MANFAAT HASIL BELAJAR LINSERI SEBAGAI KESIAPAN MEMBUKA USAHA LINSERI
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Tata Busana
Oleh:
Cannisa Ristiani Sholihah 1104123
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA
MANFAAT HASIL BELAJAR LINSERI SEBAGAI KESIAPAN MEMBUKA USAHA LINSERI
Oleh :
Cannisa Ristiani Sholihah
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kesejahteraan Keluarga pada Fakultas Pendidikan Teknologi
dan Kejuruan
©Cannisa Ristiani Sholihah 2015
Universitas Pendidikan Indonesia
Desember 2015
Hak Cipta dilindungi undang-undang
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian, dengan dicetak
MANFAAT HASIL BELAJAR LINSERI SEBAGAI KESIAPAN MEMBUKA USAHA LINSERI
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji tentang manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh data mengenai manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri yang ditinjau dari kompetensi pengetahuan tentang fungsi celana dalam dan bouste houder, perkembangan celana dalam dan bouste houder, model calana dalam dan bouste houder, anatomi calana dalam dan bouste houder, pemilihan jenis bahan celana dalam dan bouste houder, teknik mengukur badan untuk membuat celana dalam dan bouste houder, pola celana dalam dan bouste houder, dan teknik jahit celana dalam dan bouste houder. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan alat pengumpul data berupa angket. Sampel penelitian menggunakan sampling jenuh yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2011 yang berjumlah 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya mahasiswa menyatakan hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan fungsi celana dalam dan bouste houder, perkembangan celana dalam dan bouste houder, model calana dalam dan bouste houder, anatomi calana dalam dan bouste houder, pemilihan jenis bahan celana dalam dan bouste houder, teknik mengukur badan untuk membuat celana dalam dan bouste houder, pola celana dalam dan bouste houder, dan teknik jahit celana dalam dan bouste houder. Simpulan hasil penelitian bahwa lebih dari setengahnya mahasiswa merasakan manfaat hasil linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri.
BENEFITS OF LEARNING LINGERIE AS THE READINESS TO
BEGIN THE BUSINESS OF LINGERIE
ABSTRACT
This research investigates the benefits of learning lingerie as the readiness to open the business of lingerie. The purpose of this research is to get the data about the benefits of learning lingerie as the readiness to begin the business of lingerie which reviewed from the knowledge competence about the function of panty and bouste houder, the development of panty and bouste houder, the model of panty and bouste houder, the anatomy of panty and bouste houder, the material selections of panty and bouste houder, the techniques of measuring the body to make panty and bouste houder, the patterns of underwear and bouste houder, and the sewing techniques of underwear and bouste houder. The method used is descriptive quantitative method with the instruments of data collection in the form of questionnaire. The research sample used in this research is a saturation sampling where 33 students of fashion design of Indonesia University of Education batch 2011 involved. The result showed that more than half of the students stated the learning outcomes of lingerie in terms of knowledge competence of the functions of panty and bouste houder, briefs development and bouste houder, the models of panty and bouste houder, the anatomy of panty and bouste houder, the materials selection of panty and bouste houder, the body measuring techniques to produce panty and bouste houder, the patterns of panty and bouste houder, and the sewing techniques of underwear and bouste houder. The conclusion of this research is more than half of the students feel the benefits of linseri business as the readiness to begin a business.
Keyword: learning outcomes, the readiness, lingerie, the benefits, begin, lingerie
DAFTAR ISI
A.Tinjauan Pembelajaran Linseri ... 7
1. Tujuan Pembelajaran Linseri ... 7
2. Materi Pembelajaran Linseri... 7
a. Celana Dalam ... 7
2) Perkembangan Bouste Houder ... 33
3) Anatomi Bouste Houder ... 37
4) Model Bouste Houder ... 46
5) Pemilihan Jenis Bahan untuk Bouste Houder... 51
6) Teknik Mengukur Badan untuk Bouste Houder ... 62
7) Pola Bouste Houder ... 67
8) Teknik Jahit Bouste Houder ... 77
B.Hasil Belajar Linseri ... 90
1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 90
a. Faktor Internal ... 90
b. Faktor Eksternal... 92
C.Kesiapan Membuka Usaha Linseri ... 93
1. Konsep Kesiapan... 93
b. Prinsip-prinsip Kesiapan ... 94
c. Aspek-aspek Kesiapan ... 94
2. Membuka Usaha Linseri ... 95
D.Pertanyaan Penelitian... 100
BAB III METODE PENELITIAN ... 102
A.Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian ... 102
B.Metode Penelitian ... 102
C.Definisi Operasional ... 103
D.Instrumen Penelitian ... 105
E.Proses Pengembangan Instrumen Penelitian ... 105
F.Teknik Pengumpulan data... 105
G.Teknik Pengolahan Data ... 105
H.Analisis Data ... 107
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 109
A.Hasil Pemaparan Data ... 109
B.Pembahasan Hasil Penelitian ... 159
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A.Simpulan ... 171
B.Implikasi dan Rekomendasi ... 175
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Program Studi Pendidikan Tata Busana merupakan Program Studi yang
terdapat pada Departemen Pendidikan Kesajahteraan Keluarga, Fakultas
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia, yang
berdasarkan situs http://tatabusana.pkk.upi.edu/ (2014) memiliki tujuan sebagai
berikut:
Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup pendidikan tata busana, mampu membuka dan mengelola lembaga kursus dan pelatihan bidang bisana mencakup pelatihan membuat hiasan kain dan busana, menjahit, membuat busana, membuat berbagai produk kriya tekstil dan pelatihan rias, mampu menjadi konsultan busana, fesyen desainer, supervisor pola dan supervisor jahit, mampu berwirausaha dibidang usaha busana, mencakup usaha butik, modiste, atelier, sangar busana, kriya tekstil dan rias.
Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut di atas, Program Studi
Pendidikan Tata Busana menyusun kurikulum yang tersusun dalam bentuk
kelompok mata kuliah. Salah satu kelompok Mata Kuliah tersebut yaitu Mata
Kuliah Keahlian Program Studi. Linseri merupakan salah satu mata kuliah
keahlian program studi yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi
Pendidikan Tata Busana Departemen PKK FPTK Universitas Pendidikan
Indonesia pada semester lima (5) dengan bobot dua (2) SKS. Tujuan pelaksanaan
pembelajaran linseri, berdasarkan silabus mata kuliah linseri (2012) yaitu:
Mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan ini, mampu memahami pengertian dan fungsi linseri, syarat-syarat linseri, jenis linseri sebagai busana dalam, cara pemeliharaan yang tepat untuk linseri, dapat menjelaskan jenis kain, corak dan warna kain yang cocok untuk linseri, bahan pelengkap dalam pembuatan linseri, dapat mempraktekan cara mengambil ukuran badan untuk membuat linseri, dapat membuat pola linseri, dan teknik penyelesaian menjahit linseri, dan dapat mempraktekan membuat macam-macam linseri.
Tujuan perkuliahan linseri di atas menjadi acuan dalam menyusun materi
perkuliahan. Secara garis besar materi perkuliahan linseri meliputi pengertian
linseri, fungsi linseri, syarat-syarat linseri, dan jenis linseri beserta pengertiannya,
badan untuk membuat linseri, membuat pola celana dalam, korset, petticoat block,
bouste houder, boustie, long torso, dan busana renang, dan praktek membuat
berbagai jenis linseri yaitu celana dalam, petticoat block, bouste houder, dan
boustie.
Celana dalam dan bouste houder (BH) merupakan dua jenis linseri yang
utama dan wajib dikenanakan wanita sebelum mengenakan busana luar karena
memiliki fungsi yang sangat besar, yaitu untuk melindungi bagian-bagian
terpenting pada wanita. Celana dalam berfungsi untuk menutupi bagian vital,
menekan perut serta membentuk panggul, sedangkan bouste houder berfungsi
untuk menutupi dan membentuk buah dada agar bentuk dan pertumbuhannya
baik. Dalam perkuliahan Linseri, materi celana dalam dan bouste houder
dilaksanakan dalam bentuk teori dan praktek. Mahasiswa pada awal perkuliahan
lebih dulu mempelajari teori tentang celana dalam dan bouste houder yang
meliputi fungsi, model, serta pemilihan bahan utama dan bahan pelengkap, dan
dalam perkuliahan praktek dimulai dari mengukur badan, membuat pola,
merancang harga dan bahan, memotong bahan, sampai dengan menjahit celana
dalam dan bouste houder. Dalam pembuatan bouste houder, pengukuran badan
yang tepat sangat penting agar menghasilkan pola yang fit dan sesuai dengan
ukuran badan terutama pada ukuran mungkum, selain itu teknik penjahitan harus
disesuaikan dan dikerjakan dengan lebih teliti terutama pada bagian mungkum
agar menghasilkan bentuk mungkum yang bagus dan bouste houder yang baik,
juga dibutuhkan ketelitian dan kesabaran yang lebih saat penyelesaiannya agar
menghasilkan bouste houder yang rapih dan indah. Praktek pembuatan celana
dalam tidak serumit pembuatan BH karena lebih sederhana dalam teknik jahit dan
polanya. Pemilihan jenis bahan yang tepat mempengaruhi kenyamanan dan
bentuk celana dalam dan bouste houder yang diinginkan.
