• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Deskriptif Mengenai Motivasi Kerja pada Guru Sekolah Dasar "X" Cimahi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Deskriptif Mengenai Motivasi Kerja pada Guru Sekolah Dasar "X" Cimahi."

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

Abstraksi

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat

motivasi kerja pada guru sekolah dasar X Cimahi. Penelitian ini dilakukan

dengan menggunakan metode studi deskriptif dengan tekbik survey, yaitu

penyelidikan yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap 29 guru

sekolah dasar X.

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Motivasi

Assessment Inventory (MAI) yang dikembangkan oleh Dennis C Kinlaw

berdasarkan Teori Harapan dari Victor Vroom dan dimodifikasi oleh peneliti. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas diperoleh 44 item yang diterima yang

berkisar antara 0,311 – 0,778 dengan reliabilitas sebesar 0,9153.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa

terdapat 48,3% guru memiliki motivasi kerja tinggi dan 51,7% guru memiliki

motivasi kerja rendah.

Saran yang dapat diberikan bagi pihak sekolah adalah perlu adanya

penyesuaian imbalan yang proposional, hal ini dimaksudkan untuk memelihara

semangat guru. sedangkan untuk pihak guru disarankan untuk selalu memotivasi

(2)
(3)

2.2 Motivasi………...17

3.3.3 Data Pribadi dan Data Penunjang………...39

3.4 Pengujian Alat Ukur………...40

3.4.1 Pengujian Validitas Kuesioner Motivasi Kerja………..40

3.4.2 Pengujian Reliabilitas Kuesioner Motivasi Kerja………..40

3.5 Populasi Sasaran dan Teknik Penarikan Sampling……….41

(4)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN………..43

4.1 Gambaran Responden...………..43

4.2 Hasil Penelitian………...46

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian………..50

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan……….53

5.2 Saran………53

DAFTAR PUSTAKA………55

(5)

DAFTAR BAGAN

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1.1 Tabel Persentase Guru Berdasarkan Jenis Kelamin………...43 Tabel 4.1.2 Tabel Persentase Guru Berdasarkan Status Marital………..43 Tabel 4.1.3 Tabel Persentase Guru Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan…..44 Tabel 4.1.4 Tabel Persentase Guru Berdasarkan Lama Bekerja………...44 Tabel 4.1.5 Tabel Persentase Guru Berdasarkan Job Desk………...45 Tabel 4.2.1 Tabel Derajat Motivasi Kerja……….46 Tabel 4.2.2 Tabel Tabulasi Silang Antara Derajat Motivasi Kerja

Dengan Aspek Match, Return, dan Expectation………...46 Tabel 4.2.3 Tabel Tabulasi Silang Antara Motivasi Kerja

Dengan Support Yang Diberikan Antar Guru………47 Tabel 4.2.4 Tabel Tabulasi Silang Antara Motivasi Kerja Dengan

Pendapat Guru Mengenai Imbalan Yang Diterima………...48 Tabel 4.2.5 Tabel Tabulasi Silang Antara Motivasi Kerja Dengan

Pendapat Guru Mengenai Profesi Yang Dijalani………..48 Tabel 4.2.6 Tabel Tabulasi Silang Antara Motivasi Kerja Dengan

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Data Pribadi dan Kuesioner Motivasi Kerja

Lampiran 2 : Hasil Validitas Kuesioner Motivasi Kerja, Hasil Reliabilitas Kuesioner Motivasi Kerja, dan Hasil Deskriptif Kuesioner Motivasi Kerja

Lampiran 3 : Skor Kuesioner Motivasi Kerja dan Hasil Skor Aspek-Aspek Kuesioner Motivasi Kerja

Lampiran 4 : Data Penunjang

(8)

LAMPIRAN 1

DATA PRIBADI

(9)

KATA PENGANTAR

Dalam rangka menyusun tugas akhir di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung, salah satu tugas yang harus dipenuhi adalah melakukan penelitian. Adapun penelitian yang akan saya lakukan berkaitan dengan keadaan bapak / ibu selama bekerja di Sekolah Dasar “X” Cimahi.

Sehubungan dengan itu, saya mohon kesediaan bapak / ibu untuk menjadi responden dan mengharapkan kerja sama untuk mengisi kuesioner yang diberikan. Penulis mengharapkan agar bapak / ibu mengisi kuesioner ini dengan sungguh-sungguh dan sesuai dengan kenyataan yang dirasakan.

Data yang bapak / ibu berikan akan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian ini saja. Atas perhatian dan partisipasi dalam penelitian ini saya ucapakan terima kasih.

