• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Goagel Schoolar Andri Kautsar Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Goagel Schoolar Andri Kautsar Pe"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah Perencanaan Program Pendidikan

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT, karena dengan izin-NYAlah kami dapat menyusun makalah dengan judul“Full day School”. Adapun tujuan penulis menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Perencanaan Program Pendidikan.

Rasa terima kasuh penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.

kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang sifatnya membangun. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamu Alaikum Wr. Wb

Air Kumbang, 22 September 2017 Penulis,

(2)

Kontroversi Polemik Full fay school di Indonesia

Andri kautsar

[email protected]

Dosen pengampu

DOSEN PENGAMPU

Dr. AISYAH,AR,M.Pd & Dr. EDI HARAPAN,M.Pd

Universitas PGRI Palembang Program Pasca sarjana Semester dua Tahun 2017

Abstrak:Artikel ini berawal dari tugas presentasi makalah perencanaan program pendidikan program Pascasarjana Manajemen Pendidikan di Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Palembang pada semester dua. Artikela ini membahas tentang program full day school di indonesia yang di usulkan oleh kemendikbud Anis Baswedan dan diteruskan oleh muhadjir effendy yang akhirnya menuai kontoversi dan akhirnya Keputusan Presiden Jokowidodo Menetapkan program ini menjadi tidak wajib dan menganti dengan menguatkan program pendidikan berkarakter.

Kata Kunci: Polemik ,kontroversi,full day school

Abstract: This article was originated from the assignment of presentation of education program planning papers of the Postgraduate Education Management program at the unity Republic Teachers' University of Indonesia Palembang in the second semester. Artikel this discussing about full day school program in indonesia proposed by kemendikbud Anis Baswedan and forwarded by muhadjir effendy which finally reap controversy and finally Presidential Decree of Jokowidodo Establish this program become not mandatory and replace with by strengthening character education program.

Keywords: Polemic, controversy, full day school

1. Pendahuluan Latar Belakang Masalah

(3)

2016). di indonesia program ini berawal dari usulan kemendikbud Anis baswedan dan diteruskan Muhadjir Effendy.

Mendikbud Muhadjir Effendy menggagaskan program sekolah sehari penuh untuk SD-SMP. Alasannya, lebih banyak waktu untuk pendidikan karakter dan dapat mencegah penyimpangan para pelajar. news.detik.com(2017). Kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas dan mengaji sampai dijemput orangtuanya saat pulang jam kerja. Sehingga ketika berada di rumah, mereka tetap dalam pengawasan orangtua. beritasatu.com. di Akses pada Pukul 22:30 Tangga 15 September 2017.

Kemudian Muhadjir menjelaskan pemerintah ingin menyesuaikan penilaian kerja guru dengan aparatur sipil negara (ASN) lain. Yang di beberapa kantor telah memberlakukan lima hari kerja, katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017. (Ahmad Faiz dalam nasional.tempo.com 2017). Kemudian Muhadjir mengatakan Kemdikbud berupaya merestorasi pendidikan dasar dan menengah (SD-SMP), termasuk pendidikan karakter. Selain itu, akan membenahi kebijakan yang berkaitan dengan profesionalisme para pendidik. Ahmad Faiz .beritasatu.com. (2017) namun dikarenakan berbagai hal akhirnya keputusan program ini oleh presiden Jokowi dodo ,menjadi hal yang tidak wajib dan di ganti dengan program pendidikan berkarakter.

2. Rumusan Masalah

Dari uraian di atas, maka permasalahan yang dikaji adalah sebagai berikut : 1. Apa Pengertian dari Full day school?

2. Apa Tujuan dan Konsep Full day School?

3. Bagamana faktor penunjang dan penghambat Full day School di Indonesia? 4. Bagaimana Sistem Pembelajaran Full day School itu?

5. Apa Keungguan dan kelemahan pelaksanaan full day school? 6. Serta bagaimana karakteristik pemebelajaran full day school itu?

3 Tujuan Masalah

Tujuan penyusunan makalah ini adalah :

1. Agar dapat Mengetahui Pengertian dari Full day school. 2. Untuk Mengetahui Tujuan dan Konsep Full day School.

(4)

School di Indonesia.

4. Untuk Mengetahui Bagaimana Sistem Pembelajaran Full day School. 5. Untuk Mengetahui Apa Keungguan dan kelemahan pelaksanaan full day school?

