• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TEKNIK PADA LUKISAN CECEP PRIYONO.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS TEKNIK PADA LUKISAN CECEP PRIYONO."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS TEKNIK PADA LUKISAN

CECEP PRIYONO

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

ESTY KARISMA PUTRI

NIM : 209151008

JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI

Skripsi Ini Telah Diuji dan Dinyatakan Telah Memenuhi Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Medan, April 2014

Tim Penguji,

Nama Tanda Tangan

1.Drs. R. Triyanto, M.Sn. 1. NIP. 19551025 198703 1 006

2. Dr. Agus Priyatno, M.Sn. 2.

NIP. 132052427

3. Drs. Dwi Budiwiwaramulja, M.Sn. 3. NIP. 19600717 198903 1 004

(3)

i

ABSTRAK

Esty Karisma Putri, NIM. 209151008. Analisis Teknik Pada

Lukisan Cecep Priyono.

Cecep Priyono adalah seorang pelukis kelahiran Tanjung Morawa pada tahun 1977, awal karir melukisnya dimulai pada saat menimba ilmu di Sanggar Rowo selama 10 tahun dibawah bimbingan M. Yatim Mustafa yang merupakan seorang pelukis beraliran realis. Pada perjalanannya Cecep memutuskan untuk berkarir secara mandiri dan mengembangkan gayanya sendiri, dan salah satu yang menjadi ciri dari karakter Cecep Priyono adalah teknik sapuan kuasnya (brushstroke) yang dikenal memiliki tarikan-tarikan spontan disetiap alur sapuan kuasnya. Namun demikian, hal-hal tersebut tetap meninggalkan ke-khas-an dari Sanggar Rowo baik itu dari segi warna maupun teknis pengerjaan. Hanya saja Cecep mampu mengembangkan gaya tersendiri pada karya lukisannya, yaitu sapuan kuas miliknya.

Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap proses melukis yang dilakukan oleh Cecep Priyono mulai dari tahapan awal hingga akhir, sehingga peneliti tidak menyertakan populasi pada penelitian ini. Sebagai tambahan informasi, peneliti hanya menampilkan 4 buah karya yang terdahulu milik Cecep Priyono dan 1 buah karya hasil dari yang diteliti.

Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan nantinya mampu menjadi bahan rujukan teori tahapan melukis mulai dari tahap awal hingga akhir sehingga dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat.

(4)

iv

BAB II : KERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. KerangkaTeoritis ... 6

1. Pengertian Analisis... 6

2. Pengertian Seni Lukis ... 7

3. Pengertian Lukisan ... 8

4. Pengertian Teknik ... 9

5. Teknik-teknik Dalam Melukis ... 10

6. Teknik Sapuan Kuas Cina ... 16

7. Bahan Dan Alat……… 20

8. Pengertian Warna………. .. 31

B. Kerangka Konseptual ... 37

BAB III : METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian . ... 39

(5)

v

C. Metode Penelitian... 40

D. Populasi dan Sampel Penelitian ... 41

1. Populasi ... 41

2. Sampel ... 42

E. Instrumen Penelitian... 42

F. Teknik Pengumpulan Data ... 43

G. Teknik Analisis Data ... 44

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN……… 47

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……….. 48

(6)

iv

16.Gambar 2.16 Warna komplementer. ... 34

17.Gambar 2.17 Warna split komplementer. ... 35

18.Gambar 4.1 Cat minyak yang digunakan oleh Cecep Priyono. ... 50

19.Gambar 4.2 Kuas yang dipakai oleh Cecep Priyono... 51

20.Gambar 4.3 Kuas yang dibuat sendiri oleh Cecep Priyono. ... 51

21.Gambar 4.4 Kuas yang dibuat sendiri oleh Cecep Priyono. ... 51

22.Gambar 4.5 Kuas yang dibuat sendiri oleh Cecep Priyono. ... 52

23.Gambar 4.6 Kuas yang dibuat sendiri oleh Cecep Priyono. ... 52

24.Gambar 4.7 Palet untuk mencampur cat minyak milik Cecep Priyono. 53 25.Gambar 4.8 Proses pembuatan sket pada kanvas oleh Cecep Priyono 54 26.Gambar 4.9 Proses sketching pada kanvas. ... 55

