• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANFAAT HASIL BELAJAR LINSERI SEBAGAI KESIAPAN MEMBUKA USAHA LINSERI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MANFAAT HASIL BELAJAR LINSERI SEBAGAI KESIAPAN MEMBUKA USAHA LINSERI."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

MANFAAT HASIL BELAJAR LINSERI SEBAGAI KESIAPAN MEMBUKA USAHA LINSERI

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Tata Busana

Oleh:

Cannisa Ristiani Sholihah 1104123

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA

(2)

MANFAAT HASIL BELAJAR LINSERI SEBAGAI KESIAPAN MEMBUKA USAHA LINSERI

Oleh :

Cannisa Ristiani Sholihah

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kesejahteraan Keluarga pada Fakultas Pendidikan Teknologi

dan Kejuruan

©Cannisa Ristiani Sholihah 2015

Universitas Pendidikan Indonesia

Desember 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian, dengan dicetak

(3)
(4)

MANFAAT HASIL BELAJAR LINSERI SEBAGAI KESIAPAN MEMBUKA USAHA LINSERI

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji tentang manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh data mengenai manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri yang ditinjau dari kompetensi pengetahuan tentang fungsi celana dalam dan bouste houder, perkembangan celana dalam dan bouste houder, model calana dalam dan bouste houder, anatomi calana dalam dan bouste houder, pemilihan jenis bahan celana dalam dan bouste houder, teknik mengukur badan untuk membuat celana dalam dan bouste houder, pola celana dalam dan bouste houder, dan teknik jahit celana dalam dan bouste houder. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan alat pengumpul data berupa angket. Sampel penelitian menggunakan sampling jenuh yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2011 yang berjumlah 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya mahasiswa menyatakan hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan fungsi celana dalam dan bouste houder, perkembangan celana dalam dan bouste houder, model calana dalam dan bouste houder, anatomi calana dalam dan bouste houder, pemilihan jenis bahan celana dalam dan bouste houder, teknik mengukur badan untuk membuat celana dalam dan bouste houder, pola celana dalam dan bouste houder, dan teknik jahit celana dalam dan bouste houder. Simpulan hasil penelitian bahwa lebih dari setengahnya mahasiswa merasakan manfaat hasil linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri.

(5)

BENEFITS OF LEARNING LINGERIE AS THE READINESS TO

BEGIN THE BUSINESS OF LINGERIE

ABSTRACT

This research investigates the benefits of learning lingerie as the readiness to open the business of lingerie. The purpose of this research is to get the data about the benefits of learning lingerie as the readiness to begin the business of lingerie which reviewed from the knowledge competence about the function of panty and bouste houder, the development of panty and bouste houder, the model of panty and bouste houder, the anatomy of panty and bouste houder, the material selections of panty and bouste houder, the techniques of measuring the body to make panty and bouste houder, the patterns of underwear and bouste houder, and the sewing techniques of underwear and bouste houder. The method used is descriptive quantitative method with the instruments of data collection in the form of questionnaire. The research sample used in this research is a saturation sampling where 33 students of fashion design of Indonesia University of Education batch 2011 involved. The result showed that more than half of the students stated the learning outcomes of lingerie in terms of knowledge competence of the functions of panty and bouste houder, briefs development and bouste houder, the models of panty and bouste houder, the anatomy of panty and bouste houder, the materials selection of panty and bouste houder, the body measuring techniques to produce panty and bouste houder, the patterns of panty and bouste houder, and the sewing techniques of underwear and bouste houder. The conclusion of this research is more than half of the students feel the benefits of linseri business as the readiness to begin a business.

Keyword: learning outcomes, the readiness, lingerie, the benefits, begin, lingerie

(6)

DAFTAR ISI

A.Tinjauan Pembelajaran Linseri ... 7

1. Tujuan Pembelajaran Linseri ... 7

2. Materi Pembelajaran Linseri... 7

a. Celana Dalam ... 7

2) Perkembangan Bouste Houder ... 33

3) Anatomi Bouste Houder ... 37

4) Model Bouste Houder ... 46

5) Pemilihan Jenis Bahan untuk Bouste Houder... 51

6) Teknik Mengukur Badan untuk Bouste Houder ... 62

7) Pola Bouste Houder ... 67

8) Teknik Jahit Bouste Houder ... 77

B.Hasil Belajar Linseri ... 90

1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 90

a. Faktor Internal ... 90

b. Faktor Eksternal... 92

C.Kesiapan Membuka Usaha Linseri ... 93

1. Konsep Kesiapan... 93

(7)

