PENGADILAN MILITER III - 19 JAYAPURA PUTUSAN Nomor : PUT 21 - K PM III - 19 AD II 2010 “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Teks penuh

(1)

PENGADILAN MILITER III - 19 J A Y A P U R A

P U T U S A N

Nomor : PUT / 21 - K / PM III - 19 / AD / II / 2010

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Militer III - 19 Jayapura yang bersidang di Jayapura dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama Lengkap : ABDUL FITRI HAMADIN Pangkat / NRP : Kopda / 640231

J a b a t a n : Tamudi

K e s a t u a n : Kodim 1712 / Sarmi

Tempat dan tanggal lahir : Manokwari, 30 Desember 1970 Jenis kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia

A g a m a : Kristen Protestan

Tempat tinggal : Asrama Kodim 1712/Sarmi Kab. Sarmi

Terdakwa dalam perkara ini ditahan oleh :

1. Dandim 1712 / Sarmi selaku Ankum selama 20 (dua puluh ) hari terhitung mulai tanggal 26 September 2009 sampai dengan tanggal 15 Oktober 2009 di sel Pomdam XVII / Cenderawasih berdasarkan Surat Keputusan Penahanan Sementara Nomor : Skep / 16 / IX / 2009,tanggal 26 September 2009.

2. Kemudian diperpanjang sesuai :

a. Perpanjangan Penahanan Tingkat-1 dari Danrem 172 / PWY selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 16 Oktober 2009 sampai dengan tanggal 14 Nopember 2009 di sel tahanan mapomdam XVII / Cenderawasih nomor : Skep / 178 / X / 2009 tanggal 16 Oktober 2009.

b. Perpanjangan Penahanan Tingkat-2 dari Danrem 172 / PWY selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 15 Nopember 2009 sampai dengan tanggal 14 Desember 2009 di sel Mapomdam XVII / Cenderawasih Nomor : Kep 189 / XI / 2009 tanggal 13 Nopember 2009.

(2)

PENGADILAN MILITER III - 19 JAYAPURA, tersebut di atas :

Membaca : Berita Acara Pemeriksaan dalam perkara ini.

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Dan Rem 172 / PWY Selaku PAPERA Nomor : Skep / 03 / I / 2010 tanggal 18 Januari 2010.

2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Dak / 26 / IX / 2010 tanggal 29 Januari 2010.

3. Relaas Penerimaan surat panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi.

4. Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.

Mendengar : 1. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Dak / 26 / IX / 2010 tanggal 29 Januari 2010, di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Hal-hal yang diketerangan oleh Terdakwa di siding serta keterangan-keterangan para Saksi di bawah sumpah.

Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana (requisitoir) Oditur Militer yang dibacakan di persidangan dan diajukan kepada Pengadilan yang pada pokoknya menyatakan bahwa para Terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Desersi Dalam Waktu Damai”

Sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana menurut : Pasal 87 Ayat (1) Ke - 2 Jo Ayat (2) KUHPM.

Dan oleh karenanya Oditur Militer memohon agar Terdakwa dijatuhi dengan :

Pidana : Penjara selama 7 (tujuh) bulan.

Dipotong masa penahanan sementara.

Barang bukti :

Surat : 1 (satu) lembar Surat Keterangan pengganti Absensi Nomor : SKPA / 11 / XI / 2009 tanggal 9 Nopember 2009 dari Kodim 1712 / Sarmi atas nama Terdakwa.

(3)

Mewajibkan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 7.500,- (tujuh ribu lima ratus rupiah).

2. Permohonan Terdakwa yang menyatakan bahwa ia merasa bersalah dan menyesali perbuatannya serta tidak akan mengulangi lagi untuk itu mohon hukuman yang seringan - ringannya.

Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut di atas, Terdakwa pada pokoknya didakwa telah melakukan tindak pidana sebagai berikut :

Bahwa para Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat seperti tersebut di bawah ini, yaitu pada tanggal lima bulan mei tahun dua ribu sembilan sampai dengan tanggal dua puluh lima bulan September tahun dua ribu sembilan atau waktu lain, setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun Dua ribu sembilan, bertempat di Makodim 1712 / Sarmi atau tempat-tempat lain, setidak-tidaknya disuatu tempat-tempat yang termasuk wewenang Pengadilan Militer III-19 Jayapura, telah melakukan tindak pidana :

“Militer yang karena salahnya atau dengan sengaja

melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu

damai lebih lama dari tiga puluh hari“

Dengan cara-cara sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa sejak tahun 1988 menjadi Prajurit TNI AD melalui pendidikan Secatam di Rindam XVII / Cenderawasih ifar Gunung Sentani selama empat bulan setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada kemudian dilanjutkan mengikuti kecabangan Infanteri di Rindam XVII / Cenderawasih selama tiga bulan, setelah lulus ditempatkan di Yonif 751 / BS sampai dengan tahun 1997 Terdakwa dipindahkan ke Kodim 1702 / Jayawijaya, dan pada tahun 2006 dipindahkan lagi ke Kodim 1712 / Sarmi sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini masih berstatus dinas aktif dengan pangkat Kopda Nrp. 640231.

2. Bahwa pada tanggal 5 Mei 2009 sekira pukul 08.00 Wit Terdakwa pergi meninggalkan kesatuan tanpa ijin Dansatnya atau atasan lain yang berwenang, pergi menuju jembatan Tor menggunakan Ojek, sesampainya dijembatan Tor Terdakwa ganti menggunakan angkutan umum menuju terminal lama kota Jayapura, setiba dikota Jayapura Terdakwa langsung kerumah adiknya yang bernama Sdri. Anavia dan tinggal disana.

3. Bahwa pada tanggal 6 Mei 2009 sekira pukul 07.00 Terdakwa pergi ke terminal Baru Jayapura dengan tujuan mencari tambahan serev taksi dan kegiatan sebagai serev taksi Terdakwa lakukan selama berada dikota Jayapura dan tidak ada kegiatan lain lagi yang dilakukan.

(4)

disekitar tempat Terdakwa berdiri, sehingga orang yang kecopetan menuduh Terdakwa yang melakukannya, Kemudian Terdakwa digeledah badannya oleh orang tersebut, namun tidak diketemukan HP.

5. Bahwa selanjutnya Terdakwa bilang kepada orang tersebut “saya ini tentara, tidak mungkin saya mencuri HP kamu” namun orang tersebut tidak percaya, sehingga Terdakwa mengajak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di Pomdam XVII / Cenderawasih dan disana Terdakwa diperiksa dipiket UP3M oleh Serda Sitorus, selanjutnya atas petunjuk Mayor CPM Kaspar Terdakwa ditahan di sel Mapomdam XVII / Cenderawasih untuk diproses lebih lanjut.

6. Bahwa Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Dansat atau atasan lain yang berwenang Terdakwa tidak pernah memberitahukan atau menghubungi kesatuan baik melalui telepon maupun surat.

7. Bahwa dengan demikian Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin yang sah dari atasan yang berwenang sejak tanggal 5 Mei 2009 sampai dengan tanggal 25 September 2009 atau selama kurang lebih 143 (seratus empat puluh tiga) hari, yang berarti lebih lama dari tiga puluh hari secara berturut-turut.

8. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin Komandan Satuan atau atasan lain yang berwenang Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan Terdakwa maupun Kesatuan tempat Terdakwa bertugas tidak sedang dipersiapkan untuk melaksanakan tugas Operasi Militer.

9. Bahwa sebelum melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini, Terdakwa pernah melakukan perbuatan yang sama yaitu melakukan tindak pidana desersi TMT 16 Desember 2008 sampai dengan tanggal 3 Maret 2009, dan perkaranya telah diputus oleh Pengadilan Militer III-19 Jayapura dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan sesuai dengan Putusan Pengadilan Militer III-19 Jayapura Nomor : 189-K / PM III-19 / AD / XI / 2009 tanggal 19 Januari 2010.

Berpendapat, bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam : Pasal 87 Ayat (1) Ke - 2 jo Ayat (2) KUHPM.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa menerangkan bahwa ia benar-benar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa mengakui telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya dan membenarkan semua dakwaan yang didakwakan kepadanya.

