NASKAH PUBLIKASI Analisis Pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial Dan Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan Di Indonesia Tahun 2007-2010.

20 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

NASKAH PUBLIKASI

ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS,

KOMPOSISI DEWAN DIREKSI, STRUKTUR KEPEMILIKAN

MANAJERIAL DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN

INSTITUSIONAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN

PERUSAHAAN PERBANKAN DI INDONESIA

TAHUN 2007-2010

Disusun Oleh:

GANDA FEBRIANTORO NIM : B 100 090 231

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

(2)
(3)

ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS, KOMPOSISI DEWAN DIREKSI, STRUKTUR KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL

TERHADAP KINERJA KEUANGAN Comisioner, Composition Council Board Of Directors, Structure of is Ownership of Manajerial, and Institutional Structure Ownership to Performance Company'S Finance Banking. Intake of sampel use technique of purposive sampling that is election of sampel with certain criterion, is so that got by sampel in this research counted 25 Company of Banking in Indonesia in the year 2007-2010.

Result of this research show by parsial that Composition Board Of Comisioner have an effect on positive and do not signifikan to Performance Company'S Finance Banking, because Composition Board Of Comisioner do not signifikan to Performance Company'S Finance Banking hence, hypothesis 1 is unprovable, this result support its research of Sekaredi (2011), but do not support its research of Hardikasari (2011). Composition Council Board of directors have an effect on positive and signifikan to Performance Company'S Finance Banking, hence hypothesis 2 is proven, this result support its research of Suhardjanto and of Apreria (2010). Structure of is Ownership of Manajerial have an effect on negativity and do not signifikan to Performance Company'S Finance Banking, because Structure of is Ownership of Manajerial have an effect on negativity and do not signifikan to Performance Company'S Finance Banking, hence hypothesis 3 is unprovable, this result support its research of Ujiyanto and Boy scout (2007), but do not support its research of Bathala (1994). Institutional Structure Ownership have an effect on and negativity of signifikan to Performance Company'S Finance Banking, because Institutional Structure Ownership have an effect on and negativity of signifikan to Performance Company'S Finance Banking, hence hypothesis 4 is unprovable, this result support its research of Wahidahwati (2001), but do not support its research of Sekaredi (2011).

Result of this research indicate that by simultan Composition Board Of Comisioner, Composition Council Board Of Directors, Structure of is Ownership of Manajerial, and Institutional Structure Ownership there no influence which is signifikan to Performance Company'S Finance Banking, so that hypothesis 5 is unproven.

(4)

ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS, KOMPOSISI DEWAN DIREKSI, STRUKTUR KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL

TERHADAP KINERJA KEUANGAN

Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial, dan Struktur Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan kriteria tertentu, sehingga didapat sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 Perusahaan Perbankan di Indonesia pada tahun 2007-2010.

Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial bahwa Komposisi Dewan Komisaris berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, karena Komposisi Dewan Komisaris tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan maka, hipotesis 1 tidak terbukti, hasil ini mendukung penelitiannya Sekaredi (2011), namun tidak mendukung penelitiannya Hardikasari (2011). Komposisi Dewan Direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, maka hipotesis 2 terbukti, hasil ini mendukung penelitiannya Suhardjanto dan Apreria (2010). Struktur Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, karena Struktur Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, maka hipotesis 3 tidak terbukti, hasil ini mendukung penelitiannya Ujiyanto dan Pramuka (2007), namun tidak mendukung penelitiannya Bathala (1994). Struktur Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, karena Struktur Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, maka hipotesis 4 tidak terbukti, hasil ini mendukung penelitiannya Wahidahwati (2001), namun tidak mendukung penelitiannya Sekaredi (2011).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial, dan Struktur Kepemilikan Institusional tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, sehingga hipotesis 5 tidak terbukti.

(5)

PENDAHULUAN

Salah satu yang menjadi tujuan dalam pendirian perusahaan adalah dapat meningkatakan kesejahteraan dan dapat memaksimalkan akan kekayaan pemiliknya atau pemegang saham dengan suatu cara yaitu dengan meningkatkan kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan adalah tolak ukur akan keberhasilan dalam pelaksanaan fungsi-fungsi keuangan. Tujuan dari menganalisis tentang laporan keuangan perusahaan, yaitu agar dapat mengevaluasi dan menilai suatu kinerja yang pada khususnya manajemen perusahaan dalam suatu periode akuntansi, serta untuk menentukan strategi apa yang diterapkan pada periode berikutnya jika dalam tujuan perusahaan sebelumnya telah tercapai.

