RENCANA STRATEGIS UNIVERSITAS WIRALODRA
2018-2022
INDRAMAYU
2018
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pendidikan memegang peranan penting dalam upaya pencerdasan kehidupan bangsa yang berkarakter dan berahlak mulia serta berkemampuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni sebagai perwujudan tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.
Tujuan nasional termaksud bermuara pada usaha perwujudan terciptanya kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan yang merata bagi semua lapisan masyarakat dalam suatu pemerintahan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan berdasarkan sistem pendidikan nasional yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.
Menyadari akan arti pentingnya pendidikan sebagai suatu proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan harkat dan martabat suatu bangsa, berbagai tokoh pendidikan, baik dari instansi pemerintah dan swasta maupun anggota masyarakat, memandang perlu untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan tinggi di wilayah Kabupaten Indramayu sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku.
Pemerintah Daerah melalui Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Indramayu No. 167/Hk.002.1.1/SK/1980 tanggal 11 Nopember 1980 menetapkan pendirian Universitas Wiralodra, serta mendapat dukungan secara resmi dari DPRD dengan diterbitkannya Surat Keputusan Pimpinan DPRD Tingkat II Indramayu No. 041/Dp.002.2.2/SKP/1982 tanggal 9 Juli 1982.
Universitas Wiralodra, selanjutnya disingkat UNWIR berada di bawah naungan Yayasan Pembina Universitas Wiralodra sebagai badan penyelenggara pendidikan berdasarkan Akta Notaris Nomor 56 pada tanggal 17 Juli 1982 dengan pendiri Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Indramayu, selanjutnya diperbaharui berdasarkan Akta Notaris Nomor 138 tanggal 19 Desember 1996 juncto Nomor 55 tanggal 8 September 1999, juncto Nomor 58 tanggal 30 Oktober 2001.
Mengingat Yayasan sudah tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, selanjutnya berdasarkan Risalah Para Pendiri Yayasan Pembina Universitas Wiralodra Akta Notaris Nomor 30 tanggal 20
Juni 2011 tentang Likuidasi Yayasan, seluruh kegiatan dan harta kekayaan Yayasan Pembina Universitas Wiralodra dilanjutkan Yayasan Wiralodra Indramayu berdasakan Akta Notaris No. 08, tanggal 1 April 2011, dan memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : AHU- 3796.AH.01.04. Tahun 2011 tentang Yayasan Wiralodra Indramayu, yang didirikan Dr. H. Irianto MS Syafiuddin, H. Wachyudi Sugirah, dan H. Syarif Kaslam yang selanjutnya disebut Pembina.
Sejak berdirinya, UNWIR telah dikelola oleh badan pengelola yang berbentuk yayasan, dan telah mengalami pergantian pengurus yayasan, sebagaimana terlihat pada tabel berikut.
No. NAMA KETUA YAYASAN PERIODE TAHUN
1. Kol. Pol. H.A. Djahari, SH., 1982 -1984
2. Letkol H. Adang Suryana 1985 - 1990
3. Kolonel H. Ope Mustafa. 1990 - 2001
4. H. Dunadi Saroni, SE. 2001 - 2003
5. H. Djahidin, Drs. 2004 - 2010
6. Ir. H. Darsono 2010 - 2016
Adapun dalam tata pamong, sejak berdirinya UNWIR telah mengalami 7 (tujuh) periode kepemimpinan (Rektor) dengan urutan sebagai berikut :
No. NAMA REKTOR PERIODE TAHUN
1. Kol. Pol. H.A. Djahari, SH., 1982 -1984
2. Prawoto Sayuti, Drs. 1984 -1987
3. H.E. Sudarsono HR, Drs. 1987 - 1992
4. H. Abdul Halim PA, Drs. 1992 - 2002
5. Aan Juhana Sendjaja, Drs., MM., MPd. 2002 - 2006
6. Dr. H. Tohidin, Ir., MP. 2006 - 2014
7. Dr. Ujang Suratno, SH., M.Si. 2014 - 2018
Pada awal berdirinya UNWIR memiliki 3 Fakultas yaitu Fakultas Hukum terdiri atas jurusan Hukum Perdata dan Hukum Pidana; Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan Jurusan Studi Administrasi Pendidikan, Jurusan Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia, serta Jurusan Pendidkan Bahasa Inggris.; serta Fakultas Ekonomi dengan jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pemangunan. Izin Penyelenggaraan diberikan kepada ketiga Fakultas tersebut berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I.
Nomor 079/O/1985, tanggal 31 Pebruari 1985 dimana ditetapkan 3 (tiga) fakultas diberikan status terdaftar.
Sampai dengan saat ini UNWIR telah memiliki 8 (delapan) fakultas dan 13 prorgam studi, meliputi : (1) Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum; (2) Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen; (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terdiri atas : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra, Pendidikan Bahasa dan Sastra Ingris, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Biologi; (4) Fakutas Pertanian Program Studi Agribisnis; (5) Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil; (6) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Pemerintahan; (7) Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Kesehatan Masyarakat; (8) Fakultas Agama Islam terdiri atas : Program studi Pendidikan Agama Islam, dan Program Studi Bimbingan Konseling Islam; serta 1 (satu) Pasca Sarjana (S2) Program Studi Manajemen Pendidikan.
Perkembangan masyarakat dan berbagai perubahan peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan tinggi yang menunut adanya peningkatan kualitas, secara responsif diterima UNWIR dengan melakukan langkah-langkah simultan meningkatkan seluruh persyaratan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), baik bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyakat, bahkan berupaya melampaui batas minimal standar nasional pendidikan tinggi melalui Sistem Pengawasan Mutu Internal, dan Sistem Pengawasan Mutu Ekternal melalui Akreditasi BAN PT. Resultan 3 (tiga) program studi yaitu program studi Ilmu Hukum (S-1), program studi Pendidikan Agama Islam (S-1), dan program studi Manajemen Pendidikan (S-2) memperoleh akreditasi B.
Di samping itu untuk mengapresiasi keinginan masyarakat, dan ikut berperan serta dalam pembangunan daerah, UNWIR juga pada tahun-tahun mendatang merencanakan untuk mengembangkan sejumlah program studi yang cukup diminati masyarakat antara lain Program Studi Ilmu Hukum (S-2), Program Studi Agroteknologi (S-1), Program Studi Teknik informatika (S-1), Program Studi Keolahragaan (S-1), Program Studi Akuntansi (S-1), Program Studi PGSD (S-1), dan lain-lain program studi.
Untuk itu agar perencanaan pengembangan Universitas tersistematis, teratur dan terukur sehingga mencapai visi Universitas yaitu menjadi universitas
yang unggul dan kompetitif di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan, dan Kearifan Lokal, UNWIR melakukan langkah-langkah startegis yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Strategi tahun 2014 - 2018.
Dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) 5 Tahun UNWIR akan memuat visi misi, dan tujuan serta kebijakan UNWIR 2014 - 2018 selaras dengan jabatan Rektor, Dekan, dan Ketua Program Studi. Restra UNWIR akan menjadi landasan dan pedoman bagi pimpinan universitas, fakultas dan program studi dalam mengambil kebijakan operasional yang harus dilaksanakan.
2. Tujuan dan Manfaat
Renstra UNWIR 2014 - 2018 bertujuan untuk menegaskan arah pengembangan UNWIR dalam kurung waktu 5 (lima) tahun yang akan datang (2011 - 2014).
Melalui Renstra ini diharapkan terwujud adanya persamaan persepsi dan keterpaduan gerak langkah semua civitas academica. Manfaat yang diharapkan dari Renstra ini adalah prioritas universitas menjadi lebih tegas, terarah, dan tepat sasaran.