(5)

Menimbang : Bahwa para Saksi yang hadir dalam persidangan memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :

Saksi-I : Nama Lengkap : Suparjono, Pangkat / NRP : Pelda / 569846, Jabatan : Bati Intel, Kesatuan : Kodim 1712 / Sarmi, Tempat dan tgl lahir : Sragen 17 Agustus 1958, Jenis Kelamin : Laki – laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Islam, Tempat tinggal : Asrama Kodim 1712 / Sarmi Kab. Sarmi Papua.

Yang pada pokoknya menerangkan :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada tahun 2007 sejak Terdakwa menjabat sebagai Ta Mudi Dandim 1712 / Sarmi dalam hubungan antara Atasan dengan bawahan dan tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi mengetahui kalau Terdakwa telah meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan satuan atau Atasan lain yang berwenang sejak tanggal 5 Mei 2009.

3. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan satuan atau Atasan lain yang berwenang tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya baik melalui surat atau telepon.

4. Bahwa dari pihak satuan sudah berupaya dalam melakukan pencarian terhadap Terdakwa dan melakukan panggilan kepada Terdakwa sebanyak tiga kali serta dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) namun hasilnya nihil.

5. Bahwa Saksi tidak mengetahui permasalahan apa yang menyebabkan Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan Satuan atau Atasan lain yang berwenang dan dalam dinas sehari-hari Terdakwa sering melakukan pelanggaran serta melakukan hal-hal yang menyimpang.

Atas keterangan saksi-I tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Saksi-II : Nama Lengkap : Karel Paiki, Pangkat / NRP : Serma / 626404, Jabatan : Kapok Tuud, Kesatuan : Kodim 1712 / Sarmi, Tempat tanggal lahir : Serui, 11 Maret 1967, Jenis Kelamin : Laki – laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Kristen Protestan, Tempat tinggal : Asrama Kodim 1712/Sarmi Kab. Sarmi Papua.

Yang pada pokoknya menerangkan :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada tahun 2007 sejak Terdakwa menjabat sebagai Ta Mudi Dandim 1712 / Sarmi dalam hubungan antara Atasan dengan bawahan dan tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi mengetahui kalau Terdakwa telah meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan satuan atau Atasan lain yang berwenang sejak tanggal 5 Mei 2009.

(6)

pernah memberitahukan tentang keberadaannya baik melalui surat atau telepon.

4. Bahwa dari pihak satuan sudah berupaya dalam melakukan pencarian terhadap Terdakwa dan melakukan panggilan kepada Terdakwa sebanyak tiga kali namun Terdakwa tidak berhasil diketemukan.

5. Bahwa Saksi tidak mengetahui permasalahan apa yang menyebabkan Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan Satuan dan di dalam dinas sehari-hari Terdakwa kurang disiplin.

Atas keterangan saksi-II tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Menimbang : Bahwa dipersidangan Terdakwa memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa sejak tahun 1988 menjadi Prajurit TNI AD melalui pendidikan Secatam di Rindam XVII / Cenderawasih ifar Gunung Sentani selama empat bulan setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada kemudian dilanjutkan mengikuti kecabangan Infanteri di Rindam XVII / Cenderawasih selama tiga bulan, setelah lulus ditempatkan di Yonif 751 / BS sampai dengan tahun 1997 Terdakwa dipindahkan ke Kodim 1702 / Jayawijaya, dan pada tahun 2006 dipindahkan lagi ke Kodim 1712 / Sarmi sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini masih berstatus dinas aktif dengan pangkat Kopda Nrp. 640231.

2. Bahwa pada tanggal 5 Mei 2009 sekira pukul 08.00 Wit Terdakwa pergi meninggalkan kesatuan tanpa ijin Dansatnya atau Atasan lain yang berwenang, pergi menuju jembatan Tor menggunakan Ojek, sesampainya di jembatan Tor Terdakwa ganti menggunakan angkutan umum menuju terminal lama kota Jayapura, setiba di kota Jayapura Terdakwa langsung kerumah adiknya yang bernama Sdri. Anavia dan tinggal disana.

3. Bahwa kegiatan sehari-hari yang dilakukan Terdakwa selama melakukan desersi adalah serep taksi dan kegiatan sebagai serep taksi Terdakwa lakukan selama berada di kota Jayapura dan tidak ada kegiatan lain lagi yang dilakukan.

