STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

34  14 

Teks penuh

(1)

STANDAR 1

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA

STRATEGI PENCAPAIAN

1.1 Jelaskan dasar penyusunan dan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran institusi perguruan tinggi, serta pihak-pihak yang dilibatkan dalam penyusunannya.

Undana telah memiliki visi, misi, tujuan dan sasaran yang sangat jelas, realistik, dan saling terkait satu sama lain. Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran Undana melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni dan masyarakat. Sebagaimana perguruan tinggi lainnya, Undana telah menata diri dalam lingkungan yang semakin dinamis dan kompetitif untuk meretas jalan ke masa depan. Pemandu gerak strategik ini adalah visi, seperti yang dirumuskan dalam Statuta Undana, yaitu: “Perguruan Tinggi Berwawasan Global”.

Visi ini menjadi roh dalam pembenahan pengembangan Undana sebagai salah satu instrumen pendidikan tinggi negeri di Kawasan Timur Indonesia, agar dapat berperan secara lebih signifikan di ranah pengembangan IPTEKS, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Visi tersebut juga menjadi inspirasi bagi Undana untuk berkiprah secara internasional dengan mengedepankan sejumlah keunggulan lokal yang menjadi penciri dari Pola Ilmiah Pokok (PIP) Undana, yaitu: pertanian lahan kering, perikanan dan kelautan, dan pariwisata. Internasionalisasi dimaksud akan diwujudkan lewat sejumlah langkah strategik yang memungkinkan adanya pengakuan secara internasional terhadap eksistensi Undana di kawasan Asia Pasifik.

(2)

eksternal. Hasil rumusan tim perumus disusun dalam bentuk draft Statuta Undana yang disosialisasikan dengan melibatkan seluruh unit dan sivitas akademika Undana.

Sebelum diajukan ke senat universitas, renstra yang memuat visi, misi, tujuan, dan sasaran Undana, terlebih dahulu difinalisasi pada rapat pimpinan terbatas (Rapimtas) Undana tahun 2007, rumusan tersebut kemudian disosialisasikan kembali pada Rapat Pimpinan (Rapim) Undana tahun 2007. Hasil perumusan visi, misi, tujuan dan sasaran selanjutnya diajukan ke Rektor Universitas Nusa Cendana untuk dibahas di tingkat Senat Universitas untuk mendapat persetujuan dalam bentuk Statuta Undana. Setelah mendapat persetujuan senat, Statuta Undana dalam rapat tim kerja terpadu diharmonisasi sebelum disampaikan ke Menteri Pendidikan Nasional.

(3)
(4)

Pernyataan Visi

Pernyataan Visi

Melalui mekanisme penyusunan sebagaimana dikemukan di atas, rumusan visi Undana adalah : “Perguruan Tinggi Berwawasan Global” yang tercantum pada Statuta Undana Bab II Pasal 2. Gelombang globalisasi telah melanda seluruh dunia dengan intensitas, cakupan dan kecepatan yang tinggi. Fenomena global dalam proses konvergensi menyentuh hampir seluruh sendi kehidupan, termasuk pendidikan tinggi, karena ciri perubahan didorong oleh ilmu pengetahuan dan teknologi (knowledge and technology-driven society).

Dalam perkembangan masyarakat yang padat pengetahuan, pendidikan menjadi pusat perubahan dengan mengandalkan invensi dan inovasi untuk menciptakan peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan manusia secara multidimensi. Globalisasi yang digerakkan salah satunya oleh revolusi teknologi informasi dan komunikasi telah merelatifkan batas-batas antar-negara dan antar-perguruan tinggi yang mengukuhkan hukum persaingan bebas yang berbasis keunggulan saing dengan mengintegrasikan pendidikan tinggi ke dalam satu standar mutu universal. Transparansi dan keterbukaan informasi telah memudahkan setiap peserta didik (konsumen) untuk lebih bebas mengakses informasi mutakhir pada setiap perguruan tinggi dan melakukan pembandingan kritis sebelum memilih perguruan tinggi yang sesuai minatnya untuk melanjutkan studi. Tanpa memperhatikan kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran universal tentang good university governance, dapat dipastikan perguruan tinggi yang tidak dapat diakses kondisi terkininya di komunitas internal yang tidak berwawasan global, akan mengalami devaluasi dan terancam eksistensinya.

(5)

Global”. Perguruan tinggi berwawasan global artinya sebuah wawasan/cara pandang terhadap diri pribadi (tataran individu/diri sendiri dan tataran organisasi dalam hal ini Undana) dan dunia sekitar (masyarakat NTT, masyarakat Indonesia, masyarakat Asia dan masyarakat global) yang patut dimiliki oleh setiap warga dari komunitas Undana termasuk wisudawan yang kemudian menjadi alumni (dimana saja berada dan bekerja, dengan harapan mereka juga akan melanggengkan nilai ini dalam dunianya masing-masing). Wawasan global Undana tetap berakar pada jati dirinya (far

reaching, but ground touching) sebagai universitas yang hidup berakar dan

bertumbuh pada lingkungan lokal Nusa Tenggara Timur dengan keunikan wilayah geobiosospolbud dan sejarah perkembangannya. Identitas lokal yang menjadi pusat unggulan saing Undana adalah pertanian semiringkai kepulauan-plus (lahan kering, kelautan dan pariwisata).

Dengan ditetapkannya visi Undana sebagai universitas berwawasan global berarti semua komponen dalam lingkungan organisasi Undana harus menyesuaikan diri dengan visi tersebut. Perancangan pengembangan program studi, pengembangan SDM, profil lulusan, pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan manajemen diharapkan dapat mengartikulasi wawasan global sebagai penggerak perubahan. Tanpa penyesuaian terhadap visi ini, mustahil dapat dicapai visi tersebut. Untuk mewujudkan visi dan misi Undana, telah disusun peta jalan (roadmap) Undana mengikuti tahapan yang sistematis. Dalam jangka menengah, Renstra disusun dengan mengacu pada roadmap sebagai langkah-langkah strategis dalam tahapan-tahapan perkembangan yang menjembatani pencapaian visi; sedangkan jangka pendek, telah disusun rencana kegiatan tahunan (RKT).