Hasil belajar pembuatan celana dalam dan bouste houder yang diperoleh
mahasiswa dapat dilihat dari kompetensi yang dicapai dalam penguasaan teori dan
kemampuan dalam membuat produk. Hasil belajar tersebut diharapkan dapat
Nana Sudjana (2011, hlm 22) “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang
dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”.
Membuka usaha linseri merupakan kegiatan merintis, membuat, atau
memulai suatu aktivitas jual beli busana dalam yang mengalokasikan
sumber-sumber daya yang dimiliki kedalam suatu kegiatan produksi busana dalam,
dengan tujuan agar dapat dipasarkan kepada konsumen sehingga memperoleh
keuntungan atau pengembalian hasil. Pada usaha linseri banyak dijual aneka
produk, namun umumnya yang paling laku adalah bouste houder dan celana
dalam karena kedua produk ini merupakan linseri utama yang dibutuhkan dalam
kehidupan sehari-hari khususnya oleh kaum wanita. Mahasiswa yang memiliki
keinginan untuk memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai celana
dalam dan bouste houder untuk membuka usaha linseri, perlu memiliki kesiapan
fisik, mental, dan emosional, tujuan, serta keterampilan dan pengetahuan, sesuai
dengan yang dikemukakan oleh Slameto (2003, hlm 113), sebagai berikut:
Kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi ... kondisi mencakup setidak-tidaknya 3 aspek, yaitu: (a) Kondisi fisik, mental, dan emosional. (b) Kebutuhan-kebutuhan, motif, dan tujuan. (c) Keterampilan, pengetahuan dan pengertian lain yang telah dipelajari.
Membuka usaha linseri diperlukan pengetahuan mengenai fungsi,
perkembangan, anatomi, model, serta keterampilan memilih jenis bahan,
mengukur badan, membuat pola, sampai dengan teknik jahit produk.
Berdasarkan Latar Belakang yang telah diuraikan, maka peneliti tertarik
untuk mengetahui dan melakukan penelitian tentang “Manfaat Hasil Belajar Linseri Terhadap Kesiapan Membuka Usaha Linseri” yang dilakukan di
Program Studi Pendidikan Tata Busana Departemen PKK FPTK UPI.
B. Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu “Bagaimana Manfaat Hasil
Belajar Linseri Sebagai Kesiapan Membuka Usaha Linseri”. Dari rumusan tersebut, maka diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:
1. Linseri merupakan mata kuliah keahlian program studi, yang di dalamnya
block, bouste houder, dan boustie. Celana dalam dan bouste houder (BH)
merupakan materi yang harus dibuat oleh mahasiswa dengan menuntut
kerapihan.
2. Celana dalam dan bouste houder (BH) pada umumnya banyak digunakan
oleh wanita dalam kehidupan sehari-hari untuk kesehatan dan memperbaiki
bentuk tubuh.
3. Kompetensi penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan
celana dalam dan bouste houder (BH) yang merupakan hasil belajar linseri
dapat bermanfaat sebagai kesiapan membuka usaha linseri. Usaha linseri
adalah suatu aktivitas jual beli busana dalam yang mengalokasikan
sumber-sumber daya yang dimiliki kedalam suatu kegiatan produksi busana dalam,
dengan tujuan agar dapat dipasarkan kepada konsumen sehingga
memperoleh keuntungan dan pengembalian hasil.
4. Mahasiswa yang telah memiliki kompetensi pengetahuan dan keterampilan
linseri dalam pembuatan celana dalam dan bouste houder (BH) harus
memiliki kesiapan dalam tujuan, fisik, mental, emosional, serta
keterampilan dan pengetahuan untuk membuka usaha linseri.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah
memperoleh data tentang manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan
membuka usaha linseri, berdasarkan kompetensi, yaitu:
1. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan fungsi
celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri.
2. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan
perkembangan celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan
membuka usaha linseri.
3. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan anatomi
celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri.
4. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan model
5. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan dan
keterampilan pemilihan bahan untuk celana dalam dan bouste houder
sebagai kesiapan membuka usaha linseri.
6. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan teknik
mengukur badan untuk membuat celana dalam dan bouste houder sebagai
kesiapan membuka usaha linseri.
7. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan
membuat pola celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka
usaha linseri.
8. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan teknik
jahit celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha
linseri.