27.Gambar 4.10 Bentuk ketebalan charcoal pada sket. ... 55

(7)

v

29.Gambar 4.12 Zoom detail pembuatan outline. ... 57

30.Gambar 4.13 Proses pengeblokan dengan menggunakan kuas. ... 58

31.Gambar 4.14 Proses pengeblokan. ... 59

32.Gambar 4.15 Proses pengeblokan pada bagian latar belakang. ... 60

33.Gambar 4.16 Proses pengeblokan bagian latar belakang lukisan. ... 61

34.Gambar 4.17 Pemberian warna pada objek... 62

35.Gambar 4.18 Hasil pengeblokan dan pemberian warna... 63

36.Gambar 4.19 Proses pengerjaan detail pada lukisan. ... 64

37.Gambar 4.20 Proses pengerjaan detail pada lukisa. ... 64

38.Gambar 4.21 Hasil finishing lukisan. ... 65

39.Gambar 4.22 Warna-warna yang ada di dalam lukisan Cecep Priyono 72 40. Gambar 4.23 Lukisan karya Cecep Priyono “Partners” 2011. ... 76

41.Gambar 4.24 Lukisan karya Cecep Priyono “Penari Bali” 2012. ... 77

42.Gambar 4.25 Lukisan karya Cecep Priyono “Sabung Ayam” 2012. ... 78

43. Gambar 4.26 Lukisan karya Cecep Priyono “Semua Mau Makan” 2013. ... 78

44.Gambar 4.27 Lukisan karya Cecep Priyono “Suasana Pasar” 2014. ... 79

45.Gambar 4.28 Lukisan karya Cecep Priyono “LiburanKecil Kaum Kusam”. ... 82

46.Gambar 4.29 Lukisan karya Cecep Priyono Lukisan karya Cecep Priyono “Penjual Lemang”. ... 83

47. Gambar 4.30 Lukisan karya Cecep Priyono “Gerobak Sapi”. ... 83

48. Gambar 4.31 Lukisan karya Cecep Priyono “Kawanan Kerbau”. ... 84

49.Gambar 4.32 Lukisan karya Cecep Priyono “Pasar Tradisional”. ... 84

50. Gambar 4.33 : Lukisan karya Cecep Priyono”Petani Memandikan Sapi”. 51. Gambar 4.34 Lukisan karya Cecep Priyono “Kawanan Sapi”. ... 85

(8)

vi

DAFTAR TABEL

(9)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seni lukis merupakan cabang seni rupa yang terdiri dari unsur-unsur

pokok berupa bidang, garis, bentuk dan warna yang berwujud karya dua dimensi.

Di dalam seni lukis terdapat berbagai macam teknik dan aliran yang digunakan,

sehingga bentuk visual dari lukisan pun beragam. Dengan demikian dapat

dikatakan bahwa seni lukis adalah seni yang manarasikan ide, gagasan maupun

pengalaman batin seorang pelukis melalui bentuk visual berupa sebuah lukisan.

Selain unsur visualisasi, teknik sapuan kuas yang ada di atas kanvas juga

merupakan faktor pendukung bagi terciptanya sebuah lukisan. Teknik sapuan kuas

memegang peranan penting sebagai penunjang dari hasil karya lukisan itu sendiri,

karena sapuan kuas juga merupakan wujud dari karakter, dan ciri khas dari sang

pelukis.

Salah satu pelukis yang dikenal dengan teknik sapuan kuasnya adalah

Cecep Priyono, pria kelahiran Tanjung Morawa pada tahun 1977 ini mengawali

debut melukisnya di Sanggar Rowo pada tahun 1997. Sanggar Rowo didirikan

oleh M. Yatim yang juga merupakan murid dari seorang pelukis asal Bali

bernama Dullah.

Selama 10 tahun Cecep menimba ilmu di Sanggar Rowo, pola belajar yang

(10)

2

lukisan yang pernah ada atau yang dikenal dengan sebutan repro. Lukisan yang

dilukiskan kembali kebanyakan beraliran realis, tujuan dari dilakukannya proses

repro ini adalah untuk mengenalkan bentuk, komposisi, dan juga warna kepada

murid. Melalui pola belajar yang seperti ini Cecep mengasah kemampuannya

dibidang seni lukis, hingga pada akhirnya ia bisa menjadi pelukis yang diakui

kemampuannya.