3. Landasan Hukum
Rencana Strategis UNWIR disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara lain :
a. Undang-Undang Dasar 1945
b. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
c. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
d. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
e. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen.
f. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan.
g. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Tinggi.
h. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
i. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2013 Tentang Pengangkatan Dosen Tetap Non Pegawai Negeri Sipil Pada Perguruan Tinggi Negeri Dan Dosen Tetap Pada Perguruan Tinggi Swasta.
j. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
4. Landasan Filosofis
UNWIR sebagai lembaga pendidikan tinggi menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan untuk mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan cita-cita nasional yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan mutu kehidupan serta martabat manusia yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
5. Nilai-Nilai Utama
Dalam melaksanakan kegiatan civitas academica wajib menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai sebagai berikut:
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Etika, moral, keadilan, kejujuran, kearifan dan pengabdian terbaik.
c. Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Berkepribadian, Kepeloporan, kemandirian, dan bertanggung jawab.
d. Keunggulan, kreativitas, inovatif, dinamis serta efisien.
e. Keterbukaan, manusiawi, berwawasan nasional dan global.
6. Prinsip Dasar
UNWIR dikembangkan berdasar prinsip-prinsip dasar sebagai berikut :
a. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 serta hakikat penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilandasi "Ilmu amaliah, Amal ilmiah".
b. Mengacu pada prinsip-prinsip organisasi yang sehat dan otonom melalui program-program yang berkelanjutan, transparan, akuntabel dan mampu meningkatkan kesejahteraan serta daya saing bangsa.
BAB II
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN UNIVERSITAS WIRALODRA TAHUN 2018 - 2022
1. Visi
Menjadi universitas yang unggul dan kompetitif di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan, kebangsaan, dan kearifan lokal tahun 2022 di wilayah sub regional.
2. Misi
a. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu.
b. Melaksanakan kegiatan penelitian guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki kemanfaatan baik bagi kepentingan insititusi, daerah, maupun nasional.
c. Melaksanakan pengabdian masyarakat dalam perbagai bidang baik pada tingkat Daerah, maupun Nasional.
d. Meningkatkan suasana dan perilaku akademis, agamis, dan kebangsaan di lingkungan Universitas Wiralodra.
e. Menjunjung tinggi budaya, tata krama dan bahasa masyarakat di lingkungan.
3. Tujuan
a. Menghasilkan lulusan yang unggul dan kompetitif pada berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan dan pengajaran yang bermutu.
b. Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora agar memiliki kemanfaatan bagi kemajuan insititusi, daerah, maupun nasional
c. Terwujudnya pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bidang berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa baik pada tingkat Daerah, maupun Nasional.
d. Terwujudnya suasana dan perilaku akademis, agamis, dan kebangsaan di lingkungan Universitas Wiralodra.
e. Terwujudnya budaya, tata krama dan bahasa masyarakat lingkungan.
4. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai UNWIR adalah menjadi universitas yang unggul dan kompetitif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan, kebangsaan, dan kearifan lokal, sehingga mampu mempersiapkan lulusan yang memiliki ahlak mulia, memiliki semangat kebangsaan, berkepribadian, mandiri, memiliki kualitas kemampuan akademik, professional, dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, secara cerdas, kreatif, terampil, produktif, berdisiplin, dan bertanggungjawab, serta berorientasi masa depan. Pengertian unggul dan kompetitif ini ditujukan pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta mencakup kualitas dosen dan lulusan yang diakui oleh pemangku kepentingan (stakeholder).
Untuk mencapai sasaran visi, yaitu menjadi universitas yang unggul dan kompetitif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan, kebangsaan, dan kearifan lokal tahun 2026, maka diperlukan adanya rencana strategis yang ditetapkan pada setiap 5 (lima) tahun sekali sebagai tahapan strategis dalam mencapai sasaran. Renstra Universitas menjadi pedoman pada masa kepemimpinan Universitas Wiralodra untuk mencapai milestone yang telah ditetapkan dalam RIP. Renstra periode ini (2018-2022) diarahkan pada upaya penguatan kelembagaan (instituton excellence), dimana seluruh perencanaan standar yang melampaui standar nasional dikti telah dilaksanakan, dan dimulainya kembali siklus PPEPP, sehingga Keunggulan Kualitas Akademik (Academic Quality Excellence) sudah terbentuk. Diharapkan pada akhir periode ini lebih dari 75%
program studi sudah terakreditasi B, dan termasuk Universitas ungggul di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Gambaran tahapan pelaksaan Rencana Strategis Tahun 2018-2022 sebagai berikut.
Gambar 1.3.Milestone Pencapaian Visi-Misi Universitas Wiralodra 2018-2022
1. Tahapan Tata Kelola Universitas yang Baik dan Unggul (Governance Excellence) dilaksanakan pada tahun 2018. Menyertai diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, terdapat beberapa regulasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat mengalami perubahan antara lain dengan lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). Hal itu mengharuskan Universitas melakukan berbagai penyesuaian agar penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat lebih terjamin mutunya.
Untuk itu pada tahap ini Universitas Wiralodra berusaha menyusun ulang dan penyesuaian tata kelola perguruan tinggi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi,antara lain menyusun Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), manual mutu, penyediaan pedoman, standar mutu, baik pendidikan, penelitain maupun pengabdian kepada masyarakat, standard operating procedures (SOP), kebijakan, penyesuaian Statuta, penyesuaian Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK), dan hal-hal lain yang bersifat legal formal sebagai dasar semua aktivitas yang dilakukan didalam lingkungan Universitas Wiralodra.
2. Pada tahun 2019 mulai diterapkannya berbagai aturan, khususnya sistem penjaminan mutu internal secara bertahap, proses manajemen mutu sudah mulai diterapkan (Academic Management Excellence), yakni penerapan konsep P-D-C-A.
Berbagai perencanaan yang telah ditetapkan dilaksanakan, kemudian dilakukan kontrol atas pelaksanaannya, dan kembali melakukan perbaikan (action).
3. Pada tahun 2020 secara bertahap Universitas Wiralodra melakukan peningkatan berbagai sumber daya (Academic Resources Excellence) yang dinilai masih belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), baik sumber daya manusia yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, maupun pembiayaan/pendanaan untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Peningkatan sumber daya manusia selain ditujukan memenuhi unsur nisbah dosen- mahasiswa yang ideal, juga upaya meningkatkan kualifikasi dan keahlian dosen dan tenaga kependidikan. Sarana dan prasarana
4. Pada tahun 2021, dimulainya upaya peningkatan pelayanan yang unggul dan bermutu (Strive for Service Excellence), pada fase ini upaya peningkatan pelayanan melalui teknologisasi seluruh pengelolaan pendidikan, penelitan, dan pengabdian masyarakat dilakukan.
5. Pada Tahun 2022 diharapkan sudah terbentuknya penguatan kelembagaan, (instituton excellence) dimana seluruh perencanaan standar yang melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) telah dilaksanakan, dan dimulainya kembali siklus P-D-C-A , sehingga Keunggulan Kualitas Akademik (Academic Quality Excellence) sudah terbentuk. Diharapkan pada tahun ini lebih dari 75%
program studi sudah terakreditasi B.