Dengan suatu keadaan yang seperti ini para manajer memanfaatkan untuk memanipulasi data dalam suatu laporan keuangan perusahaan. Hal tersebut agar perusahaan yang tanggung jawabnya di bawah manajer masuk dalam kriteria yang telah disyaratkan oleh Bank Indonesia. Dalam meminimalisasi adanya manipulasi data yang dilakukan oleh para manajer dan dalam mensejahterakan para pemilik atau pemegang saham, maka cara yang tepat digunakan adalah corporate governance.

Penerapan good corporate governance ini dinilai dapat memperbaiki citra dunia perbankan yang sempat buruk, melindungi kepentingan stakeholders serta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan etika-etika umum pada industri perbankan dalam rangka mencitrakan sistem perbankan yang sehat. Selain itu penerapan good corporate governance di dalam perbankan diharapkan dapat berpengaruh terhadap kinerja perbankan, dikarenakan penerapan corporate governance ini dapat meningkatkan kinerja keuangan, mengurangi resiko akibat tindakan pengelolaan yang cenderung menguntungkan diri sendiri.

(6)

yang memfasilitasi untuk penentuan sasaran-sasaran dari suatu perusahaan, dan sebagai sarana untuk menentukan teknik monitoring kinerja (Darmawati, dkk., 2004).

KAJIAN PUSTAKA

1. Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori keagenan (agency theory) merupakan dasar yang digunakan untuk menjelaskan tentang corporate governance. Di dalam teori ini berisi tenteang sebuah penjelasan mengenai hubungan antara agent (manajer) dan principal ( pemilik). Menurut Jensen and Meckling (1976) dalam Sari (2010), hubungan keagenan adalah sebuah kontrak antara principal dan agent. Inti dari hubungan keagenan ini adalah terdapat pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan. Tujuan utama teori keagenan adalah untuk menjelaskan bagaimana pihak-pihak yang melakukan hubungan kontrak dapat mendesaign kontrak yang tujuannya untuk meminimalisir cost sebagai dampak adanya informasi yang tidak simetri dan kondisi yang mengalami ketidakpastian.

2. Asimetri Informasi (information asymmetry)

Posisi agent sebagai pemegang kunci informasi dan principal sebagai penerima informasi dari agent dapat memicu munculnya suatu kondisi yang disebut informasi (preparer) dengan pihak principal secara umum tidak sebagai asimetri informasi (information asymetri), yaitu suatu kondisi dimana informasi yang diperoleh oleh pihak manajemen sebagai penyedia seimbang. Menurut Jensen and Meckling (1976), terdapat dua macam asimetri informasi yaitu : a) Adverse Selection, yaitu suatu keadaan dimana principal tidak

(7)

b) Moral Hazard, yaitu permasalahan yang timbul jika agent tidak melaksanakan hal-hal yang telah disepakati bersama dalam kontrak kerja.

Komposisi Dewan Komisaris

Dewan komisaris adalah salah satu fungsi kontrol yang ada pada perusahaan. Fungsi kontrol yang dilakukan oleh Dewan komisaris adalah salah satu bentuk praktis dari teori agensi. Dalam perusahaan, Dewan komisaris mewakili mekanisme internal untuk melaksanakan fungsi pengawasan dari principal dan mengontrol perilaku oportunis dari manajemen. Dewan komisaris mempunyai jabatan penting dari principal dan manajer dalam perusahaan.

Dalam sebuah perusahaan, jumlah antara dewan direksi dengan dewan komisaris berbeda-beda. Jumlah anggota dewan komisaris harus lebih besar atau setidaknya sama dengan jumlah anggota dewan direksi, karena apabila jumlah anggota dewan komisaris lebih sedikit dari jumlah anggota dewan direksi, kemungkinan anggota dewan komisaris akan mendapatkan tekanan psikologis jika ada perbedaan pendapat antara kedua pihak tersebut (Indrayati, 2010).

