• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KULIAH KER (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KULIAH KER (1)"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KULIAH KERJA NYATA (KKN)

Judul Kegiatan/Penelitian:

PELATIHAN DAN PENYULUHAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN MEMANFATKAN POTENSI DESA (BAKSO TEMPE) SERTA MOTIVASI DAN SOSIALISASI

KEWIRAUSAHAAN SEJAK DINI KEPADA ANAK SDdi Desa Ringin Putih, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

Oleh:

PRADITA MAHARANI HAYUNINGTYAS NIM: 14313387

Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi

PUSAT KULIAH KERJA NYATA (KKN)

DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

(2)
(3)
(4)

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, dan

rahmat-Nya yang berlimpah, Shalawat serta Salam penulis panjatkan kepada junjungan kita

Nabi Muhammad SAW berserta para keluarga dan sahabat yang telah membawa kita ke

zaman yang penuh dengan berkah. Alhamdulillah dengan penuh rasa syukur penulis ucapkan

karena dapat menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata 2017/2018 dengan lancar dan

dalam keadaan sehat.

Adapun maksud dari penulisan laporan ini adalah untuk menuntaskan salah satu

komponen penilaian dari program Kuliah Kerja Nyata, serta sebagai laporan pertanggung

jawaban mahsiswa selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Dusun Jatirogo, Desa Ringin

Putih, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten.

Dalam melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata tersebut penulis banyak memperoleh

bantuan baik dalam bentuk moril maupun material dari rekan-rekan mahasiswa KKN Desa

Ringin Putih dan tentunya juga masyarakat Desa Ringin Putih yang menerima dengan baik

sehingga program individu yang telah direncanakan oleh penulis dapat berjalan dengan

lancar.

Tentunya terlaksananya program KKN dan penyusunan laporan ini tidak terlepas dari

bantuan berbagai pihak baik. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Allah SWT. Segala puja dan puji syukur penulis haturkan, atas karunia dan kasih sayangnya sehingga penulis masih diberi kekuatan, kemampuan dan kesempatan

untuk menyelesaikan kegiatan KKN ini dengan baik. Serta Nabi besar Muhammad

SAW, telah memberi pencerahan yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat

ini.

2. Kedua Orang Tua, Kakak saya dan seluruh keluarga yang telah memberikan

(5)

v

3. Bapak Nandang Sutrisno,SH., M.Hum., LLM., Ph.D. selaku Rektor Universitas

Islam Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk

melaksanakan KKN.

4. Bapak Prof.Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D selaku Direktur DPPM UII yang

telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan KKN.

5. Bapak Dr.Unggul Priyadi, M.Si selaku kepala pusat KKN DPPM UII.

6. Bapak Lutfi Chabib, S.farm., M.Sc., Apt selaku DPL 1 yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan nasehat.

7. Bapak Muhammad Muhajir,M.Sc selaku DPL 2 yang senantiasa memberikan

bimbingan dan pengarahannya dalam pelaksanaan KKN ini.

8. Ibu Sri Rahayu Ningsih selaku tuan rumah posko unit KL-402 . Terimakasih atas

tumpangan rumahnya yang begitu nyaman sehingga penulis dan rekan-rekan unit

402 sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

9. Tim Monev Universitas Islam Indonesia.

10.Bapak Mulyadi SE selaku Kepala Desa RinginPutih.

11.Bapak Mulyono selaku Pembimbing Desa unit KL-402. Terimakasih atas

bimbingan dan dukungan sehingga kegiatan KKN kami berjalan dengan baik.

12.Teman-teman unit KL-402 Fenny, Lita, Aldi, Danet, Taufik, Haura, Ayu dan Andre. Terimakasih atas kerjasama dan waktunya selama KKN ini yang sudah

menemani penulis dalam keadaan suka dan duka selama di posko KKN sehingga

KKN ini menjadi moment yang tak terlupakan.

13.Terima kasih kepada teman-teman KKN Ilmu Ekonomi 402-407 (Petris, Ingah,

Diana, Mery, Nadia) atas kerjasamanya selama satu bulan ini dalam pelaksanaan

program individu.

14.Semua Warga Dusun Jatirogo yang telah berkenan menerima dan membimbing

kami selama KKN ini.

15.Karang Taruna Dukuh Jatirogo, Jati Eka Bhakti (JEB) yang banyak membantu

penulis dalam menjalakan program kegiatan KKN baik kegiatan individu, unit dan

program bersama masyarakat, penulis uncapkan terima kasih banyak.

16.Serta pihak-pihak lain yang telah ikut membantu kegiatan KKN tersebut, yang

(6)

vi

Penulis menyadari bahwa dalam pelaksanaan KKN ini masih banyak kekurangan

dalam berbagai hal untuk itu penulis memohon maaf sebesar besar nya, semoga laporan akhir

dari KKN ini dapat bermanfaat bagi semua semua pihak serta mendapat Ridho Allah SWT.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yogyakarta, 3 September 2017

Penulis,

(7)

vii

DAFTAR ISI

BAB I ... 1

ANALISIS SITUASI ... 1

1.1 KONDISI EKSISTING MASYARAKAT ... 2

1.2 PENDIDIKAN ... 3

1.3 PERSOALAN MASYRAKAT DESA ... 3

1.4 BERAGAMA ... 4

1.5 KEADAAN EKONOMI ... 5

1.6 KEADAAN GEOGRAFIS ... 5

BAB II ... 6

PROGRAM KEGIATAN ... 6

BAB III ... 8

METODE PELAKSAAN ... 8

3.1 Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan ... 8

3.2 Sosialisasi Program ... 8

3. 3 Metode Pelaksanaan Program Individu ... 9

BAB IV ... 12

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 14

4.1 Pelaksanaan Program ... 14

4.2 Pelaksanaan Program Individu ... 16

4.3 Dokumentasi Kegiatan Program Individu ... 18

4.4 Pelaksanaan Kegiatan Bantu Masyarakat ... 19

4.5 Dokumentasi Kegiatan Program Bantu Masyarakat ... 21

4.6 Program Bantu Teman ... 23

4.7 Proses Pembelajaran Mahasiswa ... 26

4.8.1 Bagi Diri Sendiri ... 26

4.8.2 Bagi Masyarakat Sasaran ... 27

BAB V ... 28

KESIMPULAN DAN SARAN ... 28

5.1 Kesimpulan ... 28

(8)