Pernyataan Misi

Pernyataan Misi

(6)

1. Mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas melalui penyelenggaraan perguruan tinggi terstandar dan berdaya saing.

2. Mewujudkan budaya penelitian yang berwawasan global dan berkontribusi pada proses peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni serta memiliki nilai aplikasi dalam pembangunan.

3. Meningkatkan pengabdian berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni kepada masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan.

4. Meningkatan pembinaan dan pengembangan mahasiswa yang berkualitas dalam penalaran, bakat dan minat serta kesejahteraan mahasiswa.

5. Membina dan meningkatkan kerjasama dengan lembaga lain, baik nasional maupun internasional.

6. Mewujudkan sistem manajemen yang dinamis dan profesional, efektif, efisien dan akuntabel.

Sebenarnya secara de-facto Statuta Undana 2009 dan OTK Undana 1995 sudah tidak relevan lagi dengan kondisi obyektif dan dinamika perkembangan Undana selama beberapa tahun terakhir, sehingga mengalami penyesuaian seperti dalam Renstra 2011-2015. Misi berdasarkan Renstra 2011-2015 adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan pendidikan tinggi bermutu, relevan dan berdaya saing. 2. Menjadi universitas riset dalam bidang pertanian semiringkai.

3. Mewujudkan pengabdian pada masyarakat yang berorientasi kesejahteraan masyarakat.

4. Mewujudkan organisasi pendidikan tinggi yang sehat dalam konteks good university governance.

Kebijakan Utama dalam pencapaian misi yang diemban Undana adalah sebagai berikut :

(7)

1. Kebijakan peningkatan mutu pendidikan yang berdaya saing internasional. Peningkatan mutu pendidikan tinggi mengacu pada standar nasional pendidikan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 maupun standardisasi internasional menurut ISO 9001:2008. Diharapkan dalam periode 2011-2015 semua prodi telah terakreditasi oleh BAN-PT dan mendapat ijin penyelenggaraan akademik dengan nilai yang meningkat. Dalam pengembangan mutu pendidikan, prodi dan jurusan adalah street-level management yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan dan supervisi

pendidikan berdasarkan pada baku mutu yang disusun. Mutu dan relevansi pendidikan ditentukan pula oleh penerapan Pedoman Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dikukuhkan dengan Peraturan Rektor Undana Nomor 261A/PP/2011 yang diikuti dengan perubahan metode pembelajaran dari teacher centered learning menjadi student-centered learning. Semua prodi dan jurusan segera mengadopsi KBK sehingga

menjamin peningkatan kompetensi lulusan yang relevan dengan dunia kerja. 2. Kebijakan peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan.

(8)

perpustakaan, analisi, laboran, teknisi, arsiparis, kehumasan terus ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitas. Sementara itu, pendidikan penjenjangan dan regenerasi tenaga kependidikan secara karier dilakukan dengan pendekatan meritokrasi. Agar pengembangan manajemen SDM lebih terarah dan terencana, baik untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dibutuhkan cetak biru (blue print) pengembangan SDM universitas.

3. Kebijakan peningkatan ketersediaan (mutu dan jumlah) prasarana serta sarana akademis.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Pengembangan sarana dan prasrana perkualiahan sebagaimana dimaksud di atas, memperhatikan rasio mahasiswa yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi pembelajaran yang ramah TIK, sehingga menjamin proses belajar mengajar berlangsung secara inovatif, efektif, efisien, komunikatif dan humanis. Kebijakan penambahan dan perbaikan sarana pembelajaran diperlukan untuk mengantisipasi kebijakan perluasan layanan pendidikan tinggi melalui kehadiran fakultas atau lembaga baru, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran Hewan, dan Fakultas Kelautan dan Perikanan. Peningkatan mutu laboratorium, bengkel kerja dan venue olahraga (sport center) diprioritaskan sebagai upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dan

(9)

pengembangan perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi perlu mendapat perhatian serius dengan meningkatkan manajemen perpustakaan, jumlah koleksi (buku dan jurnal), mutu pelayanan, pengembangan kualifikasi pendidikan dan karier pustakawan serta peningkatan akses pada sumber buku dan jurnal elektronik. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran untuk menciptakan civitas akademika yang berorientasi global, maka dibutuhkan pelayanan pendidikan tinggi di Undana yang berbasis TIK. Karena itu, dibutuhkan kehadiran ICT Policy dan ICT Masterplan sebagai strategi menciptakan e-campus.

4. Kebijakan pemerataan dan perluasan akses pendidikan tinggi.

Secara umum, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah, sehingga semua pengelola pendidikan tinggi diharapkan dapat meningkatkan ekstensifikasi pendidikan untuk menaikkan APK. Peningkatan APK terutama dapat menjangkau kelompok masyarakat marjinal yang kurang mampu dan kurang memiliki akses untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Apalagi Undana berada di wilayah NTT sebagai provinsi kepulauan yang penduduknya tersebar dan terisolasi pada daerah-daerah tertinggal dan perbatasan. Dalam desain penerimaan mahasiswa baru ke depan, baik melalui skema nasional maupun mandiri, diupayakan suatu kebijakan afirmasi untuk menjangkau mereka yang selama ini kurang terjangkau. Kebijakan pemerataan akses pendidikan didasarkan pada paradigma pendidikan untuk semua (education for all) sebagai suatu kerangka pendidikan tinggi yang memberikan

(10)

Peningkatan akses dilakukan dalam bentuk perluasan daya tampung, baik dengan meningkatkan perluasan pada prodi yang telah ada maupun dengan pengadaan prodi baru pada strata S1, S2 dan S3. Selain itu, dalam kerangka pemerataan akses, perlu dipertimbangkan untuk membuka progran studi jarak jauh maupun dengan program berbasis TIK, mengingat jumlah tamatan SMA/SMK/MA/MAK yang dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi setiap tahun hanya sebahagian kecil. Program studi di luar domisili menjadi solusi khas bagi Provinsi NTT sebagai provinsi kepulauan yang memiliki banyak daerah yang terpencil dan terisolasi. Pengembangan perluasan pendidikan dilakukan pula dengan mengembangkan pendidikan profesi di Undana, baik itu pendidikan profesi dokter, dokter hewan, pendidikan profesi guru (PPG), dan notariat serta pendidikan berbasis masyarakat atau akademi komunitas yang disesuaikan dengan basis keunggulan ekonomi daerah.