Komposisi Dewan Direksi

Menurut UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Pasal 1 Direksi yaitu suatu organ perseroan yang berwenang dan yang bertanggung jawab penuh dalam kepengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, yaitu sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan dan mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan yang sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

(8)

a) Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan.

b) Memilih, menetapkan dan mengawasi tugas karyawan dan kepala bagian (manajer).

c) Menyetujui anggaran tahunan perusahaan.

d) Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan.

Struktur Kepemilikan

Dalam struktur kepemilikan dibagi menjadi dua yaitu kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional:

a. Kepemilikan Manajerial adalah kepemilikan saham dari para pemegang saham (direksi dan komisaris) yang berperan aktif dalam pengambilan keputusan. Besarnya presentase kepemilikan saham oleh manajer dapat mempengaruhi tindakan mereka dalam mengambil keputusan (Pujiati dan Widanar, 2009). Hal ini menunjukkan bahwa insentifnya manajer dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

b. Kepemilikan Institusional adalah dengan adanya kepemilikan oleh investor institusional seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi dan kepemilikan oleh instusi keuangan sehingga dapat mendorong dalam peningkatan pengawasan yang lebih optimal terhadap kinerja manajemen (Wahidahwatti, 2001). Semakin tinggi kepemilikan institusional maka akan semakin kuat kontrol eksternal terhadap perusahaan dan mengurangi agency cost (Wahyudi dan Prawesti, 2006).

PERUMUSAN HIPOTESIS

1. Hubungan Komposisi Dewan Komisaris dengan Kinerja Keuangan

(9)

utama dewan komisaris yaitu mengawasi kelengkapan dan kualitas informasi laporan atas kinerja dewan direksi. Oleh karena itu, kedudukan dewan komsaris sangatlah penting dalam menjabatani kepentingan principal dalam perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas hipotesis penelitian berikutnya yang dikemukakan sabagai berikut :

H1:Komposisi Dewan Komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan

2. Hubungan antara KomposisiDewan Direksi dengan Kinerja Keuangan

Dewan direksi mempunyai peranan yang sangat vital dalam suatu perusahaan. Dengan adanya pemisahan peran dengan dewan komisaris, maka dewan direksi mempunyai andil yang cukup besar dalam mengelola sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan. Dewan direksi juga mempunyai tugas untuk menentukan sebuah kebijakan dan stretegi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Berdasarkan uraian diatas, dalam penelitian yang dilakukan oleh Suhardjanto dan Apreria (2010) maka hipotesis yang diajukan adalah :

H2:Komposisi Dewan Direksi berpengaruh positifdan signifikan terhadap Kinerja Keuangan.

3. Hubungan antara Struktur Kepemilikan Manajerial dengan Kinerja Keuangan

(10)

berlebihan, dengan demikian akan menyatukan kepentingan antara manajer dengan pemegang saham.

Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang diajukan adalah : H3: Struktur Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif dan

signifikan terhadap Kinerja Keuangan.

4. Hubungan antara Struktur Kepemilikan Institusional dengan Kinerja Keuangan

Struktur kepemilikan saham institusional berpengaruh positif, hal ini menunjukkan bahwa fungsi kontrol dari pemilik sangat menentukan dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Secara teoritis bahwa semakin tinggi struktur kepemilikan institusional maka semkin kuat kontrol terhadap perusahaan, kinerja keuangan perusahaan akan naik apabila pemilik perusahaan bisa mengendalikan perilaku manajemen agar bertindak sesuai dengan tujuan perusahaan (Darwis, 2009).

Berdasarkan uraian diatas, dalam penelitian yang dilakukan oleh Sekaredi (2011) maka hipotesis yang diajukan adalah :

H4: Struktur Kepemilikan Institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan.

5. BerdasarkanhasilpenelitianBoediono (2005) danUjiyanto&Pramuka (2007) makahipotesispenelitianiniadalah :

H5: Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manjerial, dan Struktur Kepemilikan

Institusional berpengaruh positif dan signifikan secara

simultan terhadap kinerja keuangan.

