PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN POKOK PIKIRAN SEBUAH PARAGRAF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA Peningkatan Kemampuan Menemukan Pokok Pikiran Sebuah Paragraf Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Cooperative Integrated Reading And Composition (CIR

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN POKOK PIKIRAN

SEBUAH PARAGRAF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

INDONESIA MELALUI STRATEGI COOPERATIVE

INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA SISWA KELAS IV SDN BULU O1

KECAMATAN BULU KABUPATEN

SUKOHARJO TAHUN AJARAN

2013/2014

NASKAH PUBLIKASI

TIKA WULANDARI

A 510 100 152

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(2)
(3)
(4)

BIODATA

Nama Penulis : TIKA WULANDARI

Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

Fakultas : FKIP

Universitas : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Alamat e-mail : tieka_wanda@yahoo.com

(5)

ABSTRAK

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN POKOK PIKIRAN SEBUAH PARAGRAF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

INDONESIA MELALUI STRATEGI COOPERATIVE

INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA SISWA KELAS IV SDN BULU O1

KECAMATAN BULU KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN AJARAN

2013/2014

Tika Wulandari, A 510 100 152, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah

Surakarta, 2014, 95 halaman.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menemukan pokok pikiran sebuah paragraf dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah guru kelas IV dan siswa kelas IV SDN Bulu 01, sedangkan obyek penelitiannya adalah pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC).

Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif yang melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menemukan pokok pikiran sebuah paragraf yang dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan siswa yang telah mencapai nilai di atas KKM ≥ 68. Sebelum dilaksanakan tindakan (prasiklus) nilai rata-rata kelas pada pra siklus sebesar 66,76 dengan prosentase ketuntasan 52,94%, siklus I pertemuan 1 sebesar 70 dengan prosentase ketuntasan 58,82%, siklus I pertemuan 2 sebesar 71,47 dengan prosentase ketuntasan 64,70%, siklus II pertemuan 1 sebesar 72,64 dengan prosentase ketuntasan 76,47% dan siklus II pertemuan 2 sebesar 75,29 dengan prosentase ketuntasan 88,23%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi Cooperative Integrated Reading and

Composition ( CIRC ) dapat meningkatkan kemampuan menemukan pokok

pikiran sebuah paragraf dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SDN Bulu 01 tahun ajaran 2013/2014.

(6)

A. PENDAHULUAN

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara di

Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memiliki fungsi yang sangat

dominan dalam segala aspek di dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa

Indonesia harus dipelajari, dikembangkan, dan dioptimalkan penggunaannya

maupun fungsinya. Melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia diharapkan

tumbuh sikap bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia sehingga akan

tumbuh juga kesadaran akan pentingnya nilai-nilai yang terkandung di dalam

bahasa Indonesia.

Untuk meningkatkan mutu dalam penggunaan bahasa Indonesia,

pengajarannya dilakukan mulai sejak dini, yakni mulai dari sekolah dasar

yang nantinya digunakan sebagai landasan atau dasar pendidikan ke dalam

jenjang yang lebih tinggi. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar

dapat diketahui dari keterampilan berbahasa yang terdiri dari ketrampilan

membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan (Muslich, 2009:109).

Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penguasaan Bahasa

Indonesia yang baik dan benar dapat diketahui dari keterampilan yang

dimiliki seseorang dalam aspek membaca, menulis, berbicara, dan

mendengarkan. Setiap ketrampilan dalam bahasa mempunyai keterkaitan

antara satu dengan yang lainnya.

Ketrampilan membaca merupakan salah satu ketrampilan

berbahasa yang memiliki peran sangat penting. Tujuan membaca pada

umumnya adalah untuk memperoleh informasi, mencakup isi dan memahami

makna yang terkandung dalam suatu bahan bacaan. Dengan membaca,

seseorang dapat memperluas wawasan dan pengetahuan. Semakin banyak

seseorang dalam membaca, maka semakin luas pula wawasannya.

Dalam aktivitas membaca, seseorang tak lepas dari suatu bahan

bacaan atau wacana. Membaca merupakan proses yang dilakukan oleh

pembaca untuk memperoleh isi atau pesan yang terkandung di dalam suatu

(7)

dari paragraf tersebut maka terlebih dahulu harus mengetahui pokok pikiran

atau inti bacaan dalam paragraf.

Kondisi awal siswa-siswa kelas IV SDN Bulu 01 tahun ajaran

2013/2014 sebelum diadakan penelitian mereka sudah dapat melakukan

aktivitas membaca, akan tetapi belum lancar dan mereka belum mampu

menemukan pokok pikiran dari paragraf yang dibacanya. Hal ini terbukti

berdasarkan nilai ulangan harian mata pelajaran Bahasa Indonesia sebelum

diadakan penelitian masih rendah dan belum memenuhi KKM yang telah

ditetapkan.