4. Bahwa pada tanggal 25 September 2009 Terdakwa pergi ke pelabuhan Laut Jayapura dengan tujuan hendak menjemput adiknya bernama Sdri. Siti yang datang dari Manokwari, namun saat berada di pintu keluar penumpang, terjadi pencurian HP disekitar tempat Terdakwa berdiri, sehingga orang yang kecopetan menuduh Terdakwa yang melakukannya, Kemudian Terdakwa digeledah badannya oleh orang tersebut, namun tidak diketemukan HP.

(7)

Terdakwa ditahan di sel Mapomdam XVII / Cenderawasih untuk diproses lebih lanjut.

6. Bahwa Terdakwa melakukan Desersi karena Terdakwa mempunyai permasalahan dengan istrinya yang mana sejak lima tahun terakhir ini sudah pisah ranjang dan Terdakwa mengajukan cerai namun tidak diijinkan oleh Dandim 1721 / Sarmi sehingga Terdakwa menjadi stress kemudian melakukan desersi.

7. Bahwa sebelum kejadian perkara ini Terdakwa pernah melakukan hal yang sama yaitu melakukan desersi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 2008 sampai dengan tanggal 3 Maret 2009 dan sudah disidangkan.

Menimbang : Bahwa barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer ke persidangan berupa :

Surat : 1 (satu) lembar Surat Keterangan pengganti Absensi Nomor : SKPA / 11 / XI / 2009 tanggal 9 Nopember 2009 dari Kodim 1712 / Sarmi atas nama Terdakwa.

Telah dibacakan kepada Terdakwa dan diterangkan sebagai barang bukti tindak pidana dalam perkara ini, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain, maka oleh karena dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan perbuatan yang didakwakan.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi yang keterangannya di bawah sumpah dan dari keterangan terdakwa, serta dari barang bukti yang diajukan ke persidangan terungkap fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar, Terdakwa sejak tahun 1988 menjadi Prajurit TNI AD melalui pendidikan Secatam di Rindam XVII / Cenderawasih ifar Gunung Sentani selama empat bulan setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada kemudian dilanjutkan mengikuti kecabangan Infanteri di Rindam XVII / Cenderawasih selama tiga bulan, setelah lulus ditempatkan di Yonif 751 / BS sampai dengan tahun 1997 Terdakwa dipindahkan ke Kodim 1702 / Jayawijaya, dan pada tahun 2006 dipindahkan lagi ke Kodim 1712 / Sarmi sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini masih berstatus dinas aktif dengan pangkat Kopda Nrp. 640231.

2. Bahwa benar, tanggal 5 Mei 2009 sekira pukul 08.00 Wit Terdakwa pergi meninggalkan kesatuan tanpa ijin Dansatnya atau Atasan lain yang berwenang, pergi menuju jembatan Tor menggunakan Ojek, sesampainya di jembatan Tor Terdakwa ganti menggunakan angkutan umum menuju terminal lama kota Jayapura, setiba di kota Jayapura Terdakwa langsung kerumah adiknya yang bernama Sdri. Anavia dan tinggal disana.

(8)

Kemudian Terdakwa digeledah badannya oleh orang tersebut, namun tidak diketemukan HP.

4. Bahwa benar, Terdakwa melakukan Desersi karena Terdakwa mempunyai permasalahan dengan istrinya yang mana sejak lima tahun terakhir ini sudah pisah ranjang dan Terdakwa mengajukan cerai namun tidak diijinkan oleh Dandim 1721 / Sarmi sehingga Terdakwa menjadi stress kemudian melakukan desersi.

5. Bahwa benar, sebelum kejadian perkara ini Terdakwa pernah melakukan hal yang sama yaitu melakukan desersi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 2008 sampai dengan tanggal 3 Maret 2009 dan sudah disidangkan.

6. Bahwa benar Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin sejak tanggal 5 Mei 2009 sampai dengan 25 September 2009 atau atau selama kurang lebih 143 (seratus empat puluh tiga) hari, yang berarti lebih lama dari tiga puluh hari secara berturut-turut.

7. Bahwa benar pada saat Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin satuan Terdakwa dan Terdakwa sendiri tidak sedang dipersiapkan untuk Operasi Militer dan kondisi NKRI saat Terdakwa melakukan desersi dalam keadaan aman dan damai.

Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut :

Bahwa Majelis Hakim pada prinsipnya sependapat dengan Tuntutan Oditur Militer dalam hal pembuktian unsur dakwaannya, namun demikian mengenai pidana yang di mohonkan dalam tuntutannya, Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sendiri sebagaimana dalam diktum putusan ini.

Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam Dakwaan tunggalnya mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

Unsur Ke - 1 : Militer

Unsur Ke - 2 : Yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa izin

Unsur Ke - 3 : Dalam waktu damai

Unsur Ke - 4 : Lebih lama dari tiga puluh hari

Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan Oditur Militer tersebut Majelis hakim mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

Unsur Ke - 1 : Militer

(9)

yang wajib berada dalam dinas secara terus menerus dalam tenggang waktu ikatan dinas tersebut dan semua sukarelawan lainya pada anggatan perang dan wajib Militer selama mereka itu berada dalam dinas.

Bahwa seorang militer ditandai dengan : Pangkat, NRP, Jabatan dan Kesatuan di dalam melaksanakan tugasnya atau berdinas memakai seragam sesuai dengan Matranya, lengkap dengan tanda pangkat, lokasi kesatuan dan atribut lainnya.

Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa yang diperkuat dengan keterangan para saksi di bawah sumpah serta alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

1. Bahwa benar Terdakwa sejak tahun 1988 menjadi Prajurit TNI AD melalui pendidikan Secatam di Rindam XVII / Cenderawasih ifar Gunung Sentani selama empat bulan setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada kemudian dilanjutkan mengikuti kecabangan Infanteri di Rindam XVII / Cenderawasih selama tiga bulan, setelah lulus ditempatkan di Yonif 751 / BS sampai dengan tahun 1997 Terdakwa dipindahkan ke Kodim 1702 / Jayawijaya, dan pada tahun 2006 dipindahkan lagi ke Kodim 1712 / Sarmi sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini masih berstatus dinas aktif dengan pangkat Kopda Nrp. 640231.

2. Bahwa benar berdasarkan keterangan para saksi yang hadir dipersidangan Terdakwa masih berdinas aktif sebagai anggota TNI AD yang berdinas di Kodim Kodim 1712 / Sarmi sama dengan para saksi.

3. bahwa benar Terdakwa hadir dipersidangan dengan menggunakan pakaian dinas TNI AD lengkap dengan atributnya yang mencerminkan bahwa Terdakwa masih berstatus sebagai anggota TNI AD aktif.

Berdasarkan uraian fakta tersebut di atas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke - 1 “Militer” telah terpenuhi.

Unsur Ke - 2 : Dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa izin

Bahwa kesengajaan (Dolus) adalah merupakan bagian dari kesalahan (Schuld). Menurut Memori Van Toelichting (Mvt) atau memori penjelasan yang dimaksud dengan sengaja adalah menghendaki dan menginsyafi terjadinya suatu tindakan beserta akibatnya.

Bahwa menurut Doktrin, apabila dalam suatu rumusan tindak pidana digunakan istilah dengan sengaja atau istilah lain “Dengan sengaja” ditafsirkan secara luas yaitu tidak hanya betul-betul dikehendaki dan atau diinsyafi oleh sipelaku tetapi juga hal-hal yang mengarah atau berdekatan dengan kehendak atau keinsyafannya itu.

(10)

antara lain didahului dengan apel pagi, melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan atau yang menjadi tanggungjawabnya, kemudian apel siang. tanpa sepengatahuan atau seijin Komandan atau Pimpinannya. Sebagaimana lazimnya setiap prajurit yang bermaksud meninggalkan Kesatuannya wajib menempuh prosedur yang berlaku di kesatuannya.

Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa, keterangan para saksi dibawah sumpah dan dengan adanya alat bukti lain dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

1. Bahwa benar tanggal 5 Mei 2009 sekira pukul 08.00 Wit Terdakwa pergi meninggalkan kesatuan tanpa ijin Dansatnya atau Atasan lain yang berwenang, pergi menuju jembatan Tor menggunakan Ojek, sesampainya di jembatan Tor Terdakwa ganti menggunakan angkutan umum menuju terminal lama kota Jayapura, setiba di kota Jayapura Terdakwa langsung kerumah adiknya yang bernama Sdri. Anavia dan tinggal disana.