METODE PENELITIAN

(11)

untuk kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain (Sugiyono, 2008).

Pemilihan dan pengumpulan perusahaan sampel yang dibutuhkan dalam penelitian adalah dengan pendekatan purposive sampling melalui beberapa kriteria, yaitu sebagai berikut :

1. Perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dan mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember secara konsisten dan lengkap dari tahun 2007-2010. Penelitian ini menggunakan empat tahun pengamatan karena data tersebut dianggap sudah cukup untuk memberikan proyeksi.

2. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan secara lengkap selama periode penelitian. Alasannya, kriteria ini untuk kelengkapan data yang berkaitan dengan data yang digunakan sesuai model penelitian ini.

3. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 perusahaan perbankan di Indonesia.

Dalam penelitian ini Variabel Dependennya yaitu Kinerja Keuangan. Dalam penelitian ini kinerja keuangan diukur dengan menggunakan Return On Asset (ROA). Return On Asset (ROA) yaitu rasio untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Semakin besar ROA pada suatu bank, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang akan diperoleh bank dan akan semakin baik pula posisi bank tersebut dalam segi penggunaan aset.

Sedangkan Variabel Independennya yaitu : 1. Komposisi Dewan Komisaris

(12)

2. Komposisi Dewan Direksi

Dalam penelitian ini, komposisi dewan direksi di ukur dengan menggunakan jumlah dewan direksi. Jumlah dewan direksi yang lebih sedikit akan menciptakan komunikasi yang lebih teratur antara para direktur, koordinasi yang lebih efektif, dan tindakan yang lebih cepat dalam mengatasi masalah (Wulandari, 2006).

3. Struktur Kepemilikan Manajerial

Kepemilikan manajerial diukur berdasarakan persentase jumlah saham yang beredar yang dimiliki pihak manajemen dari seluruh modal saham perusahaan yang beredar (Welvin I Guna, 2010). Dalam hal ini menggunakan informasi tentang struktur kepemilikan yang tertera pada Annual Report.

4. Struktur Kepemilikan Institusional

Kepemilikan institusional diukur berdasarkan persentase jumlah saham yang dimiliki institusi dari seluruh modal saham yang beredar (Welvin I Guna, 2010).Dalam hal ini menggunakan informasi tentang struktur kepemilikan yang tertera pada Annual Report.

(13)

HASIL

Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini : Tabel 1 Hasil Penelitian

Variabel Y Variabel X Nilai Sig-F Nilai Sig-t Koefisien Determinasi ROA K_D_Komisaris 0,008 0,957 0,097

K_D_Direksi 1,869 S_K_Manajerial -0,883 S_K_Institusional -2,404 Sumber : data yang telah diolah

Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan dalam tabel 1, bahwa secara bersama-sama Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial, dan Struktur Kepemilikan Institusional tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Keuangan.

Secara parsial Komposisi Dewan Komisaris berpengaruh positif dan tidak signifikan, Komposisi Dewan Direksi berpengaruh positif dan signifikan, Struktur Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan, Struktur Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan.

PEMBAHASAN

(14)

diperkuat dengan pendapat (Siregar dan Utama, 2005) yang menyatakan bahwa pengangkatan Komposisi Dewan Komisaris oleh perusahaan mungkin hanya dilakukan untuk pemenuhan regulasi dalam perusahaan. 2. Pengaruh Komposisi Dewan Direksi terhadap Kinerja Keuangan

Hasil penelitian ini sejalan penelitiannyaSuhardjanto dan Apreria (2010).Komposisi Dewan Direksi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan disebabkan karena sampel atau jumlah Komposisi Dewan Direksi bisa memenuhi secara keseluruhan, jumlah Komposisi Dewan Direksi menjamin keefektifan dalam menjalankan tanggung jawabnya mengelola perusahaan, dan menurut wulandari (2006) jumlah Komposisi Dewan Direksi yang optimal tergantung masing-masing perusahaan.