BAB III
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
1. Strategi
Strategi dan arah kebijakan Universitas Wiralodra ke depan sangat penting bagi upaya peningkatan kualitas dan keberlanjutan Universitas. Oleh karena itu agar didalam menetapkan strategi dan kebijakan perlu dilakukan analisis SWOT terhadap kondisi lingkungan internal yang meliputi kekuatan (strength), dan kelemahan (weaknes), serta lingkungan ekternal yang meliputi peluang (opportunities), dan ancaman (treath). Di bawah ini dapat digambarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
a. Analisis SWOT
1) Kekuatan (Strengths)
a) Telah memiliki Statuta.
b) Telah memiliki Rencana Induk Pengembangan Universitas (RIP) dan Master Plan.
c) Telah memiliki 8 (delapan) fakultas, dan 1 (satu) program Pascasarjana, yang terdiri dari 15 program studi.
d) Jumlah mahasiswa yang aktif sebanyak 4060 mahasiswa.
e) Struktur organisasi universitas telah lengkap mulai dari tingkat rektorat, fakultas, dan program studi, dan telah terisi.
f) Telah memiliki senat universitas dan senat pada masing- masing fakultas.
g) Jumlah dosen pada setiap program studi telah memenuhi Standar Nasional Dikti dengan kualifikasi S-2 dan S-3.
h) Tenaga administrasi telah memenuhi seluruh unit organisasi dengan kualifikasi S1- dan DIII.
i) Tenaga laboran telah mengisi laboratorium antara lain laboratorium IPA (Fisika, Kimia dan Biologi), laboratorium computer, laboratorium bahasa, laboratorium microteaching, laboratorium teknik, laboratorium hukum, dengan kualifikasi S-1 dan S-2.
j) Tenaga pustakawan baik di pusat maupun di fakultas telah ada dengan kualifikasi S-1 dan DIII.
k) Telah memiliki gedung rektorat, fakultas, pascasarjana, lembaga (LPPM, dan LPM), Unit Kegiatan Mahasiswa, Rumah Susun Sewa Mahasiswa (Rusunawa), Aula.
l) Memiliki ruang kuliah sebanyak 46 ruangan, memiliki ruang
laboratorium 7 ruangan, memiliki ruang perpustakaan 11 ruangan, ruang computer 2 ruangan, ruang seminar 9 ruangan, ruang dosen 9 ruangan, ruang administrasi 13 ruangan, ruang pimpinan 23 ruangan.
m) Memiliki Lembaga Penjamin Mutu (LPM) pada tingkat Pusat, dan Tim Penjamin Mutu pada tingkat fakultas, dan gugus kendali mutu pada tingkat program studi.
n) Telah memiliki Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
o) Telah memliki standar pendidikan dan pengajaran, penelitaian, dan pengabdian kepada masyarakat.
p) Telah memiiki Standar Operasional Prosedur Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
q) Terdapat kurikum pada setiap program studi r) Telah memiliki sistem pembelajaran.
s) Telah memiliki sistem pengelolaan pendanaan universitas t) Tersedia dana untuk penelitian bagi dosen pada setiap
semester.
u) Tersedia dana untuk pengabdian pada masyarakat.
v) Terdapat SOP pendanaan bagi kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
w) Telah ada sejumlah jurnal pada beberapa prodi antara lain jurnal justitia (Ilmu Hukum), Jurnal Agriwiralodra (Fak.
Pertanian), Jurnal Dialektika (Bahasa Indonesia), Aspirasi (Prodi Ilmu Pemerintahan),
x) Harmonisasi antara Yayasan Badan Penyelenggara dengan Universitas pengelola akademik.
2) Kelemahan (Weaknesses)
a) Kurikulum masih kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan perkembangan dunia kerja.
b) Belum semua dosen mengikuti standar proses pembelajaran, antara lain masih ada yang belum memiliki Silabi, RPS, bahan ajar, dan buku bahan ajar.
c) Masih ada dosen yang belum mengikuti standard an SOP penilaian pembelajaran.
d) Sarana dan prasarana pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) belum dimanfaatkan dan dipelihara secara optimal.
e) Kemampuan mahasiswa berbahasa internasional dan kemampuan soft skill masih relatif rendah.
f) Belum seluruh dosen menguasai metode pembelajaran yang mengacu pada model pembelajaran berbasis kompetensi.
g) Masih ada dosen yang belum menyelesaikan studi S2.
h) Masih relatif sedikit dosen berkualifikasi S3.
i) Masih terdapat dosen yang belum memiliki jabatan fungsional lebih dari satu tahun.
j) Masih relative sedikit dosen yang telah memperoleh sertifikasi dosen.
k) Belum seluruh dosen dan tenaga administrasi dalam proses pembelajaran dan pelayanan administrasi akademik memanfaatkan TIK.
l) Jumlah penelitian masih kurang jika dibandingkan dengan ketersediaan sumber pendanaan dari pihak luar.
m) Kemampuan dosen dalam membuat usulan penelitian yang unggul masih relatif kurang.
n) Kualitas penelitian belum kompetitif baik di tingkat nasional maupun internasional serta masih ada yang belum memenuhi syarat untuk dimuat dalam jurnal ilmiah berkala.
o) Ketersediaan dana penelitian dari UNWIR belum mampu untuk menstimulasi minat dosen melakukan penelitian dan sekaligus meningkatkan kualitas penelitian.
p) Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian yang dilakukan oleh dosen masih relatif kurang.
q) Kerjasama dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri dalam bidang penelitian masih banyak yang belum ditindaklanjuti.
r) Jurnal pada setiap fakultas belum terakreditasi.
s) Pelaksanaan pelayanan dan penataan pegelolaan organisasi Unit Pelayanan Masyarakat (LPPM) masih belum optimal..
t) Pendanaan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih relatif belum memadai.
u) Kerjasama-kerjasama pengabdian masyarakat yang telah diinisiasi dengan berbagai pihak belum
ditindaklanjuti.
v) Belum seluruh civitas academica memiliki keinginan untuk ikutserta berpartisipasi dalam kebijakan, pengelolaan, maupun koordinasi.
w) Belum optimalnya evaluasi senat universitas terhadap capaian visi, misi, tujuan, dan sasaran universitas.
x) Sumber anggaran masih bertumpu pada Yayasan dan Rektoriat (SPP).
y) Sarana gedung perkuliahan masih memerlukan penambahan.
z) Belum tersedianya database fakultas baik untuk data akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, maupun kepegawaian.
aa) Sarana dan prasarana serta pengelolaan perpustakaan belum sesuai dengan standar perpustakaan nasional baik untuk koleksi fisik maupun digital.
bb) Akreditasi prodi sebagian besar masih memiliki nilai C.
3) Peluang (Opportunities)
a) Jumlah lulusan SMA/SMK/Sederajat di Kabupaten Indramayu setiap tahun sebanyak 15.600 siswa (Disdik, 2014).
b) Tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indramayu sejak tahun 2013 di atas rata-rata tingkat pertumbuhan nasional yakni 5,9% (BPS, 2014)
c) Telah ada kerjasama (MoU) antara Bupati Kabupaten Indramayu dengan UNWIR di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
d) Telah ada kerjasama (MoU) antara Ketua DPRD Kabupaten Indramayu dengan UNWIR di bidang pelatihan, bintek, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
e) Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dan Provinsi cukup besar dengan memberikan beasiswa dan hibah.
f) Belum ada perguruan tinggi yang berbentuk universitas selain UNWIR di wilayah Kabupaten Indramayu.
g) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan beasiswa BPDN, dan BPLN.
h) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan skim penelitian yang cukup banyak.
i) Terdapat beasiswa mahasiswa yang diberikan intansi-intansi baik Pemerintah maupun swasta.
j) Terdapat peraturan perundang-undangan mengenai SPMI.
k) Terdapat peraturan perundang-undangan mengenai KKNI.
4) Ancaman (threats)
a) Masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap persekolahan pendidikan tinggi.
b) Masih besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi di luar Indramayu.
c) Masih adanya penyelenggaraan pendidikan kelas jauh dari sekolah tinggi/universitas di luar Indramayu.
d) Terdapat prodi yang sama pada perguruan tinggi swasta di Indramayu dan di luar Indramayu
e) Terdapat peraturan yang berkaitan dengan penerimaan PNS yang mewajibkan prodi akreditasi B.
f) Terdapat peraturan Menpan yang berkaitan dengan ketentuan bagi PNS di lingkungan Pemerintah atau Pemda yang akan melanjutkan studi harus pada prodi yang terakreditasi B.
g) Masih plutuatifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk pertumbuhan ekonomi di Indramayu dan sekitarnya.
Dari uraian diatas dapat dilakukan analisis SWOT sebagai berikut :
Faktor Internal
Kekuatan (Strengths) a) Memiliki master plan dan
RIP Universitas.
b) Memiliki 8 fakultas, dan 1 (satu), 15 program studi.
c) Jumlah mahasiswa aktif
sebanyak 4060
mahasiswa.
d) Struktur organisasi universitas lengkap.