2. Bahwa benar kegiatan sehari-hari yang dilakukan Terdakwa selama melakukan desersi adalah serep taksi dan kegiatan sebagai serep taksi Terdakwa lakukan selama berada di kota Jayapura dan tidak ada kegiatan lain lagi yang dilakukan.

3. Bahwa benar Terdakwa melakukan Desersi karena Terdakwa mempunyai permasalahan dengan istrinya yang mana sejak lima tahun terakhir ini sudah pisah ranjang dan Terdakwa mengajukan cerai namun tidak diijinkan oleh Dandim 1721 / Sarmi sehingga Terdakwa menjadi stress kemudian melakukan desersi.

4. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan satuan atau Atasan lain yang berwenang tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya baik melalui surat atau telepon.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke - 2 “Dengan sengaja Melakukan ketidak hadiran tanpa izin” telah terpenuhi.

Unsur Ke - 3 : Dalam waktu damai

Bahwa yang dimaksud “Dalam waktu damai” berarti bahwa Si Pelaku / Terdakwa atau seorang prajurit melakukan ketidakhadiran tanpa izin itu Negara Republik Indonesia tidak dalam keadaan perang yang ditentukan oleh Undang-undang demikian pula Kesatuan Terdakwa / Si Pelaku tidak melaksanakan atau tidak dipersiapkan untuk tugas-tugas Operasi Militer (Pasal 58 KUHPM) yaitu perluasan dalam keadaan perang.

Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa, keterangan para Saksi di bawah sumpah dan dengan adanya alat bukti lain di persidangan diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

(11)

2. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan, baik Terdakwa maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan untuk mengikuti tugas operasi militer.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke - 3 “Dalam waktu damai” telah terpenuhi.

Unsur Ke - 4 : Lebih lama dari tiga puluh hari

Bahwa melakukan ketidakhadiran lebih lama dari tiga puluh hari berarti Terdakwa tidak hadir tanpa ijin berturut-turut lebih dari waktu tiga puluh hari.

Bahwa berdasarkan keterangan terdakwa yang diperkuat dengan keterangan para saksi dibawah sumpah serta alat bukti lain dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

1. Bahwa benar Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin sejak tanggal 5 Mei 2009 sampai dengan 25 September 2009 atau atau selama kurang lebih 143 (seratus empat puluh tiga) hari, yang berarti lebih lama dari tiga puluh hari secara berturut-turut.

2. Bahwa benar jumlah 143 (seratus empat puluh tiga) hari adalah lebih lama dari 30 (tiga puluh) hari.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas, Majelis Hakim berpendapat unsur ke - 4 “Lebih lama dari tiga puluh hari” telah terpenuhi.

Menimbang : Di dalam persidangan tidak diketemukan adanya alasan pembenar maupun alasan pemaaf atas perbuatan yang dilakukan Terdakwa, oleh karena itu perbuatan Terdakwa harus dipertanggung jawabkan sebagai Subjek hukum pidana oleh karena itu Terdakwa harus di hukum.

Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diterangkan diatas yang merupakan fakta-fakta yang diperoleh dalam Persidangan, pengadilan berpendapat bahwa cukup bukti yang sah dan cukup menyakinkan bahwa Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Militer yang karena salahnya atau dengan sengaja

melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu

damai lebih lama dari tiga puluh hari”

Sebagaimana diatur dan diancam menurut Pasal 87 Ayat (1) Ke - 2 Jo Ayat (2) KUHPM.

(12)

dari perbuatan Terdakwa serta hal-hal yang mempengaruhi sebagai berikut :

1. Bahwa sifat dari perbuatan Terdakwa adalah hanya mengutamakan, mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan dinas.

2. Bahwa hakekat dari perbuatan Terdakwa adalah kurangnya jiwa kejuangan pada diri Terdakwa serta kurangnya pemahaman hukum dari aturan – aturan yang berlaku di lingkungan Militer khususnya di Kodim 1712 / Sarmi.

3. Bahwa akibat perbuatan Terdakwa adalah dapat mempengaruhi sendi – sendi kehidupan disiplin pada kesatuannya serta tugas dan tanggung jawab yang menjadi kewajiban Terdakwa dialihkan ke personil yang lain, sementara personil tersebut juga mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri pula sehingga dalam pelaksanaannya dapat mengganggu kelancaran tugas di satuan tempat Terdakwa bertugas.