3. Pengaruh Struktur Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitiannya Ujiyanto dan Pramuka (2007), namun tidak mendukung penelitiannya Bathala (1994). Struktur Kepemilikan Manajerial tidak signifikan berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan mungkin disebabkan karena dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan rendah. Selain itu Struktur Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif terhadap Kinerja Keuangan, ini mungkin disebabkan adanya kepemilikan asing sampai 99% atas bank di Indonesia, dan mungkin investor asing kurang memiliki rasa kepemilikan terhadap bank di Indonesia.

(15)

Indonesia yang mempunyaiStrukturKepemilikanInstitusionaldalamstruktur modal yang dimilikinya.

5. Pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial, dan struktur Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan

Berdasarkan hasil pengujian secara simultan diperoleh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial, dan Struktur Kepemilikan Institusional tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan.

KESIMPULAN

1. Secara parsial Komposisi Dewan Komisaris berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan, maka hipotesis 1 tidak terbukti.

2. Secara parsial Komposisi Dewan Direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan, maka hipotesis 2 terbukti.

3. Secara parsial Struktur Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan, maka hipotesis 3 tidak terbukti.

4. Secara parsial Struktur Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan, maka hipotesis 4 tidak terbukti.

5. Secara simultan Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial, dan Struktur Kepemilikan Institusional tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Keuangan, maka hipotesis 5 tidak terbukti.

(16)

sedangkan sisanya 90,3% dijelaskan oleh variabel atau faktor lain di luar model regresi.

DAFTAR PUSTAKA

Ang, Robert. 1997. BukuPintarPasar Modal Indonesia.Mediasoft Indonesia: Jakarta.

Antonius, Alijoyo, dkk. 2004. KomisarisIndependen :PenggerakPraktik GCG di Perusahaan. PT IndeksKelompokGramedia. Jakarta.

Bathala, Chenchuramaimah, T et al. 1994. Managerial Ownership, Debt Policy, And The Impact of Institutional Holdings: An Agency Perspective. Finance Management (Online). http://www.findarticles.com, diakses pada Maret 2012.

Boediono. 2005. Kualitas Laba: Studi Pengaruh Mekanisme Corparate

Governance dan Dampak Manajemen Laba dengan Menggunakan

Analisis Jalur.Simposium Nasional Akuntansi VIII.-, Surakarta.

Brigham, Eugene F and Houston, Joul F. 2006. Fundamental of Financial

Management, Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Salemba Empat.

Jakarta.

Darmawati, Deni. Dkk. 2004. Hubungan Corparate Governance dan Kinerja Perusahaan.Simposium Nasional Akuntansi VII.-, Denpasar, 2-3 Desember 2004.

Darwis, Herman. 2009. Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Keuangan dan Perbankan, Vol.13 No.3. September.-.-.

(17)

Gil, Amarjit dan Obradovich, John. 2012. The Impact of Corporate Governance dan Financial Leverage on the Value of American Firms. International Research Journal of Finance and Economics, Issue 91 (2012), 45-56.-.

Hardikasari, Eka. 2011. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Industri Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Haris. W. 2004. Pengaruh Earnings Management Terhadap Kinerja di Seputar SEO. Tesis. Magister Sains Akuntansi. Universitas Diponegoro Semarang.

Hastuti, Theresia. 2005. Hubungan Antara GCG dan Struktur Kepemilikan dengan Kinerja keuangan. Simposium Nasional Akuntansi VII.-, Surakarta.

I Guna, Welvin. 2010. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance, Independensi auditor, Kualitas Audit dan Faktor Lainnya Terhadap Manajemen Laba. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol.12 No.1, April 2010.-.-.

Indrayati, Martha R. 2010. Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris Terhadap Konservatisme Akuntansi. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Semarang.

Ismiyati, Fitri, dan Hanafi, M.M. 2003. Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Risiko, Kebijakan Utang dan Kebijakan Dividen : Analisis Persamaan Simultan. Simposium Nasional Akuntansi VI Ikatan Akuntan Indonesia, Hal 260-276.-.

Jensen, Michael C & W.H Meckling. 1976. Theory of The Firm: Managerial Behaviour, Agency Cost and Ownership Structure. Journal of Financial Economic 3. Pp.305-360.-,-.

(18)

Kuncoro, Mudrajad. 2007. Metode Kuantitatif Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis

dan Ekonomi. UPP STIM YKPN. Yogyakarta.