5. Kebijakan pengembangan kemahasiswaan dan lulusan.

Mahasiswa adalah stakeholders primer yang menentukan eksistensi dan keberlanjutan organisasi pendidikan tinggi. Kebijakan dan program pengembangan kemahasiswaan yang seimbang antara penalaran, minat, bakat dan kesejahteraan mahasiswa. Menyadari akan hal tersebut, Undana ke depan perlu membangun sistem pendidikan yang lebih atraktif dengan memberikan layanan kemahasiswaan yang makin bermutu untuk meningkatkan kompetensi soft skills dan hard skills mahasiswa. Dalam konteks soft skill, dirancang suatu

(11)

menciptakan manusia Indonesia yang komprehensif. Kebijakan pengintegrasian

pendidikan karakter ke dalam sistem KBK tiap prodi dengan penilaian soft skill sebagai indikator penentu kelulusan tiap mata kuliah di Undana.

Dalam kerangka pembinaan mahasiswa, dikembangkan pembinaan penalaran serta minat dan bakat mahasiswa yang seimbang, dimana selain dapat mengembangkan kepribadian mahasiswa, juga dapat meningkatkan kecakapan dan prestasi secara akademik dan non-akademik. Untuk mewadahi peningkatan pembinaan mahasiswa, organisasi mahasiswa perlu ditata struktur, fungsi dan perannya, baik dalam wadah badan eksekutif maupun legislatif mahasiswa serta himpunan mahasiswa jurusan/program studi yang bersifat intra kurikuler. Pada tataran implementasi semua pembinaan ekstra kokurikuler diwadahi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sementara itu, untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa, maka perlu dikembangkan pelayanan bimbingan akademik (student advisory center), poliklinik universitas, jasa boga, asrama mahasiswa dan peningkatan jumlah beasiswa melalui kebijakan pemerintah pusat maupun jalinan kemitraan dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta dan LSM. Pendidikan kewirausahaan untuk membentuk sikap dan mentalitas mandiri dalam berusaha diprioritaskan agar mahasiswa yang menyelesaikan studi di Undana tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kompetensi (pengetahuan dan keterampilan) untuk menciptakan pekerjaan.

B.Kebijakan untuk Misi 2: Menjadi universitas riset dalam bidang pertanian semiringkai.

(12)

dalam penelitian, baik berskala nasional maupun internasional. Roadmap dan renstra penelitian berfungsi untuk mengoordinasi, mensinergikan dan menggerakkan peran dosen secara optimal untuk berpartisipasi dalam penelitian yang berdimensi sains dan empiris untuk mengembangkan ilmu dan teknologi terapan yang berorientasi pemecahan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dalam ekosisitem lahan kering. Dalam rangka menegaskan diri sebagai pusat keunggulan dalam riset pertanian lahan kering daerah kepulauan kelas dunia, dibutuhkan pengadaan “Laboratorium Lapangan Terpadu

Pertanian Lahan Kering” yang lengkap dan modern.

Peningkatkan kompetensi dan daya saing penelitian, diperlukan rancangan pelatihan metodologi penelitian untuk meningkatkan kapasitas peneliti agar lebih bersaing dalam merebut tawaran skema penelitian nasional dan internasional. Semakin banyak dosen Undana terlibat dalam pengajuan proposal dan memperoleh dana penelitian yang dilaksanakan oleh Dikti maupun badan-badan nasional dan internasional, maka semakin signifikan sumbangan Undana dalam percaturan perkembangan iptek. Dalam hal ini diperlukan peningkatan jejaring kerjasama penelitian baik dengan lembaga pemerintah, perguruan tinggi, swasta dan LSM agar semua potensi peneliti Undana dengan kekayaan keragaman bidang ilmu dapat didayagunakan secara optimal.

2. Kebijakan peningkatan publikasi hasil penelitian dan paten.

Atmosfir akademik terukur dari jumlah publikasi penelitian, baik melalui seminar, lokakarya, penerbitan buku dan penulisan pada jurnal ilmiah yang diterbitkan pada prodi, maupun jurnal nasional terakreditasi serta jurnal internasional yang diakui Dikti. Berkaitan dengan itu, Undana perlu menggalakkan seminar ilmiah secara nasional dan internasional, serta mendorong peningkatan jumlah peneliti Undana untuk berpartisipasi aktif dalam pertemuan ilmiah di berbagai level.

(13)

agar memperoleh pengakuan sebagai jurnal terakreditasi oleh Dikti mendapat perhatian khusus, mengingat sampai kini belum satupun penerbitan jurnal di Undana yang terakreditasi oleh Dikti. Berkaitan dengan peningkatan publikasi, Undana perlu secara terencana dan bertahap mengimplementasi kebijakan Dikti yang mempersyaratkan setiap lulusan pada program sarjana melakukan publikasi hasil penelitian di jurnal lokal, magister pada jurnal terakreditasi nasional dan doktor di jurnal internasional. Untuk mendorong dan mewadahi kegiatan penulisan ilmiah dosen dan mahasiswa, Undana dapat mengembangkan unit Production House dan Undana Press yang bertugas menghimpun dan mempublikasi hasil karya penelitian dosen Undana untuk diterbitkan di jurnal maupun dalam bentuk buku yang ber-ISBN. Terakhir, dalam rangka mendorong agar para peneliti di Undana memperoleh hak paten atas hasil temuannya, maka perlu adanya dana stimulan yang kompetitif bagi penelitian yang memiliki “catur guna”, yaitu dipublikasi dalam seminar ilmiah, diterbitkan pada jurnal, disusun dalam bentuk buku ajar (modul atau buku) dan sekaligus menghasilkan paten, terutama yang berhubungan dengan PIP Undana.

