Makalah Manajemen Pemasaran Nirlaba Dan

13 

Teks penuh

(1)

TUGAS

MANAJEMEN PEMASARAN

NIRLABA

“Organisasi Non Profit Di Indonesia”

OLEH :

WAHYU ALFAJRI

C2B013036

MAGISTER MANAJEMEN

ANGKATAN XXV

UNIVERSITAS BENGKULU

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Organisasi Non Profit Di Indonesia”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.

Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat lebih baik lagi.

Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Bengkulu, Mei 2014

Penyusun

(3)

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...3

1.3 Tujuan ...3

BAB II ISI 2.1 Pengertian Oragnisasi Nirlaba...4

2.2 Karakteristik Organisasi Nirlaba...4

2.3 Keadaan Organisasi Nirlaba di Indonesia ...7

BAB III PENUTUP 3.1.Kesimpulan dan Saran...10

(4)

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. Organisasi memiliki tiga unsur dasar, yaitu orang-orang atau sekumpulan orang, kerjasama dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber-sumber yang dimiliki (Griffin, 2002).

Organisasi didirikan manusia disebabkan karena kesamaan kepentingan, baik dalam rangka mewujudkan hakekat kemanusiaannya maupun secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan kata lain di dalam organisasi, para anggotanya bermaksud mencapai tujuan yang sama, sebagai tujuan bersama, termasuk juga bidang bisnis.

Pada dasarnya organisasi itu sangat penting bagi kehidupan manusia untuk bermasyarakat ataupun bersosialisasi apalagi untuk mencapai tujuan bersama . Organisasi merupakan suatu tempat atau wadah berkumpulnya beberapa orang atau manusia yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara efektif dan efisien serta memiliki kepentingan yang sama untuk mewujudkan tujuan bersama. Organisasi didirikan manusia disebabkan karena kesamaan kepentingan, baik dalam rangka mewujudkan hakekat kemanusiaannya maupun secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan kata lain di dalam organisasi, para anggotanya bermaksud mencapai tujuan yang sama, sebagai tujuan bersama, termasuk juga bidang bisnis.

Adapun ciri-ciri berorganisasi antara lain : 1. Adanya komponen

2. Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)

3. Adanya tujuan

4. Adanya sasaran

5. Adanya keterikatan format serta tata tertib yang harus ditaati

(5)

Berdasarkan tujuannya organisasi dapat dibedakan menjadi 2 organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau berorientasi pada profit dan organisasi sosial atau organisasi nonprofit (Richard, 1986).

Manusia adalah makhluk social yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi. Babyak bentuk organisasi dalam kalangan masyarakat, Salah satunya adalah organisasi nirlaba (non profit). Organisasi nirlaba adalah organisasi bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik public untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).

Organisasi nirlaba meliputi keagamaan, sekolah negeri, dema public, rumah sakit dan klinik public, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi sukarelawan, serikat buruh. Menurut PSAK No.45 bahwa organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi tersebut. (IAI,2004:45.1)

(6)

1.1 Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah:

1. Bagaimana sebenarnya organisasi nirlaba ?

2. Bagaimana karakteristik organisasi nirlaba di Indonesia ? 3. Bagaimana Keadaan organisasi nirlaba di Indonesia ?

1.2 Tujuan Makalah

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui dan meningkatkan pemahaman tentang organisasi nirlaba.

(7)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Oragnisasi Nirlaba

Menurut Kurniasari (2011) menyatakan bahwa organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).

Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.

Menurut Setiawati (2011) menyatakan bahwa organisasi nirlaba merupakan satu organisasi sosial yang didirikan oleh perorangan atau sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya.Fokus dari visi dan misi organisasi nirlaba adalah pelayanan kepada masyarakat, seperti yayasan pendidikan, LSM, organisasi keagaaman, panti asuhan, panti wredha dan sebagainya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang tidak mempunyai anggota.

2.2 Karakteristik Organisasi Nirlaba

Berdasarkan PSAK 45 (revisi 2010) halaman 2 paragraf 01, dimana suatu organisasi dapat dikelompokan sebagai organisasi nirlaba bila memenuhi, kriteria sebagai berikut:

(8)

manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.

2. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan jika entitas nirlaba menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas nirlaba tersebut.

3. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada entitas bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas nirlaba pada saat likuidasi atau pembubaran entitas nirlaba.