Sebelum diadakan penelitian, guru dalam proses pembelajaran di kelas

menggunakan model pembelajaran yang masih konvensional yang banyak

didominasi dengan ceramah, sehingga pembelajaran menimbulkan kesan

yang kurang menarik bagi siswa dan membuat siswa kurang semangat dan

minat dalam belajar di kelas. Dari permasalahan yang muncul dapat

disimpulkan bahwa penyebab timbulnya kemampuan menemukan pokok

pikiran suatu paragraf yang rendah adalah disebabkan belum adanya strategi

pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk menarik partisipasi dan minat

belajar siswa.

Sebelum diadakan penelitian, guru dalam proses pembelajaran di

kelas menggunakan model pembelajaran yang masih konvensional yang

banyak didominasi dengan ceramah, sehingga pembelajaran menimbulkan

kesan yang kurang menarik bagi siswa dan membuat siswa kurang semangat

dan kurang minat belajar di kelas. Dari permasalahan yang muncul dapat

disimpulkan bahwa penyebab timbulnya kemampuan menemukan pokok

pikiran suatu paragraf yang rendah adalah disebabkan belum adanya strategi

pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk menarik partisipasi dan minat

belajar siswa.

Strategi pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa

sangatlah diperlukan, salah satunya adalah strategi CIRC untuk

meningkatkan kemampuan menemukan pokok pikiran sebuah paragraf.

(8)

satu model pembelajaran cooperative learning yang pada mulanya merupakan

pengajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis, dimana siswa dibentuk

ke dalam kelompok-kelompok untuk bekerjasama menyelesaikan masalah

dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Melalui kelompok, siswa dapat

berinteraksi dengan siswa lain untuk bekerjasama menyelesaikan tugas yang

diberikan oleh guru.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk

melakukan penelitian dengan judul “ Peningkatan Kemampuan Menemukan

Pokok Pikiran Sebuah Paragraf dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Melalui Strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

pada Siswa Kelas IV SDN Bulu 01 Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo

Tahun Ajaran 2013/2014.”

B. METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan SDN Bulu 01 yang beralamat di desa Sepat

RT.02 RW.03 kalurahan Bulu kecamatan Bulu kabupaten Sukoharjo. Waktu

penelitian dimulai dari bulan November 2013 sampai Februari 2014.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan desain

PenelitianTindakan Kelas (PTK) dengan subjeknya seluruh siswa kelas IV

SDN Bulu 01 tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 17 siswa dan guru kelas

IV.

Pada penelitian ini, jenis data ada dua yaitu 1) data kuantitatif berupa

nilai kemampuan menemukan pokok pikiran sebuah paragraf dan persentase

ketuntasan siswa mencapai KKM, 2) data kualitatif berupa daftar nama siswa,

pedoman observasi, dan hasil wawancara dengan siswa dan guru kelas IV.

Peneliti menggunakan prosedur penelitian melalui 4 tahap yang meliputi

perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi,

dokumentasi dan tes. Menurut Kusumah dan Dwitagama (2010: 66),

(9)

peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Dalam penelitian ini,

observasi dilakukan di kelas yang menjadi subjek penelitian untuk

mendapatkan gambaran secara langsung kegiatan belajar siswa kelas IV SDN

Bulu 01. Menurut Rubino (2011: 67), wawancara adalah cara pengumpulan

data dengan jalan tanya jawab secara langsung berhadapan muka, peneliti

bertanya secara lisan responden menjawab secara lisan pula. Dalam penelitian

ini, wawancara dilakukan dengan siswa dan guru kelas IV SDN Bulu 01.

Menurut Samino dan Marsudi (2012: 105), dokumentasi adalah dalam

mengumpulkan keterangan/informasi melalui laporan-laporan yang telah

tertulis.  Dokumentasi dapat berupa daftar nama siswa dan dokumen lain yang

diperoleh seperti daftar nilai siswa, hasil pekerjaan siswa, dan gambaran

selama proses pembelajaran siswa di dalam kelas. Sedangkan tes, menurut

Arikunto (2009: 53) adalah merupakan alat atau prosedur yang digunakan

untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan

aturan-aturan yang sudah ditentukan.

Untuk menjamin kemantaban dan kebenaran yang dikumpulkan dalam

penelitian maka peneliti menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi yang

digunakan adalah triangulasi sumber. Triangulasi sumber diperoleh dari siswa,

peneliti, dan guru kelas. Sedangkan pengujian validitas instrumen, peneliti

menggunakan validitas isi. Validitas isi adalah ukuran yang digunakan untuk

mengetahui ketepatan dari suatu instrumen (tes) bila ditinjau dari aspek isi

(materi) dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai

materi pelajaran. Validitas isi berkenaan dengan isi dan format dari instrumen.

Instrumen yang dibuat sesuai indikator dan materi pelajaran yang disampaikan

guru.

Dalam penelitian tindakan kelas ini, indikator yang harus dicapai oleh

siswa adalah adanya peningkatan kemampuan menemukan pokok pikiran.

Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditentukan sebesar 68. Jadi, sekurang-

kurangnya 68,75 % siswa kelas IV SDN Bulu 01 mendapatkan nilai

ketuntasan belajar ≥ 68 pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan

(10)
(11)

atau sebanyak 88,23%. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa terjadi

peningkatan nilai yang diperoleh siswa pada kemampuan menemukan

pokok pikiran sebuah paragraf.Pelaksanaan strategi Cooperative

Integrated reading and Composition (CIRC) dinyatakan berhasil. Karena

terjadi peningkatan dan melewati batas ketuntasan klasikal sebesar

68,75%.