3. Kebijakan penataan kelembagaan dan tatalaksana penelitian.

Kelembagaan penelitian untuk mengelola dharma penelitian kini diperhadapkan pada tantangan untuk meningkatkan kapasistas manajemen dan kemandirian dalam rangka desentralisasi penelitian sebagai implementasi kebijakan nasional.

(14)

diperlukan komitmen anggaran dari Undana baik melalui BOPTN maupun PNBP.

Dalam rangka meningkatkan mutu penelitian, maka perlu dilakukan sistem rekrutmen reviewer yang profesional agar menyeleleksi secara ketat setiap usulan maupun hasil penelitian. Diharapkan Undana dapat memiliki sejumlah reviewer nasional yang berperan besar dalam meningkatkan kualitas penelitian sehingga usulan penelitian dosen Undana yang direkomendasi semakin berpeluang memenangkan persaingan di level nasional dan internasional. Adaministrasi penelitian yang transparan dan akuntabel perlu diimplementasi melalui penciptaan tatalaksana penelitian dalam bentuk standar baku (SOP) penelitian untuk mengatur mekanisme pengusulan penelitian dan pendanaannya serta laporan hasil penelitian.

Untuk mendorong peningkatan penelitian, anggaran penelitian perlu ditingkatkan dengan mempertimbangkan pula kemampuan tiap-tiap pusat menjadi entitas swadana serta secara bertahap pusat-pusat menjadi sumber pendapatan dalam skema PNBP Undana. Karena itu, perlu ditingkatkan kemampuan lembaga dan pusat-pusat untuk membangun jejaring kerjasama penelitian dengan pemerintah, pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, dan pihak swasta.

C.Kebijakan untuk Misi 3: Mewujudkan pengabdian pada masyarakat yang berorientasi kesejahteraan masyarakat.

1. Kebijakan aplikasi ipteks yang bermutu untuk kesejahteraan rakyat.

(15)

yang bermutu dan relevan yang berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seluruh potensi dosen pada level fakultas, prodi, laboratorium harus didayagunakan secara maksimal, melalui pelatihan peningkatan kapasitas atau kompetensi di bidang PkM agar mampu bersaing merebut peluang yang semakin luas berdasarkan skema PkM yang disediakan oleh PNBP maupun sumber APBN serta swasta.

Kemajuan PkM terukur dari jumlah dosen yang terlibat dalam pengajuan proposal PkM, dan jumlah usulan yang lolos selekasi nasional. Di samping PkM yang dilakukan oleh dosen, PkM juga dikerjakan oleh mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), baik KKN reguler, tematik maupun KKN nasional yang digelar secara bersama secara lintas universitas. Untuk menjamin agar PkM (dosen atau mahasiswa) berjalan efektif, maka Lembaga Pengabdian Masyarakat diharapkan dapat merumuskan Roadmap dan Renstra PkM yang berpijak pada PIP Undana, sehingga PIP Undana sungguh-sungguh mewarnai tridharma pendidikan dan berkontribusi terhadap perubahan sosial-ekonomi di NTT.

2. Kebijakan link and match dalam bentuk kerjasama segi empat antara akademisi, pemerintah, bisnis dan masyarakat.

(16)

maupun kelompok.

Berkaitan dengan kesiapan lulusan untuk masuk dalam dunia kerja, maka program-program kewirausahaan untuk membina mahasiswa menjadi wirausahawan sukses, agar mereka tidak lagi menjadi pencari kerja tetapi pencipta kerja terus digalakkan. Bimbingan karier, bursa kerja dan pusat konsultasi untuk memberikan akses informasi terhadap kebutuhan tenaga kerja terdidik perlu diintensifkan dengan membangun kerjasama antara Undana dengan Departemen Nakertrans, lembaga-lembaga bisnis dan industri terkait serta para alumni.

3. Kebijakan penataan kelembagaan dan tatalaksana PPM.

Restrukturisasi lembaga pengabdian yang terintegrasi dengan penelitian (LPPM) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan PkM. Berbagai pusat yang selama ini berada dalam payung LPM dievaluasi kembali, baik untuk disederhanakan maupun untuk menambah pusat-pusat baru yang dipandang strategis dalam mewujudkan visi Undana, khususnya dalam misi PkM. Untuk menjamin tata kelola PkM sesuai prinsip good university governance, maka sebaiknya PkM memiliki sistem tatlaksana secara

transparan, akuntabel dan adil melalui standar baku pelayanan PkM. Sumber daya manusia pengelola PkM agar dapat ditingkatkan jumlah dan mutu yang dilengkapi dengan perangkat kerja yang memadai dan modern, termasuk di dalamnya peningkatan mutu reviewer PkM.

D.Kebijakan untuk Misi 4: Mewujudkan organisasi pendidikan tinggi yang sehat dalam konteks good university governance

1. Kebijakan standardisasi mutu dan akreditasi.

(17)

setiap program studi yang disesuaikan dengan standar dan kebijakan mutu secara nasional.

Selain penjaminan mutu internal, dalam kebijakan mutu PT, akreditasi sebagai representasi status mutu dari program studi maupun institusi perlu ditingkatkan secara berkala hingga mencapai penilaian akreditasi. Selain evaluasi mutu eksternal oleh BAN-PT, dipersiapkan pula akreditasi yang merujuk pada ketentuan profesi dalam bentuk Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Karena itu, perlu dibangun manajemen mutu dan komitmen mutu dari seluruh komponen pengelola pendidikan tinggi di Undana melalui berbagai pelatihan maupun seminar/lokakarya tentang mutu.