viii ABSTRAKSI

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah sebuah wadah yang diberikan kepada mahasiswa mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) sebuah Mahakarya turunan amanah yang terlukis pada Statuta UII “Catur Darma”. Mewujudkan mahasiswa UII yang mampu berperan terhadap masyarakat, serta menjadikan mahasiswa dekat dengan masyarakat menjalin Ukhuawah Islamiah, mahasiswa yang merupakan tingkat tertinggi dari jenjang pendidikan memiliki peran yang amat penting terhadap keberlangsungan hidup bernegara. Mahasiswa dapat berperan sebagai actor Agen Of Change ditengah-tengah masyarakat majemuk. Sebuah wadah yang diberikan UII dalam bentuk kegiatan KKN adalah langkah penting bagi seorang mahasiswa untuk melatih penerapan ilmu dari ruang-ruang kuliah ke dalam dunia yang lebih nyata dengan pro-kontrak yang dapat terjadi pada prosesnya. Harapan idealita bisa hanya menjadi mimpi-mimpi kembang tidur. Banyak pembelajaran yang tidak didapat didalam ruang kelas dan dapat dipetik hikmah sebagai proses belajar untuk menuju kesuksesan kelak.

Program KKN membuka cakrawala mahasiswa untuk memahami hakikat kehidupan dan mahasiswa diharapkan dapat menjadi manusia berilmu ilmiah dan beramal amaliah. Periode Agustus Tahun Ajaran 2017/2018 merupakan tahapan bagi penulis menjajal kegiatan KKN, Lokasi dimana penulis diterjunkan Dusun Sidodadi, Desa Ringinputih, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten memiliki keunggulan dalam ketersedian lahan persawahan yang luas serta dimanfaatkan untuk memproduksi komoditas padi sebagai mana pecaharian masyarakat Desa Ringinputih. Selain banyaknya lahan pertanian di Desa Ringinputih ini juga banyak menghasilkan tempe, bisa dikatan Desa Ringinputih merupakan desa penghasil tempe. Pada hal ini penulis sebagai mahasiswa fakultas ekonomi, tertuntut harus dapat menganalisis situasi yang dapat memperbesar Oportunity ekonomi masyarakat. Tanaman kedelai yang dijadikan bahan baku pembuatan tempe memiliki manfaat yang bagus bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi masyarakat cenderung belum mengetahui terkait olahan tempe yang bisa diolah menjadi produk olahan lain yang lebih kretaif demi mewujudkan peningkatan pendapatan individu masyarakat. Maka dengan itu penulis membuat program kerja dengan judul “Pelatihan dan Penyuluhan kewirausahaan Dengan Memanfatkan Potensi Desa yaitu Praktik Pembuatan Bakso Tempe serta Motivasi dan Sosialisasi Kewirausahaan Sejak Dini

Kepada anak SD di Desa Ringin Putih.”.

Demikian dirasa perlu diadakan sosialisasi terkait pelatihan. Sebab itu penulisan memiliki program kerja “”. Semoga dengan program penulis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan adik adik desa RinginPutih

(9)

BAB I

ANALISIS SITUASI

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia Model Reguler

diselenggarakan sebagai salah satu wujud kegiatan pengabdian mahasiswa kepada

masyarakat, dimana mahasiswa dituntut untuk ikut berperan aktif terhadap

kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar masyarakat dan sebagai media pembelajaran

bagi mahasiswa, khususnya KKN Unit KL- 402 baik secara fisik maupun non

fisik. Mahasiswa di harapkan dapat beradaptasi, bersosialisasi, berinteraksi dan

dapat menjalin kerjasama yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat, terutama

dalam membangun semangat kehidupan bermasyarakat agar menjadi masyarkat

yang rahmatan lil alamin.

Sebelum mahasiswa terjun ke masyarakat dan membantu masyarakat

dengan ilmu – ilmu yang telah mahasiswa peroleh di bangku kuliah maka ada

tahapan yang harus dilakukan yakni observasi. Observasi ini dilakukan dengan

tujuan untuk memperoleh data selengkap-lengkapnya dari masyarakat selaku

narasumber, yang mana sesuai dengan kebutuhan tiap individu. Selain itu,

observasi juga dilakukan untuk mengetahui masalah yang ada di masyarakat.

Observasi ini dapat menjadi sarana perkenalan sekaligus silahturahmi awal bagi

mahasiswa dengan warga sekitar. Dengan adanya komunikasi antara mahasiswa

dan masyarakat, diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dalam analisis

tantang atau peluang yang ada di masyarkat.

Sebelum menentukan program kerja KKN maka sebelumnya dilakukan

survei dan observasi. Tujuan dilakukan survei dan obeservasi adalah untuk

memperoleh gambaran mengenai keadaan masyarakat dan potensi yang mungkin

ada di masyarakat. Observasi dilaksanakan pada tanggal 29, 30, 31, September

dan 1 Agustus 2017. Observasi dilakukan dengan mengamati keadaan lingkungan

(10)

2

observasi. Sasaran atau obyek observasi terutama adalah tokoh masyarakat Dusun

Tegalsari dan perangkat Desa Pelutan.

Table Pelaksanaan Observasi KKN No Tanggal Waktu Uraian

Kegiatan

Tempat Durasi Waktu

1 29/07/2017

15.30-Berdasarkan observasi yang dilakukan di Dusun Jatirogo, Desa

Ringinputih, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten didapatkan kondisi

masyarakat maupun kondisi lingkungan sebagai berikut.

1.1 KONDISI EKSISTING MASYARAKAT

Desa Ringinputih merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan

Karangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Kebanyakan masyarakat

di Desa Ringinputih bermata pencaharian sebagai petani, namun selain itu ada

juga masyarakat yang berwirausaha dan merantau ke luar daerah. Tanaman pokok

masyarakat di Desa Ringinputih kebanyakan adalah tanaman padi, pisang, dan

tanaman lainnya. Tanaman padi merupakan tanaman pokok dan banyak ditanami

(11)

3

RW 12 dan RW 13. Petani menjadi mata pencaharian utama, dan sebagai

penghasil menjadi padi terbesar bagi wilayah Klaten.

Kesan pertama ketika kami diterjunkan ke tempat KKN adalah Desa

Ringinputih merupakan Desa yang sangat terpencil dan jauh dari perkotaan. Di

sepanjang jalan menuju Desa Ringinputih di kelilingi oleh persawahan yang

sangat luas dan jalan menuju lokasi kurang baik, berbatu, berlubang dan

penerangan di sepanjang jalan yang masih sangat terbatas. Walaupun kondisi

lingkungannya yang memprihatinkan, namun mayoritas masyarakat di Dusun

Jatirogo RT 02 sangat ramah dan baik dalam menerima orang baru seperti kami.