Kelemahan (Weaknesses) a) Kurikulum masih kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan perkembangan dunia kerja.
b) Belum semua dosen mengikuti standar proses pembelajaran, antara lain masih ada
Faktor Ekternal
e) Memiliki senat universitas dan senat fakultas.
f) Dosen setiap program studi memenuhi SN Dikti dengan kualifikasi S2 dan S3.
g) Tenaga administrasi dengan kualifikasi S1- dan DIII.
h) Tenaga laboran dengan kualifikasi S1 dan S2.
i) Tenaga pustakawan telah ada dengan kualifikasi S-1 & DIII.
j) Memiliki gedung rektorat, fakultas, pascasarjana, LPPM,
Unit Kegiatan
Mahasiswa, Aula, rusunawa.
k) Memiliki ruang kuliah, dosen, pimpinan, unit kegiatan.
l) Memiliki Lembaga Penjamin Mutu (LPM) sampai tk Prodi
m) Memiliki SPMI.
n) Memiliki standar pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
o) Memiiki SOP SPMI p) Memiliki Statuta.
q) Terdapat standar kurikum
r) Memiliki standar sistem pembelajaran.
s) memiliki sistem pengelolaan pendanaan universitas
t) Tersedia dana untuk penelitian bagi dosen.
u) Tersedia dana pengabdian pada masyarakat.
v) Memiliki SOP pendanaan bagi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
w) Memiliki jurnal pada beberapa prodi
x) Harmonisasi antara
yang belum memiliki Silabi, RPS, bahan ajar, dan buku bahan ajar.
c) Masih ada dosen yang belum mengikuti standard an SOP penilaian
pembelajaran.
d) Sarana dan
prasarana
pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) belum dimanfaatkan dan dipelihara secara optimal.
e) Kemampuan
mahasiswa berbahasa internasional dan kemampuan soft skill masih relatif rendah.
f) Belum seluruh dosen menguasai metode pembelajaran yang mengacu pada model pembelajaran berbasis kompetensi.
g) Masih ada dosen yang belum menyelesaikan studi S2.
h) Masih relatif sedikit dosen berkualifikasi S3.
i) Masih terdapat dosen yang belum memiliki jabatan fungsional lebih dari satu tahun.
j) Masih relative sedikit dosen yang telah memperoleh sertifikasi dosen.
k) Belum seluruh dosen
dan tenaga
administrasi dalam proses pembelajaran dan pelayanan administrasi akademik memanfaatkan TIK.
l) Jumlah penelitian masih kurang jika dibandingkan dengan ketersediaan sumber pendanaan dari pihak
Yayasan dg Universitas pengelola akademik.
luar.
m) Kemampuan dosen dalam membuat usulan penelitian yang unggul masih relatif kurang.
n) Kualitas penelitian belum kompetitif baik di tingkat nasional maupun internasional serta masih ada yang belum memenuhi syarat untuk dimuat dalam jurnal ilmiah berkala.
o) Ketersediaan dana penelitian dari UNWIR belum mampu untuk menstimulasi minat dosen melakukan penelitian dan sekaligus
meningkatkan kualitas penelitian.
p) Keterlibatan
mahasiswa dalam penelitian yang dilakukan oleh dosen masih relatif kurang.
q) Kerjasama dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri dalam bidang penelitian masih banyak yang belum ditindaklanjuti.
r) Jurnal pada setiap fakultas belum terakreditasi.
s) Pelaksanaan
pelayanan dan penataan pegelolaan organisasi Unit Pelayanan
Masyarakat (LPPM) masih belum optimal..
t) Pendanaan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih relatif belum memadai.
u) Kerjasama- kerjasama pengabdian
masyarakat yang telah diinisiasi dengan berbagai
pihak belum
ditindaklanjuti.
v) Belum seluruh civitas academica memiliki keinginan untuk ikutserta berpartisipasi dalam kebijakan, pengelolaan, maupun koordinasi.
w) Belum optimalnya evaluasi senat universitas terhadap capaian visi, misi, tujuan, dan sasaran universitas.
x) Sumber anggaran masih bertumpu pada Yayasan dan Rektoriat (SPP).
y) Sarana gedung perkuliahan masih memerlukan
penambahan.
z) Belum tersedianya database fakultas baik untuk data akademik, penelitian, pengabdian
masyarakat, maupun kepegawaian.
aa)Sarana dan
prasarana serta pengelolaan
perpustakaan belum sesuai dengan standar perpustakaan nasional baik untuk koleksi fisik maupun digital.
bb)Akreditasi prodi sebagian besar masih memiliki nilai C.
Peluang (opportunities)
a) Jumlah lulusan SMA/SMK/ Sederajat di Indramayu setiap tahun sebanyak 15.600 siswa (Disdik, 2014).
b) Tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indramayu di atas rata-
S > W, O >T Strategi Agresif a. Mengajukan program
studi baru.
b. Melaksanakan Standar Nasional Dikti dan SPMI.
d. Menjalankan kurikulum yang berbasis KKNI.
e. Mengembangkan model
S < W, O >T Strategi Konsolidasi
(turnaruond) a. Meningkatkan jumlah
mahasiswa melalui berbagai metode.
b. Menjalankan perkuliahan sesuai dengan norma-norma
rata tingkat pertumbuhan nasional = 5,9% (BPS, 2014)
c) Telah ada MoU antara Bupati Indramayu dengan UNWIR di bidang pendidikan, penelitian,
dan pengabdian
masyarakat.
d) Telah ada MoU antara Ketua DPRD Kabupaten Indramayu dengan UNWIR. di bidang pelatihan, bintek, penelitian.
e) Dukungan Pemda Indramayu cukup besar dg memberikan beasiswa dan hibah.
f) Belum ada perguruan tinggi yang berbentuk universitas selain UNWIR di wilayah Kabupaten Indramayu.
g) Ditjen Dikti menyediakan beasiswa BPDN, dan BPLN.
h) Ditjen Diktimenyediakan skim penelitian yang cukup banyak.
i) Terdapat beasiswa
mahasiswa yang
diberikan intansi baik Pemerintah maupun swasta.
j) Terdapat peraturan perundang-undangan mengenai SPMI.
k) Terdapat peraturan perundang-undangan mengenai KKNI.
pembelajaran.
f. Mengimplementasikan perjanjian kerjasama Pemda dengan UNWIR di bidang pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat.
g. Mengimplementasikan perjanjian kerjasama DPRD dengan UNWIR di bidang pendidikan dan pelatihan, serta penelitian.
h. Melaksanakan dan meningkatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa
i. Meningkatkan kualifikasi dosen dari S2 ke S3.
j. Meningkatkan beasiswa untuk mahasiswa.
k. Mengembangkan SPMI lebih dari 10 standar.
l. Mengembangkan Silabi dan RPS.
m. Mengembangkan sarana
dan prasaran
pendidikan, penelitian dan pengabdian kpd masy.
n. Mengembangkan pelayanan berbasis teknologi.
o. Meningkatkan akreditiasi tiap-tiap prodi.
a. akademik.
c. Mempercepat penyelesaian
pendidikan dosen dari S1 ke S2.
d. Melakukan
penambahan dosen.
e. Pemenuhan dosen sesuai SN Dikti, dan SPMI.
f. Meningkatkan sistem
dan metode
pembelajaran.
g. Meningkatkan sarana prasarana pendidikan.
h. Meningkatkan sarana prasaana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
i. Meningkatkan dana pembiayaan untuk pendidikan
j. Meningkatkan dana pembiayaan untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
k. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan pembejaran bagi dosen.
l. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen dan mahasiswa.
m. Melengkapi sarana dan prasarana perpustakaan.
n. Meningkatkan sarana prasarana
laboratorium.
Ancaman (Threats)
a) Masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap persekolahan pendidikan tinggi.
b) Masih besarnya animo masyarakat
menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi di luar Indramayu.