6. Serta Mengetahui bagaimana karakteristik pembelajaran full day school.

4. Manfaat

Manfaat penyusunan makalah ini untuk menambah wawasan bagi penulis dan para pembaca sekaligus sebagai bahan dasar atau pengetahuan dalam mengetahui Pengertian Tentang full day school.

5. Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah menggunakan analisis deskriptif. Dimana penulis memperoleh data dan teori yang ada dari berbagai literatur.

BAB II

FULL DAY SCHOOL

PEMBAHASAN

1. Pengertian Sistem Pembelajaran Full Day School

(5)

Mendikbud Muhadjir Effendy menggagas program sekolah sehari penuh untuk SD-SMP. Alasannya, lebih banyak waktu untuk pendidikan karakter dan dapat mencegah penyimpangan para pelajar. news.detik.com. di Akses 22:34 Tanggl 15 September 2017. Kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas dan mengaji sampai dijemput orangtuanya saat pulang jam kerja. Sehingga ketika berada di rumah, mereka tetap dalam pengawasan orangtua.beritasatu.com. di Akses pada Pukul 22:30 Tangga 15 September 2017.

Kemudian Muhadjir menjelaskan pemerintah ingin menyesuaikan penilaian kerja guru dengan aparatur sipil negara (ASN) lain. Yang di beberapa kantor telah memberlakukan lima hari kerja, katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017. (Ahmad Faiz dalam nasional.tempo.com 2017). Kemudian Muhadjir mengatakan Kemdikbud berupaya merestorasi pendidikan dasar dan menengah (SD-SMP), termasuk pendidikan karakter. Selain itu, akan membenahi kebijakan yang berkaitan dengan profesionalisme para pendidik. (Ahmad Faiz .beritasatu.com. 2017)

2. Tujuan dan konsep Pembelajaran Full Day School

Setiap lembaga pendidikan yang ingin mencapai kesuksesan, haruslah menetapkan tujuan yang akan dicapai, di sekolah, tujuan telah dirumuskan dalam berbagai tingkat tujuan, diantaranya yaitu :

1) Tujuan Pendidikan Nasional yaitu tujuan yang hendak dicapai melalui upaya pendidikan secara menyeluruh. Tujuan pendidikan ini merupakan tujuan umum yang telah ditentukan oleh pemerintah dan tertera di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara.

2) Tujuan Institusional yaitu tujuan yang dirumuskan dan hendak dicapai oleh suatu lembaga pendidikan. Tujuan institusional ini sudah bersifat khusus sesuai dengan apa yang dihasilkan oleh lembaga tersebut.

(6)

dan dikembangkan tersebut selalu meliputi aspek, yaitu pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

4) Tujuan instruksional adalah tujuan yang akan dicapai melalui kegiatan pengajaran. Tujuan instruksional ini dibedakan menjadi dua, yaitu tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. Tujuan instruksional umum adalah tujuan yang akan dicapai .Melalui pokok-pokok bahasan, sedangakan tujuan instruksional khusus yaitu tujuan yang akan dicapai oleh guru dalam pertemuannya dengan siswa di kelas. Secara umum tujuan sistem pembelajaran full day school adalah untuk memberikan dasar yang kuat dalam mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan/ Intelegence Quotient (IQ), Emosional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) dengan berbagai inovasi yang efektif dan aktual. Kurikulumnya didesain untuk mengembangkan kreatifitas yang mencakup integritas dan kondisi tiga ranah (ranah kognitif, afektif dan psikomotorik).Sistem pembelajaran full day school merupakan bentuk pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk seorang peserta didik yang berintelektual tinggi yang dapat memadukan aspek ketrampilan dan pengetahuan dengan sikap yang baik. Dengan adanya garis-garis besar program full day school, diharapakan sekolah yang melaksanakan program ini, dapat mencapai target tujuan yang ingin dicapai oleh lembaga pendidikan. iwankuswandi (2015).wordpress.com.Dikutip dari Permendiknas No. 22 Tahun 2006

Ahmad Faiz (2017).Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan rencana penerapan lima hari sekolah atau full day school (FDS) juga bertujuan untuk memperbaiki sistem penilaian kerja guru. Hal ini seiring dengan terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2017 tentang Revisi Beban Kerja Guru. (Jakarta dalam Majalah Tempo.com).selain itu juga dengan sistem full day school, secara perlahan karakter anak akan terbangun dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka belum pulang kerja," kata Mendikbud usai menjadi pembicara dalam pengajian untuk keluarga besar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), di Malang, (beritasatu.com 2016). Muhadjir menjelaskan, program yang dimaksud ialah program penguatan karakter siswa melalui kurikulum yang sudah ada tanpa mengganti dengan kurikulum baru. (nasional.kompas.com.2016).