Jazakumullah Khairan Katsiran

Hormat saya,

(10)

DATA PRIBADI

Nama ( initial / singkatan ) : ………

Usia : ………

Jenis Kelamin : ………

Pendidikan Terakhir : ………Jurusan………

Lama bekerja : ………

Guru ( Mata Pelajaran ) : 1. ………

2. ………

3. ………

Status Marital : a. Menikah

b. Belum Menikah

c. ……….

II. DATA PENUNJANG

1. Apakah Saudara suka dengan pekerjaan saat ini ? Ya/ Tidak *)

a. Jika Ya, hal apa yang membuat Saudara menyukai pekerjaan ini ?

b. Jika Tidak, hal apa yang membuat Saudara tidak menyukai pekerjaan ini ?

(11)

3. Bagaimana pendapat Saudara mengenai gaji yang diberikan pihak sekolah kepada Saudara ?

4. Selama Saudara bekerja, apakah rekan kerja saudara banyak memberikan

support? Ya / Tidak *)

b. Jika Ya, bentuknya seperti apa ?

c. Jika Tidak, bentuknya seperti apa ?

5. Apakah pernah terpikirkan dalam benak Saudara untuk pindah kerja ke tempat lain ? (Ya / Tidak)*

a. Jika Ya, mengapa ?

b. Jika Tidak, mengapa ?

(12)

KUESIONER

Dibalik halaman ini terdapat 60 pernyataan dengan empat (4) kemungkinan jawaban. Tugas saudara adalah memilih salah satu dari keempat kemungkinan jawaban yang tersedia yang paling sesuai dengan diri saudara dengan cara memberi tanda ) pada kolom yang telah tersedia. Kami harapkan,

saudara mengisi kuesioner ini dengan sungguh-sungguh dan jawaban yang

saudara berikan akan kami rahasiakan. Periksa kembali jawaban saudara, jangan sampai ada pernyataan yang terlewat.

Selamat mengisi kuesioner ini dan terima kasih atas kerjasama yang saudara berikan.

Saudara diminta untuk memberikan jawaban yang sesuai dengan keadaan diri Saudara.

SS : Sangat Setuju S : Setuju

TS : Tidak Setuju

(13)

No Pernyataan SS S TS STS

1. Pekerjaan saya merupakan kegiatan yang menarik dan memiliki arti.

2. Saya mendapatkan upah yang memuaskan untuk tugas yang saya kerjakan.

3. Pekerjaan saya banyak memberikan kepuasan pribadi. 4. Saya berusaha untuk mempelajari pekerjaan yang

diberikan pihak sekolah agar saya dapat bekerja dengan baik.

5. Tanggung jawab saya sebagai pendidik, mendorong saya untuk bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh.

6. Saya dapat bekerja dengan baik, karena saya memahami setiap pekerjaan yang diberikan pihak sekolah kepada saya.

7. Apabila hasil kerja saya baik maka saya memperoleh kesempatan untuk memperoleh kenaikan jabatan.

8. Saya merasa pekerjaan ini layak untuk dipertahankan. 9. Biasanya saya mendapatkan pengakuan atau dihargai

untuk prestasi kerja saya yang menonjol.

10. Saya senang apabila orang lain menyinggung atau bertanya mengenai pekerjaan saya kepada saya.

11. Saya merasa tunjangan yang diberikan pihak sekolah sesuai dengan keinginan saya.

12. Saya merasa pekerjaan yang saya hadapi saat ini memberi peluang kepada saya untuk mencapai keinginan saya.

(14)

saya ini cukup menjanjikan dan menarik

14. Saya merasa pekerjaan saya perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh karena bermanfaat untuk saya.

15. Saya mengambil resiko dalam bekerja, dengan mencobakan ide-ide baru dalam mengajar.

16. Saya selalu mendahulukan pekerjaan saya daripada hal-hal lain seperti masalah keluarga, teman dan lain-lain. 17. Saya merasa lebih dihargai apabila pihak sekolah

memberi imbalan atas pekerjaan yang dapat saya selesaikan dengan baik.

18. Peraturan- peraturan yang ada sangat membantu saya dalam melaksanakan pekerjaan.

19. Saya secara pribadi akan bertanggung jawab akan hasil-hasil pekerjaan saya.

20. Saya tidak terlalu memperdulikan tekanan-tekanan yang ada dalam pekerjaan saya.

21. Saya tidak merasa tertekan dengan aturan-aturan yang dibuat perusahaan.

22. Pekerjaan yang saya lakukan sangat membantu memenuhi kebutuhan pribadi saya dalam mencapai kebahagiaan hidup.

23. Saya merasa rekan kerja saya banyak membantu saya dalam menyelesaikan pekerjaan.

24. Saya ingin mendapatkan pekerjaan baru yang tugas-tugasnya lebih menarik daripada pekerjaan saya saat ini. 25. Saya merasa pihak sekolah perlu menambah gaji saya

kerena pekerjaan yang saya lakukan terlalu banyak. 26. Saya merasa keterampilan yang saya miliki tidak dapat

(15)

memberikan lebih banyak kepuasan pribadi.