S > W, O < T Strategi Kerjasama
(Diversifikasi)
a. Melakukan kerjasama untuk melakuka promosi rekruitmen mahasiswa.
b. Melakukan pencitraan Unwir melalui berbagai kegiatan positif baik melalui olah raga, seni, ataupun kegian ilmiah
S < W, O < T Strategi Defensif a. Memelihara jumlah
mahasiswa yang ada.
b. Melaksanakan perkuliahan/
pendidikan sesuai dengan silabi dan SAP.
c. Melaksanakan
c) Masih adanya penyelenggaraan
pendidikan kelas jauh dari sekolah tinggi/universitas di luar Indramayu.
d) Terdapat prodi yang sama pada perguruan tinggi swasta di Indramayu dan di luar Indramayu
e) Terdapat peraturan yang berkaitan dengan penerimaan PNS yang mewajibkan prodi akreditasi B.
f) Terdapat peraturan Menpan yang berkaitan dengan ketentuan bagi PNS di lingkungan Pemerintah atau Pemda yang akan melanjutkan studi harus pada prodi yang terakreditasi B.
g) Masih plutuatifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk pertumbuhan ekonomi di
Indramayu dan
sekitarnya.
kerjasam dengan media.
c. Melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder dalam mempromosikan Unwir.
d. Melakukan kerjasama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai lembaga.
e. Melakukan kerjasama dengan Kopertis dalam menghadapi kelas jarak jauh.
kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
d. Menggunakan dana pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara efektif efisien.
e. Melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
f. Memanfaatkan saran prasarana perkuliahan.
b. Rumusan Strategi
1) Strategi Jangka Pendek (2018-2019)
Pada tahun 2018 terdapat berbagai peraturan perundang-undangan baru di bidang pendidikan tinggi sejalan dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Hal itu mengharuskan Universitas melakukan berbagai penyesuaian agar penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat lebih terjamin mutunya. Menghadapi kondisi ini maka strategi yang ditetapkan adalah strategi konsolidasi (Turnaround) untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat (trust building) kepada Unwir sebagai penyelenggaan pendidikan yang berkualitas yang diarahkan pada
terciptanya tata kelola Universitas Wiralodra yang baik dan unggul, transparan, dan akuntabel (good governance). Pada tahap ini Universitas Wiralodra berusaha menyusun ulang dan penyesuaian tata kelola perguruan tinggi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan dibentuknya system penjaminan mutu internal (SPMI).
Direncanakan tahun 2019 mulai diterapkannya berbagai aturan, khususnya sistem penjaminan mutu internal secara bertahap, proses manajemen mutu sudah mulai diterapkan (Academic Management Excellence), yakni penerapan konsep P-D-C-A. Berbagai perencanaan yang telah ditetapkan dilaksanakan, kemudian dilakukan kontrol atas pelaksanaannya, dan kembali melakukan perbaikan (action).
Beberapa program pada jangka pendek ini antara lain :
1) Penguatan lembaga penjaminan mutu pada tingkat universitas, fakultas dan program studi.
2) Penetapan standarisasi pendidikan tinggi (10 standar) yakni Penyusunan Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Menetapkan Manual Mutu, Menetapkan Standar Mutu Pendidikan dan Pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
3) Penetapan standar kompetensi lulusan Unwir berbasis KKNI tiap program studi. memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan integritas, dengan IPK rata-rata 3,0 diatas 60%.
4) Penyusunan kurikulum program Studi yang mengacu pada SNPT dan KKNI.
5) Penyusunan kalender akademik setiap tahun akademik.
6) Penetapan standar proses pembelajaran di Unwir yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
7) Penetapan standar penilaian pembelajaran bagi seluruh prodi.
8) Penetapan standar dosen dan tenaga kependidikan di Unwir, dimana dosen sekurang-kurangnya memiliki kualifikasi S2, sedangkan tenaga kependidikan DIII.
9) Pembuatan blue print karier dosen dan tenaga kependidikan baik kepangkatan, golongan, maupun fungsional.
10) Penetapan standar pengelolaan pembelajaran di Unwir dengan menetapkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi (pengawasan), termasuk penataan sistem administrasi pendidikan dan pengajaran.
11) Penetapan standar sarana dan prasarana pembelajaran, dengan menetapkan kelengkapan sarana prasarana setiap kelas, laboratorium.
12) Penetapan standar pembiayaan pembelajaran yang mengacu pada standar yang ditetapkan yayasan, termasuk penataan sistem administrasi keuangan dan kepegawaian sesuai dengan pranata keuangan dan akuntabilitas publik melalui sistem satu pintu yang berbasiskan teknologi dan perbankan.
13) Penyusunan standar penelitian.
14) Penyusunan standar pengabdian kepada masyarakat 15) Penyusunan SOTK Kepegawaian
16) Penyusunan SOP di bidang pendidikan dan pengajaran 17) Penyusunan SOP di bidang penelitian
18) Penyusunan SOP di bidang pengabdian kepada masyarakat 19) Pelaksanaan pencapaian Profil lulusan masing-masing prodi
dengan kompetensi lulusan memiliki integritas, pengetahuan, keterampian umum, keterampilan khusus, dengan nilai IPK 3,0 di atas 60%
20) Seluruh program studi melaksanakan kurikulum yang mengacu pada SN DIKTI dan KKNI.
21) Pembentukan kode etik dosen dan tenaga kependidikan.
22) Pemberlakuan kewajiban dosen membuat Silabi.
23) Pemberlakukan kewajiban dosen membuat RPS.
24) Pemberlakuan kewajiban membuat bahan ajar.
25) Pemberlakukan kewajiban dosen untuk penulisan buku ajar dan Modul Kuliah
26) Pemberlakuan kewajiban dosen mengikuti system penilaian yang telah ditetapkan
27) Pelaksanaan rekruitmen dosen guna memenuhi nisbah dosen mahasiswa
28) Percepatan penyelesaian pendididkan dosen ke S2. Diprogramkan tahun 2015 seluruh dosen sudah S2.
29) Mendorong dan memfasilitasi meningkatkan kualifikasi pendidikan dosen dari S2 ke S3.
Diprogramkan tahun 2018-2019 yang mengikuti kuliah S3 = 4 orang dengan beasiswa BPPS dan rintisan beasiswa yayasan.
Mendorong kelulusan 3 orang yang sedang mengikuti pendidikan S3.
30) Mendorong dosen seluruh dosen memiliki dan menaikan jabatan fungsional.
31) Peningkatan dosen yang mengikuti dan lulus sertifikasi dosen.
32) Peningkatkan kualitas tenaga kependidikan melalui peningkatan pendidikan minimal D3.
33) Melakukan pelatihan penguasaan teknologi informasi bagi tenaga kependiikan.
34) Penataan mekanisme seleksi/rekruitmen tenaga kependidikan.
35) Melakukan pendidikan dan latihan administrasi akademik, keuangan, kepegawaian, dan umum.
36) Pemenuhan prasarana ruang kelas.
37) Melangkapi sarana ruangan belajar berbasis teknologi.
38) Penggunaan sarana prasarana belajar secara optimal.
39) Pembentukan unit kerja yang menangani pengelolaan data dan informasi (BAPSI).
40) Pengelolaan laman universitas.
41) Pemenuhan kebutuhan biaya operasional belajar mengajar.
42) Pengadaan biaya investasi.
43) Penguatan pembinaan kemahasiswaan yang demokratis, transparan dan akuntabel, melalui penguatan peran BEM Universitas dan Unit-unit Kegiatan Mahasiswa, serta mendoro pembinaan kemahasiswaan yang demokratis, transparan dan akuntabel, melalui penguatan peran BEM Universitas dan Unit-unit Kegiatan Mahasiswas pembinaan kemahasiswaan yang demokratis, transparan dan akuntabel, melalui penguatan peran BEM Universitas dan Unit-unit Kegiatan Mahasiswa serta mendorong aktivitas unit kegiatan kemahasiswaan, baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler.
44) Penyediaan biaya kegiatan kemahasiswaan secara proposional.
45) Medorong pelaksanaan kegiatan penelitian oleh dosen dan mahasiswa
46) Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa
47) Peningkatan soft skill mahasiswa.