(7)

remaja sekarang. Hal ini lah yang memotivasi para orangtua untuk mencari sekolah formal sekaligus mampu memberikan kegiatan-kegiatan positif (informal) pada anak mereka. Dengan mengikuti full day school, orangtua dapat mencegah dan menetralisir kemungkinan dari kegiatan-kegiatan anak yang menjurus pada kegiatan yang negatif. Banyak alasan mengapa full day school menjadi pilihan, antara lain:

a. Meningkatnya jumlah orangtua tunggal dan banyaknya aktifitas orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anaknya, terutama yang berhubungan dengan aktifitas anak setelah pulang sekolah.

b. Perubahan sosial budaya yang tarjadi di masyarakat, dari masyarakat agraris menuju ke masyarakat industri. Perubahan tersebut jelas berpengaruh pada pola pikir dan cara pandang masyarakat.

c. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat sehingga jika tiddak dicermati, maka kita akan menjadi korban, terutama korban teknologi komunikasi. Dari kondisi seperti itu, akhirnya para praktisi pendidikan berpikir keras untuk merumuskan suatu paradigma baru dalam dunia pendidikan.Untuk memaksimalkan waktu luang anak-anak agar lebih berguna, maka diterapkan sistem full day school dengan tujuan: membentuk akhlak dan akidah dalam menanamkan nilai-nilai positif serta memberikan dasar yang kuat dalam belajar di segala aspek.

3. Faktor penunjang dan penghambat Full day School di Indonesia

(8)

gapai tidak akan pernah tercapai dengan baik karena kelembagaan akan berjalan dengan baik, jika dikelola dengan baik.(Baharuddin, Pendidikan, 233.)

Faktor pendukung yang ketiga adalah sarana dan prasarana. Sarana pembelajaran merupakan sesuatu yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses belajar setiap hari tetapi mempengaruhi kondisi belajar. Prasarana sangat berkaitan dengan materi yang dibahas dan alat yang digunakan. Sekolah yang menerapkan full day school, diharapkan mampu memenuhi sarana penunjang kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa. (Ibid.,234.)

Faktor pendukung yang terakhir dan yang paling penting dalam pendidikan dalam SDM. Dalam penerapan full day school, guru dituntut untuk selalu memperkaya pengetahuan dan keterampilan serta harus memperkaya diri dengan metode-metode pembelajaran yang sekiranya tidak membuat siswa bosan karena full day school adalah sekolah yang menuntut siswanya seharian penuh berada di sekolah.Faktor lain yang signifikan untuk diperhatikan adalah masalah pendanaan. Keuangan merupakan masalah yang cukup mendasar di sekolah karena dana secara tidak langsung mempengaruhi kualitas sekolah terutama yang berkaitan dengan sarana dan prasarana serta sumber belajar yang lain. (Ibid., 237.)

Selain beberapa keunggulan diatas, full day school juga memiliki kelebihan yang membuat para orangtua tidak khawatir terhadap keberadaan putra-putrinya, antara lain: pengaruh negatif kegiatan anak di luar sekolah dapat dikurangi seminimal mungkin karena waktu pendidikan anak di sekolah lebih lama, terencana dan terarah, suami-istri yang keduanya harus bekerja tidak akan khawatir tentang kualitas pendidikan dan kepribadian putra-putrinya karena anak-anaknya dididik oleh tenaga pendidik yang terlatih dan profesional, adanya perpustakaan di sekolah yang representatif dengan suasana nyaman dan enjoy sangat membantu peningkatan prestasi belajar anak, siswa mendapatkan pelajaran dan bimbingan ibadah praktis.