Hal tersebut menjadi kesan pertama yang baik ketika kami datang ke Dusun

Jatirogo, masyarakat sekitar menerima kami dan memperlakukan kami dengan

baik sehingga memberikan rasa nyaman ketika kami tinggal disana. Masyarakat

Rata-rata perekonomian masyarakat di dusun Jatirogo masih dalam tingkat rendah

karena masih banyak masyarakat yang rumahnya terbuat dari kayu, walaupun ada

beberapa yang sudah menggunakan semen dan batu bata. Kegiatan sehari-hari

masyarakatnya adalah ke sawah untuk bertani, karena sebagian besar

masyarakatnya memiliki sawah dan bermata pencaharian sebagai petani. Tanaman

padi ini juga menjadi penunjang perekonomian yang besar bagi Desa Ringinputih.

1.2 PENDIDIKAN

Mayoritas penduduk Desa Ringin Putih khusus nya di dukuh Jatirogo

mengenyam pendidikan SMP, sedangkan penduduk yang melanjutkan sampai

SMA dan Perguruan Tinggi tidak menetap di Dukuh Jatirogo. Mayoritas

penduduk seteah bersekolah langsung bekerja atau berladang.

Sarana Pendidikan yang terdapat di Desa Ringin Putih terdapat tiga

Sekolah Dasar (SD), dan Taman Kanak-kanak (TK). Sedangkan masyarakat

Dukuh Jatirogo rata-rata bersekolah di SD 02 dan Sd 03 Ringin Putih,

dikarenakan jarak antara dukuh ke sekolah cukup dekat.

1.3 PERSOALAN MASYRAKAT DESA

Persoalan yang dihadapi Desa Ringinputih berdasarkan observasi yang

dilakukan antara lain masalah akses menuju Desa Ringinputih, pendidikan dan

(12)

4

Desa Ringinputih atau jalan menuju Desa Ringinputih sudah di aspal , namun

masih banyak jalan yang berlubang. Selain itu terdapat jembatan penghubung

antar desa yang rusak. Masalah kedua pendidikan, dimana di Desa Ringinputih

sendiri Sekolah Dasar (SD) hanya ada tiga, dan salah satunya terancam

dibubarkan karena kurangnya siswa dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang hanya

ada satu. Di sekolahnya sendiri masih ada beberapa permasalahan yang dihadapi

seperti tenaga pendidik (guru) yang terbatas, media ajar terbatas dan

bangunan-bangunan yang kurang memadai. Masalah ketiga penerangan, banyak jalan desa

di sekitar RW 12 sampai RW 13 kurang penerangan yang memadai. Oleh karena

itu perlu adanya perbaikan agar Desa Ringinputih bisa menjadi desa yang lebih

baik.

Selain masalah-masalah yang diuraikan diatas, ada juga masalah-masalah

lain yang dihadapi masyarakat di Desa Ringinputih seperti minimnya pengetahuan

masyarakat akan kesehatan dan lingkungan sekitar. Hal ini dapat dilihat dari

banyaknya masyarakat yang membuang sampah di lahan kosong tanpa diolah

terlebih dahulu. Selain itu, kurang pengetahuan masyarakat tentang jenis golongan

darah mereka, sehingga memperlambat proses pengobatan demam berdarah yang

terjadi di Desa Ringinputih. Masalah lainnya yaitu kurangnya pengarahan orang

tua kepada anak-anaknya, dimana orang tua belum memahami pentingnya pola

asuh yang harus diterapkan kepada anaknya.

Kemudian permasalahan dari segi ekonomi adalah kurangnya minat

masyarakat khususnya masyarakat usia produktif untuk berwirausaha.

Kebanyakan dari masyarakat dusun Jatirogo ketika berajak dewasa atau setelah

lulus sekolah lebih memilih meninggalkan dusun atau hidup merantau di kota.

Sehingga kebanyakan mata pencarian masyarakat sekitar adalah petani dan

kebanyakan berjualan sate ayam. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dalam

peningkatan kewirausahaan.

1.4 BERAGAMA

Mayoritas masyarakat Dukuh Jatirogo memeluk agama Islam. Dari segi

ilmu dan pengetahuan dan pemahaman agama Islam mereka sudah cukup baik.

Terbukti dengan adanya kegiatan agama yaitu TPA (Taman Pendidikan Al-Quran)

(13)

5

itu terdapat acara yasinan yang dihadiri oleh segenap warga di Dukuh Jatirogo.

Namun keberadaan mushola masih belum digunakan secara maksimal oleh

masyarakat Dukuh Jatirogo dilihat dari jumlah jamaah yang sedikit karena hanya

berasal dari warga yang rumahnya berdekatan dengan mushola.

1.5 KEADAAN EKONOMI

Kemudian permasalahan dari segi ekonomi adalah kurangnya minat

masyarakat khususnya masyarakat usia produktif untuk berwirausaha.

Kebanyakan dari masyarakat dusun Jatirogo ketika berajak dewasa atau setelah

lulus sekolah lebih memilih meninggalkan dusun atau hidup merantau di kota.

Sehingga kebanyakan mata pencarian masyarakat sekitar adalah petani dan

kebanyakan berjualan sate ayam. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dalam

peningkatan kewirausahaan.

1.6 KEADAAN GEOGRAFIS

Desa Ringinputih, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten di tempuh

dari Yogyakarta selama 1 jam 18 menit menggunakan sepeda motor. Kemudian

dari pertigaan Karangdowo ke arah jalur Karangdowo-Pedan menempuh jarak ± 5

Km dengan waktu tempuh sekitar setengah jam. Dari pedan dilanjutkan lagi

menuju desa lokasi KKN membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan jalan yang

berliku.

Gambar 1.1 Peta Akses Jarak Desa Ringin Putih dari Universitas Islam Indonesia

(14)

6 BAB II

PROGRAM KEGIATAN

Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dijadikan sebagai salah satu

cara untuk merealisasikan tujuann UII sebagai institusi perguruan tinggi melalui

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) agara mampu memberikan kemanfaatan kepada masyarakat (rahmatallil’alamin) sekaligus sebagai pengembangan universitas. Hal ini sekaligus perwujudan dari Catur

Dharma UII yang mencakup kegiatan penelitian dan pengabdian kepada

masyarakat.