Menimbang : Bahwa tujuan Pengadilan tidaklah semata-mata hanya memidana orang-orang yang bersalah melakukan tindak pidana tetapi juga mempunyai tujuan untuk mendidik agar yang bersangkutan dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi warga Negara dan Prajurit yang baik sesuai falsafah Pancasila dan Sapta Marga.

Menimbang : Bahwa sebelum menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu terlebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu :

Hal - hal yang meringankan :

1. Bahwa Terdakwa berterus terang didalam menyampaikan keterangannya sehingga mempermudah di dalam pemeriksaan.

2. Bahwa Terdakwa mengakui kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi.

Hal - hal yang memberatkan :

1. Bahwa Perbuatan Terdakwa sangat bertentangan dengan sendi-sendi kehidupan prajurit dan tidak sesuai dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI.

2. Bahwa Perbuatan Terdakwa dapat berpengaruh terhadap pembinaan disiplin prajurit TNI pada umumnya dan khususnya di satuan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa setelah memperoleh pertimbangan – pertimbangan di atas maka, Majelis berpendapat pidana sebagaimana di maksud oleh Oditur Militer dalam persidangan perlu diperingan.

(13)

tercantum pada diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.

Menimbang : Di dalam persidangan tidak diketemukan adanya alasan pembenar maupun alasan pemaaf atas perbuatan yang dilakukan Terdakwa, oleh karena itu perbuatan Terdakwa harus dipertanggung jawabkan sebagai Subjek hukum pidana oleh karena itu Terdakwa harus di hukum.

Menimbang : Bahwa karena Terdakwa di hukum maka dibebankan untuk membayar biaya perkara.

Menimbang : Bahwa selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan perlu dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Menimbang : Bahwa barang bukti dalam perkara ini berupa :

Surat : 1 (satu) lembar Surat Keterangan pengganti Absensi Nomor : SKPA / 11 / XI / 2009 tanggal 9 Nopember 2009 dari Kodim 1712 / Sarmi atas nama Terdakwa.

oleh karena barang bukti ini berkaitan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa dan tidak sulit dalam penyimpanannya maka perlu ditentukan statusnya yaitu tetap dilekatkan dalam berkas perkara yang bersangkutan.

Mengingat : Pasal 87 Ayat (1) Ke - 2 Jo Ayat (2) KUHPM serta ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan perkara ini.

M E N G A D I L I

1. Menyatakan Terdakwa tersebut di atas yaitu : ABDUL FITRI HAMADIN, Kopda / 640231 terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana :

“Desersi dalam waktu damai“

2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :

Pidana : Penjara selama 6 (enam) bulan.

Menetapkan selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

3. Menetapkan barang bukti berupa :

(14)

1 (satu) lembar Surat Keterangan pengganti Absensi Nomor : SKPA / 11 / XI / 2009 tanggal 9 Nopember 2009 dari Kodim 1712 / Sarmi atas nama Terdakwa.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 7.500,- (tujuh ribu lima ratus rupiah).

Demikianlah diputuskan pada hari Senin tanggal 15 Maret 2010 dalam musyawarah Majelis Hakim oleh MOCH. AFANDI, SH Mayor Chk NRP. 1910014600763sebagai Hakim Ketua, serta SUWIGNYO HERI PRASETYO, SH Mayor Chk NRP. 1910014940863 dan TRI ACHMAD BAYKONY, SH Mayor Sus NRP. 520883 masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan sebagai Hakim Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di atas, Oditur Militer FRANGKY MAMBRASAR, SH Kapten Chk NRP. 11990005790771, Panitera MUHAMMAD SALEH, SH Kapten Chk NRP. 11010001540671, serta dihadapan umum dan Terdakwa.

HAKIM KETUA

MOCH. AFANDI, SH

MAYOR CHK NRP. 1910014600763

HAKIM ANGGOTA I HAKIM ANGGOTA II

SUWIGNYO HERI PRASETYO, SH TRI ACHMAD MAYKONY, SH LETKOL CHK NRP. 1910014940863 MAYOR SUS NRP. 520883

PANITERA

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...