(9)

merupakan bagian dari pendidikan yang vital untuk menunjang keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan sarana dan prasarana yang baik untuk dapat dapat mewujudkan keberhasilan pendidikan. Banyak hambatan yang dihadapi sekolah dalam meningkatkan mutunya karena keterbatasan sarana dan prasarananya. Keterbatasan sarana dan prasarana dapat menghambat kemajuan sekolah. Hadari Nawawi, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1985)

(10)

pulang jam 5 sore? Bisa jam malam,hal yang perlu dikaji muatan belajarnya apa,perlu dikaji ulang.(republika.co.id 2017) 7) .Dan akhirnya Mendikbud menegaskan tidak ada program full day school Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tidak ada rencana membuat program sekolah satu hari penuh atau "full day school". "Saya tegaskan saya tidak punya niat, Kemdikbud tidak ada rencana untuk program full day school," kata Muhadjir saat menyampaikan pidato pada lokakarya guru di Labschool Jakarta, Kamis (6/7). Program yang dimaksud ialah program penguatan karakter siswa melalui kurikulum yang sudah ada tanpa mengganti dengan kurikulum baru. Muhadjir menjabarkan, dirinya berpedoman pada visi Presiden yang tertuang pada Nawa Cita dalam membuat program penguatan karakter. "Dalam Nawa Cita jelas, program pendidikan karakter porsinya 70 persen, sisanya untuk ilmu pengetahuan," ujar Muhadjir. Muhadjir yang mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang berpendapat dengan porsi pendidikan karakter sebesar 70 persen dan sudah berjalannya Kurikulum 2013, memerlukan kebijakan baru untuk penguatan pendidikan karakter tanpa mengubah kurikulum yang sudah berjalan. Maka perlu ada penguatan karakter, penguatan saja," kata Muhadjir. Dia juga menerangkan bahwa penerapan delapan jam di sekolah juga bukan berarti belajar di kelas selama delapan jam, melainkan diisi dengan kegiatan lain di tempat lain. "Delapan jam di sekolah, di kelas, jangankan anak-anak, guru juga nggak kuat," kata dia. Menurut Muhadjir, memaksakan anak didik belajar selama delapan jam di sekolah tidak sesuai dan tidak efektif. Dalam pidatonya Muhadjir berkali-kali menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana membuat program sekolah satu hari penuh. Bahkan dia berusaha meyakinkan dengan meminta wartawan mengecek dokumen atau anggaran yang

menjadi bukti adanya program "full day school" di Kemdikbud. (elshinta.com 2017)

di akses 22:32 wib . tgl 15/09/2017

Keputusan akhir yaitu Presiden Joko widodo Tegaskan Full day school Tak wajib.ujarnya tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah,Peraturan Kementrian dan kebudayaan tentang full day school atau lima hari akan diganti peraturan Presiden tentang penguatan karakter. Jakarta, Kompas.com 10 Agustus 2017

4. Sistem Pembelajaran full dayschool

(11)

pengajaran yang intensif yakni dengan menambah jam pelajaran untuk pendalaman materi pelajaran serta pengembangan diri dan kreatifitas. Adapun pelaksanaan pembelajarannya dilaksanakan di sekolah mulai pagi hingga sore hari, secara rutin sesuai dengan program pada tiap jenjang pendidikannya.Dalam jurnal pendidikan Islam, karangan Nor Hasan, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan full day school secara istilah yaitu suatu proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif dan transformatif selama sehari penuh bahkan selama kurang lebih 24 jam. Yang dimaksud dengan aktif disini yaitu mengoptimalisasikan seluruh potensi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Sedangkan sisi kreatif terletak pada optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana sekaligus sistem untuk mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif bagi pengembangan segenap potensi siswa. Ibid., h. 504 (iwankuswandi.wordpress.com 2015).

Untuk mengembangkan seluruh potensi kepribadian siswa dengan lebih seimbang. Dan yang dimaksud dengan sistem 24 jam dimaksudkan sebagai ikhtiar bagaimana selama sehari semalam siswa melakukan aktivitas bermakna edukatif. Jika dilihat dari makna dan pelaksanaannya, full day school sebagian waktunya digunakan untuk program pelajaran yang suasananya informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreativitas dan inovasi dari guru. Dengan dimulainya jam sekolah dari pagi sampai sore hari, sekolah lebih leluasa mengatur jam pelajaran yang mana disesuaikan dengan bobot pelajaran dan ditambah dengan model pendalamannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sistem pembelajaran full day school yaitu program pendidikan yang seluruh kegiatan belajar mengajar berada di sekolah secara aktif, kreatif dan transformatif, di mulai dari pagi hingga sore yaitu pukul 06.30 sampai 15.00. (Nor hasan .Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 1. No 1, 2006), h. 110-111)