Penerapan standar mutu internal sampai ke fakultas dan prodi menghendaki adanya organisasi gugus penjamin mutu di tingkat fakultas dan gugus kendali mutu di tingkat prodi. Kehadiran organisasi mutu ini dan auditor mutu diharapkan dapat mengembangkan sistem evaluasi mutu secara terus menerus yang berujung pada peningkatan kepuasan layanan akademik kepada stakeholders. Evaluasi mutu internal atau evaluasi diri berbasis pada

pengembangan pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT) terus dilakukan setiap semester yang outputnya dapat digunakan untuk perumusan perbaikan mutu secara berkelanjutan.

2. Kebijakan pengembangan pendidikan berbasis TIK.

(18)

yang memudahkan bagi mahasiswa untuk memperoleh pelayanan dengan cepat, tepat dan murah (faster, better and cheaper).

3. Kebijakan peningkatan otonomi dan akuntabilitas.

Kebijakan peningkatan otonomi PT di Undana diarahkan pada tiga hal, yaitu otonomi pendidikan, otonomi kelembagaan, dan otonomi keuangan. Otonomi pendidikan dilakukan dengan peningkatan mutu kebebasan mimbar yang beretika melalui berbagai tindakan untuk membangun sikap kritis yang independen serta netral. Undana diharapkan dapat menjadi lembaga yang senantiasa mengusung dan membela nilai-nilai moral dan kerakyatan melalui kegiatan mimbar bebas secara ilmiah. Salah satu wujud otonomi pendidikan yang penting adalah melalui pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan permintaan publik dan pengembangan wilayah.

Otonomi kelembagaan dimanifestasikan dalam kebijakan pengembangan organisasi program sarjana, magister dan doktor serta pusat-pusat kajian, laboratorium yang dirangkum dalam statuta universitas dan organisasi dan tata kelola (OTK) universitas yang sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. Otonomi keuangan dilakukan dengan meningkatkan status universitas dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) yang diharapkan dapat merangsang sektor ekstraktif atau kapasitas fiskal melalui peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Dalam rangka menjamin agar otonomi PT berjalan efektif maka perlu dibangun sistem akuntablitas organisasi yang berbasis pada kinerja (performance-based organization), laporan kinerja organisasi (LAKIP), dan pelaksanaan audit

internal dan eksternal. Pelaksanaan audit internal dilakukan dengan peningkatan kapasitas kelembagaan Satuan Pengawas Internal (SPI) yang bersinergi dengan inspektorat Kemendikbud. Sementara itu, audit eksternal dilakukan melalui kerjasama dengan BPK dan BPKP.

4. Kebijakan pengembangan manajemen sumberdaya organisasi.

(19)

sumberdaya manusia (SDM), sumberdaya fisik, dan sumberdaya informasi. Pengembangan SDM meliputi tenaga fungsional dosen dan pegawai dan tenaga administratif secara struktural. Dalam konteks ini sangat penting untuk dibangun sistem perencanaan pengembangan SDM yang mensinkronkan kebutuhan pengadaan SDM dosen dan pegawai administrasi pada semua aras organisasi Undana. Peningkatan jumlah dan mutu dosen, diarahkan pada ketersediaan jumlah dosen per program studi sesuai ketentuan dan kebutuhan serta peningkatan kualifikasi dosen ke jenjang doktor secara linear. Sementara itu, pengembangan SDM staf administrasi terutama untuk pendidikan pra-jabatan dan pengembangan pendidikan dalam pra-jabatan, baik itu untuk pra-jabatan struktural maupun fungsional (pustakawan, laboran, teknisi, legal drafting, kehumasan, arsiparis dll.). Pengembangan sumberdaya fisik kerja diarahkan pada aspek legalitas aset dan sistem pengelolaan administrasi perkantoran modern, mulai dari perencanaan pengadaan, inventarisasi dan penghapusan aset. Sementara itu, menyangkut kebijakan sumberdaya informasi diarahkan pada peningkatan mutu pelayanan administrasi akademik, kepegawaian, kemahasiswaan, aset, dan keuangan yang berbasis elektronik serta pengadaan standar pelayanan operasional (SPO).

5. Kebijakan pengembangan kerjasama.

(20)

dalam berkontribusi mengembangkan prodi, fakultas maupun Undana. Studi rekam jejak alumni agar dilakukan secara sistematik dan berkala untuk menerima umpan balik yang berfaedah dalam perbaikan kurikulum secara kontinu.

Pernyataan Tujuan

Pernyataan Tujuan

Berdasarkan pernyataan visi dan misi di atas, tujuan yang ingin dicapai Undana dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah (sebagaimana tercantum pada Renstra 2011-2015):

1. Pemberdayaan program studi untuk mencapai tingkat akreditasi A dan minimal B serta penyiapan standardisasi mutu internasional.

2. Peningkatan kapasitas kelembagaan penelitian, program penelitian dan peneliti untuk mampu berkompetisi secara nasional dengan mutu hasil penelitian berbasis PIP yang dapat dipublikasi secara nasional dan internasional.

3. Peningkatan kapasitas kelembagaan pengabdian masyarakat untuk mengaplikasi ipteks yang berorientasi PIP untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

4. Pengembangan kapasitas organisasi untuk mencapai organisasi yang sehat, modern, akuntabel, transparan dan demokratis yang kondusif untuk mendorong percepatan perubahan.

(21)

1. Rencana pembangunan Undana Tahap I (2007-2011)

(22)

kegiatan kemahasiswaan; (5) di bidang manajemen, Undana terus mendorong pengelolaan organisasi secara sehat, hal tersebut terlihat dari capaian Undana dalam meningkatkan jumlah doktor dan guru besar, meningkatkan jumlah sarana pendidikan melalui pembangunan gedung-gedung baru (gedung kuliah, laboratorium, student center, auditorium), pengembangan laboratorium lapangan dan wilayah binaan,

pengembangan kelembagaan baik fakultas, lembaga, dan unit-unit penunjang; (6) di bidang kerjasama, Undana telah melakukan berbagai terobosan dalam menggalang kerjasama baik di tingkat regional, nasional, dan internasional. Capaian Undana dalam bidang kerjasama tampak dari meningkatnya jumlah kerjasama di tingkat regional, nasional, dan internasional.