Pelukis yang paling banyak mempengaruhi Cecep dalam berkarya

tentunya adalah M. yatim, karena pengaruh M. Yatim masih dirasa cukup kental

meskipun seiring dengan berjalannya waktu Cecep mampu mengembangkan

sendiri gayanya.

Selama bergelut di dunia seni lukis, Cecep telah mengikuti pameran di

berbagai kesempatan. Diantaranya Cecep pernah mengikuti pameran bersama

SIAN (Seniman Indonesia Anti Narkoba) pada tahun 2008, pameran yang di

selenggarakan oleh Rowo Art Gallery (Sanggar Rowo) yang mengusung tema

“Painting for Investment” pada tahun 2008, pameran bersama di Galeri Payung

Teduh yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Medan pada tahun 2012.

Selain itu, lukisan karya Cecep Priyono pernah juga di pamerkan di a2

Gallery Penang, Malaysia. Lukisan yang dipamerkan berjudul “Partners” yang dibuat pada tahun 2009 dan merupakan bagian dari koleksi seorang kolektor

lukisan bernama Tan Thean Jin. Cecep Priyono mendapatkan art comment :

“Brillian Brushwork!” dari Tan Thean Jin di dalam katalog lukisan yang berjudul

(11)

3

2011. Tan Thean Jin sendiri adalah seorang kolektor lukisan asal Penang,

Malaysia yang aktif berperan dalam mendukung dunia seni yang ada di Malaysia.

Meskipun yang ditampilkan Cecep melalui karyanya bukanlah hal yang

baru di dunia seni lukis, tapi kemampuannya dalam hal sapuan kuas layak untuk

di apresiasi. Selain sapuan kuas, warna adalah faktor pendukung bagi setiap karya

Cecep Priyono. Warna merupakan unsur terpenting yang berhubungan erat

dengan sapuan kuas, bagaimana pencampuran warna bisa terjadi di kanvas berkat

sapuan kuas dan perpaduan harmonisasi gelap terang yang tercipta dari sapuan

kuas. Melalui warna juga terlihat kekuatan dan kematangan dari sebuah lukisan.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis tertarik untuk

melakukan penelitian yang berjudul “ANALISIS TEKNIK PADA LUKISAN

CECEP PRIYONO.” Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui teknik yang

dipakai oleh Cecep Priyono pada karya lukisannya.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi identifikasi

masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimanakah proses melukis yang dilakukan oleh Cecep Priyono?

2. Seperti apakah cara pemilihan warna dan sapuan kuas yang

diterapkan Cecep Priyono di atas kanvas?

3. Seperti apakah alur sapuan kuas Cecep Priyono pada karya

(12)

4

4. Apakah Cecep Priyono menerapkan semua teknik-teknik dasar

melukis pada setiap karya lukisannya?

5. Apakah Cecep memakai gaya tersendiri pada lukisannya?

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis hanya akan fokus

kepada permasalahan teknik milik Cecep Priyono saja. Objek penelitian ini

berupa proses dan hasil karya dari Cecep Priyono, batasan temporal karya dari

tahun 2008 hingga 2014.

D. Perumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

Bagaimanakah penerapan teknik, pencampuran warna, dan alur

sapuan kuas pada lukisan Cecep Priyono?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk :

Untuk mendeskripsikani proses melukis yang dilakukan Cecep

Priyono ke atas kanvas. Untuk mendeskripsikan cara pemilihan warna dan

penerapan warna dengan sapuan kuas di kanvas. Untuk mendeskripsikani

(13)

5

F. Manfaat Penelitian

Berikut adalah beberapa manfaat dari dilakukannya penelitian ini :

a) Bagi peneliti :

1. Sebagai sumber informasi mengenai teknik-teknik dalam

melukis.

2. Sebagai penambah wawasan dan pengetahuan mengenai teknik

dalam melukis, proses penerapan, hingga hasil karya.

b) Bagi kalangan Institusi :

1. Sebagai sumber informasi bagi kalangan mahasiswa seni rupa

khususnya dibidang seni lukis.