D. Manfaat/Signifikansi Penelitian
Hasil penelitian “Manfaat Hasil Belajar Linseri Sebagai Kesiapan Membuka
Usaha Linseri”, secara teoritis dan praktis diharapkan dapat memberikan manfaat
sebagai berikut:
1. Secara Teoritis
Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru
pada peneliti mengenai usaha linseri, dan peneliti dapat memperdalam
pengetahuan serta keterampilan tentang celana dalam dan bouste houder sehingga
lebih memperkaya kepustakaan ilmiah, selain itu memberikan pengalaman dalam
melakukan penelitian untuk pembuatan karya ilmiah khususnya mengenai
manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri.
2. Secara Praktis
Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran
mengenai hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri sehingga
menumbuhkan motivasi kepada pembaca khususnya mahasiswa Prodi Pendidikan
E. Struktur Organisasi Skripsi
Struktur organisasi penulisan skripsi mengenai “manfaat hasil belajar linseri
terhadap kesiapan membuka usaha linseri”, secara sistematis dapat diuraikan
menjadi lima bab, yaitu Bab I berjudul Pendahuluan, berisi mengenai latar
belakang penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian,
manfaat/signifikansi penelitian, dan struktur organisasi skripsi. Bab II berjudul
Kajian Pustaka yang mencakup tinjauan pembelajaran linseri, hasil belajar linseri,
kesiapan membuka usaha linseri, dan pertanyaan penelitian. Bab III berjudul
Metode Penelitian yang berisi lokasi, populasi dan sampel penelitian, metode
penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan
instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, dan
analisis data. Bab IV berjudul Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisi hasil
pemaparan data dan pembahasan hasil penelitian. Bab V berjudul Simpulan,
102
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian guna
memperoleh data yang berasal dari responden. Lokasi penelitian yang dipilih
penulis adalah Program Studi Pendidikan Tata Busana Departemen Pendidikan
Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas
Pendidikan Indonesia yang beralamat di Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
40154 Jawa Barat. Alasan lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian karena
adanya permasalahan penelitian yang akan diteliti oleh penulis dan subjek
penelitian yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti.
2. Populasi Penelitian
Menjawab pertanyaan penelitian diperlukan informasi atau data penelitian,
oleh karena itu dibutuhkan populasi yang dapat dipercaya, sehingga data yang ada
dapat digunakan dan diolah. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa
Program Studi Pendidikan Tata Busana Departemen Pendidikan Kesejahteraan
Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan
Indonesia angkatan 2011 yang sudah mengikuti perkuliahan mata kuliah Linseri,
berjumlah 33 orang.
3. Sampel Penelitian
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Sampel
penelitian ini yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana
Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi
dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2011 yang sudah
mengikuti perkuliahan mata kuliah Linseri, berjumlah 33 orang.
B. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif .
103
berdasarkan fenomena objektif yang empiris dan dapat diukur menggunakan
angka-angka
Desain penelitian diperlukan untuk menerapkan metode ilmiah dalam praktik
penelitian, oleh karena itu desain penelitian harus sesuai dengan metode
penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain
penelitian deskriptif dengan alat penelitian berupa kuesioner. Penelitian deskriptif
merupakan metode penelitian kuantitatif non-eksperimental yang ditujukan untuk
menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini
atau saat yang lampau.
C. Definisi Operasional
Definisi operasional diperlukan untuk menghindari kesalah pahaman
pengertian dan penafsiran antara penulis dan pembaca mengenai istilah-istilah
yang terdapat pada judul penelitian ini. Oleh karena itu, penulis perlu
memperjelas istilah-istilah yang terdapat pada judul “Manfaat Hasil Belajar
Linseri Sebagai Kesiapan Membuka Usaha Linseri” seperti berikut ini :
1. Manfaat Hasil Belajar Linseri a. Manfaat
Manfaat menurut KBBI, (2008, hlm. 912) adalah “guna atau faedah suatu
hal”.
b. Hasil belajar
Hasil belajar merupakan perubahan kemampuan yang dimiliki oleh individu
setelah melaksanakan kegiatan belajar, seperti yang dikemukakan oleh Nana
sudjana (2011, hlm, 22) bahwa “hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”.
c. Linseri
Linseri merupakan salah satu mata kuliah keahlian program studi yang wajib
diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana
Departemen PKK FPTK Universitas Pendidikan Indonesia pada semester lima (5)
dengan bobot dua (2) SKS. Tujuan pelaksanaan pembelajaran linseri, berdasarkan
104
Mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan ini, mampu memahami pengertian dan fungsi linseri, syarat-syarat linseri, jenis linseri sebagai busana dalam, cara pemeliharaan yang tepat untuk linseri, dapat menjelaskan jenis kain, corak dan warna kain yang cocok untuk linseri, bahan pelengkap dalam pembuatan linseri, dapat mempraktekan cara mengambil ukuran badan untuk membuat linseri, dapat membuat pola linseri, dan teknik penyelesaian menjahit linseri, dan dapat mempraktekan membuat macam-macam linseri.