48) Penyelenggaraan seminar, wokshop, FGD, dan pertemuan ilmiah lainnya oleh Prodi, Fakultas, Universitas, dan Unit Kegiatan Mahasiswa.
49) Melakukan kerjasama (MOU) pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan PT didalam negeri.
50) Melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran 51) Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian
52) Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masarakat
53) Rekontruksi kurikulum yang berbasis KKNI.
54) Pembentukan jejaring riset dengan lembaga atau PT lain didalam maupun luar negeri.
55) Pembudayaan nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan, dan kearifan lokal.
56) Peningkatan beasiswa mahasiswa baik beasiswa Pemda, PPA, maupun BBM.
57) Pemeliharaan kerjasama yang telah terbentuk, melalui pemeliharaan dan penguatan kerjasama yang telah terbentuk dengan swasta, pemerintah daerah, institusi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan
58) Pelaksanaan penerbitan jurnal ilmiah fakultas yang berkelanjutan setiap semester.
59) Pembentukan dan pelaksanaan Lembaga Tim Penilaian Angka Kredit yang kompeten.
60) Peningkatan kebersamaan dalam membangun konsolidasi organisasi, melalui program olah raga bersama, rekreasi, dan lain- lain.
61) Peningkatan penerimaan jumlah mahasiswa
2) Strategi Jangka Menengah (2019-2020)
Program jangka sedang ini diarahkan pada meningkatnya berbagai sumber daya (Academic Resources Excellence) dan terwujudnya pelayanan yang unggul dan bermutu (Strive for Service Excellence) dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, baik melalui kerjasama dan Kemitraan (Partnership Building) maupun peningkatan kemandirian.
Beberapa program jangka sedang antara lain :
1) Peningkatan kelengkapan dan penguatan peran Lembaga Penjaminan Mutu baik tingkat Universitas, Fakultas, maupun Prodi
2) Peningkatan mutu lulusan secara numerik rata-rata indek prestasi kumulatif (IPK) 3,0 lebih dari 80%
3) Evaluasi substansi kurikulum yang berbasis KKNI 4) Peningkatan struktur dan isi mata kuliah kewirausahaan 5) Peningkatan pemenuhan jumlah dosen masing-masing
program studi sesuai dengan nisbah ideal.
6) Peningkatan mutu dosen malalui peningkatan kualifikasi dosen akademik dari jenjang S2 ke jenjang Doktor (S3) sebanyak 8 orang.
7) Peningkatan kemampuan dosen dalam proses belajar mengajar.
8) Peningkatan kemampuan dosen dalam metodologi penelitian.
9) Peningkatan kemampuan dosen dalam pengabdian kepda masyarakat.
10) Peningkatan kemampuan profesi keahlian melalui pendidikan dan latihan keahlian.
11) Peningkatan kemampuan dosen bidang Teknologi Informatika (IT)
12) Peningkatan kemampuan dosen dalam berbahasa Inggris.
13) Peningkatan jabatan fungsional dosen dari asisten ahli ke lektor.
14) Peningkatan jumlah penerima sertifikasi dosen.
15) Peningkatan mutu tenaga kependidikan melalui peningkatan kualifikasi akademik tenaga kependidikan jenjang S1.
16) Peningkatan mutu kemampuan tenaga kependidikan bidang Teknologi Informatika (IT).
17) Peningkatan kemampuan tenaga kependidikan bidang administrasi akademik, keuangan dan kepegawaian, serta pustakawan, dan laboran.
18) Peningkatan jumlah karya tulis ilmiah/penelitian dosen didalam jurnal tidak terakreditasi.
19) Peningkatan jumlah karya tulis/penelitian dosen didalam jurnal terakreditasi nasional.
20) Peningkatan jumlah karya tulis/penelitian dosen didalam jurnal terakreditasi Internasional.
21) Peningkatan penulisan buku bahan ajar oleh dosen pengampu.
22) Peningkatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didasari oleh budaya dan kearifan lokal.
23) Peningkatan frekuensi kuliah tamu oleh pakar.
24) Peningkatan gaji dosen dan tenaga kependidikan.
25) Peningkatan jaminan sosial dosen dan tenaga kependidikan, antara lain : program BPJS, THT.
26) Peningkatan insentif bagi para peneliti.
27) Peningkatan sarana prasarana Teknologi Informatika.
28) Peningkatan investasi gedung dan ruang perkuliahan.
29) Peningkatan kerjasama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat didalam dan luar negeri.
30) Penyusunan dan menetapkan RIP Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
31) Penyusunan dan menetapkan Renstra Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
32) Pengembangan program lacak alumni (tracer studi).
33) Evaluasi dan penyempurnaan tata kerja untuk penetaan tugas dan fungsi serta hubungan antar unit organisasi universitas, fakultas.
34) Penyempurnaan penataan organisasi penjaminan mutu mulai tingkat universitas (LPM), Fakultas (Tim Kendali Mutu), dan Program Studi (Gugus Kendali Mutu).
35) Penyempurnaan penataan LPPM.
36) Penyempurnaan system penjaminan mutu, melengkapi standar, SOP baik di bidang pendidikan pengajaran, penelitian, maupun penelitian.
37) Peningkatan ketersediaan ruang perkuliahan.
38) Peningkatan ketersediaan ruang tata usaha dan adminisitrasi.
39) Peningkatan ketersediaan ruang dosen.
40) Peningkatan ketersediaan ruang Pimpinan.
41) Peningkatan ketersediaan ruang perpustakaan Pusat.
42) Peningkatan ketersediaan ruang Kaprodi.
43) Peningkatan ketersediaan ruang perpustakaan per prodi (Pusat Informasi Ilmiah/PII).
44) Peningkatan ketersediaan ruang laboratorium.
45) Peningkatan ketersediaan ruang computer.
46) Peningkatan ketersediaan jumlah computer dan perangkat IT
47) Pengembangan data base sistem informasi manajemen pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat (SIMAKO)
48) Pembentukan dan pengelolaan data base mandiri.
49) Pengembangan mekanisme penanganan keluhan mahasiswa.
50) Pengembangan asuransi dosen dan tenaga kependidikan.
51) Peningkatan insentif bagi dosen dan tenaga kependidikan yang berprestasi.
52) Pengembangan koperasi karyawan dan mahasiswa Unwir 53) Peningkatan penguasaan metode penelitian dalam
penelitian kompetitif tingkat nasional dan internasional.
54) Tersediannya laman Unwir yang mempermudah akses ke Jurnal (e Jurnal, DOAJ, Scopus)
55) Peningkatan partisipasi dosen pada kegiatan pelatihan pubikasi.
56) Peningkatan insentif bagi dosen yang melakukan publikasi penelitian di jurnal nasional terakreditasi.
57) Pemberian insentif bagi dosen yang mengajukan proposal ke kemenristekdikti.
58) Peningkatan penelitian melalui kerjasama dengan lembaga- lembaga penelitian, BP3 IPTEK Jabar, Kemenristek, dan Lembaga-lembaga Lainnya yang tidak mengikat.
59) Peningkatan pengabdian masyarakat dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas LPPM melalui kerjasama dengan berbagai stakeholder, antara lain Dikti, Pertamina, Pemda, Yayasan dan swasta.
60) Peningkatan beasiswa bagi para mahasiswa melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintahan maupun swasta.
61) Pemantapan pelayanan prima dalam pendidikan dan pengajaran yang berbasiskan teknologi. Seluruh pengajaran menggunakan teknologi (infocus), penyediaan buku, diktat, dan lain-lain.
62) Peningkatan transparansi dan akuntabilitas hasil evaluasi pendidikan dan pengajaran melalui penggunaan teknologi (web site, face books, atau lainnya).
63) Peningkatan mutu akses informasi dan layanan pengaduan tata kelola prodi, fakultas, dan universitas melalui kotak pengaduan, website, fece books.
64) Kemudahan layanan akses beasiswa melalui pengggunaa teknologi, seperti we site, dan lain-lain.
65) Peningkatan jumlah mahasiswa melalui kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder)..