2. Sebagai sumber pengetahuan bagi mahasiswa seni rupa

mengenai teknik sapuan kuas.

3. Sebagai refrensi bagi mahasiswa seni rupa.

4. Sebagai sumber informasi bagi mahasiswa seni rupa mengenai

Cecep Priyono selaku seniman di kota Medan.

c) Bagi kalangan umum :

1. Sebagai sumber informasi mengenai teknik dalam melukis.

2. Sebagai sumber ilmu pengetahuan mengenai teknik dalam

melukis.

3. Sebagai sumber informasi bagi kalangan umum mengenai

(14)

87

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian pada proses pengerjaan dan juga teknik

yang diterapkan oleh Cecep Priyono, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

Cecep Priyono menggabungkan teknik-teknik di dalam melukis, kemudian

untuk tahap pembuatan sketsa, proses pengeblokan warna pada objek, hingga

pengerjaan detail dan finishing Cecep Priyono mempertimbangkan komposisi

penyusunan objek pada kanvas. Cecep Priyono juga mempertimbangkan

keteraturan bentuk sehingga secara visual agar terlihat menarik.

Pada saat proses pengeblokan warna pada bagian latar belakang maupun

pada objek, Cecep membagi warna menjadi 3 bagian yaitu warna gelap, warna

tengah, dan warna terang. Cecep mempertimbangkan dari mana arah

datangnya cahaya dan jatuhnya bayangan pada objek.

Dalam penerapan warna, Cecep juga mempertimbangkan warna yang

mendominasi secara visual sehingga dapat menjadi centre point pada lukisan.

Tarikan-tarikan sapuan kuas yang spontan merupakan ciri yang dimiliki oleh

Cecep Priyono.

Pada saat menyapukan kuasnya di atas kanvas, Cecep meninggalkan

tekstur yang terbentuk melalui pengaplikasian cat yang tebal. Kebanyakan dari

alur sapuan kuas milik CecepPriyono berbentuk gelombang, dengan sapuan

(15)

88

milik Cecep Priyono tidak mengalami banyak perubahan dari karya-karya

yang sebelumnya.

B. Saran

Hasil dari penelitian terhadap Cecep Priyono ini diharapkan nantinya

mampu menjadi bahan rujukan teori langkah-langkah pengerjaan sebuah

lukisan, serta dapat memberi manfaat maupun inspirasi kepada para penikmat

seni, mahasiswa seni rupa, maupun masyarakat umum sehingga dapat menjadi

sumber informasi mengenai proses pengerjaan sebuah lukisan mulai dari tahap

Referensi

Dokumen terkait

solanacearum pengamatan dilakukan setiap hari hingga muncul gejala awal yang muncul pada tanaman tomat yaitu, daun mulai layu, kemudian daun berwarna kuning hingga seluruh

Pengamatan difokuskan terhadap pekerjaan perakitan Tamiya di Laboratorium APK, yaitu pada tahap perakitan tamiya dari awal hingga akhir yang dilakukan oleh

Suksesi makro benthik di tempat yang kondisi terumbu karangnya jelek (Gapang Mangrove), mengalami gangguan/tekanan mulai dari awal hingga akhir pengamatan terutama dengan

Pengamatan yang dilakukan terus menerus dari tahap awal hingga akhir akan menjadi bahan acuan untuk melakukan tindakan selanjutnya. Dari hasil pengamatan pada siklus I

Pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas beberapa tahapan yang dilakukan. Tahapan- tahapan yang dilakukan adalah tahapan mulai dari persiapan hingga dilaksanakannya

Berdasarkan tahapan pengembangan yang telah dilakukan mulai dari tahap awal sampai pada tahap akhir penelitian, maka produk akhir penelitian berupa model latihan

Suksesi makro benthik di tempat yang kondisi terumbu karangnya jelek (Gapang Mangrove), mengalami gangguan/tekanan mulai dari awal hingga akhir pengamatan terutama dengan

Dewasa ini, pola dan cara pembangunan dan pemanfaatan potensi sungai negara- negara berkembang termasuk Indonesia, meniru cara-cara tahapan awal yang dilakukan oleh negara-negara