28. Saya sering mendapatkan tugas baru yang mengganggu tugas saya yang terdahulu dan itu membuat waktu saya terbuang sia-sia.

29. Batas waktu seringkali menghambat diri saya dalam menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

30. Apa yang saya kerjakan cukup membosankan.

31. Saya tidak memiliki kesempatan untuk naik jabatan meskipun saya sudah bekerja dengan baik.

32. Apabila saya mengalami kesulitan saat bekerja, saya merasa tidak ada orang lain yang bersedia membantu saya.

33. Saya ingin mendapatkan pekerjaan yang saya rasa lebih penting.

34. Saya merasa tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan promosi jabatan.

35. Saya tidak suka apabila orang lain menanyakan tentang pekerjaan saya.

36. Saya ingin memperoleh pekerjaan di tempat lain yang jaminannya lebih baik daripada tempat saya bekerja sekarang.

37. Saya merasa tugas yang diberikan pihak sekolah kepada saya sulit untuk diselesaikan dengan baik.

(16)

42. Saya merasa hanya perlu melakukan tugas saya yang diberikan pihak sekolah kepada saya dan tidak melakukan hal-hal yang lainnya.

43. Peraturan-peraturan yang ditetapkan pihak sekolah, kurang dirasakan manfaatnya bagi kami selaku guru. 44. Saya tidak perlu bertanggung jawab apabila saya

melakukan kesalahan dalam mengajar.

45. Saya sering merasa kurang nyaman terhadap tekanan-tekanan yang saya rasakan dalam pekerjaan.

46. Jam mengajar yang diberikan pihak sekolah, tidak sesuai dengan keinginan saya.

47. Kebahagiaan hidup saya tidak banyak kaitannya dengan pekerjaan saya.

48. Saya merasa tekanan-tekanan yang saya hadapi saat bekerja terlalu banyak dan hal itu membuat saya tidak dapat bekerja dengan baik.

49. Alat-alat bantu (white board, spidol, OHP ,dll) yang disediakan oleh pihak sekolah kurang memadai sehingga pekerjaan saya menjadi terhambat.

50. Saya merasa tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan karir, dalam pekerjaan saya sekarang ini. 51. Fasilitas yang kurang memadai dalam kegiatan

belajar-mengajar, tidak menghambat saya dalam bekerja.

52. Saya memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan pekerjaan saya.

53. Pihak sekolah kurang memberi kesempatan untuk meningkatkan kinerja saya.

54. Pihak sekolah menyediakan ruang guru yang cukup memadai.

(17)

kemampuan yang saya miliki.

56. Pihak sekolah cukup toleran terhadap keterlambatan guru ke sekolah.

57. Biasanya pihak sekolah memberikan THR, menjelang perayaan Hari Raya I’dul Fitri.

58. Saya yakin naik golongan, bila bekerja sesuai yang diharapkan pihak sekolah.

59. Saya senang melakukan pekerjaan yang tidak mengandung resiko.

(18)

LAMPIRAN 2

HASIL VALIDITAS KUESIONER MOTIVASI KERJA HASIL RELIABILITAS KUESIONER MOTIVASI KERJA

(19)

HASIL VALIDITAS

19 0,479 Diterima 49 - 0,066 Ditolak

20 0,601 Diterima 50 0,576 Diterima

21 0,742 Diterima 51 0,196 Ditolak

22 0,551 Diterima 52 0,275 Ditolak

(20)

24 0,467 Diterima 54 0,551 Diterima

25 0,079 Ditolak 55 0,478 Diterima

26 0,144 Ditolak 56 - 0,071 Ditolak

27 0,523 Diterima 57 0,215 Ditolak

28 0,462 Diterima 58 0,338 Diterima

29 0,217 Ditolak 59 - 0,093 Ditolak

30 0,505 Diterima 60 0,209 Ditolak

(21)

****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

_

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients

N of Cases = 29.0 N of Items = 60

(22)
(23)

LAMPIRAN 3

SKOR KUESIONER MOTIVASI KERJA

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)

4.2.7. Tabel Distribusi Silang Motivasi Kerja dengan Tingkat Pendidikan Guru memiliki motivasi kerja rendah sebanyak 46,2%, sedangkan guru yang memiliki motivasi kerja tinggi sebanyak 53,8%.