3) Strategi Jangka Panjang (2020)
Program Strategi Jangka Panjang merupakan rangkaian kegiatan penguatan program jangka pendek dan sedang, yang dimaksudkan membentuk kelembagaan yang kuat dan unggul (instituton excellence) dimana seluruh perencanaan standar yang melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) telah dilaksanakan, dan dimulainya kembali siklus P-D-C-A , sehingga Keunggulan Kualitas Akademik (Academic Quality Excellence) sudah terbentuk. Program-program strategi jangka panjang :
1) Peningkatan pendayagunaan Lembaga Penjamin Mutu baik pada tingkat Universitas, fakultas, maupun program studi.
2) Memantapkan pelaksanaan kurikulum baru tahun 2019 secara menyeluruh.
3) Memantapkan pelaksanaan kalendar akademik.
4) Pelaksanaan pengorganisasikan proses pembelajaran.
5) Peningkatan efektivitas dan efisensi proses pembelajaran.
6) Monitoring dan evaluasi terhadap proses pembelajaran.
7) Pelaksanaan standar penilaian yang telah ditetapkan.
8) Pemenuhan kualifikasi standar minimal pendidikan dosen guna pemenuhan nisbah dosen mahasiswa.
9) Peningkatan kualifikasi akademik dosen dari S2 ke S3 direncanakan
10) Meningkatkan jabatan fungsional dosen dari Lektor menjadi Lektor Kepala.
11) Meningkatkan jabatan fungsional dosen dari asisten ahli ke lektor.
12) Meningkatkan jabatan fungsional dosen ke asisten ahli.
13) Meningkatkan kualifikasi akademik tenaga kependidikan jenjang D3.
14) Meningkatkan kualifikasi akademik tenaga kependidikan jenjang S1.
15) Meningkatkan kualifikasi akademik tenaga kependidikan jenjang S2.
16) Peningkatan dan pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran.
17) Peningkatan dana operasional pendidikan dan pengajaran.
18) Peningkatan dana investasi pembangunan gedung dan ruang kelas.
19) Penguatan peran LPPM dalam seleksi riset.
20) Meningkatkan mutu hasil penelitian dan pengabdian masyarakat.
21) Peningkatan mutu isi penelitian dan pengabdian masyarakat.
22) Peningkatan mutu proses penelitian dan pengabdian masyarakat.
23) Peningkatan mutu penilaian penelitian dan pengabdian masyarakat.
24) Peningkatan mutu peneliti dan pelaksana pengabdian masyarakat.
25) Peningkatan mutu sarana dan prasarana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
26) Peningkatan mutu pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
27) Peningkatan pendanaan dan pembiayaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
28) Peningkatkan dana stimulus untuk pencairan dan pengajuan proposal hibah penelitian kompetitif.
29) Peningkatan insentif bagi dosen yang paling produktif menghasilkan penelitian kompetitif dan publikasi ilmiah.
30) Peningkatan pemanfaatan hasil-hasil riset untuk kepentingan integrasi bahan ajar.
31) Peningkatan dana penelitian institusi.
32) Peningkatan dana pengabdian kepada masyarakat institusi.
33) Peningkatan kerjasama kegiatan ilmiah dengan institusi di dalam negeri.
34) Implementasi kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di luar negeri
35) Peningkatan penyelenggaraan even-even nasional dan internasional.
36) Peningkatan partisipasi dosen dalam Asosiasi Profesi Nasional.
37) Pemantapan pranata pendidikan dan pengajaran yang berbasiskan nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan, dan kearifan lokal melalui penguatan pada subtansi dan struktur kurikulum.
38) Pemantapan dan peningkatan pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam program pemberdayaan masyarakat.
39) Pemantapan kemampuan mahasiswa dalam berbagai bidang ilmu yang berbasiskan teknologi, serta kemampuan berorganisasi melalui pengembangan organisasi intra dan ekstrakurikuler.
40) Program pemantapan peningkatan kesejahteraan dosen melalui Insentif, peningkatan honor, kenaikan pangkat dan jabatan fungsional, serta Sertifikasi dosen.
41) Program pemantapan peningkatan kesejahteraan karyawan dan pimpinan melalui Insentif, peningkatan honor, kenaikan pangkat, serta jaminan sosial.
42) Peningkatan akreditasi program studi Ekonomi dari Akreditasi C ke Akreditasi B.
43) Peningkatan akreditasi program studi Kesehatan Masyarakat dari Akreditasi C ke Akreditasi B.
44) Peningkatan akreditasi program studi Pendidikan Agama Islam dari Akreditasi B ke Akreditasi B.
45) Peningkatan akreditasi program studi Pendidikan Biologi dari Akreditasi C ke Akreditasi B.
46) Peningkatan akreditasi program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dari Akreditasi C ke Akreditasi B.
47) Peningkatan akreditasi program studi Pendidikan Matematika dari Akreditasi C ke Akreditasi B.
48) Peningkatan akreditasi program studi Teknik Sipil dari Akreditasi C ke Akreditasi B.
49) Peningkatan akreditasi program studi Agribisnis dari Akreditasi C ke Akreditasi B.
50) Peningkatan akreditasi program studi Pendidikan Bahasa Inggris dari Akreditasi C ke Akreditasi B.
51) Peningkatan akreditasi program studi Hukum dari Akreditasi B ke Akreditasi B.
52) Peningkatan akreditasi program studi Magister Manajemen Pendidikan dari Akreditasi B ke Akreditasi B.
53) Peningkatan akreditasi program studi BKI dari Akreditasi C ke akreditasi B.
54) Peningkatan akreditasi program studi Perbankan Syariah dari Akreditasi Minimal ke Akreditasi C.
55) Pelaksanaan akreditasi institusi Perguruan Tinggi (AIPT) direncanakan terakreditasi B.
2. Arah Kebijakan
b. Bidang Pendidikan dan Pengajaran diarahkan terciptanya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas, transparan, dan akuntabel yang berbasiskan ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai-nilai ketuhanan, kebangsaan dan kearifan lokal yang diikuti dengan penganggaran yang memadai.
c. Bidang Penelitian diarahkan pada upaya terciptanya dosen yang mampu menyelenggarakan penelitian, serta upaya mengakses dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan frekuensi penelitian yang dilakukan para staf pengajar (dosen), yang diikuti penganggaran yang memadai.
d. Bidang Pengabdian kepada Masyarakat diarahkan pada terlibatnya seluruh civitas academica dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang dan keahliannya yang diikuti penganggaran yang memadai. Untuk itu kebijakan diarahkan pada :
e. Bidang Administrasi diarahkan pada upaya dilakukannya tata kelola yang baik, bersih, tansparan yang berbasiikan teknologi baik bidang administrasi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, dan alumni yang berbasiskan teknologi dengan menggunakan satu pintu.
f. Bidang tata pamong diarahkan pada terisinya struktur organisasi baik tingkat fakultas maupun universitas dengan memperhatikan kualifikasi, kompetensi, masa kerja, dan prestasi.
g. Bidang kepegawaian (dosen dan tenaga kependidikan) diarahkan pada terpenuhinya tenaga dosen pada seluruh prodi sesuai dengan rasio ideal dosen mahasiswa, pengembangan karier dosen baik melalui peningkatan pendidikan .secara berjenjang minimal S2 bagi seluruh dosen, peningkatan jabatan fungsional pada setiap dosen, serta sertifikasi dosen, serta pengembangan kemampuan dan karier karyawan.yang diiukti anggaran yang memadai.
h. Bidang kemahasiswaan diarahkan pada terciptanya aktivitas dan kreativitas mahasiswa dalam bidang akademik (intrakurikuler), olah raga dan seni (ekstrakurikuler), serta terbangunnya soft skill mahasiswa, sehingga diakui keunggulan mahasiswa pada masing-masing program studi, unit kegiatan mahasiswa baik tingkat lokal, regional, maupun nasional.
i. Bidang Kesejahteraan diarahkan pada upaya peningkatan kesejahteraan seluruh karyawan dan dosen, baik melalui upaya peningkatan gaji, insentif, sertifikasi, jaminan sosial, serta penerapan ganjaran (reward) dan hukuman (punishment) sesuai prestasi, yang diikuti penganggaran yang memadai.
j. Bidang Anggaran diarahkan pada terciptanya anggaran berbasis kinerja guna memenuhi seluruh kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta meningkatkan kualitas dan kesejahteraan dosen dan karyawan.
k. Bidang sarana prasarana diarahkan pada upaya pemenuhan rasio ruangan belajar mengajar, penataan lingkungan, penataan lingkungan prodi dan fakultas, serta sarana aktivitas kemahasiswaan, peningkatan jumlah ruang kuliah..