Pelaksanan program akademik KKN ini dilaksanakan, dikoordinasikan,

dipantau dan dinilai DPPM sebagai unsur yang mempunyai tugas pelaksana

penelitian dan pengabdian pada masyarakat, diarahkan kepada upaya untuk

mengangkat derajat hidup dan kesejahteraan masyarakat, bersifat humanistik dan

mencerminkan nilai-nilai Islami, serta ikut membangun kompetensi sumber daya

manusia dan sumber daya alam yang diperlukan. Sebagai upaya untuk mencapai

optimalisasi perannya sebagai wadah bagi civitas akademika dalam melakukan

penelitian dan pengabdian masyarakat, DPPM melakukan sinergi dengan berbagai

komponen masyarakat maupun institusi untuk bekerjasama dalam pengembangan

pola dan konsepsi penelitian dan pemberdayaan masyarakat.

Program kerja yang dilakukan ini bertujuan untuk memudahkan

masyarakat luar Dukuh Jatirogo untuk mendapatkan informasi mengenai akses

menuju Dukuh Jatirogo Adapun pelaksanaan program-program yang telah

dilaksanakan sebagai berikut:

2.1. Pelatihan Ekonomi Kreatif Olahan Bakso Tempe

Sebagian besar masyarakat Desa Ringinputih khususnya warga Sidodadi bermata

pencaharian sebagai petani, kebanyakan para pemudanya memilih merantau ke

luar kota untuk memenuhi kebutuhan. Desa Ringinputih merupakan desa yang

mempunyai banyak lahan pertanian, tidak heran jika banyak para warganya yang

(15)

7

pabrik tempe yang letaknya berada di Dukuh Mluron, Desa Ringinputih. Industri

ini yang belum banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai peluang usaha.

Oleh karena itu, program penyuluhan dan pelatihan ekonomi kreatif akan sangat

bermanfaat untuk menambah pengetahuan warga tentang bagaimana cara

mengembangkan suatu olahan agar lebih inovatif. Dengan adanya olahan tempe,

pelatihan pembuatan bakso tempe ini akan berguna untuk mengolah tempe yang

sebelumnya belum dikembangkan oleh warga menjadi olahan yang lebih inovatif

yang mana akan memberikan peluang usaha baru bagi warga untuk menambah

keluarga.

2.2. Sosialisasi dan Motivasi Kewirausahaan Sejak Dini Anak SD

Pada dasarnya anak-anak SD mempunyai perasaan malu dan tidak mau berjualan,

biasanya anak-anak akan memilih cita-cita sebagai pegawai. Motivasi wirausaha

sejak dini akan sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak SD tentang

kewirausahaan yang nantinya akan meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang

cara berwirausaha yang baik.

2.3. Program Bantu Masyarakat

Kegiatan bantu masyarakat bermaksud untuk mendekatkan mahasiswa

dengan warga-warga sekitar. Kegiatan bantu masyarakat menjadikan mahasiswa

dapat bergaul, berkomunikasi, maupun memecahkan masalah dalam masyarakat.

(16)

8 BAB III

METODE PELAKSAAN

Sebelum melaksanakan program kegiatan Kuliah Kerja Nyata terdapat pra

pelaksanaan kegiatan. Tahapan kegiatan dalam pra pelaksanaan Kuliah Kerja

Nyata ini, ,penyusunan rencana program, dan sosialisasi program.

3.1 Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan

Dari hasil observasi , maka dapat ditentukan beberapa program yang telah

disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat Dusun Tegalsari.

Kegiatan yang akan dilakukan kemudian penulis konsultasikan dengan DPL 1 dan

DPL 2. Adapun program individu yang dilaksanakan yaitu: ”Pelatihan dan Penyuluhan kewirausahaan Dengan Memanfatkan Potensi Desa (Bakso Tempe)serta Motivasi dan Sosialisasi Kewirausahaan Sejak Dini Kepada anak

SD”.

Program ini dipilih oleh penulis dikarnakan potensi desa Ringin Putih

adalah pertanian dan mayoritas adalah penghasil tempe. Namun kebanyakan

warganya hanya memanfatkan tempe menjadi olahan tempe biasa dimanfaatkan

sebagai lahan persawahan, disamping perlu memperkaya informasi dan

pengetahuan terhadap komoditas tanaman pertanian dan terkait manfaat padi

sehingga dirasa perlu untuk sharing pengetahuan, pengalaman sehingga para

petani/kelompok tani mendapat wawasan pengetahuan yang luas dan

mendapatkan ide-ide serta gagasan-gagasan baru . nantinya tidak hanya gabah

saja yang diandalkan menjadi output utama dari tanaman padi ataupun tidak

hanya padi yang dapat di jadikan sumber pendapatan petani didesa pelutan,

Khususnya petani dusun Tegalsari.

3.2 Sosialisasi Program

Untuk memaparkan program kerja individu maka dilakukanlah sosialisasi

kepada masyarakat Dusun i Desa Pelutan. Hal ini dilakukan agar program kerja

yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran sesuai

(17)

9

Sosialisasi program dilakukan pada tanggal 8 Agustus 2017 Pukul 09.00

WIB di Balai Desa Ringin Putih. Dalam momen sosialisasi tersebut dihadiri oleh

masyarakat Desa Ringin Putih. Sosialisasi dilakukan serta dipimpin oleh ketua

unit masing-masing unit yang mengemukakan penjelasan mengenai seluruh

program erja individu kepada masyarakat. Pada saat sosialisasi warga terlihat

antusias Tanggapan warga serta Perangkat Desa pun sangat baik tehadap

program-program yang diajukan. Secara keseluruhan masyarakat merasa sangat

terbantu atas program-program yang diberikan oleh mahasiswa KKN UII.

Mendengarkan penjelasan dan terdapat masukan – masukan dari warga demi

kelancaran program yang akan dijalankan.

.

3. 3 Metode Pelaksanaan Program Individu

3.3.1. Metode Pelaksanaan Pelatihan Kewirausahaan Bakso Tempe

Metode pelaksanaan Sosialisasi Pembuatan Bakso Tempe adalah sebagai

berikut.