b. Prinsip-prinsip Kesiapan ... 94

c. Aspek-aspek Kesiapan ... 94

2. Membuka Usaha Linseri ... 95

D.Pertanyaan Penelitian... 100

BAB III METODE PENELITIAN ... 102

A.Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian ... 102

B.Metode Penelitian ... 102

C.Definisi Operasional ... 103

D.Instrumen Penelitian ... 105

E.Proses Pengembangan Instrumen Penelitian ... 105

F.Teknik Pengumpulan data... 105

G.Teknik Pengolahan Data ... 105

H.Analisis Data ... 107

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 109

A.Hasil Pemaparan Data ... 109

B.Pembahasan Hasil Penelitian ... 159

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A.Simpulan ... 171

B.Implikasi dan Rekomendasi ... 175

(8)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Program Studi Pendidikan Tata Busana merupakan Program Studi yang

terdapat pada Departemen Pendidikan Kesajahteraan Keluarga, Fakultas

Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia, yang

berdasarkan situs http://tatabusana.pkk.upi.edu/ (2014) memiliki tujuan sebagai

berikut:

Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup pendidikan tata busana, mampu membuka dan mengelola lembaga kursus dan pelatihan bidang bisana mencakup pelatihan membuat hiasan kain dan busana, menjahit, membuat busana, membuat berbagai produk kriya tekstil dan pelatihan rias, mampu menjadi konsultan busana, fesyen desainer, supervisor pola dan supervisor jahit, mampu berwirausaha dibidang usaha busana, mencakup usaha butik, modiste, atelier, sangar busana, kriya tekstil dan rias.

Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut di atas, Program Studi

Pendidikan Tata Busana menyusun kurikulum yang tersusun dalam bentuk

kelompok mata kuliah. Salah satu kelompok Mata Kuliah tersebut yaitu Mata

Kuliah Keahlian Program Studi. Linseri merupakan salah satu mata kuliah

keahlian program studi yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi

Pendidikan Tata Busana Departemen PKK FPTK Universitas Pendidikan

Indonesia pada semester lima (5) dengan bobot dua (2) SKS. Tujuan pelaksanaan

pembelajaran linseri, berdasarkan silabus mata kuliah linseri (2012) yaitu:

Mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan ini, mampu memahami pengertian dan fungsi linseri, syarat-syarat linseri, jenis linseri sebagai busana dalam, cara pemeliharaan yang tepat untuk linseri, dapat menjelaskan jenis kain, corak dan warna kain yang cocok untuk linseri, bahan pelengkap dalam pembuatan linseri, dapat mempraktekan cara mengambil ukuran badan untuk membuat linseri, dapat membuat pola linseri, dan teknik penyelesaian menjahit linseri, dan dapat mempraktekan membuat macam-macam linseri.

Tujuan perkuliahan linseri di atas menjadi acuan dalam menyusun materi

perkuliahan. Secara garis besar materi perkuliahan linseri meliputi pengertian

linseri, fungsi linseri, syarat-syarat linseri, dan jenis linseri beserta pengertiannya,

(9)

badan untuk membuat linseri, membuat pola celana dalam, korset, petticoat block,

bouste houder, boustie, long torso, dan busana renang, dan praktek membuat

berbagai jenis linseri yaitu celana dalam, petticoat block, bouste houder, dan

boustie.

Celana dalam dan bouste houder (BH) merupakan dua jenis linseri yang

utama dan wajib dikenanakan wanita sebelum mengenakan busana luar karena

memiliki fungsi yang sangat besar, yaitu untuk melindungi bagian-bagian

terpenting pada wanita. Celana dalam berfungsi untuk menutupi bagian vital,

menekan perut serta membentuk panggul, sedangkan bouste houder berfungsi

untuk menutupi dan membentuk buah dada agar bentuk dan pertumbuhannya

baik. Dalam perkuliahan Linseri, materi celana dalam dan bouste houder

dilaksanakan dalam bentuk teori dan praktek. Mahasiswa pada awal perkuliahan

lebih dulu mempelajari teori tentang celana dalam dan bouste houder yang

meliputi fungsi, model, serta pemilihan bahan utama dan bahan pelengkap, dan

dalam perkuliahan praktek dimulai dari mengukur badan, membuat pola,

merancang harga dan bahan, memotong bahan, sampai dengan menjahit celana

dalam dan bouste houder. Dalam pembuatan bouste houder, pengukuran badan

yang tepat sangat penting agar menghasilkan pola yang fit dan sesuai dengan

ukuran badan terutama pada ukuran mungkum, selain itu teknik penjahitan harus

disesuaikan dan dikerjakan dengan lebih teliti terutama pada bagian mungkum

agar menghasilkan bentuk mungkum yang bagus dan bouste houder yang baik,

juga dibutuhkan ketelitian dan kesabaran yang lebih saat penyelesaiannya agar

menghasilkan bouste houder yang rapih dan indah. Praktek pembuatan celana

dalam tidak serumit pembuatan BH karena lebih sederhana dalam teknik jahit dan

polanya. Pemilihan jenis bahan yang tepat mempengaruhi kenyamanan dan

bentuk celana dalam dan bouste houder yang diinginkan.