4.2.8. Tabel Distribusi Silang Motivasi Kerja dengan Masa Kerja

(34)

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh hasil yang tidak berbeda antara guru yang memiliki motivasi kerja rendah dengan motivasi kerja tinggi, bila dilihat dari masa kerja. Baik guru yang memiliki masa kerja 0-2 tahun dengan 2-4 tahun, diperoleh hasil, guru yang memiliki motivasi kerja rendah sebanyak 53,8% sedangkan guru yang memiliki motivasi kerja tinggi sebanyak 46,2%. Tetapi bila semakin lama masa mengajar ( > 4 tahun ) diperoleh hasil yang cukup signifikan 66,7% memiliki motivasi kerja tinggi dan 33,3% memiliki motivasi kerja rendah.

4.2.9. Tabel Distribusi Silang Motivasi Kerja dengan Job Desk

Motivasi Kerja

Manager Kelas 8 47,1 9 52,9 17 100

Guru Bid.Studi 2 40 3 60 5 100

Guru Iqro 3 100 0 0 3 100

Guru Karakter 0 0 1 100 1 100

Helper 2 66,7 1 33,3 3 100

Total 15 100 14 100 29 100

(35)

motivasi kerja tinggi. Sebanyak 100% guru yang bekerja sebagai guru Iqro memiliki motivasi kerja rendah.

4.2.10. Tabel Distribusi Silang Motivasi Kerja dengan Status Marital Motivasi Kerja

Belum Menikah 7 46,7 8 53,3 15 100

Sudah Menikah 8 57,1 6 42,9 14 100

Total 15 100 14 100 29 100

Berdasarkan tabel 4.2.10. diperoleh hasil bahwa sebanyak 53,3% guru yang belum menikah memiliki motivasi kerja tinggi, tidak jauh berbeda dengan guru yang memiliki motivasi kerja rendah sebanyak 46,7%. Sedangkan sebanyak 57,1% guru yang sudah menikah memiliki motivasi kerja rendah.

4.2.11. Tabel Distribusi Silang Motivasi Kerja dengan Jenis Kelamin Motivasi Kerja

Perempuan 11 50 11 50 22 100

(36)

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh hasil 57,1% laki-laki memiliki motivasi kerja rendah tidak jauh berbeda dengan yang memiliki motivasi kerja tinggi 42,9%. Sedangkan bagi perempuan menunjukkan hasil yang tidak berbeda antara yang memiliki motivasi kerja rendah dengan tinggi sebanyak 50%.

LAMPIRAN 5

PROFIL SEKOLAH DASAR X

(37)

Profil Sekolah Dasar X

Lahir dari keinginan dan harapan keluarga besar Yayasan Darul Hikmah untuk menjadi Rahmatan Lil Alamin di dunia pendidikan. Perguruan Darul Hikmah Mendirikan Sekolah Dasar X di tahun ajaran 2000 – 2001. Dengan Visi “Menjadi Sekolah Terdepan Dalam Menerapkan Konsep Pendidikan Anak Merdeka”. Sekolah Dasar X mampu menjadi salah satu Sekolah alternatif di Cimahi, terlihat dari jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahunnya.

Saat ini jumlah siswa SD X mencapai 355 orang, di tunjang dengan sumber daya manusia sebanyak 45 orang. Yang terdiri dari direktur, guru, adminkeu, petugas KKK, Tim Litbang, dan staf perpustakaan - komputer. Sedangkan latar belakang pendidikannya beragam mulai dari lulusan SLTA sampai dengan Strata 1.

(38)

Sumber dana SD X, disamping berasal dari Ketua Yayasan Darul Hikmah, berasal juga dari infak siswa baru, infak bulanan orang tua siswa, Ziswaf dari KB Yayasan Darul Hikmah, Persentase keuntungan koperasi syariah Darul Hikmah dan Pinjaman atau bantuan yang tidak mengikat.

*) Sumber : Profil dan Rencana Program Pengembangan Sekolah ( RPPS), tahun 2005.

STRUKTUR ORGANISASI

KOMITE SEKOLAH DIREKTUR PERGURUAN

LITBANG

ADMINKEU

PERGURUAN

POM KELAS 1-6 KEPALA SEKOLAH

WAKIL KEPSEK ADMINKEU SD

KOOR.MINAT&BAKAT

KOOR.BERANI

GAGAL&MENCOBA

(39)

KOOR.KOMPETENSI

MENULIS

KOOR.RUHIYAH

DAFTAR PUSTAKA

As’ad S.U, Moh., 2002. Psikologi Industri, edisi ke-4. Yogyakarta : Liberty.