(12)

mereka ke full day school, mereka berharap dapat memperbaiki nilai akademik anak-anak mereka sebagai persiapan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan sukses, juga masalah-masalah tersebut di atas dapat teratasi.Adapun munculnya sistem pembelajaran full day school di Indonesia diawali dengan menjamurnya istilah sekolah unggulan sekitar tahun 1990-an, yang banyak dipelopori oleh sekolah swasta termasuk sekolah-sekolah yang berlabel Islam. Dalam pengertian yang ideal, sekolah-sekolah unggul adalah sekolah yang lebih mengedepankan pada kualitas proses pembelajaran, bukan pada kualitas input siswanya. Kualitas proses pembelajaran bergantung pada sistem pembelajarannya. Dan sekolah unggulan biasanya ditandai dengan biaya yang mahal, fasilitas yang lengkap dan serba mewah, elit, dan lain dari pada yang lain, serta tenaga-tenaga pengajar yang professional, walaupun keadaan ini sebenarnya tidak menjamin kualitas pendidikan yang dihasilkan. Term unggulan ini yang kemudian dikembangkan oleh para pengelola di sekolah-sekolah menjadi bentuk yang lebih beragam diantaranya adalah full day school dan sekolah terpadu. Meskipun dalam pembelajaran full day school memiliki rentang waktu yang lebih panjang yaitu dari pagi sampai sore, sistem ini masih bisa diterapkan di Indonesia dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Sebagaimana dijelaskan dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi bahwa setiap jenjang pendidikan telah ditentukan alokasi jam pelajarannya. Dalam full day school ini waktu yang ada tidaklah selalu dipakai untuk menerima materi pelajaran namun sebagaian waktunya dipakai untuk pengayaan. Menurut Fahmi Alaidroes format full day school meliputi beberapa aspek yaitu :

a) Kurikulum yaitu mengintegrasikan atau pemaduan program pendidikan umum dan agama. Dengan memadukan kurikulum umum dan agama dalam suatu jalinan kegiatan belajar mengajar diharapkan peserta didik dapat memahami esensi ilmu dalam perspektif yang utuh.

(13)

c) Peran serta, yakni melibatkan pihak orang tua dan kalangan eksternal (masyarakat) sekolah untuk berperan serta menjadi fasilitator pendidikan para peserta didik.

(14)

ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu. Richard I. Arends, Learning To Teacch, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2008) Cet I

Jadi kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga pendidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.

Wina Sanjaya (2009) Kurikulum Full Day School dapat diartikan sebagai sebuah dokumen perencanaan yang berisi tentang tujuan yang harus dicapai. Isi materi dan pengalaman belajar yang harus dilakukan siswa, strategi dan cara yang dapat dikembangkan, evaluasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan, serta implementasi dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata. Pada intinya Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku dan dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Berbeda dengan model kurikulum sekolah pada umumnya, Full day school menerapkan konsep dasar “Integrated-Activity”dan“Integrated-Curriculum”. Artinya seluruh program dan aktivitas anak yang di sekolah, mulai dari belajar, bermain, makan dan beribadah tercover semua dalam suatu sistem pembelajaran full day school. Kurikulum full day school didesain untuk menjangkau masing masing dari perkembangan anak, konsep pengembangannya dengan ., Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2009), h. 9-10 14. Selain itu penerapan sistem full day school harus memperhatikan juga jenjang dan jenis pendidikan, selain kesiapan fasilitas, kesiapan seluruh komponen di sekolah, kesiapan program-program pendidikan. Seperti kita ketahui bahwa di Indonesia jenjang formal di bagi menjadi :

1) TK di peruntukan bagi anak usia 4-6 tahun 2) SD/MI di peruntukan bagi anak usia 7-12 tahun 3) SMP/MTsN di peruntukan bagi anak usia 13-15 tahun 4) SMA/MAN di peruntukan bagi anak usia 15 – 18 tahun

(15)

lebih banyak dari pada belajar. Maka sangat cocok .Baharuddin, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan, (Jakarta : Ar-Ruzz Media, 2009), h. 230 Ibid., h. 224

Jika konsep belajarnya adalah sambil bermain, jangan sampai sistem pembelajaran full day school merampas waktu bermain mereka, waktu yang dimana digunakan untuk belajar berinteraksi dengan teman sebayanya, orang tua, sanak saudara dan lingkungan sekitar rumah. Karena dalam penerapan full day school sebagian waktunya harus digunakan untuk program-program pembelajaran yang suasananya informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa, yang tentunya ini memerlukan kreatifitas dan inovasi dari seorang guru. Permainan yang di berikan dalam sistem full day school masih mengandung arti pendidikan,yang artinya bermain sambil belajar. Sebisa mungkin diciptakan suasana yang kreatif dalam pembelajarannya, sehingga siswa tidak akan merasa terbebani, bosan dan menjenuhkan meski seharian berada di dalam sekolah. Salah satu kesuksesan pendidikan terletak pada kurikulum, kurikulum yang diterapkan harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan orang tua, selain itu sekolah harus memiliki ciri khas yang menonjol agar masyarakat dapat tertarik.