Hasil belajar pembuatan celana dalam dan bouste houder yang diperoleh

mahasiswa dapat dilihat dari kompetensi yang dicapai dalam penguasaan teori dan

kemampuan dalam membuat produk. Hasil belajar tersebut diharapkan dapat

(10)

Nana Sudjana (2011, hlm 22) “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang

dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”.

Membuka usaha linseri merupakan kegiatan merintis, membuat, atau

memulai suatu aktivitas jual beli busana dalam yang mengalokasikan

sumber-sumber daya yang dimiliki kedalam suatu kegiatan produksi busana dalam,

dengan tujuan agar dapat dipasarkan kepada konsumen sehingga memperoleh

keuntungan atau pengembalian hasil. Pada usaha linseri banyak dijual aneka

produk, namun umumnya yang paling laku adalah bouste houder dan celana

dalam karena kedua produk ini merupakan linseri utama yang dibutuhkan dalam

kehidupan sehari-hari khususnya oleh kaum wanita. Mahasiswa yang memiliki

keinginan untuk memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai celana

dalam dan bouste houder untuk membuka usaha linseri, perlu memiliki kesiapan

fisik, mental, dan emosional, tujuan, serta keterampilan dan pengetahuan, sesuai

dengan yang dikemukakan oleh Slameto (2003, hlm 113), sebagai berikut:

Kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi ... kondisi mencakup setidak-tidaknya 3 aspek, yaitu: (a) Kondisi fisik, mental, dan emosional. (b) Kebutuhan-kebutuhan, motif, dan tujuan. (c) Keterampilan, pengetahuan dan pengertian lain yang telah dipelajari.

Membuka usaha linseri diperlukan pengetahuan mengenai fungsi,

perkembangan, anatomi, model, serta keterampilan memilih jenis bahan,

mengukur badan, membuat pola, sampai dengan teknik jahit produk.

Berdasarkan Latar Belakang yang telah diuraikan, maka peneliti tertarik

untuk mengetahui dan melakukan penelitian tentang “Manfaat Hasil Belajar Linseri Terhadap Kesiapan Membuka Usaha Linseri” yang dilakukan di

Program Studi Pendidikan Tata Busana Departemen PKK FPTK UPI.

B. Rumusan Masalah Penelitian

Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu “Bagaimana Manfaat Hasil

Belajar Linseri Sebagai Kesiapan Membuka Usaha Linseri”. Dari rumusan tersebut, maka diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:

1. Linseri merupakan mata kuliah keahlian program studi, yang di dalamnya

(11)

block, bouste houder, dan boustie. Celana dalam dan bouste houder (BH)

merupakan materi yang harus dibuat oleh mahasiswa dengan menuntut

kerapihan.

2. Celana dalam dan bouste houder (BH) pada umumnya banyak digunakan

oleh wanita dalam kehidupan sehari-hari untuk kesehatan dan memperbaiki

bentuk tubuh.

3. Kompetensi penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan

celana dalam dan bouste houder (BH) yang merupakan hasil belajar linseri

dapat bermanfaat sebagai kesiapan membuka usaha linseri. Usaha linseri

adalah suatu aktivitas jual beli busana dalam yang mengalokasikan

sumber-sumber daya yang dimiliki kedalam suatu kegiatan produksi busana dalam,

dengan tujuan agar dapat dipasarkan kepada konsumen sehingga

memperoleh keuntungan dan pengembalian hasil.

4. Mahasiswa yang telah memiliki kompetensi pengetahuan dan keterampilan

linseri dalam pembuatan celana dalam dan bouste houder (BH) harus

memiliki kesiapan dalam tujuan, fisik, mental, emosional, serta

keterampilan dan pengetahuan untuk membuka usaha linseri.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah

memperoleh data tentang manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan

membuka usaha linseri, berdasarkan kompetensi, yaitu:

1. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan fungsi

celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri.

2. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan

perkembangan celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan

membuka usaha linseri.

3. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan anatomi

celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri.

4. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan model

(12)

5. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan dan

keterampilan pemilihan bahan untuk celana dalam dan bouste houder

sebagai kesiapan membuka usaha linseri.

6. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan teknik

mengukur badan untuk membuat celana dalam dan bouste houder sebagai

kesiapan membuka usaha linseri.

7. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan

membuat pola celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka

usaha linseri.

8. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan teknik

jahit celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha

linseri.

D. Manfaat/Signifikansi Penelitian

Hasil penelitian “Manfaat Hasil Belajar Linseri Sebagai Kesiapan Membuka

Usaha Linseri”, secara teoritis dan praktis diharapkan dapat memberikan manfaat

sebagai berikut:

1. Secara Teoritis

Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru

pada peneliti mengenai usaha linseri, dan peneliti dapat memperdalam

pengetahuan serta keterampilan tentang celana dalam dan bouste houder sehingga

lebih memperkaya kepustakaan ilmiah, selain itu memberikan pengalaman dalam

melakukan penelitian untuk pembuatan karya ilmiah khususnya mengenai

manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri.