Davis, Keith ; Newstrom, 1985. Human Behavior at Work ; Organization Behavior. United States Of America : McGraw-Hill, Inc.

Gulo, W., 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : Grasindo

Herzberg, Frederick, 1959. The Motivation to Work 2nd Ed. New York : Jhon Willey & Son, Inc.

Koeswara, E., 1998. Motivasi Teori dan Penelitian. Bandung : Angkasa

Luthan, Fred, 1995. Organizational Behavior 7th Ed. Singapore : McGraw-Hill

Porter, Lyman W ; Richard M. Streers, 1991. Motivation and Work Behavior

5th Ed. Singapore : McGraw-Hill, Inc.

Schermenhorn, John R., Hunt, James G., Osborn, Richard N, 1982.

Managing Organizational Behavior. New York : Jhon Wiley & Son, Inc.

(40)

Wexly, Kenneth N., Ph.D ; Yulk, Gary A., Ph.D, 1992. Organizational Behavior and Personnel Psychology. Ontario : Richard D.Irwin, Inc.

Winardi, J., 2001. Motivasi dan Pemotivasi dalam Management. Jakarta : Grafindo

DAFTAR RUJUKKAN

Fundianto., 2005. Hubungan Antara Sikap Terhadap Budaya Organisasi Dengan Motivasi Kerja Pada Operator Perusahaan “X” Di Cicurug, Sukabumi. kripsi Sarjana. Bandung : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha

Joesman, B., 2004. Hubungan Antara Motivasi Kerja Dengan Performance Pada Tenaga Pemasaran Di Perusahaan Consumer Goods “X” Bandung. Skripsi Sarjana. Bandung : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha

Mustika, Yuni., 2005. Studi Deskriptif Mengenai Strategi Penanggulangan Stress Pada Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan “X” Bandung. Skripsi Sarjana. Bandung : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Tirawati, J.D., 2001. Hubungan Antara Iklim Kerja Dengan Motivasi Kerja

(41)

Harian Umum Republika, 28 Maret 2002

(42)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam sebuah survei internasional di 16 negara, Indonesia berada didalam peringkat paling akhir dalam segi mutu pendidikan, kalah bersaing dengan Negara Filipina, Malaysia, Singapura dan Vietnam. Sedangkan menurut HDI (Human Development Index), Indonesia berada pada peringkat 106 dunia (Republika, 28 Maret 2002). Hal tersebut mencerminkan, bahwa kondisi serta sistem pendidikan di Indonesia kurang berhasil mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Sistem pendidikan yang telah dirancang sedemikian rupa, mulai dari pelatihan-pelatihan metoda mengajar sampai kepada wajib belajar 9 tahun (Wajar) ternyata belum menunjukkan hasil yang diharapkan.

(43)

laku kasar bahkan menjurus tindakan kriminal dan asusila ( Pikiran Rakyat, 2001).

Atas dasar pertimbangan dan keprihatinan tersebut, para pemerhati dan praktisi pendidikan, khususnya pendidikan Islam, berinisiatif untuk mendirikan suatu sekolah dasar alternatif. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan salah satu pelopor pendidikan Islam terpadu, beliau mengutarakan bahwa yang dimaksud dengan Sekolah Dasar Islam terpadu ialah Terpadu dari aspek kurikulum, yaitu kurikulum umum dan agama; Ranah pendidikan yaitu terintegrasinya aspek kognitif, psikomotorik dan afektif; dan Sistem pendidikan ideal di sekolah bisa ditularkan kepada lingkungan dikeluarga dan masyarakat

(44)

Sekolah Dasar “X” memiliki visi: “ Menjadi Sekolah Terdepan Dalam Menerapkan Konsep Pendidikan Anak Merdeka “. Dalam mewujudkan visinya tersebut, Sekolah Dasar “X” memiliki komitment untuk : Menumbuhkan sikap tauhid anak sejak dini dan kemampuan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Memelihara kemerdekaan anak dan memperluas jangkauan kemerdekaannya seiring tumbuh kembang yang dilalui anak. Mengokohkan pemahaman bahwa sesungguhnya belajar merupakan pemenuhan dari rasa ingin tahu. Menempatkan peran penting guru untuk menumbuhkan keingintahuan anak dan mengarahkannya dengan cara paling mereka harapkan dan paling mereka minati. Mendidik anak agar berani gagal, berani mencoba, sebagai pandangan kami, pendidikan sekaligus metoda pembelajaran yang dikembangkan. Menumbuhkan anak yang penuh percaya diri dan berkembang menjadi dirinya sendiri, melalui pemberian rasa aman, penggindaran dari celaan dan cemoohan, serta pemberian keleluasaan untuk berekspresi dan bereksplorasi. (RPPS,2005)