2. Rencana pembangunan Undana Tahap II (2011-2015)

Tema utama pembangunan Undana untuk periode 2011-2015 adalah konsolidasi dan transformasi (consolidation and transformation). Program-program prioritas pada tahap ini meliputi (1) konsolidasi organisasi dan pendidikan berorientasi pada standar mutu pendidikan tinggi secara nasional dan inisiasi internasionalisasi berbasis ICT; (2) peningkatan kapasitas institusi (pengelolaan akademik, sdm, aset, finansial); (3) percepatan peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan tenaga kependidikan yang profesional; (4) peningkatan sarana prasarana yang bermutu; (5) pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan potensi sumberdaya lokal; (6) kebijakan pengelolaan, payung, dan roadmap penelitian berdasar rekam jejak; (7) pengembangan sistem monev; (8) peningkatan peringkat akreditasi program studi/institusi; (9) pengembangan kerjasama; dan (10) inisiasi sistem pelayanan internasional.

3. Rencana Pembangunan Undana Tahap III

Tema utama pembangunan Undana untuk periode 2016-2020 adalah peningkatan mutu berkelanjutan dan otonomi (quality improvement sustainability and autonomy). Program-program prioritas dalam periode ini meliputi: (1) keberlanjutan

(23)

serta kemandirian organisasi, (2) pemantapan organisasi dan pendidikan berorientasi pada standar mutu pendidikan tinggi secara nasional dan akselerasi internasionalisasi berbasis ICT; (3) peningkatan mutu layanan institusi (pengelolaan akademik, sdm, aset, finansial) berkelanjutan; (4) peningkatan kinerja dosen dan tenaga kependidikan; (5) optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana secara efisien dan efektif; (6) pengembangan kurikulum internasional berbasis kompetensi dan potensi sumberdaya lokal; (7) peningkatan kerjasama riset penelitian nasional dan internasional sesuai payung, dan roadmap penelitian untuk penguatan keunggulan kompetitif; (8) penerapan sistem monevin yang terintegrasi dengan sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008; (9) inisiasi kualifikasi akreditasi internasional program studi; dan (10) peningkatan sistem pelayanan internasional.

4. Rencana pembangunan Undana Tahap IV

Tema utama pembangunan Undana untuk periode 2021-2025 adalah daya saing internasional berbasis keunggulan lokal. Program-program prioritas dalam periode ini meliputi: (1) pengembangan program studi internasional; (2) penguatan kurikulum internasional berbasis kompetensi dan potensi sumberdaya lokal (3) peningkatan akses dan jumlah mahasiswa/dosen asing; (4) peningkatan kerjasama riset penghasil paten dan publikasi internasional untuk penguatan keunggulan kompetitif; (5) peningkatan efisiensi layanan institusi (pengelolaan akademik, SDM, aset, finansial) berkelanjutan; (6) peningkatan jumlah PS berkualifikasi akreditasi internasional; dan (7) peningkatan jumlah alumni yang bekerja di pasar global.

(24)

Strategi Pencapaian

Strategi pencapaian periode 2011-2015 dilakukan dalam beberapa tahapan : 1. Periode 2011 sebagai tahapan penataan dan peningkatan mutu pendidikan,

penelitian dan PPM.

2. Periode 2012 sebagai tahapan penerapan pendidikan berbasis TIK. 3. Periode 2013 sebagai tahapan peningkatan otonomi pendidikan tinggi. 4. Periode 2014 sebagai tahapan peningkatan akuntabilitas.

(25)
(26)

Tabel 1. Indikator Kinerja dan Target Pencapaian Undana Tahun 2011 – 2015 I. BIDANG PENDIDIKAN

KODE INDIKATOR KINERJA Satuan Baseline TARGET PENCAPAIAN

2011 2012 2013 2014 2015

IK 1.5  Peningkatan akses layanan

komputer % 40 50 60 70 80 90

 Peningkatan akses layanan

internet % 20 30 40 50 60 70

 Peningkatan akses layanan vicon % 0 5 10 15 20 25

 > 50 persen materi kuliah di

up-load di jaringan website % 5 10 15 20 25 30

IK 1.6  Jumlah mata kuliah lintas prodi MK 4 5 6 7 8 9

 Jumlah mahasiswa kuliah lintas

prodi Orang 300 500 700 900 1.100 1.300

IK 1.7  Jumlah modul/bahan ajar

berbasis hasil penelitian Buku 10 20 30 40 50 60 IK 1.8  Peningkatan keketatan saing Rasio 1 : 5 1 : 10 1 : 15 1 : 20 1 : 25 1 : 30

 Matrikulasi % 60 65 70 75 80 85

Basic study skill % 60 65 70 75 80 86

 Bahasa Inggris % 50 55 60 65 70 75

IK 1.9  Tersedianya RS Pendidikan Tersedia Klinik/RSH Tersedia sekolah lab

Pra_ Rencana

Pra_

Rencana Rencana Rencana Rencana Bangun Bangun 1

 Penyelenggaraan sertifikasi guru Orang 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000

 Terselenggara percepatan

(27)

dokter

 Terselenggara pendidikan profesi

kedokteran hewan Orang 0 0 0 0 10 20

IK 1.10  E-library Rencana Rencana Rencana Rencana Rencana Proses Tahap I

 Peningkatan jumlah koleksi

buku, jurnal dan referensi Judul 80.358 82.016 84.837 88.570 90.000 100.000

 Tersedianya e-book & IK 2.1  Jumlah dosen yang mengikuti

pendidikan S-2, spesialis dan S-3

 80 persen dosen bersertifikat AA

dan 100 % bersertifikat pekerti % 30 & 50 40 & 60 50 & 70 60 & 80 70 & 90 80 & 100

(28)