2. Secara Praktis

Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran

mengenai hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri sehingga

menumbuhkan motivasi kepada pembaca khususnya mahasiswa Prodi Pendidikan

(13)

E. Struktur Organisasi Skripsi

Struktur organisasi penulisan skripsi mengenai “manfaat hasil belajar linseri

terhadap kesiapan membuka usaha linseri”, secara sistematis dapat diuraikan

menjadi lima bab, yaitu Bab I berjudul Pendahuluan, berisi mengenai latar

belakang penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian,

manfaat/signifikansi penelitian, dan struktur organisasi skripsi. Bab II berjudul

Kajian Pustaka yang mencakup tinjauan pembelajaran linseri, hasil belajar linseri,

kesiapan membuka usaha linseri, dan pertanyaan penelitian. Bab III berjudul

Metode Penelitian yang berisi lokasi, populasi dan sampel penelitian, metode

penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan

instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, dan

analisis data. Bab IV berjudul Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisi hasil

pemaparan data dan pembahasan hasil penelitian. Bab V berjudul Simpulan,

(14)

102

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian guna

memperoleh data yang berasal dari responden. Lokasi penelitian yang dipilih

penulis adalah Program Studi Pendidikan Tata Busana Departemen Pendidikan

Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas

Pendidikan Indonesia yang beralamat di Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung

40154 Jawa Barat. Alasan lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian karena

adanya permasalahan penelitian yang akan diteliti oleh penulis dan subjek

penelitian yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti.

2. Populasi Penelitian

Menjawab pertanyaan penelitian diperlukan informasi atau data penelitian,

oleh karena itu dibutuhkan populasi yang dapat dipercaya, sehingga data yang ada

dapat digunakan dan diolah. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa

Program Studi Pendidikan Tata Busana Departemen Pendidikan Kesejahteraan

Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan

Indonesia angkatan 2011 yang sudah mengikuti perkuliahan mata kuliah Linseri,

berjumlah 33 orang.

3. Sampel Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Sampel

penelitian ini yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana

Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi

dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2011 yang sudah

mengikuti perkuliahan mata kuliah Linseri, berjumlah 33 orang.

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif .

(15)

103

berdasarkan fenomena objektif yang empiris dan dapat diukur menggunakan

angka-angka

Desain penelitian diperlukan untuk menerapkan metode ilmiah dalam praktik

penelitian, oleh karena itu desain penelitian harus sesuai dengan metode

penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain

penelitian deskriptif dengan alat penelitian berupa kuesioner. Penelitian deskriptif

merupakan metode penelitian kuantitatif non-eksperimental yang ditujukan untuk

menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini

atau saat yang lampau.

C. Definisi Operasional

Definisi operasional diperlukan untuk menghindari kesalah pahaman

pengertian dan penafsiran antara penulis dan pembaca mengenai istilah-istilah

yang terdapat pada judul penelitian ini. Oleh karena itu, penulis perlu

memperjelas istilah-istilah yang terdapat pada judul “Manfaat Hasil Belajar

Linseri Sebagai Kesiapan Membuka Usaha Linseri” seperti berikut ini :

1. Manfaat Hasil Belajar Linseri a. Manfaat

Manfaat menurut KBBI, (2008, hlm. 912) adalah “guna atau faedah suatu

hal”.

b. Hasil belajar

Hasil belajar merupakan perubahan kemampuan yang dimiliki oleh individu

setelah melaksanakan kegiatan belajar, seperti yang dikemukakan oleh Nana

sudjana (2011, hlm, 22) bahwa “hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”.

c. Linseri

Linseri merupakan salah satu mata kuliah keahlian program studi yang wajib

diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana

Departemen PKK FPTK Universitas Pendidikan Indonesia pada semester lima (5)

dengan bobot dua (2) SKS. Tujuan pelaksanaan pembelajaran linseri, berdasarkan

(16)

104

Mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan ini, mampu memahami pengertian dan fungsi linseri, syarat-syarat linseri, jenis linseri sebagai busana dalam, cara pemeliharaan yang tepat untuk linseri, dapat menjelaskan jenis kain, corak dan warna kain yang cocok untuk linseri, bahan pelengkap dalam pembuatan linseri, dapat mempraktekan cara mengambil ukuran badan untuk membuat linseri, dapat membuat pola linseri, dan teknik penyelesaian menjahit linseri, dan dapat mempraktekan membuat macam-macam linseri.