BAB IV
PROGRAM PENGEMBANGAN UNIVERSITAS WIRALODRA
1. Bidang Akademik
a. Kompetensi Lulusan
Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang tertentu. Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan.
Untuk mencapai visi, misi, dan tujuan Universitas Wiralodra dalam menghasilkan mahasiswa yang unggul dan kompetitif di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan, dan Kearifan Lokal, dibutuhkan ukuran standar tentang kompetensi lulusan yang mampu mengakomodasi semua tuntutan dari kalangan profesi, pengguna maupun masyarakat umum. Untuk itu rencanakan kegiatan : 1) Penyusunan dan penetapan standar kompetensi lulusan Universtas
Wiralodra adalah kualifikasi kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampian yang diintegrasikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI). KKNI merupakan pernyataan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang penjenjangan kualifikasinya didasarkan pada tingkat kemampuan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (learning outcomes). Sebagai kesepkatan nasional ditetapkan lulusan program sarjana paling rendah harus memiliki kemampuan yang setara dengan capaian pembelajaran yang dirumusakan pada jenjang 6 KKNI, dan Magister setara dengan jenjang 8.
2) Menyusun profil lulusan masing-masing program studi.
a) Lulusan memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan program studinya.
b) Lulusan memiliki integritas (moral dan etika) dan profesionalisme, serta mampu bekerjasama dalam tim dan memiliki kemampuan pengembangan diri yang baik.
c) Memiliki IPK minimal 3,0
d) Kesuaian bidang kerja dari lulusan program studi S1 dan S2 dengan bidang studi lebih dari 50%.
e) Rata-rata masa tunggu kerja pertama dari lulusan program studi S1 dan S2 kurang dari 2 tahun.
3) Membuat program-program yang direncanakan untuk dilaksanakan guna mencapai komptensi yang diharapkan :
a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui keragaman seleksi untuk menjaring calon mahasiswa yang lebih bermutu, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
b) Pelatihan motivasi untuk mendorong tumbuhnya sikap percaya diri, kreatif, inovatif, mandiri dan bertanggungjawab, meliputi : (1) Peningkatan motivasi bagi mahasiswa melalui pelatihan
kepemimpinan, dan Motivation Training.
(2) Peningkatan penyelengaraan kompetisi di bidang ilmiah, seni dan olah raga.
(3) Peningkatan partisipasi mahasiswa mengikuti kompetisi di bidang ilmiah, seni dan olah raga di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
c) Pengembangan kualitas lulusan yang berdaya saing
(1) Peningkatan kemampuan lulusan dalam penguasaan Bahasa Inggris.
(2) Peningkatan kemampuan lulusan dalam penguasaan teknologi informasi.
(3) Peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah.
d) Pengembangan struktur dan isi mata kuliah kewiraswastaan melalui peninjauan kembali struktur mata kuliah kewiraswastaan.
e) Peningkatan porsi pendidikan yang berorientasi pada softskills, melalui peningkatan muatan materi softskils ke dalam mata kuliah dan proses pembelajaran.
f) Peningkatan pencitraan aktivitas mahasiswa
(1) Peningkatan penggunaan website fakultas sebagai media informasi prestasi mahasiswa.
(2) Peningkatan kemampuan mahasiwa dalam penyusunan paper atau proposal berbahasa inggris melalui pelatihan.
(3) Peningkatan partisipasi mahasiswa dalam aktivitas kemahasiswaan tingkat nasional.
(4) Peningkatan penyelenggaraan event-even nasional dan internasional.
g) Pengembangan sistem informasi ketenagakerjaan dan peningkatan jejaring ketenagakerjaan ikatan alumni :
(1) Peningkatan ketersediaan informasi tentang lowongan pekerjaan melalui peningkatan laman (website) fakultas sebagai media informasi lowongan pekerjaan.
(2) Peningkatan pelatihan persiapan memasuki dunia kerja.
(3) Peningkatan kerjasama dengan stakeholder dalam rangka informasi lowongan pekerjaan dan magang.
(4) Peningkatan peran alumni dalam memfasilitasi lulusan guna memperoleh pekerjaan
h) Pengembangan mekanisme penanganan keluhan mahasiswa.
b. Kurikulum
Berdasarkan ketentuan Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Pendidikan Tinggi Tahun 2012, kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Ketentuan Pasal 35 Ayat (2) Undang- Undang Pendidikan Tinggi mempertegas bahwa Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk setiap Program studi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan.
Sejalan dengan itu UNWIR memiliki visi menjadi universitas yang unggul dan kompetitif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan, dan Kearifan Lokal, yang pada dasarnya mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, ahlak mulia, dan keterampilan. Untuk itu program pengembangan kurikulum diarahkan pada : 1) Rekonstruksi kurikulum kearah Kuliah Berbasis Kompetensi sesuai
dengan SN Dikti dan KKNI.
2) Menyusun dan menetapkan struktur dan isi kurikulum.
3) Penjaminan mutu kurikulum melalui penetapan Standar Operasional Prosedur Penyusunan Kurikulum bagi seluruh program studi yang ada di universitas Wiralodra,
4) Pengembangan kurikulum yang telah ada disesuaikan dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran universitas, yang mengandung kecerdasan intelektual, ahlak mulia, dan keterampilan.
5) Penetapan kerangka dasar dan struktur kurikulum pada masing-masing program studi yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum insitusional.
6) Penetapan dan pengembangan komptensi hasil didik pada masing- masing program studi.
7) Penetapan dan pengembangan kurikulum inti dan kurikulum institusional diarahkan pada terbentuknya matakuliah yang mengembangkan kecerdasan intelektual, ahlak mulia, dan keterampilan, yakni :
a) Mata Kuliah Kepribadian;
b) Mata Kuliah Penguasaan Pengetahuan, Teknologi, dan Seni, dan/atau olah raga.
c) Mata Kuliah Kemampuan dan Keterampilan Berkarya
d) Mata Kuliah Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya Menurut Tingkat Keahlian berdasarkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
e) Mata Kuliah Penguasaan Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Sesuai Dengan Pilihan Keahlian Dalam Berkarya.
8) Pentapan dan pengembangan beban belajar mahasiswa pada tiap-tiap program studi.
9) Pelaksanaan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum.
10) Pengembangan metode evaluasi terhadap kurikulum.
c. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran adalah inti dari proses pendidikan dan pengajaran di Pendidikan Tinggi, oleh karena itu harus dijamin bahwa propses pembelajaran dijamin mutunya agar hasil outputnya menjadi baik. Untuk pengembangan proses pembelajaran dilakukan melalui program :
1) Penetapan dan pelaksanaan standar proses sistem penjamian mutu internal.
2) Pengembangan bahan ajar tiap-tiap mata kuliah setiap program studi, yang melipti Silabi, RPS, bahan ajar, dan buku ajar.
3) Penetapan kalender akademik, jadwal dan tempat perkuliahan.
4) Penetapan jadwal perwalian mahasiswa.
5) Penetapan jadwal pendaftaran mata kuliah dan rencana studi (KRS).
6) Penetapan jumlah mahasiswa per kelas.
7) Penetapan baban mengajar maksimal per dosen.
8) Penetapan rasio maksimal buku pelajaran per mahasiswa.
9) Penetapan rasio maksimal jumlah mahasiswa untuk setiap dosen
10) Pengembangan sitem pembelajaran sesuai Student Centre Learning