(45)

latar belakang ilmu kependidikan. Para pengajar lebih didominasi oleh para sarjana lulusan dari beragam disiplin ilmu non-kependidikan. Dalam sebuah wawancara dengan Ir.Ridha Budiman Utama ( salah satu pelopor berdirinya Sekolah Dasar Terpadu ), ia mengungkapkan ada kecenderungan kalau seorang lulusan non-kependidikan lebih kreatif didalam menyajikan materi pelajaran. Disisi lain, ternyata guru non-kependidikan memiliki kelemahan pengalaman mengajar, namun bisa diatasi seiring dengan bertambahnya pengalaman.

Terkait dengan cara penyajian materi dalam mengajar, dalam sebuah wawancara dengan kepala sekolah SD “X”, beliau menuturkan bahwa pihak sekolah mengharapkan guru-gurunya untuk lebih kreatif didalam menyajikan materi pelajaran kepada siswa-siwanya, terkaitan dalam hal pemberian contoh-contoh yang lebih dapat dipahami oleh anak didiknya. Hal itu dimaksudkan, untuk menghindari kejenuhan siswa-siswa didalam menerima pelajaran yang disampaikan gurunya. Hal ini mengakibatkan guru-guru dituntut untuk bekerja lebih giat, tekun, sabar dan kreatif. Menurut penuturan kepala sekolah, pada awalnya para guru mengalami kesulitan didalam memenuhi tuntutan sekolah. Akan tetapi setelah kurang lebih 2-3 tahun mengajar para guru mulai biasa menyesuaikan dengan tuntutan yang ada. Disamping tuntutan sekolah yang cukup besar, para guru dihadapkan pada tingkah laku siswa-siswanya yang kurang

(46)

orang guru, 80% guru mengatakan bahwa kondisi tersebut mempengaruhi motivasi kerja para guru dalam mengajar.

Disamping tuntutan dari pihak sekolah, seluruh guru menghadapi tuntutan dari orang tua siswa. Adapun tuntutan dari orang tua siswa, seperti agar para guru lebih memperhatikan anak-anaknya, mengeluhkan cara mengajar guru yang bersangkutan. Awalnya para guru menanggapinya dengan serius, karena para guru merasa ini sebagai tanggungjawabnya. Tapi lama kelamaan, para guru mulai menyadari permasalahan yang sedang mereka hadapi, ternyata permasalahan anak bukan hanya berasal dari sekolah, tapi dari rumah mereka sendiri. Mulai dari sana, bila ada orang tua yang mengeluh atau menuntut, para guru tidak menanggapinya dengan terlalu serius, tapi tetap meresponnya.

(47)

Menurut penuturan kepala sekolah SD “X”, untuk menghindari kejenuhan dan menurunnya motivasi kerja para guru, maka pihak sekolah beserta yayasan mengeluarkan kebijakan tentang pemberian tunjangan kesehatan dan THR pada setiap hari raya. Disamping itu pula pihak yayasan mengadakan pergantian posisi kepala sekolah rutin setiap 3 tahun sekali. Dengan demikian setiap guru akan menjadi kepala sekolah, dengan persyaratan tertentu, misalnya lama bekerja dan tingkat golongan. Pihak yayasan memiliki hak preogratif untuk memilih kepala sekolah. Hal ini mendorong sebagian guru untuk menunjukkan performance

kerjanya, meskipun tidak sedikit ( 40% ) yang bersikap biasa-biasa saja, karena bagi mereka menjadi kepala sekolah tidaklah terlalu penting, yang utama ialah kebutuhan hidup mereka masih terpenuhi oleh pihak sekolah. Dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, pihak sekolah bersama lembaga-lembaga pendidkan yang tergabung di Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) senantiasa mengadakan training guna meningkatkan kualitas guru dan tercapainya

management strategi perguruan Darul Hikmah menunju lembaga pendidikan terdepan.