Tujuan perkuliahan linseri di atas menjadi acuan dalam menyusun materi
perkuliahan. Secara garis besar materi perkuliahan linseri meliputi pengertian
linseri, fungsi linseri, syarat-syarat linseri, dan jenis linseri beserta pengertiannya,
pemilihan jenis kain, corak, dan warna kain untuk linseri, cara mengambil ukuran
badan untuk membuat linseri, membuat pola celana dalam, korset, petticoat block,
bouste houder, boustie, long torso, dan busana renang, dan praktek membuat
berbagai jenis linseri yaitu celana dalam, petticoat block, bouste houder, dan
boustie.
2. Kesiapan Membuka Usaha Linseri a. Kesiapan
Kesiapan menurut Slameto (2010, hlm. 113) yaitu “Keseluruhan kondisi
seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons di dalam cara tertentu
terhadap suatu situasi” . b. Membuka
Membuka merupakan kegiatan membuat suatu kegiatan. Membuka menurut
KBBI (1990, hlm. 151) yaitu “merintis, membuat, dan menyelenggarakan” c. Usaha Linseri
Usaha menurut Suwinto Johan (2011, hlm.6) adalah “kegiatan atau aktivitas
yang mengalokasikan sumber-sumber daya yang dimiliki ke dalam suatu kegiatan
produksi yang menghasilkan jasa atau barang, dengan tujuan barang dan jasa
tersebut bisa dipasarkan kepada konsumen agar dapat memperoleh keuntungan
atau pengembalian hasil”,
“Linseri” merupakan salah satu kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Inggris, yaitu “lingerie”, yang berarti pakaian dalam. Menurut Kamus Mode Indonesia (2011, hlm. 160) “Pakaian dalam adalah pakaian yang dikenakan
105
keringat, juga melindungi, menyangga (a.l. beha, celana dalam) bahkan
membentuk tubuh (a.l. korset)”.
Membuka usaha linseri merupakan kegiatan merintis, membuat, atau
memulai suatu aktivitas jual beli busana dalam yang mengalokasikan
sumber-sumber daya yang dimiliki kedalam suatu kegiatan produksi busana dalam,
dengan tujuan agar dapat dipasarkan kepada konsumen sehingga memperoleh
keuntungan atau pengembalian hasil.
Manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri dalam
penelitian ini berdasarkan pengertian para ahli diatas adalah keseluruhan kondisi
mahasiswa yang membuat dirinya siap dalam membuka usaha linseri.
D. Instrumen Penelitian
Penelitian pada prinsipnya adalah melakukan pengukuran terhadap variabel
penelitian yang dapat berupa fenomena alam maupun sosial. Untuk mengukur
variabel tersebut dibutuhkan alat ukur yang baik. Dalam penelitian, alat ukur
tersebut dinamakan dengan instrumen penelitian. Jenis instrumen pada penelitian
ini adalah angket dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner.
E. Proses Pengembangan Instrumen
Proses pengembangan instrumen yang baik meliputi pengkajian masalah yang
sedang diteliti, membuat kisi-kisi butir soal instrumen, pembuatan butir soal,
penyunting, mengadakan revisi terhadap butir-butir soal yang kurang baik, dan
menyebarkan instrumen kepada responden.
F. Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner pada penelitian ini dibuat untuk mendapatkan data dari responden
mengenai manfaat hasil belajar linseri sebagai kesiapan membuka usaha linseri,
yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana
Departemen PKK FPTK UPI angkatan 2011, berjumlah 33 orang dan telah
mengikuti mata kuliah linseri dengan mengajukan beberapa pertanyaan tertutup
berbentuk pilihan ganda.
G. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data sering disebut dengan analisis data. Analisis data merupakan
106
sehingga dapat memberikan arah untuk pengkajian lebih lanjut. Adapun
langkah-langkah yang penulis lakukan dalam pengolahan data yaitu:
1. Membuat Instrumen
Instrumen pada penelitian ini adalah angket dengan teknik pengumpulan data
berupa kuesioner. Tidak adanya instrumen penelitian yang sudah tersedia dan
dirasa tepat untuk penelitian ini, maka peneliti menyusun sendiri instrumen
penelitian yang akan digunakan, terdiri dari 30 soal pertanyaan tertutup berbentuk
pilihan ganda.