1. Observasi dengan Pengerajin Tempe Desa Ringin Putih

Sebelum melakukan kegiatan presentasi oleh pemateri, Dirasa perlu oleh

penulis untuk melakukan kegiataan Observasi agar menkroscek apakah

program yang direncanakan ini dapat sesuai dengan kebutuhan khalayak

masyarakat Desa Ringin Putih butuhkan serta dapat mengetahui

keresahan-keresahan yang timbul dan dikeluhkan oleh mayarakat pengerajin tempe

2. Sosialisasi dan Pengenalan Kewirausahaan

Sosialisasi dan Pendataan dilakukan untuk memberi gambaran program yang

akan terlaksana sehingga pada hari Pelaksanaan, masyarakat dapat memiliki

gambaran terkait materi sehingga suasana diskusi berjalan dinamis. Pendataan

sangat diperlukan untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha warga Ringin

Putih sehingga sosialaisasi program dapat tepat sasaran dan juga untuk

memastikan program dapat berdampak efektif. Sosialisasi dilakukan pada

Ibu-ibu PKK dan para pemuda di Desa Ringin Putih.

(18)

10

Pemberian sample Bakso Tempe dilakukan pada saat Perkumpulan Ibu-Ibu

PKK berlangsung. Tujuan dari pemberian sample Bakso Tempe tersebut

memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa tempe dapat diinovasikan

menjadi olahan lain. Saqlqah satunya yaitu menjadi olahan nakso tempe,

bakso tempe dapat di inovasikan lagi menjadi bakso tempe kuah, bakso tempe

gorong dan tempe bakar.

4. Pelatihan dan Praktik

Metode ini sebagai bentuk follow up dari metode penyuluhan yang mana

disini dilakukan oleh mahasiswa KKN dari jurusan Ekonomi untuk

masyarakat agar mengetahui inovasi dari tempe dan memberikan pelatihan

pembuatan bakso tempe pada Ibu-Ibu PKK dan Pemuda di desa Ringin Putih.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan gagasan baru dan inovasi dari

suatu potensi desa yang ada yaitu tempe. Serta pengenalan wirausaha dan

ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi desa yang ada.

(Kedua gambar diatsa adalah saat sosialisasi dan praktik pembuatan bakso tempe kepada pemudi di dukuh Jatirogo)

5. Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui program yang dilakukan sesuai dengan

tujuan atau tidak. Evaluasi dilakukan kepada mahasiswa KKN pada

masyarakat dan pemuda .

3.3.2 Metode Pelaksanaan Sosialisasi Kewirausahaan Sejak Dini dan Motivasi Menabung

1. Observasi dengan Anak-Anak SD

Sebelum melakukan kegiatan presentasi oleh pemateri, Dirasa perlu oleh

(19)

11

program yang direncanakan ini dapat sesuai dengan kebutuhan Anak-anak

SD desa Ringin Putih .

2. Sosialisasi dan Pengenalan Kewirausahaan sejak Dini

Sosialisasi dan Pengenalan dilakukan untuk memberi gambaran program

yang akan terlaksana sehingga pada hari Pelaksanaan, masyarakat dapat

memiliki gambaran terkait materi sehingga suasana kelas berjalan dinamis.

Pengenalan kewirausahaan sangat diperlukan untuk memberikan gambaran

dan wawasan umum untuk teantang wirausah kepada anak SD di desa

RRingin Putih sehingga sosialaisasi program dapat tepat sasaran dan juga

untuk memastikan program dapat berdampak efektif. Sosialisasi dilakukan

pada anak-anakn SD di Desa Ringin Putih.

3. Motivasi Kewirausahaan

Pemberian Motivasi dilakukan pada anak SD di Desa Ringin Putih. Tujuan

dari pemberian motivasi tersebut untuk memberikan gambaran kepada anak

SD tentang pentingnya berwirausaha sejak dini.

4. Motivasi Menabung

Memperkenalkan menabung sejak dini kepada anak SD. Memberikan

motivasi menabung kepada anak SD di Desa Ringin Putih dari

metodesosialisasi dan mengajara yang diterapkan di tiap kelas yang mana

tiap kelas di tiap SD tersebut diisi oleh mahasiswa KKN dari jurusan

Ekonomi.

(Gambar diatas saat sosialisasi pentingnya berwirausaha dan menabung seja

(20)

12

5. Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui program yang dilakukan sesuai dengan

tujuan atau tidak. Evaluasi dilakukan kepada mahasiswa KKN pada

masyarakat dan pemudi desa Ringinputih.

3.4 Metode Peningkatan Kewirausahaan

Pelatihan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki

keterampilan kerja seseorang. Pelatihan menurut Adrew E.Sikula (dalam Anwar

Prabu Mangkunegara, 2008) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang

mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisasi, pegawai non manajerial

mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan yang terbatas.

Pelatihan dirasa sangat penting untuk dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Manullang dan Marihot (2008:66) yaitu, “Dengan latihan atau pendidikan seseorang lebih mudah melaksanakan tugasnya. Adanya latihan atau

pendidikan, menjamin tersedianya tenaga-tenaga dalam perusahaan yang

mempunyai keahlian, lagipula orang yang terlatih dan terdidik dapat

mempergunakan pikirannya secara kritis. Salah satu pelatihan tentang

kewirausahaan yakni CEFE. CEFE merupakan suatu pelatihan kewirausahaan

yang lebih banyak menerapkan simulasi-simulasi yang nyata dihadapi di dalam

dunia wirausaha ( Jurnal CEFE Kilasan Pelatihan di Kota Singkawang, 2010).

Tujuan dari dilaksanakannya pelatihan kewirausahaan ini adalah

menumbuhkembangkan industry kecil menengah melalui penciptaan wirausaha

baru, memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai konsep kewirausahaan,

membangkitkan motivasi dan semangat guna menumbuhkembangkan usaha yang

mandiri dan professional sesuai potensi yang dimiliki dan mengembangkan

sumber daya manusia yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Pelatihan kewirausahaan pembuatan bakso tempe di Desa Ringinputih ini

melibatkan para pemuda dan Ibu-Ibu PKK Desa Ringinputih. Pelatihan diawali

dengan sosialisasi dan penyuluhan mengenai gambaran awal ekonomi kreatif dan

(21)

13

putih yang bisa dijadikan suatu peluang usaha baru. Pada kegiatan praktik

pembuatan bakso tempe, kami melibatkan masyarakat langsung dalam pembuatan

bakso tempe. Selain membuat bakso tempe, pemberian label dan pengemasan

yang menarik juga disampaikan, karena pelabelan dan pengemasan yang menarik

sangat penting merebut pasar.