Addin Arsyadana, Penerapan sistem Full day school Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan. uinmalang.ac.id (2016).

5. Keunggulan dan Kelemahan pelaksanaan Full Day School

(16)

cepat bosan,Orang tua akan mempercayakan penuh anaknya ada sekolah saat ia berangkat ke kantor hingga ia pulang dari kantor.

Sedangkan kelemahan dari sistem ini adalah :Faktor sarana dan prasarana, keterbatasan sarana dan prasarana dapat menghambat kemajuan sekolah, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan yang baik dalam hal sarana prasarana,Siswa akan lebih cepat bosan dan stress dengan lingkungan sekolah, karena melihat jadwal kegiatan pembelajaran yang padat, membutuhkan kesiapan baik fisik, psikologis maupun intelektual yang bagus. Namun demikian, bagi mereka yang telah siap, hal tersebut bukan suatu masalah, tetapi justru akan mendatangkan keasyikan tersendiri. Oleh karenanya, kejelian dan improvisasi pengelola dalam hal ini sangatlah dibutuhkan,mengurangi bersosialisasi dengan tetangga dan keluarga,Kurangnya waktu bermain,Anak-anak akan banyak kehilangan waktu dirumah dan belajar tentang hidup bersama keluarganya. Baharuddin, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan, ibid, h. 231 Nor Hasan, Full day school (Model Alternatif Pembelajaran Bahasa Asing), ibid, h. 116

6. Karakteristik pembelajaran full day school

Sardiman(2010) Interaksi pendidikan dipengaruhi oleh karakteristik pribadi dan corak pergaulan antar orang-orang yang terlibat dalam interaksi tersebut, baik pihak peserta didik maupun para pendidik dan pihak lainnya. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta,PT Rajagrafindo Persada, 2010) .Merujuk arahan Presiden Joko Widodo, kami akan memastikan bahwa memperkuat pendidikan karakter peserta didik menjadi rujukan dalam menentukan sistem belajar mengajar di sekolah," kata Muhadjir, dalam keterangan tertulis, Selasa 9/8/2016.(Nurhadi Sucahyo.voaindonesia.com 2017)

(17)

kegiatan ekstrakurikuler."Usai belajar setengah hari, hendaknya para peserta didik (siswa) tidak langsung pulang ke rumah, tetapi dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan dan membentuk karakter, kepribadian, serta mengembangkan potensi mereka," kata Muhadjir. Dengan demikian, kata Muhadjir, para siswa dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dan kegiatan kontraproduktif, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan sebagainya. Ia mengatakan, saat ini sistem belajar tersebut masih dalam pengkajian lebih mendalam, termasuk perihal kondisi sosial dan geografis mana saja yang memungkinkan sistem belajar tersebut diterapkan."Misalnya di daerah mana saja yang orangtuanya sibuk sehingga tidak punya banyak waktu di rumah," kata dia. Pada Karakteristik Perilaku Sosial Siswa di SD Anak dilahirkan belum bersifat sosial. Dalam arti, dia belum memiliki kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. Berkaitan dengan hal itu, masa kanak-kanak dalam berinteraksi dengan teman sebaya merupakan aktivitas yang banyak menggunakan waktu selama masa kanak-kanak pertengahan dan akhir anak-anak. Barker dan Wright dalam Desmita mencatat bahwa, anak usia 2 tahun menghabiskan 10 % dari waktu siangnya untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Pada usia 4 tahun, waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi dengan teman sebaya meningkat menjadi 20 % sedangkan anak usia 7 hingga 11 tahun meluangkan lebih dari 40 % waktunya untuk berinteraksi dengan teman sebaya. untuk siswa SD termasuk dalam kategori masa pertengahan akhir. Yang dimana Masa akhir anak-anak merupakan suatu masa perkembangan di mana anak-anak mengalami sejumlah perubahanperubahan yang cepat. Pada masa ini mereka sudah kebanyakan mempelajari tentang sesuatu yang berhubungan dengan manusia. Dunia psikososial anak menjadi semakin kompleks dan relasi dengan keluarga serta teman sebaya terus memainkan peranan penting. Sekolah dan relasi.Desmita, Psikologi Perkembangan,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), h. 184-185