Tujuan perkuliahan linseri di atas menjadi acuan dalam menyusun materi

perkuliahan. Secara garis besar materi perkuliahan linseri meliputi pengertian

linseri, fungsi linseri, syarat-syarat linseri, dan jenis linseri beserta pengertiannya,

pemilihan jenis kain, corak, dan warna kain untuk linseri, cara mengambil ukuran

badan untuk membuat linseri, membuat pola celana dalam, korset, petticoat block,

bouste houder, boustie, long torso, dan busana renang, dan praktek membuat

berbagai jenis linseri yaitu celana dalam, petticoat block, bouste houder, dan

boustie.

2. Kesiapan Membuka Usaha Linseri a. Kesiapan

Kesiapan menurut Slameto (2010, hlm. 113) yaitu “Keseluruhan kondisi

seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons di dalam cara tertentu

terhadap suatu situasi” . b. Membuka

Membuka merupakan kegiatan membuat suatu kegiatan. Membuka menurut

KBBI (1990, hlm. 151) yaitu “merintis, membuat, dan menyelenggarakan” c. Usaha Linseri

Usaha menurut Suwinto Johan (2011, hlm.6) adalah “kegiatan atau aktivitas

yang mengalokasikan sumber-sumber daya yang dimiliki ke dalam suatu kegiatan

produksi yang menghasilkan jasa atau barang, dengan tujuan barang dan jasa

tersebut bisa dipasarkan kepada konsumen agar dapat memperoleh keuntungan

atau pengembalian hasil”,

“Linseri” merupakan salah satu kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Inggris, yaitu “lingerie”, yang berarti pakaian dalam. Menurut Kamus Mode Indonesia (2011, hlm. 160) “Pakaian dalam adalah pakaian yang dikenakan

(17)

105

keringat, juga melindungi, menyangga (a.l. beha, celana dalam) bahkan

membentuk tubuh (a.l. korset)”.

Membuka usaha linseri merupakan kegiatan merintis, membuat, atau

memulai suatu aktivitas jual beli busana dalam yang mengalokasikan

sumber-sumber daya yang dimiliki kedalam suatu kegiatan produksi busana dalam,

dengan tujuan agar dapat dipasarkan kepada konsumen sehingga memperoleh

keuntungan atau pengembalian hasil.

Manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri dalam

penelitian ini berdasarkan pengertian para ahli diatas adalah keseluruhan kondisi

mahasiswa yang membuat dirinya siap dalam membuka usaha linseri.

D. Instrumen Penelitian

Penelitian pada prinsipnya adalah melakukan pengukuran terhadap variabel

penelitian yang dapat berupa fenomena alam maupun sosial. Untuk mengukur

variabel tersebut dibutuhkan alat ukur yang baik. Dalam penelitian, alat ukur

tersebut dinamakan dengan instrumen penelitian. Jenis instrumen pada penelitian

ini adalah angket dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner.

E. Proses Pengembangan Instrumen

Proses pengembangan instrumen yang baik meliputi pengkajian masalah yang

sedang diteliti, membuat kisi-kisi butir soal instrumen, pembuatan butir soal,

penyunting, mengadakan revisi terhadap butir-butir soal yang kurang baik, dan

menyebarkan instrumen kepada responden.

F. Teknik Pengumpulan Data

Kuesioner pada penelitian ini dibuat untuk mendapatkan data dari responden

mengenai manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri,

yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana

Departemen PKK FPTK UPI angkatan 2011, berjumlah 33 orang dan telah

mengikuti mata kuliah linseri dengan mengajukan beberapa pertanyaan tertutup

berbentuk pilihan ganda.

G. Teknik Pengolahan Data

Pengolahan data sering disebut dengan analisis data. Analisis data merupakan

(18)

106

sehingga dapat memberikan arah untuk pengkajian lebih lanjut. Adapun

langkah-langkah yang penulis lakukan dalam pengolahan data yaitu:

1. Membuat Instrumen

Instrumen pada penelitian ini adalah angket dengan teknik pengumpulan data

berupa kuesioner. Tidak adanya instrumen penelitian yang sudah tersedia dan

dirasa tepat untuk penelitian ini, maka peneliti menyusun sendiri instrumen

penelitian yang akan digunakan, terdiri dari 30 soal pertanyaan tertutup berbentuk

pilihan ganda.

2. Penyebaran Instrumen

Setelah angket selesai dibuat dan diperbanyak sesuai jumlah responden

kemudian dibagikan kepada seluruh responden untuk dijawab sesuai dengan

pedoman.

3. Verifikasi Data

Verifikasi data dilakukan dengan mengumpulkan angket yang telah diisi oleh

responden, kemudian dilakukan kembali perhitungan angket yang sudah diisi oleh

responden dan memeriksa kelengkapan data dengan teliti sehingga dapat

dilakukan pengolahan data.