(Gambar 3.4.1 Label dari Bakso Tempe Kriput. Kriput sendiri adalah singkatan dari “Khas Ringin Putih”)

3.5 Rencana Kegiatan Bantu Masyarakat

Kegiatan bantu masyarakat tidak memiliki metode pelaksanaan yang pasti karena

membantu masyarakat merupakan pendekatan mahasiswa dengan masyarakat

sekitar yang dilakukan sewaktu-waktu. Membantu masyarakat dapat dilakukan

sesuai dengan permintaan masyarakat itu sendiri ataupun mahasiswa yang

menawarkan diri untuk membantu. Kegiatan bantu masyarakat bisa dalam bentuk

apapun seperti, bimbingan belajar, kerja bakti, pertemuan rutin warga, karang

taruna, panitia tujuh-belasan atau semacamnya. Sehingga dapat merasakan apa

yang dirasakan oleh masyarakat Dusun Jatirogo, dan akhir dapat membuat

(22)

14 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pelaksanaan Program

Konsep Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang

penopang utamanya adalah informasi dan kreativititas dimana ide dan stock of

knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor produksi utama

dalam kegiatan ekonomi. Perkembangan tersebut boleh dikatakan sebagai dampak

dari struktur perekonomian dunia yang tengah mengalami gelombang

transformasi teknologi dengan laju yang cepat seiring dengan pertumbuhan

ekonomi, dari yang tadinya berbasis Sumber Daya Alam (SDA) diikuti menjadi

berbasis Sumber Daya Manusia (SDM), dari era genetik dan ekstraktif ke era

manufaktur dan jasa informasi serta perkembangan terakhir masuk ke era

ekonomi kreatif. Namun demikian konsep tentang ekonomi kreatif, rupanya bukan

konsep yang sama sekali baru, secara tersirat dalam risalah klasiknya tahun 1911,

melalui Theorie der wirtschaftlichen Entwicklungen (Teori Pembangunan Ekonomi), Schumpeter mengusulkan sebuah teori tentang “creative destruction”. Teori ini menyatakan bahwa perusahaan baru dengan spirit kewirausahaan muncul

dan menggantikan perusahaan lama yang kurang inovatif. Fenomena ini

selanjutnya mengarahkan dinamika kehidupan dunia usaha ke tingkat

pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Mungkin yang berbeda saat ini, konsep

tentang ekonomi kreatif nampak lebih eksplisit yang menandai era baru peradaban

dan terdefinisikan dengan baik, serta secara faktual ekonomi kreatif merupakan

fenomena dan tren pilihan alternatif terutama dalam memberikan kontribusi pada

pertumbuhan ekonomi global di era millenium ke tiga ini. Untuk itu Department

of Culture, Media, and Sport (DCMS) mendefinisikan Industri kreatif sebagai: “Creative Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation

through the generation and exploitation of intellectual property and content

(Creatif Industries Task Force, 1998). Secara lebih lugas Howkins mendefinisikan

(23)

15

gagasan. Atau dalam satu kalimat yang singkat, esensi dari kreativitas adalah

gagasan. Agaknya baik konsep kewirausahaan maupun konsep ekonomi kreatif

terdapat unsur benang merah yang sama, yakni terdapat konsep kreativitas, ide

atau gagasan serta konsep inovasi. Kreativitas adalah proses berfikir dan

menggugah inspirasi dengan cara yang berbeda dari biasanya, dimana seseorang

tertantang untuk dapat melahirkan suatu yang baru, baik berupa gagasan maupun

karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Kreativitas dalam bisnis adalah bagimana cara menerapkan kreativitas dalam

pekerjaan yang sedang kita lakukan agar dapat memunculkan produk, prosedur

dan struktur baru sekaligus meningkatkan cara kerja kita kearah yang lebih baik.

Apa yang dibutuhkan oleh bisnis adalah penerapan proses kreatif pada masalah,

isu, kesempatan dan peluang yang ada pada saat ini.

Melihat potensi Desa Ringinputih sebagai desa penghasil tempe, hal ini

memunculkan gagasan baru bagi saya untuk mengembangkan olahan tempe

menjadi produk yang inovatif. Sebagai desa penghasil tempe, Desa Ringinputih

berpotensi menghasilkan peluang usaha baru yang lebih kreatif. Oleh karena itu,

penyuluhan dan pelatihan kewirausahaan ini dirasa perlu untuk menumbuhkan

jiwa berwirausaha warga Desa Ringinputih.

Olahan berbahan dasar kacang kedelai ini mempunyai banyak sekali manfaat bagi

kesehatan tubuh seperti protein yang terkandung di dalam olahan ini mempunyai

banyak manfaat bagi tubuh manusia. Mempunyai potensi industri pabrik tempe

sekiranya sangat penting untuk memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang

ekonomi kreatif, dalam hal ini adalah pengolahan tempe menjadi produk baru

(24)

16

4.2 Pelaksanaan Program Individu

No Tanggal dan Waktu Uraian Kegiatan Tempat Durasi

(25)

17 Jam 19.30-22.00 Penyuluhan

kewirausahaan pada

menabung sejak dini

SD 2

Jumlah Jam Kegiatan 39 Jam

Ratio Keberhasilan Program =

(26)

18

Jadi program ini telah dilaksanakan, dari target warga Desa Ringinputih hadir tidak memenuhi target kegiatan, namun dari perhitungan ratio keberhasilan program di dapat hasil sebesar 72%, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program ini dapat di katakan berhasil karena sudah melampaui 50 % sebagai standar keberhasilan.

4.3 Dokumentasi Kegiatan Program Individu

(Gambar diatas adalah baha-bahan yang dipakai dalam praktik pembuatan bakso

tempe & pemberian sampel)

(Gambar diatas adalah saat pelaksanan praktik pelatihan pembuatan bakso tempe

bersama teman-teman Ilmu Ekonomi di posko unit 402)

(27)

19

(Gambar diatas adalah saat sosialisasi dan praktik pembuatan bakso tempe untuk

ibu-ibu dukuh Mluron, Ringinputih di posko uni 404 bersama teman-teman Ilmu

Ekonomi).

4.4 Pelaksanaan Kegiatan Bantu Masyarakat

Kegiatan bantu masyarakat yang dilaksanakan di Dusun Jatirogo dapat

dilihat pada Tabel berikut.