(18)

kelompok, serta merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. Dalam menentukan sebuah kelompok teman, anak usia sekolah dasar ini lebih menekankan pentingnya aktivitas bersama-sama, seperti berbicara, berkeluyuran, berjalan ke sekolah, berbicara melalui telepon, mendengarkan musik, bermain game, dan melucu. Tinggal di lingkungan yang sama, bersekolah di sekolah yang sama, merupakan dasar bagi kemungkinan terbentuknya kelompok teman sebaya. Rubin dan Krasnor dalam demita mencatat bahwa adanya perubahan sifat dari kelompok teman sebaya pada masa pertengahan anak-anak. Ketika anak berusia 6 hingga 7 tahun, kelompok teman sebaya tidak lebih dari kelompok bermain, mereka memiliki sedikit peraturan dan tidak terstruktur untuk menjelaskan peran dan kemudahan berinteraksi diantara anggota-anggotanya. Selanjutnya kelompok juga bisa terbentuk secara spontan, ketika anak berusia 9 tahun, kelompok-kelompok menjadi lebih formal . Ibid., h. 180

(19)

Perilaku sosial anak salah satunya dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma-norma kehidupan bermasyarakat serta mendorong dan memberikan contoh kepada anaknya bagaimana menerapkan norma-norma tersebut dalam kehidupan seharihari, sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan efektif.

Ibid., h. 181-185

KESIMPULAN

Full day school bukansaja sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang dilakukan mulai pukul 06.45-15.00. hal ini dimaksudkan yaitu sekolah dapat membentuk program penguatan karakter dengan mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi. Dari makna dan pelaksanaannya, full day school sebagian waktunya digunakan untuk program pelajaran yang suasananya informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreativitas dan inovasi dari guru(SDM),pendanaan dan Kelengkapan sarana dan prasaran. Tujuan dan konsep yaitu untuk memperbaiki sistem penilaian kerja guru dan peran orang tua. Namun hal yang lebih penting yaitu akan terbangunnya penguatan siswa yang berkarakter. Sistem pembelajaran full day school bukanlah hal yang baru. Sistem ini telah lama diterapkan dalam tradisi pesantren melalui sistem asrama, meskipun dalam bentuknya yang sangat sederhana. Mengandung arti sistem pendidikan yang menerapkan pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar sehari penuh dengan memadukan sistem pengajaran yang intensif yakni dengan menambah jam pelajaran untuk pendalaman materi pelajaran serta pengembangan diri misalnya pada kegiatan Ekstrakulikuler dan pengembangan kreatifitas. Dengan sistem ini diharapkan anak didik memiliki produktifitas yang tinggi sehingga mampu meminimalisir hal-hal negatif yang dimungkinkan dilakukan oleh anak sebagai dampak dari pergaulannya dengan lingkungannya.Akhirnya keputusan Presiden Jokowidodo memutuskan bahwa full day school di indonesia menjadi tidak wajib tegasnya dan digantikan dengan program penguatan karakter.

(20)

Saran kami yaitu,dalam menerapkan full day school perlu adanya pertimbangan yang paling utama adalah kesiapan sekolah dalam segala hal seperti SDM,Pendanaan, kelangkapan saran dan prasaran serta faktor pengaruh terhadap lingkungan yang paling utama adanya sosialisasi terhadap para guru siswa dan orang tua dalam menentukan dan menerapkan full day school pengusaha bagaimana cara menentukan dan macam strategi yang cocok di terapkan dalam usahanya dan pelu adanya upaya untuk mengembangkan, menciptakan strategi-strategi yang baru yang sesuai kemampuan dan Merencanakan Program kerja secara bersama- sama.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyadana addin. uinmalang.ac.id (2016).Penerapan sistem Full day school Baharuddin, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan, ibid, h. 231 Nor Hasan,

Full day school (Model Alternatif Pembelajaran Bahasa Asing), ibid, h. 116

Akom .news.detik.com (2017) polemik ,Komisi X yang membidangi persoalan pendidikan.

Baharuddin (2016) Manajemen dalam suatu organisasi. Ibid.,234.)

Faktor pendukung dalam pendidikan. penerapan full day school, sarana dan prasarana serta sumber belajar yang lain. Ibid., 237.

