• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia Ikl

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia Ikl"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

xvii

ANALISIS PELANGGARAN ETIKA PARIWARA INDONESIA

PADA IKLAN TELEVISI 3 (TRI) INDIE

+

VERSI JADI ORANG GEDE

MENYENANGKAN TAPI SUSAH DIJALANI

(Versi Anak Laki-laki dan Anak Perempuan)

ABSTRAK

Sebuah iklan dituntut agar dapat menghasilkan efek yang maksimal,

karena besarnya biaya yang telah dialokasikan untuk sebuah iklan tidaklah sedikit.

Oleh karena itu, iklan dibuat semenarik dan sekreatif mungkin untuk

memenangkan perhatian penonton disaat perilaku mengganti

channel

televisi oleh

penonton saat ini semakin tinggi. Akan tetapi, sering kali produsen dan biro iklan

lupa dengan adanya aturan terkait penyiaran iklan di televisi. sehingga iklan yang

telah dibuat dengan biaya besar tersebut tidak boleh tampil di televisi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang

bertujuan untuk mendeskripsikan penemuan yang didapatkan di lapangan terkait

pelanggaran Etika Pariwara Indonesia (EPI) dalam iklan televisi “3 (Tri) Indie

+

versi Jadi Orang Gede Menyenangkan Tapi Susah Dijalani (versi anak laki-laki

dan anak perempuan)”

.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka disimpulkan bahwa poin

penting dalam pelanggaran EPI pada iklan ini adalah terdapatnya unsur eksploitasi

anak dalam iklan dan banyaknya adegan-adegan atau narasi pesan yang dinilai

tidak pantas dilakukan oleh anak-anak. Dimana penggunaan anak-anak pada

sebuah iklan telah diatur di dalam EPI bab III A butir 3.1.

Selain itu, penelitian ini juga berusaha menjawab bagaimana posisi EPI

pada sebuah iklan dan industri periklanan. Penelitian ini juga menggambarkan

bagaimana hubungan koordinasi atau sinergisitas kerja antara P3I, KPI dan LSF

sebagai lembaga-lembaga pengawas penyiaran dan periklanan di Indonesia dalam

mengawasi penyiaran dan periklanan di televisi.

(2)

xviii

ANALISIS PELANGGARAN ETIKA PARIWARA INDONESIA

PADA IKLAN TELEVISI 3 (TRI) INDIE

+

VERSI JADI ORANG GEDE

MENYENANGKAN TAPI SUSAH DIJALANI

(Versi Anak Laki-laki dan Anak Perempuan)

ABSTRACT

An advertisement required in order to produce the maximum effect,

because the costs have been allocated to an advertisement is not little. Therefore,

the ad made it interesting and creative as possible to win the audience's attention

when the behaviour of the audience to change the television channels . However,

it is often forgotten manufacturers and advertising agencies with the relevant

rules of advertising in television broadcasting. so the ads that have been made at

great cost, it should not be on television.

This study used a qualitative descriptive approach that aims to describe

the invention discovered in a field related to violations of the Indonesian

Advertisement Ethics (EPI) in television advertising "3 (Tri) Indie + version Be

Adult is Fun But Hard to be lived (boys and girls version) ".

Based on the analysis conducted, it was concluded that the critical points

in the EPI in violation of this ad is that there was an element children exploitation

in advertising and number of narrative scenes or messages were considered

inappropriate did by the children. Where the use of children in an advertisement

has been set in the EPI Chapter III A item 3.1.

Furthermore, this study also tried to answer how the position of EPI on an

advertisement and advertising industry. This study also describe how the work

coordination relationships or synergy between P3I, KPI and LSF as broadcasting

and advertising regulator institution in Indonesia in overseeing broadca sting and

advertising on television.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menjelaskan tentang pelanggaran peraturan dan makna iklan yang menjadi strategi periklanan kartu As versi Sule XL versi Sule,Baim, dan Putri

Hal tersebut juga dilakukan oleh iklan kartu XL dan kartu As, dimana keduanya mengeluarkan iklan yang disinyalir melanggar peraturan dalam Etika Pariwara Indonesia (EPI),

Menurut Diagram 3, dapat diketahui bahwa iklan baris dalam surat kabar harian Solopos edisi 8 Mei–8 Juni 2018 telah melakukan pelanggaran Penggunaan Kata