Jam Program Bantu Masyarakat (60 Jam)

No Tanggal Waktu Urian Kegiatan Tempat

1 01/08/2017 16.00-17.30 Pelatihan pramuka SDN RP 02

2 02/08/2017 16.00-17.30 Mengajar TPA Masjid arrahman

3 03/08/2017 16.00-17.00 Pelatihan pramuka SDN RP 02

4 04/08/2017 16.00-17.00 Pelatihan pramuka SDN RP 02

5 05/08/2017 20.00-24.00

6 06/08/2017 07.00-11.00 Kerja bakti dengan pemuda pemudi

Dukuh

jatirogo

7 07/08/2017 16.00-17.00 Pengajian Masyarakat Rumah Penduduk

(28)

20

arrahman

10 09/08/2017 15.30-17.30 Kegiatan 17 agustus untuk anak-anak

Lapangan

SDN RP 02

11 10/08/2017 15.30-17.30 Kegiatan 17 agustus untuk anak-anak

Lapangan

SDN RP 02

12 11/08/2017 08.00-11.00 Membantu kegiatan

posyandu Posko 402

13 11/08/2017 15:30-17:30 Kegiatan 17 agustus untuk anak-anak

Lapangan

SDN RP 02

14 15/08/2017 15:30-17:30 Kegiatan lomba 17 agustus

Lapangan

SDN RP 02

15 15/08/2017 20:00-23:00

Membantu membuat

backdrop untuk acara

pentas seni 17 agustus

Posko 402

16 16/08/2017 15:30-17:30 Membantu kepanitian dan kegiatan 17 agustus

Lapangan

SDN 02

17 17/08/2017 13:00-17:00 Membantu kepanitian dan kegiatan 17 agustus

Lapangan

SDN 02

18 17/08/2017 20:00-23:00

Membantu panitia

lomba membungkus

hadiah

Posko 402

19 18/08/2017 15:30-17:00 Membantu anak-anak

latihan pensi 17 agustus Posko 402

20 19/08/2017 13:00-15:00

Membantu dekorasi

panggung dan ceksound

untuk malam pensi 17

agustus

Rumah

pemudi(mbak

peppy)

(29)

21

pensi anak-anak

22 19/08/2017 20:00-01:00

Membantu malam

23 20/08/2017 06:00-11:00

Membantu kepanitian

dan berpartisipasi

kegiatan jalan sehat

Desa ringin

putih

24 22/08/2017 16:00-17:30 Mengajar TPA Masjid Arrahman

25 23/08/2017 16:00-17:30 Mengajar TPA Masjid Arrahman

26 27/08/2017 06.00-08.45

Mengajak&Menemani

4.5 Dokumentasi Kegiatan Program Bantu Masyarakat

(30)

22

(Gambar diatas merupakan kegiatan mengajar membaca iqra dan alquran di

(31)

23

(Gambar diatas adalah kegiatan bantu masyarakat saat lomba tujuh-belasn di duku Jatirogo)

(Gambar diatas adalah saat saya dan teman-teman unit 402 tampil dalam

acara pensi tujuh-belasan di dukuh Jatirogo)

4.6 Program Bantu Teman

Kegiatan bantu teman yang dilaksanakan selama KKN di Dukuh

Jatirogo dapat dilihat pada tabel berikut:

No Tanggal dan Waktu Uraian Kegiatan Tempat Durasi

Waktu

(32)

24

di SD 2 Ringinputih

(33)

25

14 Selasa, 22 Agustus 2017

(34)

26 Jam 09.00-12.00 menjalankan

evaluasi 3P

Aisyiyah

Jumlah Jam Kegiatan 44 Jam 55

Menit

4.7 Proses Pembelajaran Mahasiswa

4.7.1 Bagi Diri Sendiri

Dengan adanya kegiatan KKN yang dilaksanakan selama kurun waktu 1

bulan yang terletak di Dukuh Jatirogo, Desa RinginPutih, Kecamatan Selo,

Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, penulis memetik banyak pelajaran

diambil dari program yang dilaksanakan, tidak hanya mendapatkan tambahan

ilmu secara sains tetapi juga ilmu bersosialisasi yang kelak dapat sangat

bermanfaat di kehidupan bermasyarakat. Bagi diri sendiri sebagai mahasiswa,

maka pembelajaran yang dapat diambil penulis antara lain.

1. Kepercayaan Diri

Dengan adanya kegiatan KKN ini maka secara tidak langsung mahasiswa

dituntut harus mampu meningkatkan kemampuan kepercayaan dirinya

berhadapan dengan masyarakat. Karena disini mahasiswa harus mampu

berbicara menjalin komunikasi dengan masyarakat, menyampaikan segala

maksud dan tujuan akan program yang akan dilaksanakan yang akhirnya

informasi yang ingin disampaikan oleh mahasiswa kepada masyarakat

dapat tersampaikan seluruhnya dengan baik dan masyarakat dapat

mengerti dan menerima informasi dan ilmu yang baru dari mahasiswa.

2. Komunikasi

Selama kegiatan KKN berlangsung maka mahasiswa harus mempunyai

kemampuan berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang baik ini tidak

hanya untuk membantu penulis dalam merealisasikan program yang akan

dilaksanakan. Namun juga dengan komunikasi yang baik maka dapat

(35)

27

mahasiswa dengan masyarakat. Sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang

erat diantara mahasiswa dengan masyarakat. Hal ini diperlukan agar

bahwa mahasiswa yang datang untuk melaksanakan KKN tidak hanya saja

sebatas menjalankan kewajiban, tetapi juga membaur kepada masyarakat

dan merasakan suka duka yang dirasakan oleh masyarakat.

2. Sikap saling memahami dan mengerti

Masyarakat merupakan kumpulan individu yang terdapat dalam suatu

kelompok yang mana memiliki karakter dan pendapat yang berbeda – beda

pula antar satu individu dengan individu lainnya. Oleh karena itu

diperlukan dengan sangat sikap sabar,saling memahami dan saling

mengerti dalam hal ini. Hal ini juga menunjukkan sikap menghargai antar

sesama.