Baharuddin (2009) Pendidikan dan Psikologi Perkembangan, Jakarta : Ar-Ruzz Media, h. 230 Ibid., h. 224

Desmita, Psikologi Perkembangan,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), h. 184-185 ,Ibid., h. 180 ,Ibid., h. 181-185

Effendy Muhadjir .Mendikbud gagagas program sekolah sehari penuh untuk

SD-SMP. news.detik.com. di Akses 22:34 Tanggl 15 September 2017.

Effendy Muhadjir.beritasatu.com. (2017), ini alasan pemerintah ingin menyesuaikan penilaian kerja guru dengan aparatur sipil negara (ASN) lain.

(21)

Faiz Ahmad (2017) dalam nasional.tempo.com.Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017.

Faiz Ahmad (2017).Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy rencana penerapan lima hari sekolah atau full day school (FDS) terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2017 tentang Revisi Beban Kerja Guru. Jakarta dalam Majalah Tempo.com

Informasi guru.com (2016). Munculnya Full Day School Full day school awalnya muncul pada tahun 1980-an di Amerika Serikat.

Kristiawan Muhammad e-journal . Baharudin (2010) Konsep full day School

Kemendikbud .elshinta.com (2017) pidato pada lokakarya guru di Labschool Jakarta,

Kamis (6/7). di akses 22:32 wib . tgl 15/09/2017

Kuswandi Iwan .wordpress.com (2015). sisi kreatif pada optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana Ibid., h. 504. Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 1. No 1, 2006, h. 110-111

Kuswandi iwan(2015).garis-garis besar program full day school.

wordpress.com.Dikutip dari Permendiknas No. 22 Tahun 2006

Kompas.com (2017) Keputusan akhir yaitu Presiden Joko widodo Tegaskan Full day school Tak wajib

Hasan Nor (2006), Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 1. No 1, 2006, h. 110-111) Mulyasari (1989). full day school Secara etimologi. sistem pendidikan full day

school. Jhon M. Echols & Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia, t. th), 260.

Mendikbud.beritasatu.com (2016) sistem full day school, Mendikbud usai menjadi pembicara dalam pengajian untuk keluarga besar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), di Malang.

Nurhadi Sucahyo.voaindonesia.com(2017) Merujuk arahan Presiden Joko Widodo, Muhadjir, dalam keterangan tertulis, Selasa 9/8/2016

Nawawi hadari, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1985)

Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi bahwa setiap jenjang pendidikan telah ditentukan alokasi jam pelajarannya.

(22)

Roslin.pakar psikolog anak republika.co.id (2017) polemik,pendapat pakar psikolog anak.

Ridwan hudallah kompas.com (2017) protes dan kontroversi oleh masyarakat . Richard I. Arends, Learning To Teacch,(Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2008)Cet I Sanjaya Wina (2009) Arti Kurikulum Full Day School,Kurikulum dan

Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2009), h. 9-10 14.

Referensi

Dokumen terkait

tradisional arabic 18 pt. لا ددعو د ةعبرأ يه ةملعتلا داملا لكل سور يذلا مسرلا وأ روصلا .سورد شي لم لاإ ضيبأو دوسأ اهنول باتكلا يف .فلاغلا يف .ةحفص نوسمخو ةعبس

Dengan ini, kami menilai tesis tersebut dapat disetujui untuk diajukan dalam sidang ujian tesis Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah

Pemerintah Kota Probolinggo perlu untuk mengetahui dan memahami potensi- potensi apa saja yang harus dioptimalkan dari pajak reklame, sehingga di tahun yang akan

Jenis unit penangkapan pilihan untuk pemanfaatan komoditi unggulan di perairan Provinsi Riau berdasarkan pendekatan aspek teknis dan sosial adalah jaring atom

LIMBAH PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) DAN ABU DASAR BATUBARA SEBAGAI MATERIAL KOMPOSIT DENGAN MATRIK SEMEN TERHADAP KEKUATAN TEKAN DAN SERAPAN AIR” dapat

Maka, sebanyak hampir 800 orang Yahudi Bani Quraizhah, dibunuh pada hari itu juga atas pengkhianatan mereka. Setelah dikepung selama 25 hari, Bani Quraizhah

Data laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tahunan perubahan laba (laba kotor, laba operasi, laba sebelum pajak, laba bersih dan laba per lembar saham) satu

Kontribusi sektoral tersebut, secara tidak langsung menunjukkan bagaimana struktur perekonomian Kabupaten Sidoarjo. Peran sektor di atas dikelompokkan menjadi 3 sektor