4. Tabulasi Data

Tabulasi data dilakukan untuk mengolah dan mengetahui gambaran mengenai

frekuensi jawaban responden. Ada dua kriteria untuk menentukan jawaban,

pertama responden hanya menjawab salah satu alternatif jawaban, sehingga

jumlah frekuensi sama dengan jumlah responden. Kedua, responden dapat

menjawab lebih dari satu jawaban sehingga jumlah dalam kriteria kedua ini

menunjukkan jumlah frekuensi yang bervariasi.

1. Persentase Data

Persentase data atau pengolahan data yang digunakan dalam kuantitatif ini

adalah stastistik deskriptif, dengan perhitungan frekuensi relatif (perhitungan

persentase). Stastistik deskriptif digunakan untuk menganalisa data dengan

menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Penelitian yang

dilakukan pada populasi, atau menggunakan sampling jenuh jelas akan

menggunakan stastistik deskriptif. Dikatakan frekuensi relatif (perhitungan

(19)

107

melainkan frekuensi yang dituangkan dalam bentuk angka persenan. Rumus yang

digunakan yaitu:

Keterangan:

p = angka persentase

f = frekuensi yang sedang dicari persentasenya

n = Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu)

100% = bilangan tetap

2. Penafsiran Data

Rumusan yang diuraikan diatas digunakan untuk mendapatkan angka

persentase jawaban responden pada angket, dengan alternatif jawaban lebih dari 1,

setelah data dipersentasekan kemudian ditafsirkan dengan menggunakan kriteria

sebagai berikut :

100% : seluruhnya

76%-99% : sebagian besar

51%-75% : lebih dari setengahnya

50% : setengahnya

26%-49% : kurang dari setengahnya

1%-25% : sebagian kecil

0% : tidak seorang pun

H. Analisis Data

Analisis data merupakan tahapan yang akan dilakukan dalam kegiatan

penelitian mulai dari tahap pesiapan, tahap pelaksanaan dan tahan penyelesaian

akhir. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:

1. Tahap Persiapan

a. Mengadakan pengamatan lapangan, meneliti masalah, dan merumuskan p = f

n x 100%

(20)

108

b. Menyusun outline untuk seminar judul. Data yang diperlukan dalam

penyusunan outline yaitu latar belakang, rumusan masalah penelitian, tujuan

penelitian, pertanyaan penelitian, metode penelitian, dan daftar pustaka

c. Membuat surat-surat untuk mendapatkan persetujuan dan pembimbing

d. Proses bimbingan

e. Menyusun desain skripsi dimulai dari BAB I, BAB II, BAB III, dan

instrumen penelitian sebagai bahan seminar I

f. Seminar tahap I (desain skripsi)

2. Tahap pelaksanaan

Pada tahap ini dilakukan setelah seminar I (desain skripsi) dan hasil

perbaikan desain skripsi yang telah disetujui. Tahap pelaksanaan yang dilakukan,

yaitu :

a. Penyebaran instrumen kepada responden yang telah dituju

b. Pengumpulan instrumen dari responden

c. Pengecekan data dan pengolahan data penelitian

d. Penyusunan dan pembahasan hasil penelitian serta kesimpulan dan saran

e. Proses bimbingan untuk seminar II (draft skripsi)

f. Penyusunan draft skripsi mulai dari BAB I, BAB II, BAB III, BAB IV, BAB

V dan instrumen penelitian

g. Seminar II (draft skripsi)

h. Tahap perbaikan draft skripsi hasil seminar II

3. Tahap Akhir

Draft skripsi dan seluruhnya telah disetujui, skripsi dijadikan bahan

(21)

171

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI

Simpulan, implikasi, dan rekomendasi pada bab ini disusun berdasarkan seluruh kegiatan penelitian tentang “Manfaat Hasil Belajar Linseri sebagai Kesiapan Membuka Usaha Linseri” pada mahasiswa Program Studi Pendidikan

Tata Busana angkatan 2011 Universitas Pendidikan Indonesia.

A. Simpulan

Simpulan penelitian ini dibuat berdasarkan pada tujuan penelitian,

pertanyaan penelitian, pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian yang

dapat dikemukakan sebagai berikut.

1. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan fungsi celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari

kompetensi pengetahuan fungsi celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan

membuka usaha linseri menunjukkan bahwa lebih dari setengah mahasiswa

memahami pengetahuan fungsi celana dalam sebagai penekan perut bermanfaat

untuk merancang celana dalam dengan waist band terletak pada pinggang dan leg

openings terletak di atas tulang paha sehingga menekan sebagian perut dan

memberi keleluasaan dalam bergerak dan sebagian besar mahasiswa memahami

fungsi bouste houder sebagai pelindung payudara bermanfaat untuk membuat

desain BH model strapless untuk melindungi payudara wanita ketika

menggunakan busana model strapless atau halterneck. Hal ini menunjukan bahwa

mahasiswa sudah merasakan adanya manfaat dari hasil belajar fungsi celana

dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

2. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan perkembangan celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

(22)

172

kesiapan membuka usaha linseri menunjukkan bahwa lebih dari setengah

mahasiswa memahami pengetahuan perkembangan celana dalam yang semakin

pendek bermanfaat dalam merancang celana dalam model brief, hipster, bikini

untuk digunakan sehari-hari, dan lebih dari setengah mahasiswa memahami

pengetahuan perkembangan bouste houder ditinjau dari backless brassiere yang

dibuat oleh Marie P. Jacob bermanfaat dalam merancang BH model soft cup bra

sehingga BH nyaman dan ringan digunakan. Hal ini menunjukan bahwa

mahasiswa sudah merasakan adanya manfaat dari hasil belajar perkembangan

celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri.

3. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan anatomi celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari

kompetensi pengetahuan anatomi celana dalam dan bouste houder menunjukkan

bahwa lebih dari setengah mahasiswa memahami pengetahuan anatomi celana

dalam ditinjau dari bagian crotch bermanfaat untuk merancang celana dalam

dengan crotch yang dibuat dari kain yang menyerap keringat sehingga nyaman

dipakai, dan lebih dari setengah mahasiswa memahami pengetahuan anatomi

bouste houder ditinjau dari bagian band bermanfaat dalam membuat side front

band yang sesuai dengan ukuran payudara. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa

sudah merasakan adanya manfaat hasil belajar anatomi celana dalam dan bouste

houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

4. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan model celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari

kompetensi pengetahuan model celana dalam dan bouste houder menunjukkan

bahwa lebih dari setengah mahasiswa memahami pengetahuan model celana

dalam bikini bermanfaat dalam merancang celana dalam bikini dengan desain:

(23)

173

mahasiswa memahami pengetahuan model bouste houder khususnya strapless bra

bermanfaat dalam merancang strapless bra full cup dengan dilengkapi underwire

untuk payudara besar. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa sudah merasakan

adanya manfaat hasil belajar model celana dalam dan bouste houder sebagai

kesiapan membuka usaha linseri.

5. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan dan keterampilan pemilihan bahan untuk membuat celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari

kompetensi pengetahuan dan keterampilan pemilihan bahan untuk membuat

celana dalam dan bouste houder menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa

memahami pengetahuan dan keterampilan pemilihan bahan pelengkap celana

dalam bermanfaat dalam memilih pita elastis yang berbahan lembut, dan sebagian

besar memahami pengetahuan dan keterampilan pemilihan kain lining bouste

houder bermanfaat untuk membuat bouste houder dengan lining dari jenis kain

katun sehingga BH nyaman dipakai karena menyerap keringat. Hal ini

menunjukan bahwa mahasiswa sudah merasakan adanya manfaat hasil belajar

pemilihan bahan untuk membuat celana dalam dan bouste houder sebagai

kesiapan membuka usaha linseri.

6. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan teknik mengukur badan untuk membuat celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari

kompetensi keterampilan tentang teknik mengukur badan untuk membuat celana

dalam dan bouste houder menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa terampil

mengukur lingkar pinggang dalam pembuatan celana dalam bermanfaat untuk

membuat celana dalam ukuran L untuk wanita yang memiliki ukuran lingkar

pinggang sebesar 68-72 cm, dan sebagian besar mahasiswa terampil mengukur

(24)

174

merasakan adanya manfaat hasil belajar teknik mengukur badan untuk membuat

celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri.

7. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan membuat pola celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari

kompetensi keterampilan membuat pola celana dalam dan bouste houder

menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya mahasiswa terampil membuat pola

celana dalam bermanfaat untuk membuat pola celana dalam model high rise brief,

dengan bagian waist band depan lebih turun. Sebagian besar mahasiswa terampil

membuat pola dasar bouste houder bermanfaat untuk membuat BH dengan

berbagai macam model. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa sudah merasakan

adanya manfaat hasil belajar membuat pola celana dalam dan bouste houder

sebagai kesiapan membuka usaha linseri.

8. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan teknik jahit celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri

Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari

kompetensi keterampilan tentang teknik jahit celana dalam dan bouste houder

menunjukkan bahwa lebih dari setengah mahasiswa terampil menjahit celana

dalam bermanfaat untuk membuat bagian waist band dengan menjahit pita elastis,

dan sebagian besar mahasiswa terampil menjahit bouste houder khususnya seam

tape bermanfaat dalam menyelesaikan kampuh sambungan cup dengan band. Hal

ini menunjukan bahwa mahasiswa sudah merasakan adanya manfaat hasil belajar

teknik jahit celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha

(25)

175

B. Implikasi dan Rekomendasi

Implikasi dan rekomendasi dari hasil penelitian peneliti tujukan kepada:

1. Bagi mahasiswa diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan

informasi dan gambaran untuk memperluas pengetahuan tentang membuka

usaha linseri dengan mengembangkan dan meningkatkan wawasan

mengenai usaha linseri, khususnya dalam membuat produk celana dalam

(CD) dan bouste houder (BH).