IK 4.1  Peningkatan daya tampung SO,

IK 4.2  Peningkatan jumlah mahasiswa

miskin Orang 200 300 400 500 600 700 IK 5.1  Jumlah organisasi mahasiswa

intra dan ekstra Buah 30 35 40 45 50 55

IK 5.3  Prestasi mahasiswa dalam lomba

karya ilmiah nasional Orang 1 2 3 4 5 6

Mutu layanan asrama mahasiswa Kondisi Cukup Cukup Baik Sangat Baik

mahasiswa Kondisi Cukup Cukup Baik

Sangat

 Mutu layanan kantin & mutu

layanan transportasi kampus Kondisi Cukup Cukup Baik

Sangat IK 5.5  Jumlah mahasiswa yang terlibat

dalam program kewirausahaan Orang 28 34 50 80 100 500 IK 5.6  Terlembaganya layanan SAC

dan bursa kerja Ada/Tdk Ada Ada Ada Ada Ada Ada

II. BIDANG PENELITIAN

KODE INDIKATOR KINERJA Satuan Baseline TARGET PENCAPAIAN

2011 2012 2013 2014 2015 IK 6.1  Dokumen program payung

penelitian Eks 1 1 1 1 2 2

IK 6.2  Jumlah dosen yang mengajukan proposal penelitian taraf nasional (hibah penelitian)

Dosen 474 51 175 463 500 800

 Jumlah proposal penelitian yang

diterima Proposal 93 44 25 42 60 80

IK 6.3  Jumlah penelitian kerjasama Judul 4 3 5 9 2 50

 Jumlah dosen yang terlibat dalam

penelitian Dosen 21 14 36 50 80 100

 Jumlah dana penelitian Rupiah 6.3 M 2.3M 1.7 M 3 M 5 M 10 M IK 6.4  Jumlah dan mutu stasiun

(29)

dipublikasi dalam jurnal nasional

kelembagaan pusat –pusat penelitian

Sasaran Strategis 3 : Peningkatan kapasitas kelembagaan pengabdian masyarakat dalam mengaplikasi ipteks yang berorientasi PIP untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KODE INDIKATOR KINERJA Satuan Baseline TARGET PENCAPAIAN

2011 2012 2013 2014 2015 IK 9.1  Jumlah dosen yang mengajukan

proposal PPM Dosen 170 173 210 128 300 > 300

 Jumlah dosen yang terlibat dalam

kegiatan PPM Dosen 75 75 283 211 300 > 300 kelembagaan pusat –pusat penelitian

Unit 15 15 15 15 16 17

 Jumlah dan jenis aplikasi inovasi ipteks yang dihasilkan sebagai keunggulan kompetitif

Unit 5 6 7 7 10 > 10

IK 12.1  Peningkatan jumlah mahasiswa

KKN Dosen 2.124 2.893 3.113 2.910 3.000 > 3.000

IV. BIDANG ORGANISASI ATAU TATA KELOLA

KODE INDIKATOR KINERJA Satuan Baseline TARGET PENCAPAIAN

2011 2012 2013 2014 2015 IK 13.1  Dokumen Kebijakan SPMI

(30)

 Persentase mahasiswa melek

 Undana sebagai BLU Rencana Rencana Rencana Proses Proses Proses Telah IK 15.2  Dokumen Rencana jangka

Panjang Undana 2011-2025 Draf Ada Ada Ada Ada Ada Ada IK 15.3  Peningkatan kualitas kinerja

penyerapan dana Rupiah 33 M 49 M 48 M 51 M 55 M 70 M

 Tersedianya Dokumen LAKIP

secara berkala % 60 75 80 100 100 100

IK 15.4  Jumlah auditor terlatih Orang 45 47 48 50 55 60

 Administrasi yang bersih % 75 80 85 90 95 100

IK 15.5  Penerbitan brosur, koran, majalah, radio kampus

IK 16.2  Dokumen blueprint manajemen

aset Ada/Tidak Ada Ada Ada Ada Ada Ada IK 17.2  Jumlah bantuan/hibah

(31)

Mekanisme kontrol ketercapaian dan tindakan perbaikan untuk menjamin pelaksanaan tahap-tahap pencapaian tujuan telah dilakukan oleh Undana melalui monitoring dan evaluasi oleh unsur pimpinan secara berjenjang (dari Rektor sampai Kaprodi) dan lembaga melalui audit internal oleh SPI.

Nilai-Nilai Utama Karakter Yang Dikembangkan

Nilai-nilai utama karakter yang dikembangkan di Undana, disarikan dari empat sumber utama, yakni:

1. Pancasila sebagai dasar kehidupan kebangsaan dan kenegaraan RI merupakan sumber nilai-nilai karakter yang utama. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila merupakan nilai-nilai yang menata aktivitas politik, hokum, ekonomi, kemasyarakat, budaya dan seni. Pendidikan karakter dan budaya akademik bertujuan untuk membentuk mahasiswa menjadi warga Negara yang memiliki daya, berkemauan dan mempraktekkan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas sehari-hari.

2. Undang-Undang Nomor. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga Negara Indoensia dan dikembangkan oleh perguruan tinggi termasuk Undana. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yhang harus dimiliki mahasiswa sebagai warga Negara Indonesia. Dengan demikian tujuan pendidikan nasional merupakan sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan karakter dalam budaya akademik.

(32)

4. Budaya lokal masyarakat NTT, yang memiliki 37 corak budaya, secara sederhana dapat dikatakan memiliki 37 nilai dasar (core value). Masing-masing karakter utama terbentuk dari berbagai unsure nilai yang dimiliki masing-masing kelompok etnik. Semua ini adalah kekayaan yang belum digali dan didayagunakan untuk emnghasilkan sebuah kebesaran peradaban masyarakat di wilayah NTT.

Berdasarkan keempat sumber nilai di atas, teridentifikasi sembilan nilai yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Kelompok pertama adalah nilai “Kasih”. Hukum kasih ditemukan dan dimiliki oleh hamper semua kelompok etnik yang tersebar di seluruh NTT. Oleh karena itu nilai kasih dijadikan sebagai inti pengembangan karakter di Kampus.