(48)

lain ada guru yang menunjukkan gejala motivasi yang rendah akibat gaji yang diterima kurang sesuai dengan harapan. Faktor tunjangan dan fasilitas yang diberikan pihak sekolah, dipersepsikan secara berbeda-beda oleh para guru, ada yang beranggapan bahwa faktor tersebut dapat meningkatkan motivasi kerja atau tidak mempengaruhi motivasi kerja para guru. Dalam sebuah wawancara peneliti dengan para guru, ada 80% dari 10 guru menilai faktor yang membuat mereka tetap bersemangat mengajar, yaitu minat para guru pada dunia anak-anak. Dengan diterapkannya system rolling pada posisi kepala sekolah, memungkinkan guru termotivasi untuk bekerja sebaik mungkin, namun tidak sedikit yang menanggapinya biasa-biasa saja. Dan program evaluasi dan training yang dilakukan pihak sekolah, bagi sebagian guru bermanfaat untuk memulihkan semangat bekerja. Sedangkan bagi sebagian guru yang lain, efektifitas evaluasi dan training hanya berlangsung sesaat, tapi setelahnya akan kembali ke kondisi semula.

Berdasarkan fakta-fakta diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan sementara, bahwa tiap-tiap guru memiliki persepsi yang berbeda atas faktor-faktor yang dapat menurunkan atau meningkatkan motivasi kerja. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui seberapa besar derajat motivasi kerja pada guru SD “X” Cimahi.

1.2 Identifikasi Masalah

(49)

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1. Maksud Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai motivasi kerja pada guru Sekolah Dasar “X” Cimahi.

1.3.2. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai motivasi kerja pada guru Sekolah Dasar “X” Cimahi.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1. Kegunaan Ilmiah

1. Penelitian ini diharapkan dapat melengkapi khasanah ilmu pengetahuan, khususnya ilmu psikologi industri dan organisasi dalam memahami motivasi kerja.

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi yang bermanfaat dan dikembangkan sebagai sebuah titik tolak bagi penelitian-penelitian selanjutnya tentang motivasi kerja.

1.4.2. Kegunaan Praktis

(50)

2. Memberi informasi kepada pimpinan sekolah mengenai motivasi kerja, sebagai bahan pertimbangan untuk mengadakan pelatihan yang diperlukan oleh guru.

3. Bagi guru Sekolah Dasar “X” diharapkan dengan adanya penelitian ini, mereka mendapatkan informasi mengenai derajat motivasi kerja serta memunculkan usaha-usaha kearah peningkatan motivasi kerja.

1.5. KERANGKA PEMIKIRAN

Pada dasarnya manusia memiliki berbagai macam kebutuhan, Davis dan

(51)

Untuk menjadi Guru SD ‘X’, terlebih dahulu harus melewati tahap seleksi dan percobaan. Bila sudah melewati tahap seleksi dan percobaan, maka akan diangkat menjadi guru tetap. Sekolah Dasar “X” adalah salah satu sekolah favorite

di Cimahi, salah satu indikatornya jumlah siswa yang terus bertambah tiap tahunnya dan serangkaian penghargaan yang diperoleh. Semua ini tidak lepas dari kerja keras guru dan manajemen sekolah didalam memberikan pelayanan terhadap siswa-siswanya. Dengan predikat sebagai salah satu sekolah favorite, untuk menjadi sekolah favorite pihak sekolah membebani guru dengan serangkaian tugas dan tuntutan, misalnya cara menyampaikan materi pelajaran yang menarik dan bervariasi. Sekolah Dasar “X” tidak membatasi kegiatan siswa-siswanya didalam mengikuti pelajaran, sehingga muncul sikap kurang respect murid terhadap gurunya, akibatnya banyak para guru yang mengeluhkan kondisi seperti itu. Disamping itu muncul tuntutan dari orang tua siswa kepada guru, agar lebih memperhatikan anak didiknya. Kondisi-kondisi diatas merupakan tekanan-tekanan yang dapat mempengaruhi kinerja guru, namun di SD “X” hubungan antar rekan kerja sangat kekeluargaan, setidaknya dengan kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan yang ada.

(52)

mwngatakan bahwa guru yang memiliki motivasi kerja tinggi akan selalu mencoba melakukan yang terbaik serta bersedia meluangkan waktu dan upaya ekstra untuk melakukan pekerjaannya. Guru yang memiliki motivasi kerja tinggi atau rendah akan nampak dari perilaku dan sikap kesehariaanya bekerja.