2. Penyebaran Instrumen
Setelah angket selesai dibuat dan diperbanyak sesuai jumlah responden
kemudian dibagikan kepada seluruh responden untuk dijawab sesuai dengan
pedoman.
3. Verifikasi Data
Verifikasi data dilakukan dengan mengumpulkan angket yang telah diisi oleh
responden, kemudian dilakukan kembali perhitungan angket yang sudah diisi oleh
responden dan memeriksa kelengkapan data dengan teliti sehingga dapat
dilakukan pengolahan data.
4. Tabulasi Data
Tabulasi data dilakukan untuk mengolah dan mengetahui gambaran mengenai
frekuensi jawaban responden. Ada dua kriteria untuk menentukan jawaban,
pertama responden hanya menjawab salah satu alternatif jawaban, sehingga
jumlah frekuensi sama dengan jumlah responden. Kedua, responden dapat
menjawab lebih dari satu jawaban sehingga jumlah dalam kriteria kedua ini
menunjukkan jumlah frekuensi yang bervariasi.
1. Persentase Data
Persentase data atau pengolahan data yang digunakan dalam kuantitatif ini
adalah stastistik deskriptif, dengan perhitungan frekuensi relatif (perhitungan
persentase). Stastistik deskriptif digunakan untuk menganalisa data dengan
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Penelitian yang
dilakukan pada populasi, atau menggunakan sampling jenuh jelas akan
menggunakan stastistik deskriptif. Dikatakan frekuensi relatif (perhitungan
107
melainkan frekuensi yang dituangkan dalam bentuk angka persenan. Rumus yang
digunakan yaitu:
Keterangan:
p = angka persentase
f = frekuensi yang sedang dicari persentasenya
n = Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu)
100% = bilangan tetap
2. Penafsiran Data
Rumusan yang diuraikan diatas digunakan untuk mendapatkan angka
persentase jawaban responden pada angket, dengan alternatif jawaban lebih dari 1,
setelah data dipersentasekan kemudian ditafsirkan dengan menggunakan kriteria
sebagai berikut :
100% : seluruhnya
76%-99% : sebagian besar
51%-75% : lebih dari setengahnya
50% : setengahnya
26%-49% : kurang dari setengahnya
1%-25% : sebagian kecil
0% : tidak seorang pun
H. Analisis Data
Analisis data merupakan tahapan yang akan dilakukan dalam kegiatan
penelitian mulai dari tahap pesiapan, tahap pelaksanaan dan tahan penyelesaian
akhir. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Tahap Persiapan
a. Mengadakan pengamatan lapangan, meneliti masalah, dan merumuskan p = f
n x 100%
108
b. Menyusun outline untuk seminar judul. Data yang diperlukan dalam
penyusunan outline yaitu latar belakang, rumusan masalah penelitian, tujuan
penelitian, pertanyaan penelitian, metode penelitian, dan daftar pustaka
c. Membuat surat-surat untuk mendapatkan persetujuan dan pembimbing
d. Proses bimbingan
e. Menyusun desain skripsi dimulai dari BAB I, BAB II, BAB III, dan
instrumen penelitian sebagai bahan seminar I
f. Seminar tahap I (desain skripsi)
2. Tahap pelaksanaan
Pada tahap ini dilakukan setelah seminar I (desain skripsi) dan hasil
perbaikan desain skripsi yang telah disetujui. Tahap pelaksanaan yang dilakukan,
yaitu :
a. Penyebaran instrumen kepada responden yang telah dituju
b. Pengumpulan instrumen dari responden
c. Pengecekan data dan pengolahan data penelitian
d. Penyusunan dan pembahasan hasil penelitian serta kesimpulan dan saran
e. Proses bimbingan untuk seminar II (draft skripsi)
f. Penyusunan draft skripsi mulai dari BAB I, BAB II, BAB III, BAB IV, BAB
V dan instrumen penelitian
g. Seminar II (draft skripsi)
h. Tahap perbaikan draft skripsi hasil seminar II
3. Tahap Akhir
Draft skripsi dan seluruhnya telah disetujui, skripsi dijadikan bahan
171
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI
Simpulan, implikasi, dan rekomendasi pada bab ini disusun berdasarkan seluruh kegiatan penelitian tentang “Manfaat Hasil Belajar Linseri sebagai Kesiapan Membuka Usaha Linseri” pada mahasiswa Program Studi Pendidikan
Tata Busana angkatan 2011 Universitas Pendidikan Indonesia.
A. Simpulan
Simpulan penelitian ini dibuat berdasarkan pada tujuan penelitian,
pertanyaan penelitian, pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian yang
dapat dikemukakan sebagai berikut.
1. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan fungsi celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari
kompetensi pengetahuan fungsi celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan
membuka usaha linseri menunjukkan bahwa lebih dari setengah mahasiswa
memahami pengetahuan fungsi celana dalam sebagai penekan perut bermanfaat
untuk merancang celana dalam dengan waist band terletak pada pinggang dan leg
openings terletak di atas tulang paha sehingga menekan sebagian perut dan
memberi keleluasaan dalam bergerak dan sebagian besar mahasiswa memahami
fungsi bouste houder sebagai pelindung payudara bermanfaat untuk membuat
desain BH model strapless untuk melindungi payudara wanita ketika
menggunakan busana model strapless atau halterneck. Hal ini menunjukan bahwa
mahasiswa sudah merasakan adanya manfaat dari hasil belajar fungsi celana
dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
2. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan perkembangan celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
172
kesiapan membuka usaha linseri menunjukkan bahwa lebih dari setengah
mahasiswa memahami pengetahuan perkembangan celana dalam yang semakin
pendek bermanfaat dalam merancang celana dalam model brief, hipster, bikini
untuk digunakan sehari-hari, dan lebih dari setengah mahasiswa memahami
pengetahuan perkembangan bouste houder ditinjau dari backless brassiere yang
dibuat oleh Marie P. Jacob bermanfaat dalam merancang BH model soft cup bra
sehingga BH nyaman dan ringan digunakan. Hal ini menunjukan bahwa
mahasiswa sudah merasakan adanya manfaat dari hasil belajar perkembangan
celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri.
3. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan anatomi celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari
kompetensi pengetahuan anatomi celana dalam dan bouste houder menunjukkan
bahwa lebih dari setengah mahasiswa memahami pengetahuan anatomi celana
dalam ditinjau dari bagian crotch bermanfaat untuk merancang celana dalam
dengan crotch yang dibuat dari kain yang menyerap keringat sehingga nyaman
dipakai, dan lebih dari setengah mahasiswa memahami pengetahuan anatomi
bouste houder ditinjau dari bagian band bermanfaat dalam membuat side front
band yang sesuai dengan ukuran payudara. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa
sudah merasakan adanya manfaat hasil belajar anatomi celana dalam dan bouste
houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
4. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan model celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari
kompetensi pengetahuan model celana dalam dan bouste houder menunjukkan
bahwa lebih dari setengah mahasiswa memahami pengetahuan model celana
dalam bikini bermanfaat dalam merancang celana dalam bikini dengan desain:
173
mahasiswa memahami pengetahuan model bouste houder khususnya strapless bra
bermanfaat dalam merancang strapless bra full cup dengan dilengkapi underwire
untuk payudara besar. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa sudah merasakan
adanya manfaat hasil belajar model celana dalam dan bouste houder sebagai
kesiapan membuka usaha linseri.
5. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi pengetahuan dan keterampilan pemilihan bahan untuk membuat celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari
kompetensi pengetahuan dan keterampilan pemilihan bahan untuk membuat
celana dalam dan bouste houder menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa
memahami pengetahuan dan keterampilan pemilihan bahan pelengkap celana
dalam bermanfaat dalam memilih pita elastis yang berbahan lembut, dan sebagian
besar memahami pengetahuan dan keterampilan pemilihan kain lining bouste
houder bermanfaat untuk membuat bouste houder dengan lining dari jenis kain
katun sehingga BH nyaman dipakai karena menyerap keringat. Hal ini
menunjukan bahwa mahasiswa sudah merasakan adanya manfaat hasil belajar
pemilihan bahan untuk membuat celana dalam dan bouste houder sebagai
kesiapan membuka usaha linseri.
6. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan teknik mengukur badan untuk membuat celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari
kompetensi keterampilan tentang teknik mengukur badan untuk membuat celana
dalam dan bouste houder menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa terampil
mengukur lingkar pinggang dalam pembuatan celana dalam bermanfaat untuk
membuat celana dalam ukuran L untuk wanita yang memiliki ukuran lingkar
pinggang sebesar 68-72 cm, dan sebagian besar mahasiswa terampil mengukur
174
merasakan adanya manfaat hasil belajar teknik mengukur badan untuk membuat
celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri.
7. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan membuat pola celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari
kompetensi keterampilan membuat pola celana dalam dan bouste houder
menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya mahasiswa terampil membuat pola
celana dalam bermanfaat untuk membuat pola celana dalam model high rise brief,
dengan bagian waist band depan lebih turun. Sebagian besar mahasiswa terampil
membuat pola dasar bouste houder bermanfaat untuk membuat BH dengan
berbagai macam model. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa sudah merasakan
adanya manfaat hasil belajar membuat pola celana dalam dan bouste houder
sebagai kesiapan membuka usaha linseri.
8. Manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari kompetensi keterampilan teknik jahit celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha linseri
Hasil penelitian mengenai manfaat hasil belajar linseri ditinjau dari
kompetensi keterampilan tentang teknik jahit celana dalam dan bouste houder
menunjukkan bahwa lebih dari setengah mahasiswa terampil menjahit celana
dalam bermanfaat untuk membuat bagian waist band dengan menjahit pita elastis,
dan sebagian besar mahasiswa terampil menjahit bouste houder khususnya seam
tape bermanfaat dalam menyelesaikan kampuh sambungan cup dengan band. Hal
ini menunjukan bahwa mahasiswa sudah merasakan adanya manfaat hasil belajar
teknik jahit celana dalam dan bouste houder sebagai kesiapan membuka usaha
175
B. Implikasi dan Rekomendasi
Implikasi dan rekomendasi dari hasil penelitian peneliti tujukan kepada:
1. Bagi mahasiswa diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan
informasi dan gambaran untuk memperluas pengetahuan tentang membuka
usaha linseri dengan mengembangkan dan meningkatkan wawasan
mengenai usaha linseri, khususnya dalam membuat produk celana dalam
(CD) dan bouste houder (BH).
2. Bagi peneliti berikutnya dapat dilanjutkan untuk meneliti manfaat hasil
belajar linseri yang ditinjau dari produk linseri lainnya, selain celana dalam
dan bouste houder, sehingga dapat diketahui sejauh mana manfaat hasil
176
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Anonim. (2010). Membuat Pola Busana-Pengertian-pola yang digunakan. [Online]. Diakses dari
http://okrek.blogspot.co.id/2010/01/membuat-Baharuddin dan Nur Wahyuni. (2008). Teori Belajar & Pembelajaran. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA
Bare Necessities.(2015). Bra Glossary. [Online]. Diakses dari www.barenecessities.com
Amy. (2014). Bra Making. [Online]. Diakses dari www.clothhabit.com
Dewi Alexandra, dan Yusuf, Fitria. (2009). Little Pink Book. Jakarta: Gramedia Pustaka
Elling Bra. (2013). Elling Custom Made Bra. Diakses dari: http://ellingbra.com
Empriente.(2014). Bra Style Guide. [Online]. Diakses dari www.empreiente-bras.com
Ferdinus, Elixander. (2005). Encyclopedia Clothing and Fashion.Charles
Scribner’s & son
Fig Leaves. (2014).The Bra Deconstructed. [Online]. Diakses dari www.figleaves.com
Hadisurya, Irma. (2011). Kamus Mode Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Hamalik, Oemar. (2009). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara
Haming, Murdifin dan Nurnajamuddin, Mahfud. (2007). Manajemen Produksi
177
Jerussalem, Mohammad Adam. (2012). Modul Merintis & Mengelola Bisnis
Butik. Yogyakarta: UNY. Tidak diterbitkan
Johan, Suwinto. (2011). Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu
Jonsson, Laurie van. (2013) The anatomy of the Bra. New York: VanssonE
Jonsson, Laurie van. (2014). How to Become a Lingerie Designer. New York:
Maeliah Mally,Tresna Pipin. (2013). Inovasi Busana Etnik. Bandung: Gapura Press
Make Bra.(2015). Sewing Instructions.[Online]. Diakses dari www.makebra.com
Matthews, Jennifer Lynne. (2012). Bare Essentials: Bras: Construction and
pattern Drafting for Lingerie Designer. Los Angeles: Los Angeles
Fashion Resource
Nazir, Mohammad. (2011). MetodePenelitian.Bogor: Ghalia Indonesia
Online Undies. (___). Underwear: Debunking The Myths!. [Online]. Diakses dari
www.Onlineundies.com
Poespo, Goet. (2010). A to Z Istilah Fashion. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Riyanto, Arifah A. (2003). Teori Busana. Bandung: YAPEMDA
Rohani, Ahmad (2004). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT RINEKA CIPTA
Setiawati, As-as. (2012). Silabus Linseri. Bandung: Tidak diterbitkan
Setiawati, As-as (__). Modul Linseri (Busana Dalam). Bandung: UPI. tidak diterbitkan
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sudijono, Anas.(2008). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
178
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA
Suharsimi, Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukono, Umiyatdi. (1986). Linseri. Jakarta: Yayasan Institut Androgoi Indonesia
Syaodih, Nana. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Universitas Pendidikan Indonesia. (2014). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI. Tidak diterbitkan
Wancik, Muhammad Hamah. (1999). Bina Busana Pelajaran Menjahit Pakaian