2. Kelompok kedua terdiri dari empat bilai dasar, yaitu jujur, cerdas, peduli dan tangguh. Keempat nilai ini merupakan nilai dari karakter Dikti yang diturunkan dari Pancasila. Keempat nilai tersebut berhubungan erat sekali dengan nilai kasih. Jujur tanpa kasih tidak mungkin, cerdas tanpa kasih dan jujur akan mudah mendatangkan penjahat. Cerdas tanpa peduli lingkungan alam dan lingkungan social makna kecerdasan menjadi sangat rendah. Demikian pula ketangguhan adalah keuletan memperjuangkan sesuatu kepedulian untuk banyak orang secara cerdas yang tentu berbasis pada kejujuran dan kasih.

3. Kelompok ketiga terdiri dari empat nilai dasar, yakni sederhana yang berdekatan dengan jujur; adil yang berhubungan dengan ketangguhan, kecintaan akan belajar yang terikat erat dengan kecerdasan dan optimis yang bergandengan deengan kepedulian.

1.3 Sosialisasi visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi pencapaian dan penggunaannya sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja institusi PT.

1.3.1 Uraikan sosialisasi visi, misi, tujuan, dan sasaran PT agar dipahami seluruh pemangku kepentingan (sivitas akademika, tenaga kependidikan, pengguna lulusan, dan masyarakat).

(33)

misi, tujuan, dan sasaran Undana kepada seluruh pemangku kepentingan, internal maupun eksternal. Secara internal pada sivitas akademika dan tenaga kependidikan, mekanisme sosialisasi secara internal dengan cara memberikan pemahaman tentang visi, misi, tujuan dan sasaran dilakukan dengan dosen, baik dosen tetap maupun dosen tidak tetap dan tenaga administrasi melalui rapat dosen, rapat pimpinan universitas dan rapat tenaga administrasi. Sosialisasi secara aktif dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti pengenalan ekstrakulikuler bagi mahasiswa baru, pengenalan sistem pendidikan tinggi, sosialisasi pola penentuan hasil belajar, sosialisasi pembukaan program studi di luar domisili – Kampus Undana Bajawa, kegiatan badan eksekutif mahasiswa, kegiatan penerimaan mahasiswa baru, kegiatan roadshow yang dilakukan oleh universitas, fakultas, program studi, maupun lembaga

kemahasiswaan yang sedang melaksanakan kegiatan di daerah. Kegiatan sosialisasi ini aktif dilakukan melalui kerjasama dengan lembaga kemahasiswaan (senat, BPM, UKM, himpunan mahasiswa) dan dalam pertemuan dengan ikatan alumni mahasiswa.

Sosialisasi eksternal dilakukan pada pengguna lulusan, alumni dan masyarakat dengan cara kegiatan sosialisasi secara pasif dengan memakai beberapa media cetak, buku pedoman, brosur-brosur, poster/banner, seperti pemasangan visi-misi Undana di beberapa fakultas dan tempat yang strategis di lingkungan Undana, buku panduan penerimaan mahasiswa baru, statuta, renstra, RKT, dan media elektronik termuat dalam website Undana: www.undana.ac.id. Melalui sosialisasi eksternal dan internal yang dilakukan Undana maka seluruh pemangku kepentingan dapat memahami visi, misi, tujuan dan sasaran capaian Undana.

1.3.2 Jelaskan bahwa visi, misi, tujuan, dan sasaran PT serta strategi pencapaiannya untuk dijadikan sebagai acuan semua unit dalam institusi perguruan tinggi dalam menyusun rencana strategis (renstra) dan/atau rencana kerja unit bersangkutan.

(34)

strategi-strategi yang dikembangkan.Visi dan misi Undana telah dipahami dengan baik dan dijadikan acuan penjabaran renstra pada semua tingkat unit kerja.

Visi, misi, tujuan dan sasaran Undana yang telah disusun dan disosialisasikan secara internal kepada seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan; sedangkan secara eksternal kepada segenap pengguna lulusan, alumni dan masyarakat luas. Dasar penyusunan renstra Undana dijadikan dasar dalam penyusunan, misi, tujuan, sasaran dan renstra fakultas, program pascasarjana, program studi, lembaga, badan, biro, serta seluruh unit yang ada dalam lingkungan Undana.

Secara umum, pelaksanaan dan pengembangan pendidikan di Undana ke depan mengacu pada Renstra Undana tahun 2011 – 2015. Undana telah menerbitkan Peraturan Rektor Nomor 804A/KL/2010 tanggal 16 Desember 2010 tentang Rencana Strategis Undana 2011 – 2015, pada pasal 2 dijelaskan bahwa “Segala penetapan kebijakan operasional, perencanaan program dan kegiatan, serta pengambilan

keputusan di semua Unit Kerja Universitas Nusa Cendana harus berpegang pada

Rencana Strategis” sedangkan pada pasal 3 dijelaskan bahwa “Segala macam

penetapan kebijakan operasional, perencanaan program dan kegiatan serta

pengambilan keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yang tidak

berdasarkan pada Renstra dianggap kegiatan yang tidak sah”. Berdasarkan

Peraturan Rektor tersebut semua fakultas, pascasarjana, program studi, lembaga, biro, bagian, serta seluruh unit di lingkungan Undana telah menyusun rencana strategis fakultas dan unit yang difasilitasi oleh Program Hibah Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) dengan mengacu pada visi, misi,

Figur

Gambar 1. Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Undana
Gambar 1 Mekanisme Penyusunan Visi Misi Tujuan dan Sasaran Undana . View in document p.3
Gambar 2. Peta Jalan (Road Map) Pencapaian Visi Undana 2025
Gambar 2 Peta Jalan Road Map Pencapaian Visi Undana 2025 . View in document p.24
Gambar 3. Sasaran dan Pecapaian Tujuan Undana (Renstra 2011-2015)
Gambar 3 Sasaran dan Pecapaian Tujuan Undana Renstra 2011 2015 . View in document p.25

Referensi

Memperbarui...