2. Pembahasan

Pembahasan berisi tentang uraian dan penjelasan mengenai hasil

penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti yang bekerjasama

dengan pihak SDN Bulu 01. Hal-hal yang dibahas dalam poin ini adalah

sesuatu yang berkaitan dengan berbagai permasalahan yang diungkap oleh

peneliti dan dikaitkan dengan penentuan hipotesis tindakan. Berdasarkan

analisis data hasil yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah

dilaksanakan di kelas IV SDN Bulu 1 bekerjasama dengan guru kelas IV.

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menemukan pokok

pikiran sebuah paragraf dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui

strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada

siswa kelas IV SDN Bulu 01.

Penelitian tentang peningkatan kemampuan menemukan pokok

pikiran sebuah paragraf melalui strategi Cooperative Integrated Reading

and Composition (CIRC) juga pernah dilakukan oleh beberapa penelitian

terdahulu. Keterkaitan antara penelitian yang peneliti lakukan dengan

penelitian terdahulu yang dilakukan oleh keempat peneliti sebelumnya

yang dijadikan acuan yaitu sama-sama membahas tentang penerapan

strategi CIRC. Sedangkan perbedaan antara penelitian sebelumnya dengan

penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah pada variabel yang diteliti.

Penelitian yang dilakukan peneliti terdiri dari dua siklus,

masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Hasil penelitian sebelum pemberian

tindakan (pra siklus) siswa yang tuntas terdapat 9 siswa atau prosentase

(12)

tuntas 10 siswa atau prosentase sebesar 58,82% dan meningkat pada siklus

I pertemuan 2 yang tuntas sebanyak 11 siswa atau sebesar 64,70%. Hasil

pada siklus II pertemuan 1 yang tuntas 13 siswa atau sebesar 76,47% dan

meningkat pada siklus II pertemuan 2 yang tuntas adalah 15 siswa atau

sebanyak 88,23%. Antara hasil penelitian dan teori saling mendukung dan

relevan. Kemampuan menemukan pokok pikiran sebuah paragraf

mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil

tersebut, maka hipotesis tindakan yang dirumuskan yaitu penerapan

strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat

meningkatkan kemampuan menemukan pokok pikiran sebuah paragraf

dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SDN Bulu 01

Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo tahun ajaran 2013/2014 dinyatakan

dapat diterima.

D. SIMPULAN

Hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan dalam 2 siklus

dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Cooperative Integrated Reading

and Composition (CIRC) dapat meningkatkan kemampuan menemukan pokok

pikiran sebuah paragraf dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa

kelas IV SDN Bulu 01 Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo tahun ajaran

2013/2014.Peningkatan kemampuan menemukan pokok pikiran sebuah

paragraf terlihat dari ketercapaiannya 68,75% dari jumlah siswa yang

memperoleh nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥68. Sebelum

tindakan kelas (prasiklus) siswa yang mencapai KKM hanya sebesar 52,94%,

siklus I pertemuan 1 sebesar 58,82%, siklus I pertemuan 2 sebesar 64,70%

siklus II pertemuan I sebesar 76,47% dan siklus II pertemuan sebesar 88,23%.

Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang telah dirumuskan terbukti

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT.Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT.Bumi Aksara.

Huda, Miftahul. 2011.Cooperative Learning : Metode, Teknik, Struktur dan

Model Penerapan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Muslich, Masnur. 2009. Melaksanakan PTK itu Mudah (Classroom Action

Research).Jakarta : Bumi Aksara.

Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama. 2010. Mengenal Penelitian tindakan

Kelas. Jakarta : PT.Indeks.

Pamungkas, Sri. 2012. Bahasa Indonesia dalam Berbagai Perspektif Dilengkapi dengan Teori, Aplikasi dan Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia Saat Ini. Yogyakarta : Penerbit ANDI.

Rubiyanto, Rubino. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Surakarta : FKIP UMS.

Rohmadi, Muhammad dan Yakub Nasucha. 2010. Paragraf : Pengembangan & Implementasi. Yogyakarta : Media Perkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menyimak : Sebagai Suatu Keterampilan

Berbahasa. Bandung : Angkasa.

Samino dan Saring Marsudi. 2012. Layanan Bimbingan Belajar. Surakarta: Fairuz. 

Nafati, Puji Tri.2013. Teknik Pengumpulan Data dalam PTK.http://threenafathy.blogspot.com/2013/05/teknik-pengumpulan-data-dalam-ptk_9.html (diakses pada Selasa, 5 November 2013 pukul 14.32)

Prayugo,Agus. 2013. Analisis Data dalam

PTK.http://agusprayugo.wordpress.com/2010/07/18/analisis-data-dalam-ptk/ (diakses pada Selasa, 5 November 2013 pukul 11.50)

Syarief,Jenius. 2013. Model Pembelajaran Cooperative Integrated and Reading.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...