(9)

Tindakan donatur untuk memastikan akuntabilitas organisasi nirlaba penerima dana antara lain:

1. Memantau aktivitas organisasi nirlaba.

2. Kunjungan donatur ke lokasi kegiatan.

3. Meminta organisasi penerima dana untuk membuat laporan keuangan maupun laporan kegiatan.

4. Membandingkan anggaran dengan realisasi anggaran untuk mengevaluasi penggunaan dana.

5. Mewajibkan penerima dana untuk menyerahkan laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik.

6. Mengirim auditor untuk mengaudit laporan keuangan penerima dana.

Akuntabilitas yang dapat diberikan oleh organisasi penerima dana, antara lain:

1. Membuat dokumentasi kegiatan, misalnya berupa foto kegiatan, pembuatan daftar hadir dalam pelaksanaan kegiatan, maupun pembuatan video untuk merekam aktivitas.

2. Membuat catatan keuangan yang rapi, yang didukung dengan pengarsipan bukti transaksi keuangan yang rapi.

3. Meyerahkan laporan ke donatur tepat waktu (sesuai dengan yang dijanjikan).

(10)

Salah satu yang penyimpangan yang berupa penghindaran atas pajak serta

earnings management dapat dilakukan melalui organisasi nirlaba.

2.3 Keadaan Organisasi Nirlaba di Indonesia

Menurut Wikipedia Indonesia, organisasi nirlaba adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung satu isu atau perihal didalam menarik perhatian public untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba. Karakter dan tujuan dari organisasi non profit menjadi jelas terlihat ketika dibandingkan dengan organisasi profit. Organisasi non profit berdiri untuk mewujudkan perubahan pada individu atas komunitas, sedangkan organisasi profit sesuai dengan namanya bertujuan untuk mencari keuntungan. Organisasi non profit menjadikan sumber daya manusia sebagai asset yang paling berharga, karena semua aktivitas organisasi ini pada dasarnya adalah dari, oleh, dan untuk manusia.

Organisasi profit memiliki kepentingan yang besar terhadap berkembangnya organisasi nirlaba. Dari organisasi inilah sumber daya manusia yang handal terlahir. Memiliki daya saing yang tinggi, aspek kepemimpinan serta sigap menanggapi perubahan. Hampir diseluruh dunia ini organisasi nirlaba merupakan agen perubahan terhadap tatanan hidup suatu komunitas yang lebih baik. Daya jelajah mereka menyentuh pelosok dunia yang bahkan tidak bias terlayani oleh organisasi pemerintah. Kita telah saksikan sendiri, bagaimana efektifnya daya jelajah organisasi nirlaba ketika terjadi bencana alam tsunami di Aceh, ratusan organisasi nirlaba dari seluruh dunia seakan berlomba membuat prestasi terhadap proyek kemanusiaan bagi masyarakat Aceh. Organisasi profit juga mendapatkan keuntungan langsung dengan majunya komunitas, mereka mendapatkan market yang terus bertumbuh karena daya beli komunitas yang kian hari kian berkembang atas pembinaan organisasi nirlaba.

(11)

roda organisasi. Seharusnya organisasi non profit tidak jauh beda dengan organisasi profit, harus memiliki mission statement yang jelas, focus dan aplikatif. Pernyataan misi organisasi sebaiknya sederhana dan mudah dipahami oleh stake holder organisasi. Kelemahan dari organisasi nirlaba Indonesia adalah tidak fokusnya misi. Sering misi dibuat dengan pilihan kata, maka kata yang paling mengambang dan dapat multitafsir. Kalau kita sortir berdasarkan kata, maka kata yang paling banyak muncul barangkali kata sejahtera, adil, merata, berkesinambungan. Misi ini selanjutnyan diterjemahkan kedalam sasaran-sasaran yang biasanya akan menjadi makin meluas dan tidak focus. Kondisi ini juga berimbas pada rancangan struktur organisasi nirlaba Indonesia. Struktur organisasinya memasukkan semua bidang. rata-tara memiliki > 200 bidang. Banyak yang masih mengadaptasi organisasi politik mereka dijaman orde baru hamper semua organisasi nonprofityang berdiri menjadi underblow partai golkar.

(12)
(13)

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN 3.1. Kesimpulan dan Saran

Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya.

Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...