Kinlaw (dalam, Tirawani J.D.,2001:12) mengatakan bahwa guru akan memproses informasi yang berkaitan dengan pengarahan usaha, yang selanjutnya menghasilkan tiga buah pertimbangan. Jumlah kekuatan dari ketiga pertimbangan tersebut menentukan kekuatan motivasi individu dalam melaksanakan pekerjaannya. Ketiga pertimbangan tersebut adalah :

(53)

menampilkan perilaku, maka motivasinya akan meningkat, karena keuntungan tersebut memiliki nilai penguat berupa gaji yang layak, bonus atas hasil kerjanya dan penghargaan terhadap usahanya. Pertimbangan ketiga Expectation (harapan), berkenaan dengan sumber-sumber yang tersedia dan hambatan-hambatan yang ditemui. Dalam hal ini seseorang akan mempertimbangkan sejauh mana lingkungan memberi kemudahan dan keuntungan. Seseorang lebih melihat pada kompetensi diri dalam sumber-sumber eksternal seperti uang, waktu dan teknologi-teknologi yang dimiliki serta membandingkan hal tersebut dengan hambatan-hambatan yang dihadapi pada saat bekerja, seperti kebijaksanaan, persaingan, pengawasan yang buruk, birokrasi dan sebagainya. Berdasarkan perbandingan antara sumber-sumber dengan hambatan-hambatan tersebut, seseorang dapat memperkirakan kemungkinan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan baik. Cara mempersepsi hambatan eksternal dari sumber-sumber yang tersedia tersebut sangat dipengaruhi oleh cara seseorang mempersepsikan kompetensi yang dimiliki. Semakin kecil tekanan dari hambatan yang dihadapi maka seseorang semakin mempunyai keyakinan untuk dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.

(54)

pertimbangan. Jumlah kekuatan dari ketiga pertimbangan tersebut menentukan kekuatan motivasi individu dalam melaksanakan pekerjaannya.

(55)

1.6. ASUMSI PENELITIAN

1. Tinggi atau rendahnya motivasi kerja tergantung dari penjumlahan keseluruhan aspek-aspek motivasi kerja.

(56)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai motivasi kerja guru SD “X” sebagai berikut :

- Dari 29 guru SD “X” di Cimahi, yang memiliki motivasi kerja tinggi sebanyak 14 orang, sedangkan guru yang memiliki motivasi kerja rendah sebanyak 15 orang. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara guru yang memiliki motivasi kerja tinggi dengan motivasi kerja rendah.

- Dari tiga (3) aspek motivasi kerja yang disampaikan Kinlaw, aspek match

memiliki persentase yang cukup besar (48,3%) dibandingkan dua (2) aspek lainnya, yaitu return (10,3%) dan expectation (41,4). Artinya aspek

match dianggap sebagai aspek yang cukup signifikan didalam memotivasi para guru.

5.2. Saran

(57)

1. Bagi pimpinan sekolah

- Perlu adanya penyesuaian upah yang proposional, hal ini dimaksudkan untuk memelihara semangat guru.

- Disarankan bagi pimpinan sekolah untuk mengambil kebijakan kepada guru yang memiliki motivasi kerja rendah, dengan tujuan agar dapat meningkatkan motivasi kerja. Kepada guru yang memiliki motivasi kerja tinggi disarankan untuk memberikan reward, dengan tujuan sebagai bentuk penghargaan dan sebagai motivator.

- Mengadakan training motivasi dan out-bound bagi para guru untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas.

2. Untuk para guru

- Disarankan untuk guru yang memiliki motivasi kerja rendah untuk senantiasa memperbaiki diri, dengan cara meningkatkan profesionalitas kerja dan mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri.

- Disarankan untuk guru yang memiliki motivasi kerja tinggi untuk senantiasa memelihara motivasi yang telah ada dan mampu menjadi contoh yang baik kepada guru yang memiliki motivasi kerja rendah.

3. Untuk para peneliti

(58)

Referensi

Dokumen terkait

paling berperan dalam mendorong berkembangnya komitmen tertentu pada anggota organisasi. Disarankan kepada kepala sekolah untuk memberikan pelatihan-pelatihan khusus bagi

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti kepada kepala sekolah, permasalahan yang dihadapi oleh SD Al-Firdaus Surakarta adalah implementasi bimbingan belajar

Guru sekolah minggu yang memiliki alasan bertahan melayani karena merasakan kepuasan saat bisa mengembangkan potensi yang ada dalam diri, menunjukkan insiatif di

Peneliti mengajukan saran kepada Kepala Sekolah SMAN “X” Bandung untuk melakukan sosialisasi Model Kompetensi kepada seluruh guru untuk kemudian melakukan kegiatan

B agi para guru SMPN “X” kota Cimahi disarankan untuk dapat memelihara iklim dimensi engaged teacher behavior yang tinggi dan intimate teacher behavior yang

Untuk menguji pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Guru terhadap Kinerja Mengajar Guru di SD Negeri yang berada di wilayah UPTD TK dan SD Dinas

Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian tentang Implementasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru ( Studi Deskriptif Kualitatif pada

Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian tentang Implementasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru ( Studi Deskriptif Kualitatif pada