 4

BAB I Pembahasan ………. 5

Koefisien Gini ……… 5

Kriteria Bank Dunia………..……….. 6

Kemiskinan ………..………. 8

Pertumbuhan dan Pemerataan ………..……….. 9

Kesimpulan …………..………. 11

Daftar Pustaka ………. 15

PENDAHULUAN

(3)

Cara distribusi pendapatan nasional akan menentukan bagaimana pandapatan nasional yang tinggi mampu menciptakan perubahan-perubahan dan perbaikanperbaikan dalam masyarakat, seperti mengurangi kemiskinan, penganguran dan kesulitan-kesulitan lain dalam masyarakat. Distribusi pendapatan nasional yang tidak merata, tidak akan menciptakan kemakmuran bagi masyarakat secara umum. Sistem distribusi yang tidak merata hanya akan menciptakan kemakmuran bagi golongan tertentu saja.

Perbedaan pandapatan timbul karena adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Pihak yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak juga.

(4)

Distribusi Penghasilan adalah konsep yang lebih luas dibandingkan kemiskinan karena cakupannya tidak hanya menganalisa populasi yang berada dibawah garis kemiskinan.Kebanyakan dari ukuran dan indikator yang mengukur tingkat distribusi pendapatan tidak tergantung pada rata-rata distribusi, dan karenanya membuat ukuran distribusi pendapatan dipertimbangkan lemah dalam menggambarkan tingkat kesejahteraan.

Ketidakmerataan distribusi pendapatan tersebut diakibatkan banyak hal terutama:

1. Perbedaan dalam hal kepemilikan faktor-faktor produksi terutama stok modal antar kelompok masyarakat. Teori Neo-Klasik menjelaskan bahwa ketidakmerataan distribusi pendapatan yang diakibatkan oleh kepemilikan faktor capital stock ini secara otomatis dapat diperbaiki oleh upaya pelimpahan dari pendapatan pemilik modal yang berlebih kepada pihak yang kekurangan. Bila mekanisme otomatis tidak dapat berjalan maka teori Keynesian mengandalkan peranan pemerintah dalam melakukan subsidi pada pihak yang kekurangan dantentunya mutlak diperlukan pula kebijakan pemerintah dalam upaya redistribusi pendapatan.

(5)

Selain koefisien gini, dalam menilai pendapatan nasional dapat menggunakan kriteria yang ditetapkan oleh Bank Dunia. Bank Dunia mengukur ketimpangan distribusi pendapatan suatu negara dengan melihat besarnya kontribusi 40% penduduk termiskin terhadap pendapatan atau pengeluaran nasional. Kriterianya dapat dilihat pada tabel berikut:

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

 Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup

(6)

pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.

 Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.

 Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang

memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

2.3 Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Ekonomi

Permasalahan pertumbuhan dan pemerataan menonjol dalam era pembangunan ini dan justru aspek pemerataan mendapatkan pengamatan yang lebih tajam yaitu dihubungkan dengan pemerataan dilihat dari kesempatan kerja, pemerataan dilihat dari segi pemerataan hasil-hasil pembangunan, pemerataan dilihat dari segi penyebaran kegiatan pembangunan serta pemerataan dilihat dari antar generasi yang memerlukan pembangunan yang berkelanjutan.

Keadaan geografis suatu negara sangat memberikan warna pada pendekatan wilayah dalam pembangunan, Beberapa aspek yang melandasi pemikiran pendekatan wilayah antara lain: pendekatan sistem, gerak konvergensi / pemusatan dan gerak divergensi / penyebaran dalam masyarakat. Pembangunan dengan pendekatan wilayah dikonkkretkan dalam perencanaan wilayah untuk hal ini diperkembangkan satuan-satuan wilayah pembangunan serta sub-sub wilayah pembangunan.

(7)

Kajian (Studies) tentang pertumbuhan, pemerataan dan pembangunan wilayah adalah hal yang sangat penting mengingat strategi pembangunan Indonesia adalah pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas nasional. (IP)

KESIMPULAN

(8)

DAFTAR PUSTAKA

 Diponegoro University Pertumbuhan, Pemerataan, dan

(9)

Gambar

tabel berikut:

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil wawancara kepada mahasiswa PPL, ada beberapa tindakan yang dilakukan mahasiswa PPL dalam keterampilan mengadakan variasi pelajaran yang dinilai

#kterus isiologis adalah ikterus yang paling sering ter(adi pada bayi baru lahir di minggu pertama kehidupannya disebabkan oleh peningkatan bilirubin tak terkon(ugasi akibat

Kepuasan dan ketidakpuasan konsumen terhadap suatu produk mempengaruhi laku selanjutnya. Jika konsumen puas, ia akan menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi

(4) Tanda Nomor Kendaraan Dinas Jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dipergunakan untuk pelaksanaan tugas pemegang jabatan Pimpinan Dewan Perwakilan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel inflasi Amerika, harga minyak dunia, jumlah uang beredar, dan produk domestik bruto terhadap inflasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh jumlah cacing tanah dan waktu pengomposan terhadap kandungan NPK limbah media tanam jamur tiram,

Berdasarkan hasil penelitian penulis melalui angket yang telah dibagikan kepada mahasiswa fakultas hukum UMS tahun angkatan 2003 s/d 2006 selaku responden, sebanyak 100 angket,

Dalam rangka menjamin pasien memperoleh pelayanan asuhan keperawatan berkualitas, maka perawat sebagai pemberi pelayanan harus bermutu, kompeten, etis