Lestari, BaiqAnggunHilendrydanZulaikha. 2007. PengaruhInformasiTechnology

Relatedness TerhadapKinerjaKeuanganDenganKnowledge Management

Capability sebagaiVariabel Intervening. SimposiumNasionalAkuntansi X. IAI.Makasar.

Macey, J. And M. O’Hara. 2003. The Corparate Governance of Bank, Federal Reserve Bank of New York. Economic Policy Review 9 no.1 (April): 91-107. Terjemahan Supriyatno : Yogyakarta.

Midiastuti, Pratana P dan Machfoedz, Mas’ud. 2003. Analisis Hubungan

Mekanisme Corporate Governance dan Indikasi Manajemen Laba. Simposium Nasional Akuntansi VI. Surabaya.

Mulyadi. 2001. System Akuntansi.EdisiKetiga. CetakanKetiga. PenerbitSalembaEmpat. Jakarta.

Nur Faida, Yusriati. 2010. Pengaruh Penerepan Corporate Governace Terhadap Timbulnya Earning Management Dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No.2, Agustus 2010.-.

Permanasari, Wien Ika. 2010. Pengaruh Kepemilikan Manajemen, Kepmilikan Institusional, dan Corparate Social Responbility Terhadap Nilai Perusahaan. Skripsi : Universitas Diponegoro Semarang.

Pujiati, Diyah dan Widanar, Erman. 2009. Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap KinerjaPerusahaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis dan Akuntansi Ventura, Vol.12 No.1.-.-.

(19)

Sari, Irmala. 2010. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan Nasional (Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2006-2008). Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Sembiring, Eddy Rismanda. 2003. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Tanggungjawab Sosial: Study Empiris Pada Perusahaan yang Tercatat (Go-Public) di BEJ.Tesis Program Studi Magister Sains Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang.

Sekaredi, Sawitri. 2011. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Peruasahaan. Thesis. Universitas Diponegoro. Semarang.

Siregar, Sylvia Veronica dan Utama Siddharta. 2005. Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, dan Praktek Corporate Governance Terhadap Pengelolaan Laba (Earning Management). Simposium Nasional Akuntansi VIII.-, Surakarta.

Sucipto. 2003. PenilaianKinerjaKeuangan. USU digital library.www.google.com. DiaksesTanggal 4 Desember 2009.

SuhardjantodanApreria. 2010. AnalisiskarakteristikKomposisiDewanKomisaris,

Komite Audit

danKomposisiDewanDireksisertapengaruhnyaterhadapkinerjakeuangan. JurnalAkuntansi XIV/2/Mei 2010.-.

Sugiyono. 2008. Metodologi Penulisan Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Alfabeta. Bandung.

Sulaiman, Wahid. 2004. Analisis Regresi Menggunakan SPSS: Contoh Kasus dan Pemecahan. ANDI: Yogyakarta.

(20)

Syakhroza, Ahmad. 2004. Model KomisarisuntukEfektifitas Good Corporate Governance di Indonesia. Usahawan.No.65.-.

Ujiyanto, M. Arief dan Pramuka. B. Agus. 2007. Mekanisme Corporate Governance, Lanajemen Laba, dan Kinerja Perusahaan.Simposium Nasional Akuntansi X.-, Makasar.

Wahidahwati. 2001. Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional Pada Kebijakan Hutang Perusahaan : Sebuah Perspektif Theory Agency. Simposium Nasional Akuntansi IV. Hal : 1084-1107, Agustus.-.

Wahyudi, dan Pawestri. 2006. Implikasi Struktur Kepemilikan Terhadap Nilai Perusahaan : dengan Keputusan Keuangan Sebagai Variabel Intrvening. Simposium Nasional akuntansi 9.-, Padang. 1-25.

Warsono, dkk. 2009. Corporate Governance Concept and Model. CGCG FEB UGM. Yogyakarta.

Wulandari, Ndaruningputri. 2006. Pengaruh Indikator Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan Publik di Indonesia. Fokus Ekonomi.-.-.

Figur

Tabel 1 Hasil Penelitian
Tabel 1 Hasil Penelitian . View in document p.13

Referensi

Memperbarui...