2. Bagi peneliti berikutnya dapat dilanjutkan untuk meneliti manfaat hasil

belajar linseri yang ditinjau dari produk linseri lainnya, selain celana dalam

dan bouste houder, sehingga dapat diketahui sejauh mana manfaat hasil

(26)

176

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Anonim. (2010). Membuat Pola Busana-Pengertian-pola yang digunakan. [Online]. Diakses dari

http://okrek.blogspot.co.id/2010/01/membuat-Baharuddin dan Nur Wahyuni. (2008). Teori Belajar & Pembelajaran. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA

Bare Necessities.(2015). Bra Glossary. [Online]. Diakses dari www.barenecessities.com

Amy. (2014). Bra Making. [Online]. Diakses dari www.clothhabit.com

Dewi Alexandra, dan Yusuf, Fitria. (2009). Little Pink Book. Jakarta: Gramedia Pustaka

Elling Bra. (2013). Elling Custom Made Bra. Diakses dari: http://ellingbra.com

Empriente.(2014). Bra Style Guide. [Online]. Diakses dari www.empreiente-bras.com

Ferdinus, Elixander. (2005). Encyclopedia Clothing and Fashion.Charles

Scribner’s & son

Fig Leaves. (2014).The Bra Deconstructed. [Online]. Diakses dari www.figleaves.com

Hadisurya, Irma. (2011). Kamus Mode Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Hamalik, Oemar. (2009). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara

Haming, Murdifin dan Nurnajamuddin, Mahfud. (2007). Manajemen Produksi

(27)

177

Jerussalem, Mohammad Adam. (2012). Modul Merintis & Mengelola Bisnis

Butik. Yogyakarta: UNY. Tidak diterbitkan

Johan, Suwinto. (2011). Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu

Jonsson, Laurie van. (2013) The anatomy of the Bra. New York: VanssonE

Jonsson, Laurie van. (2014). How to Become a Lingerie Designer. New York:

Maeliah Mally,Tresna Pipin. (2013). Inovasi Busana Etnik. Bandung: Gapura Press

Make Bra.(2015). Sewing Instructions.[Online]. Diakses dari www.makebra.com

Matthews, Jennifer Lynne. (2012). Bare Essentials: Bras: Construction and

pattern Drafting for Lingerie Designer. Los Angeles: Los Angeles

Fashion Resource

Nazir, Mohammad. (2011). MetodePenelitian.Bogor: Ghalia Indonesia

Online Undies. (___). Underwear: Debunking The Myths!. [Online]. Diakses dari

www.Onlineundies.com

Poespo, Goet. (2010). A to Z Istilah Fashion. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Riyanto, Arifah A. (2003). Teori Busana. Bandung: YAPEMDA

Rohani, Ahmad (2004). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT RINEKA CIPTA

Setiawati, As-as. (2012). Silabus Linseri. Bandung: Tidak diterbitkan

Setiawati, As-as (__). Modul Linseri (Busana Dalam). Bandung: UPI. tidak diterbitkan

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sudijono, Anas.(2008). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

(28)

178

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA

Suharsimi, Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukono, Umiyatdi. (1986). Linseri. Jakarta: Yayasan Institut Androgoi Indonesia

Syaodih, Nana. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA

Universitas Pendidikan Indonesia. (2014). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI. Tidak diterbitkan

Wancik, Muhammad Hamah. (1999). Bina Busana Pelajaran Menjahit Pakaian

Gambar

Fig Leaves. www.figleaves.com

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh data mengenai manfaat hasil belajar manajemen bisnis busana butik sebagai kesiapan perintisan bisnis distro busana

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai kontribusi hasil belajar kriya tekstil terhadap kesiapan perintisan usaha cinderamata ditinjau dari konsep dasar

Manfaat hasil belajar keterampilan menjahit tailor sebagai kesiapan magang di tailor, ditinjau dari pengetahuan dan keterampilan memelihara dan memperbaiki mesin

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manfaat Hasil Belajar Makanan Oriental 2 Sebagai Kesiapan Usaha Restoran Oriental meliputi kelompok makanan Jepang, jenis Sushi,

Kontribusi Hasil Belajar Prakerin Tata Kecantikan Rambut Terhadap Kesiapan Membuka Usaha Hasil belajar praktek kerja industri tata kecantikan rambut yaitu penguasaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery berkaitan dengan pembuatan perencanaan sebesar 65% berada pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai manfaat hasil belajar membuat minuman non alkohol sebagai kesiapan menjadi bartender pada tahap persiapan

Data Tentang Manfaat Hasil Belajar Pembuatan Busana Industri Ditinjau dari Kompetensi Dasar Pengetahuan Desain Produksi dan Sampel Kemeja Sebagai Kesiapan