4.7.2 Bagi Masyarakat Sasaran

Dengan adanya kegiatan KKN yang dilaksanakan selama kurun waktu 1

bulan yang terletak di Dukuh Jatirogo, Desa Ringinputih, Kecamatan

Karangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Dapatlah dipetik

pelajaran oleh masyarakat yaitu masyarakat mendapat edukasi dan motivasi agar

lebih menambah semagat juang bergerak untuk kehidupan yang lebih maju lagi,

mempraktikan secara langsung ilmu dan pengetahuan yang telah didapat, dan

dengan ilmu yang telah kita berikan sebagai sodaqoh dan insha Allah bermanfaat

dan ridhoi oleh-Nya semoga masyarakat desa pelutan menjadi rahmatan lil

(36)

28 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Seluruh program yang direncanakan dan susun oleh penulis pada proses

awal KKN telah terlaksanakan dengan baik meskipun terdapat faktor kendala baik

itu secara teknis maupun non teknis, namun semuanya dapat dihadapi dan

diselesaikan oleh penulis berkat ridho yang dibeikan oleh Allah SWT, serta

bantuan dan dukungan masyarakat, teman-teman mahasiswa KKN UII . Adapun

kesimpulan dari program, penting untuk penyelamatan diri jika suatu saaat terjadi

bencana yang tidak diinginkan. Mayarakat Dukuh Jatirogo maupun Desa

Ringinputih dapat menjadikan program kerja yang telah kami buat sebagai contoh

dan dorongan serta motivasi untuk berwirausah dan membuka lapangan pekerjaan

baru. Itu semua agar dapat meningkatkan kreatifitas dan pendapatan masyarakat

dukuh Jatirogo dan desa Ringinputih pada umumnya.

Hasil tidak akan menghianati sebuah proses, tahapan-tahapan melahirkan

tujuan bersama dijalankan berpedoman pada asas gotong royong dan

kekeluargaan dalam balutan ikatan yang kuat dari sebuah lembaga. Dengan

berinya karunia tanah yang subur dan geografis asri sebuah keunggulan bagi Desa

Ringinputih besar kemungkinan dapat menjadi pelopor desa kuliner dan wisata.

Kami merasa apa yang telah kami rencanakan berhasil dilaksanakan.

Indikasi keberhasilan dari pelaksanaan program KKN ini adalah kerjasama

yang baik dan antusiasme warga dalam mendukung segala program kegiatan

KKN ini. namun jauh dari kata sempurna dengan dukungan dan sikap terbuka

dari masyarakat sangat membantu kami dalam bersosialisasi sehingga merasa

nyaman dan seperti menjadi bagian dari warga Dukuh Jatirogo, DesaRinginputih,

KecamatanKarangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

5.2 Saran

1. Bagi masyarakat Desa Ringinputih setelah dijalankannya KKN ini

(37)

29

dijadikan inspirasi dan motivasi untuk senantiasa berjuang menuju

keberhasilan.

2. Bagi DPPM UII kedepannya agar lebih meningkatkan kualitasnya sumber

daya manusia dan dalam memberikan segala bentuk informasi kepada

mahasiswa KKN selanjutnya agar kelak mahasiswa bersama akdemisi UII

dapat dengan efektif, efesien merumuskan program yang lebih hebat lagi.

3. Bagi mahasiswa KKN semoga dapat memberikan gagasan-gagasan cerdas,

inovatif, kreatif yang tepat sehingga dapat termaksimalkan oleh diterapkan

masyarakat.

Demikianlah laporan pertanggung jawaban ini penulis susun. Mohon maaf

lahir batin dari penulis ucapkan bila kesalahan yang telah penulis lakukan baik

disengaja maupun secara tidak disadari, Semoga apa yang tertuang di dalam

laporan penanggung jawaban ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik warga

masyarakat maupun bagi rekan-rekan mahasiswa KKN UII di masa mendatang

demi terus terselenggaranya kegiatan KKN UII yang lebih baik dan bermanfaat,

(38)

30

DAFTAR PUSTAKA

1. Hilmaniar.2012. Pelatihan Kewirausahaan Model Creation Of Enterprises Formation Of Entrepreneurs (Cefe) Oleh Disperindagkop Dan Ukm.

2. Afiff, Faisal. 2012. Kewirausahaan Dan Ekonomi Kreatif.

3. Dppm. 2017. Pedoman Penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta : Pusat Kkn Dppm Uii

4. Febriyanto, 2015. Strategi Peningkatan Kewirausahaan Bagi Mahasiswadi Pendidikan Tinggi.

(39)

31 LAMPIRAN

1. Rekapitulasi dana Proker individu & unit

2. LHO (Lembar hasil Observasi)

3. Buku catatan kegiatan harian (BCKH)

4. Daftar rencana kegiatan (kertas kuning)

5. Rekapitulasi Program

(40)

32 Lampiran 1.

Rekapitulasi Dana Kegiatan (Program Individu)

No Rincian Jumlah Harga (Rp) Total

LAPORAN PENGGUNAAN BIAYA (SUPPORT PROGRAM UNIT KESELURUHAN)

KETERANGAN PEMASUKAN PENGELUARAN

Dana DPPM Rp 2.430.000

Jasa angkut Rp 400.000

Stempel Rp 30.000

Peralatan pembuatan pupuk Rp 50.000

Fotocopy materi pupuk Rp 30.000

Kordes 1 dan 2 Rp 170.000

Pilok Rp 23.000

Perpisahan Rp 350.000

(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)

Gambar

Table Pelaksanaan Observasi KKN
Gambar 1.1 Peta Akses Jarak Desa Ringin Putih dari Universitas Islam Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Kontraposisi : penyimpulan Iangsung dengan jalan memutar kedudukan subyek menjadi predikat ( ). Subyek kesimpulan adalah kontradiksi predikat. Tak ada term yang tersebar.. 4.

Biogas hasil purifikasi (purified biogas) digunakan sebagai bahan bakar pada alat uji cepat rambat api. Pengujian tahap ini adalah untuk mengetahui pengaruh

Data nilai selisih standar deviasi model geoid GOCE terhadap model EIGEN 5C, menunjukan model DIR R2 memiliki nilai selisih standar deviasi terkecil dibandingkan

“Studi Komparasi Pola Pikir Perempuan Jawa dalam Novel Pengakuan Pariyem Karya Linus Suryadi dan Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari” adalah hasil

    Ama  Timur,  bu  kez  yaşlı  dostu  Mahu  sayesinde  yolculuklarının  daha 

Peneliti mencoba untuk menggali lebih dalam mengenai profil kemampuan pemecahan masalah siswa materi program linear kategori kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi,

Dari hasil yang didapat setalah mendapat perlakuan proteksi radiasi dengan menggunakan Shielding dan Apron Pb maka Dosis radiasi telah direduksi menjadi aman

Menurut Soekartawi (1999) dalam Ach.Sani S & Mashuri M (2010: 253) mengatakan bahwa meskipun pada umumnya telah diusahakan agar besaran korelasi antara